07 Maret 2026

Buka Puasa Bersama Guru dan Siswa UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara - Baraya II


MULIAINFO. com. MAKASSAR -- UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II, Makassar - Guru dan siswa UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II melaksanakan buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antara guru dan siswa.


Buka puasa bersama ini diisi dengan tausiah dan doa bersama, serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah itu, guru dan siswa berbuka puasa bersama dengan hidangan yang telah disiapkan.


Kegiatan ini sangat dinantikan oleh siswa-siswi UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II. Mereka sangat senang dan bahagia dapat berbuka puasa bersama dengan guru-guru mereka.


Guru-guru UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka berharap agar kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan di sekolah.


Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II, Suardi Salpin, S.Pd., M.M., berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan kebersamaan dan keimanan warga sekolah.



Kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu program UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keimanan siswa-siswi.


Semoga kegiatan buka puasa bersama ini dapat membawa berkah dan kebaikan bagi semua yang hadir. Kami juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi untuk meningkatkan prestasi akademik dan akhlak mereka.


UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keimanan siswa-siswi. Kami berharap agar kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut.


Guru dan siswa UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II sangat senang dan bahagia dapat melaksanakan buka puasa bersama ini. Mereka berharap agar kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan di sekolah.


Semoga kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kebersamaan dan keimanan warga sekolah. ( M Yahya )

Polemik BCKS di Makassar: Plt Usia 56 Tahun ke Atas, Guru Senior Minta Dipertahankan hingga Pensiun


MULIAINFO. com. Makassar– Polemik seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Kota Makassar kembali mencuat. Kali menyangkut nasib para Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah yang kini masuk kategori usia di atas 56 tahun dan terancam tidak bisa didefinitifkan.

Seorang Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya menyuarakan kegelisahan koleganya. Ia menyebutkan, ada beberapa Kepsek Plt sekarang kebanyakan berusia 56 tahun ke atas. Padahal, saat pertama kali ditunjuk sebagai Plt, usia mereka masih 52 tahun, atau mungkin ada yang 55 tahun.

"Kenapa pada waktu sebelum usia 56 tahun tidak didefinitifkan, padahal aturan sudah diketahui sebelumnya? Kenapa baru sekarang diperhitungkan bahwa Plt umur 56 tahun ke atas sudah dikembalikan? Sekiranya penentu kebijakan mempertimbangkan masalah ini," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Lebih lanjut, ia mengusulkan solusi bagi rekan-rekan Plt yang terdampak aturan batas usia. Menurutnya, jika kepala sekolah Plt tidak bisa didefinitifkan karena usia sudah 56 tahun ke atas, maka sebaiknya mereka tetap di-Plt-kan saja sampai masa pensiun. Apalagi, sebagian besar dari mereka sudah pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Calon Kepala Sekolah (CKS) dan telah memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) .

"Kami meminta Pemkot Makassar mempertimbangkan usulan ini. Jangan sampai guru senior yang sudah mengabsi lama dan memiliki kompetensi malah tersingkir hanya karena aturan administrasi," harapnya.

Seperti diketahui, polemik ini bermula dari diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Dalam aturan tersebut, batas usia maksimal pengangkatan kepala sekolah adalah 56 tahun pada saat diberi penugasan .

Narasumber dari kalangan Kepsek menyebutkan, para Plt senior yang terdampak kebijakan ini sebenarnya sudah memenuhi syarat kompetensi. Mereka telah mengikuti diklat Calon Kepala Sekolah (CKS) dan memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) .

Diketahui, NUKS merupakan nomor khusus yang menandakan seorang guru telah tersertifikasi sebagai calon kepala sekolah melalui diklat di LPPKS . Proses untuk mendapatkannya cukup panjang, mulai dari seleksi administrasi, seleksi akademik, hingga pendidikan dan pelatihan selama 300 jam .

Sambungnya, dengan bekal sertifikasi tersebut, para Plt senior merasa layak dipertimbangkan untuk tetap mengisi posisi kepala sekolah, setidaknya sebagai Plt hingga pensiun.

Selain itu, proses seleksi BCKS di Kota Makassar sendiri disebut berlangsung transparan dengan melibatkan akademisi dan profesional . Pemerintah Kota Makassar juga telah menjadwalkan pengukuhan kepala sekolah definitif untuk mengisi posisi yang selama ini diisi Plt .

Harapan dari para guru senior, agar Pemkot Makassar dapat mencari jalan keluar yang bijak. "Kami hanya minta keadilan. Masa pensiun tinggal sedikit, jangan ditambah dengan kekecewaan karena harus turun dari jabatan yang sudah dijalani bertahun-tahun," tegasnya narasumber. (Y)

Kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi Siap Menghadapi Ujian Tengah Semester


MULIAINFO. com. MAKASSAR -- UPT SPF SD Inpres Kassi, Makassar - Siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi sedang menghadapi Ujian Tengah Semester (MID semester) yang berlangsung dari tanggal 2 sampai 7 Maret 2026. Mereka siap menghadapi ujian dengan tekad dan semangat yang tinggi.

"Kami berharap agar siswa-siswi kelas 6 dapat menghadapi ujian dengan lancar dan sukses," kata Ibu Sukmawati, S.Pd., Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Kassi.

Guru-guru UPT SPF SD Inpres Kassi juga memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa-siswi kelas 6. "Kami telah mempersiapkan mereka dengan baik, sekarang ganti mereka menunjukkan kemampuan mereka," kata salah satu guru.

Siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi telah belajar dengan giat dan tekun. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi ujian.

Ujian Tengah Semester ini merupakan salah satu evaluasi penting bagi siswa-siswi kelas 6. Mereka harus menunjukkan kemampuan mereka dan mencapai hasil yang memuaskan.

"Kami percaya bahwa siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi dapat menghadapi ujian dengan baik," kata orang tua siswa.

UPT SPF SD Inpres Kassi telah menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Mereka juga telah menyediakan bimbingan dan motivasi kepada siswa-siswi.

Siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi harus tetap fokus dan konsentrasi selama ujian. Mereka harus menjawab soal-soal dengan baik dan teliti.

"Kami berharap agar siswa-siswi kelas 6 dapat mencapai hasil yang memuaskan dan menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia," kata Ibu Sukmawati, S.Pd.

Semoga siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi dapat menghadapi ujian dengan baik dan mencapai hasil yang memuaskan! 

Tambahan: UPT SPF SD Inpres Kassi juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak mereka. Kami berharap agar kerja sama antara sekolah dan orang tua dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan.( M Yahya )

06 Maret 2026

UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar Panen Ecoenzim Sebanyak 10 Galon


MULIAINFO. com. MAKASSAR -- UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar berhasil panen ecoenzim sebanyak 10 galon.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan dan pengelolaan sampah organik.
Ecoenzim adalah cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran, yang dapat digunakan sebagai pupuk alami dan pembersih lingkungan.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar, mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Beliau berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.
Kepala Sekolah juga berharap agar ecoenzim yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk tanaman di sekolah dan sekitarnya.

Ecoenzim yang dihasilkan akan digunakan untuk memupuk tanaman di sekolah dan sekitarnya, serta sebagai bahan pembersih lingkungan.
Dengan demikian, sekolah dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Siswa-siswa UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar juga dapat belajar tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan bagaimana mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat.

Kegiatan panen ecoenzim ini juga merupakan salah satu contoh implementasi kurikulum lingkungan di sekolah.
Siswa-siswa UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar dapat belajar tentang pentingnya lingkungan dan bagaimana menjaga kebersihannya.
Guru-guru juga dapat menggunakan kegiatan ini sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang lingkungan.

UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar telah lama berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.
Kegiatan panen ecoenzim ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut.
Sekolah berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.


Siswa-siswa UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan panen ecoenzim ini.
Mereka dapat belajar tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan bagaimana mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat.
Siswa-siswa juga dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan ecoenzim dan memupuk tanaman di sekolah.

Guru-guru UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar juga sangat mendukung kegiatan panen ecoenzim ini.
Mereka dapat menggunakan kegiatan ini sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang lingkungan.
Guru-guru juga dapat memantau dan mengawasi siswa-siswa dalam mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan panen ecoenzim ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan.
UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
Sekolah juga berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan di sekolah.

Ecoenzim yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk memupuk tanaman di rumah-rumah warga sekitar sekolah.
Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki tanaman yang sehat dan lingkungan yang bersih.
UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan.

UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar akan terus berupaya meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.
Kegiatan panen ecoenzim ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut.
Sekolah berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.

Siswa-siswa UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar dapat belajar tentang pentingnya lingkungan dan bagaimana menjaga kebersihannya.
Mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di rumah dan masyarakat.
Siswa-siswa juga dapat menjadi contoh bagi teman-teman mereka tentang pentingnya lingkungan.

Kegiatan panen ecoenzim ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah organik.
Mereka dapat belajar tentang bagaimana mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.
Siswa-siswa juga dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan ecoenzim dan memupuk tanaman di sekolah.

UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar berharap agar kegiatan panen ecoenzim ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya lingkungan.
Sekolah juga berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan di sekolah.
Dengan demikian, UPT SPF SD Negeri Pampang Makassar dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. ( M Yahya )

Merajut Silaturrahmi di Bulan Ramadhan : Buka Puasa Bersama UPT SPF SMPN 22 Makassar

MULIAINFO. com. MAKASSAR-- UPT SPF SMPN 22 Makassar mengadakan Buka Puasa Bersama di lapangan sekolah pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Hj. Salma, beserta guru-guru dan siswa-siswa UPT SPF SMPN 22 Makassar.
Buka Puasa Bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan meningkatkan kebersamaan di antara warga sekolah.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan kebahagiaan.
UPT SPF SMPN 22 Makassar ingin memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturrahmi di antara warga sekolah.
Dengan demikian, kita dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Sekolah, Hj. Salma, mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam Buka Puasa Bersama ini.
Beliau berharap kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan kebersamaan bagi kita semua.
Hj. Salma juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan di UPT SPF SMPN 22 Makassar.

Siswa-siswa UPT SPF SMPN 22 Makassar sangat antusias dalam mengikuti Buka Puasa Bersama ini.
Mereka dapat berbuka puasa bersama-sama dengan guru-guru dan teman-teman mereka.
Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya silaturrahmi dan kebersamaan.

Guru-guru UPT SPF SMPN 22 Makassar juga sangat mendukung kegiatan Buka Puasa Bersama ini.
Mereka dapat berbagi pengalaman dan ilmu dengan siswa-siswa.
Guru-guru juga dapat meningkatkan hubungan dengan siswa-siswa di luar kelas.

Buka Puasa Bersama ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya berbagi dan peduli dengan sesama.
Mereka dapat belajar tentang nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SMPN 22 Makassar.

UPT SPF SMPN 22 Makassar telah lama berkomitmen untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturrahmi di antara warga sekolah.
Buka Puasa Bersama ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut.
Sekolah berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kebersamaan di antara warga sekolah.

Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan dan rahmat.
UPT SPF SMPN 22 Makassar berharap agar kegiatan Buka Puasa Bersama ini dapat membawa ampunan dan rahmat bagi kita semua.
Semoga kita dapat menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Buka Puasa Bersama ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan.
Mereka dapat belajar tentang cara menjaga kesehatan dan kebersihan di bulan Ramadhan. Kegiatan ini juga dapat Meningkatkan Kualitas hidup Siswa- Siswa UPT SPF SMPN 22 Makassar.

UPT SPF SMPN 22 Makassar mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam Buka Puasa Bersama ini.
Semoga kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan kebersamaan bagi kita semua. Semoga kita dapat terus meningkatkan Kebersamaan Dan Silaturrahmi di antara warga sekolah. ( Me Yahya )

Babak Baru di Disdik Makassar: " Jilid 2" Pemanggilan Kepsek Definitif, Ada skenario di Balik Layar


MULIAINFO. com. Makassar– Suasana di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali memanas dengan adanya pemanggilan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) Definitif, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang disebut-sebut sebagai "Jilid 2" ini digelar di Kantor Disdik Kota Makassar, tepat di depan ruangan Kepala Dinas, namun dikabarkan berlangsung tanpa sepengetahuan Kadisdik.

Jika pada "Jilid 1" sebelumnya merupakan kegiatan Max One yang melibatkan para Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dan beberapa Kepsek Pelaksana Tugas (PLT), maka kali ini giliran para Kepsek Definitif yang dikumpulkan. Lokasi pemanggilan yang berada persis di lorong depan ruang Kadis menjadi sorotan, apalagi kegiatan ini diduga sengaja diadakan secara diam-diam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, pemanggilan dilakukan secara bergilir dengan sistem "ngetim" atau antrean. Puluhan kepala sekolah tampak berdatangan dan menunggu di area depan ruang Kadis. Mereka dipanggil satu per satu untuk masuk ke dalam ruangan yang disiapkan khusus.

Dari informasi yang berkembang, salah satu yang turut dipanggil, Kepala Sekolah dari SMP 55. Ia disebut-sebut sebagai sasaran utama dalam gelombang pemanggilan kali ini. Selain itu, sejumlah kepala sekolah dari berbagai SMP Negeri di Makassar juga terlihat hadir, di antaranya perwakilan dari SMP 19, SMP 26, SMP 32, SMP 1, SMP 14, SMP 30, dan beberapa sekolah lainnya. Dan Termasuk yang menyusun kepsek SMP ( SMPN 15, SMP 54 & SMP 33).

"Semua ada, termasuk SMP 26, SMP 32, SMP 1, SMP 14, SMP 30, pokoknya banyak. Yang jelas, mereka dipanggil masuk lima orang sekaligus ke dalam ruangan untuk diwawancarai," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Menariknya, proses wawancara tersebut berlangsung tertutup. Para kepala sekolah yang keluar dari ruangan enggan berkomentar banyak. Mereka hanya mengatakan diminta menjelaskan asal sekolah dan beberapa pertanyaan administratif lainnya.

Yang semakin menguatkan kecurigaan akan adanya agenda khusus adalah sosok di balik layar yang mengatur jalannya pertemuan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa yang bertugas mengetik dan menyiapkan administrasi pertemuan tersebut adalah seorang yang akrab disapa Dr. Syarif. Sementara itu, koordinator lapangan yang mengatur jalannya pemanggilan peserta.

"Ini yang aneh, yang ngatur malah Pak Yunus. Katanya instruksinya dari Ibu Kadis, tapi kok lewat Pak Yunus? Jadi sebenarnya intinya mau ketemu, mau ada pertemuan. Tapi kenapa dirahasiakan?" ujar sumber yang sama.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa ada nama Bu Ina dan Bu Lina yang turut terlibat dalam proses pendataan. Mereka disebut-sebut sebagai orang yang memegang daftar nama kepala sekolah yang harus dikumpulkan.

Pertanyaan besar kemudian muncul, apa sebenarnya tujuan dari pertemuan rahasia ini? Sejumlah sumber menduga kuat bahwa ini adalah bagian dari upaya membangun citra seseorang menjelang momen tertentu.

"Tujuannya supaya mengenal Hero, seakan-akan dia pahlawan. Itu yang bisa kita baca dari orientasinya. Mereka ingin terlihat sebagai penyelamat, padahal di balik itu semua ada agenda tersembunyi," ungkap sumber yang mengetahui jalannya pertemuan.

Bahkan, ada yang mengaitkan pertemuan ini dengan adanya "beban dari talangan" yang diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk kemungkinan adanya tekanan dari level atas. "01 juga pasti tahu, karena ada beban dari talangan. Tidak mungkin ini terjadi tanpa sepengetahuan atasannya," tambah sumber tersebut.

Jika ditelusuri lebih jauh, praktik pemanggilan semacam ini mengingatkan pada praktik-praktik lama di lingkungan birokrasi Makassar yang sarat dengan intrik dan "dagelan" politik penempatan jabatan. Kehadiran figur eks pejabat yang masih aktif bergerilya di lingkungan dinas menjadi perhatian tersendiri.

Menurut info Ari, salah satu kepsek yang bingung dengan pemanggilan itu, setelah mendapat telepon dari rekan sesama kepsek, ia justru ditanyai oleh mantan Kabid SMP, Dari.Syrief, "mau ditempatkan di mana". Pertanyaan tersebut sontak membuatnya curiga bahwa pertemuan ini berkaitan dengan skenario mutasi atau rotasi jabatan yang sedang digodok di belakang layar.

Oleh karena itu, banyak pihak mendesak agar Dinas Pendidikan Kota Makassar segera membuka suara terkait praktik pemanggilan liar ini. Jika benar ada agenda resmi, seharusnya dilakukan secara terbuka dan transparan, bukan secara diam-diam di lorong kantor tanpa sepengetahuan pimpinan.

Selain itu, keterlibatan oknum-oknum tertentu yang bukan lagi pejabat aktif di lingkungan dinas juga patut dipertanyakan. Apakah mereka masih memiliki kewenangan untuk mengatur dan memanggil para kepala sekolah? Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan konflik kepentingan dan mengganggu jalannya birokrasi yang sehat.

Diketahui, Dinas Pendidikan Kota Makassar di bawah kepemimpinan Achi Soleman tengah gencar melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Berbagai program unggulan tengah dijalankan untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Makassar. Namun, adanya praktik-praktik tidak transparan seperti ini tentu saja kontraproduktif dan dapat mengganggu konsentrasi para kepala sekolah dalam menjalankan tugas pokok mereka di sekolah masing-masing.

Sambungnya, informasi yang berkembang di kalangan guru dan tenaga kependidikan, kejadian ini sudah seperti "kioki" atau permainan yang diatur sedemikian rupa. "Ini Kakak dibuka setelan yang kioki. Iya, paling Ibu Kepsek baru bisa pergi ke siapa? Jadi memang sudah di-setting dari awal," ujar sumber dengan nada sinis.

Harapan para kepala sekolah dan tenaga kependidikan, kejadian seperti ini tidak berlarut-larut. Mereka berharap agar pimpinan Dinas Pendidikan, dalam hal ini Ibu Kadis, segera turun tangan dan melakukan klarifikasi. Proses mutasi, rotasi, dan penempatan pejabat di lingkungan pendidikan harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai aturan yang berlaku, bukan melalui pertemuan-pertemuan diam-diam yang justru menimbulkan keresahan di kalangan pendidik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar maupun pihak-pihak yang disebutkan terkait pemanggilan "Jilid 2" tersebut.(Y).

05 Maret 2026

Pembagian Tas dan Tasler dari Pemerintah Kota Makassar di UPT SPF SDI BANTA - BANTAENG I


MULIAINFO. com. MAKASSAR -- UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I menerima bantuan tas dan tasler dari Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Bank Sulselbar sebanyak 56 pasang.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Tas dan tasler ini akan dibagikan kepada siswa-siswa yang berprestasi dan kurang mampu.

Kepala Sekolah UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar atas bantuan yang diberikan.
Beliau berharap bantuan ini dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan prestasi mereka.
Kepala Sekolah juga berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut di masa depan.

Siswa-siswa UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I sangat senang dan gembira menerima bantuan tas dan tasler.
Mereka merasa sangat dibantu dengan adanya bantuan ini.
Siswa-siswa juga berjanji untuk menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.

Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Bank Sulselbar telah membagikan bantuan tas dan tasler di beberapa sekolah di Kota Makassar.
UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I adalah salah satu sekolah yang menerima bantuan ini.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

Bank Sulselbar sebagai mitra Pemerintah Kota Makassar dalam program ini, berharap agar bantuan ini dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan prestasi mereka.
Bank Sulselbar juga berharap agar siswa-siswa dapat menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.
Bank Sulselbar juga siap untuk terus mendukung program-program pendidikan di Kota Makassar.

Pembagian tas dan tasler ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Sekolah UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd, dan perwakilan dari Bank Sulselbar.
Siswa-siswa yang menerima bantuan ini sangat antusias dan gembira.
Mereka juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar atas bantuan yang diberikan.

Bantuan tas dan tasler ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Siswa-siswa UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I berjanji untuk menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.
Mereka juga berjanji untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah.

UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Bantuan tas dan tasler ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan tersebut.
UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I juga berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut di masa depan.

Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar berharap agar bantuan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.
Mereka juga berharap agar siswa-siswa dapat menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.
Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar juga siap untuk terus mendukung program-program pendidikan di Kota Makassar.

Pembagian tas dan tasler ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.
UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I sangat berterima kasih atas bantuan ini.
Mereka berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut di masa depan. ( M Yahya )