17 Mei 2026

Seleksi Kepsek Makassar: Napza Jadi Syarat, UKOM Disembunyikan ,PLT Kepsek Dirugikan


MULIAINFO. Com --MAKASSAR - Proses seleksi calon kepala sekolah di Kota Makassar memicu protes keras dari peserta. Dua kejanggalan utama mencuat: munculnya dokumen bebas Napza sebagai syarat dan tidak dipublikasikannya hasil Uji Kompetensi serta wawancara.

Kondisi ini membuat sejumlah Pelaksana Tugas Kepala Sekolah merasa diperlakukan tidak adil. Mereka sudah bertahun-tahun mengisi kekosongan jabatan, namun kalah di sistem penilaian akhir.

Sesuai Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025, syarat menjadi kepala sekolah hanya mencakup kualifikasi akademik, sertifikat pendidik, pangkat minimal III/c, pengalaman manajerial 2 tahun, rekam jejak disiplin bersih, dan tidak berstatus tersangka. Dokumen bebas Napza tidak tercantum.

Di tingkat pusat, pemeriksaan Napza biasanya dilakukan setelah peserta dinyatakan lolos. Namun di Makassar, dokumen itu diminta sejak awal sebagai kelengkapan administrasi. Tidak ada penjelasan resmi mengapa syarat ini ditambahkan.

Tahapan seleksi terdiri dari seleksi administrasi, uji kompetensi manajerial, dan wawancara. Dinas Pendidikan menyebut penilaian dilakukan tim dari UNM, Unhas, dan psikolog profesional. Namun yang diumumkan hanya nama lulus dan tidak lulus.

Nilai mentah UKOM, nilai wawancara, dan rincian bobot SK pengalaman tidak pernah dibuka ke publik. Peserta tidak bisa mengecek letak kekalahan mereka. Transparansi yang seharusnya jadi standar seleksi ASN tidak berjalan. Tanpa data ini, proses seleksi rawan dianggap tertutup dan tidak akuntabel.
  
Kejanggalan paling terasa pada peserta PLT Kepala Sekolah. Meski sudah menjalankan tugas manajerial penuh selama 3-5 tahun, mereka kalah poin pengalaman dari guru non-manajerial. Padahal beban kerja PLT meliputi manajerial, administratif, hingga tanggung jawab hukum di sekolah.

Penyebabnya ada pada plafon SK. SK manajerial PLT dibatasi plafon maksimal rendah, sementara SK KKG, SK Laboratorium TIK, dan SK Kepala Perpustakaan bisa ditumpuk tanpa batas setiap tahun. Akibatnya, akumulasi SK administratif lebih diuntungkan dibanding pengalaman manajerial nyata.

Akibatnya, guru yang tidak pernah menjadi PLT bisa unggul di sistem penilaian. Mereka mengumpulkan SK tugas tambahan bertahun-tahun, lalu mengungguli PLT yang beban kerjanya jauh lebih berat di lapangan.

Di sekolah, PLT Kepsek menandatangani dokumen, mengelola dana BOS, dan bertanggung jawab langsung ke Dinas. Namun di seleksi, kontribusi itu tidak dihargai setara dengan SK administratif guru lain. Sistem penilaian dinilai tidak selaras dengan realita kerja di lapangan.
 
Ketidakterbukaan membuat peserta curiga ada pembobotan yang sengaja dibuat menguntungkan pihak tertentu. Tanpa angka, semua penjelasan dinilai hanya formalitas. Kondisi ini menurunkan motivasi guru yang selama ini bersedia menjadi PLT saat sekolah kekurangan pemimpin.

Peserta mendesak Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Makassar membuka tabel bobot penilaian dan rincian nilai per peserta. Permintaan ini dianggap wajar agar proses seleksi kredibel. Keterbukaan data juga menjadi bentuk perlindungan bagi panitia seleksi dari tudingan subjektif.

Sejumlah peserta menyiapkan permohonan klarifikasi resmi ke BKPSDMD Makassar. Tujuannya meminta penjelasan tertulis terkait pembobotan SK pengalaman dan alasan nilai UKOM serta wawancara tidak dibuka ke peserta seleksi.

Alih-alih langsung ke jalur laporan, sejumlah peserta memilih meminta evaluasi ulang terhadap mekanisme pembobotan SK. Mereka menilai sistem saat ini tidak mencerminkan beban kerja PLT Kepala Sekolah di lapangan dan perlu dikoreksi sebelum hasil akhir ditetapkan.

Target pelantikan awal Juli agar tidak mengganggu tahun ajaran baru dikhawatirkan hanya jadi alasan mempercepat proses tanpa koreksi sistem. Hasilnya, seleksi kehilangan legitimasi di mata peserta.

Keterbukaan bukan bentuk kelemahan, tapi bukti integritas. Membuka nilai UKOM dan wawancara justru melindungi panitia dari tudingan tidak profesional. Jika sistem penilaian sudah sesuai aturan, tidak ada alasan untuk menutup data dari peserta. Transparansi akan menguatkan kepercayaan publik sekaligus menjaga kredibilitas proses seleksi ke depan.

Publik kini menunggu sikap Kabid GTK Makassar. Apakah akan membuka data dan memperbaiki sistem, atau mempertahankan pola seleksi yang gelap dan merugikan guru yang bersedia menjadi PLT? ( Yahya )


16 Mei 2026

Diduga Gelap- Gelapan, Seleksi Kepsek di Makassar Sorot Transparansi Nilai dan Logika SK Manajerial


 
MULIAINFO. Com --MAKASSAR – Seleksi kepala sekolah di Kota Makassar diduga berjalan tidak transparan. Di atas kertas disebut berbasis merit, di lapangan peserta disuguhi proses gelap-gelapan. Nilai Uji Kompetensi Manajerial dan wawancara tidak pernah dibuka. Yang lulus tahu-tahu lulus, yang gugur disuruh terima tanpa tahu salahnya di mana.

Ketika proses tidak terbuka, kecurigaan jadi raja. UKOM memang muncul di akun SIM-KSPS peserta. Tapi begitu masuk tahap wawancara, semua mati lampu. Tidak ada ranking, tidak ada nilai mentah, hanya pengumuman “lulus/tidak lulus” yang turun tanpa penjelasan.  

Di ruang kosong inilah rumor tumbuh subur. “Titipan pejabat”, “jatah kelompok”, “tukar guling jabatan” jadi bisik-bisik yang tak bisa dibantah, karena datanya memang tidak pernah dibuka.  

Padahal ini seleksi jabatan publik. UU Keterbukaan Informasi Publik No. 14/2008 jelas: informasi hasil seleksi yang menyangkut peserta adalah informasi terbuka. Menyembunyikan nilai bukan melindungi integritas, tapi melindungi celah kecurangan.

Diduga logika SK dibolak- balik, SK perpustakaan lebih " Sakti"  dari SK kepala sekolah ( PLT ) kekacauan juga terjadi di tahap verifikasi berkas. Sejumlah peserta mengeluh SK sebagai PLT Kepala Sekolah dianggap “lebih lemah” dibanding SK Ketua KKG, SK Kepala Lab TIK, dan SK Kepala Perpustakaan.  

Padahal ketiga SK itu sendiri adalah contoh pengalaman manajerial yang diakui Kemendikdasmen. Tidak ada kasta. Tidak ada yang lebih tinggi.  

Yang terjadi bukan salah aturan, tapi salah baca juknis. Berkas ditolak bukan karena tidak sah, melainkan karena verifikator malas cek format dan masa kerja. Hasilnya fatal: kepsek PLT  yang punya pengalaman nyata di lapangan tersingkir, sementara yang punya akses lebih mulus melenggang.

Korban akhirnya meritokrasi dan mutu sekolah ketika proses tidak terbuka dan verifikasi asal-asalan, yang diuntungkan hanya dua pihak: titipan dan pemain lama. Kepala sekolah ( PLT )yang benar-benar punya pengalaman manajerial di lapangan malah gugur karena “salah format”.  

Akhirnya, sekolah dapat kepala sekolah bukan karena kompetensi, tapi karena kedekatan. Mutu manajemen tidak berubah, budaya birokrasi tetap jalan di tempat.

Dinas Pendidikan Makassar punya kewajiban sederhana: buka data. Kalau prosesnya bersih, tidak ada alasan takut dibuka. Kalau tidak berani buka, berarti memang ada yang disembunyikan.

Selama nilai digelapkan dan logika SK dibolak-balik, seleksi kepala sekolah di Makassar tidak lebih dari formalitas bersampul transparansi. Bagaimana mungkin melahirkan pemimpin sekolah yang akuntabel, kalau pintu masuknya saja sudah tidak jujur? ( Yahya )

15 Mei 2026

Lasr Ceremony SMPN 22 Makassar Semangat Menuju Masa depan


MULIAINFO . Com -- Makassar SMPN 22 mengadakan acara Last Ceremony untuk siswa-siswi yang akan lulus. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, Hj. Salma, S.Pd, guru, staf, dan siswa-siswi Angkatan 26. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini dan menikmati setiap momen yang ada.

Hj. Salma, S.Pd, memimpin acara Last Ceremony. Ia memberikan sambutan dan motivasi kepada siswa-siswi yang akan lulus. Ia berharap siswa-siswi dapat menjadi generasi yang sukses dan berprestasi, serta menjadi kebanggaan bagi sekolah dan masyarakat.

Guru-guru SMPN 22 Makassar telah membimbing siswa-siswi dengan sabar dan teliti selama ini. Mereka telah memberikan ilmu dan pengalaman yang berharga bagi siswa-siswi, serta membantu mereka mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

SMPN 22 Makassar telah meraih prestasi akademik yang gemilang, termasuk peringkat 3 besar di tingkat kota Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa SMPN 22 Makassar memiliki kualitas pendidikan yang baik dan mampu bersaing dengan sekolah lain.


SMPN 22 Makassar memiliki fasilitas sekolah yang lengkap, termasuk ruang kelas yang nyaman, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan olahraga. Fasilitas ini dapat membantu siswa-siswi dalam proses belajar mengajar.
 
Angkatan 26 telah menjadi bagian dari SMPN 22 Makassar selama 3 tahun. Mereka telah mengalami banyak hal dan telah tumbuh menjadi generasi yang lebih baik. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal mereka untuk menghadapi masa depan.

Siswa-siswi SMPN 22 Makassar telah menunjukkan prestasi yang membanggakan di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Semoga mereka dapat terus berprestasi dan menjadi generasi yang sukses.

Last Ceremony merupakan tradisi tahunan SMPN 22 Makassar sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan bagi siswa yang lulus. Ia diadakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengenang masa-masa mereka di SMPN 22 Makassar.

Acara ini juga menjadi momen untuk memotivasi siswa agar semangat menuju masa depan. Semoga mereka dapat mencapai cita-cita dan menjadi generasi yang sukses, serta membawa kebanggaan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Last Ceremony SMPN 22 Makassar menjadi kenangan tak terlupakan bagi siswa-siswi Angkatan 26. Mereka akan selalu mengenang masa-masa mereka di SMPN 22 Makassar, persahabatan, dan pengalaman yang mereka dapatkan. Semoga mereka dapat terus menjaga tali silaturahmi dan menjadi generasi yang sukses dan berprestasi. ( Yahya )

09 Mei 2026

Siswa SD Inpres Kassi Makassar Sabet Juara 1 O2SN Atletik 2026, Guru PJOK Turut Berperan



MULIAINFO.Com -- Makassar, 9 Mei 2026 Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dasar di Kota Makassar. Muh. Azka Algifary, siswa UPT SPF SD Inpres Kassi, berhasil mengharumkan nama sekolahnya setelah meraih Juara 1 pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2026.

Prestasi gemilang tersebut diraih Azka pada Cabang Olahraga Atletik Kids Putra tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Manggala. Ia berhasil menyisihkan puluhan peserta lain dari berbagai SD di wilayah Kecamatan Manggala melalui kompetisi yang ketat.

Pihak UPT SPF SD Inpres Kassi secara resmi menyampaikan ucapan "Selamat & Sukses atas prestasi yang membanggakan" kepada Muh. Azka Algifary. Ucapan tersebut terpampang dalam banner apresiasi yang memuat foto Azka bersama piala dan piagam penghargaan O2SN.

Dalam piagam penghargaan yang dikeluarkan panitia O2SN, tertulis jelas bahwa Muh. Azka Algifary ditetapkan sebagai Juara 1 SD Tingkat Kecamatan Manggala Tahun 2026 untuk Cabang Olahraga Atletik Kids Putra. Piagam ini menjadi bukti sah atas kerja kerasnya selama latihan.


O2SN merupakan agenda tahunan Kementerian Pendidikan yang bertujuan menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini. Khusus cabang atletik, kompetisi ini menguji kecepatan, ketangkasan, dan daya tahan siswa dalam beberapa nomor lomba Kids Athletics.

Keberhasilan Azka tidak lepas dari bimbingan intensif guru PJOK, *Pak Agus Priono* dan *Pak Syahrir*. Keduanya telah mendampingi proses latihan Azka selama beberapa bulan terakhir, mulai dari teknik dasar lari, lompat, hingga pembinaan mental bertanding menjelang kompetisi tingkat kecamatan.

Dedikasi Pak Agus Priono dan Pak Syahrir dalam membina ekstrakurikuler atletik di SD Inpres Kassi diapresiasi langsung oleh pihak sekolah. Kolaborasi keduanya dinilai menjadi kunci lahirnya atlet-atlet muda berprestasi dari sekolah tersebut.

Kepala sekolah Sukmawati,. S. Pd dan dewan guru menyampaikan pesan khusus untuk sang juara. "Teruslah berprestasi, tetap rendah hati, dan jadilah inspirasi bagi teman-temanmu. Semoga sukses selalu di masa depan," demikian kutipan pesan motivasi dari pihak sekolah.

Dengan kemenangan di tingkat kecamatan, Muh. Azka Algifary berpeluang mewakili Kecamatan Manggala ke O2SN tingkat Kota Makassar 2026. Seluruh warga sekolah, termasuk Pak Agus Priono dan Pak Syahrir, menaruh harapan besar agar Azka dapat kembali mengukir prestasi di level yang lebih tinggi. ( Yahya )

UPT SPF SD Inpres Bangkala I Raih Juara III Karate Pada O2SN Kecamatan Manggala 2026



MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SD Inpres Bangkala I turut berpartisipasi dalam kegiatan Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Manggala tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bakat dan sportivitas siswa SD se-Kecamatan Manggala.

Pelaksanaan seleksi O2SN berlangsung selama dua hari, yaitu pada Selasa hingga Rabu, 5 sampai 6 Mei 2026. Seluruh rangkaian lomba dipusatkan di GOR Perumahan Dosen Unhas, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Untuk mengikuti kegiatan ini, UPT SPF SD Inpres Bangkala I mengutus kontingen yang terdiri dari 12 orang murid sebagai atlet dan 4 orang guru sebagai pendamping. Kehadiran guru pendamping memastikan pembinaan dan pengawasan selama pertandingan berlangsung.


Kontingen sekolah mengikuti enam cabang olahraga yang dilombakan pada O2SN tingkat kecamatan tahun ini. Cabang tersebut meliputi Kids Atletik, Senam, Renang, Karate, Bulutangkis, dan Pencak Silat.

Setiap cabang olahraga diisi oleh dua orang murid dengan komposisi satu putra dan satu putri. Dengan demikian, sekolah mengirimkan perwakilan PA/PI di semua cabang: Kids Atletik 2 orang, Senam 2 orang, Renang 2 orang, Karate 2 orang, Bulutangkis 2 orang, dan Pencak Silat 2 orang.

Seleksi O2SN tingkat Kecamatan Manggala tahun 2026 ini diikuti oleh 25 sekolah dasar negeri dan swasta. Tingginya jumlah peserta menunjukkan ketatnya persaingan antar sekolah untuk meraih prestasi terbaik.

Dari enam cabang yang diikuti, UPT SPF SD Inpres Bangkala I berhasil meraih prestasi pada cabang Karate. Murid perwakilan sekolah berhasil membawa pulang piala Juara III pada cabang tersebut.

Keberhasilan meraih Juara III Karate di tengah persaingan 25 sekolah menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPT SPF SD Inpres Bangkala I. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat olahraga sekaligus menjaga semangat sportivitas. ( Yahya )


07 Mei 2026

UPT SPF SD Bonto Rannu 2 Harumkan Nama kecamatan Mariso di O2SN 2026, Raih Juara 2 dan 3


MULIAINFO. Com -- makassar--Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Mariso tahun 2026 sukses digelar pada Rabu, 7 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh SD/MI sederajat se-Kecamatan Mariso ini menjadi ajang seleksi siswa berbakat di bidang olahraga sekaligus wadah pembinaan karakter sportivitas sejak usia dini.

Acara dibuka langsung oleh Ibu Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dalam sambutannya, Ibu Kabid menekankan pentingnya O2SN sebagai bagian dari Manajemen Talenta Nasional untuk menjaring bibit atlet berprestasi. Ia juga mengapresiasi semangat para peserta, guru pendamping, dan panitia yang telah menyukseskan seleksi tingkat kecamatan ini.

Sesuai panduan O2SN SD 2026, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Kids’ Athletics, Renang, Bulutangkis, Pencak Silat, dan Senam. Seleksi dilaksanakan secara terbuka, adil, dan melibatkan induk organisasi cabang olahraga.

UPT SPF SD Bonto Rannu 2 tampil gemilang dengan menyumbangkan gelar Juara 2 dan Juara 3 untuk Kecamatan Mariso. Prestasi ini disambut sorak gembira oleh para guru, siswa, dan orang tua yang hadir memberi dukungan langsung di lokasi pertandingan.

Kepala UPT SPF SD Bonto Rannu 2 mengungkapkan rasa bangga atas capaian peserta didiknya. “Anak-anak sudah berlatih keras. Terima kasih untuk pembina, orang tua, dan semua pihak yang mendukung. Semoga ini jadi pemicu semangat untuk melaju ke tingkat kota,” tuturnya.

Seleksi O2SN tingkat kecamatan berlangsung dari 1 April – 31 Mei 2026. Selanjutnya, para juara 1 tiap cabor akan mewakili Kecamatan Mariso ke tingkat Kabupaten/Kota Makassar yang dijadwalkan 1 Mei – 17 Juni 2026.

O2SN 2026 dilaksanakan berjenjang mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional pada 17 – 22 Agustus 2026. Selain mencari atlet berprestasi, O2SN juga bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama pada peserta didik. ( Yahya )

SDN Paccerakkang Hadiri SIDIA,Siap Wujudkan Sekolah Adiwiyata 2026


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDN Paccerakkang turut menghadiri Bimbingan Teknis Penyusunan Soft File dan Aplikasi SIDIA yang digelar Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Sekolah Hj. Hudayat, http://S.Pd bersama admin Adiwiyata sekolah.

BIMTEK tersebut dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga, Jl. Hertasning No. 50 Makassar. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA dan diikuti seluruh Kepala Sekolah serta Admin 
Adiwiyata CSAN 2026 se-Kota Makassar.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari PERMEN LHK/BPLH No. 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Sekolah Adiwiyata. Tujuannya mempercepat peningkatan capaian jumlah Sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri, Nasional, Provinsi, dan Kota di Makassar untuk tahun 2026.

Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar menekankan pentingnya aplikasi SIDIA untuk digitalisasi dokumen lingkungan sekolah. Melalui aplikasi ini, penyusunan soft file Adiwiyata diharapkan lebih tertib, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.



UPT SPF SDN Paccerakkang menjadi salah satu peserta Angkatan V bersama UPT SPF SDN Bontoramba dan UPT SPF SDN Bontoramba 1. Seluruh sekolah peserta berkomitmen mendukung program Sekolah Berbudaya Lingkungan.

Kontribusi kegiatan sebesar Rp 200.000 per sekolah digunakan untuk materi sosialisasi, narasumber, konsumsi, publikasi, dan operasional BIMTEK. Dana dikelola langsung oleh Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar.

Kepala Sekolah UPT SPF SDN Paccerakkang, Hj. Hudayat,S.Pd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya BIMTEK ini. Menurutnya, kegiatan sangat membantu sekolah dalam memahami teknis pengisian SIDIA menuju penilaian Adiwiyata 2026.

Koordinator FSA-KM, Hj. Rosmiati, S.Pd.,M.Pd bersama Sekretaris FSA-KM, Andi Asriani, http://S.Pd., http://M.Pd berharap seluruh peserta BIMTEK dapat menerapkan ilmu yang didapat demi terwujudnya Kota Makassar Mulia melalui sekolah berbudaya lingkungan. ( Yahya )