Tampilkan postingan dengan label KECAMATAN BONTOALA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KECAMATAN BONTOALA. Tampilkan semua postingan

16 Desember 2025

Pemkot Makassar Perkuat Konvergensi Penurunan Stunting, Camat Bontoala Tegaskan Komitmen Aksi Nyata

 


Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat aksi konvergensi dalam upaya pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting sebagai bagian dari agenda strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Makassar yang dirangkaikan dengan Review Kinerja Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2025.

Rakor yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (16/12/2025), secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Makassar sekaligus Ketua TPPS Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham. Kegiatan ini dihadiri kepala OPD terkait, para camat dan lurah, serta pemangku kepentingan lintas sektor guna memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menekan angka stunting di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa penurunan stunting merupakan prioritas nasional yang membutuhkan sumber daya manusia sehat, unggul, dan berkualitas. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya intervensi yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, disertai aksi nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Aliyah juga memaparkan target penurunan prevalensi stunting Kota Makassar sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yakni dari 18,8 persen menjadi 16,2 persen pada 2029 dan 15,5 persen pada 2030. Ia menyebutkan, meski sempat mengalami peningkatan, prevalensi stunting Kota Makassar berhasil ditekan menjadi 22,9 persen pada tahun 2025.

Lebih lanjut, Aliyah menekankan pentingnya konvergensi lintas sektor dengan melibatkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat RT dan RW. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab pemerintah dan tidak boleh dibebankan kepada masyarakat melalui mekanisme donasi atau pungutan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal, menyampaikan bahwa camat dan lurah memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program prioritas di wilayah masing-masing. Bappeda, kata dia, akan melakukan pemantauan serta pelaporan secara berkala untuk memastikan target percepatan penurunan stunting dapat tercapai sesuai rencana.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan kelurahan yang berprestasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, yakni Kecamatan Ujung Pandang, Ujung Tanah, dan Tamalanrea, serta Kelurahan Lae-Lae, Buntusu, dan Pannampu.

Menanggapi arahan tersebut, Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil Rakor dengan langkah-langkah konkret di lapangan. Ia menekankan penguatan peran kelurahan, kader posyandu, serta sinergi dengan puskesmas dan perangkat terkait. Selain itu, pendataan yang akurat menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berdampak langsung pada keluarga berisiko stunting.

Rakor TPPS Kota Makassar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan dalam menekan angka stunting, demi mewujudkan generasi Makassar yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

HUT Ke-26 DWP Makassar, Wali Kota Tegaskan Peran Strategis Perempuan Wujudkan Indonesia Emas 2045

 


 

Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai mitra strategis dalam membangun keluarga berkualitas guna mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar yang digelar di Hotel Claro Makassar, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, jajaran pengurus DWP Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, perwakilan SKPD, serta direksi Perusda.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi mengapresiasi dedikasi dan kontribusi anggota DWP dalam mendukung kinerja aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menjaga ketahanan dan keharmonisan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan aparatur yang berintegritas, beretos kerja tinggi, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Appi kembali menegaskan filosofi *“istri berdaya, suami jaya”* sebagai gambaran peran strategis perempuan dalam mendukung efektivitas pemerintahan. Sejalan dengan tema nasional DWP, ia mendorong lahirnya inovasi program pemberdayaan perempuan, pendidikan anak, penguatan ekonomi keluarga, serta keterlibatan aktif DWP dalam penanganan isu sosial, seperti stunting dan kesehatan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut memberikan apresiasi atas peran DWP dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama pendidikan anak dan menjadi kunci pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis hingga tingkat kecamatan. Ia menyebut DWP berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga ASN serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia berharap sinergi antara DWP dan pemerintah daerah terus diperkuat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.

Peringatan HUT ke-26 DWP Kota Makassar ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, mandiri, dan sejahtera demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

 

14 Desember 2025

Pemkot Makassar Percepat Program Bebas Sampah 2029, Camat Bontoala Siap Libatkan RT/RW dan Pemuda

 


Pemerintah Kota Makassar terus mendorong percepatan Program Makassar Bebas Sampah 2029 dengan menitikberatkan pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni di tingkat RT dan RW. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan memberikan penghargaan dan insentif hingga Rp100 juta per tahun bagi RT/RW yang konsisten dan berhasil dalam melakukan pemilahan serta pengelolaan sampah di wilayahnya.

Arahan tersebut disampaikan Wali Kota Makassar saat menutup Festival Daur Bumi yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (14/12/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya di hilir. Menurutnya, pengelolaan harus dimulai dari hulu, yakni lingkungan RT dan RW sebagai unit pemerintahan terkecil. Ia menyebutkan sedikitnya 20 RT terbaik akan menerima insentif sebesar Rp100 juta per RT setiap tahun sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan sampah yang konsisten dan berkelanjutan.

Appi menilai kebijakan tersebut jauh lebih efisien dibandingkan beban anggaran besar yang harus dikeluarkan pemerintah apabila persoalan sampah tidak ditangani sejak dari sumbernya. Melalui Program Makassar Bebas Sampah 2029, ia mendorong terjadinya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat agar lebih peduli serta bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Selain itu, Wali Kota juga menantang para camat untuk aktif mendukung dan mengawal pelaksanaan program dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak lapangan dalam pengelolaan dan pengawasan sampah di wilayah masing-masing.

Menanggapi arahan tersebut, Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh Program Makassar Bebas Sampah 2029 melalui penguatan peran RT, RW, dan pemuda. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis wilayah merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Kami siap mendorong RT dan RW di Kecamatan Bontoala agar aktif mengelola sampah dari sumbernya, serta melibatkan pemuda sebagai agen perubahan. Sinergi lintas elemen menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengapresiasi pelaksanaan Festival Daur Bumi yang dinilai efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Ia memastikan DLH Kota Makassar akan terus menghadirkan program serta kegiatan edukatif yang inovatif guna mendukung terwujudnya Kota Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Festival Daur Bumi ditutup dengan talkshow bersama Pandawara Group, komunitas pemuda pemerhati lingkungan, serta dihadiri Wali Kota Makassar, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, jajaran SKPD, komunitas lingkungan, dan para konten kreator sebagai wujud kolaborasi bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan Kota Makassar.

 

12 Desember 2025

Wali Kota Makassar Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kanal Pasar Terong, Camat Bontoala Perkuat Edukasi Warga

 


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kepedulian dan keterlibatan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Jumat Bersih yang dirangkaikan dengan Festival Daur Bumi 2025 di kawasan Kanal Pasar Terong dan Jalan Sawi, Jumat (12/12/2025).

Aksi bersih-bersih ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dan melibatkan seluruh SKPD, aparat kecamatan, serta Satgas Kebersihan. Wali Kota Makassar didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Makassar Eco Circular Hub (MEC) Melinda Aksa, Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman, Kepala Dinas Kominfo M. Roem, serta Camat Bontoala Andi Akhmad Muhajir Arif.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga kawasan pasar, sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Menurut Appi, kawasan Pasar Terong menjadi salah satu fokus perhatian Pemkot Makassar karena tingginya volume sampah harian. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik, lanjutnya, dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak melalui pengembangan budidaya maggot, sehingga mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh SKPD dan aparat wilayah dalam kegiatan Jumat Bersih merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan kota. Ia menilai kawasan Pasar Terong masih memerlukan penanganan yang serius dan berkelanjutan, terutama dalam hal perubahan perilaku masyarakat.

Helmy menambahkan, edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah akan terus dilakukan secara konsisten, disertai penegakan aturan apabila masih ditemukan pelanggaran di lapangan. Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari target besar Program Makassar Bebas Sampah 2029, di mana pengelolaan dan pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumbernya.

Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Makassar, khususnya di wilayah Pasar Terong yang menjadi pusat aktivitas perdagangan. Ia menegaskan kesiapan pihak kecamatan bersama kelurahan, RT, dan RW untuk memperkuat edukasi serta pengawasan kebersihan lingkungan.

“Kami akan terus mendorong pedagang dan masyarakat agar disiplin dalam memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan keindahan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya.

10 Desember 2025

DLH Makassar Sosialisasikan Perwali Retribusi Kebersihan, Rumah Tangga 450–900 VA di Bontoala Bebas Iuran Sampah

 


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menggelar sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 13 Tahun 2025 tentang peninjauan tarif retribusi pelayanan kebersihan di Aula Kantor Camat Bontoala, Rabu (10/12/2025). Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan terbaru pemerintah dalam pengelolaan dan pelayanan kebersihan.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bontoala Andi Akhmad Muhajir Arif, para lurah se-Kecamatan Bontoala, perwakilan DLH Kota Makassar, serta warga dan pelaku usaha. Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah kebijakan pembebasan iuran retribusi sampah bagi rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan tanpa memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA tidak lagi dikenakan retribusi sampah. Sementara bagi pelanggan dengan daya listrik di atasnya, tarif diberlakukan secara progresif sesuai dengan zona yang telah ditetapkan,” jelas Helmy.

Selain pemaparan tarif retribusi, DLH Kota Makassar juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, mulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya hingga memanfaatkan bank sampah yang tersedia di setiap kelurahan. Sosialisasi serupa direncanakan akan dilaksanakan di seluruh kecamatan se-Kota Makassar hingga akhir Desember 2025.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan antara DLH Kota Makassar, Camat Bontoala, dan perwakilan warga sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung implementasi Perwali Nomor 13 Tahun 2025 secara transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, menegaskan pentingnya sosialisasi agar masyarakat memahami hak dan kewajiban mereka sesuai aturan baru yang berlaku. Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan pemahaman yang baik, kebijakan ini diharapkan dapat berjalan efektif, meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan, serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di Kecamatan Bontoala,” pungkasnya.

09 Desember 2025

Peringatan Hakordia 2025, Kecamatan Bontoala Gaungkan Budaya Integritas dan Tolak Korupsi Sejak Dini

 


Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, turut memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang diperingati setiap 9 Desember. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menolak segala bentuk praktik korupsi, khususnya di lingkungan pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah.

Melalui akun Instagram resmi **@kecamatan_bontoala**, pemerintah kecamatan mengunggah poster kampanye bertema *“Satukan Aksi, Basmi Korupsi Lebih Sedikit”* sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional pemberantasan korupsi. Poster tersebut menampilkan simbol penolakan terhadap praktik suap, dengan visual tangan menolak uang serta gestur tegas “stop” dari Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, S.STP., M.E-Gov.

Dalam keterangan unggahan tersebut, Kecamatan Bontoala menyampaikan ucapan peringatan Hakordia sekaligus mengajak masyarakat dan aparatur pemerintah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam setiap aspek pelayanan publik. Camat Bontoala menegaskan bahwa praktik korupsi kerap bermula dari tindakan kecil yang dianggap sepele.

“Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana namun tegas. Korupsi dimulai dari hal kecil. Jika kita sepakat menolak gratifikasi sekecil apa pun dan menolak ‘amplop’ dalam setiap kesempatan, maka praktik korupsi akan semakin berkurang. Hari Anti Korupsi bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa integritas harus dimulai dari diri kita masing-masing, terutama aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan,” tegasnya.

Unggahan kampanye tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, ditandai dengan berbagai komentar apresiasi dan dukungan. Hal ini mencerminkan besarnya harapan warga terhadap terwujudnya pemerintahan yang bersih, jujur, dan berintegritas.

Peringatan Hakordia 2025 di Kecamatan Bontoala menjadi wujud nyata komitmen pemerintah kecamatan dalam menanamkan budaya anti korupsi hingga ke tingkat akar rumput. Upaya ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.

 

07 Desember 2025

Camat Bontoala Pimpin Rakor Persiapan Pemilihan RW, Tegaskan Prinsip Demokratis dan Netralitas Aparatur

 


Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, S.STP., M.E-Gov, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Pemilihan Rukun Warga (RW) se-Kecamatan Bontoala yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bontoala, Minggu (07/12/2025).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris Camat Bontoala, Kapolsek Bontoala, perwakilan Danramil, para kepala seksi di lingkup Kecamatan Bontoala, serta seluruh lurah se-Kecamatan Bontoala. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta mematangkan langkah-langkah teknis agar pelaksanaan pemilihan RW dapat berjalan tertib, transparan, dan demokratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam arahannya, Camat Bontoala menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan agenda demokrasi di tingkat kelurahan. Ia menekankan bahwa pemilihan RW harus menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Kami menginginkan pemilihan RW berjalan demokratis dan berintegritas. Untuk itu, koordinasi antara kecamatan, kelurahan, aparat keamanan, serta masyarakat harus terus diperkuat agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Camat Bontoala juga meminta para lurah untuk segera melakukan sosialisasi tahapan pemilihan RW kepada masyarakat guna meningkatkan partisipasi warga sekaligus mencegah potensi konflik akibat minimnya informasi. Selain itu, ia mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar menjaga netralitas dan profesionalisme selama proses pemilihan berlangsung.

Terkait aspek pengamanan, Andi Akhmad Muhajir Arif berharap dukungan penuh dari unsur TNI dan Polri guna memastikan pelaksanaan pemilihan RW berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ia optimistis, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, Kecamatan Bontoala dapat kembali menjadi contoh pelaksanaan pemilihan RW yang damai serta menghasilkan pemimpin lingkungan yang amanah dan berintegritas.

Pemilihan RW serentak di wilayah Kecamatan Bontoala dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

04 Desember 2025

Perkuat Kehumasan Digital, Tim Humas Kecamatan Bontoala Ikuti Bimtek Foto dan Video Terintegrasi di Malino

 


 

Tim Humas Kecamatan Bontoala terus berupaya meningkatkan kapasitas pengelolaan informasi publik pada Tahun Anggaran 2025. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam **Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Kehumasan Terintegrasi Foto dan Video** yang digelar di Hotel Celebes, Malino, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Instansi Penyelenggara Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Makassar sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemampuan komunikasi visual seluruh perangkat daerah. Bimtek dilaksanakan selama tiga hari dengan fokus pada integrasi narasi teks, foto, dan video agar penyampaian informasi publik semakin efektif, menarik, dan mudah diakses masyarakat.

Salah satu sesi utama membahas **Strategi Visualisasi Informasi Publik** yang disampaikan oleh praktisi kehumasan, **Muhammad Iqbal, S.Sos., M.A**, Koordinator Humas, Publikasi, Branding, dan Kerja Sama Pusjar SKMP. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya konten visual yang kuat, komunikatif, serta adaptif terhadap platform digital.

“Audiens saat ini lebih responsif terhadap konten visual. Penguasaan mobile videography dan storytelling foto menjadi kunci agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara cepat dan berdampak luas,” ujarnya.

Camat Bontoala, **Andi Akhmad Muhajir Arif, S.STP., M.E-Gov**, mengapresiasi keikutsertaan tim humas dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas komunikasi visual merupakan kebutuhan mendesak di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompetitif.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan dalam produk kehumasan yang informatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen Kecamatan Bontoala untuk terus meningkatkan kualitas kehumasan agar mampu bersaing dan menjadi rujukan di tingkat kota. Dengan pengelolaan media terintegrasi yang baik, informasi pelayanan publik serta program strategis kecamatan diharapkan semakin mudah dipahami dan menjangkau masyarakat secara luas.

 

03 Desember 2025

Pemilihan RT/RW Serentak di Bontoala Parang Berlangsung Aman, Lurah Ajak RT/RW Perkuat Sinergi dan Program Lingkungan

 


Kelurahan Bontoala Parang sukses melaksanakan pemilihan Ketua RT dan RW secara serentak dalam suasana tertib, aman, dan kondusif. Kegiatan yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 3 Bontoala, Jalan Kapoposang No. 2, Rabu (3/12/2025), ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan.

Lurah Bontoala Parang, Irfani Dharma Haris Seni, S.T., menyampaikan bahwa pemilihan RT/RW merupakan momentum penting untuk mempererat persatuan dan kerukunan warga. Ia berharap, setelah proses pemilihan selesai, tidak ada lagi sekat di tengah masyarakat, sehingga seluruh elemen dapat kembali bersatu membangun lingkungan masing-masing.

“Pemilihan ini adalah wadah kebersamaan. Siapa pun yang terpilih merupakan hasil pilihan warga dan harus kita dukung bersama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penanggung jawab pelaksanaan, Irfani mengahami adanya sejumlah kendala teknis, terutama terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta mekanisme penggunaan surat kuasa bagi pemilih yang berada di luar kota. Namun demikian, seluruh kendala tersebut dapat diatasi dengan baik sehingga hak pilih warga tetap terakomodasi secara optimal.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Makassar, jumlah calon RT dan RW di Kecamatan Bontoala masing-masing mencapai 436 dan 121 orang yang tersebar di 12 kelurahan. Khusus di Kelurahan Bontoala Parang, tercatat 30 calon RT dan 10 calon RW dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 635 pemilih.

Irfani berharap para RT dan RW yang terpilih, maupun yang belum terpilih, dapat terus bekerja sama dan menjaga sinergi demi kepentingan masyarakat. Ia juga meminta para RT/RW terpilih untuk segera melakukan pembenahan data kependudukan serta pendataan ulang retribusi sampah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai langkah awal dalam menjalankan tugas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan RT dan RW terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar, khususnya Program Makassar Bebas Sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat kelurahan melalui pengembangan Tempat Pembuangan Sampah Organik (Teba) dan Bank Sampah.

“Saat ini baru satu bank sampah yang aktif di wilayah Asrama Bontoala. Ke depan, kami merencanakan pembangunan TPS3R serta penambahan bank sampah apabila tersedia lahan yang legal, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan di tingkat kelurahan dan hanya residunya yang dikirim ke TPA Antang,” jelasnya.

Ia berharap para RT dan RW terpilih dapat menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan sinergi yang kuat, Kelurahan Bontoala Parang diharapkan semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan.

01 Desember 2025

Ciptakan Pilwalkot RT/RW Kondusif, Camat Bontoala Pimpin Rakor Pengamanan Jelang Pemilihan Serentak 2025

 




Pemerintah Kecamatan Bontoala menggelar **Rapat Koordinasi Pengamanan dan Pengawasan Pemilihan Ketua RT/RW Serentak se-Kota Makassar** yang berlangsung di Aula Sipakarennu Lantai 3 Kantor Camat Bontoala, Senin (1/12/2025).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bontoala, **Andi Akhmad Muhajir Arif, S.STP., M.E-Gov**, dan dihadiri oleh Kapolsek Bontoala, Danramil Bontoala, para lurah se-Kecamatan Bontoala, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPM, Danru Satpol PP, unsur Linmas, Karang Taruna, Ketua KNPI, Ketua KONI Kecamatan Bontoala, serta perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Bontoala.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran pelaksanaan Pemilihan RT/RW Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada **3 Desember 2025** di seluruh wilayah Kota Makassar.

Dalam arahannya, Camat Bontoala menekankan pentingnya peran aktif seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi potensi kerawanan selama proses pemilihan. Ia mengingatkan agar seluruh tahapan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, menjunjung tinggi prinsip transparansi, serta mengedepankan musyawarah demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Pemilihan RT/RW merupakan proses demokrasi di tingkat paling dasar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pengamanan dan pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar tidak memicu konflik di tengah warga,” tegas Andi Akhmad Muhajir.

Ia juga meminta para lurah, aparat keamanan, dan unsur masyarakat untuk terus meningkatkan komunikasi serta koordinasi di lapangan, sekaligus sigap melaporkan setiap potensi permasalahan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Bontoala berharap pelaksanaan Pemilihan RT/RW Serentak Tahun 2025 dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis, sekaligus memperkuat kebersamaan serta stabilitas sosial di lingkungan masyarakat Kecamatan Bontoala.

 

 

 

 

HUT KORPRI ke-54, Sekcam Bontoala Ajak ASN Perkuat Integritas dan Mutu Pelayanan Publik

 


Pemerintah Kecamatan Bontoala menggelar apel pagi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 Tahun 2025 di halaman Kantor Camat Bontoala, Senin (1/12/2025).

Apel peringatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Camat Bontoala, Suryadi Yamin, S.Kel., M.M., yang mewakili Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, S.STP., M.E-Gov. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), pejabat struktural, serta pegawai di lingkup Pemerintah Kecamatan Bontoala.

Dalam amanatnya, Suryadi Yamin menegaskan bahwa peringatan Hari KORPRI harus dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen ASN dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan profesionalisme sebagai nilai dasar yang harus terus dijaga oleh setiap ASN.

“Peringatan Hari KORPRI bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN di Kecamatan Bontoala untuk memperkuat sinergi, menjaga semangat pengabdian, serta terus berinovasi dalam mendukung program-program pembangunan daerah. Menurutnya, kontribusi nyata ASN sangat dibutuhkan agar keberadaan KORPRI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Apel peringatan HUT KORPRI ke-54 ini berlangsung dengan khidmat dan menjadi wujud kebersamaan serta semangat baru bagi ASN Kecamatan Bontoala dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

 

 

26 November 2025

Jelajah Sampah Makassar 2025 di Bontoala, Warga Kumpulkan Hampir 300 Kilogram Sampah

 

Kecamatan Bontoala menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Program Makassar Bebas Sampah 2029 melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Jelajah Sampah Makassar 2025 yang memasuki hari ke-6, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah kecamatan, masyarakat, serta berbagai komunitas peduli lingkungan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, bersama Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Dalam sambutannya, keduanya menekankan pentingnya membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal mewujudkan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam aksi bersih lingkungan ini, sebanyak 299,45 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam 38 karung. Capaian tersebut mencerminkan tingginya semangat gotong royong serta kepedulian warga Kecamatan Bontoala terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tenant daur ulang, di antaranya Manggala Tanpa Sekat, Rumah Kreasi Ceceng, Tumpuk Sampah, dan Payabo. Berbagai tenant ini menghadirkan edukasi kreatif seputar pengolahan sampah, daur ulang, hingga pembuatan eco-enzyme, sehingga menambah wawasan dan kesadaran peserta akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Selain aksi bersih-bersih, rangkaian kegiatan juga diisi dengan talkshow dan workshop edukasi persampahan bersama Dr. Eng. Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.Si. dari Dewan Lingkungan serta Juardi, S.E. dari Sub Koordinasi Edukasi, Promosi, Monitoring, dan Evaluasi Persampahan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai regulasi persampahan, pentingnya edukasi berkelanjutan, hingga informasi lomba kebersihan kelurahan. Workshop bertajuk *“Langkah Kita”* dari Rappo: Recycle Plastic turut menambah wawasan peserta terkait pengelolaan sampah plastik.

Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Jelajah Sampah Makassar bukan sekadar aksi bersih lingkungan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi kebiasaan dan budaya di tengah masyarakat, sehingga semangat menjaga kebersihan lingkungan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui partisipasi aktif warga serta kolaborasi lintas sektor, Kecamatan Bontoala optimistis dapat menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar.

 

 



24 November 2025

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Camat Bontoala Hadiri Monev Kebijakan Administrasi Tahun 2025

 




Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, S.STP., M.E-Gov, menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kebijakan Administrasi Pemerintahan Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar di Hotel Novotel Makassar, Senin (24/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan meninjau capaian kinerja, efektivitas, serta konsistensi pelaksanaan kebijakan administrasi pemerintahan sepanjang tahun 2025. Selain itu, forum tersebut menjadi sarana strategis untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berkelanjutan.

Rapat diikuti oleh perwakilan kecamatan dan perangkat daerah se-Kota Makassar dengan agenda pembahasan sejumlah isu strategis, antara lain penguatan koordinasi antarunit kerja, optimalisasi pelayanan publik, serta percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

Camat Bontoala menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Di tingkat kecamatan, kami berkomitmen memastikan seluruh kebijakan terlaksana dengan baik dan berdampak langsung bagi warga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, hingga kelurahan dalam mewujudkan pemerintahan yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang solid antarunit kerja menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik di seluruh wilayah Kota Makassar.

 

Sekda Makassar Ingatkan Netralitas Aparatur Jelang Pemilihan RT/RW, Camat Bontoala Siap Kawal Proses

 





Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan peran strategis camat dan lurah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang pelaksanaan Pemilihan Ketua RT/RW Serentak Tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Administrasi Pemerintahan Tahun 2025 di Hotel Novotel Makassar, Senin (24/11/2025). Sekda menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, terutama Permendagri Nomor 18 Tahun 2020, sebagai dasar pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, seluruh aparatur wajib bekerja sesuai aturan, termasuk dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Terkait Pemilihan RT/RW, Sekda mengingatkan agar camat dan lurah menjaga netralitas serta berpedoman pada Peraturan Wali Kota Nomor 20 Tahun 2025 dan petunjuk teknis yang berlaku.

Menanggapi arahan tersebut, Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti seluruh kebijakan dan memastikan pemilihan RT/RW berjalan transparan, tertib, dan sesuai ketentuan.

“Kami berkomitmen menjaga netralitas aparatur dan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan serta menjaga stabilitas wilayah menjelang pelaksanaan Pemilihan RT/RW Serentak 2025.

 

 

20 November 2025

Hadiri Pembukaan MTQ Kota Makassar 2025, Camat Bontoala Tegaskan Dukungan Pembinaan Generasi Qur’ani

 


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2025 yang digelar di Gedung Lestari 45, Kamis (20/11/2025). Pembukaan MTQ ditandai dengan prosesi penyempurnaan kaligrafi pada kanvas sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

MTQ ke-11 tingkat Kota Makassar ini akan berlangsung hingga 23 November 2025 dan dipusatkan di MAN 3 Makassar. Kegiatan tersebut mempertandingkan 17 cabang lomba dengan jumlah peserta mencapai 815 orang yang berasal dari 15 kecamatan se-Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan sarana strategis dalam pembinaan akhlak dan karakter generasi muda. Ia juga mendorong peningkatan apresiasi dan penghargaan bagi para pemenang MTQ agar setara dengan kompetisi bidang lainnya.

Selain itu, Munafri Arifuddin memaparkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pendidikan keagamaan melalui penambahan jam baca Al-Qur’an di sekolah, penguatan nilai-nilai akhlak dan kearifan lokal dalam kurikulum, serta peningkatan penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagi peserta didik.

Wali Kota juga mengingatkan dewan hakim agar menjunjung tinggi integritas dan objektivitas dalam penilaian, sehingga MTQ mampu melahirkan qori dan qoriah berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Ia menutup sambutannya dengan menegaskan visi menjadikan Makassar sebagai kota yang toleran, inklusif, dan moderat.

Sementara itu, **Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir Arif**, yang turut hadir dalam pembukaan MTQ Kota Makassar 2025, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, MTQ merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing.

“MTQ ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan akhlak generasi Qur’ani. Kecamatan Bontoala siap mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat literasi Al-Qur’an dan pendidikan akhlak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Kecamatan Bontoala untuk terus mendorong lahirnya qori dan qoriah berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang keagamaan di tingkat yang lebih tinggi.