22 Juni 2026

SPMB Hari Pertama di SD Inpres Banta-Bantaeng 1 Berjalan Tertib, Kepsek Apresiasi Kedisiplinan Orang Tua


MULIAINFO. Com. Makassar -- Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di UPT SPF SD Inpres Banta-Bantaeng 1 berlangsung dengan lancar dan tertib. Sejak pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi orang tua dan calon murid baru yang datang lebih awal.

Suasana sekolah terlihat rapi. Panitia SPMB sudah bersiap sejak pukul 07.00 WITA untuk mengarahkan orang tua ke meja pendaftaran dan ruang verifikasi berkas. Semua petugas bekerja sesuai tugas masing-masing.

Ibu Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd., memantau langsung jalannya kegiatan dari awal hingga selesai. Beliau menyapa orang tua satu per satu dan memastikan tidak ada yang merasa kebingungan dengan alur pendaftaran.

Salah satu hal yang paling disoroti adalah kedisiplinan antrian. Orang tua diminta menunggu sesuai nomor urut dan tidak berkerumun di depan meja petugas. Hasilnya, proses verifikasi berkas berjalan cepat tanpa penumpukan.

Ibu Hasdiarah Kadir dalam arahannya menekankan pentingnya ketertiban. Beliau berharap orang tua siswa tetap sabar, menjaga antrian, dan mengikuti arahan panitia demi kelancaran bersama.


Calon murid baru yang hadir juga tampak antusias. Mereka diajak berkenalan dengan lingkungan sekolah sambil menunggu orang tuanya menyelesaikan pendaftaran. Beberapa guru ikut mendampingi agar anak-anak merasa nyaman.

Fasilitas sekolah seperti ruang tunggu, tempat duduk, dan titik air minum disiapkan untuk mendukung kenyamanan. Hal ini membuat orang tua tidak perlu berdiri lama di bawah terik matahari.

Petugas keamanan sekolah turut membantu mengatur arus lalu lintas di depan gerbang. Parkir kendaraan ditata rapi agar tidak mengganggu akses jalan warga sekitar Banta-Bantaeng.

Hingga siang hari, tidak ada kendala berarti yang muncul. Semua berkas yang masuk dicek ulang oleh panitia agar sesuai dengan persyaratan SPMB tahun ini.

Dengan berjalan tertibnya hari pertama ini, pihak sekolah optimis proses SPMB selanjutnya akan semakin baik. Harapan Ibu Kepsek sederhana: kerjasama orang tua dan sekolah jadi kunci utama pendidikan anak yang berkualitas. ( Muh. Yahya )


SPMB SDI Kassi Berjalan Tertib dan Lancar di Hari Senin 22 Juli 2026


MULIAINFO. Com.Makassar -- Pelaksanaan SPMB SDI Kassi kembali dimulai pada hari Senin pagi. Sejak pukul 07.30 WITA, halaman dan ruang pendaftaran sekolah sudah dipadati orang tua siswa yang datang bersama calon peserta didik baru. Panitia dan guru piket sudah bersiaga di pintu masuk untuk mengarahkan alur pendaftaran. Suasana awal hari ini terlihat kondusif dan penuh semangat kebersamaan antara pihak sekolah dengan wali murid.

Sistem yang diterapkan tetap mengutamakan ketelitian. Setiap orang tua siswa diminta menyerahkan berkas ke meja verifikasi yang dijaga langsung oleh guru. Guru memeriksa satu per satu mulai dari akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, sampai bukti alamat. Jika ada berkas yang kurang atau tidak sesuai, guru akan langsung memberi arahan agar orang tua segera melengkapinya. Langkah ini bertujuan meminimalisir kesalahan data saat masuk ke sistem.

Setelah dinyatakan lengkap dan ditandatangani oleh guru verifikator, berkas baru boleh dilanjutkan ke meja operator. Di meja operator, seluruh data pendaftar diinput langsung ke portal SPMB resmi. Operator bekerja sesuai nomor antrean agar tidak terjadi tumpang tindih. Dengan alur “guru dulu, operator kemudian” ini, antrean menjadi lebih tertib, rapi, dan tidak menimbulkan penumpukan di satu titik.

Kepala Sekolah menegaskan bahwa SPMB bukan hanya tugas operator. Semua guru wajib bekerja ekstra dan bergotong royong. Ada guru yang bertugas mengarahkan antrean, ada yang membantu fotokopi berkas darurat, dan ada pula yang mendampingi orang tua yang masih bingung mengisi formulir. Kompaknya tim guru membuat beban kerja operator jadi lebih ringan dan proses pendaftaran terasa lebih cepat.

Berkat koordinasi yang baik, suasana di ruang pendaftaran hari ini benar-benar tertib. Orang tua mengantre dengan sabar sesuai nomor urut, tidak ada yang menyerobot. Guru dengan sigap memanggil nama dan memeriksa berkas tanpa terburu-buru. Operator pun bisa fokus menginput data tanpa gangguan. Kedisiplinan inilah yang membuat proses SPMB hari Senin ini berjalan jauh lebih lancar dibanding hari pertama.


Proses input data oleh operator berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jaringan internet sekolah stabil dan portal SPMB tidak mengalami gangguan. Operator dibantu 2 laptop cadangan sehingga jika satu device butuh restart, input data tetap bisa berjalan. Kecepatan mengetik dan ketelitian operator juga membuat antrean di meja input tidak menumpuk terlalu lama.

Orang tua siswa menunjukkan kedisiplinan yang patut diapresiasi. Kebanyakan datang dengan map berisi semua berkas yang sudah disusun rapi sesuai urutan. Banyak juga yang sudah bertanya dulu ke grup WA sekolah, jadi saat di meja guru tidak banyak pertanyaan berulang. Kerjasama orang tua seperti ini sangat membantu mempercepat verifikasi berkas.

Ibu Sukmawati, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDI Kassi turun langsung memantau dari awal sampai akhir kegiatan. Beliau berkeliling mengecek meja verifikasi, meja operator, sampai area antrean. Sesekali beliau memberi motivasi ke guru dan menyapa orang tua agar tetap tenang. Kehadiran beliau membuat seluruh tim bekerja lebih fokus dan bertanggung jawab.

Setelah kegiatan selesai, tim guru melakukan evaluasi singkat. Hasilnya, hari ini SPMB berjalan sangat tertib dan lancar. Tidak ada berkas yang salah input, tidak ada antrean yang membludak, dan tidak ada keluhan dari orang tua. Semua pihak sepakat mempertahankan sistem “cek guru dulu, baru ke operator” karena terbukti efektif.

Dengan semangat gotong royong ini, SDI Kassi optimis target kuota peserta didik baru bisa tercapai sesuai jadwal. Pihak sekolah mengimbau kepada orang tua yang belum sempat mendaftar agar segera melengkapi berkas dan datang sesuai hari yang ditentukan. Panitia juga berterima kasih atas dukungan semua wali murid yang menjaga ketertiban selama proses berlangsung.( Muh. Yahya )



SPMB Jalur Zonasi SD Inpres Bertingkat Bara-baraya II, Berjalan Tertib, Guru Operator Teliti Input Data


MULIAINFO. Com -- Makassar - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru SPMB jalur zonasi hari pertama di UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara- baraya II,   berjalan tertib dan lancar, Senin 22/6/2026. Sejak pukul 07.30 Wita, halaman sekolah sudah ramai orang tua dan calon siswa baru. Meski jumlah pendaftar padat, suasana tetap kondusif karena semua mengikuti alur yang sudah ditentukan panitia SPMB sekolah.

Proses verifikasi dokumen dilakukan langsung oleh tim guru operator yang sudah ditunjuk. Satu persatu berkas KK, akta lahir, ijazah TK/PAUD, dan bukti domisili dicek teliti. Petugas mencocokkan NIK anak dengan data Dukcapil dan memastikan alamat di KK benar-benar masuk radius zonasi sekolah sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

*"Guru operator kami sangat teliti menjemput data dari orang tua. Mereka tidak buru-buru. Satu berkas dicek 2 kali, data diinput lalu dicocokkan lagi. Tujuannya biar tidak ada kesalahan yang merugikan calon siswa," ujar Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres  Bertingkat Bara-baraya II,  Suardi Salpin, S.Pd, .M. M., di sela kegiatan.

Pantauan di lokasi, orang tua siswa datang sesuai jadwal panggilan yang disebar lewat grup WA kelas 6 SD. Tidak ada penumpukan di gerbang. Petugas keamanan dan OSIS bantu arahkan alur antrean: masuk lewat pintu timur, keluar lewat pintu barat. Hasilnya halaman sekolah tetap longgar, udara lancar, dan orang tua tidak berdesakan.

Para siswa yang ikut dampingi orang tua juga tampak tertib dan sopan. Anak-anak duduk rapi di bangku yang disediakan panitia, sebagian membaca buku, sebagian berbincang pelan. Tidak ada yang lari-larian atau teriak. "Siswa sangat tertib dan lancar," ucap Kepsek Suardi Salpin bangga melihat kedisiplinan anak didiknya.


Apresiasi khusus disampaikan kepsek untuk kedisiplinan semua pihak. Menurut Suardi Salpin, kunci kelancaran SPMB ada pada kerja sama. "Siswa sangat tertib dan lancar. Orang tua juga kooperatif bawa berkas lengkap sesuai checklist. Guru operator semangat dari pagi. Ini memudahkan kerja kami dan bikin proses jadi cepat," ucapnya.

Tahun ini sistem SPMB Makassar full online dan terintegrasi. Guru operator wajib teliti saat input NIK, nama, alamat, hingga koordinat rumah sesuai KK. Data ini langsung sinkron ke server Dinas Pendidikan. "Satu angka salah ketik bisa bikin jarak zonasi berubah. Makanya kami latih operator 3 hari sebelum SPMB," jelas kepsek.

Untuk menghindari antrean panjang, panitia buka 3 meja verifikasi paralel. Meja 1 khusus jalur zonasi, meja 2 jalur afirmasi untuk anak kurang mampu, meja 3 jalur mutasi pindah tugas orang tua. Pembagian tugas ini bikin waktu tunggu orang tua cuma 10-15 menit per berkas.

Hingga pukul 12.30 Wita, lebih dari 200 berkas jalur zonasi sudah diverifikasi dan diinput ke sistem. Kepsek menegaskan komitmen sekolah: zero pungli. "Semua gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada titip-titip. Kalau ada yang minta uang atas nama sekolah, langsung lapor ke saya," tegas Suardi Salpin.

Menutup hari pertama, kepsek optimis 3 hari ke depan tetap lancar. "Kami komitmen laksanakan SPMB yang adil, transparan, dan akuntabel. Terima kasih untuk guru operator yang teliti, orang tua yang tertib, dan siswa yang disiplin. Mari jaga bersama sampai pengumuman," tutup Suardi Salpin, S.Pd. M.M,  ( Muh. Yahya )

20 Juni 2026

Kepsek Hj. S,.Pd Hamsinah UPT SPF SDI Kajenjeng Ikuti Pelatihan Pengelolaan Persampahan di Hotel Mercure


MULIAIFON. Com. Makassar -- Kepala Sekolah UPT SPF SDI Kajenjeng, Hj. S.Pd Hamsinah, mengikuti pelatihan pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Sabtu 20/6/2026. Kegiatan ini diikuti puluhan kepala sekolah SD se-Kota Makassar.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dan pegiat bank sampah. Materi utama: pemilahan sampah organik-anorganik dari sumber, prinsip 3R, dan praktik pembuatan kompos skala rumah tangga.

Hj. S.Pd Hamsinah hadir sejak sesi pembukaan sampai praktik. Beliau aktif bertanya soal cara edukasi anak SD yang masih kelas 1-3. "Anak kecil harus diajar lewat praktik, bukan ceramah panjang," ucapnya.

Menurut kepsek, masalah sampah di sekolah bukan cuma soal tong sampah. Tapi soal kebiasaan. Kalau siswa terbiasa buang bungkus jajan sembarangan, lingkungan sekolah cepat kotor walau petugas kebersihan ada tiap hari.

Setelah dapat ilmu baru, kepsek langsung susun 3 program lanjutan untuk SDI Kajenjeng. Program pertama: Bank Sampah Siswa. Nanti tiap Jumat, siswa kumpulkan botol plastik bekas. Hasil jualnya ditabung untuk kas kelas.


Program kedua: Jumat Bersih. Seluruh warga sekolah - guru, staf, siswa - turun 15 menit sebelum KBM untuk pungut sampah dan sapu halaman. Tujuannya tanamkan budaya kerja bakti sejak kecil.

Program ketiga: Lomba Kelas Adiwiyata. Tiap bulan akan dipilih 3 kelas terbersih dan terindah. Ada piala bergilir + piagam. "Anak-anak kalau ada lomba jadi semangat. Kelas jadi rapi sendiri," kata kepsek sambil tersenyum.

Pihak Hotel Mercure Makassar selaku tuan rumah mengapresiasi antusiasme para kepsek. "Kami senang sekolah mau belajar. Pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari rumah dan sekolah," ujar perwakilan hotel.

Hj. S.Pd Hamsinah menargetkan SDI Kajenjeng bisa tembus predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kecamatan tahun depan. Syaratnya sederhana: disiplin buang sampah, kurangi plastik sekali pakai, dan libatkan orang tua.

"Ilmu sudah dapat, sekarang tinggal eksekusi. Saya minta guru dan siswa kompak. Kalau semua mau bergerak dari hal kecil, insyaAllah SDI Kajenjeng jadi sekolah yang bersih, sehat, dan jadi contoh," tutup kepsek. ( Muh. Yahya )

Komitmen SDI Kassi Wujudkan Sekolah Adiwiyata Lewat Workshop 3R di Hotel Mercure


MULIAINFO. Com. SDI Kassi Makassar turut berpartisipasi dalam workshop pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar pada tanggal 20 April 2026. Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah Ibu Sukmawati, S.Pd. bersama perwakilan guru dan siswa. Suasana workshop berlangsung interaktif sejak sesi awal, dengan peserta dari berbagai sekolah dasar di Makassar.

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekolah tentang sistem pengelolaan sampah berbasis 3R: Reduce, Reuse, Recycle. Panitia ingin mendorong sekolah menjadi pelopor sekolah adiwiyata dan berwawasan lingkungan. Selain materi teori, peserta juga diajak melihat studi kasus penerapan pengelolaan sampah di hotel agar lebih aplikatif.

Kehadiran SDI Kassi menunjukkan komitmen sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Ibu Sukmawati hadir langsung untuk menyerap materi, mencatat poin penting, dan menjalin kerja sama dengan pihak hotel. Beliau juga membawa beberapa guru agar ilmu bisa langsung diteruskan ke kelas.

Narasumber membahas teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos sederhana dari sisa makanan, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi karya kreatif seperti pot bunga dan tas. Peserta juga praktik langsung memilah sampah dan membuat komposter mini yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah.

Dalam salah satu ucapannya, Ibu Sukmawati, S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Hotel Mercure. Beliau menekankan pentingnya aksi nyata setelah pelatihan agar ilmu tidak berhenti di ruang seminar. Menurut beliau, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari oleh warga sekolah.


"SDI Kassi mengikuti workshop ini karena kami percaya pendidikan lingkungan dimulai dari hal kecil. Anak-anak harus terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memilah sejak di kelas," ujar Ibu Sukmawati. Beliau menambahkan bahwa guru akan jadi teladan utama, karena anak meniru apa yang mereka lihat setiap hari di sekolah.
  
Setelah workshop, SDI Kassi akan membuat bank sampah sekolah dan pojok daur ulang di halaman belakang. Tong sampah 3 warna akan dipasang di setiap sudut sekolah untuk membiasakan siswa memilah. Program ini ditarget mulai berjalan bulan depan setelah semua guru mendapat pelatihan lanjutan.

Guru mendapat tugas menjadi duta lingkungan di kelas masing-masing dan memberi contoh langsung saat jam istirahat. Siswa dilibatkan lewat program Jumat Bersih, piket memilah sampah, dan lomba kreasi dari sampah. Dengan cara ini anak belajar tanggung jawab sambil tetap merasa kegiatan itu menyenangkan.

Pihak Hotel Mercure mendukung inisiatif SDI Kassi dengan menyediakan narasumber, modul pelatihan, dan tour ke area pengelolaan limbah hotel. Kerja sama ini jadi contoh sinergi dunia usaha dan pendidikan. Pihak hotel juga bersedia jadi mitra pembinaan jangka panjang untuk program adiwiyata SDI Kassi.

Workshop ini menjadi titik awal transformasi SDI Kassi menjadi sekolah ramah lingkungan. Ibu Sukmawati optimis langkah kecil hari ini akan berdampak besar bagi masa depan anak dan bumi. Beliau menutup dengan ajakan agar semua warga sekolah konsisten menjaga kebersihan, karena sekolah bersih adalah cerminan karakter siswa yang disiplin dan peduli. ( Mun. Yahya )

19 Juni 2026

BOS Rp5 Juta atak Bisa Bangun WC, SISWA Makassar Antre & Tahan Kencing Seharian


MULIAINFO. Com. Makassar -- Makassar, kota metropolitan kedua di Indonesia Timur, seharusnya jadi barometer pendidikan. Faktanya hari ini, ribuan siswa SD-SMP masih belajar berdesakan, duduk 3-4 orang di bangku muat 2 orang. Pemerintah kota jangan tinggal diam.

Data Dinas Pendidikan Makassar 2025 mencatat rasio siswa terhadap ruang kelas masih jomplang. Pertumbuhan penduduk tiap tahun naik 2,1%, tapi penambahan ruang kelas baru stagnan. Hasilnya: rombongan belajar "rombel" membengkak jauh melebihi standar nasional.

Standar Permendikbud jelas dan tegas: *1 rombel SD maksimal 28 peserta didik*, SMP/ maksimal 32- Lapangan menunjukkan banyak sekolah negeri memaksa 40-45 anak dalam 1 kelas. Itu artinya 1 rombel menampung 1,5 kali lipat kapasitas. Guru kewalahan, siswa kehilangan fokus. Kualitas pendidikan dikorbankan.

Tiga langkah darurat harus jadi prioritas Pemkot Makassar tahun ini. Pertama: audit rombel menyeluruh. Jangan cuma hitung jumlah sekolah, tapi hitung kepala di dalam kelas. Sekolah yang rombelnya tembus 40-45 siswa harus segera dipecah karena sudah melanggar batas 28 siswa.

Langkah kedua: percepat penambahan kelas baru. Lahan sekolah negeri di Makassar masih banyak yang kosong, tapi pembangunan DAK fisik molor. Sementara anak makin banyak lahir, ruang belajar tetap segitu-segitu saja. Kalau 1 rombel 45 anak, berarti butuh 2 ruang kelas baru biar balik ke angka 28.

Penambahan kelas bukan sekadar bangun tembok. Harus dibarengi guru, meja kursi, dan listrik. Jangan sampai ada ruang kelas baru tapi gurunya "pinjam" dari sekolah lain. Tujuannya jelas: turunkan jumlah siswa per rombel ke angka maksimal 28, bukan memindahkan masalah.

Langkah ketiga, dan ini paling memalukan: perbaikan WC sekolah. Banyak sekolah di Makassar sudah bertahun-tahun WC-nya rusak, mampet, atau jumlahnya tidak sebanding. 1 WC untuk 150 siswa? Bayangkan antreannya saat istirahat.

Ironi yang lebih dalam: sudah banyak kepala sekolah mengajukan proposal perbaikan WC rusak ke dinas terkait. Proposal masuk, data lengkap, foto kerusakan ada. Tapi sampai hari ini, satu pun belum ada yang terlaksana. Usulan mengendap, siswa tetap menderita.

Kondisi ini diperparah aturan Dana BOS. Sesuai Juknis BOS, dana itu "tidak kategori" untuk pembangunan fisik di atas Rp5 juta. Sementara bangun 1 WC baru + septictank butuh Rp20-25 juta. Rehab total 1 ruang kelas butuh Rp180 juta. Kepsek tidak bisa otak-atik BOS.

Akibatnya kepala sekolah terjebak di tengah. Usulan ke atas tidak direspons. Dana BOS tidak bisa dipakai. Kalau nekat bangun WC >Rp5 juta pakai BOS, risikonya temuan BPK dan uang dikembalikan. Pilihan pahit: diam sambil lihat siswa antre di WC rusak.

WC sekolah bukan fasilitas pelengkap. Ini soal kesehatan, martabat, dan khususnya anak perempuan. Kalau WC kotor dan tidak layak, siswa lebih pilih menahan buang air seharian. Dampaknya ke konsentrasi belajar dan risiko penyakit.

Manusia Makassar makin bertambah. Kompleks perumahan baru tumbuh cepat di pinggiran kota. Tapi fasilitas pendidikan tidak tumbuh secepat itu. Anak lahir 100, kelas baru 1. Padahal standar 28 siswa per rombel menuntut penambahan ruang yang jauh lebih cepat.

Pengingat untuk DPRD Komisi D: jangan cuma duduk di kursi empuk lalu lupa berdiri. Komisi D adalah penyambung lidah masyarakat Makassar. Fungsi pengawasan dan penganggaran harus jalan. Kawal DAK Fisik dan DAK Sanitasi agar benar-benar turun ke sekolah yang proposal WC dan kelasnya sudah mengendap bertahun-tahun.

Seorang tenaga pendidik di Makassar mengingatkan keras: "Ingat dan jangan lupa para pejabat, dari mana asalmu sehingga kamu bisa jadi pejabat dan memimpin kota ini. Dan satu lagi harus kamu ingat, jangan setelah selesai pendidikan kamu sehingga kamu lupa asalmu." Ucapnya dengan nada kecewa melihat kondisi sekolah yang tak kunjung diperbaiki.

Pendidikan adalah investasi paling murah untuk masa depan kota. Jangan sampai Makassar kalah bersaing karena anak-anaknya belajar di rombel 45 anak dan WC memprihatinkan, padahal aturan jelas: maksimal 28 siswa. Pemerintah dan DPRD jangan tinggal diam. Tiga langkah itu: rombel, kelas, WC. Kerjakan sekarang proposal yang sudah diajukan kepsek, sebelum terlambat. ( Muh.yahya )

18 Juni 2026

TIM Pembina UKS Kecamatan Manggala Perkuat Senergi Sekolah Sehat


MULIAINFO. Com. Makassar -- Pertemuan Tim Pembina UKS Kecamatan Manggala dilaksanakan hari ini, Kamis tanggal 18 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Manggala mulai pukul 09.00 WITA sampai selesai. Agenda utama pertemuan adalah evaluasi program UKS semester genap dan penguatan program kerja UKS semester depan di seluruh sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan pengurus UKS dari masing-masing kelurahan se-Kecamatan Manggala. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat sekolah-sekolah dalam membina kesehatan peserta didik melalui UKS. Diskusi berlangsung interaktif dan setiap kelurahan berkesempatan menyampaikan laporan serta kendala di lapangan.

Bapak Camat Manggala hadir langsung sebagai Pembina UKS Kecamatan Manggala. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, kelurahan, dan puskesmas untuk mewujudkan sekolah sehat. Beliau juga mengapresiasi kinerja tim UKS yang selama ini aktif melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah binaan.

"Kepala UPT SPF SDI Kajenjeng, Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd. turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran beliau mewakili sekolah dasar di wilayah binaannya. Ibu Hamsinah aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan program UKS yang sudah berjalan baik di SDI Kajenjeng, seperti dokter kecil, PHBS, dan pojok UKS.

Tidak lupa para Pembina UKS dari Puskesmas se-Kecamatan Manggala juga hadir memberikan arahan teknis. Mereka menyampaikan materi tentang 5 program pokok UKS, deteksi dini penyakit, serta cara pengisian buku UKS yang benar. Pembinaan dari puskesmas ini sangat membantu sekolah agar program UKS sesuai standar.


Dari unsur sekolah menengah, perwakilan SD dan SMP beserta pembina UKS-nya juga hadir mengikuti pertemuan. Baik SD maupun SMP saling berbagi praktik baik. SD fokus pada pembiasaan cuci tangan dan jajan sehat, sementara SMP banyak membahas konseling remaja dan UKS berbasis PIK-R.

Dalam pertemuan ini dibahas juga rencana kegiatan lomba UKS tingkat kecamatan yang akan digelar tahun ini. Setiap sekolah diminta mempersiapkan administrasi, inovasi UKS, dan kader dokter kecil terbaiknya. Lomba diharapkan menjadi motivasi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di sekolah.

Hasil pertemuan menyepakati beberapa poin penting. Pertama, semua sekolah wajib membentuk tim pembina UKS yang aktif. Kedua, jadwal pembinaan rutin dari puskesmas ke sekolah akan ditingkatkan. Ketiga, pengurus UKS kelurahan akan berkoordinasi lebih intens dengan kepala sekolah untuk monitoring berkala.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, kekeluargaan, dan penuh semangat kebersamaan. Tanya jawab berjalan dinamis karena para kepala sekolah dan pembina UKS sangat antusias. Aula Camat Manggala menjadi tempat bertukar ide demi kemajuan UKS di wilayah Kecamatan Manggala.

Dengan berakhirnya pertemuan ini, diharapkan program UKS di sekolah-sekolah Kecamatan Manggala semakin maju dan memberi dampak nyata bagi kesehatan siswa. Sinergi Camat, Puskesmas, Kepala Sekolah, dan pengurus UKS kelurahan menjadi kunci utama. Semoga target “Sekolah Sehat” dapat tercapai bersama. Aamiin. ( Muh. Yahya )