03 Oktober 2026

Hak Jawab Kepsek SD Sudirman 1 Makassar : WC Rusah Sudah Jadi Prioritas Utama, Diperbaiki Pakai Dana Pribadi Karena Saldo BOS Nol


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR - Pemberitaan terkait WC siswa di UPT SPF SD Negeri Sudirman 1 Makassar yang disebut terlantar akhirnya mendapat hak jawab resmi dari pihak kepala sekolah.

Sebelumnya, orang tua siswa mengeluhkan kondisi 4 kamar mandi siswa yang hanya 1 yang berfungsi, sehingga dipertanyakan penggunaan Dana BOS untuk perawatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SD Sudirman 1 Makassar memberikan klarifikasi terbuka agar pemberitaan menjadi berimbang dan tidak menimbulkan fitnah.

Berikut Hak Jawab Lengkap Kepala Sekolah:

Selesai pelantikan dan serah terima jabatan, yang paling urgen pertama saya lihat adalah WC. Saya pantau semua 4 kamar mandi SD Sudirman 1 ternyata hanya 1 yang berfungsi,"_ ujar Kepsek.

Menurutnya, perbaikan toilet menjadi prioritas pertama sejak dirinya resmi menjabat. Namun saat itu, kondisi keuangan sekolah sangat terbatas.

_"Jadi prioritas pertama yaitu perbaikan toilet, walaupun saldo Dana BOS waktu saya masuk nol. Ketika itu saya menggunakan dana pribadi, dana BOS belum cair. Kalau ditunggu cair, murid mau masuk sekolah tahun ajaran baru,"_ jelasnya.

Ia mengungkapkan, perbaikan dilakukan tepatnya pada tanggal *19 Juli 2026* sesuai kemampuan yang ada, tanpa menunggu Dana BOS cair demi kenyamanan siswa di tahun ajaran baru.

_"Jadi tepatnya tanggal 19 Juli 2026 saya kerja sesuai kemampuan ku, jadilah berfungsi menjadi 3, sisa satu belum yang diatas karena butuh pembongkaran dan biaya besar,"_ tambahnya.

Terkait pemberitaan yang menyebut saluran buntu, pihak Kepsek meluruskan bahwa saluran tersebut sudah tidak buntu dan sudah lancar.


"Yang dimuat di berita buntu itu sudah tidak buntu, lancar, ditutup karena saluran diatas belum diperbaiki, tapi kalau pemakaian sudah bisa digunakan,"_ tegasnya.

Kepsek menegaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan sekolah tidak tinggal diam dan sudah melakukan upaya perbaikan sesuai kemampuan sekolah.

"Jadi saya sebagai Kepsek sudah melakukan sesuai kemampuan sekolah dan tidak tinggal diam. Ini hak jawab saya,"_ tutupnya.

Dengan adanya hak jawab ini, persoalan WC SD Sudirman 1 Makassar diharapkan menjadi jelas bahwa pihak sekolah telah berupaya melakukan perbaikan meski dengan keterbatasan anggaran.

Pihak komite dan orang tua siswa diharapkan dapat melihat langsung perubahan yang telah dilakukan, dimana dari 1 WC yang berfungsi kini sudah menjadi 3 WC yang berfungsi.

Dinas Pendidikan Kota Makassar juga diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran tambahan untuk perbaikan 1 WC di lantai atas yang membutuhkan pembongkaran dan biaya besar.

Berita berimbang ini dibuat sebagai bentuk pemenuhan Pasal 5 Ayat 2 UU Pers No 40 Tahun 1999 tentang Hak Jawab dan Kode Etik Jurnalistik.


02 Oktober 2026

Tanamkan Karakter Religius Sejak Dini, UPTD SPF SD Negeri Bontoa Rutin Gelar Pembinaan Mental keagamaan Setiap Jumat


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Komitmen dalam membentuk generasi berkarakter religius terus ditunjukkan oleh UPTD SPF SD Negeri Bontoa. Sekolah ini secara rutin melaksanakan program Pengembangan Karakter Mental Keagamaan setiap hari Jumat setiap pekan.

Kegiatan pembinaan tersebut diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an bersama di halaman dan ruang kelas.

Program religius mingguan ini diikuti oleh semua murid mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 tanpa terkecuali. Semua siswa tampak antusias dan khusyuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing langsung oleh Guru Pendidikan Agama UPTD SPF SD Negeri Bontoa dengan pendampingan wali kelas masing-masing.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Amrin, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda wajib sekolah yang telah terjadwal dalam program pembinaan karakter siswa.


Tujuan utama kami adalah membentuk anak yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat mental dan memiliki akhlak yang baik. Pembiasaan Shalat Dhuha dan tadarus ini adalah fondasinya," ungkap Amrin, S.Pd saat ditemui di sekolah.

Menurut Amrin, pembiasaan ibadah sejak dini di lingkungan sekolah sangat efektif untuk menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kecintaan anak terhadap Al-Qur'an.

Dalam kegiatan tadarus tersebut, siswa dibimbing mulai dari cara membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, hafalan surat-surat pendek, hingga pemahaman makna kandungan ayat secara sederhana sesuai usia mereka.

Tidak hanya itu, setelah tadarus, guru agama juga memberikan ceramah singkat tentang akhlak mulia, pentingnya menghormati orang tua dan guru, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana religius begitu terasa setiap Jumat pagi di SD Negeri Bontoa. Para siswa yang masih kelas kecil terlihat dibimbing kakak-kak kelasnya, menciptakan suasana kebersamaan dan kepedulian antar siswa.


Pihak sekolah menilai, kegiatan seperti ini mampu menjadi benteng moral bagi siswa di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh gadget yang semakin kuat.

Para orang tua siswa pun memberikan apresiasi tinggi terhadap program pembinaan mental keagamaan ini. Mereka merasa terbantu karena anak-anak menjadi lebih rajin beribadah baik di sekolah maupun di rumah.

Anak saya sekarang sudah terbiasa shalat dhuha di rumah, karena sudah terbiasa di sekolah setiap Jumat. Kami sebagai orang tua sangat mendukung," ujar salah seorang wali murid.

Ke depan, UPTD SPF SD Negeri Bontoa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan ini, termasuk dengan menghadirkan program hafalan juz 30 bagi siswa yang berprestasi.

Dengan konsistensi kegiatan positif ini, diharapkan UPTD SPF SD Negeri Bontoa mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, dan membanggakan orang tua, bangsa dan agama.


Selama Menjabat Kepsek, WC Siswa SD Sudirman 1 Makassar Dibiarkan Terlantar Padahal Dipakai Sehari- hari, Dana BOS Dipertanyakan


 MULIAIFO. COM - MAKASSAR - Pemantauan langsung sebagai fungsi sosial kontrol kami lakukan di SD Negeri Sudirman 1 Makassar, Jalan Jenderal Sudirman, pada hari Jumat, 3 Oktober 2026.

Pemantauan ini kami lakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan dasar di Kota Makassar, khususnya terkait kelayakan fasilitas sekolah negeri yang seharusnya menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di tengah kota.

Saat memasuki area lingkungan sekolah, kami langsung melakukan penelusuran terhadap beberapa fasilitas dasar yang bersentuhan langsung dengan siswa, mulai dari ruang kelas, halaman, hingga fasilitas sanitasi yang menjadi kebutuhan vital setiap hari.

Hasil penelusuran kami di lapangan justru sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan sebagai sekolah favorit yang berada di jantung Kota Makassar, dimana kami menemukan satu unit WC siswa dalam kondisi terlantar dan tidak layak untuk dilihat sebagai fasilitas pendidikan.

Satu unit WC siswa tersebut ditemukan dalam kondisi tidak dapat digunakan sama sekali, pintu dalam keadaan tertutup rapat dan sengaja diikat dengan menggunakan kawat besi, sehingga siswa tidak bisa lagi memasukinya dan terpaksa mencari WC alternatif lainnya.

Pintu WC tersebut dalam keadaan tertutup rapat dan diikat dengan kawat.

Di pintu WC tersebut tertulis dengan jelas tulisan "WC BUNTU".


Karena pintu diikat kawat, kami tidak dapat melihat kondisi di dalam WC dan hanya berpatokan pada tulisan yang ada di pintu tersebut.

Ironisnya, selama masa kepemimpinan kepala sekolah saat ini, kondisi WC yang buntu tersebut dibiarkan begitu saja tanpa penanganan.

Padahal WC tersebut merupakan fasilitas vital yang digunakan sehari-hari oleh ratusan siswa.

Dengan satu unit WC yang buntu dan diikat kawat, maka beban penggunaan tertumpu pada WC lainnya.

Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan anak didik dalam menjalani proses belajar mengajar.

Saat kami berada di lokasi pada hari Jumat, tidak terlihat adanya tanda-tanda proses perbaikan di sekitar WC yang buntu itu.

Padahal setiap sekolah negeri difasilitasi anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Dana BOS dari pemerintah pusat.

Dalam petunjuk teknis BOS, salah satu peruntukan utamanya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah termasuk sanitasi dan WC.

Jika WC yang dipakai sehari-hari oleh siswa saja dibiarkan terlantar dengan hanya diikat kawat, maka pertanyaan besarnya dikemanakan Dana BOS tersebut?

Publik berhak tahu transparansi penggunaan Dana BOS, karena dana itu diperuntukkan untuk menunjang kenyamanan belajar siswa, bukan untuk dibiarkan fasilitasnya rusak.

Dinas Pendidikan Kota Makassar didesak untuk tidak tutup mata dan segera turun melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Dana BOS dan kelayakan fasilitas di SD Negeri Sudirman 1 Makassar.


01 Oktober 2026

Hari Kesaktian Pancasila 2026, DLH Makassar Teguhkan Nilai Persatuan dan Kebersamaan

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui unggahan di media sosial resminya, DLH Kota Makassar menyampaikan pesan tentang pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Keberagaman yang dimiliki Indonesia dinilai menjadi kekuatan yang perlu dijaga bersama.

“Di tengah keberagaman yang menjadi warna Indonesia, Pancasila hadir sebagai nilai yang menyatukan langkah dan menjaga kita tetap berdiri bersama,” demikian pesan DLH Kota Makassar dalam unggahannya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi DLH Kota Makassar, nilai persatuan dan gotong royong memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Persoalan lingkungan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama dari berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, semangat kebersamaan diharapkan dapat terus tumbuh dalam berbagai upaya menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan Kota Makassar.

Momentum 1 Oktober diharapkan semakin memperkuat kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Makassar dan Indonesia. (*)

 

 

DLH Makassar Dampingi Tim Carbon Trade Tinjau Pengelolaan TPA Tamangapa

 


MULIAINFO.COM,  MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendampingi kunjungan Tim Carbon Trade ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan serta aktivitas pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa. Rombongan meninjau sejumlah area di lokasi, termasuk kawasan timbunan sampah dan fasilitas yang terdapat di dalam area TPA.

Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan DLH Kota Makassar, Tim Carbon Trade bersama jajaran DLH terlihat melakukan peninjauan lapangan. Rombongan juga mengamati sejumlah titik di kawasan TPA Tamangapa sebagai bagian dari kegiatan kunjungan tersebut.

Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menggelar pertemuan bersama pihak terkait. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan kondisi dan pengelolaan TPA Tamangapa.

Kunjungan ini turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai aspek lingkungan dan pengelolaan sampah di TPA Tamangapa, khususnya yang berkaitan dengan isu perdagangan karbon atau carbon trade.

TPA Tamangapa merupakan salah satu fasilitas utama dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar. Aktivitas pengelolaan di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan sampah sekaligus pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, kondisi pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa dapat ditinjau secara langsung. Kehadiran Tim Carbon Trade juga membuka ruang untuk melihat lebih jauh aspek pengelolaan lingkungan yang berkaitan dengan isu perdagangan karbon.

DLH Makassar bersama pihak terkait diharapkan dapat terus memperkuat pengelolaan TPA Tamangapa, sehingga penanganan sampah tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

Sorot Tajam: Skema Berjenjang Komunitas KAPAL SELAM Disorot, Mekanisme Keanggotaan Dinilai Tertutup dan Eksklusif


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Komunitas KAPAL SELAM yang disebut-sebut sebagai wadah berkumpulnya sejumlah kepala sekolah di Kota Makassar kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pendidik.

Perbincangan tersebut muncul setelah terungkap adanya mekanisme atau skema berjenjang yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota komunitas tersebut.

Berdasarkan penelusuran dan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, prosedur untuk menjadi anggota Komunitas KAPAL SELAM tidak bisa dilakukan secara terbuka seperti komunitas profesi pada umumnya.

Calon anggota baru dikabarkan wajib melalui pintu pertama, yakni mendapatkan persetujuan dari seorang figur penting berinisial "HR" yang memiliki pengaruh kuat di dalam komunitas.

Tanpa adanya restu atau persetujuan dari figur berinisial HR tersebut, maka seorang calon anggota tidak akan bisa melanjutkan proses ke tahap berikutnya, meskipun ia seorang kepala sekolah aktif.

Setelah berhasil mendapatkan persetujuan dari HR, tahapan selanjutnya adalah calon anggota diwajibkan untuk melapor kepada sosok berinisial "SH".

Sosok berinisial SH ini disebut-sebut berperan sebagai pencatat atau admin yang mendata siapa saja yang sudah dianggap layak dan resmi menjadi bagian dari Komunitas KAPAL SELAM.

Namun prosesnya tidak berhenti pada pencatatan administratif saja, ada tahapan final yang dianggap paling sakral dalam komunitas tersebut.

Pada tahapan akhir, setiap anggota baru akan dibawa dan diperkenalkan secara khusus kepada sesepuh komunitas yang akrab disapa *Opung* dengan inisial *AT*.

Sosok Opung AT ini dikabarkan menjadi figur sentral yang menjadi penentu akhir dan rujukan utama dalam setiap kebijakan maupun keputusan strategis komunitas.

Skema berjenjang yang dimulai dari HR, kemudian ke SH, dan berakhir di Opung AT inilah yang kemudian memunculkan tanda tanya besar di kalangan pemerhati pendidikan.

Pertanyaannya adalah, mengapa sebuah komunitas yang mengatasnamakan profesi kepala sekolah harus dibangun dengan sistem yang terkesan tertutup, eksklusif, dan tidak transparan.

Pengamat pendidikan di Makassar menilai, komunitas profesi seharusnya menjadi wadah yang inklusif, demokratis, dan terbuka untuk semua anggotanya tanpa harus melalui lobi-lobi personal.

"Jika sebuah komunitas ingin maju dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, maka sistemnya harus terbuka, memiliki AD/ART yang jelas, dan tidak mengkultuskan figur tertentu," tegas seorang pemerhati pendidikan.

Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul bahwa dengan sistem yang tertutup seperti ini, komunitas tersebut berpotensi menjadi alat untuk kepentingan kelompok tertentu, bukan untuk peningkatan mutu pendidikan secara umum.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi MULIAINFO.COM masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dengan inisial HR, SH, dan AT (Opung) untuk mendapatkan klarifikasi yang berimbang.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan atau disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Publik pendidikan di Kota Makassar kini menanti kejelasan dan transparansi dari Komunitas KAPAL SELAM agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat positif, bukan justru menimbulkan sekat-sekat baru di antara para kepala sekolah.


Murid SD Negeri Bontoa Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer KKG PJOK Tamalanrea di lapangan Tala BTP


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa menunjukkan semangat sportivitas dengan mengikutsertakan siswanya dalam ajang Turnamen Mini Soccer atau Sepak Bola Mini tingkat Kecamatan Tamalanrea.

Sebanyak 12 orang murid terbaik akan menjadi perwakilan sekolah dalam turnamen yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Tidak hanya murid, sekolah juga menurunkan 2 orang guru pendamping yang akan mendampingi para siswa selama pertandingan berlangsung.

Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Amrin, S.Pd, juga akan turut hadir langsung mendampingi dan memberikan semangat kepada para muridnya di lapangan.

Turnamen Mini Soccer ini akan dilaksanakan pada hari Kamis sampai Sabtu, tanggal 1 sampai 3 Oktober 2026 mendatang.

Lokasi pertandingannya akan dipusatkan di Lapangan Tala Limampuloa BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Kegiatan bergengsi antar sekolah dasar ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Tamalanrea, Amrin, S.Pd, menjelaskan bahwa turnamen ini bertujuan untuk menjaring bibit-bibit atlet sepak bola usia dini.

"Turnamen ini selain sebagai ajang silaturahmi antar SD di Tamalanrea, juga untuk mencari bibit atlet berprestasi sejak usia dini," ujar Amrin, S.Pd.

Menurutnya, animo peserta sangat tinggi dimana hampir seluruh SD Negeri dan Swasta di Kecamatan Tamalanrea ikut berpartisipasi dalam turnamen mini soccer ini.


Persiapan pun telah dilakukan oleh UPTD SPF SD Negeri Bontoa dengan menggelar latihan rutin bersama guru PJOK selama sepekan terakhir.

Ke-12 murid yang terpilih tersebut merupakan hasil seleksi dari ekstrakurikuler sepak bola yang ada di sekolah.

Dengan keikutsertaan ini, UPTD SPF SD Negeri Bontoa berharap dapat memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi murid-muridnya.

Selain mengejar prestasi juara, yang paling utama adalah menanamkan nilai sportivitas, kekompakan, dan kerja sama tim kepada para siswa.

Amrin, S.Pd juga berpesan kepada 12 muridnya agar tetap menjaga kesehatan, semangat, dan menjunjung tinggi fair play selama turnamen berlangsung.

Pihak sekolah juga memohon doa dan dukungan dari seluruh orang tua murid agar SD Negeri Bontoa dapat meraih hasil terbaik di turnamen mini soccer di Lapangan Tala Limampuloa BTP tersebut.