19 April 2026

21 Ketua DPD II Golkar Sulsel Nyatakan Dukungan Penuh ke Munafri Arifuddin


MULIAIFO. Com -- MAKASSAR - Partai Golkar Sulawesi Selatan menunjukkan soliditas mesin politik di tingkat daerah. Sinyal penguatan itu terlihat dari intensnya pergerakan 21 Ketua DPD II se-Sulsel yang berkumpul dalam satu forum konsolidasi. Langkah ini menegaskan posisi Sulsel sebagai salah satu basis utama Golkar di Indonesia Timur.

Konsolidasi tersebut bukan instruksi dari DPP, melainkan inisiatif kolektif yang lahir dari bawah. Pola ini dinilai lebih organik karena berangkat dari kebutuhan daerah untuk menyamakan frekuensi politik. Kehadiran 21 ketua secara lengkap tanpa ada yang absen menjadi bukti bahwa forum ini mewakili suara bulat seluruh kabupaten dan kota.

Agenda pertemuan dibuat tunggal: menyatakan dukungan terbuka secara bersama-sama. Tidak ada pembahasan lain agar pesan ke publik tetap fokus dan tidak menimbulkan spekulasi. Dukungan kolektif dipilih karena bobot politiknya lebih kuat dibanding dukungan perorangan. Dalam tradisi partai, pernyataan bersama dipakai untuk menunjukkan legitimasi sekaligus kebulatan tekad.

Langkah itu sekaligus menutup peluang manuver elite di wilayah abu-abu. Dengan pernyataan terbuka dan serentak, posisi Golkar Sulsel jadi terang. Publik dan lawan politik membaca sinyal yang sama: partai berlambang pohon beringin ini tidak memberi ruang untuk spekulasi arah dukungan.

Sosok yang mendapat dukungan bulat 21 Ketua DPD II adalah Munafri Arifuddin. Di Sulsel, ia akrab disapa Appi. Dukungan disampaikan langsung dalam forum dan disaksikan seluruh ketua yang hadir. Statusnya resmi dan menutup ruang multitafsir.

Bagi Appi, dukungan ini menjadi modal politik signifikan. Restu datang dari struktur resmi partai di semua daerah. Di struktur partai, DPD II adalah mesin yang paling paham medan. Mereka yang menggerakkan saksi, merawat konstituen, dan menjaga suara di TPS. Dapat restu dari mereka berarti dapat akses ke jaringan paling bawah yang sudah teruji.

Forum ini juga mengirim pesan politik yang jelas: barisan Golkar tingkat kabupaten dan kota sedang rapat dan satu komando. Istilah rapat merujuk pada minimnya potensi friksi atau tarik-menarik arah di internal daerah. Semua sudah berada dalam satu garis komando.

Kondisi satu komando itu krusial karena Sulsel dikenal sebagai medan politik yang dinamis. Peta koalisi sering berubah, tokoh lokal kuat, dan basis pemilih cenderung cair. Jika mesin partai tidak kompak sejak awal, Golkar rawan kehilangan momentum. Dengan barisan yang sudah terkunci, manuver politik bisa lebih cepat dieksekusi.

Ketika 21 DPD II sudah satu suara, kerja politik Golkar ke depan menjadi lebih ringan. Partai tidak perlu lagi menghabiskan energi untuk konsolidasi internal dari nol. Waktu dan tenaga bisa langsung dialihkan ke strategi pemenangan dan penggalangan di luar.

Soliditas internal tersebut dipandang sebagai bekal penting menghadapi dinamika politik Sulsel. Mulai dari kontestasi elektoral, lobi kebijakan, sampai penentuan arah koalisi. Dengan barisan yang utuh sejak awal, Golkar diyakini lebih lincah membaca perubahan peta politik dibanding jika mesin partainya masih terpecah.( Yahya )


18 April 2026

Tim Adiwiyata UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Panen Eco Enzyme, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III, 18 April 2026 - Tim Adiwiyata UPT SD Inpres Borong Jambu III melaksanakan kegiatan panen Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja keras tim Adiwiyata yang telah melakukan proses fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran selama kurang lebih 3 bulan.

Panen Eco Enzyme ini dilakukan dengan cara menyaring cairan hasil fermentasi untuk kemudian dipisahkan dari ampasnya. Cairan Eco Enzyme yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai pupuk alami, cairan pembersih ramah lingkungan, serta sebagai upaya pengurangan penggunaan bahan kimia di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah organik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada seluruh warga sekolah. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujar Kepala Sekolah, Abd Jalil, S.Pd.

Dengan kegiatan ini, UPT PF SD Inpres Borong Jambu III  menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah. Tim Adiwiyata juga berharap bahwa kegiatan ini dapat diikuti oleh sekolah lain dan masyarakat luas.

Panen Eco Enzyme ini juga dihadiri oleh guru, dan siswa-siswi UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III. Mereka semua sangat antusias dan berbangga dengan hasil kerja keras tim Adiwiyata.


Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Adiwiyata yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III telah menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program ini.

Dengan memanfaatkan limbah organik, tim Adiwiyata UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III telah membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh sekolah. Hal ini juga dapat membantu mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh sampah.

Cairan Eco Enzyme yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan kimia yang biasa digunakan di sekolah. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Kegiatan panen Eco Enzyme ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dan masyarakat luas. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III akan terus menjalankan program Adiwiyata dan meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus. ( Muh yahya)

16 April 2026

Kepala UPT SPF SD Inpres Baraya 1 Sitti Hasmi,.S.Pd.I Ikuti Bimtek Aplikasi SIDIA Bersama Forum Sekolah Adiwiyata


MULIAINFO. Com --  Makassar. BIMTEK Penyusunan Softfile & Aplikasi SIDIA" yang diselenggarakan oleh Forum Sekolah Adiwiyata. Acara berlangsung di Makassar pada tanggal 15, 16, dan 18 April 2026, bertepatan dengan hari ini.

Bimtek ini merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH No. 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Sekolah Adiwiyata. Regulasi tersebut menjadi pedoman terbaru bagi sekolah-sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Fokus utama kegiatan adalah membekali perwakilan sekolah dengan keterampilan teknis menyusun _softfile_ dokumentasi Adiwiyata. Peserta juga dikenalkan dengan Aplikasi SIDIA sebagai sistem digital untuk pelaporan dan penilaian program Adiwiyata secara terintegrasi.

Terlihat lebih dari 70an  peserta yang hadir, didominasi kepala sekolah dan admin dari berbagai wilayah. Salah satunya adalah Sitti Hasmi, S.Pd.I, Kepala UPT SPF SD Inpres Baraya 1, yang turut aktif mengikuti rangkaian bimtek dari awal hingga akhir.

Suasana forum berlangsung hangat dan akrab. Hal ini terlihat dari senyum dan pose  yang ditunjukkan banyak peserta saat sesi foto bersama. Antusiasme Ibu Sitti Hasmi dan peserta lain menandakan komitmen kuat untuk mengimplementasikan hasil bimtek di sekolah masing-masing.

Meja di depan dengan taplak merah kotak-kotak dan dua tudung saji emas memberi sentuhan budaya lokal Makassar. Elemen ini melambangkan jamuan dan keramahan tuan rumah, sekaligus mengingatkan bahwa gerakan Adiwiyata tetap berakar pada kearifan lokal.

Pengenalan Aplikasi SIDIA menjadi langkah modernisasi program Adiwiyata. Dengan sistem digital, proses pengumpulan bukti fisik, monitoring, dan evaluasi diharapkan lebih efisien, transparan, dan paperless, sejalan dengan prinsip peduli lingkungan itu sendiri.

Forum ini berperan sebagai wadah koordinasi dan berbagi praktik baik antar sekolah penggerak Adiwiyata di Makassar. Kehadiran kepala sekolah seperti Ibu Sitti Hasmi dari SD Inpres Baraya 1 memastikan pemahaman regulasi terbaru langsung sampai ke tingkat satuan pendidikan.

Setelah mengikuti bimtek 3 hari ini, peserta termasuk UPT SPF SD Inpres Baraya 1 diharapkan mampu menyusun dokumen _softfile_ sesuai standar Permen LHK terbaru. Dampaknya, proses penilaian Adiwiyata tingkat kota, provinsi, hingga nasional dapat berjalan lebih lancar dan objektif.

Kegiatan ini membuktikan bahwa gerakan Sekolah Adiwiyata di Makassar terus aktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi. Kolaborasi seluruh peserta, termasuk kontribusi dari Ibu Sitti Hasmi, S.Pd.I, adalah modal utama untuk mencetak generasi yang cerdas sekaligus cinta lingkungan. ( Muh Yahya )

Siap Ke SMP Siswa kelas 6 SD Inpres Lantebung Tuntaskan Asesmen Akhir TKA


MULIAINFO. Com --  Makassar – UPT SPF SD Inpres Lantebung melaksanakan Asesmen Akhir untuk program TKA bagi siswa Kelas 6 pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum siswa menamatkan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan asesmen dipusatkan di ruang kelas 6 yang telah ditata rapi. Ciri khas ruangannya terlihat dari langit-langit bermotif kotak-kotak merah putih serta meja kursi belajar berwarna merah yang seragam. Suasana tersebut menciptakan lingkungan yang nyaman bagi siswa untuk fokus mengerjakan soal.

Sejak pagi, para siswa kelas 6 sudah hadir dengan seragam batik sekolah dan tampak siap mengikuti asesmen. Sebelum dimulai, guru memberikan arahan teknis pengerjaan serta motivasi agar siswa mengerjakan dengan jujur, teliti, dan percaya diri.

Selama asesmen berlangsung, suasana kelas terpantau tertib. Siswa kelas 6 duduk di bangkunya masing-masing dan mengerjakan soal secara mandiri. Pengawas ruangan berkeliling secara berkala untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur.

Kepala UPT SPF SD Inpres Lantebung, *Amrah, http://S.Pd*, menyampaikan bahwa Asesmen Akhir TKA Kelas 6 ini menjadi tolok ukur capaian pembelajaran siswa selama enam tahun di sekolah dasar. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi program dan penentu kesiapan siswa ke jenjang SMP.

Menurut Amrah, http://S.Pd, pihak sekolah telah mempersiapkan asesmen ini sejak jauh hari. Mulai dari penyusunan soal berbasis kurikulum, try out, hingga penataan ruang kelas agar siswa kelas 6 merasa nyaman dan bisa mengerjakan dengan maksimal.

Menurut salah satu guru kelas 6, materi asesmen disusun berdasarkan kisi-kisi yang sudah disosialisasikan kepada siswa melalui pembelajaran rutin dan bimbingan intensif. “Anak-anak sudah terbiasa dengan tipe soal yang diujikan, jadi mereka lebih siap secara mental,” ujarnya.

Dari sisi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman penting untuk melatih konsentrasi dan tanggung jawab menjelang kelulusan. Beberapa siswa kelas 6 mengaku sempat gugup di awal, namun bisa kembali fokus setelah memahami instruksi soal dengan baik.

Pihak sekolah juga memastikan sarana prasarana pendukung asesmen berfungsi optimal. Pencahayaan ruang kelas, sirkulasi udara, serta posisi tempat duduk siswa sudah diatur agar mendukung kenyamanan selama ujian. Ini sesuai arahan Kepala Sekolah Amrah, http://S.Pd yang menekankan pentingnya menciptakan suasana ujian yang kondusif bagi siswa kelas 6.

Dengan berakhirnya Asesmen Akhir TKA Kelas 6 ini, UPT SPF SD Inpres Lantebung di bawah kepemimpinan Amrah, http://S.Pd berharap seluruh siswa memperoleh hasil terbaik sebagai bekal melanjutkan ke jenjang SMP. Sekolah berkomitmen terus mendampingi perkembangan belajar siswa hingga hari kelulusan tiba.( Muh Yahya )

Pelaksanaan TKA Literasi Numerasi di SDN Tamalanrea Berjalan Lancar, Jadi Bekal Kuat Hadapi Ujian


 MULIAINFO. Com -- Makassar, 16 April 2026- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Literasi dan Numerasi di UPT SPF SD Negeri Tamalanrea resmi berakhir pada Rabu, 16 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15-16 April 2026, berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti.

Kegiatan TKA kali ini berfokus pada simulasi numerasi bagi siswa kelas 6. Dari dokumentasi yang dihimpun, simulasi dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 pukul 08.10 dan 08.13 WITA di dua ruang kelas berbeda, dengan pengawasan langsung dari para guru.

Suasana ruang ujian terlihat kondusif. Para siswa tampak serius mengerjakan soal simulasi di meja masing-masing, sementara guru pendamping memastikan proses berjalan sesuai prosedur. Dokumentasi kegiatan dilengkapi timemark digital sebagai penjamin keaslian waktu pelaksanaan.

Kepala UPT SPF SD Negeri Tamalanrea, Hj. Darmawaty, turut hadir memantau jalannya simulasi. Kehadiran kepala sekolah menjadi bentuk dukungan penuh terhadap program peningkatan kemampuan akademik siswa, khususnya dalam menghadapi ujian yang akan datang.

Dalam arahannya, Hj. Darmawaty menekankan pentingnya pembiasaan menghadapi soal-soal berstandar TKA. Menurutnya, tryout bukan hanya mengukur kemampuan, tetapi juga melatih manajemen waktu dan ketahanan mental siswa saat ujian sesungguhnya.

Rangkaian TKA ini mencakup kegiatan tryout dan latihan mengerjakan soal-soal setipe TKA. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membekali murid kelas 6 agar lebih siap secara mental dan akademik saat pelaksanaan ujian resmi berlangsung.

Keberhasilan pelaksanaan TKA tidak lepas dari kerja sama tim. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh guru kelas 6A dan 6B serta semua pihak yang terlibat. Sinergi dan kerja keras semua unsur sekolah dinilai menjadi kunci tuntasnya seluruh rangkaian TKA Literasi dan Numerasi.

Para guru kelas 6 disebut memiliki peran sentral, mulai dari penyusunan soal latihan, pelaksanaan simulasi, hingga pendampingan intensif pasca-tryout. Hasil simulasi akan dianalisis untuk memetakan materi yang masih perlu diperkuat sebelum ujian.

Selain peran sekolah, keterlibatan orang tua juga menjadi perhatian utama. Pihak sekolah secara berkelanjutan memberikan imbauan kepada orang tua siswa untuk aktif mengawasi dan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.

Pendampingan belajar dari orang tua di rumah dinilai krusial untuk memperkuat hasil latihan di sekolah. Harapannya, dengan pembiasaan belajar yang konsisten, siswa dapat mengerjakan soal ujian secara maksimal.

Tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah agar siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamalanrea dapat meraih nilai yang bagus dan membanggakan pada saat ujian. Simulasi TKA menjadi salah satu tolok ukur kesiapan siswa sekaligus bahan evaluasi bagi guru.

Dengan berakhirnya TKA pada 16 April 2026 ini, pihak sekolah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pendampingan intensif hingga hari pelaksanaan ujian. Semangat kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua akan terus dijaga.

Seluruh civitas UPT SPF SD Negeri Tamalanrea optimis bahwa ikhtiar bersama melalui tryout, latihan soal, dan pendampingan belajar akan membuahkan hasil terbaik bagi masa depan para siswa.( Muh Yahya )

15 April 2026

Siswa Kelas VI A UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 Ikuti Asesmen Akhir TKA Bahasa Indonesia Tahun 2026


MULIAINFON. Com -- MKassar. UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 melaksanakan Asesmen Akhir Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas VI A pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tolok ukur capaian kompetensi peserta didik sebelum menamatkan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Kepala UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1, Hasdiarah Kadir, S.Pd, menyampaikan bahwa asesmen akhir ini bertujuan memetakan kemampuan literasi siswa, mulai dari membaca pemahaman, menulis, hingga menyimak. “Hasil TKA akan menjadi bahan evaluasi sekolah untuk perbaikan pembelajaran ke depan,” ujarnya saat memantau langsung pelaksanaan ujian.

Asesmen dimulai pukul 08.00 WITA dan berlangsung tertib di tiga ruang kelas. Panitia membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk memastikan pengawasan berjalan optimal dan suasana ujian tetap kondusif.

Sebelum asesmen dimulai, seluruh peserta didik diarahkan untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh wali kelas VI A. Setelah itu, pengawas membacakan tata tertib serta petunjuk umum pengerjaan soal kepada seluruh siswa.

Soal TKA Bahasa Indonesia disusun mengacu pada Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Materi yang diujikan meliputi teks informasi, teks fiksi, surat pribadi, puisi, hingga keterampilan menulis paragraf argumentasi sederhana sesuai tingkat berpikir siswa kelas VI.A

Menurut salah satu pengawas, siswa terlihat antusias dan fokus selama mengerjakan soal. Beberapa siswa bahkan mampu menyelesaikan lebih cepat dari waktu yang disediakan karena sudah terbiasa dengan bentuk soal AKM dan TKA selama simulasi sebelumnya.

Pihak sekolah telah melakukan serangkaian persiapan sejak awal semester genap. Persiapan tersebut meliputi bedah kisi-kisi, pendalaman materi, try out sebanyak tiga kali, serta pendampingan belajar tambahan di sore hari bagi siswa yang memerlukan penguatan.

Hasdiarah Kadir, S.Pd menegaskan bahwa TKA bukan sekadar ujian penentu kelulusan, melainkan alat diagnostik untuk melihat kekuatan dan kelemahan pembelajaran. “Dari hasil ini kami bisa menyusun program intervensi literasi yang lebih tepat sasaran tahun depan,” jelasnya.

Orang tua siswa turut mendukung penuh pelaksanaan asesmen. Komite sekolah membantu menyediakan konsumsi ringan dan memastikan anak-anak datang tepat waktu dengan kondisi fisik yang prima.

Selain aspek akademik, sekolah juga menekankan kejujuran dan kemandirian selama asesmen. Nilai karakter tersebut, kata kepala sekolah, sama pentingnya dengan nilai angka yang akan diperoleh siswa nantinya.

Pelaksanaan Asesmen Akhir TKA Bahasa Indonesia di UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 ditutup pukul 10.30 WITA. Lembar jawaban selanjutnya akan dikoreksi oleh tim guru dan hasilnya diumumkan bersamaan dengan rapor akhir tahun pelajaran 2025/2026. ( Muh Yahya)

Assessmen Akhir TKA dan Day Literasi siswa kelas 6 UPT SPF SDI Kassi Digelar 15 April 2026


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDI Kassi melaksanakan Assessment Akhir Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan “Day Literasi” dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 6 sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran akhir jenjang SD.

Assessment Akhir TKA bertujuan mengukur capaian kompetensi literasi dan numerasi peserta didik kelas 6 sebelum menamatkan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Hasil asesmen menjadi bahan evaluasi mutu pembelajaran sekaligus pemetaan kemampuan siswa untuk jenjang berikutnya.

Mengusung tema Day Literasi, pelaksanaan asesmen tidak hanya berfokus pada tes tertulis. Siswa juga diajak melakukan kegiatan membaca pemahaman, menulis reflektif, dan presentasi hasil baca sebagai bentuk penguatan budaya literasi di sekolah.

Peserta kegiatan adalah seluruh siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SDI Kassi Tahun Pelajaran 2025/2026. Mereka mengikuti rangkaian asesmen secara tertib di ruang kelas dengan pengawasan guru dan panitia TKA sekolah.

Pengawasan dan Penanggung Jawab
Kegiatan berada di bawah pengawasan langsung Kepala UPT SPF SDI Kassi, Sukmawati, http://S.Pd. Beliau memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai prosedur, jujur, dan mencerminkan kemampuan riil peserta didik.

Materi yang diujikan mencakup literasi membaca, literasi numerasi, dan literasi sains sesuai kisi-kisi TKA tingkat SD. Soal disusun untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pemahaman konsep dasar.

Sejak pagi, siswa-siswi kelas 6 tampak antusias mengikuti Day Literasi dan TKA. Kegiatan diawali dengan pembiasaan membaca 15 menit, dilanjutkan pengerjaan soal asesmen secara digital dan kertas sesuai sesi yang telah dijadwalkan panitia.

Guru kelas 6 bersama tim literasi sekolah berperan sebagai pengawas silang dan fasilitator kegiatan. Mereka memastikan setiap siswa mendapat arahan teknis yang jelas tanpa memberikan bantuan jawaban, demi menjaga integritas asesmen.

“Assessment ini bukan sekadar ujian, tapi cermin proses belajar selama 6 tahun. Lewat Day Literasi, kami ingin anak-anak terbiasa berpikir kritis dan cinta membaca,” ungkap Kepala UPT SPF SDI Kassi, Sukmawati, S.Pd disela kegiatan.

Hasil Assessment Akhir TKA akan dianalisis oleh tim guru untuk menyusun program penguatan kompetensi siswa. Sekolah juga akan melaporkan hasil asesmen kepada Dinas Pendidikan sebagai bagian dari pelaporan mutu pendidikan UPT SPF SDI Kassi Tahun 2026. (Muh Yahya)