Featured Post

Jangan Kriminalisasi Kontrol Sosial

17 Agustus 2026

Jangan Kriminalisasi Kontrol Sosial


MULIAINFO. COM -  MAKASSAR--  Kemerdekaan Republik Indonesia tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan juga harus hadir dalam bentuk kebebasan menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, melakukan kontrol sosial, serta mengkritisi dugaan penyimpangan yang menyangkut kepentingan publik.

Di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pertanyaan penting patut diajukan: apakah masyarakat, khususnya penggiat antikorupsi, benar-benar merasakan kemerdekaan ketika menyuarakan dugaan penyimpangan, sementara kritik atau penyebaran informasi justru berpotensi menyeret mereka ke persoalan hukum?

Pertanyaan ini bukan sekadar kritik. Ini adalah refleksi terhadap kualitas demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.

Penggiat antikorupsi merupakan bagian dari masyarakat yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Kritik, laporan, maupun penyampaian informasi mengenai dugaan korupsi melalui media dan media sosial merupakan bentuk partisipasi publik, sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak memfitnah, serta tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

Jangan sampai orang yang menjalankan fungsi kontrol sosial justru dikriminalisasi hanya karena meneruskan sebuah pemberitaan kepada masyarakat.

Namun demikian, kebebasan tersebut bukan berarti bebas tanpa batas. Setiap orang tetap memiliki tanggung jawab terhadap informasi yang disebarluaskan. Masyarakat harus mampu membedakan antara kritik dan fitnah, antara meneruskan informasi dengan menciptakan informasi palsu, serta antara kontrol sosial dengan serangan terhadap kehormatan seseorang.

Karena itu, setiap tuduhan mengenai korupsi harus ditempatkan sebagai dugaan sampai memperoleh kepastian berdasarkan proses hukum.

Kritik masyarakat merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dalam negara demokrasi. Pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya tidak alergi terhadap kritik, terlebih kritik yang menyangkut penggunaan uang negara, kebijakan publik, pelayanan masyarakat, dan dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Jika suatu pemberitaan dianggap keliru atau merugikan pihak tertentu, terdapat mekanisme yang dapat ditempuh, termasuk hak jawab, hak koreksi, dan mekanisme penyelesaian sengketa pers sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila persoalan yang dipersoalkan memang berkaitan dengan karya jurnalistik, maka mekanisme pers semestinya menjadi salah satu jalur yang dihormati.

Jangan setiap kritik dibalas dengan ancaman hukum. Jangan setiap orang yang menyebarkan informasi langsung dicap sebagai pelaku kejahatan.

Negara harus mampu membedakan mana tindakan yang benar-benar merupakan pelanggaran hukum dan mana tindakan warga negara dalam menjalankan haknya untuk memperoleh serta menyampaikan informasi.

Hal yang paling berbahaya bagi demokrasi bukan hanya korupsi, tetapi juga ketika masyarakat mulai takut berbicara tentang dugaan korupsi.

Jika masyarakat memilih diam karena takut dilaporkan, diperiksa, atau dijerat persoalan hukum, maka fungsi kontrol sosial akan melemah.

Kemerdekaan tanpa keberanian menyampaikan kritik hanya akan melahirkan demokrasi yang sunyi.

Indonesia membutuhkan masyarakat yang berani mengawasi kekuasaan, tetapi sekaligus bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang disampaikan.

Penggiat antikorupsi bukan musuh negara. Pers bukan musuh pemerintah. Kritik juga bukan bentuk pembangkangan.

Ketiganya merupakan bagian dari checks and balances dalam negara demokrasi agar kekuasaan tetap berada dalam koridor hukum dan kepentingan rakyat.

Momentum 17 Agustus 1945–17 Agustus 2026 seharusnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar bendera yang berkibar, upacara yang berlangsung khidmat, atau pidato yang terdengar lantang.

Kemerdekaan harus tercermin dalam kehidupan masyarakat.

Rakyat harus memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat. Pers harus dapat menjalankan fungsi kontrolnya. Penggiat antikorupsi harus dapat menyampaikan kritik secara bertanggung jawab. Dan pemerintah harus siap menerima kritik sebagai bagian dari evaluasi.

Jangan sampai slogan “merdeka” hanya terdengar dalam upacara dan pidato, sementara masyarakat justru takut menyampaikan kritik karena khawatir berujung persoalan hukum.

Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat berani bersuara, masyarakat memperoleh informasi, pers dapat menjalankan fungsi kontrol, dan kritik terhadap dugaan penyimpangan dapat disampaikan secara bertanggung jawab tanpa kriminalisasi.

Jangan kriminalisasi kontrol sosial. Jangan bungkam suara kritis. Sebab ketika masyarakat takut berbicara, yang kehilangan bukan hanya kebebasan individu, tetapi juga demokrasi. (*)

Upacara Bendera HUT RI ke-81 di UPT SPF SDN LAYANG IV/72


MULIAINFO. COM -- Makassar --  Pada hari Senin, 17 Agustus 2026, UPT SPF SDN LAYANG IV/72 Makassar dengan khidmat melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Seluruh warga sekolah berkumpul di halaman sekolah sejak pagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini.

Upacara dimulai dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh petugas Paskibra dari siswa-siswi terbaik sekolah. Bendera berkibar gagah diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh guru, staf, dan seluruh siswa dengan penuh semangat kebangsaan.

Bertindak sebagai pembina upacara, salah satu guru mengenakan batik biru khas dan membacakan amanat dengan lantang. Dalam amanatnya disampaikan pentingnya meneladani semangat para pahlawan untuk terus belajar, berprestasi, dan menjaga persatuan.

Tema tahun ini adalah "Dengan Semangat Kemerdekaan, Kita Tingkatkan Prestasi dan Karakter untuk Indonesia Maju". Tema ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diisi dengan karya nyata.

Para guru dan tenaga kependidikan tampil kompak mengenakan pakaian batik biru. Mereka berdiri dengan sikap sempurna, menunjukkan teladan disiplin dan rasa cinta tanah air kepada para siswa.

Siswa-siswi SDN LAYANG IV/72 tampak rapi dengan seragam merah putih. Ada yang bertugas sebagai petugas upacara, ada pula yang mengikuti dengan tertib dari barisan. Wajah-wajah ceria mereka mencerminkan semangat "Merdeka Belajar, Merdeka Berkarya".

Rangkaian upacara berlangsung tertib dari awal hingga akhir. Tidak ada keributan. Semua mengikuti dengan khusyuk, mulai dari mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, hingga doa bersama untuk bangsa Indonesia.

Setelah upacara selesai, seluruh peserta mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama. Foto ini menjadi bukti bahwa semangat 17 Agustus masih hidup dan menyala di lingkungan sekolah dasar.

Kegiatan ini bukan hanya seremoni tahunan. Lebih dari itu, upacara menjadi ruang pendidikan karakter. Melalui upacara, anak-anak belajar tentang disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan nasionalisme sejak dini.

Pihak sekolah berharap semangat kemerdekaan ke-81 ini bisa menjadi bahan bakar bagi seluruh warga SDN LAYANG IV/72 untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik, demi mewujudkan "Indonesia Maju".

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Mari kita jaga kemerdekaan ini dengan belajar yang giat, berkarya dengan tulus, dan berkontribusi untuk bangsa. Merdeka! 🇮🇩


Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan : Dari SDN Rappojawa 71 Untuk Indonesia Maju


MULIAIFO. COM --  Makassar -- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, UPT SPF SDN RAPPOTAWA 71 menggelar Upacara Bendera pada Minggu, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat di halaman sekolah mulai pukul 07.00 WITA dengan Pembina Upacara Muh Eri Rahim, S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Sekolah.

Upacara diikuti oleh seluruh dewan guru, staf, dan peserta didik. Tema tahun ini "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" menjadi semangat utama dalam pelaksanaan kegiatan.

Dalam amanatnya, Kepala Sekolah menyampaikan 10 poin penting sebagai berikut:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah pada pagi ini kita dapat berkumpul di halaman UPT SPF SDN RAPPOTAWA 71 dalam keadaan sehat untuk memperingati HUT RI ke-81.

81 tahun Indonesia merdeka adalah bukti perjuangan para pahlawan. Kita berdiri di tanah merdeka karena pengorbanan mereka demi berkibarnya Sang Merah Putih.

Tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus diisi dengan persatuan dan kerja nyata untuk kesejahteraan rakyat.

Anak-anakku, kalian adalah penerus bangsa. Isi kemerdekaan dengan rajin belajar, disiplin, jujur, dan hormat kepada guru serta orang tua. Itu adalah bentuk cinta kalian kepada negeri.

Bapak/Ibu Guru dan Staf yang saya hormati. Mari kita jadikan SDN RAPPOTAWA 71 sebagai rumah kedua yang aman, ramah, dan penuh inspirasi untuk membentuk karakter anak.


Sebagai warga Makassar, mari kita amalkan sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainga. Saling menghargai dan saling mengingatkan dalam kebaikan adalah kunci kekuatan kita.

Di era digital, kita harus cerdas bermedia. Ajarkan anak-anak menggunakan teknologi untuk belajar dan hal positif, bukan untuk melalaikan kewajiban.

Kemerdekaan juga berarti merdeka dari kemalasan, perundungan, dan sampah. Mari jaga kebersihan sekolah agar nyaman untuk belajar.

Jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum muhasabah. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan bersama, akan menjadi perubahan besar bagi bangsa.

Akhir kata, Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Teruslah berkarya dan mengabdi.  
Merdeka! Merdeka! Merdeka!  
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Khidmat, SMPN 24 Makassar Gelar Upacara HUT RI ke- 81 Dipimpin Kepsek Ibu Rahmia, S.Ag,.M.Pd


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR, 17 AGUSTUS 2026* – SMP Negeri 24 Makassar menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 secara khidmat di halaman sekolah.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 24 Makassar, Ibu Rahmia, S.Ag., M.Pd sebagai Inspektur Upacara. Seluruh guru, staf, dan siswa hadir tepat waktu.

Peserta upacara mengenakan seragam putih-putih. Keseragaman ini mencerminkan semangat persatuan dan kesucian dalam mengisi kemerdekaan.

Petugas pengibar bendera juga tampil dengan seragam putih lengkap. Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung lancar diiringi lagu Indonesia Raya.

Dalam amanatnya, Ibu Rahmia mengajak seluruh warga sekolah meneladani semangat juang para pahlawan dengan belajar giat dan berkarakter.

"Isi kemerdekaan dengan prestasi. Jadilah siswa yang disiplin, jujur, dan punya cinta tanah air. Itu bentuk nyata penghormatan kita pada pahlawan," ujarnya.


Beliau menekankan tema HUT RI ke-81 "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" harus diwujudkan mulai dari lingkungan sekolah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, dan doa bersama untuk bangsa serta arwah para pahlawan.

Suasana hening saat mengheningkan cipta mengingatkan seluruh peserta akan besarnya pengorbanan demi kemerdekaan Indonesia.

Beberapa siswa juga menampilkan pembacaan puisi kemerdekaan dan paduan suara lagu-lagu nasional yang menambah kekhidmatan acara.

Ibu Rahmia mengapresiasi panitia dan petugas upacara atas kekompakan dan kedisiplinan yang ditunjukkan selama persiapan hingga pelaksanaan.

Menurutnya, semangat gotong royong antara guru dan siswa adalah modal penting untuk memajukan SMPN 24 dan mencerdaskan anak bangsa.

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya. SMPN 24 siap melahirkan generasi emas 2045," tegasnya.

Upacara ditutup dengan sesi foto bersama. Barisan siswa berseragam putih di bawah kibaran bendera Merah Putih menjadi simbol semangat nasionalisme SMPN 24. 🇮🇩



Khidmat dan Rapi : Upacara HUT RI ke - 81 di SDN Bulurokeng 1 Dipimpin Kepada Sekolah Zulkarnai Hidayat ,S.Pd Dengan Penyerahan Bendera Kepada Siswi


MULIAINFO. COM -- Makassar -- UPT SPF SDN Bulurokeng 1 memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan menggelar upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026. Seluruh warga sekolah hadir sejak pagi dengan penuh semangat.

Lapangan sekolah tampak gagah dengan barisan siswa-siswi yang berseragam putih-putih lengkap dengan kaos tangan putih. Penampilan rapi ini menambah kekhidmatan suasana upacara.

Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan lantang oleh seluruh peserta. Suasana nasionalisme terasa kental di setiap barisan.

Upacara tahun ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah UPT SPF SDN Bulurokeng 1, "Zulkarnai Hidayat, S.Pd,  Kehadiran beliau sebagai pembina upacara memberi wibawa tersendiri.

Dalam amanatnya, Bapak Zulkarnai Hidayat mengajak seluruh siswa untuk meneladani semangat juang para pahlawan. Beliau menekankan pentingnya belajar, disiplin, dan menjaga persatuan.

“Isilah kemerdekaan ini dengan prestasi, pesan kepala sekolah kepada seluruh siswa-siswi putih-putih berkaos tangan putih yang mendengarkan dengan tertib.


Momen paling mengharukan adalah "penyerahan Bendera Merah Putih kepada siswi secara simbolis oleh kepala sekolah. Bendera pusaka diserahkan dengan penuh penghormatan.

Siswi penerima bendera maju ke depan dengan langkah tegap. Kaos tangan putih yang dikenakannya menambah kesan resmi pada prosesi bersejarah tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi, pembacaan UUD 1945, dan doa bersama untuk bangsa dan negara. Seluruh peserta mengikuti dengan khidmat.

Petugas upacara dari kelas 5 dan 6 menjalankan tugasnya dengan disiplin. Mulai dari pengibar bendera hingga pemimpin barisan, semuanya tampil percaya diri.

Para guru dan tenaga kependidikan turut membimbing dan mengawasi jalannya upacara. Kekompakan ini menunjukkan soliditas keluarga besar SDN Bulurokeng 1.

Setelah upacara, semangat kemerdekaan dilanjutkan dengan lomba-lomba 17-an. Tawa ceria anak-anak memenuhi lapangan sekolah.

Kepala Sekolah Zulkarnai Hidayat, S.Pd menutup kegiatan dengan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta. Beliau berharap semangat kemerdekaan yang ditunjukkan 'siswa-siswi putih-putih berkaos tangan putih"terus tertanam. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!


 

Kepala Sekolah Bertugas di Karebosi, Upacara 17 Agustus di SD Negeri Panaikang II Tetap khidmat Dipimpin Guru


MULIAINFO. COM -- Makassar -- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di UPT SPF SD Negeri Panaikan II dilaksanakan dengan penuh khidmat di halaman sekolah. Meski dilaksanakan secara mandiri, semangat nasionalisme seluruh warga sekolah tetap menyala.

Tahun ini upacara sekolah tidak dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Bapak Sugianto, S.Pd.I., M.Pd mendapat amanah untuk mengikuti upacara tingkat kota di "Lapangan Karebosi mewakili lembaga.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pelaksanaan upacara di sekolah kemudian diamanahkan kepada salah satu guru. Hal ini menunjukkan kekompakan dan kepedulian seluruh tenaga pendidik dalam menyukseskan peringatan 17 Agustus.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WITA. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, guru, dan staf hadir dengan seragam putih merah lengkap serta atribut merah putih.

Petugas upacara merupakan siswa pilihan yang telah berlatih selama seminggu. Mereka menjalankan tugas sebagai pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca naskah, pembaca doa, dan dirigen dengan baik.


Rangkaian acara dibuka dengan laporan pemimpin upacara kepada pembina. Selanjutnya dilakukan pengibaran bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta.

Suasana menjadi sangat hening ketika bendera berkibar ke puncak tiang. Para siswa memberi hormat dengan sikap sempurna sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan.

Pembacaan naskah Proklamasi dan UUD 1945 disampaikan oleh perwakilan siswa dengan suara lantang dan jelas. Hal ini menambah kekhidmatan jalannya upacara.

Dalam amanatnya, guru pembina menyampaikan pesan dari Bapak Kepala Sekolah. Siswa diminta untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi, disiplin belajar, dan akhlak mulia.

Guru pembina juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari. Rajin belajar, saling menghargai, dan menjaga kebersihan sekolah adalah wujud nyata cinta tanah air.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Doa dipanjatkan agar bangsa Indonesia selalu diberi kedamaian, dan dunia pendidikan semakin maju.

Upacara ditutup dengan menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Garuda Pancasila dan 17 Agustus Tahun 45. Yel-yel semangat dari siswa membuat suasana semakin meriah.

Secara keseluruhan, upacara 17 Agustus di UPT SPF SD Negeri Panaikan II berjalan lancar dan tertib. Walaupun kepala sekolah bertugas di Karebosi, kekompakan guru dan siswa membuat kegiatan tetap berjalan sukses dan penuh makna.


Upacara HUT RI ke- 81 Dengan Semangat " Try Tunggal" : Mencerminkan Persatuan dan Kerjasama di Kompleks UPTD SPF SDN Bontoa dan Bira 1-2


MULIAINFO. COM -- Makassar -- Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dilaksanakan dengan khidmat pada hari Senin, 17 Agustus 2026 di Kompleks UPTD SPF SDN Bontoa bersama SDI Bira 1 dan SDI Bira 2.

Kegiatan tahun ini mengusung semangat "Try Tunggal" sebagai wujud tekad bersama untuk terus menjaga persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air di lingkungan sekolah.

Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WITA dengan dihadiri oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua yang turut memberikan dukungan penuh.

Petugas upacara dari perwakilan siswa SDN Bontoa dan SDI Bira tampil dengan penuh tanggung jawab. Pengibaran bendera Merah Putih berjalan lancar dan menambah rasa khidmat seluruh peserta.

Amanat pembina upacara menekankan pentingnya meneladani semangat para pahlawan. Kemerdekaan harus diisi dengan prestasi, disiplin, dan kerjasama baik di sekolah maupun di masyarakat.


Momen upacara menjadi cerminan nyata persatuan. Seluruh warga sekolah dari dua jenjang berbeda melebur dalam satu barisan, satu suara, dan satu tujuan untuk Indonesia yang lebih maju.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni, yel-yel kemerdekaan, dan berbagai lomba khas HUT RI yang telah dilaksanakan sebelumnya. Suasana penuh keceriaan dan semangat sportifitas.

Puncak acara adalah penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba HUT NKRI ke-81. Penyerahan dilakukan langsung oleh kepala sekolah didampingi dewan guru sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan partisipasi siswa.

Kerjasama yang baik terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan. Panitia, guru, orang tua, dan siswa bahu-membahu memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dari upacara hingga penyerahan hadiah dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib tanpa kendala yang berarti.

Melalui peringatan ini diharapkan nilai-nilai persatuan, kerjasama, dan nasionalisme semakin tertanam pada peserta didik. Semoga semangat "Try Tunggal" terus menjadi penggerak untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah serta bangsa.