30 September 2026

Hak Jawab & Pernyataan Redaksi MULIAINFO. Com Hargai Klarifikasi SD Negeri Sudirman 1 Makassar dan Putuskan Akhiri Kerja Sama


MULIAINFO.COM, MAKASSAR -Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan profesionalisme pers sesuai amanah UU Pers No. 40 Tahun 1999, Redaksi Muliainfo.com memuat hak jawab resmi dari pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar terkait pemberitaan sebelumnya.

Hak jawab ini diterima redaksi secara tertulis pada Selasa, 29 September 2026 malam, setelah pemberitaan mengenai proses konfirmasi jurnalistik selama dua hari di sekolah tersebut tayang di platform kami.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Redaksi Muliainfo.com yang telah membuka ruang hak jawab secara profesional dan memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk meluruskan informasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Dalam klarifikasinya, pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar menjelaskan bahwa adanya perbedaan informasi yang disampaikan oleh staf di lapangan murni disebabkan oleh dinamika perubahan agenda rapat yang sangat padat dalam 1-2 hari terakhir.

Dijelaskan bahwa pada hari-hari tersebut, pihak sekolah sedang menghadapi beberapa agenda penting secara bersamaan, termasuk adanya sosialisasi dan langkah mitigasi dari pihak kelurahan terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penataan parkir di kawasan sekolah.

Selain itu, pada saat yang bersamaan pihak sekolah juga sedang melakukan penyelesaian administrasi sekolah yang mendesak, yakni terkait pengelolaan kinerja guru yang harus diselesaikan dengan cepat karena memiliki batas waktu atau deadline pada hari tersebut.

Pada hari kedua, Selasa, 29 September 2026, kondisi sekolah juga mengalami pemadaman lampu, sehingga Kepala Sekolah memutuskan untuk beristirahat sejenak di mushola yang berada di samping kantor sambil menunggu kondisi kembali normal.

Pihak sekolah menegaskan bahwa begitu mendengar adanya tamu dari awak media yang mencari, Kepala Sekolah langsung memerintahkan penjaga sekolah untuk memanggil kembali awak media tersebut untuk bertemu secara langsung.

Dalam pernyataan resminya, pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar menegaskan bahwa tidak ada sedikitpun maksud atau niat untuk menghindar dari awak media ataupun memberikan keterangan yang tidak benar kepada rekan-rekan jurnalis.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa selama ini pihak sekolah sangat menghormati peran dan fungsi rekan-rekan media sebagai mitra strategis dalam dunia pendidikan dan selalu terbuka untuk bersilaturahmi serta memberikan informasi secara transparan kepada publik.

Redaksi Muliainfo.com menerima dengan terbuka hak jawab dan permohonan maaf tersebut serta mengapresiasi langkah cepat dan kedewasaan pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar dalam menyikapi pemberitaan.

Sebagai tindak lanjut dari dinamika komunikasi selama dua hari tersebut, Redaksi Muliainfo.com secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja sama publikasi dan kemitraan media dengan UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar terhitung mulai hari ini.

Keputusan ini diambil oleh redaksi sebagai bentuk evaluasi internal untuk menjaga independensi dan profesionalisme kerja jurnalistik, agar ke depan tidak terjadi lagi miskomunikasi terkait pelayanan penerimaan tamu dan tata kelola komunikasi publik.

Redaksi menegaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama ini tidak ada kaitannya dengan unsur dendam atau kebencian, murni sebagai langkah profesional agar fungsi kontrol sosial pers dapat berjalan secara lebih objektif.

Kendati kerja sama publikasi diakhiri, Redaksi Muliainfo.com tetap akan menjalankan fungsi jurnalistiknya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, termasuk tetap memberitakan prestasi positif siswa maupun kegiatan pendidikan di sekolah tersebut jika dianggap memiliki nilai berita.

Dengan diterbitkannya hak jawab dan pernyataan redaksi ini, maka persoalan miskomunikasi pada tanggal 29-30 September 2026 tersebut dinyatakan selesai dan tuntas dengan semangat kekeluargaan.

Redaksi Muliainfo.com berharap sinergi yang baik antara insan pers dan lembaga pendidikan di Kota Makassar dapat terus terjalin dengan semua pihak demi kemajuan pendidikan.


29 September 2026

Perkuat Budaya Inovasi, UPTD SPF SD Inpres Antang 2 Gelar Bimtek Kotak Cinta Bersama Ikrom Trianto


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPTD SPF SD Inpres Antang 2 kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya inovasi di lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan sukses digelarnya kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Inovasi unggulan sekolah yang diberi nama KOTAK CINTA.

Kegiatan BIMTEK ini dilaksanakan di lingkungan UPTD SPF SD Inpres Antang 2 dan diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh warga sekolah. Suasana kegiatan terlihat khidmat, tertib, dan penuh antusiasme untuk belajar hal baru demi kemajuan sekolah.

Untuk memberikan pembekalan yang maksimal, pihak sekolah menghadirkan pemateri yang berkompeten dan berpengalaman di bidang inovasi pendidikan. Pemateri tersebut adalah Bapak Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., yang dikenal aktif mendampingi berbagai inovasi sekolah di Kota Makassar.

Peserta utama dalam kegiatan ini adalah seluruh guru dan staf UPTD SPF SD Inpres Antang 2. Mereka hadir lengkap dan mengikuti setiap sesi materi dengan serius sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kompetensi diri dan kualitas layanan pendidikan kepada siswa.

Tidak hanya melibatkan internal sekolah, kegiatan BIMTEK ini juga mengundang pihak eksternal sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antar sekolah. Turut hadir sebagai undangan adalah Kepala Sekolah UPTD SPF SD Inpres Antang 2 beserta Tim Inovasi Antang I.

Kehadiran Kepala Sekolah Antang I bersama tim inovasinya memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan saling mendukung antar sekolah dalam satu gugus untuk bersama-sama maju dalam berinovasi.

Kegiatan BIMTEK ini terselenggara atas arahan dan bimbingan langsung dari Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang 2, Ibu St. Sharah Hidayat, S.Pd.,M.Pd. Beliau menjadi motor penggerak utama dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi di sekolah yang dipimpinnya.

Dalam sambutannya, Ibu St. Sharah Hidayat, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemateri serta seluruh undangan yang telah hadir. Beliau menegaskan bahwa BIMTEK ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru dalam berinovasi.


Beliau menjelaskan bahwa Inovasi KOTAK CINTA bukan sekadar nama, melainkan memiliki filosofi mendalam tentang cinta terhadap pekerjaan, cinta terhadap peserta didik, dan cinta terhadap upaya perbaikan berkelanjutan. Inovasi harus lahir dari ketulusan dan kepedulian terhadap kebutuhan siswa.

Sementara itu, dalam sesi inti, pemateri Ikrom Trianto, S.TP.,M.Kes. memaparkan materi tentang konsep dasar inovasi, cara menggali ide kreatif dari masalah di kelas, hingga teknik penyusunan laporan inovasi yang baik dan benar. Semua materi disampaikan dengan sistematis dan mudah dipahami.

Ia juga menekankan bahwa sebuah inovasi yang baik harus memenuhi tiga unsur utama, yaitu mudah diterapkan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan hasil belajar siswa. Inovasi tidak harus mahal dan canggih, tetapi harus solutif.

Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang sangat interaktif dan menyenangkan. Pemateri tidak hanya ceramah satu arah, tetapi juga memberikan contoh-contoh nyata inovasi sekolah yang telah berhasil serta mengajak peserta untuk melakukan simulasi penyusunan ide inovasi.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi momen yang paling hidup. Para guru dan staf Antang 2 serta Tim Inovasi Antang I saling bertukar pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman tentang tantangan dalam melaksanakan inovasi di sekolah masing-masing.

Kehadiran Tim Inovasi dari SD  Antang I juga menjadi ajang studi tiru dan berbagi praktik baik. Kedua sekolah sepakat untuk terus berkolaborasi dan saling menguatkan agar inovasi pendidikan di wilayah Antang semakin berkembang pesat.

Melalui kegiatan BIMTEK Inovasi KOTAK CINTA ini, diharapkan seluruh guru dan staf UPTD SPF SD Inpres Antang 2 semakin termotivasi dan memiliki bekal yang cukup untuk melahirkan karya-karya inovatif. Di bawah kepemimpinan Ibu St. Sharah Hidayat, S.Pd.,M.Pd., SD Inpres Antang 2 optimis dapat menjadi sekolah yang unggul dalam inovasi dan berdaya saing.

28 September 2026

Kepergok Diduga Bohong ? Guru SD Sudirman 1 Bilang kepsek Rapat, Padahal Terlihat Sendiri di Ruangan, Saat Di Chat Kepsek Bilang Ada Tamu


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Sekolah itu tempat belajar supaya pintar, bukan tempat belajar bohong. Namun oknum guru alias kepsek di SD kawasan Sudirman I diduga mencontohkan kebohongan tepat di depan pintu ruangannya sendiri. Jika begini pendidikan ke depannya bisa bahaya.

Kejadian janggal terjadi di salah satu SD Negeri di kawasan Sudirman I Makassar saat tim Muliainfo.com datang untuk konfirmasi jurnalistik di depan pintu ruangan kepala sekolah.

Posisi tim sudah tepat di depan pintu ruangan kepsek. Tim kemudian bertanya kepada salah satu guru yang ada di depan pintu, apakah Ibu Kepsek ada?

Salah satu guru tersebut menjawab dengan tegas, Ibu Kepsek lagi rapat. Jawaban itu disampaikan tepat di depan pintu ruangan kepsek.

Namun faktanya, ketika tim melihat ke dalam ruangannya, Ibu Kepsek hanya sendiri di dalam ruangan, tidak sedang rapat dengan siapapun dan tidak ada tamu.

Melihat kejanggalan tersebut, tim kemudian mencoba menghubungi Ibu Kepsek via chat WhatsApp untuk memastikan.

Di dalam chat, tim menyampaikan, Ibu lagi rapat ya? Namun jawaban Ibu Kepsek justru berbeda lagi, ia menjawab lagi ada tamu.

Tiga fakta dalam satu waktu yang saling bertolak belakang, guru bilang lagi rapat, mata melihat kepsek sendiri di ruangan, dan di chat kepsek bilang lagi ada tamu. Mana yang jujur?

Sekolah itu untuk belajar supaya bagaimana caranya pintar, bukan untuk tempat belajar bohong. Kalau begini modelnya, pendidikan ke depannya bisa bahaya.

Contoh saja oknum guru alias kepsek di SD kawasan Sudirman I ini. Murid setiap hari diajarkan jujur, pintar, tidak boleh berbohong, patuh dan disiplin. Tapi oknum gurunya sendiri diduga mencontohkan kebohongan secara langsung.

Kalau kepsek seperti itu dan gurunya yang pimpin, apalagi guru yang menjadi kepsek belum ada pengalaman memimpin sekolah, bagaimana sekolah mau maju dan pintar?

Jangan salahkan siswanya selama mengabdi di sekolah itu jika tidak pintar dan tidak berkarakter, karena contoh pimpinannya sendiri diduga tidak jujur. Guru adalah digugu dan ditiru.

Jangan-jangan memang sudah ada kesepakatan antara kepala sekolah dan guru, ketika ada awak media berkunjung atau bertanya harus kompak berbohong dengan alasan rapat atau ada tamu.

Untuk apa harus berbohong di depan pintu ruangan jika memang tidak ada yang ditutupi? Apa yang ditakutkan hingga harus diduga berbohong kepada awak media yang menjalankan tugas sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999?

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SD Sudirman I belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejanggalan guru bilang rapat padahal terlihat sendiri dan kepsek bilang ada tamu.

 Redaksi telah melayangkan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait dugaan oknum kepsek yang belum berpengalaman memimpin sekolah dan diduga tidak jujur tersebut. Hingga batas waktu penerbitan belum ada jawaban. Redaksi membuka hak jawab 2x24 jam sesuai UU Pers. Redaksi menegaskan berita ini adalah kontrol sosial dan menjunjung asas praduga tak bersalah.

26 September 2026

Topoksi di Perumda, Oknum Ema Diduga Keliling Sekolah dan kecamatan Sasar Revitalisasi 1 Meliar


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Dugaan penyalahgunaan wewenang proyek miliaran rupiah dari Kementerian Pusat di Kota Makassar kian terang. Oknum berinisial EMA yang diduga pejabat di Perumda Terminal Daya Makassar diduga menyasar anggaran revitalisasi sekolah senilai Rp 1 Miliar lebih dengan cara keliling dari sekolah ke sekolah.

Proyek 1 Miliar tersebut adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kemendikdasmen RI yang dananya langsung masuk ke rekening sekolah. Polanya wajib swakelola oleh P2SP dan diawasi Balai Prasarana, bukan boleh dititip rekanan. Namun sejumlah kepala sekolah mengaku didatangi oknum berinisial EMA yang keliling sekolah ke sekolah menawarkan rekanan titipan.

Modus serupa juga diduga dilakukan pada proyek Dana Kelurahan (Dakel) di 15 kecamatan. Oknum tersebut diduga keliling dari kecamatan ke kecamatan, hadir di forum rapat lurah dan menawarkan jasa pengerjaan paving, drainase, dan pagar.

Fakta terbaru yang berhasil dihimpun, oknum berinisial EMA ini diduga bukan pemain baru dalam urusan proyek kelurahan yang keliling kecamatan ke kecamatan.

Pada tahun 2024 lalu, oknum dengan inisial yang sama diduga pernah bermasalah terkait proyek di Kelurahan, Kecamatan Manggala.

Bahkan yang lebih serius, proyek di Kelurahan Kecamatan Manggala tahun 2024 tersebut informasinya diduga berujung pada pengembalian anggaran.

Dalam aturan keuangan negara, pengembalian anggaran adalah indikasi kuat adanya temuan Inspektorat atau BPK bahwa pekerjaan tidak sesuai bestek, volume kurang, atau tidak selesai sehingga harus Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

Jika benar ada pengembalian di Bitoa 2024, maka patut diduga ada persoalan serius dalam pelaksanaannya yang diduga melibatkan oknum berinisial EMA tersebut.

Tidak hanya di Kelurahan Kecamatan Manggala 2024, oknum tersebut diduga pernah bermasalah di beberapa kelurahan lain di Kota Makassar dengan modus keliling kecamatan yang hampir sama.

Jika dugaan ini benar, maka perbuatan oknum berinisial EMA bukan lagi kekhilafan, melainkan pola berulang dan sistematis, dari Bitoa 2024 yang berujung pengembalian hingga kini di 2025-2026 menyasar anggaran revitalisasi sekolah 1 Miliar dari Kemendikbud dengan cara keliling sekolah ke sekolah.

Secara regulasi, Perumda Terminal Daya adalah BUMD yang Tupoksinya mengelola terminal dan retribusi sesuai PP No 54 Tahun 2017. Tidak ada satu pasal pun yang memberi wewenang mengurus anggaran revitalisasi sekolah dari Kementerian dan Dakel. Anehnya, oknum berinisial EMA ini diduga keliling dari sekolah ke sekolah dan dari kecamatan ke kecamatan menawarkan proyek, sementara Tupoksinya jelas di Perumda. Ada apa?

Anggaran revitalisasi 1 Miliar menyangkut keselamatan nyawa ratusan siswa. Jika dikerjakan oleh rekanan titipan yang tidak kompeten, risikonya atap ambruk dan cor retak. Uang 1 Miliar dari Kementerian adalah uang keselamatan anak didik.

Pertanyaan besarnya, dari mana oknum EMA mendapatkan data sekolah penerima revitalisasi 1 M dari Kementerian yang seharusnya bersifat rahasia hingga bisa keliling sekolah ke sekolah? Diduga ada kebocoran data dari oknum internal.

Dari sisi hukum administrasi, tindakan pejabat yang melampaui wewenangnya dengan keliling sekolah dan kecamatan padahal tupoksinya di Perumda adalah cacat hukum sebagaimana diatur dalam UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Jika dalam penawaran proyek revitalisasi 1 M dan proyek Bitoa 2024 yang berujung pengembalian itu diduga ada permintaan fee atau imbalan, maka dapat masuk ranah gratifikasi dalam UU Tipikor. Namun hal ini masih memerlukan pembuktian aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, masih berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum berinisial EMA terkait keliling sekolah ke sekolah sasar anggaran revitalisasi 1 M Kemendikbud, dugaan persoalan di Kelurahan Kecamatan Manggala 2024 yang berujung pengembalian, dan dugaan keliling kecamatan sasar Dakel.

Konfirmasi juga dilayangkan kepada Direksi Perumda Terminal Daya, Dinas Pendidikan, Balai Prasarana Kemendikbud, Inspektorat, dan pihak Kelurahan kecamatan manggala. Namun hingga batas waktu penerbitan belum memberikan jawaban. Redaksi membuka hak jawab 2x24 jam sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999.

Publik menunggu ketegasan Walikota Makassar, Inspektorat, dan Kejari Makassar untuk tidak hanya mengaudit anggaran revitalisasi sekolah tahun ini yang diduga disasar oknum yang keliling sekolah ke sekolah, tetapi juga membuka kembali arsip pengembalian proyek di Kelurahan kecamatan manggala tahun 2024 dan di beberapa kelurahan lain yang diduga melibatkan oknum yang sama yang keliling kecamatan ke kecamatan.

Tim Redaksi Muliainfo menegaskan bahwa berita ini adalah bagian dari kontrol sosial dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.


24 September 2026

Matematika Menyenangkan Dengan Konsep Bermain, Inovasi Kamis Numerasi di UPT SPF SD Negeri Paccinang


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPT SPF SD Negeri Paccinang, Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui program pembiasaan unggulan. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pembiasaan numerasi yang dilaksanakan secara rutin dan konsisten. Program ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan pembiasaan tersebut dilaksanakan setiap hari Kamis pagi sebelum proses pembelajaran di kelas dimulai. Waktu pagi dipilih karena kondisi siswa masih segar, bersemangat, dan siap untuk menerima rangsangan belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini telah menjadi agenda wajib yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga sekolah.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di lapangan sekolah sebagai ruang belajar terbuka. Seluruh murid dari kelas 1 sampai kelas 6 berkumpul bersama membentuk barisan yang rapi. Dengan suasana terbuka, anak-anak merasa lebih bebas, tidak tertekan, dan lebih berani untuk berpartisipasi aktif.

Peserta dari kegiatan ini adalah semua murid UPT SPF SD Negeri Paccinang tanpa terkecuali. Mereka didampingi langsung oleh dewan guru yang bertugas secara bergiliran untuk memandu jalannya acara. Kebersamaan seluruh siswa dan guru ini menciptakan kekompakan dan semangat kekeluargaan yang kuat.

Hal yang membedakan pembiasaan di SD Negeri Paccinang adalah penerapan prinsip Matematika Menyenangkan. Matematika tidak lagi disajikan sebagai pelajaran yang kaku, penuh rumus, dan menakutkan. Melalui pendekatan yang ceria dan ramah anak, matematika diubah menjadi sahabat bagi para siswa.

Konsep utama yang digunakan adalah Matematika dengan Konsep Bermain. Siswa diajak belajar sambil bermain, dan bermain sambil belajar. Materi operasi hitung, logika angka, dan pemecahan masalah dikemas dalam bentuk permainan edukatif. Dengan cara ini, anak-anak belajar tanpa merasa sedang belajar.

Tujuan pertama dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu langkah untuk membuat siswa gemar belajar matematika. Rasa takut dan anggapan bahwa matematika itu sulit ingin dihilangkan secara perlahan. Ketika rasa gemar sudah tumbuh, maka prestasi akan mengikuti dengan sendirinya.

Tujuan kedua yang tidak kalah penting adalah untuk meningkatkan nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA, khususnya bagi murid kelas 6. Pembiasaan berhitung cepat, penalaran, dan ketepatan berpikir yang dilatih setiap Kamis menjadi bekal yang sangat berharga. Ini merupakan persiapan matang untuk menghadapi ujian dan jenjang pendidikan selanjutnya.


Program inovatif ini terlaksana berkat arahan dan bimbingan dari Kepala UPT SPF SD Negeri Paccinang, Ibu Fatmawati, S.Pd., M.Pd. Beliau memiliki visi yang kuat untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada kebahagiaan anak. Inovasi beliau menjadi semangat baru bagi guru dan siswa untuk terus berkreasi.

Adapun bentuk permainan numerasi yang dilakukan sangat variatif dan kreatif. Di antaranya adalah kuis matematika berantai, tebak angka, estafet penjumlahan dan pengurangan, bingo perkalian, serta tantangan logika sederhana. Semua permainan dilakukan dengan gerakan fisik sehingga anak tetap aktif dan gembira.

Suasana di lapangan setiap Kamis pagi selalu meriah dan penuh sorak sorai. Anak-anak dengan seragam merah putih terlihat antusias mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan. Tepuk tangan dan yel-yel penyemangat menjadi pemandangan rutin yang menambah keceriaan pagi.

Para guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pemberi apresiasi. Mereka tidak hanya memberikan soal, tetapi juga memberikan pujian, hadiah kecil, dan kata-kata penyemangat bagi setiap usaha siswa. Pendekatan ini membuat siswa yang belum mahir pun tetap merasa dihargai dan berani untuk mencoba lagi.

Secara akademik, manfaat dari pembiasaan ini sangat besar bagi perkembangan kognitif siswa. Kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah meningkat secara signifikan. Konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa dalam mengolah angka juga terlatih dengan baik.

Dari segi karakter, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, sportivitas, percaya diri, dan saling menghargai. Siswa belajar untuk tertib dalam barisan, sabar menunggu giliran, dan berani tampil di depan teman-temannya. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya.

Ke depan, UPT SPF SD Negeri Paccinang di bawah kepemimpinan Ibu Fatmawati, S.Pd.,M.Pd. berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengembangkan program Kamis Numerasi ini. Harapannya, akan lahir generasi siswa Paccinang yang tidak hanya unggul dalam nilai TKA, tetapi juga benar-benar cinta dan gembira dengan matematika sepanjang hayat.

22 September 2026

Prestasi UPTD SPF SD Inpres Antang 2


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan lomba yang diikuti oleh peserta didik kita dapat berjalan dengan lancar dan membawa hasil yang membanggakan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari prinsip utama yang selalu kita pegang bersama, yaitu kerjasama dan bersinergi. Sinergi antara pihak sekolah, guru pendamping, orang tua, dan peserta didik menjadi kunci utama dalam mendukung anak-anak untuk berani tampil.

Bagi kami, memberikan kesempatan dan panggung kepada anak-anak untuk mencoba adalah tujuan yang paling utama. Kami ingin menumbuhkan mental pemberani, percaya diri, dan jiwa kompetitif yang sehat. Soal kalah dan menang adalah urusan kedua.

Pada kesempatan lomba kali ini, kami mengikutsertakan dua cabang lomba, yaitu Tahfidz Putri dan Dokter Kecil (Dokcil). Kedua cabang ini merupakan wadah untuk mengasah potensi spiritual dan kepedulian sosial anak-anak.

Kabar paling membahagiakan datang dari cabang Tahfidz Putri. Ananda Azka Dzakira Altani, siswi Kelas 5B Tahfidz, berhasil meraih Juara 1 Tahfidz Putri. Prestasi ini adalah buah dari ketekunan dan hafalan yang luar biasa.

Keberhasilan Ananda Azka tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya yang dengan tulus mengantar langsung ananda ke lokasi lomba hingga selesai. Dukungan orang tua seperti inilah yang menjadi penyemangat terbesar bagi anak-anak kita.

Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pendamping Tahfidz, Ibu Husnawati, S.Pd.I., Gr., yang telah membimbing, melatih, dan memotivasi Ananda Azka dengan penuh kesabaran.

Prestasi kedua yang tak kalah membanggakan datang dari cabang Dokcil Bocil. Pada cabang ini, perwakilan kita berhasil meraih Juara 3. Prestasi ini dipersembahkan atas nama Ananda Nara.


Ananda Nara adalah siswi Kelas VI B, yang tergabung dalam Ekskul Dokcil bersama rekan-rekannya yaitu Kei Nara dari Kelas VI dan Anabel Tetriani dari Kelas VI B. Mereka bertiga adalah tim yang kompak dan solid.

Perjuangan tim Dokcil ini patut diacungi jempol. Perlu diketahui bahwa Ekskul Dokcil di sekolah kita di bawah bimbingan Kak Zhu, Ibu Nursida, S.Pd., Gr., baru berjalan selama 2 bulan.

Meskipun baru seumur jagung, hanya 2 bulan berlatih dalam Ekskul Bocil Dokcil, Alhamdulillah mereka sudah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang sudah lama memiliki program ini dan berhasil membawa pulang piala Juara 3.

Ini membuktikan bahwa dengan latihan yang disiplin, materi yang tepat dari pendamping, dan semangat belajar yang tinggi dari anak-anak, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Dedikasi Ibu Nursida, S.Pd., Gr. sebagai pendamping sangat luar biasa.

Kedua prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa UPTD SPF SD Inpres Antang 2 tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan bakat, minat, karakter, dan akhlak mulia peserta didik.

Semoga prestasi yang diraih oleh Ananda Azka Dzakira Altani dan Ananda Nara beserta tim dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta didik lainnya untuk terus berani mencoba, berlatih, dan berprestasi di bidangnya masing-masing.

Demikian laporan prestasi ini kami sampaikan. Terima kasih kepada semua pihak, orang tua, guru, dan anak-anak hebat. Mohon doa agar ke depan sekolah kita semakin maju dan berprestasi.


 

21 September 2026

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa Ikuti Rakor Dan Asesmen Kepala sekolah se - Kota Makassar Di Hotel Claro


MULIAINFO -- Kota Makassar -- kembali menggelar kegiatan peningkatan mutu pendidikan melalui Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah se-Kota Makassar yang dilaksanakan selama dua hari, pada Senin 21 dan Selasa 22 September 2026.

Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Kegiatan Rakor dan Asesmen ini diikuti oleh sebanyak 314 Kepala SD se-Kota Makassar, ditambah dengan seluruh Kepala UPTD SPF SMP Negeri dan sebagian Kepala SMP Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Hotel Claro Makassar, salah satu hotel representatif di Kota Makassar yang sering menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan resmi Pemerintah Kota.

Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Bapak Wali Kota Makassar sebagai bentuk komitmen pemerintah kota terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Dalam pembukaan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Ibu Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga selaku Bunda PAUD Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar beserta jajaran stafnya.

Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan pentingnya peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.


Ia juga berharap agar seluruh Kepala Sekolah dapat menjadi teladan dalam menerapkan disiplin, inovasi, dan pelayanan pendidikan yang prima kepada peserta didik dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakor ini menjadi wadah evaluasi dan penyamaan persepsi terhadap kebijakan pendidikan di Kota Makassar.

Adapun keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dalam kegiatan ini terkait dengan penguatan program Sekolah Adiwiyata dan sekolah ramah lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan, mulai dari kepemimpinan sekolah, manajemen sekolah, implementasi Kurikulum Merdeka, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Selain rapat koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Asesmen Kepala Sekolah sebagai instrumen untuk memetakan kompetensi dan kinerja Kepala Sekolah secara objektif dan berkelanjutan.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku sangat bersyukur bisa terlibat langsung bersama ratusan Kepala Sekolah lainnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan, memperluas jejaring, dan meningkatkan motivasi dalam mengelola sekolah agar lebih maju dan berprestasi.

Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil Rakor dan Asesmen tersebut di lingkungan UPTD SPF SD Negeri Bontoa demi peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.

Dengan terlaksananya Rapat Koordinasi dan Asesmen ini, diharapkan seluruh Kepala Sekolah se-Kota Makassar semakin solid, profesional, dan siap mewujudkan visi Makassar sebagai kota pendidikan yang unggul dan berdaya saing.