MULIAINFO. Com. Makassar -- Ledakan baru. Nama DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN disebut jelas dalam video beredar*. Spontan, *3 orang itu MULAI PANIK ALIAS CUCI TANGAN serentak*. *Korban Suriama Abe, dg. Ratu DARI AWAL SAMPAI PELANTIKAN MEMANG DEFINITIF, UKK 100-95-100 justru dilecehkan dibuang ke SD Inpres Malimongan baru Ir 2, lembo baru sapiria 90 AN siswa oleh YUNUS SANUSI GTK karena TDK punya uang 30 juta. Sementara SD NEGERI DAYA Syamsiah Kaba 2 PERIODE OPPO lagi = 3 KALI di tempat sama MELANGGAR Permen 7/2025*. “Kenapa 3 orang itu panik? Ada apa?”
Status hukum korban tak bisa dibantah: *Suriama DARI AWAL SAMPAI PELANTIKAN MEMANG DEFINITIF*. Sah secara administrasi, lulus OPPO 3 KALI sesuai Permen 7/2025. Bandingkan dengan *SD NEGERI DAYA: Syamsiah Kaba SDH 2 PERIODE, kenapa OPPO lagi di tempat yang sama? Itu artinya 3 KALI di SD NEGERI DAYA. Jelas MELANGGAR Permen 7/2025 Pasal 10. Sementara Definitif Suriama hanya di SAPIRIA 90 AN siswa karena TDK punya 30 juta untuk YUNUS SANUSI. Setelah nama DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN disebut, mereka PANIK ALIAS CUCI TANGAN*. “Ini pelecehan Definitif,” tegasnya.
Tebang pilih 3 orang ini telanjang. *DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN diduga mengatur: Definitif Suriama DARI AWAL, taat aturan, dibuang ke SD Inpres Malimongan baru Ir 2, lembo sapiria = KORBAN. SD NEGERI DAYA 2 PERIODE, OPPO lagi = 3 KALI MELANGGAR, MALAH UNTUNG*. “Saya *DEFINITIF DARI AWAL* kok dibuang ke SD Inpres Malimongan baru. Dia 3 kali melanggar di *SD NEGERI DAYA* kok aman? Setelah *3 orang disebut nama langsung PANIK ALIAS CUCI TANGAN. Pasti ada yang ditutup,” tanyanya geram.
Modus 3 orang terbongkar: telepon dan dugaan bayar. Korban Definitif Suriama Abe dg.Ratu, S,Pd,. M pd, ditelepon langsung YUNUS SANUSI GTK: “Siapkan Rp30 juta kalau mau aman.” SD NEGERI DAYA Syamsiah Kaba juga ditelepon*. *Korban menduga keras SD NEGERI DAYA SDH BAYAR 30 JUTA ke YUNUS SANUSI* sehingga Definitif Suriama hanya SD Inpres Malimongan baru, sementara dia bisa 3 KALI di SD NEGERI DAYA*. ALPHIAN jadi eksekutor SK, DEWAS PDAM jadi backing. Begitu nama DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN disebut video, 3 orang langsung PANIK ALIAS CUCI TANGAN.
Kejanggalan pidana muncul. “Saya DARI AWAL SAMPAI PELANTIKAN MEMANG DEFINITIF. TDK diberi tahu oleh YUNUS SANUSI. Anehnya lagi, bukti percakapan dan chat disuruh hapus,” beber korban Definitif*. Perintah hapus chat diduga dari *YUNUS SANUSI. Setelah *nama DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN disebut dan video viral, 3 orang MULAI PANIK ALIAS CUCI TANGAN. “Itu namanya menghilangkan barang bukti. 3 orang panik karena 3 KALI di SD NEGERI DAYA itu melanggar, dan saya Definitif hanya di SD Inpres Malimongan baru Ir 2 lembo saparia,” kunci Suriama.
Kebobrokan 3 orang makin jelas. *DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN* justru *melantik PLT umur 56+ jadi Definitif*, padahal *Permen 7/2025 Pasal 10 tegas melarang*. Ironisnya, *Definitif asli Suriama DARI AWAL SAMPAI PELANTIKAN* malah *dibuang ke SAPIRIA 90 AN*. “Aturan tajam ke Definitif taat, tumpul ke PLT 56+. *3 orang ini main pilih kasih*,” kecam *korban*. Setelah disebut nama, *3 orang langsung PANIK ALIAS CUCI TANGAN*.
Teriakan korban Definitif: “Saya KORBAN DEFINITIF DARI AWAL SAMPAI PELANTIKAN* dilecehkan *YUNUS SANUSI, ALPHIAN, DEWAS PDAM dibuang ke SD Inpres Malimongan baru Ir 2, lembo sapiria 90 AN Siswanya. SD NEGERI DAYA 3 KALI MELANGGAR Permen malah MALAH UNTUNG. Sekarang 3 orang PANIK ALIAS CUCI TANGAN* karena video beredar. Kalau tidak bersalah, kenapa panik?” bentaknya keras. *Definitif* seharusnya dilindungi, bukan dibuang.
Korban berjatuhan. Bukan hanya Suriama. Ada *guru Definitif lain jadi KORBAN ulah DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN* tidak dilantik tanpa alasan jelas. Polanya sama: *yang TDK punya 30 juta dibuang ke sekolah kecil seperti SD Inpres Malimongan baru Ir 2, lembo sapiria 90 siswa, SD NEGERI DAYA* kebal aturan. Ini sindikat. 3 orang ini atur semua. Setelah disebut nama langsung PANIK*,” ungkap Suriama.
Pola mafia jabatan 3 orang terbaca jelas. Rumusnya: DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN = Atur kursi Kepsek. Punya/Dugaan bayar 30 juta = SD NEGERI DAYA 3 KALI, MELANGGAR Permen, MALAH UNTUNG. TDK punya 30 juta = kepsek Suriama Abe dg. Ratu KORBAN, DILECEHKAN*. “Ini bukan mutasi. Ini jual beli. Buktinya setelah nama 3 orang disebut langsung PANIK ALIAS CUCI TANGAN,” tuding korban Definitif.
Peran ALPHIAN paling fatal. Ia yang *menandatangani SK mutasi Definitif Suriama ke SD Inpres Malimongan baru Ir 2, lembo sapiria 90 siswa atas perintah *YUNUS SANUSI. Ia juga yang meloloskan *SD NEGERI DAYA 3 KALI* di tempat sama. Begitu nama ALPHIAN disebut video, ALPHIAN langsung PANIK ALIAS CUCI TANGAN* dan menghilang. “ALPHIAN eksekutor lapangan 3 orang ini*. Dia tahu semua. Makanya paling panik,” kunci Suriama.
DEWAS PDAM* tidak bisa lepas tangan. Ia diduga backing kuat SD NEGERI DAYA sehingga bisa *3 KALI di tempat sama MELANGGAR Permen*. Ia juga ikut menekan Definitif Suriama ke SAPIRIA 90 AN*. Begitu nama DEWAS PDAM disebut video, DEWAS PDAM langsung PANIK ALIAS CUCI TANGAN* dan bungkam ke media. “*DEWAS PDAM itu otaknya 3 orang ini*. Tanpa dia, *YUNUS SANUSI* dan *ALPHIAN* tidak berani,” beber *korban*.
'Korban Definitif menunjuk: “Saya KORBAN karena DEFINITIF DARI AWAL SAMPAI PELANTIKAN, hanya di SAPIRIA 90 AN* ulah *YUNUS SANUSI, ALPHIAN, DEWAS PDAM*. *3 orang itu sekarang PANIK ALIAS CUCI TANGAN* karena takut chat 30 juta kebongkar. Saya minta keadilan, bukan uang.” *SAPIRIA 90 AN* jadi simbol pelecehan terhadap *Definitif taat aturan*.
Teriakan terakhir korban: “*YUNUS SANUSI*, jangan hapus chat. Itu barang bukti. *ALPHIAN, DEWAS PDAM, jangan *PANIK CUCI TANGAN lagi. Hadapi. Audit *SD NEGERI DAYA 3 KALI* sekarang juga. *Kembalikan Definitif dari SAPIRIA 90 AN*.” Ia desak *3 orang* bertanggung jawab, bukan kabur.
Desakan hukum menguat. Korban desak *Kejari Makassar + Inspektorat Kota + BKN*: “Periksa *DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN*. Kenapa setelah disebut nama langsung *PANIK ALIAS CUCI TANGAN? Sita HP mereka. Selidiki aliran 30 juta. *Batalkan SK SD NEGERI DAYA 3 KALI* karena melanggar Permen 7/2025. *Pulihkan Definitif Suriama di tempatkan SD Inpres Malimongan baru Ir 2, Lembo SAPIRIA 90 AN siswa
Sampai berita ini tayang, *DEWAS PDAM, YUNUS SANUSI, ALPHIAN* bungkam 1000 bahasa. Tim Sorot kawal. *Catat Tegas: 3 ORANG DISEBUT = PANIK ALIAS CUCI TANGAN = INDIKASI SALAH. DEFINITIF DARI AWAL = KORBAN SAPIRIA 90 AN. SD NEGERI DAYA 3 KALI = MELANGGAR PERMEN 7/2025. INI HARUS DIBONGKAR. ( Muh. Yahya )








