17 Juli 2026

Tengah Disorot Kasus Jual Beli Jabatan , Kadis Pendidikan Makassar Umroh Bareng Wali Kota Tanpa PLT : 17 Kepsek Diperiksa Kejari


MULIAINFON. COM -- Makassar -- Kasus dugaan "jual beli jabatan Kepala Sekolah" di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar kini bukan lagi isapan jempol. Ini sudah masuk tahap penyidikan serius di Kejaksaan Negeri Makassar. Sejak awal Juli, tim penyidik mulai memanggil satu per satu Kepsek SD dan SMP untuk dimintai keterangan. Polanya sama: ada dugaan setoran untuk bisa duduk di kursi Kepsek. Dan puncaknya terjadi _kemarin 17 Juli 2026, sebanyak 15 Kepsek_ resmi diperiksa maraton selama 8 jam di Kantor Kejari.

 Eskalasi kasus ini semakin panas. _Hari ini 18 Juli 2026, bertambah lagi 2 Kepsek_ yang dipanggil dan diperiksa. Dengan demikian total sudah _17 Kepsek SD dan SMP_ yang berstatus saksi. Dari data yang kami himpun, 11 diantaranya Kepsek SD dan 6 Kepsek SMP. Rata-rata mereka baru dilantik dalam 6 bulan terakhir. Fokus pemeriksaan penyidik saat ini adalah menelusuri aliran dana, nominal "mahar", siapa perantara, dan siapa aktor utama yang diduga memfasilitasi.

Ironisnya, di tengah proses hukum yang memanas dan memalukan ini, nahkoda tertinggi Dinas Pendidikan justru memilih meninggalkan arena. Pada _16 Juli 2026_ tepat 1 hari sebelum pemeriksaan 15 Kepsek dimulai, Kepala Dinas Pendidikan bertolak ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh. Kepergian ini tidak ada pengumuman resmi. Tidak ada surat edaran. Guru dan Kepsek baru tahu setelah tidak ada yang tanda tangan surat.

Kejanggalan keberangkatan itu kami konfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan. Saat kami chat dan mempertanyakan, salah satu pegawai dinas menjawab: _"Ibu Kadis pergi bersama Pak Wali Kota umroh"_. Jawaban itu sekaligus membenarkan bahwa keberangkatan dilakukan bersamaan. Pertanyaannya kemudian: jika sudah diketahui akan pergi bersama pimpinan tertinggi kota, mengapa SK PLT tidak disiapkan? Mengapa 369 sekolah harus dibiarkan lumpuh tanpa pimpinan?

Yang menjadi inti persoalan adalah: tidak ada kepastian pengganti. Hingga hari ini tanggal _18 Juli 2026_, sudah 3 hari kerja, _SK PLT Kepala Dinas Pendidikan belum juga diterbitkan_ oleh Pemkot Makassar. Yang beredar dan ditempel di meja pimpinan hanya _SK PLH Sekretaris Dinas_. Padahal secara hukum dan etika pemerintahan, PLH tidak bisa mengambil keputusan strategis, mutasi, dan tanda tangan yang berkaitan dengan hukum. Artinya saat ini Dinas Pendidikan benar-benar "kosong nahkoda".

Kondisi "kosong jabatan" ini melanggar aturan yang jelas. Berdasarkan _PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS Pasal 109_ dan _Peraturan BKN No. 13 Tahun 2019_, setiap kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama lebih dari 7 hari wajib diisi dengan PLT yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. Sementara PLH hanya untuk kekosongan kurang dari 7 hari dan terbatas pada tugas rutin harian. Fakta bahwa hingga hari ini tidak ada SK PLT, maka secara administrasi negara Dinas Pendidikan Kota Makassar berada dalam status "cacat hukum" dan seluruh keputusan yang diambil bisa dibatalkan.

Dampak "kosong jabatan" ini langsung dirasakan 369 sekolah. _314 SD dan 55 SMP_ lumpuh total. Surat rekomendasi mutasi Kepsek yang sedang didalami Kejari tertahan di meja. Pencairan _Dana BOS Tahap 2_ untuk 300 ribu siswa mandek karena tidak ada yang tanda tangan SPM. Verifikasi data dapodik untuk kebutuhan penyidik juga terhambat. Staf dinas hanya bisa menjawab: "maaf pak/bu, kami tunggu arahan pimpinan". Padahal tahun ajaran baru tinggal menghitung hari.

Publik wajar bertanya dan curiga. Mengapa harus pergi tepat di saat institusinya sedang diperiksa aparat hukum? Mengapa harus pergi di saat 17 bawahan sedang diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi? Timing ini sangat tidak elok. Ini etis atau tidak? Ini bentuk pertanggungjawaban atau bentuk penghindaran? Ibadah itu mulia, tapi jangan sampai dipakai untuk "kabur" dari tanggung jawab negara.

Kami tegaskan sekali lagi dan ini penting: kami tidak anti ibadah umroh. Umroh adalah panggilan jiwa dan wajib kami hormati. Tapi seorang pejabat publik disumpah untuk mengabdi kepada negara. Ada 2 amanah yang diemban: amanah kepada Tuhan dan amanah kepada 300 ribu siswa Makassar. Keduanya tidak boleh dikorbankan. Meninggalkan jabatan strategis tanpa PLT di saat krisis sama artinya mengkhianati sumpah jabatan.

Bola panas tanggung jawab kini mengarah ke _Wali Kota Makassar_. Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian / PPK, hanya beliau yang memiliki kewenangan konstitusional untuk menandatangani SK PLT. Fakta bahwa Ibu Kadis pergi bersama beliau membuat publik berkesimpulan: keberangkatan ini pasti diketahui. Jika diketahui, kenapa SK PLT tidak diterbitkan bersamaan? Jika tidak diketahui, ini kelalaian fatal. Diamnya Wali Kota sampai hari ini sama artinya membiarkan 369 sekolah tanpa komando.

BKPSDM Kota Makassar_ juga tidak bisa cuci tangan. Sesuai tupoksi, BKPSDM wajib mengusulkan nama pejabat untuk mengisi kekosongan jabatan kepada PPK. Sampai tanggal 18 Juli 2026 tidak ada satu nama pun yang diajukan. Ada apa dengan BKPSDM? Apakah tidak ada pejabat yang layak? Atau memang sengaja dibiarkan kosong? DPRD Kota Makassar Komisi D wajib segera memanggil Kepala BKPSDM dan meminta penjelasan terbuka ke publik. Jangan sampai ada pembiaran yang terstruktur.

Sumber internal di Kejari Makassar yang kami konfirmasi menyebut, kekosongan pimpinan ini benar-benar menghambat proses penyidikan. Ada beberapa berkas penting, data kepegawaian, dan disposisi yang harus ditandatangani pimpinan dinas untuk diserahkan ke penyidik. Tapi karena tidak ada Kadis dan tidak ada PLT, berkas itu menumpuk. Artinya secara tidak langsung, kepergian tanpa PLT ini berpotensi menghambat penegakan hukum. Penyidik jadi harus menunggu, padahal waktu penyidikan terus berjalan.

Secara hukum administrasi negara, tindakan meninggalkan jabatan strategis tanpa serah terima dan tanpa PLT adalah pelanggaran serius. Ini bisa masuk kategori pelanggaran disiplin berat sesuai _PP No. 94 Tahun 2021 Pasal 3 huruf i dan j_. Sanksinya mulai dari penundaan kenaikan gaji, penurunan pangkat, hingga pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Apalagi ini dilakukan di tengah kasus besar. Inspektorat Kota Makassar wajib memeriksa apakah ada unsur kesengajaan dalam pembiaran ini.

Dari 17 Kepsek yang diperiksa Kejari, pola yang muncul makin jelas. Berdasarkan data pelantikan, 14 dari 17 Kepsek tersebut baru dilantik dalam 6 bulan terakhir. Jabatan mereka rata-rata di SD dan SMP "basah" yang dananya besar. Publik sudah lama menduga ada "mahar" untuk bisa duduk di kursi Kepsek. Angkanya bervariasi, mulai 20 juta sampai 50 juta. Jika ini terbukti, maka ini bukan sekedar pelanggaran etik. Ini kejahatan yang merusak fondasi pendidikan.

Bayangkan jika benar kursi Kepsek diperjualbelikan. Artinya mutu pendidikan kita digadaikan. Anak-anak kita dipimpin oleh orang yang jabatannya dibeli, bukan karena kompetensi. Guru-guru yang berprestasi tersingkir. Dana BOS yang harusnya untuk siswa, diduga sebagian mengalir ke "setoran". Ini adalah pengkhianatan paling biadab terhadap 300 ribu siswa Makassar. Pendidikan tidak boleh jadi komoditi.

Karena itu kami mendesak 3 lembaga untuk segera turun. _Pertama, Ombudsman RI Perwakilan Sulsel_ wajib melakukan pemeriksaan maladministrasi atas kekosongan jabatan ini. _Kedua, Inspektorat Kota Makassar_ wajib audit sistem kepegawaian dan mutasi di Dinas Pendidikan 2 tahun terakhir. _Ketiga, DPRD Kota Makassar Komisi D_ wajib menggelar RDP terbuka dengan BKPSDM, Humas, dan Kejari. Rakyat berhak tahu siapa yang melindungi siapa.

_17._ Kami ulangi: kami tidak menuduh. Kami hanya merangkai fakta. Fakta 1: 17 Kepsek diperiksa. Fakta 2: Pimpinan dinas pergi umroh. Fakta 3: Tidak ada SK PLT. Fakta 4: 369 sekolah lumpuh. Rangkaian 4 fakta ini terlalu "kebetulan" untuk disebut biasa. Publik berhak bertanya, dan pejabat publik wajib menjawab. Jangan berlindung di balik kata "sedang umroh" untuk menghindari tanggung jawab.

Sejak tanggal ..16 Juli 2026_ sampai hari ini, tidak ada satu pun surat penting yang bisa diproses di Dinas Pendidikan. Kepsek yang ingin mengadu, ingin klarifikasi, ingin mengajukan keberatan terkait pemeriksaan Kejari, semuanya mentok. Jawaban staf hanya satu: "tunggu Ibu Kadis kembali". Padahal mereka sedang berhadapan dengan hukum. Ini zolim. Ini sama saja membiarkan bawahan "tenggelam" sendirian saat bahtera sedang diterpa badai.

Ini preseden buruk untuk birokrasi Makassar. Jika pejabat boleh meninggalkan kantor seenaknya saat institusinya terseret kasus besar, maka ke depan siapa yang mau bertanggung jawab? Penegakan hukum akan selalu kalah dengan kepentingan pribadi. Citra Pemkot Makassar akan hancur di mata publik. Jangan sampai kasus ini jadi contoh bahwa "kalau ada masalah, tinggal pergi umroh".

Cukup! Sudah 3 hari kerja Dinas Pendidikan lumpuh tanpa nahkoda. Ini bukan soal ibadah. Ini soal tanggung jawab. _Wali Kota Makassar, segera terbitkan SK PLT hari ini juga_. Jangan tunggu besok. Jangan tunggu viral. _BKPSDM, segera ajukan nama_. Jangan pura-pura buta. 300 ribu siswa, ribuan guru, dan 369 sekolah tidak boleh disandera hanya karena 1 orang pergi tanpa pamit. Jika SK PLT tidak keluar dalam 24 jam ke depan, maka kami nyatakan Pemkot Makassar telah gagal melindungi hak dasar pendidikan anak-anak kota ini.

Terakhir, pesan kami. _Untuk Kejari Makassar : usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan tebang pilih, jangan pandang bulu. _Untuk Pemkot Makassar_: pulihkan marwah Dinas Pendidikan. Pecat yang bersalah, lindungi yang benar. _Untuk Rakyat Makassar_: awasi. Laporkan jika ada pungli. Karena masa depan anak-anak kita sedang dipertaruhkan di meja birokrasi yang saat ini kosong.


Resmi Ditutup MPLS ke - 5 UPT SPF SD Inpres Batua 1. Dipimpin Muhmuddin , S, Pd


 

*MAKASSAR, MULIAINFO. Com  -- UPT SPF SD Inpres Batua 1 Kota Makassar secara resmi menutup rangkaian kegiatan *Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS ke-5 pada hari ini. Kegiatan selama 5 hari ini diikuti seluruh siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Acara penutupan MPLS ke-5 berlangsung khidmat di halaman sekolah. Hadir Kepala Sekolah "MAHMUDDIN, S.Pd, Dewan Guru, Orang Tua siswa, serta seluruh peserta MPLS dengan penuh semangat.

Selama 5 hari, siswa baru dibekali berbagai materi. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, hingga program Pembentukan Karakter. Tujuannya agar siswa memiliki bekal disiplin dan akhlak sebelum masuk pembelajaran reguler.

MAHMUDDIN, S.Pd  dalam sambutan penutupannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan guru. "MPLS ke-5 ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pondasi awal pembentukan karakter anak-anak kita agar siap belajar dengan disiplin dan tanggung jawab," ujarnya.


Salah satu materi utama MPLS ke-5 adalah penanaman nilai religius dan kedisiplinan. Siswa diajarkan tentang kebersihan, sholat tepat waktu, hormat kepada guru, dan cinta kepada sekolah. Semua dikemas dengan cara menyenangkan agar mudah dipahami.

Selain materi di kelas, siswa juga diajak berkeliling mengenal setiap ruangan. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, UKS, hingga lapangan. Dengan begitu siswa baru tidak canggung dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan SD Inpres Batua 1

Guru-guru memberikan contoh langsung tentang kedisiplinan. Dari cara baris, menyanyikan lagu wajib, sampai menjaga kebersihan kelas. "Kami ingin anak-anak meniru hal baik sejak hari pertama," kata salah satu panitia MPLS.

Orang tua siswa turut mengapresiasi kegiatan MPLS ke-5 ini. Mereka menilai anak-anak jadi lebih mandiri, berani, dan mengenal lingkungan sekolah dengan baik. Ini menjadi modal penting sebelum masuk ke kegiatan belajar mengajar.

Dengan ditutupnya MPLS ke-5, maka Senin depan seluruh siswa akan masuk ke pembelajaran reguler. Pihak sekolah berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama MPLS bisa terus diterapkan dalam keseharian siswa.

MAHMUDDIN, S.Pd menegaskan komitmen *UPT SPF SD Inpres Batua 1 untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter. "Kami mendidik bukan hanya otak, tapi juga hati dan akhlak anak-anak," tutupnya. MAKASSAR, 18 JULI 2026 ( Muh. Yahya )


MPLS SD Negeri Bontoa Berjalan Aman dan Lancar, 46 Murid Baru Resmi Diterima


MULIAINFON.Com -- Makassar. UPTD SPF SD Negeri Bontoa telah sukses melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap awal tahun ajaran baru.

MPLS dilaksanakan selama 5 hari, terhitung mulai hari Senin tanggal 13 Juli 2026 sampai dengan hari Jumat tanggal 17 Juli 2026. Seluruh kegiatan dipusatkan di lingkungan sekolah dan diikuti dengan penuh antusias.

Sebanyak 46 orang murid baru terdaftar sebagai peserta MPLS tahun ini. Jumlah ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SD Negeri Bontoa sebagai lembaga pendidikan dasar yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.


Hari pertama kegiatan, Senin 13 Juli 2026, dibuka dengan suasana yang meriah dan penuh kehangatan. Para guru menyambut langsung kedatangan peserta didik baru di gerbang sekolah bersama orang tua/wali murid.

Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh peserta didik baru. Pelepasan balon menjadi simbol harapan, cita-cita, dan semangat baru dalam menempuh pendidikan di SD Negeri Bontoa.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Bapak AMRIN, S.Pd. Pemotongan pita menandakan MPLS resmi dibuka.

Dalam sambutannya, Bapak AMRIN, S.Pd menyampaikan pesan kepada seluruh murid baru agar menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Beliau menekankan pentingnya disiplin, sopan santun, semangat belajar, dan menjaga nama baik sekolah. Beliau juga mengajak orang tua untuk mendukung penuh program sekolah.

Selama 5 hari pelaksanaan, peserta diberikan berbagai materi pengenalan. Materi tersebut meliputi visi dan misi sekolah, tata tertib, pengenalan tenaga pendidik dan kependidikan, pengenalan ekstrakurikuler, pendidikan karakter, serta materi pencegahan bullying.


Selain materi di kelas, peserta didik juga diajak berkeliling untuk mengenal sarana dan prasarana sekolah. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan, UKS, hingga tempat ibadah. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Suasana MPLS dikemas dengan kegiatan yang menyenangkan. Ada ice breaking, permainan edukatif, yel-yel, dan motivasi agar tercipta kekompakan antar peserta. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh Wali Murid dan Orang Tua yang hadir memberikan dukungan.

Pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan guru, dan orang tua/wali murid atas kerja sama dan partisipasinya. Dengan berakhirnya MPLS, diharapkan 46 peserta didik baru dapat lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar, memiliki karakter yang baik, dan menjadi generasi yang berprestasi untuk mengharumkan nama SD Negeri Bontoa. ( Muh. Yahya )


Awali Dengan Sholat Dhuha SD Inpres Sambung Jawa 2, Gelar MPLS " Guru Lanjut kan Persiapan Akretadi Dipimpin IKBAL, S, Pd


MAKASSAR, MULIAINFO. Com -- Hari kelima masuk sekolah di SD Inpres Sambung Jawa 2 Kota Makassar diawali dengan kegiatan religius. Seluruh siswa kelas 1 bersama Guru Agama, JUMARDI, S.Pd.I melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah di halaman sekolah.

Pembiasaan sholat dhuha khusus kelas 1 ini merupakan bagian dari program Pembentukan Karakter sekolah. Tujuannya menanamkan nilai religius, disiplin, dan cinta ibadah sejak dini kepada peserta didik baru.

JUMARDI, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. "Kami ingin anak-anak belajar bahwa sebelum belajar dan beraktivitas, kita harus mendekatkan diri kepada Allah dulu. Semoga ilmu yang didapat berkah," ujarnya.

Setelah sholat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan "Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS.. Selama sepekan, siswa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, tata tertib, budaya sekolah, dan program-program unggulan SD Inpres Sambung Jawa 2.

MPLS tahun ini dikemas dengan nuansa pembentukan karakter. Materi yang diberikan tidak hanya pengenalan, tetapi juga tentang kedisiplinan, kebersihan, sopan santun kepada guru, dan cinta terhadap sekolah.


Usai rangkaian MPLS selesai, seluruh guru langsung bergerak cepat. Fokus beralih ke agenda penting berikutnya yaitu persiapan Akreditasi Sekolah. Ini membuktikan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

Proses persiapan akreditasi dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, IKBAL, S.Pd. Beliau membagi tugas kepada seluruh guru dan staf agar setiap komponen akreditasi dapat diselesaikan tepat waktu sesuai standar BAN-S/M.

Saat ini tim fokus pada tahap pengumpulan dan pengunggahan berkas ke sistem UPT SPF SD Inpres sambung Jawa 2, Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dokumen bukti fisik dirapikan, discan, dan diupload satu per satu. Mulai dari data pokok, kurikulum, kesiswaan, hingga sarana prasarana.

IKBAL, S.Pd sebagai kepala sekolah menegaskan bahwa semua kegiatan adalah satu kesatuan. "Dari sholat dhuha, MPLS, pembentukan karakter, sampai akreditasi. Semua kami lakukan untuk melahirkan siswa yang berakhlak, cerdas, dan sekolah yang bermutu," tegasnya.

Dengan diawali ibadah, pendidikan karakter, dan kerja tim yang solid, IKBAL, S.Pd optimis SD Inpres Sambung Jawa 2 akan semakin maju. "Kami bekerja untuk masa depan anak-anak. Semoga semua ikhtiar ini diridhoi Allah," tutupnya. MAKASSAR, 18 JULI 2026 ( Muh. Yahya )


15 Juli 2026

MPLS Hari ke - 3 UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III . Penanaman Karakter RAMAH dan Pembiasaan Baik Menuju Generasi Cerdas, Berakhlak Mulia dengan Kasih Sayang


MULIAINFO. Com -- Makassar -- Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di UPT SPF SD Inpres borong jambu III berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Cuaca yang cerah mengiringi langkah 46 orang siswa baru yang hadir tepat waktu untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan hari ini mengusung tema "RAMAH" yang menjadi salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter siswa. Tema ini dipilih agar peserta didik sejak awal mampu memahami dan mempraktikkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Materi pada jam ke-3 difokuskan pada Karakter dan Pembiasaan Baik. Para pembina menyampaikan bahwa karakter yang baik tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pembiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dalam sesi ini siswa diajak memahami makna RAMAH secara utuh. R untuk Religius, A untuk Amanah, M untuk Mandiri, A untuk Adaptif, dan H untuk Hebat. Kelima nilai tersebut dikemas dengan cara yang mudah dipahami agar dapat langsung diterapkan.

Pembiasaan baik menjadi praktik utama hari ini. Siswa dilatih untuk saling menyapa dengan senyum, mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih, serta membantu teman yang membutuhkan. Hal-hal sederhana ini diharapkan menjadi budaya sekolah yang melekat.

Suasana kelas dan halaman sekolah terasa hangat. Tidak ada lagi rasa canggung antar siswa. Mereka mulai berani berinteraksi, bekerja sama dalam kegiatan kelompok, dan saling menghargai perbedaan satu sama lain.

Penanaman nilai "Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia dengan Kasih Sayang" juga menjadi pesan utama. Para pembina menekankan bahwa kecerdasan saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan akhlak dan kepedulian kepada sesama.

Antusiasme 46 orang peserta sangat terlihat. Mereka aktif bertanya, menjawab, dan mempraktikkan setiap instruksi yang diberikan. Tidak sedikit dari mereka yang sudah mulai menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal lebih dekat visi dan misi sekolah. Dengan memahami arah pendidikan di UPT SPF SD Inpres borong jambu III, diharapkan siswa memiliki semangat belajar yang lebih kuat dan tujuan yang jelas.

Menjelang penutupan, Ibu Napiah, S.Pd selaku Kepala Sekolah memberikan arahan dan motivasi. Beliau berpesan agar seluruh siswa menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, menjaga nama baik almamater, dan terus menumbuhkan kasih sayang dalam setiap tindakan.

MPLS Hari ke-3 ditutup dengan doa bersama dan yel-yel semangat. Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan bermakna. Diharapkan nilai-nilai RAMAH dan pembiasaan baik yang ditanamkan hari ini akan terus tumbuh dan menjadi karakter utama seluruh peserta didik UPT SPF SD Inpres borong jambu III. ( Muh .Yahya )


13 Juli 2026


MULIAINFO. Com -- Makassar --Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  
Salam sejahtera untuk kita semua. Dengan penuh sukacita kami menyambut kehadiran peserta didik baru di UPT SPF SD Inpres Antang II tahun ajaran 2026/2027.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS merupakan kegiatan wajib bagi seluruh siswa baru. Tujuan utamanya adalah membantu anak-anak mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, dan aturan yang ada di SD Inpres Antang II.

Kegiatan MPLS akan dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 13 Juli 2026 sampai dengan 17 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, peserta diharapkan hadir tepat waktu dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib.

Hari pertama akan dibuka secara resmi melalui acara penyambutan peserta didik baru. Acara ini menjadi simbol awal perjalanan belajar adik-adik di sekolah kita yang tercinta.

Salah satu kegiatan pembuka yang paling ditunggu adalah pelepasan balon. Balon-balon warna-warni akan dilepaskan ke udara sebagai tanda semangat baru, harapan baru, dan cita-cita yang tinggi.


Acara penyambutan dan pelepasan balon tersebut akan dipimpin langsung oleh Kepala UPT SPF SD Inpres Antang II, Ibu *St. Zahrah Hidayat, S.Pd., M.Pd. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan penuh kepada seluruh peserta didik baru.

Selama MPLS, siswa akan diajak berkeliling lingkungan sekolah. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, UKS, lapangan, hingga mushalla. Tujuannya agar anak-anak merasa nyaman dan tidak asing lagi dengan sekolah.

Selain itu akan ada pengenalan guru, tenaga kependidikan, serta ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Adik-adik juga akan dikenalkan dengan tata tertib, program sekolah, dan budaya positif yang diterapkan di SD Inpres Antang II.

Kami mengajak orang tua/wali untuk mendukung penuh kegiatan ini. Antar dan jemput peserta tepat waktu. Pastikan anak membawa perlengkapan sesuai arahan wali kelas dan mengenakan atribut yang sudah ditentukan.

Kesehatan dan keamanan siswa adalah prioritas kami. Guru dan panitia MPLS akan mendampingi kegiatan dari awal sampai akhir. Jika ada hal penting, orang tua dapat menghubungi wali kelas masing-masing.

Mari kita jadikan MPLS ini sebagai awal yang menyenangkan. Tumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, dan sikap saling menghormati antar teman. Karena sekolah adalah rumah kedua untuk belajar dan bermain.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama orang tua/wali, kami ucapkan terima kasih.  
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ( Muh. Yahya )


Selamat Datang di Keluarga Besar SD Inpres Kejenjeng


 MULIAINFO. Com -- Makassar --Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  
Salam sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SD Inpres Kajenjeng tahun 2026.

Yang saya hormati Ibu Kepala Sekolah SD Inpres Kajenjeng, Ibu *Sukmawati, S.Pd. Yang kami hormati Bapak dan Ibu Guru, serta kakak-kak panitia MPLS yang luar biasa. Dan yang paling kami banggakan, adik-adik siswa baru yang hari ini resmi bergabung di sekolah kita.

Perkenalkan, saya [sebutkan nama] mewakili teman-teman kelas [sebutkan kelas]. Atas nama seluruh siswa SD Inpres Kajenjeng, kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik di rumah kedua kita. Selamat bergabung di keluarga besar SD Inpres Kajenjeng.

Adik-adik, hari ini adalah hari pertama kalian memulai petualangan baru. Mungkin ada yang masih gugup, masih rindu rumah, atau belum kenal teman. Tenang saja, karena mulai hari ini kita semua adalah teman. Kita akan belajar, bermain, dan tumbuh bersama.

SD Inpres Kajenjeng adalah sekolah yang penuh semangat dan kekeluargaan. Di sini ada guru-guru yang sabar membimbing, ada teman-teman yang siap membantu, dan ada banyak kegiatan seru yang bisa kalian ikuti. Kami yakin adik-adik akan betah dan bangga menjadi bagian dari sekolah ini.

Kegiatan MPLS ini bertujuan agar adik-adik bisa lebih mengenal lingkungan sekolah, aturan-aturan di sekolah, cara belajar yang baik, dan juga mengenal Bapak Ibu Guru serta kakak-kak. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya ya. Bertanya itu hebat, mencoba hal baru itu keren.

Kami kakak-kakak kelas siap menjadi teman dan kakak yang baik untuk adik-adik. Kalau adik-adik tersesat cari kelas, butuh bantuan, atau hanya ingin cerita, datang saja ke kami. Jangan malu. Di SD Inpres Kajenjeng kita belajar untuk saling tolong menolong.

Adik-adik juga harus ingat pesan dari Ibu Kepala Sekolah kita, Ibu *Sukmawati, http://S.Pd*. Beliau selalu berpesan agar kita rajin belajar, disiplin, sopan kepada guru dan teman, serta menjaga kebersihan sekolah. Mari kita wujudkan bersama pesan-pesan baik itu.

Kami berharap setelah mengikuti MPLS ini, adik-adik semakin semangat untuk belajar dan berprestasi. Raih cita-cita kalian mulai dari bangku SD ini. Jadikan SD Inpres Kajenjeng sebagai tempat untuk menumbuhkan mimpi-mimpi besar kalian.

Sekali lagi selamat datang adik-adik siswa baru. Selamat mengikuti MPLS dengan ceria dan semangat. Mari kita buat SD Inpres Kajenjeng semakin maju, kompak, dan berprestasi bersama-sama.  
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.( Muh. Yahya )