21 September 2026

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa Ikuti Rakor Dan Asesmen Kepala sekolah se - Kota Makassar Di Hotel Claro


MULIAINFO -- Kota Makassar -- kembali menggelar kegiatan peningkatan mutu pendidikan melalui Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah se-Kota Makassar yang dilaksanakan selama dua hari, pada Senin 21 dan Selasa 22 September 2026.

Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Kegiatan Rakor dan Asesmen ini diikuti oleh sebanyak 314 Kepala SD se-Kota Makassar, ditambah dengan seluruh Kepala UPTD SPF SMP Negeri dan sebagian Kepala SMP Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Hotel Claro Makassar, salah satu hotel representatif di Kota Makassar yang sering menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan resmi Pemerintah Kota.

Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Bapak Wali Kota Makassar sebagai bentuk komitmen pemerintah kota terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Dalam pembukaan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Ibu Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga selaku Bunda PAUD Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar beserta jajaran stafnya.

Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan pentingnya peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.


Ia juga berharap agar seluruh Kepala Sekolah dapat menjadi teladan dalam menerapkan disiplin, inovasi, dan pelayanan pendidikan yang prima kepada peserta didik dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakor ini menjadi wadah evaluasi dan penyamaan persepsi terhadap kebijakan pendidikan di Kota Makassar.

Adapun keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dalam kegiatan ini terkait dengan penguatan program Sekolah Adiwiyata dan sekolah ramah lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan, mulai dari kepemimpinan sekolah, manajemen sekolah, implementasi Kurikulum Merdeka, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Selain rapat koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Asesmen Kepala Sekolah sebagai instrumen untuk memetakan kompetensi dan kinerja Kepala Sekolah secara objektif dan berkelanjutan.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku sangat bersyukur bisa terlibat langsung bersama ratusan Kepala Sekolah lainnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan, memperluas jejaring, dan meningkatkan motivasi dalam mengelola sekolah agar lebih maju dan berprestasi.

Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil Rakor dan Asesmen tersebut di lingkungan UPTD SPF SD Negeri Bontoa demi peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.

Dengan terlaksananya Rapat Koordinasi dan Asesmen ini, diharapkan seluruh Kepala Sekolah se-Kota Makassar semakin solid, profesional, dan siap mewujudkan visi Makassar sebagai kota pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

20 September 2026

UPTD SPF SD Inpres Antang II Dan Kelurahan Antang Bersinergi Gelar Bersih Lingkungan


MULIAINFO - Makassar, 20 September 2026 – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan oleh UPTD SPF SD Inpres Antang II melalui sinergi bersama Aparat Pemerintahan Kelurahan Antang.

Kegiatan kerja bakti bersih lingkungan ini dilaksanakan pada hari Minggu pagi, 20 September 2026, bertempat di lingkungan UPTD SPF SD Inpres Antang II dan area sekitarnya di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Antang beserta jajaran, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Antang, para Ketua RW dan Ketua RT, serta seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan UPTD SPF SD Inpres Antang II.

Sejak pagi hari, seluruh peserta dengan penuh antusias melakukan pembersihan menyeluruh. Mulai dari menyapu halaman sekolah, membersihkan saluran drainase, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah yang menumpuk di sekitar pagar sekolah.


Sinergi ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara institusi pendidikan dengan pemerintah wilayah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang II, St. Zahrah Hidayat, S.Pd.M.Pd., menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan oleh pihak Kelurahan Antang.

Menurutnya, kehadiran langsung Lurah bersama Ketua LPM, Ketua RW dan Ketua RT memberikan motivasi tersendiri bagi pihak sekolah untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

"Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih atas kepedulian dan kebersamaan ini. Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa antara sekolah dan aparat kelurahan," ujar St. Zahrah Hidayat, S.Pd.,M.Pd.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kegiatan positif seperti ini tidak akan berhenti hanya pada hari ini saja, melainkan akan dijadikan sebagai program berkelanjutan.


"Kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama aparat Kelurahan Antang akan menjadi agenda rutin tiap bulan. Ini sudah menjadi komitmen kami bersama," ucapnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Lurah Antang juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program sekolah yang melibatkan masyarakat secara langsung, karena kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Ketua LPM Kelurahan Antang menambahkan, kolaborasi dengan SD Inpres Antang II ini bisa menjadi contoh bagi instansi lain di wilayah Kelurahan Antang untuk terus menggalakkan budaya gotong royong.

Para Ketua RW dan Ketua RT yang turut hadir pun berharap, melalui kegiatan ini kesadaran warga sekitar sekolah untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat.

Dengan lingkungan sekolah yang bersih dan asri, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman, dan siswa-siswi dapat belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan sejak dini.

Kegiatan kerja bakti pun ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pihak sekolah dan aparat kelurahan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi membangun Kelurahan Antang yang bersih dan sehat.

19 September 2026

Komunitas Belajar Sipakatau Gelar Pengimbasan Pengembangan Kurikulum Numerasi Di SD Inpres Galangan Kapal II


MULIAINFO - Makassar - UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II sukses menggelar kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) Sipakatau dengan agenda Pengimbasan Pengembangan Kurikulum dalam Kemampuan Numerasi Jenjang SD, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II tersebut dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi.

Kepala UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II, Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para guru yang tergabung dalam Komunitas Belajar Sipakatau. Menurutnya, kombel menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran di sekolah.

Ia menegaskan bahwa kemampuan numerasi merupakan fondasi penting bagi siswa sekolah dasar, tidak hanya dalam pelajaran Matematika, tetapi juga dalam kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Bertindak sebagai pemateri utama adalah Seruni, S.Pd, salah satu guru terbaik yang telah mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum. Ia membawakan materi secara interaktif dan aplikatif.

Dalam paparannya, Seruni, S.Pd menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum dalam kemampuan numerasi harus berpusat pada siswa. Pembelajaran tidak lagi sekadar menghafal rumus, melainkan memahami konsep dan menerapkannya dalam konteks nyata.

Ia memaparkan sejumlah strategi praktis, seperti penggunaan media konkret, permainan edukatif matematika, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal numerasi siswa.

Peserta yang terdiri dari guru-guru SD Inpres Galangan Kapal II tampak sangat antusias. Sesi diskusi berlangsung hidup, di mana para guru saling berbagi tantangan yang dihadapi di kelas, khususnya terkait rendahnya minat siswa terhadap pelajaran berhitung.

Menurut Seruni, tantangan tersebut dapat diatasi dengan mengintegrasikan numerasi ke dalam semua mata pelajaran, bukan hanya Matematika. Misalnya, menghitung luas dalam pelajaran IPAS atau menganalisis data dalam Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik.

Selain penyampaian materi, kegiatan pengimbasan ini juga diisi dengan praktik baik atau best practice. Para guru diajak untuk merancang satu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar berbasis numerasi secara berkelompok.

Hasil dari kerja kelompok tersebut kemudian dipresentasikan dan mendapat umpan balik langsung dari pemateri dan kepala sekolah, sehingga dapat langsung diterapkan di kelas masing-masing pada minggu depan.

Kepala Sekolah, Zainal Abidin, berharap agar ilmu yang diperoleh dari kegiatan Kombel Sipakatau ini tidak berhenti sebagai teori saja. Ia meminta seluruh guru untuk melakukan tindak lanjut berupa implementasi nyata di kelas dan saling melakukan observasi pembelajaran.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk terus menghidupkan Komunitas Belajar Sipakatau sebagai ruang tumbuh dan belajar bersama demi peningkatan kualitas pendidikan di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II.


18 September 2026

Rutinitas Jumat Religi : Sholat Dhuha dan Tadarus Al- Qur'an Murid UPTD SPF SD Negeri Bontoa


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan rutin setiap hari Jumat, yaitu Shalat Dhuha berjamaah dan bacaan Al-Qur'an bersama yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI. Kegiatan religius ini telah menjadi agenda wajib sekolah dalam rangka pembentukan karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat pagi sebelum jam pelajaran dimulai, bertempat di halaman sekolah dan musholla sekolah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul dengan mengenakan pakaian muslim, membawa sajadah dan Al-Qur'an masing-masing dengan penuh antusias dan kekhusyukan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah AMRIN, S.Pd, kegiatan Jumat Religi ini terus digalakkan sebagai wujud implementasi dari Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Beliau selalu menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah. Shalat Dhuha dipimpin oleh salah satu guru Pendidikan Agama Islam dan diikuti secara tertib oleh seluruh murid. Suasana hening dan khidmat sangat terasa ketika seluruh siswa bermunajat memohon keberkahan ilmu kepada Allah SWT.

Setelah pelaksanaan Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus dan bacaan Al-Qur'an bersama. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema dengan merdu, dipandu oleh guru dan diikuti oleh seluruh siswa. Beberapa siswa yang telah lancar membaca Al-Qur'an diberi kesempatan untuk tampil di depan.

Untuk siswa kelas rendah yang belum lancar membaca Al-Qur'an, pembiasaan dilakukan dengan membaca Iqro, hafalan doa-doa harian dan hafalan surat-surat pendek. Metode ini dilakukan agar semua siswa dapat berpartisipasi sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing tanpa merasa tertinggal.

Para guru berperan aktif sebagai pembimbing dan pendamping selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan koreksi tajwid, memberikan motivasi, serta menanamkan pemahaman tentang makna yang terkandung dalam bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan.


Tujuan utama dari rutinitas ini adalah untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an sejak usia dini, membiasakan siswa untuk mengawali aktivitas dengan ibadah, serta membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Shalat Dhuha diharapkan menjadi pembuka pintu rezeki ilmu bagi anak-anak.

Kegiatan positif ini mendapat sambutan dan dukungan penuh dari para orang tua wali murid. Orang tua merasa senang karena anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang kuat sebagai bekal kehidupan di masa depan.

Selain dari aspek ibadah, kegiatan Jumat Religi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, kekompakan, dan rasa persaudaraan antar siswa dan guru. Kebersamaan dalam ibadah berjamaah mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Sekolah AMRIN, S.Pd. Dalam doanya, beliau memohon agar seluruh siswa UPTD SPF SD Negeri Bontoa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua, agama dan bangsa.

Pihak sekolah berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kegiatan pembiasaan Jumat Religi ini secara konsisten. Ke depan, sekolah akan mengagendakan program tambahan seperti Kultum Jumat, hafalan Juz 30, dan pembinaan tartil agar kegiatan semakin variatif dan bermakna.

Dengan adanya rutinitas Shalat Dhuha dan bacaan Al-Qur'an setiap hari Jumat ini, diharapkan UPTD SPF SD Negeri Bontoa mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak, berkarakter Qur'ani, dan menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

14 September 2026

Kepala UPT SPF SD Negeri Kaccia Laksanakan Supervisi Semester 1Untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran Guru


MULIAINFO - MAKASSAR - KACCIA Supervisi akademik semester 1 tahun pelajaran 2026/2027 di UPT SPF SD Negeri Kaccia dilaksanakan sebagai upaya pembinaan berkelanjutan terhadap guru kelas dan guru bidang studi. Kegiatan ini menjadi tanggung jawab langsung Kepala Sekolah, Ibu St. Fatimah, S.Pd.M.Pd.I, untuk memastikan mutu pembelajaran berjalan sesuai standar.

Pelaksanaan supervisi dimulai sejak awal September 2026. Waktu ini dipilih karena bertepatan dengan masa guru sudah mulai menerapkan perangkat pembelajaran semester 1, sehingga hasil supervisi dapat langsung ditindaklanjuti untuk perbaikan.

Sasaran supervisi mencakup seluruh guru kelas 1 sampai kelas 6 dan guru bidang studi seperti Pendidikan Agama Islam, PJOK, Bahasa Inggris, dan Seni Budaya. Pembagian ini dilakukan agar setiap mata pelajaran mendapatkan pembinaan yang merata.

Tujuan utama supervisi adalah mengevaluasi kesiapan administrasi guru, mengamati proses pembelajaran di kelas, dan memberikan umpan balik konstruktif. Dengan begitu guru memperoleh penguatan sekaligus arahan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya.

Aspek administrasi yang disupervisi meliputi RPP atau Modul Ajar, Alur Tujuan Pembelajaran, Program Tahunan, Program Semester, buku penilaian, dan daftar hadir siswa. Kelengkapan administrasi menjadi dasar untuk melihat perencanaan pembelajaran guru.

Pada aspek proses pembelajaran, supervisor mengamati tahapan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Penekanan diberikan pada penggunaan metode yang variatif, pemanfaatan media pembelajaran, penerapan literasi dan numerasi, serta keterlibatan aktif peserta didik.

Aspek penilaian juga menjadi fokus. Guru diharapkan mampu merancang instrumen penilaian yang sesuai, melaksanakan penilaian formatif dan sumatif, serta melakukan analisis hasil belajar untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.


Pelaksanaan supervisi dilakukan dengan pendekatan kolegial dan humanis. Kepala sekolah tidak berperan sebagai pengawas yang mencari kesalahan, melainkan sebagai pembina yang mendampingi guru agar tumbuh profesional.

Setiap kegiatan supervisi akan dituangkan dalam instrumen supervisi akademik, berita acara, dan catatan hasil pembinaan. Dokumen ini menjadi bukti fisik sekaligus bahan refleksi bersama antara kepala sekolah dan guru.

Setelah observasi kelas selesai, dilaksanakan kegiatan tindak lanjut berupa diskusi refleksi. Pada sesi ini guru diberi kesempatan menyampaikan kendala, kemudian bersama kepala sekolah dirumuskan solusi dan rencana perbaikan.

Jadwal supervisi disusun secara bertahap selama bulan September 2026. Guru kelas dan guru bidang studi dibagi per minggu agar pelaksanaan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan setiap guru mendapat waktu pendampingan yang cukup.

Hasil supervisi semester 1 ini akan menjadi bahan evaluasi internal sekolah. Data yang diperoleh digunakan untuk merancang program pelatihan, workshop, atau KKG tingkat sekolah pada semester berikutnya.

Dengan adanya supervisi yang sistematis, diharapkan kualitas pembelajaran di UPT SPF SD Negeri Kaccia semakin meningkat. Siswa akan merasakan dampak langsung berupa pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan berpusat pada mereka.

Kepala Sekolah, Ibu St. Fatimah, S.Pd.,M.Pd.I, berharap seluruh guru dapat menjadikan supervisi sebagai momentum untuk belajar dan berkembang. Komitmen bersama ini penting agar visi sekolah dalam mewujudkan lulusan yang berkarakter dan berprestasi dapat tercapai.




 

13 September 2026

Sorota BBM Langka Seminggu, Makassar Lumpuh. DPRD Kota : Turun ke SPBU, Jangan Cuma Rapat


MULIAINFO ++ MAKASSAR -- Makassar belum pernah separah ini. Sejak Jumat 5 September 2026, seluruh SPBU berubah fungsi. Dari tempat pelayanan publik jadi arena gladiator. Dari Pettarani, Urip, Perintis, sampai Hertasning dan Antang, semua titik dipadati. Motor, mobil, truk, bahkan gerobak dorong ikut antre. Yang biasanya isi BBM 10 menit, kini habis 5 jam. Guru telat ngajar. Karyawan kena SP. Ibu-ibu batal ke pasar. Ini bukan sekadar langka BBM. Ini kelumpuhan sistem.

Solar dan Pertalite Langka Bersamaan: Ekonomi Diputus Napasnya  
Roda logistik dan rakyat kecil sama-sama dicekik_  
Ini bukan krisis Solar saja. Ini krisis Pertalite juga. Solar mati, maka truk sembako tidak jalan. Harga beras, telur, sayur langsung naik. Pertalite mati, maka ojol tidak narik, angkot potong rit, anak sekolah tidak ada yang antar. UMKM yang andalkan motor untuk COD ikut gulung tikar. Pemerintah bilang "stok aman". Tapi yang aman cuma omongan di kantor. Di lapangan, yang aman hanya mafia yang main jeriken dan pelangsir yang tertawa.

Martabat warga diinjak antrean_  
Coba datang ke SPBU jam 4 subuh. Pemandangannya seperti kamp pengungsian. Ada tikar, kursi plastik, termos, bahkan kompor portable. Anak SD kerjakan PR di jok belakang. Ibu menyusui sambil antre. Bapak-bapak tidur di atas motor. Lansia pingsan karena panas dan dehidrasi. Petugas SPBU diteriaki, dituduh main mata. Negara hadir? Hanya lewat spanduk "Antre Tertib". Padahal yang tidak tertib adalah sistemnya.

Antrean bukan lagi di dalam SPBU. Dia sudah keluar, makan bahu jalan, makan lajur. Pettarani macet dari jam 6 pagi sampai malam. Urip Sumoharjo kendaraan mengular 300 meter. Perintis ambulans tidak bisa lewat. Kerugian ekonomi karena kemacetan dan waktu terbuang ditaksir miliaran per hari. Tapi tidak ada Dishub yang turun. Tidak ada DPRD yang berdiri. Rakyat disuruh "sabar", sementara waktu, bensin, dan gaji mereka dicuri antrean setiap hari.

Wong Cilik Paling Terpukul: Yang Kaya Bisa Titip, Yang Miskin Harus Antre"
Krisis ini tidak adil_  
Coba tanya ojol. 4 jam habis untuk antre, bukan narik. Dari Rp200 ribu/hari jadi Rp90 ribu. Tanya sopir angkot. Dari 8 rit jadi 4 rit karena takut kehabisan solar di tengah jalan. Tanya pedagang Pasar Terong. Ongkos kirim naik 30%. Harga naik semua. Sementara orang kaya? Tinggal suruh supir. Atau beli eceran Rp18 ribu/liter. Subsidi yang harusnya untuk rakyat kecil, kini paling menyiksa rakyat kecil. Di mana peran negara mengawal keadilan?

Klaim "Stok Aman" Bertentangan Fakta: Siang Hari SPBU Sudah Tutup.
 Data kantor vs realita jalanan_  
Pjs Area Manager Pertamina bilang: penyaluran naik 10-15%. 25 SPBU buka 24 jam. Mobil tangki ditambah. Kedengarannya hebat. Tapi faktanya? Jam 11 siang papan "Solar Habis" dan "Pertalite Habis" sudah berdiri. Warga datang dari Gowa, Maros, Takalar, pulang dengan tangki kosong. Kalau stok aman, kenapa tutup siang? Kalau distribusi lancar, kenapa antre tidak pernah putus? Jangan jadikan statistik untuk menutupi penderitaan.

Rakyat Dijadikan Kambing Hitam: Salahkan Panic Buying"
Gagal urus, lalu salahkan korban_  
Alasan klasik keluar lagi: panic buying. Pertamina bilang warga panik karena video viral. "Yang biasa isi 100 ribu jadi 300 ribu". Seolah-olah rakyat yang salah karena takut. Padahal kepanikan itu lahir dari pengalaman. Pengalaman antre 5 jam lalu zonk. Pengalaman datang siang pasti kosong. Negara gagal menjamin, lalu menyalahkan rakyat yang bereaksi. Itu sama saja dokter menyalahkan pasien karena demam.

Lonjakan Konsumsi Mencurigakan: Ada Apa dengan 14,6%"
"Data Pertamina justru telanjangkan mafia_
Pertamina sendiri yang buka data. Konsumsi Solar JBT Agustus 2026 naik 14,6% dibanding Mei. Pertalite naik 7,6%. Pertanyaannya: naik untuk apa? Tidak ada panen raya. Tidak ada proyek infrastruktur besar. Tidak ada bencana. Pemprov Sulsel langsung curiga. Indikasinya jelas: pelangsiran, penimbunan, dan BBM subsidi bocor ke industri. Ada truk perusahaan yang isi di SPBU umum. Ada jeriken bertumpuk di belakang ruko. Lonjakan ini bukan karena rakyat boros. Ini karena pengawasan dibiarkan bolong.

 5 Aturan Darurat Tanpa Gigi: Bagus di Kertas, Mati di Lapangan
Satgas tanpa personil sama dengan wacana_  
Panik, Pemprov keluarkan 5 aturan: 1. Ganjil-genap isi BBM. 2. Maksimal isi 1 bar. 3. Truk besar wajib malam. 4. 25 SPBU wajib 24 jam. 5. Bentuk Satgas pengawasan. Semua bagus. Tapi siapa yang jaga? Dishub kekurangan orang. Polisi fokus pengamanan lain. Tanpa DPRD yang turun memantau, aturan ini hanya jadi pengumuman. SPBU tetap buka tutup seenaknya. Calo jeriken tetap berkeliaran. Aturan tanpa eksekusi di lapangan sama dengan kertas kosong.

Pendidikan Jadi Korban: PJJ Karena Orang Tua Antre BBM 
 _Anak-anak dikorbankan karena negara gagal_  
Tanggal 12/9/2026 Pemkot Makassar menyerah. Wali Kota Munafri umumkan PJJ untuk PAUD, SD, SMP. Alasannya sederhana dan menyakitkan: orang tua terjebak 4-5 jam di SPBU saat jam antar jemput. Jalan macet. Anak tidak aman di jalan. Bayangkan, pendidikan harus dikorbankan karena BBM. Ini tamparan keras. Sidak Appi ke Pertamina patut diapresiasi. Tapi satu orang tidak bisa lawan sistem. Kota sebesar Makassar butuh seluruh unsur pemerintah bergerak, termasuk 50 anggota DPRD.

Butuh pasukan, bukan pahlawan tunggal_  
Appi sudah turun. Ia bentak SPBU, tuntut tambah operator, aktifkan semua nozzle, atur jadwal truk. Bagus. Tapi Appi cuma punya 24 jam dan 2 tangan. Sementara SPBU di Makassar Raya hampir 100 titik. Kalau hanya Pemkot yang jalan, maka hari ini SPBU A dibenahi, besok SPBU B kumat lagi. Di sinilah DPRD wajib masuk. Bagi 50 anggota jadi 10 tim. Satu tim 5 orang. Seminggu semua titik bisa disapu. Itu baru kerja kolektif.

DPRD punya 3 senjata: hak pengawasan, hak anggaran, hak interpelasi. Tapi saat rakyat antre seminggu, ke mana? RDP baru digelar 11/9/2026. Itu 6 hari setelah krisis. Datang, duduk, dengar penjelasan Pertamina 2 jam, lalu pulang. Tidak ada sidak. Tidak ada laporan lapangan. Rakyat butuh anggota dewan di depan nozzle jam 5 subuh, bukan di ruang rapat dengan teh dan kue. Jangan sampai DPRD hanya jadi stempel kalau sudah ada demo.

Hasil RDP Komisi B: minta data transparan, bentuk posko pengaduan, evaluasi penyaluran. Semua benar. Tapi semua telat. Sementara di luar, ibu-ibu masih bawa jeriken. Ojol masih rugi. Sekolah masih PJJ. RDP tanpa turun lapangan itu seperti dokter yang mendiagnosis lewat telepon. Pasiennya tetap mati. Rakyat tidak butuh risalah rapat. Rakyat butuh SPBU yang buka dan BBM yang ada.
  
Selama ini polanya selalu begitu. Ada masalah → mahasiswa orasi → viral → baru DPRD muncul kasih pernyataan. Itu memalukan. Wakil rakyat harus jadi garda terdepan. Datang ke SPBU jam 5 subuh. Lihat siapa yang antre. Lihat siapa yang main jeriken. Siarkan live. Tegur manajer. Panggil polisi kalau ada pelanggaran. Jangan tunggu ada mahasiswa bakar ban baru ikut-ikutan. Rakyat akan bertanya: "lalu fungsi kami pilih kalian apa?"

Mau tahu kenapa antre panjang? Datang dan hitung. 6 nozzle tapi operator cuma 2. Itu biang kemacetan. Mau tahu ada pelangsir? Intip belakang SPBU jam 10 malam. Ada jeriken 35 liter bertumpuk. Itu biang kebocoran. Mau tahu mobil tangki telat? Kawal dari depot. Data di atas kertas bisa direkayasa. Grafik bisa dipercantik. Tapi video warga antre 300 meter tidak bisa bohong. Itu kerja pengawasan yang sesungguhnya.

Lihat SPBU nakal? Langsung panggil pengawas Pertamina. Lihat calo jeriken? Seret ke Polsek terdekat. Lihat operator lelet? Perintahkan tambah. Lihat truk perusahaan isi di jalur umum? Foto dan laporkan. DPRD punya kewenangan itu. Rakyat sudah muak dengan kata "kami mendesak" dan "kami menyesalkan". Yang mereka butuh: tindakan. Kalau perlu, anggota dewan yang berdiri jaga antrean. Biar rakyat tahu ada yang membela.

Ketua Komisi B benar minta data per SPBU. Tapi data bisa diedit. Grafik bisa diperbagus. Yang tidak bisa bohong adalah antrean 300 meter dan papan "BBM Habis" jam 12 siang. Karena itu DPRD harus turun. Bawa HP. Foto. Video. Hitung mobil tangki. Catat jam datang dan jam habis. Viralkan. Biar publik tahu mana SPBU yang benar bekerja dan mana yang main-main.

Ide posko pengaduan di kantor DPRD bagus. Tapi warga yang antre 5 jam tidak sempat ke kantor. Solusinya dibalik. DPRD yang datang ke SPBU. Bikin jadwal piket harian. 5 anggota per hari keliling. Pakai rompi. Bawa surat tugas. Catat masalah dan selesaikan di tempat. Itu baru namanya turun ke konstituen. Bukan nunggu konstituen datang sambil menangis.

"Jangan Kalah Cepat dari Mahasiswa: Rebut Kepercayaan Rakyat"
Kalau telat, jangan salahkan kalau rakyat tidak percaya lagi_  
Aliansi mahasiswa dan ojol sudah ancam turun jalan. Jika DPRD masih rapat, maka yang disorot media dan dipuji rakyat adalah mahasiswa. Padahal gaji, tunjangan, dan fasilitas DPRD dibayar dari pajak rakyat. Masa kalah gerak dengan anak kuliah? Ini soal wibawa. Ini soal kepercayaan. Turun sekarang. Tunjukkan bahwa wakil rakyat masih ada dan masih bekerja. Sebelum terlambat dan rakyat tidak lagi percaya.

Setiap liter Pertalite Rp10.000 dan Solar Rp6.800 itu ada uang pajak rakyat di dalamnya. Ada potongan gaji buruh, ada setoran ojol, ada PPN dari dagangan pedagang. Kalau BBM itu bocor ke industri, ke tambang, ke penimbun jeriken, artinya ada pencurian uang rakyat yang terang-terangan. Mengawasi kebocoran itu bukan tugas relawan. Itu tugas konstitusional DPRD. Kalau DPRD diam melihat subsidi dikorup, maka DPRD ikut menandatangani surat kemiskinan rakyat.

Selama ini skenario selalu sama: ada krisis → rakyat menjerit → viral di media → mahasiswa turun → baru DPRD keluar kasih pernyataan "kami menyesalkan". Cukup. Rakyat sudah hafal. Kali ini DPRD harus membalik. Jadi pihak pertama yang ke SPBU. Jadi pihak pertama yang memanggil Pertamina. Jadi pihak pertama yang menekan. Kalau tidak, jangan salahkan rakyat kalau nanti yang dipercaya justru mahasiswa dan ormas, bukan wakil yang dipilih 5 tahun sekali.

Turun ke SPBU tidak butuh anggaran miliaran. Tidak perlu mobil dinas. Tidak perlu dana reses. Cukup pakai kemeja biasa, sepatu, dan surat tugas. Datang jam 5 subuh. Tanya ke tukang ojek. Tanya ke ibu-ibu. Catat nama SPBU yang nakal. Kalau ada yang mengancam, itu tandanya anda menyentuh sarang. Kalau ada yang memuji, itu tandanya anda bekerja. Nyali inilah yang membedakan anggota dewan terhormat dengan anggota dewan yang hanya terhormat di pelantikan.

"Stok ada di depot tapi tidak sampai ke rakyat itu zolim". Maka buktikan. Jangan hanya sidak SPBU di Pettarani dan Urip. Sapu juga SPBU di perbatasan Gowa, Maros, Takalar. Di Sungguminasa, Moncongloe, Daya, hingga Biringkanaya. Di situlah pelangsir dan truk industri biasa main. Kawal mobil tangki dari depot ke seluruh SPBU se-Makassar raya. Pastikan tidak ada yang "disunat" di tengah jalan.

Rakyat sudah muak dengar kata "kami akan mengkaji", "kami akan mengevaluasi", "kami akan membentuk tim". Yang rakyat butuh sekarang: lihat anggota dewan berkeringat di bawah matahari. Lihat anggota dewan adu argumen dengan manajer SPBU. Lihat anggota dewan menenangkan warga yang emosinya meledak. Lepas jas. Gulung lengan baju. Tinggalkan PowerPoint. Karena krisis tidak bisa diselesaikan dengan slide presentasi. Krisis diselesaikan dengan kehadiran.

"BBM Boleh Langka. Tanggung Jawab Jangan Pernah Langka"  
Catatan sejarah untuk DPRD Makassar_  
Krisis ini akan berlalu. Antrean akan habis. Harga akan normal lagi. Tapi sejarah akan mencatat siapa yang bekerja dan siapa yang bersembunyi. Jika DPRD Kota Makassar memilih tetap rapat di ruangan ber-AC sementara rakyat antre 5 jam, maka 5 tahun ke depan itu akan jadi bumerang.  
*Maka untuk terakhir kalinya: DPRD Kota Makassar, turunlah ke SPBU sekarang. Sebelum rakyat yang turun ke jalan dan tidak lagi percaya kepada anda.




Laporan Kegiatan Turnamen FUN FUTSAL Antar SD/MI se - Kecamatan Manggala


MULIAINFO - MAKASSAR - Turnamen Fun Futsal Antar SD/MI Se-Kecamatan Manggala telah sukses dilaksanakan hari ini di Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi sehat antar siswa sekolah dasar se-Kecamatan Manggala.

Sebanyak 16 sekolah SD/MI sederajat turut berpartisipasi dalam turnamen ini. Antusiasme peserta sangat tinggi karena ini merupakan salah satu turnamen usia dini yang rutin dinantikan setiap tahun.

Turnamen dibagi menjadi 2 kategori usia untuk memberi kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Kategori pertama adalah usia kelahiran 2014/2015 dan kategori kedua adalah usia kelahiran 2016/2017.

Lokasi pertandingan dipusatkan di lapangan futsal Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga. Fasilitas yang representatif membuat jalannya pertandingan berlangsung lancar dan nyaman bagi pemain maupun penonton.


Dari sekolah kita, tim futsal menurunkan 2 tim terbaik untuk bertanding di kedua kategori tersebut. Para pemain telah melalui latihan intensif selama beberapa minggu terakhir di bawah bimbingan pelatih.

Untuk kategori usia 2014/2015, tim kita diperkuat oleh 10 pemain: Huga, Izam, Adnin Salman, Rizky, Arsal, Anggasta, Dzul Hilmi, Azka, Hairul, dan Abid Aqila. Mereka tampil dengan semangat dan kekompakan yang luar biasa.

Sementara itu untuk kategori usia 2016/2017, tim kita diperkuat oleh 12 pemain: Shatwan, Kafi, Abid Fadil, Akil, Fatir, NurAqil, Almuhlis, Algasali, Hadad, Hidayat, Ratih, dan Al Kautzar. Energi mereka di lapangan menjadi sorotan banyak penonton.

Seluruh proses latihan dan pendampingan tim dilakukan langsung oleh Coach Muh. Imran Syuaid, S.Pd, Gr. Beliau memberikan strategi, motivasi, dan pembinaan teknik dasar futsal kepada anak-anak dengan penuh kesabaran.

Pertandingan berlangsung sengit dari babak penyisihan hingga babak final. Setiap tim menunjukkan sportivitas tinggi dan permainan yang menghibur. Sorak sorai orang tua dan guru menambah semangat para pemain.

Alhamdulillah, perjuangan tim usia 2016/2017 membuahkan hasil manis dengan meraih Juara 1. Kerja sama tim, disiplin, dan mental juara menjadi kunci kemenangan mereka di kategori ini.


Tidak kalah membanggakan, tim usia 2014/2015 juga berhasil meraih Juara 2 setelah melalui pertandingan final yang ketat. Meski belum menjadi juara 1, usaha mereka patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Dengan hasil tersebut, sekolah kita berhasil membawa pulang 2 piala sekaligus dari ajang ini. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di sekolah kita berjalan dengan baik.

Piala dan medali diserahkan langsung oleh panitia setelah pertandingan final selesai. Momen penyerahan piala menjadi puncak kebahagiaan bagi para pemain, pelatih, guru, dan orang tua yang hadir.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak sekolah, orang tua siswa, panitia pelaksana, dan tentunya para pemain yang telah berjuang maksimal.

Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi di event berikutnya. Mari kita terus dukung anak-anak untuk mengembangkan bakat dan sportivitas melalui olahraga. Selamat untuk seluruh tim!