25 Oktober 2026

Smart Toilet Di SD Labong Baji Kompleks Diduga Terbengkalai, Kantin Sekolah Diduga Jadi Ajang Bisnis, Orang Tua Siswa Mengeluh



MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Sejumlah orang tua siswa di SD Labong Baji Kompleks, Kota Makassar, mengeluhkan kondisi sarana sanitasi sekolah yang diduga tidak berfungsi maksimal, khususnya fasilitas smart toilet yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

Keluhan tersebut mencuat setelah fasilitas smart toilet yang dibangun sebagai sarana sanitasi modern bagi siswa diduga tidak difungsikan secara optimal untuk kepentingan siswa.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah orang tua siswa, fasilitas smart toilet tersebut diduga terbengkalai dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi siswa sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut disoroti karena smart toilet sejatinya merupakan program untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah serta mendukung program sekolah sehat.

Sejumlah orang tua siswa menyebutkan bahwa sejak kepala sekolah yang baru dilantik pada 22 Juni 2026, belum terlihat adanya inovasi dan kreativitas dalam membenahi serta memfungsikan sarana sanitasi tersebut.

"Kami sebagai orang tua berharap ada inovasi untuk anak-anak kami bisa pakai toilet yang bersih dan layak. Tapi sampai sekarang kami lihat tidak ada perubahan, smart toilet itu seperti tidak difungsikan," ujar salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Selain persoalan smart toilet, sorotan juga tertuju pada pengelolaan kantin sekolah yang diduga dikelola tidak transparan dan diduga dijadikan sebagai ajang bisnis pribadi.

Informasi yang beredar di kalangan orang tua siswa menyebutkan bahwa pengelolaan kantin sekolah diduga kuat dikuasai oleh pihak kepala sekolah tanpa melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa secara terbuka.

"Yang kami dengar kantin itu yang kelola orang dekat kepala sekolah. Harganya mahal, anak-anak mengeluh. Kami menduga ada bisnis di situ, tapi kami tidak punya bukti. Kami hanya ingin transparan," ujar orang tua siswa lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua siswa terkait transparansi pengelolaan dana dan aset sekolah, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan siswa.

Mereka berharap Dinas Pendidikan Kota Makassar dapat turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan sarana dan prasarana di SD Labong Baji Kompleks.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SD Labong Baji Kompleks yang dilantik pada 22 Juni 2026 belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan terbengkalainya smart toilet dan dugaan pengelolaan kantin tersebut.

Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Kepala Sekolah SD Labong Baji Kompleks untuk mendapatkan hak jawab terkait keluhan orang tua siswa tersebut.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar saat dikonfirmasi terkait persoalan ini mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pengamat pendidikan Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sarana sanitasi dan kantin sekolah harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan terbaik bagi siswa sesuai Permendikbud tentang manajemen sekolah.

Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No 40 Tahun 1999, media wajib melakukan verifikasi, tidak menghakimi, dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang diduga terlibat sebelum menyimpulkan suatu dugaan.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus melakukan penelusuran ke SD Labong Baji Kompleks serta berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Makassar demi keberimbangan informasi.


Bongkar Borok PDAM Makassar, PLT Dirut Andi Syahrum: Buat Apa Direksi Hamburkan Anggaran Ke Jepang, Filipina, Korea Jika Hasilnya Nol ?


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Fakta mengejutkan dibongkar Plt Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Dr. H. Andi Syahrum Makkuradde, SE,M.Si. Ia menyebut selama ini banyak anggaran PDAM Kota Makassar dihambur-hamburkan untuk kegiatan tidak penting.

Pengakuan blak-blakan itu disampaikan Andi Syahrum saat menjadi narasumber di program Bincang Tokoh Fajar.co.id yang dipandu langsung di studio.

Dengan nada kecewa, Andi Syahrum menyebut tradisi lama direksi PDAM adalah gemar jalan-jalan ke luar negeri dengan dalih studi banding, padahal hasilnya nihil untuk masyarakat Makassar.

"Contoh direksi ke Jepang, direksi ke Filipina, ke Korea. Hasilnya juga tidak ada. Buat apa itu?" sentil Andi Syahrum dengan tegas dalam video wawancara tersebut.

Ia membeberkan bahwa setiap kali berangkat ke luar negeri, anggaran yang dikuras tidak sedikit. Pasalnya, yang berangkat bukan satu dua orang, melainkan rombongan 15 sampai 30 orang direksi dan pejabat.

Bayangkan, puluhan orang diterbangkan ke Jepang, Filipina, Korea dengan biaya tiket, hotel, dan uang saku dari uang rakyat, namun sekembalinya ke Makassar, kran air warga tetap macet dan pipa tetap bocor.

Menurut Andi Syahrum, gaya kepemimpinan seperti itu adalah gaya lama yang harus dihentikan. Permasalahan PDAM tidak akan selesai dengan foto-foto di luar negeri.

Ia menegaskan bahwa solusi permasalahan air di Makassar tidak ada di Tokyo atau Seoul, tapi ada di lorong-lorong Kota Makassar itu sendiri, di mana pipa-pipa tua tertanam sejak tahun 70-an.

Untuk itu, langkah cerdas justru ia lakukan dengan memanggil kembali para purna tugas atau pensiunan PDAM yang selama ini dilupakan.

Para pensiunan inilah yang menurutnya adalah guru dan ahli sesungguhnya. Mereka tahu persis di mana letak pipa bocor, di mana jalur buntu, karena mereka yang memasangnya puluhan tahun lalu.

"Orang Makassar pintar-pintar. Dia tahu pipa ini di mana. Tidak perlu kita ke luar negeri habis-habisan anggaran. Manfaatkan SDM yang purna, mereka ahli semua," tegasnya.

Tak hanya perjalanan luar negeri, Andi Syahrum juga menyikat habis budaya pembentukan panitia di tubuh PDAM yang dinilainya hanya menjadi ajang bagi-bagi honorarium.

Ia menyebut di PDAM sudah ada Kepala Seksi yang memang tugasnya mengerjakan kegiatan, namun anehnya setiap ada kegiatan dibentuk lagi panitia baru.

"Untuk apa ada Kepala Seksi kalau ada panitia lagi? Ada panitia lagi, semua honornya lagi. Nah untuk apa dia jadi Kepala Seksi?" kritik pedasnya yang membuat host terdiam.

Menurutnya, budaya seperti itu adalah pemborosan yang terstruktur. Anggaran yang seharusnya untuk beli pipa baru dan perbaiki meteran warga, malah habis untuk honor panitia yang kerjanya tumpang tindih.

Mulai sekarang, di bawah komandonya, ia memastikan semua anggaran siluman dan kegiatan foya-foya tersebut akan dipangkas habis tanpa ampun.

Andi Syahrum menegaskan fokusnya hanya satu, yakni mengembalikan PDAM ke khittahnya sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai biro wisata direksi.

Fokus kerja yang ia canangkan sangat jelas dan terukur: pertama perbaikan pipa, kedua penyambungan baru, ketiga meteran air, dan keempat yang paling vital adalah air baku.

"Semua yang tidak perlu kami pangkas. Kami fokus kepada pelayanan. Pipa, penyambungan baru, meteran, air baku. Jadi kami fokus. Itu pokoknya!" kuncinya.

Pernyataan tajam Plt Dirut PDAM Makassar ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi manajemen lama yang lebih doyan studi banding ke luar negeri daripada turun langsung mencium bau lumpur dan memperbaiki pipa bocor di lapangan demi rakyat Makassar.

24 Oktober 2026

Miris : Depan Pintu WC SD Inpres Tamamaung III Berantakan Dipenuhi Daun, 2 Pintu Bolong Hanya Ditempel Seng, 1 Pintu Hilang - Wali kota Harus Panggil Kepsek


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Kondisi WC di UPT SPF SD Inpres Tamamaung III Makassar semakin memprihatinkan setelah ditemukan fakta baru di lapangan yang sangat jorok.

Dari pantauan langsung tim di lokasi, tidak hanya kondisi pintunya yang rusak, namun di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun kering yang tidak pernah disapu.

Fakta ini menunjukkan bahwa kebersihan di sekitar WC yang berada di samping ujung sekolah tersebut benar-benar diabaikan dan tidak pernah diperhatikan oleh pihak sekolah.

Tiga pintu WC yang berjejer tersebut kondisinya sangat parah, satu pintu sudah tidak ada, sementara dua pintu sudah bolong dibawah hanya ditempel seng sebagai tambalan yang sangat tidak layak.

Kondisi dua pintu yang bolong dibawah hanya ditempel seng ditambah di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, menjadi bukti nyata bahwa program kebersihan Wali Kota tidak dijalankan.

Bagaimana mungkin siswa bisa nyaman menggunakan WC jika di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, ditambah dua pintu bolong bawahnya hanya ditempel seng dan satu pintu tidak ada.

Pantauan langsung di lapangan membuktikan bahwa daun-daun kering menumpuk di depan pintu WC tersebut, seolah sudah lama tidak dibersihkan oleh petugas kebersihan sekolah.

Padahal tugas menjaga kebersihan, terutama di depan pintu WC yang sangat berantakan dipenuhi daun, adalah hal paling dasar yang harus dilakukan oleh kepala sekolah.

Namun fakta di lapangan, di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, dua pintu bolong bawahnya hanya ditempel seng, dan satu pintu tidak ada, dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan.

Ironisnya ketika dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, ibu kepala sekolah mengatakan baik, padahal di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun dan dua pintu bolong hanya ditempel seng adalah fakta yang sangat memprihatinkan.

Selama menjabat, kepala sekolah dinilai gagal dalam menjaga kebersihan, terbukti di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun dan membiarkan tiga pintu WC dengan kondisi satu tidak ada dan dua bolong hanya ditempel seng.

Masyarakat pun semakin geram dan mendesak agar Pak Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham segera memanggil kepala sekolah yang mengabaikan kebersihan ini.

Harusnya Pak Wali panggil kepsek yang tidak menjalankan program Wali Kota masalah kebersihan, karena membiarkan di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, dua pintu bolong hanya ditempel seng, dan satu pintu tidak ada adalah pelanggaran terhadap program Makassar Bersih.

Sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, berita ini membuka ruang hak jawab kepada kepala sekolah, sambil menunggu ketegasan Pak Wali untuk memanggil kepsek yang membiarkan di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun tersebut.




Sabtu Bersih SD Inpres Kassi Makassar : Sinergi Sekolah, Kelurahan dan Masyarakat Ciptakan Lingkungan Bersih


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Semangat gotong royong mewarnai kegiatan Sabtu Bersih yang digelar di SDI Kassi, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sabtu pagi (24/10/2026).

Kegiatan kerja bakti lintas sektor ini melibatkan warga sekolah sekompleks SD Kassi dan Tamangapa, Pemerintah Kelurahan Tamangapa bersama RT/RW, LSM dan tokoh masyarakat di Kelurahan Tamangapa.

Gagasan kerja bakti ini terlaksana setelah adanya pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Tamangapa yang membahas pentingnya sinergitas dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Alhamdulillah gagasan tersebut mendapat tanggapan dan respon yang sangat cepat dari Lurah Tamangapa Muhammad Sadli, SE. M.Si, sehingga pelaksanaan kerja bakti lintas sektor sekolah dan kelurahan dapat cepat terlaksana.

Kegiatan difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah, halaman, selokan dan area sekitar kompleks sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat dan nyaman bagi peserta didik.

Para siswa, guru, orang tua, aparat kelurahan dan warga sekitar tampak antusias memungut sampah, menyapu dedaunan dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

Kepala Sekolah SDI Kassi Megawati,S.Pd menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


"Terimakasih kami sampaikan kepada Lurah Tamangapa Muhammad Sadli, SE.M.Si, Kepala Seksi Kebersihan beserta jajaran RT/RW Kelurahan Tamangapa atas kerja samanya," ujar Megawati.

Menurut Megawati, kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi karakter bagi siswa untuk peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Sementara itu Lurah Tamangapa Muhammad Sadli, SE.M.Si mengapresiasi inisiatif SDI Kassi dan berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayahnya.

"Kami dari Kelurahan Tamangapa siap mendukung penuh. Kolaborasi seperti ini sejalan dengan arahan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham untuk Makassar yang bersih dan unggul," ungkap Muhammad Sadli.

Ia menambahkan bahwa sinergitas antara sekolah, puskesmas, kelurahan dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan program pemerintah kota di tingkat bawah.

Kegiatan Sabtu Bersih di SDI Kassi ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin bulanan untuk mempererat silaturahmi dan membudayakan hidup bersih di lingkungan sekolah dan Kelurahan Tamangapa.


Diduga Simpan BAPEM di Ruang Kepala Sekolah Sebelum Dana Cair, Proses SIPLah Disinyalir Formalitas - Wakil Wali Kota Mustika Ilham Didesak Turun Tangan


MULIAIFO. COM - MAKASSAR - Hasil investigasi lapangan menemukan fakta mencengangkan terkait penyaluran Bantuan Pemerintah BAPEM untuk alat tulis kantor di Kota Makassar.

Tumpukan kardus berlabel BAPEM Bantuan Pemerintah ATK diduga sudah tersimpan rapi di dalam Ruang Kepala Sekolah salah satu sekolah negeri, padahal informasi yang dihimpun menyebutkan penyaluran dana BAPEM tersebut baru saja terealisasi.

Temuan bahwa barang disimpan di Ruang Kepala Sekolah ini menimbulkan tanda tanya besar, karena secara prosedur, pengadaan barang BAPEM wajib melalui marketplace SIPLah terlebih dahulu, bukan barang datang dulu baru proses administrasi menyusul.

Fakta di lapangan yang ditemukan justru sebaliknya, barang disinyalir sudah ada lebih dulu di dalam Ruang Kepala Sekolah sebelum proses SIPLah dilakukan, sehingga proses SIPLah diduga hanya menjadi formalitas untuk mencocokkan barang yang sudah terlanjur ada.

Praktik penyimpanan barang bantuan pemerintah di Ruang Kepala Sekolah sebelum ada proses pemesanan resmi ini sangat disayangkan dan bertentangan dengan semangat transparansi yang diusung oleh sistem SIPLah.

Sistem SIPLah yang diluncurkan Kemendikbudristek sejatinya hadir untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat, transparansi harga, dan mencegah praktik monopoli rekanan, bukan untuk melegalkan barang yang sudah dikirim terlebih dahulu.

Dari hasil penelusuran lebih jauh, disinyalir ada oknum rekanan tertentu yang diduga sudah menguasai penyaluran BAPEM ATK di beberapa sekolah, sehingga menimbulkan kesan monopoli yang tidak sehat.

Kesan monopoli ini semakin menguat karena barang yang ditemukan di dalam Ruang Kepala Sekolah tersebut diduga memiliki kesamaan jenis dan pola pengiriman dengan yang ada di sekolah lain, yang mengindikasikan berasal dari satu sumber rekanan yang sama.

Padahal dalam sistem SIPLah, sekolah diberikan kebebasan penuh untuk memilih rekanan sesuai dengan kebutuhan riil, harga terbaik, dan kualitas barang, bukan berdasarkan arahan atau penunjukan tidak tertulis.

Ruang Kepala Sekolah seharusnya menjadi ruang steril yang digunakan untuk kegiatan manajerial dan pelayanan pendidikan, bukan menjadi tempat penyimpanan barang bantuan yang belum jelas status administrasinya.

Jika barang sudah disimpan di Ruang Kepala Sekolah sebelum dana cair, maka muncul pertanyaan, atas dasar apa barang tersebut bisa masuk, siapa yang memerintahkan, dan bagaimana pertanggungjawaban administrasinya.

Terkait temuan ini, publik berharap ada atensi serius dari Pemerintah Kota Makassar, khususnya dari Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang selama ini dikenal aktif mengawal isu pelayanan publik.

Sebagai Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham diharapkan tidak tinggal diam ketika ada informasi yang mencuap-cuap di masyarakat terkait dugaan penyimpangan penyaluran BAPEM yang disimpan di Ruang Kepala Sekolah ini.

Masyarakat menilai kehadiran Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham sangat penting untuk memastikan program BAPEM yang menggunakan uang negara ini berjalan sesuai aturan, transparan, dan bebas dari praktik monopoli rekanan.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi masih terus dilakukan kepada pihak sekolah terkait alasan penyimpanan barang BAPEM di Ruang Kepala Sekolah, serta kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait pengawasan proses SIPLah.

Sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, pemberitaan ini memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya kepada semua pihak terkait, termasuk kepala sekolah yang ruangannya menjadi lokasi penyimpanan, rekanan, Dinas Pendidikan, dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.

Investigasi dugaan penyimpanan barang BAPEM di Ruang Kepala Sekolah sebelum proses SIPLah ini akan terus dikawal secara profesional dan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah hingga ada keterangan resmi dari pihak berwenang.


23 Oktober 2026

Dipimpin Sugianto S.PdI. M. Pd, UPTD SPF SD Negeri Panaikang 2 Makassar Sukses Gelar Pelatihan Inovasi Sekolah Dari Masalah Jadi Prestasi


 MULUAINFO. COM - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Panaikang 2 Kota Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Sugianto, S.PdI.M.Pd. sukses menggelar Pelatihan Inovasi Sekolah pada hari Jum'at, 23 Oktober 2026 bertempat di lokasi sekolah.

Pelatihan tersebut mengusung tema inspiratif Dengan Tema Dari Masalah Menjadi Inovasi, Dari Inovasi Menjadi Prestasi yang digagas langsung oleh Kepsek Sugianto, S.PdI.M.Pd. sebagai bentuk komitmen memajukan mutu pendidikan.

Menurut Sugianto, S.PdI.M.Pd., tema tersebut mengandung filosofi bahwa setiap masalah yang dihadapi di sekolah bukanlah untuk dikeluhkan, melainkan harus diolah menjadi sebuah inovasi yang berujung pada prestasi.

Kepsek Sugianto, S.PdI., M.Pd. dalam sambutannya menegaskan bahwa inovasi sejati harus lahir dari masalah nyata di lapangan, seperti tantangan literasi, numerasi, karakter siswa, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Ia mencontohkan, dari masalah kecil seperti rendahnya minat baca siswa, jika direspon dengan inovasi pojok baca kreatif dan program literasi digital, maka akan melahirkan prestasi literasi yang membanggakan.

Pelatihan Inovasi Sekolah yang digelar Jum'at 23 Oktober 2026 ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan UPTD SPF SD Negeri Panaikang 2 dengan penuh antusias dan semangat kolaborasi.

Dalam pelatihan tersebut, Sugianto, S.PdI.,M.Pd. mengajak para guru untuk berpikir kritis dan kreatif, mengidentifikasi masalah pembelajaran, merumuskan ide inovasi, dan menyusun rencana aksi yang terukur untuk mencapai prestasi.

 Suasana pelatihan tampak meriah dan energik sebagaimana tergambar dalam banner resmi kegiatan yang menampilkan ikon lampu inovasi, roket prestasi, piala kemenangan, dan ilustrasi guru-siswa berdiskusi bersama.


Banner tersebut menjadi simbol bahwa di bawah kepemimpinan Sugianto, S.PdI., M.Pd., inovasi di SD Negeri Panaikang 2 adalah kerja kolaboratif antara kepala sekolah, guru, dan siswa, bukan kerja individu.

Dari pantauan MuliaInfo.com, UPTD SPF SD Negeri Panaikang 2 di bawah nahkoda Sugianto, S.PdI. M.Pd. memang dikenal sebagai salah satu SD Negeri yang aktif dan progresif dalam berbagai kegiatan peningkatan mutu di Kota Makassar.

Kepsek Sugianto, S.PdI.,M.Pd. berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti sebagai teori di atas kertas, tetapi diimplementasikan menjadi program nyata seperti inovasi media pembelajaran, inovasi ekstrakurikuler, dan inovasi karakter.

Ia optimis dengan adanya pelatihan ini, UPTD SPF SD Negeri Panaikang 2 akan mampu melahirkan berbagai karya inovasi unggulan yang bisa menjadi percontohan bagi SD lain dan meningkatkan prestasi sekolah di tingkat Kota Makassar hingga nasional.

Orang tua siswa memberikan apresiasi tinggi kepada Kepsek Sugianto, PdI.,M.Pd. yang dinilai sangat inovatif dan peduli terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, sehingga anak-anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik.

Masyarakat sekitar juga menyambut positif kegiatan tersebut karena menunjukkan bahwa sekolah negeri di bawah kepemimpinan Sugianto, S.PdI. M.Pd. benar-benar serius mengolah masalah menjadi prestasi yang membanggakan.

MuliaInfo.com Putri Mulia Media Group memberikan apresiasi kepada Kepala UPTD SPF SD Negeri Panaikang 2 Sugianto, S.PdI. M.Pd. atas suksesnya Pelatihan Inovasi Sekolah Dari Masalah Menjadi Inovasi, Dari Inovasi Menjadi Prestasi pada Jum'at 23 Oktober 2026, dan membuka ruang publikasi untuk sekolah-sekolah inspiratif lainnya.


21 Oktober 2026

Jangan Persulit P3K - Diduga Oknum Pegawai Kepegawaian Disdik Makassar Sulit Ditemui dan Angkap Telpon Saat Urus Perpanjangan Kontrak P3K Paruh Waktu Desak Wali Kota Tindak Tegas


MAKASSAR - Media MuliaInfo.com Putri Mulia Media Group kembali menerima keluhan pelayanan publik di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar, kali ini terkait dugaan oknum pegawai di Sub Bagian Kepegawaian yang sulit ditemui saat dibutuhkan P3K Paruh Waktu untuk pengurusan berkas perpanjangan kontrak.

Keluhan tersebut datang dari sejumlah P3K Paruh Waktu yang mengaku sudah berulang kali datang ke Kantor Disdik Makassar namun pegawai yang menangani berkas perpanjangan kontrak diduga tidak berada di tempat dan sulit untuk ditemui.

Tidak hanya sulit ditemui secara langsung, pegawai tersebut juga diduga sulit mengangkat telepon dan sulit menjawab telepon saat dihubungi oleh P3K Paruh Waktu yang membutuhkan kejelasan status perpanjangan kontraknya.

Padahal pegawai di bagian kepegawaian seharusnya menjadi contoh teladan pelayanan kepegawaian di lingkup Disdik, karena tugasnya adalah melayani ribuan guru, tenaga kependidikan, dan P3K yang mengabdi di Makassar.

Berkas P3K Paruh Waktu untuk perpanjangan kontrak adalah dokumen krusial yang menentukan kelanjutan status kepegawaian, sehingga jika dipersulit akan berdampak pada psikologis dan kinerja P3K di sekolah.

Muncul pertanyaan kritis dari pelapor kepada MuliaInfo.com, apakah hanya satu orang yang menangani berkas P3K Paruh Waktu untuk perpanjangan kontrak di bawah pimpinan Kasubag Kepegawaian Disdik Makassar.

Jika memang hanya satu orang yang menangani, maka sistem tersebut dinilai tidak profesional dan tidak sesuai dengan prinsip pelayanan masyarakat yang seharusnya cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

Seorang pelapor yang enggan disebutkan namanya mengatakan dengan tegas kepada MuliaInfo.com, sebagai pelayanan masyarakat, harusnya Wali Kota tindak tegas kalau ada pegawai seperti ucapnya.

Ucapan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam P3K Paruh Waktu yang merasa tidak dilayani dengan baik padahal mereka juga adalah bagian dari ASN yang mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa di Kota Makassar.

MuliaInfo.com mencoba melakukan upaya konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak Kepegawaian Disdik Makassar melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun hingga berita  ini diturunkan belum mendapatkan jawaban resmi.

 Kasubag Kepegawaian Disdik Makassar sebagai atasan langsung yang membawahi staf tersebut diharapkan segera melakukan evaluasi dan pembinaan internal terkait dugaan sulit ditemui dan sulit menghubungi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar juga diharapkan turun tangan untuk memastikan bahwa pelayanan kepegawaian di internal Disdik berjalan sesuai SOP pelayanan publik yang telah ditetapkan Wali Kota Makassar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham yang selama ini menggaungkan Makassar MULIA dengan pelayanan publik yang responsif dan humanis, diminta warga untuk menindak tegas oknum pegawai yang diduga mempersulit pelayanan P3K.

 Karena jika dibiarkan, citra Disdik Makassar sebagai dinas yang membina guru akan tercoreng hanya karena ulah oknum yang diduga tidak disiplin dalam memberikan pelayanan kepegawaian kepada P3K Paruh Waktu.

MuliaInfo.com menegaskan pemberitaan ini bukan untuk memfitnah atau mencemarkan nama baik, melainkan menggunakan kata diduga sesuai Kode Etik Jurnalistik sebagai bentuk kontrol sosial dan hak koreksi pelayanan publik.

Kami membuka ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya kepada Kadisdik Makassar, Kasubag Kepegawaian, dan pegawai yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi resmi sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Berita investigasi tentang dugaan oknum pegawai kepegawaian Disdik Makassar yang sulit ditemui dan sulit angkat telepon saat dibutuhkan P3K Paruh Waktu perpanjangan kontrak yang di bawah pimpinan Kasubag Kepegawaian sebagai pelayanan masyarakat dan harus Wali Kota tindak tegas.