Featured Post

Kepsek Amrin, S. Pd Ikuti WorkShop Rekonsiliasi Dana Bosp

06 November 2026

Kepsek Amrin, S. Pd Ikuti WorkShop Rekonsiliasi Dana Bosp


MULIAINFO. COM. - MAKASSAR - Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Kecamatan Tamalanrea, Amrin, S.Pd, mengikuti kegiatan Workshop dan Rekonsiliasi Dana BOSP Angkatan III yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari Senin, 2 November 2026 dan Selasa, 3 November 2026, dengan peserta dari berbagai satuan pendidikan di Kota Makassar.

Pelaksanaan kegiatan bertempat di Hotel Primer, Karebosi, Kota Makassar, yang menjadi lokasi pertemuan bagi para kepala sekolah dan pengelola Dana BOSP.

Workshop ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar sebagai pelaksana kegiatan.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan pendidikan dari berbagai sekolah di Kota Makassar, termasuk dari UPTD SPF SD Negeri Bontoa yang diwakili langsung oleh kepala sekolahnya.

Amrin, .Pd hadir sebagai perwakilan dari sekolahnya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai, mulai dari pembukaan hingga penutupan.

Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan Dana BOSP agar dikelola secara benar dan sesuai aturan.


Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam hal pelaporan dan rekonsiliasi Dana BOSP antar satuan pendidikan di Kota Makassar.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi terkait tata cara pengelolaan dana yang tertib, transparan, dan akuntabel, termasuk cara penyusunan laporan yang benar.

Amrin, S.Pd mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan aktif dalam diskusi bersama peserta lainnya, terutama saat membahas kendala yang dihadapi di sekolah.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi kepala sekolah agar tidak keliru dalam pengelolaan anggaran sekolah dan pelaporan dana.

Menurutnya, pengelolaan Dana BOSP harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dipertanggungjawabkan dengan baik, karena dana tersebut adalah amanah untuk siswa.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan workshop berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, tanpa ada hambatan yang berarti.

Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari workshop ini dapat diterapkan di UPTD SPF SD Negeri Bontoa dalam pengelolaan Dana BOSP ke depannya.

Dengan demikian, pengelolaan Dana BOSP di sekolah tersebut diharapkan semakin baik, semakin transparan, dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi siswa dan proses pembelajaran di sekolah.


05 November 2026

Sorot: Kepsek Bersuara, PGRI Dituntut Hadir Saat Pendidikan Makassar Butuh Pembelaan


MULIAINFO. COM - MAKASSR - Suara tegas kini datang dari seorang Kepala Sekolah di Kota Makassar. Ia berharap organisasi yang selama ini menaungi guru, yakni PGRI, tidak hanya hadir saat penarikan iuran, tetapi juga hadir saat guru dan dunia pendidikan membutuhkan pembelaan.

Setiap bulan, guru dan kepala sekolah secara taat membayar iuran organisasi. Bagi para Kepsek, iuran tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kepercayaan dan amanah agar organisasi benar-benar bekerja untuk kepentingan guru dan pendidikan.

"Seharusnya PGRI bisa memfasilitasi kita untuk menghadap ke Pak Kapolri atau Pak Presiden. Saat inilah kita butuhkan iuran itu," ungkap Kepsek tersebut dengan nada kecewa namun tetap berharap.

Menurut Kepsek yang bersuara ini, saat ini adalah momentum yang tepat bagi PGRI untuk menunjukkan keberpihakan. Bukan dengan cara gaduh, tetapi dengan cara terhormat, terstruktur, dan sesuai jalur organisasi.

Kepsek tersebut menilai, pendidikan di Kota Makassar saat ini sedang menghadapi ujian serius. Citra pendidikan dinilai tercoreng akibat adanya oknum yang diduga lebih mementingkan diri sendiri dan golongan daripada kepentingan anak didik dan kemajuan pendidikan.

Oknum yang dimaksud bukanlah institusi secara keseluruhan, melainkan perilaku individu yang dinilai telah menyimpang dari nilai-nilai luhur pendidikan dan pengabdian sebagai pendidik.

"Kasihan anak-anak kita kalau pendidikan di Kota Makassar dipimpin oleh manusia-manusia yang berambisi untuk kepentingan seperti disebutkan di atas," ujar Kepsek tersebut dengan nada prihatin.

Bagi seorang Kepsek, anak didik adalah korban yang paling dirugikan ketika dunia pendidikan tidak lagi dikelola dengan hati yang tulus. Ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan, maka kualitas pembelajaran, kenyamanan guru, dan masa depan anak menjadi taruhannya.

Kepsek tersebut menegaskan, ia tidak menolak kepemimpinan. Yang ia minta adalah kepemimpinan yang amanah, adil, transparan, dan benar-benar berpihak kepada anak didik dan guru di lapangan.

Ia juga meminta agar setiap kebijakan di dunia pendidikan diambil berdasarkan kebutuhan nyata di sekolah, bukan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu yang dapat merusak marwah pendidikan.

Dalam sorotan ini, Kepsek tersebut berharap PGRI Kota Makassar dapat menjadi jembatan aspirasi. PGRI diharapkan mampu mengumpulkan, menyusun, dan menyampaikan aspirasi guru dan Kepsek secara resmi kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada Kapolri dan Presiden.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan pendidikan di Kota Makassar tidak hanya menjadi perbincangan di ruang-ruang tertutup, tetapi mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Kepsek tersebut juga berharap, penggunaan iuran organisasi dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Iuran yang dikumpulkan dari keringat guru seharusnya kembali untuk kepentingan guru, termasuk untuk advokasi, pendampingan, dan perjuangan peningkatan kualitas pendidikan.

"Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya meminta PGRI hadir, mendengar, dan memperjuangkan kami. Jangan biarkan Kepsek dan guru berjuang sendiri," kata Kepsek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, suara Kepsek ini menjadi representasi dari banyak Kepsek dan guru di Kota Makassar yang masih berharap PGRI dapat mengambil sikap tegas dan bermartabat. Mereka yakin, jika PGRI bergerak bersama Kepsek dan guru, maka pendidikan di Kota Makassar dapat kembali bersih, bermartabat, dan benar-benar berpihak kepada anak-anak bangsa.




Gerimis Di SDI Borong Jambu III: Membaca Jadi Kebiasaan , Bukan Sekedar Kegiatan


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Program GERIMIS atau Gerakan Literasi Kamis kembali dilaksanakan di SDI Borong Jambu III sebagai upaya menumbuhkan budaya gemar membaca di kalangan murid-murid.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis ini mendapat sambutan antusias dari seluruh warga sekolah, mulai dari murid-murid, guru-guru, hingga tenaga kependidikan. Suasana sekolah sejak pagi sudah terlihat hidup, murid-murid datang dengan semangat membawa buku dan siap mengikuti kegiatan literasi bersama.

Kegiatan GERIMIS pada 4 November 2026 ini dirangkaikan dengan kunjungan perpustakaan keliling di halaman sekolah. Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini menjadi kejutan yang menyenangkan bagi murid-murid, karena mereka dapat memilih langsung berbagai buku cerita dan buku pengetahuan yang menarik.

Keluarga besar SDI Borong Jambu III dibawah kepemimpinan Ibu Napiah, S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan perpustakaan keliling di sekolah kami.

Terlihat murid-murid tampak antusias mengantre dengan rapi di depan mobil perpustakaan keliling. Mereka saling menyapa dan bercerita tentang buku yang ingin mereka baca, sambil menunggu giliran dengan tertib dan penuh kesabaran sesuai arahan guru pendamping.

Murid-murid terlihat ceria sambil memegang buku bacaan anak yang telah mereka pilih dari koleksi yang tersedia. Ada yang memilih buku dongeng, ada yang memilih buku bergambar, dan ada juga yang memilih buku tentang sains dan pengetahuan umum. Wajah mereka tampak bahagia karena bisa membaca buku baru.

Kehadiran perpustakaan keliling menurut Ibu Napiah, S.Pd menjadi motivasi bagi peserta didik untuk semakin mencintai buku, gemar membaca, dan memperluas wawasan.


Melalui GERIMIS, murid-murid dibiasakan untuk membaca selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai. Kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu membentuk karakter murid yang disiplin, rajin, dan gemar belajar. Guru-guru juga turut mendampingi dan memberikan contoh dengan ikut membaca bersama murid-murid.

Menurutnya, mendekatkan akses buku kepada murid-murid adalah langkah efektif untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Ketika murid-murid sudah terbiasa dengan buku, maka mereka akan lebih mudah memahami pelajaran, lebih percaya diri saat berbicara, dan lebih kreatif dalam menyampaikan ide.

Di tengah tantangan era digital, kegiatan GERIMIS dinilai mampu menjaga minat baca murid-murid agar tetap tinggi. Di saat banyak anak lebih tertarik pada gadget dan permainan digital, kegiatan membaca buku menjadi cara yang tepat untuk melatih fokus, kesabaran, dan daya imajinasi anak.

Ibu Napiah, S.Pd berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama membangun budaya literasi yang kuat di sekolah. Ia juga berharap dukungan dari orang tua dan Dinas Perpustakaan dapat terus mengalir agar program seperti ini semakin berkembang dan berkelanjutan.

Pihak sekolah juga berkomitmen untuk terus menjadikan GERIMIS sebagai program unggulan literasi di SDI Borong Jambu III. Sekolah akan terus menyiapkan pojok baca, menambah koleksi buku, dan mengajak murid-murid untuk aktif menulis dan bercerita dari hasil bacaan mereka.

Dengan dukungan guru-guru, murid-murid diharapkan mampu menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari. Membaca tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah bersama keluarga, sehingga budaya literasi benar-benar tumbuh dalam kehidupan murid-murid.

"Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan!" tegas Ibu Napiah, S.Pd penuh semangat. Pesan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari murid-murid dan guru yang hadir, sebagai tanda komitmen bersama untuk terus gemar membaca.

Antusiasme murid-murid dalam kegiatan GERIMIS menjadi bukti bahwa Gerakan Literasi Kamis sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya literasi di Kota Makassar.




04 November 2026

UPTD SPF SD Inpres PAI 1 Makassar Jadikan Kontrol WC Dan Pintu Sebagai Budaya Pencegahan, Cocok Dicont oh Sekolah Lain


MULIAINFO, COM - MAKASSAR -  Kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah menjadi prioritas utama di UPTD SPF SD Inpres PAI,1 Kota Makassar. Setiap hari, pihak sekolah secara rutin mengontrol WC, kebersihan ruangan, hingga kondisi pintu-pintu sekolah.

Kepala Sekolah UPTD SPF SD Inpres PAI.1 Hj. Hudayat, S.Pd., mengatakan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas biasa, tetapi sudah menjadi budaya dan bentuk kesetiaan sekolah dalam menjaga kenyamanan peserta didik.

“Setiap hari kami kontrol WC-nya. Mau kebersihan dan pintunya selalu kami kontrol. Itu bentuk perhatian kami di sekolah,” ujar Hj. Hudayat kepada Muliainfo, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, WC sekolah harus selalu dalam kondisi bersih, tidak berbau, airnya lancar, lantainya kering, dan pintunya berfungsi dengan baik. Jika ada kerusakan, langsung diperbaiki tanpa menunggu lama.

“Kalau WC bersih, anak-anak sehat, anak-anak nyaman, belajar pun semangat. Kami tidak mau WC sekolah itu jorok dan membuat anak takut ke WC,” tambahnya.

Selain WC, pihak sekolah juga rutin mengontrol pintu-pintu kelas, pintu WC, pintu kantor, hingga pintu gerbang utama. Semua pintu dicek apakah masih kokoh, bisa dikunci, dan aman untuk anak-anak.


Pengontrolan ini dilakukan tiga kali dalam sehari, yakni pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, saat jam istirahat, dan pada saat pulang sekolah.

Petugas kebersihan, guru piket, dan staf sekolah bekerja sama untuk memastikan tidak ada sudut sekolah yang luput dari pengawasan, termasuk area belakang kelas dan area WC.

Yang paling penting, kata Hj. Hudayat, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan antar murid sebelum terjadi.

“Kami menjaga, mencegah hal yang tidak diinginkan antar murid sebelum terjadi. Walau pun halnya kecil, tapi dampaknya sangat besar. Itu prinsip kami,” tegasnya.

Ia menjelaskan, banyak kejadian besar di sekolah sering berawal dari hal kecil yang dibiarkan. Misalnya anak bercanda mengunci pintu WC temannya, anak bersembunyi, anak bertengkar di tempat sepi, atau anak yang iseng mengganggu temannya.

Jika hal kecil tersebut tidak dicegah sejak awal, maka bisa menimbulkan rasa takut, trauma, perkelahian, hingga orang tua merasa tidak percaya lagi kepada sekolah.

Oleh karena itu, guru-guru di SD Inpres Pai,1 selalu siaga dan tidak pernah menganggap remeh laporan kecil dari siswa. Setiap laporan ditindaklanjuti dengan pembinaan dan pendekatan yang humanis.

Para orang tua siswa pun memberikan apresiasi atas kepedulian sekolah ini. Mereka merasa tenang menitipkan anaknya karena sekolah sangat memperhatikan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan anak.

Hj. Hudayat berharap, pola pengawasan seperti ini sangat cocok dicontoh oleh sekolah lain di Kota Makassar. “Ini bentuk perhatian kami, dan sangat cocok dicontoh di sekolah lain. Kebersihan dijaga, pintu dikontrol, anak-anak dijaga,” tutupnya.


Perpustakaan Keliling Hadir Di UPTD SPF SD Inpres Kassi Dibawah Kepemimpinan Megawati, S.Pd


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Gerakan literasi di Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan positif melalui program perpustakaan keliling yang menyasar sekolah dasar.

Salah satu sekolah yang menerima kunjungan tersebut adalah UPTD SPF SD Inpres Kassi yang saat ini dipimpin oleh Ibu Kepsek Megawati, S.Pd.

Kegiatan kunjungan perpustakaan keliling tersebut dilaksanakan pada tanggal 3 November 2026 di halaman sekolah.

Keluarga besar UPTD SPF SD Inpres Kassi dibawah kepemimpinan Ibu Megawati, http://S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan perpustakaan keliling di sekolah kami.

Terlihat murid-murid tampak antusias mengantre dengan rapi di depan mobil perpustakaan keliling.


Murid-murid terlihat ceria sambil memegang buku bacaan anak yang telah mereka pilih dari koleksi yang tersedia.

Kehadiran perpustakaan keliling menurut Ibu Megawati, S.Pd menjadi motivasi bagi peserta didik untuk semakin mencintai buku, gemar membaca, dan memperluas wawasan.

Menurutnya, mendekatkan akses buku kepada murid-murid adalah langkah efektif untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Di tengah tantangan era digital, kegiatan seperti ini dinilai mampu menjaga minat baca murid-murid agar tetap tinggi.


Ibu Megawati, S.Pd berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama membangun budaya literasi yang kuat di sekolah.

Pihak sekolah juga berkomitmen untuk terus mendorong gerakan membaca 15 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai.

Dengan dukungan guru-guru, murid-murid diharapkan mampu menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari.

"Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan!" tegas Ibu Megawati, S.Pd penuh semangat.

Antusiasme murid-murid menjadi bukti bahwa program perpustakaan keliling sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi di Kota Makassar.


01 November 2026

Membanggakan ! UPTD SPF SDI Antang III. Raih Harapan 3 Di Festival Bulan Budaya Sulapan Appa 2026, Kepsek Hj. Rosmiati, S.Pd M.Pd, Apresiasi Siswa


MULIAINFO. COM - MAKASSAR -  Festival Bulan Budaya Sulapa Appa 2026 yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, berlangsung sangat meriah dan penuh warna.

Kegiatan kebudayaan tahunan ini digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 31 Oktober sampai 1 November 2026 dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai jenjang.

Tahun ini, Dinas Kebudayaan Kota Makassar mengusung tema besar "Dari Empat Akar Penjuru Budaya, Nyalakan Cahaya Masa Depan".

Makna tema tersebut menggambarkan kekuatan empat etnis besar di Sulawesi Selatan yaitu Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja yang bersatu dalam filosofi Sulapa Appa.

Sejak sore hari, area panggung utama di Anjungan Losari telah dipadati oleh para peserta lomba, guru pendamping, orang tua, serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan.

Salah satu kategori yang paling menyita perhatian penonton adalah Lomba Kreasi Tari Tingkat SD se-Kota Makassar yang penampilannya sangat kreatif.

Para peserta cilik tampil percaya diri dengan balutan busana adat yang indah dan gerakan tari yang kompak di atas panggung megah.

Memasuki acara puncak pada Sabtu malam, 1 November 2026, dewan juri akhirnya mengumumkan daftar pemenang untuk kategori lomba tingkat SD.

Berdasarkan keputusan dewan juri, Juara Harapan 3 berhasil diraih oleh UPTD SPF SDI ANTANG III yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Hj. Rosmiati, S.Pd.M.Pd


Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UPTD SPF SDI ANTANG III, karena berhasil bersaing dengan puluhan SD terbaik se-Kota Makassar.

Untuk Juara Harapan 2 diraih oleh SDN Panaikang 3, sedangkan Juara Harapan 1 diraih oleh SD Rania School yang juga tampil memukau.

Sementara itu untuk juara utama, Juara 3 diraih oleh SDN Kompleks IKIP, Juara 2 diraih oleh SDN Bawakaraeng 2, dan Juara 1 sebagai juara terbaik berhasil diraih oleh SDN Monginsidi 1.

Momen penyerahan sertifikat kepada perwakilan UPTD SPF SDI ANTANG III yang terlihat mengenakan baju merah di atas panggung, menjadi bukti keberhasilan pembinaan seni budaya di bawah kepemimpinan Hj. Rosmiati, S.Pd.M.Pd

Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar Ibu Sri Wahyuni, S.E, yang mewakili Kepala Dinas Bapak Adi Patiwara, S.STP, M.Si.

Turut mendampingi dalam prosesi tersebut Kepala Bidang Kesenian Ibu Artati, S.E, M.Si, serta panitia festival yang memberikan apresiasi kepada seluruh pemenang.

Kepala UPTD SPF SDI ANTANG III, Hj. Rosmiati, S.Pd,M.Pd saat dikonfirmasi mengaku sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak didiknya di ajang bergengsi tingkat kota ini.

Dengan berakhirnya pengumuman juara, seluruh rangkaian festival tahun 2026 resmi ditutup dan prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa-siswi UPTD SPF SDI ANTANG III untuk terus berprestasi.


Pintu Toilet Laki - Laki Di SD Inpres Tello Baru 1/2 Makassar Rusak Parah, Warga Minta Segera DiGanti


MULIAINFO. COM - MAKASSAR -  Kondisi fasilitas toilet siswa di SD Inpres Tello Baru 1/2, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, menuai sorotan warga.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi pada Minggu, 1 November 2026, terlihat pintu Toilet Laki-Laki dalam kondisi rusak parah, engsel terlepas, daun pintu penyok dan miring hampir roboh.

Kondisi tersebut dinilai sangat tidak layak dan tidak aman digunakan oleh peserta didik, khususnya siswa laki-laki.

Menurut informasi dari warga sekitar sekolah, kerusakan engsel pintu tersebut sempat diperbaiki pada bulan lalu, namun karena kondisi daun pintu yang sudah lapuk dan tipis, kerusakan kembali terjadi.

"Pintunya itu engselnya lepas bulan lalu, sudah diperbaiki, tapi memang daun pintunya harus diganti baru. Kalau cuma diperbaiki engselnya saja tidak akan tahan lama," ujar warga.

Warga menilai, toilet merupakan fasilitas vital yang harus menjadi prioritas utama kebersihan dan kenyamanan di sekolah dasar.

"Anak-anak SD butuh toilet yang bersih, tertutup rapat, dan aman. Kalau pintunya seperti di foto itu, anak-anak pasti tidak nyaman dan malu untuk menggunakannya," tambahnya.

Kondisi dinding sekitar toilet juga terlihat kusam dengan coretan dan beberapa puing di lantai, menambah kesan kurang terawatnya fasilitas tersebut.

Warga berharap kepala sekolah baru yang telah dilantik dapat segera melakukan inovasi dan pembenahan sarana prasarana yang paling mendesak seperti toilet siswa.

"Selamat sudah dilantik jadi kepsek baru, sekarang saatnya kerja. Lihat apa yang paling dibutuhkan anak-anak. Pintu WC seperti itu harusnya jadi prioritas pertama untuk diganti," ucap warga.

Warga juga meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk turun langsung melakukan monitoring ke sekolah-sekolah, khususnya SD Inpres Tello Baru 1/2, untuk melihat kondisi real di lapangan.

"Dinas Pendidikan jangan hanya di kantor, turun lihat sekolah. Lihat apa yang sudah dikerjakan kepsek baru selama ini," tegasnya.

Ia juga menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Makassar agar mengevaluasi kinerja kepala sekolah yang dinilai tidak mau bekerja dan berinovasi untuk kemajuan sekolah.

"Kalau kepsek tidak mau bekerja di sekolah, Pak Wali harus ganti kasih orang yang mau bekerja. Kasihan sekolahnya kalau dibiarkan seperti itu," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SD Inpres Tello Baru 1/2 belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan dan penggantian pintu toilet laki-laki tersebut.

Diharapkan dalam waktu dekat pihak sekolah segera mengganti pintu toilet tersebut dengan yang baru agar siswa dapat menggunakan fasilitas dengan aman, nyaman, dan menjaga privasi.