MULIAINFO. Com -- Makassar. Acara dibuka dengan penuh semangat melalui Parade Pramuka yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Barisan anggota Pramuka Siaga dan Penggalang dari SD Negeri Batutambung tampil rapi dan disiplin sebagai simbol kedisiplinan dan cinta tanah air. Parade ini menjadi pembuka yang energik sekaligus menunjukkan karakter siswa yang tangguh, ceria, dan siap menjadi generasi pembelajar. Tepuk tangan tamu undangan mengiringi langkah tegap mereka menuju barisan upacara.
Memasuki acara inti, MC mengambil alih dengan sapaan hangat kepada seluruh hadirin. Ucapan selamat datang disampaikan kepada Bapak Pengawas, komite sekolah, orang tua siswa, dan seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu. MC menjelaskan secara singkat tujuan kegiatan hari ini yaitu meresmikan Perpustakaan Ramah Anak BATAM sebagai ruang tumbuh literasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya"
Seluruh peserta dimohon berdiri dengan sikap sempurna untuk bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dipimpin oleh seorang dirigen dari siswa, momen ini menjadi pengingat bahwa literasi adalah bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Suasana khidmat menyelimuti lapangan sekolah sebagai bentuk penghormatan kepada tanah air sebelum memulai rangkaian acara.
Untuk memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa. Petugas memimpin doa bersama agar Perpustakaan Ramah Anak BATAM ini benar-benar menjadi tempat yang membawa manfaat, menambah ilmu, serta menumbuhkan akhlak mulia bagi seluruh warga sekolah. Seluruh hadirin menundukkan kepala dengan khusyuk mengamini doa yang dipanjatkan.
Kepala UPT SPF SD Negeri Batutambung menyampaikan sambutan sekaligus laporan singkat proses terbentuknya perpustakaan ramah anak ini. Beliau menegaskan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan jantung literasi sekolah. Dengan dukungan BATAM, perpustakaan kini dilengkapi pojok baca lesehan, buku cerita bergambar, dan zona bermain edukatif yang dirancang khusus sesuai kebutuhan anak.
Bapak Pengawas Sekolah diberi kesempatan untuk menyampaikan arahan dan apresiasi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya budaya membaca sejak usia dini dan mengapresiasi kolaborasi sekolah dengan BATAM dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Beliau juga berpesan agar perpustakaan ini dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa.
Sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya lokal, siswa kelas 4 dan 5 mempersembahkan Tari Mappadendang. Tarian khas Bugis-Makassar ini menggambarkan suka cita masyarakat setelah panen padi. Gerakan menumbuk lesung yang kompak dan dinamis menjadi simbol gotong royong. Penampilan ini sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Momen yang ditunggu pun tiba. Kepala Sekolah bersama Bapak Pengawas dan perwakilan BATAM menuju area depan perpustakaan untuk prosesi pengguntingan pita. Dengan mengucap basmalah, pita diresmikan sebagai tanda Perpustakaan Ramah Anak BATAM resmi dibuka dan dapat digunakan. Tepuk tangan meriah dan dokumentasi foto mengabadikan momen bersejarah bagi SDN Batutambung ini.
Seluruh tamu undangan diajak berkeliling melihat langsung fasilitas perpustakaan. Duta baca dari kalangan siswa dengan antusias menjelaskan setiap sudut: ada Pojok Dongeng, Rak Buku Cerita, Area Baca Lesehan, hingga Papan Kreasi Anak. Para tamu dapat berinteraksi langsung dengan siswa yang sedang membaca, menunjukkan bahwa perpustakaan ini benar-benar hidup dan ramah anak.
Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Sambil menikmati hidangan ringan yang telah disediakan, para guru, tamu undangan, dan orang tua dapat berbincang santai membahas program literasi ke depan. MC menyampaikan terima kasih atas kehadiran semua pihak dan berharap perpustakaan ini menjadi awal dari banyak prestasi literasi SD Negeri Batutambung. ( Yahya )













