19 Juni 2026

BOS Rp5 Juta atak Bisa Bangun WC, SISWA Makassar Antre & Tahan Kencing Seharian


MULIAINFO. Com. Makassar -- Makassar, kota metropolitan kedua di Indonesia Timur, seharusnya jadi barometer pendidikan. Faktanya hari ini, ribuan siswa SD-SMP masih belajar berdesakan, duduk 3-4 orang di bangku muat 2 orang. Pemerintah kota jangan tinggal diam.

Data Dinas Pendidikan Makassar 2025 mencatat rasio siswa terhadap ruang kelas masih jomplang. Pertumbuhan penduduk tiap tahun naik 2,1%, tapi penambahan ruang kelas baru stagnan. Hasilnya: rombongan belajar "rombel" membengkak jauh melebihi standar nasional.

Standar Permendikbud jelas dan tegas: *1 rombel SD maksimal 28 peserta didik*, SMP/ maksimal 32- Lapangan menunjukkan banyak sekolah negeri memaksa 40-45 anak dalam 1 kelas. Itu artinya 1 rombel menampung 1,5 kali lipat kapasitas. Guru kewalahan, siswa kehilangan fokus. Kualitas pendidikan dikorbankan.

Tiga langkah darurat harus jadi prioritas Pemkot Makassar tahun ini. Pertama: audit rombel menyeluruh. Jangan cuma hitung jumlah sekolah, tapi hitung kepala di dalam kelas. Sekolah yang rombelnya tembus 40-45 siswa harus segera dipecah karena sudah melanggar batas 28 siswa.

Langkah kedua: percepat penambahan kelas baru. Lahan sekolah negeri di Makassar masih banyak yang kosong, tapi pembangunan DAK fisik molor. Sementara anak makin banyak lahir, ruang belajar tetap segitu-segitu saja. Kalau 1 rombel 45 anak, berarti butuh 2 ruang kelas baru biar balik ke angka 28.

Penambahan kelas bukan sekadar bangun tembok. Harus dibarengi guru, meja kursi, dan listrik. Jangan sampai ada ruang kelas baru tapi gurunya "pinjam" dari sekolah lain. Tujuannya jelas: turunkan jumlah siswa per rombel ke angka maksimal 28, bukan memindahkan masalah.

Langkah ketiga, dan ini paling memalukan: perbaikan WC sekolah. Banyak sekolah di Makassar sudah bertahun-tahun WC-nya rusak, mampet, atau jumlahnya tidak sebanding. 1 WC untuk 150 siswa? Bayangkan antreannya saat istirahat.

Ironi yang lebih dalam: sudah banyak kepala sekolah mengajukan proposal perbaikan WC rusak ke dinas terkait. Proposal masuk, data lengkap, foto kerusakan ada. Tapi sampai hari ini, satu pun belum ada yang terlaksana. Usulan mengendap, siswa tetap menderita.

Kondisi ini diperparah aturan Dana BOS. Sesuai Juknis BOS, dana itu "tidak kategori" untuk pembangunan fisik di atas Rp5 juta. Sementara bangun 1 WC baru + septictank butuh Rp20-25 juta. Rehab total 1 ruang kelas butuh Rp180 juta. Kepsek tidak bisa otak-atik BOS.

Akibatnya kepala sekolah terjebak di tengah. Usulan ke atas tidak direspons. Dana BOS tidak bisa dipakai. Kalau nekat bangun WC >Rp5 juta pakai BOS, risikonya temuan BPK dan uang dikembalikan. Pilihan pahit: diam sambil lihat siswa antre di WC rusak.

WC sekolah bukan fasilitas pelengkap. Ini soal kesehatan, martabat, dan khususnya anak perempuan. Kalau WC kotor dan tidak layak, siswa lebih pilih menahan buang air seharian. Dampaknya ke konsentrasi belajar dan risiko penyakit.

Manusia Makassar makin bertambah. Kompleks perumahan baru tumbuh cepat di pinggiran kota. Tapi fasilitas pendidikan tidak tumbuh secepat itu. Anak lahir 100, kelas baru 1. Padahal standar 28 siswa per rombel menuntut penambahan ruang yang jauh lebih cepat.

Pengingat untuk DPRD Komisi D: jangan cuma duduk di kursi empuk lalu lupa berdiri. Komisi D adalah penyambung lidah masyarakat Makassar. Fungsi pengawasan dan penganggaran harus jalan. Kawal DAK Fisik dan DAK Sanitasi agar benar-benar turun ke sekolah yang proposal WC dan kelasnya sudah mengendap bertahun-tahun.

Seorang tenaga pendidik di Makassar mengingatkan keras: "Ingat dan jangan lupa para pejabat, dari mana asalmu sehingga kamu bisa jadi pejabat dan memimpin kota ini. Dan satu lagi harus kamu ingat, jangan setelah selesai pendidikan kamu sehingga kamu lupa asalmu." Ucapnya dengan nada kecewa melihat kondisi sekolah yang tak kunjung diperbaiki.

Pendidikan adalah investasi paling murah untuk masa depan kota. Jangan sampai Makassar kalah bersaing karena anak-anaknya belajar di rombel 45 anak dan WC memprihatinkan, padahal aturan jelas: maksimal 28 siswa. Pemerintah dan DPRD jangan tinggal diam. Tiga langkah itu: rombel, kelas, WC. Kerjakan sekarang proposal yang sudah diajukan kepsek, sebelum terlambat. ( Muh.yahya )

18 Juni 2026

TIM Pembina UKS Kecamatan Manggala Perkuat Senergi Sekolah Sehat


MULIAINFO. Com. Makassar -- Pertemuan Tim Pembina UKS Kecamatan Manggala dilaksanakan hari ini, Kamis tanggal 18 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Manggala mulai pukul 09.00 WITA sampai selesai. Agenda utama pertemuan adalah evaluasi program UKS semester genap dan penguatan program kerja UKS semester depan di seluruh sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan pengurus UKS dari masing-masing kelurahan se-Kecamatan Manggala. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat sekolah-sekolah dalam membina kesehatan peserta didik melalui UKS. Diskusi berlangsung interaktif dan setiap kelurahan berkesempatan menyampaikan laporan serta kendala di lapangan.

Bapak Camat Manggala hadir langsung sebagai Pembina UKS Kecamatan Manggala. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, kelurahan, dan puskesmas untuk mewujudkan sekolah sehat. Beliau juga mengapresiasi kinerja tim UKS yang selama ini aktif melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah binaan.

"Kepala UPT SPF SDI Kajenjeng, Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd. turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran beliau mewakili sekolah dasar di wilayah binaannya. Ibu Hamsinah aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan program UKS yang sudah berjalan baik di SDI Kajenjeng, seperti dokter kecil, PHBS, dan pojok UKS.

Tidak lupa para Pembina UKS dari Puskesmas se-Kecamatan Manggala juga hadir memberikan arahan teknis. Mereka menyampaikan materi tentang 5 program pokok UKS, deteksi dini penyakit, serta cara pengisian buku UKS yang benar. Pembinaan dari puskesmas ini sangat membantu sekolah agar program UKS sesuai standar.


Dari unsur sekolah menengah, perwakilan SD dan SMP beserta pembina UKS-nya juga hadir mengikuti pertemuan. Baik SD maupun SMP saling berbagi praktik baik. SD fokus pada pembiasaan cuci tangan dan jajan sehat, sementara SMP banyak membahas konseling remaja dan UKS berbasis PIK-R.

Dalam pertemuan ini dibahas juga rencana kegiatan lomba UKS tingkat kecamatan yang akan digelar tahun ini. Setiap sekolah diminta mempersiapkan administrasi, inovasi UKS, dan kader dokter kecil terbaiknya. Lomba diharapkan menjadi motivasi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di sekolah.

Hasil pertemuan menyepakati beberapa poin penting. Pertama, semua sekolah wajib membentuk tim pembina UKS yang aktif. Kedua, jadwal pembinaan rutin dari puskesmas ke sekolah akan ditingkatkan. Ketiga, pengurus UKS kelurahan akan berkoordinasi lebih intens dengan kepala sekolah untuk monitoring berkala.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, kekeluargaan, dan penuh semangat kebersamaan. Tanya jawab berjalan dinamis karena para kepala sekolah dan pembina UKS sangat antusias. Aula Camat Manggala menjadi tempat bertukar ide demi kemajuan UKS di wilayah Kecamatan Manggala.

Dengan berakhirnya pertemuan ini, diharapkan program UKS di sekolah-sekolah Kecamatan Manggala semakin maju dan memberi dampak nyata bagi kesehatan siswa. Sinergi Camat, Puskesmas, Kepala Sekolah, dan pengurus UKS kelurahan menjadi kunci utama. Semoga target “Sekolah Sehat” dapat tercapai bersama. Aamiin. ( Muh. Yahya ) 

Pemberitahuan Kegiatan Santri Kilat Kelas 5 Bermalam di Sekolah


 MULIAINFO. Com. Makassar -- Kegiatan Santren Kilat kelas 5 di UPT SPF SD Negeri Sudirman 3 akan segera dimulai. Tahun ini acaranya spesial karena siswa akan bermalam di sekolah selama 2 hari. Tujuannya biar anak-anak lebih fokus belajar agama, merasakan suasana pesantren, dan melatih kemandirian tanpa orang tua. Selama Santren Kilat, mereka akan memperdalam bacaan Al-Qur’an, hafalan surat, dan praktik ibadah harian. Diharapkan setelah kegiatan ini siswa kelas 5 punya bekal iman, ilmu, dan akhlak yang lebih kuat.

Pelaksanaannya dimulai hari Kamis dan berakhir hari Jumat. Siswa wajib datang ke sekolah jam 4 sore hari Kamis untuk registrasi, pembagian kelompok, dan arahan tata tertib dari pembina. Keterlambatan di jam pertama akan bikin anak ketinggalan pembagian kamar/kelompok ngaji. Jadi mohon orang tua mengantar tepat waktu ya.

Karena kegiatannya bermalam, maka hari Jumat pagi sampai siang jadi puncak acara penutupan. Anak-anak akan bangun untuk shalat Tahajud, shalat Subuh berjamaah, lanjut shalat Dhuha. Setelah itu ada setoran hafalan, lomba adzan, dan tausiyah penutupan dari Ibu Faidah. Siswa yang paling disiplin, rajin ibadah, dan hafalannya lancar akan dapat penghargaan di hari penutupan.

Kegiatan dibina langsung oleh Ibu Faidah Muhidin, http://S.Pd bersama guru pendamping. Beliau akan mendampingi siswa 24 jam selama di sekolah. Mulai dari bangun tidur, wudhu, shalat, ngaji, makan, sampai tidur lagi. Cara bimbingan Ibu Faidah sabar dan kekeluargaan, jadi anak-anak merasa nyaman seperti di rumah sendiri sambil tetap disiplin.

Tempat pelaksanaannya di UPT SPF SD Negeri Sudirman 3 Makassar. Untuk tidur, siswa putra dan putri akan dipisah di ruang kelas yang sudah disiapkan kasur/lasur. Ada posko kesehatan, tempat wudhu, dan mushola yang cukup untuk semua peserta. Keamanan dijaga oleh guru piket dan satpam sekolah selama 24 jam, jadi orang tua tidak perlu khawatir.


Waktu kegiatan: Kamis jam 4 sore sampai Jumat siang setelah penutupan. Selama 2 hari 1 malam ini siswa akan full aktivitas islami. Dari sore ngaji + materi, malam qiyamul lail, pagi tahajud + subuh berjamaah, siang penutupan. Jam tidur diatur agar anak tetap sehat dan bisa ikut semua rangkaian ibadah.

Selama menginap, siswa akan belajar baca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, doa-doa harian, praktik wudhu dan shalat, plus adab tidur dan bangun ala Rasulullah. Yang belum lancar ngaji dapat bimbingan khusus sampai bisa. Suasana menginap bikin anak lebih cepat akrab dan saling tolong-menolong.

Selain ibadah, materi akhlak seperti mandiri, disiplin, tolong-menolong, dan menjaga kebersihan diasah langsung. Karena tidur di sekolah, anak belajar merapikan tempat tidur sendiri, antri wudhu, dan menjaga barang pribadi. Semua diajarkan lewat praktik, bukan hanya teori, biar langsung jadi kebiasaan.

Perlengkapan yang wajib dibawa: mukena/sarung + peci, sajadah, Al-Qur’an kecil, buku doa, baju ganti, perlengkapan mandi, sikat gigi, handuk, bantal tipis + selimut, serta obat pribadi jika ada. Untuk makan, sekolah menyediakan makan malam, sahur, dan sarapan. Orang tua cukup siapkan bekal snack dan air minum. Mohon labeli semua barang dengan nama anak.

Semoga Santren Kilat bermalam kelas 5 tahun ini lancar, aman, dan penuh berkah. Dengan menginap di sekolah, anak-anak dapat pengalaman spiritual yang tidak didapat di kelas biasa. Mari kita doakan bersama agar 2 hari 1 malam ini jadi kenangan indah dan bekal iman untuk mereka. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ( Muh. Yahya )


16 Juni 2026

Hari Pertama SPMB SDI Batua 1 Tertib & lancar, Operator Teliti Input Data


MULIAINFO. Com. Makassar  -- UPT SPF SDI Batua 1 menggelar hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Proses pendaftaran berjalan tertib dan lancar sejak pagi hingga sore.


Sejak pukul 07.00 WITA, orang tua dan calon peserta didik sudah memadati area sekolah. Petugas langsung membuka meja pendaftaran dan mengarahkan alur sesuai jalur masing-masing.


Panitia SPMB membagi tugas dengan jelas. Ada tim verifikasi berkas, tim input data, dan tim informasi. Pembagian tugas ini membuat antrean tidak menumpuk di satu titik.


alur pendaftaran yang dibuka hari pertama meliputi Afirmasi dan Mutasi. Verifikasi berkas KIP, KIS, PKH, surat pindah, dan rapor dilakukan satu per satu oleh petugas.


Kepala Sekolah Ibu Hijrah Nurjanah Husmal,S.Pd meninjau langsung jalannya pendaftaran. Beliau mengingatkan panitia agar melayani semua pendaftar dengan ramah, teliti, dan tanpa pungutan biaya.


Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd juga menyampaikan apresiasi untuk guru operator. "Guru operator sangat teliti untuk menginput data sebelum berkas dimasukkan," ucapnya.


Operator sekolah sigap menginput data pendaftar ke sistem SPMB online sesuai arahan Kepsek. Data yang masuk langsung terekam sehingga rekap kuota bisa dipantau panitia secara real time.


Ruang tunggu orang tua disiapkan dengan kursi, air minum gratis, dan tempat teduh. Hal ini membuat suasana pendaftaran lebih nyaman meski cuaca Makassar cukup terik.


Guru-guru yang bertugas sebagai panitia memberikan penjelasan detail ke orang tua. Informasi tentang berkas kurang atau jadwal tahapan selanjutnya disampaikan dengan jelas agar tidak salah paham.


 Dengan sistem yang tertata, ketelitian operator, dan arahan langsung dari Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd, hari pertama SPMB di SDI Batua 1 ditutup dengan evaluasi singkat. Panitia optimis tahapan hari berikutnya akan berjalan sama lancar. ( Muh. Yahya )



SPMB Hari Pertama SDI Kajenjeng 15 Juni 2026 : Jalur Afirmasi & Mutasi


MULIAINFO. Com. Makassar -- UPT SPF SDI Kajenjeng resmi memulai hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Fokus pendaftaran hari ini dikhususkan untuk jalur Afirmasi dan jalur Mutasi.

Sejak pukul 07.00 WITA, halaman sekolah sudah dipadati orang tua dan calon peserta didik. Panitia SPMB langsung membuka meja pendaftaran dan memisahkan alur antara jalur Afirmasi dengan jalur Mutasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd selaku Kepala Sekolah meninjau langsung proses verifikasi berkas. Beliau menekankan kepada seluruh panitia agar pelayanan untuk kedua jalur ini dilakukan dengan teliti, humanis, dan tanpa pungutan biaya.

Pada jalur Afirmasi, petugas memverifikasi dokumen KIP, KIS, PKH, serta Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan. Data dicek satu per satu untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada yang benar-benar berhak.

Sementara itu jalur Mutasi ramai didatangi siswa pindahan. Guru piket bertugas memeriksa surat pindah, rapor terakhir, dan bukti domisili. Setiap berkas langsung dikonfirmasi ke sekolah asal agar data Dapodik valid.

Ibu Kepsek Hj. Hamsinah, S.Pd menyapa para orang tua di ruang tunggu. Beliau menjelaskan bahwa SDI Kajenjeng berkomitmen memberi akses pendidikan yang adil, terutama bagi keluarga kurang mampu dan siswa yang pindah domisili.


Operator sekolah bekerja cepat menginput data pendaftar ke portal SPMB online. Hasilnya, rekapitulasi kuota jalur Afirmasi dan Mutasi bisa langsung dipantau panitia dan pengawas dari Dinas Pendidikan.

Para guru yang tergabung dalam panitia membagi tugas dengan solid. Ada yang bertugas verifikasi, input data, sampai memberi informasi. Kerjasama ini membuat antrean orang tua berjalan lancar tanpa penumpukan.

Fasilitas sekolah seperti kursi tunggu, air minum gratis, dan musholla disiapkan panitia. Bagi pendaftar jalur Mutasi yang berkasnya kurang, disediakan koperasi sekolah untuk materai dan fotokopi agar tidak perlu keluar area.

Sampai sore hari tidak ditemukan kendala teknis berarti. Beberapa berkas Afirmasi masih kurang, namun orang tua diberi waktu melengkapi sesuai jadwal. Untuk Mutasi, semua surat pindah yang masuk sudah sesuai prosedur.

Dengan dipimpin Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd dan kerja kompak guru-guru, panitia SPMB SDI Kajenjeng optimis hari pertama jalur Afirmasi dan Mutasi berjalan sukses. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan arahan lanjutan untuk hari kedua pendaftaran. ( muh.yahya )

Hari Kedua SPMB Bonto- Rannu 2 Tahun 2026 di Bawah Kepemimpinan Ibu Hj,St, Syamsiah, S.Pd


MULIAINFO. Com. Makassar -- Hari kedua pelaksanaan SPMB di UPT SPF SD Bonto-RANNU 2 berjalan lancar. Sejak pukul 07.30 WITA, panitia bersama Kepala Sekolah Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd sudah stand by di ruang pendaftaran untuk menyambut calon peserta didik baru.

Ibu Kepsek Hj. St. Syamsiah, S.Pd langsung memantau jalannya verifikasi berkas. Beliau berpesan agar semua guru dan panitia melayani orang tua dengan sabar, jujur, dan transparan.

Para guru yang ditugaskan sebagai panitia SPMB sigap membagi tugas. Ada yang di bagian pendaftaran, verifikasi dokumen, sampai bagian informasi. Kerjasamanya padu jadi antrean tidak menumpuk.

Proses cek berkas seperti KK, akta kelahiran, dan ijazah TK/RA dilakukan teliti oleh guru-guru. Kalau ada dokumen kurang, Ibu Kepsek dan tim langsung memberi arahan baik-baik supaya bisa dilengkapi cepat.

Suasana sekolah tertib berkat arahan Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd. Beliau juga minta guru piket mengatur tempat duduk dan parkir agar orang tua yang menunggu tetap nyaman.

Saat jam istirahat, Ibu Kepsek menyempatkan diri menyapa satu per satu orang tua pendaftar. Beliau menjelaskan visi SD Bonto-RANNU 2: mencetak anak yang cerdas, berakhlak, dan religius.

Guru-guru kelas 1 juga ikut turun membantu. Mereka sekalian observasi calon muridnya nanti, jadi bisa lebih siap menyusun strategi pembelajaran dari awal tahun ajaran.

Tidak ada kendala teknis berarti hari ini. Operator dapodik dibantu guru TIK langsung input data ke sistem SPMB online, hasilnya langsung bisa dicek Ibu Kepsek Hj. St. Syamsiah, S.Pd.

Antusiasme warga tinggi karena kepercayaan ke Ibu Kepsek dan guru-guru SD Bonto-RANNU 2. Banyak orang tua bilang, “Tenang daftarin anak di sini, gurunya ramah dan kepseknya tegas tapi peduli”.

Dengan kepemimpinan Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd dan kerja solid para guru, panitia optimis target kuota SPMB 2026 bisa tercapai sesuai jadwal. Hari kedua ditutup dengan evaluasi singkat bersama seluruh panitia. ( Muh.yahya )


 


MULIAINFO. Com. *MAKASSAR* – Kekompakan tim sering jadi kunci sukses sebuah sekolah. Hal itu dibuktikan UPT SPF SD PACCINANG 1 Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammad Fitri, S.Pd., M.Pd. Jelang dan selama masa PPDB 2026, soliditas antara kepsek dan guru jadi pembeda yang membuat proses pendaftaran berjalan rapi dan minim keluhan warga.

Sejak jauh-jauh hari, Pak Fitri sudah menyiapkan sistem. Akun operator dapodik, akun portal PPDB Makassar, hingga akun http://belajar.id guru diaktifkan dan divalidasi. Tujuannya sederhana: semua perangkat siap sebelum hari H. “Kalau sistemnya rapi dari awal, kerja tim jadi ringan,” ujarnya saat memantau verifikasi berkas calon murid.

Kekompakan itu nyata di lapangan. Guru dibagi tim: ada yang fokus cek berkas, bantu orang tua input data, dan jaga meja layanan. Pembagian tugas sesuai kekuatan masing-masing guru. Hasilnya, antrean verifikasi tidak menumpuk. Orang tua yang datang rata-rata hanya butuh 10-15 menit untuk proses cek berkas.

Transparansi jadi pegangan tim. Peta zonasi, kuota jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan ditempel di mading sekolah dan disebar lewat grup WA warga. Semua guru menyampaikan informasi yang sama. “Satu suara ke publik bikin orang tua percaya. Nggak ada info simpang siur,” kata salah satu guru piket PPDB.

Untuk calon murid kurang mampu, tim guru Paccinang 1 jemput bola. Mereka bantu warga RT/RW sekitar scan KK, KKS, dan KIP. Akun yang sudah disiapkan kepsek memudahkan input data DTKS. Langkah ini memastikan anak tetap dapat kursi sekolah meski orang tuanya gaptek.

Pak Muhammad Fitri sendiri rutin memantau dashboard pendaftaran lewat HP, bahkan di luar jam kerja. Begitu ada kendala server atau berkas ditolak sistem, grup guru langsung koordinasi. Besok paginya tim paling awal mencoba upload ulang. “Kontrol harian bikin masalah nggak numpuk,” tegasnya.

Setelah pengumuman, tim tidak langsung bubar. Mereka evaluasi: berapa pendaftar, kendala apa yang muncul, dan SOP apa yang perlu diperbaiki. Catatan itu jadi bahan PPDB tahun depan. Karena itu tiap tahun proses di SD PACCINANG 1 makin tertib.

Kekompakan kepsek dan guru akhirnya bermuara pada kepercayaan publik. Warga sekitar kini menjadikan SD PACCINANG 1 sebagai rujukan PPDB. Orang tua tenang, guru tidak stres, dan siswa baru bisa langsung fokus belajar saat tahun ajaran baru dimulai.

Bagi Pak Fitri, kompak bukan sekadar slogan. “Kepsek harus turun gunung. Kalau pimpinan hadir, guru pasti bergerak,” katanya. Filosofi itulah yang membuat SD PACCINANG 1 konsisten melayani dengan hati.

_Reporter: Tim Redaksi_: Muh. Yahya 
_Makassar, 16 April 2026_