31 Agustus 2026

Warkop Jadi " Kantor" Baru Sekcam Dan Lurah Panakkukang Pelayan Warga Terabaikan


MULIAIFO. COM -- MAKASSAR -- Pemandangan yang tidak seharusnya terjadi kembali mencuat di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Sekretaris Camat Sangkarang bersama sejumlah lurah kedapatan sering berkumpul di sebuah warkop pada jam kerja. 

Bukannya berada di kantor melayani warga, para pejabat kecamatan ini justru lebih sering terlihat duduk santai sambil ngopi. Foto kebersamaan mereka di warkop sudah beredar dan menjadi sorotan warga.

Padahal tugas lurah dan sekcam sangat jelas. Mereka adalah ujung tombak pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Surat pengantar, bantuan sosial, hingga penyelesaian masalah warga seharusnya jadi prioritas utama.

Ironisnya, saat warga antre di kantor kelurahan mencari pelayanan, para pemimpin wilayahnya malah asyik nongkrong. Kehadiran mereka di warkop bukan sekali dua kali, tapi sudah menjadi kebiasaan.

Warga Panakkukang mengaku kecewa. "Mau urus surat susah, mau ketemu lurah tidak ada. Ternyata ada di warkop," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Keluhan ini bukan tanpa dasar. Bukti foto yang beredar memperlihatkan dengan jelas para pejabat itu berkumpul, tertawa, dan menghabiskan waktu di luar jam yang seharusnya untuk bekerja.

Perilaku ini bertentangan langsung dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Pak Wali berulang kali menegaskan bahwa ASN dan pejabat wilayah harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi dan kelompok.

"Cuma kepentingannya di pikir, sementara tugas sebagai lurah dan sekcam diabaikan," kata warga lain menirukan pernyataan Pak Wali. Kalimat itu kini terasa sangat relevan dengan kondisi di lapangan.

ika pimpinan kecamatan saja abai, bagaimana mungkin pelayanan di tingkat bawah bisa berjalan baik. Staf kelurahan tentu akan meniru apa yang dilakukan atasannya.

Warkop memang tempat yang wajar untuk bersosialisasi. Tapi ada tempat dan waktunya. Ketika jam kerja tiba, kantor harus jadi rumah kedua bagi abdi negara.

 Publik berhak bertanya, untuk apa gaji dan tunjangan diberikan jika tugas pokoknya ditinggalkan. Apakah ngopi bersama lebih penting daripada mengurus administrasi warga?

Fenomena ini juga mencoreng nama baik Kecamatan Panakkukang. Padahal Panakkukang adalah salah satu kecamatan pusat di Makassar dengan volume pelayanan yang sangat tinggi setiap hari.

Dinas terkait dan Inspektorat Kota Makassar seharusnya tidak menutup mata. Pengawasan melekat harus diperkuat agar kejadian seperti ini tidak terus berulang.

angan sampai kepercayaan warga kepada pemerintah kecamatan luntur hanya karena segelintir pejabat yang tidak disiplin. Rakyat butuh pelayan, bukan pejabat yang susah dicari.

Kini bola ada di tangan Pemkot Makassar. Apakah akan ada teguran, pembinaan, atau sanksi tegas. Warga Panakkukang menunggu. Karena bagi mereka, kantor bukan di warkop. Kantor tetap di kelurahan dan kecamatan.


29 Agustus 2026

Pekerjaan Rapih Sekolah di SD Inpres Tello Baru Berjalan Sesuai Standar K3


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Pelaksanaan pekerjaan di lingkungan sekolah saat ini menjadi perhatian penting, terutama dalam hal kerapihan, keamanan, dan keselamatan. Salah satu contohnya dapat dilihat di SD Inpres Tello Baru.

Proyek yang sedang berjalan di sekolah tersebut difokuskan pada pemasangan pagar pengaman. Pagar ini dipasang untuk melindungi area sekolah dan memastikan aktivitas siswa tetap aman selama proses pembangunan berlangsung.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pekerjaan pemasangan pagar sudah dikerjakan dengan rapih. Pemasangan dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Material yang digunakan juga memenuhi standar kualitas. Hal ini menunjukkan komitmen pelaksana proyek untuk menghasilkan pekerjaan yang tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tahan lama dan aman digunakan.

Aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan. Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap selama berada di area proyek.

Jenis APD yang digunakan meliputi helm proyek, rompi keselamatan, sepatu safety, dan sarung tangan. Kelengkapan ini diterapkan secara konsisten oleh seluruh tim pekerja.



Kedisiplinan penggunaan APD tersebut tidak lepas dari peran pengawas lapangan. Setiap hari sebelum pekerjaan dimulai, pengawas selalu memberikan arahan dan himbauan terkait pentingnya keselamatan.

Himbauan yang disampaikan pengawas bukan sekadar formalitas. Para pekerja terlihat menaati dan mempraktikkan aturan tersebut dengan baik selama jam kerja.

Kondisi ini mencerminkan bahwa
 sosialisasi K3 di lapangan berjalan efektif. Tidak ditemukan adanya pekerja yang mengabaikan penggunaan perlengkapan keselamatan.

Selain faktor manusia, penataan area kerja juga sudah rapih. Material bangunan disimpan di tempat yang aman, jalur lalu lintas pekerja dijaga, dan area rawan diberi rambu peringatan

Penataan yang baik ini penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan juga untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.

Koordinasi antara pihak sekolah, pengawas, mandor, dan pekerja juga berjalan dengan lancar. Setiap kendala yang muncul langsung diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Dukungan dari pihak sekolah sangat membantu kelancaran proyek. Pihak sekolah memberikan akses dan informasi yang dibutuhkan sehingga pekerjaan bisa berjalan tanpa menghambat proses belajar siswa.

Hingga saat ini belum ditemukan pelanggaran berat terkait K3. Seluruh kegiatan masih berjalan sesuai aturan dan standar yang ditetapkan oleh instansi terkait.

Secara keseluruhan, pekerjaan di SD Inpres Tello Baru sudah dilaksanakan dengan rapih, disiplin, dan sesuai prosedur. Dengan pengawasan yang konsisten dan kepatuhan pekerja, diharapkan proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang berkualitas dan aman.

Sabtu Sehat: Senam Bersama Siswa-Siswi UPTD SD Inpres Galangan Kapal II Guna Wujudkan Generasi Sehat Dan Berprestasi


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Sabtu, 29 Agustus 2026 menjadi hari yang cerah bagi keluarga besar UPTD SD Inpres Galangan Kapal II. Sejak pagi halaman sekolah sudah ramai dengan semangat siswa-siswi yang mengenakan seragam olahraga.

Kegiatan rutin "Sabtu Sehat" kembali dilaksanakan sebagai wujud komitmen sekolah dalam membudayakan hidup sehat sejak dini. Senam bersama dipilih karena mudah diikuti semua usia dan menyenangkan.

Acara dimulai tepat pukul 07.30 WITA. Barisan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 sudah rapi di lapangan, didampingi oleh bapak dan ibu guru. Musik ceria mengiringi suasana pagi itu.

Kepala UPTD SD Inpres Galangan Kapal II, Bapak Zainal Abidin, S.Pd, turut hadir dan membuka kegiatan secara langsung. Beliau menyampaikan bahwa sehat itu investasi penting untuk prestasi belajar.

Dalam sambutannya, Bapak Kepsek mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya rajin belajar, tetapi juga rajin bergerak. "Tubuh yang sehat akan mendukung otak yang cerdas," pesan beliau.

Senam dimulai dengan pemanasan ringan. Gerakan demi gerakan diikuti dengan semangat oleh anak-anak. Tawa dan sorak sorai terdengar saat instruktur memandu gerakan yang energik.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kebugaran jasmani, tetapi juga menumbuhkan disiplin, kekompakan, dan rasa tanggung jawab. Siswa belajar antre, mendengarkan aba-aba, dan bekerja sama.

Para guru juga ikut turun langsung ke lapangan. Kebersamaan antara guru dan siswa dalam bergerak bersama menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pendinginan dan minum air putih bersama. Hal ini untuk membiasakan hidrasi yang cukup setelah berolahraga.

Bapak Zainal Abidin, S.Pd, menutup kegiatan dengan mengapresiasi semangat seluruh siswa dan guru. Beliau berharap "Sabtu Sehat" terus konsisten dilaksanakan setiap minggu.

Dengan selesainya senam bersama ini, diharapkan siswa-siswi UPTD SD Inpres Galangan Kapal II semakin sehat, bugar, dan siap mengikuti pembelajaran dengan semangat baru. Sabtu Sehat, badan kuat, prestasi hebat!



Dewan Guru dan Tendik SDN Bontoa Validasi KOSP dan CP 2026-2027,Dipimpin Kepsek Amri, S.Pd


MULIANFO. COM -- MAKASSAR -- UPTD SPF SD Negeri Bontoa Kecamatan Tamalanrea menggelar kegiatan rapat dewan guru dan tenaga kependidikan pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di ruang kelas 6 dan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Amri, S.Pd.

Rapat ini menjadi agenda penting awal tahun pelajaran untuk memastikan seluruh perangkat pembelajaran siap digunakan. Fokus utama pembahasan adalah koreksi dan validasi terhadap Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau KOSP dan Capaian Pembelajaran atau CP.

Amri, S.Pd dalam pembukaannya menyampaikan bahwa KOSP dan CP merupakan arah dan tolok ukur dalam pelaksanaan pembelajaran selama satu tahun ke depan. Dokumen tersebut harus selaras dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik sekolah.

Seluruh guru mata pelajaran dan wali kelas dibagi dalam kelompok kecil untuk menelaah kembali rumusan CP setiap fase. Tujuannya agar indikator, tujuan pembelajaran, dan asesmen yang disusun lebih terukur dan mudah diimplementasikan di kelas.

Selain KOSP dan CP, rapat juga membahas kelengkapan administrasi guru dan tenaga kependidikan untuk Tahun Pelajaran 2026-2027. Mulai dari program tahunan, program semester, RPP, modul ajar, daftar nilai, hingga jurnal pembelajaran.

Kepsek Amri, http://S.Pd menekankan pentingnya tertib administrasi. Menurutnya, administrasi yang rapi bukan untuk formalitas, tetapi untuk membantu guru memantau proses belajar siswa dan menjadi bahan evaluasi sekolah.

Dalam sesi diskusi, para guru menyampaikan kendala dan masukan terkait pelaksanaan kurikulum tahun lalu. Beberapa strategi pembelajaran berdiferensiasi dan pemanfaatan media sederhana menjadi catatan untuk ditingkatkan pada TP 2026-2027.

Tenaga kependidikan juga mendapat arahan khusus terkait administrasi umum, inventaris, surat-menyurat, dan pendataan siswa. Hal ini untuk mendukung kelancaran layanan sekolah kepada peserta didik dan orang tua.

Hasil dari kegiatan koreksi dan validasi ini kemudian disepakati bersama. Dokumen KOSP dan CP yang telah direvisi akan ditetapkan dan disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah pada minggu pertama pembelajaran.

Amri, S.Pd mengapresiasi kekompakan dewan guru dan tendik yang hadir penuh pada hari Sabtu. Beliau berharap semangat kerja sama ini terus terjaga agar target mutu pembelajaran di SDN Bontoa dapat tercapai.

Dengan selesainya validasi KOSP, CP, dan administrasi guru, SDN Bontoa siap memulai Tahun Pelajaran 2026-2027 dengan arah yang jelas. Sekolah menargetkan terciptanya pembelajaran yang bermutu, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.



Gerak Cepat Kepsek Baru SDN Kaccia Kec Tamalate, Ibu Sitti Fatimah Berbaikan WC Sekolah Demi Kenyamanan Siswa


MULIAINFO.COM -- MAKASSAR --  
SDN Kaccia Kecamatan Tamalate Kota Makassar kini dipimpin wajah baru. Ibu Sitti. Fatimah, S.Pd.,M.Pd.I resmi menjabat sebagai kepala sekolah. Sejak awal menjabat, beliau langsung fokus membenahi fasilitas dasar sekolah.

Langkah pertama yang dilakukan adalah meninjau langsung kondisi WC sekolah. Menurut beliau, WC yang layak, bersih, dan aman adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi untuk seluruh peserta didik.

Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa bilik WC rusak, saluran air tidak lancar, dan kebersihan yang belum maksimal. Kondisi ini dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan siswa selama di sekolah.

Sebagai kepala sekolah berlatar pendidikan .Pd. dan M.Pd.I, Ibu Fatimah menegaskan bahwa lingkungan sehat adalah penunjang utama proses belajar.  
“Kalau fasilitas dasar saja tidak nyaman, bagaimana anak bisa fokus belajar,” tegasnya.

Gerak cepat pun dilakukan. Bersama guru piket dan petugas kebersihan, Ibu Fatimah mendata kerusakan dan kebutuhan sarana pendukung seperti air bersih, sabun cuci tangan, dan tempat sampah di area WC.

Usai pendataan, rapat koordinasi digelar bersama komite sekolah dan pihak Korwil UPT SPF Kecamatan Tamalate untuk menyamakan langkah percepatan perbaikan.


Untuk pembiayaan, Ibu Fatimah mengambil inisiatif berjuang sendiri. Perbaikan diupayakan melalui alokasi dana BOS sekolah dengan pengelolaan yang transparan. Tidak ada beban tambahan kepada wali murid.

Selain perbaikan fisik, program edukasi kebersihan juga digulirkan. Siswa dibina melalui program PHBS dan jadwal piket WC harian agar fasilitas baru dapat dijaga dan dirawat bersama.

Langkah cepat ini mendapat sambutan positif dari para guru dan tenaga kependidikan. Mereka menilai kepemimpinan Ibu Sitti Fatimah tegas, peduli, dan langsung menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.

Ibu Fatimah menargetkan perbaikan WC rampung sebelum akhir semester ini. Dengan begitu, siswa bisa menikmati fasilitas baru saat kegiatan pembelajaran semakin padat.

Pihak Kecamatan Tamalate dan Dinas Pendidikan Kota Makassar mengapresiasi langkah tersebut. Fasilitas sanitasi yang layak merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian Sekolah Sehat dan Adiwiyata.

Dengan semangat “gerak cepat, kerja nyata”, Ibu Sitti Fatimah,S.Pd.,M.Pd.I berharap SDN Kaccia tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi sekolah yang nyaman, bersih, dan sehat bagi seluruh warga sekolah.



 

Disiplin Kepala SDN Bawakaraeng 3 Dipertanyakan, Sering Telat Datang dan Cepat Pulang


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Suasana pagi di SDN Negeri Bawakaraeng 3, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, seharusnya dimulai dengan apel dan pembinaan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, rutinitas itu kerap molor. Penyebabnya: kepala sekolah yang datang terlambat.

Berdasarkan pantauan warga sekolah dan beberapa wali murid, keterlambatan bukan kejadian sekali-dua kali. Hampir setiap minggu kepala sekolah tiba di atas jam 08.00 WITA, padahal kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.30 WITA.

Keanehan lain juga muncul. Selain sering telat datang, kepala sekolah tersebut juga dikenal cepat pulang. Belum pukul 12.00 WITA, kendaraan dinasnya sudah terlihat meninggalkan halaman sekolah.

Kondisi ini membuat para guru kebingungan. Tanpa kehadiran pimpinan, rapat dadakan, pembinaan, hingga penandatanganan surat-surat penting sering tertunda berjam-jam.

Kalau ada tamu dari dinas atau orang tua murid butuh tanda tangan, kami harus nunggu. Kadang sampai besok baru bisa," ujar salah seorang guru yang enggan disebut namanya karena khawatir.

Dampaknya tidak hanya dirasakan guru. Anak-anak pun ikut kehilangan figur teladan. Upacara bendera yang seharusnya dipimpin kepala sekolah beberapa kali digantikan wali kelas.

 Beberapa wali murid mengaku kecewa. Mereka menitipkan anaknya untuk dididik dengan disiplin, tapi melihat pimpinan sekolah justru abai terhadap waktu.

"Kami datang mengantar jam 7, tapi gerbang kadang belum dibuka karena belum ada kepala sekolah. Anak-anak jadi nongkrong di luar," kata Ibu R, wali murid kelas 4.

SDN Bawakaraeng 3 sendiri merupakan salah satu sekolah negeri di pusat kota Makassar. Sekolah ini memiliki ratusan siswa dan belasan guru. Seharusnya manajemen waktu menjadi prioritas utama.

Ketika dikonfirmasi secara lisan, kepala sekolah berdalih sibuk dengan urusan administrasi di luar sekolah dan dinas. Namun alasan itu tidak menenangkan, karena terjadi berulang.

 Praktik datang terlambat dan pulang cepat jelas bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. PNS wajib hadir tepat waktu dan melaksanakan jam kerja penuh.

Komite sekolah mengaku sudah pernah menegur secara lisan. Tapi tidak ada perubahan signifikan. Teguran dianggap angin lalu.

 Para guru berharap ada evaluasi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Mereka tidak menuntut pemecatan, hanya ingin ada ketegasan agar jam kerja dipatuhi.

Jika dibiarkan, kebiasaan buruk ini dikhawatirkan menular. Disiplin guru bisa melemah, dan akhirnya mutu pendidikan di SDN Bawakaraeng 3 ikut terdampak.

Publik kini menunggu langkah nyata dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Karena sekolah yang baik dimulai dari pemimpin yang memberi contoh. Teladan tidak bisa ditunda, dan waktu mengajar anak-anak tidak bisa diganti.

28 Agustus 2026

Penyaluran Bantuan Korban Kebakaran di Kes: Tello Dari Keluarga Besar SD Inpres Antang 2


MULIAIFO. COM. - MAKASSAR -- Musibah kebakaran yang terjadi di Kecamatan Tallo beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak. Banyak rumah yang hangus terbakar dan keluarga kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

Merespons kejadian tersebut, Keluarga Besar SD Inpres Antang 2 bergerak cepat untuk menggalang bantuan. Kepedulian ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang selalu ditanamkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan penggalangan dana dan pengumpulan bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu St. Zahrah Hidayat, S.Pd., M.Pd. Beliau mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, dan peserta didik untuk ikut berpartisipasi.

Dalam waktu singkat, terkumpul berbagai jenis bantuan. Mulai dari sembako, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan bayi, hingga bantuan dana tunai yang dikumpulkan secara sukarela oleh warga sekolah.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada hari ini, 28 Agustus 2026, bertempat di lokasi terdampak kebakaran di wilayah Kecamatan Tallo. Rombongan dari SD Inpres Antang 2 disambut hangat oleh warga dan perwakilan RT/RW setempat.


Ibu St. Zahrah Hidayat dalam sambutannya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa. Beliau berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban para korban.

“Ini bukan tentang seberapa besar bantuan yang kita berikan, tetapi tentang kepedulian kita sebagai sesama manusia. Semoga Allah membalas setiap kebaikan Bapak Ibu semua,” ujar Ibu Kepsek di hadapan warga.


Proses penyaluran dilakukan secara tertib dan langsung kepada kepala keluarga yang terdampak. Setiap paket bantuan dicek dan didata agar tepat sasaran dan merata.

Para guru dan orang tua siswa yang ikut turun langsung juga memberikan dukungan moril. Mereka berbincang dengan warga, mendengarkan cerita, dan memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi ujian ini.

Warga penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. Bagi mereka, kehadiran Keluarga Besar SD Inpres Antang 2 menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dan masih banyak orang yang peduli.

Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran penting bagi peserta didik SD Inpres Antang 2. Melalui aksi nyata ini, anak-anak belajar tentang empati, solidaritas, dan pentingnya membantu sesama yang sedang kesusahan.

Ibu St. Zahrah Hidayat menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus digalakkan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter peduli dan berbagi.

Keluarga Besar SD Inpres Antang 2 mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Donasi dari orang tua, guru, dan masyarakat sekitar sangat berarti dalam meringankan beban saudara kita di Tallo.

Semoga bantuan yang telah disalurkan membawa berkah, dan semoga warga terdampak segera pulih serta dapat membangun kembali kehidupan mereka. Aamiin. Mari terus menebar kebaikan, karena sekecil apapun bantuan kita sangat berarti.