20 Juni 2026

Kepsek Hj. S,.Pd Hamsinah UPT SPF SDI Kajenjeng Ikuti Pelatihan Pengelolaan Persampahan di Hotel Mercure


MULIAIFON. Com. Makassar -- Kepala Sekolah UPT SPF SDI Kajenjeng, Hj. S.Pd Hamsinah, mengikuti pelatihan pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Sabtu 20/6/2026. Kegiatan ini diikuti puluhan kepala sekolah SD se-Kota Makassar.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dan pegiat bank sampah. Materi utama: pemilahan sampah organik-anorganik dari sumber, prinsip 3R, dan praktik pembuatan kompos skala rumah tangga.

Hj. S.Pd Hamsinah hadir sejak sesi pembukaan sampai praktik. Beliau aktif bertanya soal cara edukasi anak SD yang masih kelas 1-3. "Anak kecil harus diajar lewat praktik, bukan ceramah panjang," ucapnya.

Menurut kepsek, masalah sampah di sekolah bukan cuma soal tong sampah. Tapi soal kebiasaan. Kalau siswa terbiasa buang bungkus jajan sembarangan, lingkungan sekolah cepat kotor walau petugas kebersihan ada tiap hari.

Setelah dapat ilmu baru, kepsek langsung susun 3 program lanjutan untuk SDI Kajenjeng. Program pertama: Bank Sampah Siswa. Nanti tiap Jumat, siswa kumpulkan botol plastik bekas. Hasil jualnya ditabung untuk kas kelas.


Program kedua: Jumat Bersih. Seluruh warga sekolah - guru, staf, siswa - turun 15 menit sebelum KBM untuk pungut sampah dan sapu halaman. Tujuannya tanamkan budaya kerja bakti sejak kecil.

Program ketiga: Lomba Kelas Adiwiyata. Tiap bulan akan dipilih 3 kelas terbersih dan terindah. Ada piala bergilir + piagam. "Anak-anak kalau ada lomba jadi semangat. Kelas jadi rapi sendiri," kata kepsek sambil tersenyum.

Pihak Hotel Mercure Makassar selaku tuan rumah mengapresiasi antusiasme para kepsek. "Kami senang sekolah mau belajar. Pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari rumah dan sekolah," ujar perwakilan hotel.

Hj. S.Pd Hamsinah menargetkan SDI Kajenjeng bisa tembus predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kecamatan tahun depan. Syaratnya sederhana: disiplin buang sampah, kurangi plastik sekali pakai, dan libatkan orang tua.

"Ilmu sudah dapat, sekarang tinggal eksekusi. Saya minta guru dan siswa kompak. Kalau semua mau bergerak dari hal kecil, insyaAllah SDI Kajenjeng jadi sekolah yang bersih, sehat, dan jadi contoh," tutup kepsek. ( Muh. Yahya )

Komitmen SDI Kassi Wujudkan Sekolah Adiwiyata Lewat Workshop 3R di Hotel Mercure


MULIAINFO. Com. SDI Kassi Makassar turut berpartisipasi dalam workshop pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar pada tanggal 20 April 2026. Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah Ibu Sukmawati, S.Pd. bersama perwakilan guru dan siswa. Suasana workshop berlangsung interaktif sejak sesi awal, dengan peserta dari berbagai sekolah dasar di Makassar.

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekolah tentang sistem pengelolaan sampah berbasis 3R: Reduce, Reuse, Recycle. Panitia ingin mendorong sekolah menjadi pelopor sekolah adiwiyata dan berwawasan lingkungan. Selain materi teori, peserta juga diajak melihat studi kasus penerapan pengelolaan sampah di hotel agar lebih aplikatif.

Kehadiran SDI Kassi menunjukkan komitmen sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Ibu Sukmawati hadir langsung untuk menyerap materi, mencatat poin penting, dan menjalin kerja sama dengan pihak hotel. Beliau juga membawa beberapa guru agar ilmu bisa langsung diteruskan ke kelas.

Narasumber membahas teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos sederhana dari sisa makanan, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi karya kreatif seperti pot bunga dan tas. Peserta juga praktik langsung memilah sampah dan membuat komposter mini yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah.

Dalam salah satu ucapannya, Ibu Sukmawati, S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Hotel Mercure. Beliau menekankan pentingnya aksi nyata setelah pelatihan agar ilmu tidak berhenti di ruang seminar. Menurut beliau, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari oleh warga sekolah.


"SDI Kassi mengikuti workshop ini karena kami percaya pendidikan lingkungan dimulai dari hal kecil. Anak-anak harus terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memilah sejak di kelas," ujar Ibu Sukmawati. Beliau menambahkan bahwa guru akan jadi teladan utama, karena anak meniru apa yang mereka lihat setiap hari di sekolah.
  
Setelah workshop, SDI Kassi akan membuat bank sampah sekolah dan pojok daur ulang di halaman belakang. Tong sampah 3 warna akan dipasang di setiap sudut sekolah untuk membiasakan siswa memilah. Program ini ditarget mulai berjalan bulan depan setelah semua guru mendapat pelatihan lanjutan.

Guru mendapat tugas menjadi duta lingkungan di kelas masing-masing dan memberi contoh langsung saat jam istirahat. Siswa dilibatkan lewat program Jumat Bersih, piket memilah sampah, dan lomba kreasi dari sampah. Dengan cara ini anak belajar tanggung jawab sambil tetap merasa kegiatan itu menyenangkan.

Pihak Hotel Mercure mendukung inisiatif SDI Kassi dengan menyediakan narasumber, modul pelatihan, dan tour ke area pengelolaan limbah hotel. Kerja sama ini jadi contoh sinergi dunia usaha dan pendidikan. Pihak hotel juga bersedia jadi mitra pembinaan jangka panjang untuk program adiwiyata SDI Kassi.

Workshop ini menjadi titik awal transformasi SDI Kassi menjadi sekolah ramah lingkungan. Ibu Sukmawati optimis langkah kecil hari ini akan berdampak besar bagi masa depan anak dan bumi. Beliau menutup dengan ajakan agar semua warga sekolah konsisten menjaga kebersihan, karena sekolah bersih adalah cerminan karakter siswa yang disiplin dan peduli. ( Mun. Yahya )

19 Juni 2026

BOS Rp5 Juta atak Bisa Bangun WC, SISWA Makassar Antre & Tahan Kencing Seharian


MULIAINFO. Com. Makassar -- Makassar, kota metropolitan kedua di Indonesia Timur, seharusnya jadi barometer pendidikan. Faktanya hari ini, ribuan siswa SD-SMP masih belajar berdesakan, duduk 3-4 orang di bangku muat 2 orang. Pemerintah kota jangan tinggal diam.

Data Dinas Pendidikan Makassar 2025 mencatat rasio siswa terhadap ruang kelas masih jomplang. Pertumbuhan penduduk tiap tahun naik 2,1%, tapi penambahan ruang kelas baru stagnan. Hasilnya: rombongan belajar "rombel" membengkak jauh melebihi standar nasional.

Standar Permendikbud jelas dan tegas: *1 rombel SD maksimal 28 peserta didik*, SMP/ maksimal 32- Lapangan menunjukkan banyak sekolah negeri memaksa 40-45 anak dalam 1 kelas. Itu artinya 1 rombel menampung 1,5 kali lipat kapasitas. Guru kewalahan, siswa kehilangan fokus. Kualitas pendidikan dikorbankan.

Tiga langkah darurat harus jadi prioritas Pemkot Makassar tahun ini. Pertama: audit rombel menyeluruh. Jangan cuma hitung jumlah sekolah, tapi hitung kepala di dalam kelas. Sekolah yang rombelnya tembus 40-45 siswa harus segera dipecah karena sudah melanggar batas 28 siswa.

Langkah kedua: percepat penambahan kelas baru. Lahan sekolah negeri di Makassar masih banyak yang kosong, tapi pembangunan DAK fisik molor. Sementara anak makin banyak lahir, ruang belajar tetap segitu-segitu saja. Kalau 1 rombel 45 anak, berarti butuh 2 ruang kelas baru biar balik ke angka 28.

Penambahan kelas bukan sekadar bangun tembok. Harus dibarengi guru, meja kursi, dan listrik. Jangan sampai ada ruang kelas baru tapi gurunya "pinjam" dari sekolah lain. Tujuannya jelas: turunkan jumlah siswa per rombel ke angka maksimal 28, bukan memindahkan masalah.

Langkah ketiga, dan ini paling memalukan: perbaikan WC sekolah. Banyak sekolah di Makassar sudah bertahun-tahun WC-nya rusak, mampet, atau jumlahnya tidak sebanding. 1 WC untuk 150 siswa? Bayangkan antreannya saat istirahat.

Ironi yang lebih dalam: sudah banyak kepala sekolah mengajukan proposal perbaikan WC rusak ke dinas terkait. Proposal masuk, data lengkap, foto kerusakan ada. Tapi sampai hari ini, satu pun belum ada yang terlaksana. Usulan mengendap, siswa tetap menderita.

Kondisi ini diperparah aturan Dana BOS. Sesuai Juknis BOS, dana itu "tidak kategori" untuk pembangunan fisik di atas Rp5 juta. Sementara bangun 1 WC baru + septictank butuh Rp20-25 juta. Rehab total 1 ruang kelas butuh Rp180 juta. Kepsek tidak bisa otak-atik BOS.

Akibatnya kepala sekolah terjebak di tengah. Usulan ke atas tidak direspons. Dana BOS tidak bisa dipakai. Kalau nekat bangun WC >Rp5 juta pakai BOS, risikonya temuan BPK dan uang dikembalikan. Pilihan pahit: diam sambil lihat siswa antre di WC rusak.

WC sekolah bukan fasilitas pelengkap. Ini soal kesehatan, martabat, dan khususnya anak perempuan. Kalau WC kotor dan tidak layak, siswa lebih pilih menahan buang air seharian. Dampaknya ke konsentrasi belajar dan risiko penyakit.

Manusia Makassar makin bertambah. Kompleks perumahan baru tumbuh cepat di pinggiran kota. Tapi fasilitas pendidikan tidak tumbuh secepat itu. Anak lahir 100, kelas baru 1. Padahal standar 28 siswa per rombel menuntut penambahan ruang yang jauh lebih cepat.

Pengingat untuk DPRD Komisi D: jangan cuma duduk di kursi empuk lalu lupa berdiri. Komisi D adalah penyambung lidah masyarakat Makassar. Fungsi pengawasan dan penganggaran harus jalan. Kawal DAK Fisik dan DAK Sanitasi agar benar-benar turun ke sekolah yang proposal WC dan kelasnya sudah mengendap bertahun-tahun.

Seorang tenaga pendidik di Makassar mengingatkan keras: "Ingat dan jangan lupa para pejabat, dari mana asalmu sehingga kamu bisa jadi pejabat dan memimpin kota ini. Dan satu lagi harus kamu ingat, jangan setelah selesai pendidikan kamu sehingga kamu lupa asalmu." Ucapnya dengan nada kecewa melihat kondisi sekolah yang tak kunjung diperbaiki.

Pendidikan adalah investasi paling murah untuk masa depan kota. Jangan sampai Makassar kalah bersaing karena anak-anaknya belajar di rombel 45 anak dan WC memprihatinkan, padahal aturan jelas: maksimal 28 siswa. Pemerintah dan DPRD jangan tinggal diam. Tiga langkah itu: rombel, kelas, WC. Kerjakan sekarang proposal yang sudah diajukan kepsek, sebelum terlambat. ( Muh.yahya )

18 Juni 2026

TIM Pembina UKS Kecamatan Manggala Perkuat Senergi Sekolah Sehat


MULIAINFO. Com. Makassar -- Pertemuan Tim Pembina UKS Kecamatan Manggala dilaksanakan hari ini, Kamis tanggal 18 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Manggala mulai pukul 09.00 WITA sampai selesai. Agenda utama pertemuan adalah evaluasi program UKS semester genap dan penguatan program kerja UKS semester depan di seluruh sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan pengurus UKS dari masing-masing kelurahan se-Kecamatan Manggala. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat sekolah-sekolah dalam membina kesehatan peserta didik melalui UKS. Diskusi berlangsung interaktif dan setiap kelurahan berkesempatan menyampaikan laporan serta kendala di lapangan.

Bapak Camat Manggala hadir langsung sebagai Pembina UKS Kecamatan Manggala. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, kelurahan, dan puskesmas untuk mewujudkan sekolah sehat. Beliau juga mengapresiasi kinerja tim UKS yang selama ini aktif melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah binaan.

"Kepala UPT SPF SDI Kajenjeng, Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd. turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran beliau mewakili sekolah dasar di wilayah binaannya. Ibu Hamsinah aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan program UKS yang sudah berjalan baik di SDI Kajenjeng, seperti dokter kecil, PHBS, dan pojok UKS.

Tidak lupa para Pembina UKS dari Puskesmas se-Kecamatan Manggala juga hadir memberikan arahan teknis. Mereka menyampaikan materi tentang 5 program pokok UKS, deteksi dini penyakit, serta cara pengisian buku UKS yang benar. Pembinaan dari puskesmas ini sangat membantu sekolah agar program UKS sesuai standar.


Dari unsur sekolah menengah, perwakilan SD dan SMP beserta pembina UKS-nya juga hadir mengikuti pertemuan. Baik SD maupun SMP saling berbagi praktik baik. SD fokus pada pembiasaan cuci tangan dan jajan sehat, sementara SMP banyak membahas konseling remaja dan UKS berbasis PIK-R.

Dalam pertemuan ini dibahas juga rencana kegiatan lomba UKS tingkat kecamatan yang akan digelar tahun ini. Setiap sekolah diminta mempersiapkan administrasi, inovasi UKS, dan kader dokter kecil terbaiknya. Lomba diharapkan menjadi motivasi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di sekolah.

Hasil pertemuan menyepakati beberapa poin penting. Pertama, semua sekolah wajib membentuk tim pembina UKS yang aktif. Kedua, jadwal pembinaan rutin dari puskesmas ke sekolah akan ditingkatkan. Ketiga, pengurus UKS kelurahan akan berkoordinasi lebih intens dengan kepala sekolah untuk monitoring berkala.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, kekeluargaan, dan penuh semangat kebersamaan. Tanya jawab berjalan dinamis karena para kepala sekolah dan pembina UKS sangat antusias. Aula Camat Manggala menjadi tempat bertukar ide demi kemajuan UKS di wilayah Kecamatan Manggala.

Dengan berakhirnya pertemuan ini, diharapkan program UKS di sekolah-sekolah Kecamatan Manggala semakin maju dan memberi dampak nyata bagi kesehatan siswa. Sinergi Camat, Puskesmas, Kepala Sekolah, dan pengurus UKS kelurahan menjadi kunci utama. Semoga target “Sekolah Sehat” dapat tercapai bersama. Aamiin. ( Muh. Yahya ) 

Pemberitahuan Kegiatan Santri Kilat Kelas 5 Bermalam di Sekolah


 MULIAINFO. Com. Makassar -- Kegiatan Santren Kilat kelas 5 di UPT SPF SD Negeri Sudirman 3 akan segera dimulai. Tahun ini acaranya spesial karena siswa akan bermalam di sekolah selama 2 hari. Tujuannya biar anak-anak lebih fokus belajar agama, merasakan suasana pesantren, dan melatih kemandirian tanpa orang tua. Selama Santren Kilat, mereka akan memperdalam bacaan Al-Qur’an, hafalan surat, dan praktik ibadah harian. Diharapkan setelah kegiatan ini siswa kelas 5 punya bekal iman, ilmu, dan akhlak yang lebih kuat.

Pelaksanaannya dimulai hari Kamis dan berakhir hari Jumat. Siswa wajib datang ke sekolah jam 4 sore hari Kamis untuk registrasi, pembagian kelompok, dan arahan tata tertib dari pembina. Keterlambatan di jam pertama akan bikin anak ketinggalan pembagian kamar/kelompok ngaji. Jadi mohon orang tua mengantar tepat waktu ya.

Karena kegiatannya bermalam, maka hari Jumat pagi sampai siang jadi puncak acara penutupan. Anak-anak akan bangun untuk shalat Tahajud, shalat Subuh berjamaah, lanjut shalat Dhuha. Setelah itu ada setoran hafalan, lomba adzan, dan tausiyah penutupan dari Ibu Faidah. Siswa yang paling disiplin, rajin ibadah, dan hafalannya lancar akan dapat penghargaan di hari penutupan.

Kegiatan dibina langsung oleh Ibu Faidah Muhidin, http://S.Pd bersama guru pendamping. Beliau akan mendampingi siswa 24 jam selama di sekolah. Mulai dari bangun tidur, wudhu, shalat, ngaji, makan, sampai tidur lagi. Cara bimbingan Ibu Faidah sabar dan kekeluargaan, jadi anak-anak merasa nyaman seperti di rumah sendiri sambil tetap disiplin.

Tempat pelaksanaannya di UPT SPF SD Negeri Sudirman 3 Makassar. Untuk tidur, siswa putra dan putri akan dipisah di ruang kelas yang sudah disiapkan kasur/lasur. Ada posko kesehatan, tempat wudhu, dan mushola yang cukup untuk semua peserta. Keamanan dijaga oleh guru piket dan satpam sekolah selama 24 jam, jadi orang tua tidak perlu khawatir.


Waktu kegiatan: Kamis jam 4 sore sampai Jumat siang setelah penutupan. Selama 2 hari 1 malam ini siswa akan full aktivitas islami. Dari sore ngaji + materi, malam qiyamul lail, pagi tahajud + subuh berjamaah, siang penutupan. Jam tidur diatur agar anak tetap sehat dan bisa ikut semua rangkaian ibadah.

Selama menginap, siswa akan belajar baca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, doa-doa harian, praktik wudhu dan shalat, plus adab tidur dan bangun ala Rasulullah. Yang belum lancar ngaji dapat bimbingan khusus sampai bisa. Suasana menginap bikin anak lebih cepat akrab dan saling tolong-menolong.

Selain ibadah, materi akhlak seperti mandiri, disiplin, tolong-menolong, dan menjaga kebersihan diasah langsung. Karena tidur di sekolah, anak belajar merapikan tempat tidur sendiri, antri wudhu, dan menjaga barang pribadi. Semua diajarkan lewat praktik, bukan hanya teori, biar langsung jadi kebiasaan.

Perlengkapan yang wajib dibawa: mukena/sarung + peci, sajadah, Al-Qur’an kecil, buku doa, baju ganti, perlengkapan mandi, sikat gigi, handuk, bantal tipis + selimut, serta obat pribadi jika ada. Untuk makan, sekolah menyediakan makan malam, sahur, dan sarapan. Orang tua cukup siapkan bekal snack dan air minum. Mohon labeli semua barang dengan nama anak.

Semoga Santren Kilat bermalam kelas 5 tahun ini lancar, aman, dan penuh berkah. Dengan menginap di sekolah, anak-anak dapat pengalaman spiritual yang tidak didapat di kelas biasa. Mari kita doakan bersama agar 2 hari 1 malam ini jadi kenangan indah dan bekal iman untuk mereka. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ( Muh. Yahya )


16 Juni 2026

Hari Pertama SPMB SDI Batua 1 Tertib & lancar, Operator Teliti Input Data


MULIAINFO. Com. Makassar  -- UPT SPF SDI Batua 1 menggelar hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Proses pendaftaran berjalan tertib dan lancar sejak pagi hingga sore.


Sejak pukul 07.00 WITA, orang tua dan calon peserta didik sudah memadati area sekolah. Petugas langsung membuka meja pendaftaran dan mengarahkan alur sesuai jalur masing-masing.


Panitia SPMB membagi tugas dengan jelas. Ada tim verifikasi berkas, tim input data, dan tim informasi. Pembagian tugas ini membuat antrean tidak menumpuk di satu titik.


alur pendaftaran yang dibuka hari pertama meliputi Afirmasi dan Mutasi. Verifikasi berkas KIP, KIS, PKH, surat pindah, dan rapor dilakukan satu per satu oleh petugas.


Kepala Sekolah Ibu Hijrah Nurjanah Husmal,S.Pd meninjau langsung jalannya pendaftaran. Beliau mengingatkan panitia agar melayani semua pendaftar dengan ramah, teliti, dan tanpa pungutan biaya.


Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd juga menyampaikan apresiasi untuk guru operator. "Guru operator sangat teliti untuk menginput data sebelum berkas dimasukkan," ucapnya.


Operator sekolah sigap menginput data pendaftar ke sistem SPMB online sesuai arahan Kepsek. Data yang masuk langsung terekam sehingga rekap kuota bisa dipantau panitia secara real time.


Ruang tunggu orang tua disiapkan dengan kursi, air minum gratis, dan tempat teduh. Hal ini membuat suasana pendaftaran lebih nyaman meski cuaca Makassar cukup terik.


Guru-guru yang bertugas sebagai panitia memberikan penjelasan detail ke orang tua. Informasi tentang berkas kurang atau jadwal tahapan selanjutnya disampaikan dengan jelas agar tidak salah paham.


 Dengan sistem yang tertata, ketelitian operator, dan arahan langsung dari Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd, hari pertama SPMB di SDI Batua 1 ditutup dengan evaluasi singkat. Panitia optimis tahapan hari berikutnya akan berjalan sama lancar. ( Muh. Yahya )



SPMB Hari Pertama SDI Kajenjeng 15 Juni 2026 : Jalur Afirmasi & Mutasi


MULIAINFO. Com. Makassar -- UPT SPF SDI Kajenjeng resmi memulai hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Fokus pendaftaran hari ini dikhususkan untuk jalur Afirmasi dan jalur Mutasi.

Sejak pukul 07.00 WITA, halaman sekolah sudah dipadati orang tua dan calon peserta didik. Panitia SPMB langsung membuka meja pendaftaran dan memisahkan alur antara jalur Afirmasi dengan jalur Mutasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd selaku Kepala Sekolah meninjau langsung proses verifikasi berkas. Beliau menekankan kepada seluruh panitia agar pelayanan untuk kedua jalur ini dilakukan dengan teliti, humanis, dan tanpa pungutan biaya.

Pada jalur Afirmasi, petugas memverifikasi dokumen KIP, KIS, PKH, serta Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan. Data dicek satu per satu untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada yang benar-benar berhak.

Sementara itu jalur Mutasi ramai didatangi siswa pindahan. Guru piket bertugas memeriksa surat pindah, rapor terakhir, dan bukti domisili. Setiap berkas langsung dikonfirmasi ke sekolah asal agar data Dapodik valid.

Ibu Kepsek Hj. Hamsinah, S.Pd menyapa para orang tua di ruang tunggu. Beliau menjelaskan bahwa SDI Kajenjeng berkomitmen memberi akses pendidikan yang adil, terutama bagi keluarga kurang mampu dan siswa yang pindah domisili.


Operator sekolah bekerja cepat menginput data pendaftar ke portal SPMB online. Hasilnya, rekapitulasi kuota jalur Afirmasi dan Mutasi bisa langsung dipantau panitia dan pengawas dari Dinas Pendidikan.

Para guru yang tergabung dalam panitia membagi tugas dengan solid. Ada yang bertugas verifikasi, input data, sampai memberi informasi. Kerjasama ini membuat antrean orang tua berjalan lancar tanpa penumpukan.

Fasilitas sekolah seperti kursi tunggu, air minum gratis, dan musholla disiapkan panitia. Bagi pendaftar jalur Mutasi yang berkasnya kurang, disediakan koperasi sekolah untuk materai dan fotokopi agar tidak perlu keluar area.

Sampai sore hari tidak ditemukan kendala teknis berarti. Beberapa berkas Afirmasi masih kurang, namun orang tua diberi waktu melengkapi sesuai jadwal. Untuk Mutasi, semua surat pindah yang masuk sudah sesuai prosedur.

Dengan dipimpin Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd dan kerja kompak guru-guru, panitia SPMB SDI Kajenjeng optimis hari pertama jalur Afirmasi dan Mutasi berjalan sukses. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan arahan lanjutan untuk hari kedua pendaftaran. ( muh.yahya )