27 Agustus 2026

Maulid di SMPN 24 Makassar: Kepsek Babinkamtibmas Dan Babinsa Hadir, Tekankan Pendidikan Karakter


MULIAINFO. COM -- Makassar – SMP Negeri 24 Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan dipusatkan di Lapangan SMPN 24 Makassar mulai pukul 09.00 WITA.

Acara ini mengusung tema _“Cinta Rasul, Hormat Guru, Semangat Belajar, Membangun Generasi Beriman dan Berakhlak Mulia”. Tema tersebut menjadi ruh utama dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala SMPN 24 Makassar, Rahmia, S.Ag. M.Pd" bertindak sebagai pembina acara. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa Maulid harus menjadi penggerak perubahan sikap siswa agar lebih mencintai Rasul, hormat kepada guru, dan rajin belajar.

Tausiyah inti disampaikan oleh "Dr. Askar Yaman S.Pd., M.M., M.Pd. Beliau mengupas tentang kepemimpinan, kejujuran, dan akhlak Rasulullah SAW yang relevan untuk diterapkan siswa di era digital saat ini.


Yang menarik, acara ini juga dihadiri oleh "Bapak Babinkamtibmas dan Bapak Babinsa" setempat. Kehadiran keduanya menambah khidmat suasana dan menunjukkan sinergi antara sekolah dengan aparat keamanan wilayah.

Dalam kesempatan itu, Babinkamtibmas menyampaikan pesan kamtibmas agar siswa menjauhi pergaulan negatif dan bijak menggunakan media sosial. Sementara Babinsa mengajak siswa meneladani semangat disiplin dan cinta tanah air dari perjuangan Rasulullah.

Kehadiran aparat keamanan ini disambut baik oleh pihak sekolah. Menurut panitia, kolaborasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

Acara berlangsung dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, dan nasyid oleh siswa. Lapangan sekolah yang dihias spanduk hijau-emas menciptakan nuansa islami yang kental.

Ibu Rahmia selaku Kepala Sekolah mengapresiasi dukungan semua pihak, termasuk kehadiran Babinkamtibmas dan Babinsa. “Ini bukti bahwa pendidikan karakter tidak bisa jalan sendiri. Harus bersama aparat, guru, dan orang tua,” ujarnya.


Lebih dari 500 siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka mendengarkan tausiyah dengan tertib dan aktif dalam sesi tanya jawab.

Peringatan 12 Rabiulawal 1448 H ini juga menjadi momentum silaturahmi antara warga sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat sekitar.

Panitia berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat diimplementasikan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. SMPN 24 Makassar berkomitmen menjadikan Maulid sebagai agenda tahunan untuk mencetak generasi yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, dan cinta NKRI.



26 Agustus 2026

Diduga Oknum Kepsek Inisial Y Jalan ke Sekolah - Sekolah, Pernerbit Wajib Menghadap Ada Arahan Inisial PR


MULIAINFO. COM - MAKASSAR -- Yang turunp ke lapangan bukan penerbit. Tapi diduga oknum kepala sekolah. Dalam dua bulan terakhir, nama Kepsek berinisial Y jadi sorotan karena aktif "jalan" sendiri dari satu sekolah ke sekolah lain. Bukan untuk urusan pembelajaran. Tapi khusus mengurus buku. Kehadirannya selalu membawa pesan yang sama ke penerbit.

Praktik ini diduga menyimpang dari prosedur. Seharusnya pengadaan buku dilakukan terbuka lewat e-katalog atau pameran. Kenyataannya tidak. Semua dipusatkan. Diduga oknum Kepsek Y yang menjemput bola, datang ke sekolahnya, lalu memanggil penerbit satu per satu tanpa pengumuman resmi.

Arahannya diduga berasal dari oknum inisial PR. Nama PR tidak pernah tertulis, tapi selalu disebut dalam pertemuan tertutup. "Ini dari PR, jadi tolong diikuti," begitu pembuka kalimat yang disampaikan. Isinya: semua urusan buku wajib lewat dirinya di sekolah. PR diduga mengarahkan, Y diduga mengeksekusi.

Ancaman yang menyertai juga diduga keras. Kalimatnya: "Wajib diambil di sekolah. Kalau tidak, bisa dipatah." Kata "dipatah" diartikan penerbit sebagai pemutusan akses. Buku tidak akan masuk, tidak diizinkan sosialisasi, bahkan bisa diblacklist. Beberapa penerbit mengaku sudah merasakan akibatnya.

Karena diduga oknum Kepsek Y yang jalan dan menentukan jadwal, penerbit kecil jadi korban pertama. Mereka harus keluar biaya transport, cuti kerja, dan antre lama hanya untuk pertemuan singkat. Sementara itu kepastian tidak ada. Persaingan jadi tidak sehat. Yang menang bukan mutu buku, tapi siapa paling kuat ongkos jalan.

Pertemuan diduga tidak dilakukan terbuka dan tidak tercatat. Tidak ada undangan resmi, tidak ada berita acara, tidak ada daftar hadir. Semuanya berlangsung satu-satu di ruang kepsek, pintu tertutup. Kondisi ini menciptakan ruang gelap. Tidak ada yang bisa mengawasi, tidak ada bukti tertulis. Bagi penerbit, ini berarti semua kesepakatan hanya berdasarkan omongan.

Guru dan bendahara di beberapa sekolah mengaku berada dalam posisi dilema. Mereka tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, tapi diminta menyiapkan tempat dan waktu saat diduga oknum Kepsek Y memanggil penerbit. Beberapa staf mengaku takut bersuara karena khawatir ditegur. "Kami hanya menjalankan," kata salah satu sumber yang minta dirahasiakan identitasnya.

Aturan pengadaan buku di sekolah sebenarnya jelas. Harus terbuka, kompetitif, dan tidak menunjuk satu pihak. Tapi dengan skema "wajib ke sekolah dan wajib lewat Kepsek Y", prinsip itu diduga ditabrak mentah-mentah. Pintu masuk dipersempit. Akibatnya asas keadilan dan transparansi hilang. Yang tersisa hanya satu jalur: lewat orang.

Diduga oknum PR berperan sebagai pengarah di balik layar. Tugasnya memberi komando. Diduga oknum Kepsek Y berperan sebagai eksekutor di lapangan yang jalan dari sekolah ke sekolah. Pola ini membuat rantai komando pendek tapi kuat. Satu perintah, langsung dieksekusi. Tidak ada filter, tidak ada pengawasan berjenjang.

Akibatnya standar mutu buku dikesampingkan. Yang jadi ukuran bukan isi, harga, atau kebutuhan siswa. Tapi kecepatan respon dan kepatuhan penerbit pada panggilan diduga oknum Kepsek Y. Buku yang bagus tapi telat datang bisa dicoret. Buku yang biasa saja tapi cepat menghadap bisa lolos. Dalam jangka panjang ini merusak ekosistem literasi.

Lebih parah lagi, beberapa penerbit mengaku ada permintaan "biaya operasional" saat pertemuan. Nilainya bervariasi, dari ratusan ribu sampai jutaan. Tidak ada kuitansi, tidak ada laporan. Alasannya selalu sama: untuk kegiatan sekolah, untuk konsumsi rapat, untuk administrasi. Karena tidak ada bukti, penerbit tidak bisa menolak. Kalau menolak, akses diputus.

Orang tua dan siswa adalah pihak yang paling dirugikan. Karena prosesnya tertutup, harga buku tidak bisa dibandingkan antar penerbit. Pilihan judul juga terbatas, hanya yang "lolos" ke meja diduga oknum Kepsek Y. Akibatnya siswa bisa jadi menerima buku yang harganya lebih mahal tapi mutunya biasa saja. Beban ekonomi keluarga pun bertambah.

Pengamat pendidikan menilai ini bentuk pembelokan fungsi yang berbahaya. Tugas kepala sekolah adalah memimpin pembelajaran, bukan menjadi makelar buku keliling. "Kalau kepsek disibukkan urusan dagang, siapa yang mengurus mutu ajar? Ini preseden buruk," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan ini. Pihaknya menyatakan akan menelusuri jika ada bukti dan saksi. Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak dengan inisial Y dan PR belum mendapat jawaban. Pesan dan panggilan yang dikirim belum direspons.

Jika dugaan ini benar dan terus dibiarkan, maka sekolah tidak lagi menjadi rumah ilmu. Ia berubah menjadi pasar tertutup yang dikuasai segelintir orang. Literasi anak digadaikan, integritas pendidikan dilukai. Dan yang menanggung akibatnya bukan siapa-siapa, selain siswa, orang tua, dan penerbit jujur yang ingin membangun bangsa lewat buku.

Siswi SD Negeri Panaikang II Makassar Raih Juara 2 Piala Jaksa Agung RI ke - 3 di Jakarta


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR — Siswi UPT SPF SD Negeri Panaikang II Makassar, Syafira Afizah Zyarif dari kelas 5A, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 pada ajang Piala Jaksa Agung RI ke-3 Tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi kado terbaik bagi sekolah di awal tahun ajaran.

Kejuaraan tingkat nasional tersebut digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, dan berlangsung selama tiga hari mulai 25 hingga 27 Agustus 2026. Lokasi yang megah dan atmosfer kompetisi yang kompetitif menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Piala Jaksa Agung RI merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh bibit-bibit terbaik dari SD se-Indonesia. Selain menguji kemampuan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, dan semangat pantang menyerah kepada para peserta.

Sejak babak penyisihan, Syafira tampil dengan percaya diri dan strategi matang. Ia mampu mengatasi tekanan dan mengalahkan lawan-lawan dari berbagai provinsi. Dukungan orang tua dan pembina di pinggir arena menjadi penyemangat utama Syafira.


Pada babak final, persaingan berlangsung sangat sengit. Dengan ketenangan dan teknik yang terus diasah saat latihan, Syafira berhasil mengamankan posisi runner up. Ia pulang membawa piala, piagam penghargaan, dan kebanggaan untuk sekolah.

Ini merupakan kali pertama UPT SPF SD Negeri Panaikang II mengirimkan wakilnya dan langsung meraih podium di ajang Piala Jaksa Agung RI. Torehan ini mematahkan anggapan bahwa sekolah di daerah tidak mampu bersaing di tingkat nasional.

Kepala Sekolah, Sugianto, S.Pd.I.,M.Pd, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Beliau menyebut Syafira sebagai teladan bagi siswa lain karena disiplin, rajin berlatih, dan tetap rendah hati meski berprestasi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Guru pembina rutin memberikan latihan tambahan setelah jam sekolah, orang tua setia mengantar dan mendukung, serta teman-teman sekelas yang selalu memberikan doa dan semangat.

Sejak tiga bulan sebelum keberangkatan, sekolah telah menyiapkan program pembinaan intensif. Latihan fisik, mental, dan simulasi pertandingan dilakukan secara terjadwal agar Syafira siap menghadapi atmosfer kompetisi di Jakarta.


Tim pembina menilai mental juara dan etos kerja Syafira menjadi faktor penentu. Di tengah lawan yang memiliki jam terbang tinggi, Syafira tetap tenang, fokus pada instruksi, dan tidak mudah menyerah saat tertinggal poin.

Prestasi ini mendapat sambutan hangat dari Dinas Pendidikan Kota Makassar dan para orang tua siswa. Banyak pihak menilai ini sebagai bukti bahwa pembinaan usia dini di sekolah dasar bisa menghasilkan atlet berprestasi tingkat nasional.

Pihak sekolah berharap kemenangan Syafira menjadi pemantik semangat bagi siswa lain. UPT SPF SD Negeri Panaikang II akan terus membuka ruang pembinaan bakat agar siswa berprestasi tidak hanya di akademik, tetapi juga di bidang olahraga, seni, dan lomba lainnya.

Dengan raihan Juara 2 ini, nama UPT SPF SD Negeri Panaikang II resmi mengharumkan Sulawesi Selatan di kancah nasional. Selamat untuk Syafira Afizah Zyarif. Teruslah berlatih, teruslah menginspirasi, dan jadilah kebanggaan sekolah, keluarga, dan daerah.


24 Agustus 2026

Semarak Kemerdekaan : Lomba Tari Tradisional HUT RI ke 81 di SD Inpres Borong Jambu III


MULIAINFO. COM--MAKASSAR -- UPTD SPF SD Inpres Borong Jambu III kembali menunjukkan semangat kebangsaan dengan menggelar berbagai kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81. Salah satu kegiatan yang paling dinanti adalah Lomba Tari Tradisional yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan penuh semarak. Sejak pagi, suasana sekolah sudah dihiasi umbul-umbul merah putih, balon, dan dekorasi bernuansa kemerdekaan. Para siswa datang dengan semangat dan mengenakan kostum tari yang berwarna-warni khas daerah Nusantara.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, "Ibu Hj. Napiah, S.Pd". Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan HUT RI bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan melestarikan budaya bangsa kepada generasi penerus.

Ibu Hj. Napiah, S.Pd menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui seni. Menurut beliau, tari tradisional bukan sekadar gerakan, tetapi mengandung nilai disiplin, kerja sama, dan rasa hormat terhadap warisan leluhur yang harus dijaga oleh anak-anak SD Inpres Borong Jambu III.

Lomba tari diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas. Masing-masing kelompok menampilkan tarian daerah yang berbeda, mulai dari Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, Tari Tor-Tor, Tari Saman, hingga Tari Jaipong. Kreativitas dalam pemilihan gerak dan kostum menjadi daya tarik tersendiri.

Para peserta tampil dengan penuh percaya diri diiringi musik tradisional. Sorak sorai dari teman, guru, dan orang tua yang hadir menambah semangat mereka di atas panggung. Juri menilai dari aspek kekompakan, penghayatan, kreativitas, serta kesesuaian kostum dengan tema tarian.

Tidak hanya siswa, para guru juga turut andil dalam menyukseskan acara. Dewan guru bertugas sebagai panitia, pembina, dan pelatih tari. Kerja sama yang solid antara guru, siswa, dan orang tua membuat kegiatan ini berjalan lancar dan tertib.

Selain menumbuhkan semangat nasionalisme, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menggali potensi dan bakat siswa di bidang seni. Banyak anak yang sebelumnya pemalu, berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di depan umum.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah secara langsung oleh Ibu Kepsek Hj. Napiah,S.Pd. Wajah-wajah ceria para pemenang menjadi bukti bahwa usaha dan latihan mereka selama ini membuahkan hasil.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh warga sekolah sambil mengibarkan bendera merah putih. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan keluarga besar UPTD SPF SD Inpres Borong Jambu III dalam merayakan kemerdekaan.

Dengan terlaksananya Lomba Tari Tradisional ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan semangat kemerdekaan terus hidup di hati para peserta didik. Di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Napiah, S.Pd, SD Inpres Borong Jambu III berkomitmen untuk terus menanamkan cinta budaya dan cinta negeri melalui kegiatan-kegiatan positif di sekolah.


21 Agustus 2026

Menanamkan Nilai Disiplin, Berani, Kerja Sama Peduli Melalui Nobar Film Pramuka


MULIAINFO. COM -- Makassar -- UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I mengikuti kegiatan Nobar Film Pramuka pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya sekolah dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik.

Kegiatan Nobar berlangsung di CGV Mall Panakkukang, Makassar. Pemilihan lokasi bioskop bertujuan memberikan suasana belajar yang baru dan menyenangkan bagi siswa.

Rombongan sekolah dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SD Inpres Banta-Bantaeng I, Bapak Marhabang,S.Pd. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua murid. Partisipasi orang tua menunjukkan sinergi yang baik antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak.

Tujuan utama Nobar Film Pramuka adalah menanamkan nilai-nilai kepramukaan sejak dini. Melalui media film, pesan moral diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak.

Film yang ditayangkan mengangkat kisah petualangan, persahabatan, gotong royong, dan kepedulian anggota pramuka terhadap sesama serta lingkungan. Banyak adegan yang menginspirasi.


Dalam sambutannya, Bapak Marhabang,S.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau berharap setelah menonton film ini, semangat pramuka dan cinta tanah air pada siswa semakin tumbuh.

Para murid terlihat sangat antusias selama kegiatan. Mereka menyimak film dengan tertib, sesekali bertepuk tangan, dan berdiskusi dengan guru pendamping tentang pesan yang disampaikan.

Melalui film, siswa diajarkan pentingnya disiplin. Disiplin waktu, disiplin menaati aturan, dan disiplin dalam melaksanakan tugas menjadi salah satu nilai utama yang disorot.

Nilai Keberanian dan Kerja Sama"   
Film juga menampilkan sikap berani menghadapi tantangan dan pentingnya kerja sama dalam satu regu. Hal ini sejalan dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Selain itu, siswa diajak untuk memiliki sikap peduli. Peduli kepada teman yang membutuhkan bantuan, peduli terhadap kebersihan lingkungan, dan peduli kepada sesama manusia.

Di akhir kegiatan, Bapak Marhabang, S.Pd berharap nilai disiplin, berani, kerja sama, dan peduli yang didapat dari film dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, rumah, dan masyarakat. Sekolah akan menindaklanjuti dengan kegiatan pramuka rutin setiap hari Jumat.



Guru SD Inpres Banta- Bantaeng I Tingkatkan Kompetensi Melalui Penyusunan RPP Kokurikuler


MULIAINFO. COM -- Makassar -- UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I telah melaksanakan kegiatan Komunitas Belajar pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan sesuai program sekolah penggerak.

Kegiatan bertempat di ruang guru SD INPRES BANTA-BANTAENG I dan dimulai pukul 08.00 WITA. Seluruh guru kelas dan guru mata pelajaran hadir mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh antusias.

Tema yang diangkat pada Komunitas Belajar kali ini adalah "Penyusunan RPP Kokurikuler". Pemilihan tema ini didasari oleh kebutuhan guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang tidak hanya fokus pada intrakurikuler, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi melalui kegiatan kokurikuler.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa RPP Kokurikuler memiliki peran penting untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan kegiatan penguatan profil pelajar Pancasila.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah tim pengembang kurikulum sekolah. Pemaparan materi difokuskan pada struktur RPP Kokurikuler, tujuan penyusunan, prinsip-prinsip pembelajaran, serta contoh praktik baik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan.

Materi yang disampaikan mencakup komponen-komponen penting dalam RPP Kokurikuler mulai dari capaian pembelajaran, tujuan, langkah kegiatan, media, hingga asesmen. Guru juga diberikan pemahaman tentang perbedaan RPP intrakurikuler dan kokurikuler agar tidak terjadi tumpang tindih.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyusun RPP Kokurikuler secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran untuk memastikan keterpaduan antara pembelajaran di kelas dan kegiatan penguatan.

Dalam sesi diskusi, para guru aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait kendala yang dihadapi selama ini dalam menyusun perangkat pembelajaran kokurikuler. Narasumber memberikan pendampingan langsung dan umpan balik terhadap draf RPP yang dibuat.

Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya draf RPP Kokurikuler oleh masing-masing kelompok yang siap untuk diujicobakan pada pembelajaran di semester berjalan. Draf tersebut juga akan direvisi berdasarkan masukan dari tim kurikulum sekolah.

Kegiatan Komunitas Belajar ini memberikan dampak positif bagi peningkatan pemahaman guru. Guru menjadi lebih memahami alur dan esensi penyusunan RPP Kokurikuler sehingga diharapkan pembelajaran di sekolah menjadi lebih terstruktur dan bermakna bagi peserta didik.

Sebagai tindak lanjut, sekolah akan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi RPP kokurikuler di kelas. Komunitas.Belajar dengan materi seni rupa juga akan diagendakan secara rutin agar kompetensi guru terus berkembang dan selaras dengan kebijakan merdeka belajar

Ibadah Rutin Hari Jumat di SD Inpres Kajenjeng, Kepsek Sukmawati, S.Pd Ajak Siswa Perkuat Iman dan Karakter


MULIAINFO. COM -- Makassar – UPT SPF SD Inpres Kajenjeng kembali melaksanakan kegiatan ibadah rutin setiap hari Jumat. Kegiatan keagamaan ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan khidmat dan tertib.

Ibadah rutin ini menjadi agenda wajib sekolah setiap pekan. Tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter religius kepada peserta didik sejak usia dini.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Sukmawati,S.Pd. Beliau hadir bersama seluruh dewan guru dan staf untuk mendampingi siswa-siswi dalam pelaksanaan ibadah.

Acara dimulai tepat pukul 07.30 WITA. Seluruh siswa berbaris rapi di halaman sekolah dengan mengenakan pakaian muslim dan muslimah. Suasana berjalan tenang dan penuh kekhusyukan.

Rangkaian ibadah meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir bersama, shalawat, serta ceramah agama singkat yang disampaikan oleh guru agama atau undangan.

Dalam ceramahnya, Ibu Kepsek Sukmawati, S.Pd menyampaikan pesan tentang pentingnya disiplin beribadah, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga akhlak di lingkungan sekolah maupun di rumah.

“Anak-anakku, jadilah siswa yang tidak hanya pintar di pelajaran, tetapi juga kuat imannya. Ibadah rutin ini kita lakukan agar hati kita selalu dekat dengan Allah,” pesan Sukmawati,S.Pd.


Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Selain sebagai sarana pembinaan rohani, ibadah Jumat ini juga menjadi ajang melatih mental siswa untuk tampil, seperti menjadi petugas pembaca ayat, doa, dan imam.

Para guru menilai kegiatan ini sangat berdampak positif. Siswa menjadi lebih disiplin, sopan, dan memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi.

Pihak sekolah juga mengajak orang tua untuk mendukung kegiatan ini di rumah. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai penting agar nilai-nilai yang ditanamkan dapat berjalan seimbang.

Setelah ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, sekolah, dan seluruh warga sekolah.

Sukmawati,S.Pd berharap kegiatan ibadah rutin ini bisa terus konsisten dilaksanakan. “Ini investasi akhirat untuk anak-anak kita,” tegasnya.

Dengan adanya ibadah rutin setiap Jumat, UPT SPF SD Inpres Kajenjeng berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.