06 Maret 2026

Merajut Silaturrahmi di Bulan Ramadhan : Buka Puasa Bersama UPT SPF SMPN 22 Makassar

MULIAINFO. com. MAKASSAR-- UPT SPF SMPN 22 Makassar mengadakan Buka Puasa Bersama di lapangan sekolah pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Hj. Salma, beserta guru-guru dan siswa-siswa UPT SPF SMPN 22 Makassar.
Buka Puasa Bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan meningkatkan kebersamaan di antara warga sekolah.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan kebahagiaan.
UPT SPF SMPN 22 Makassar ingin memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturrahmi di antara warga sekolah.
Dengan demikian, kita dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Sekolah, Hj. Salma, mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam Buka Puasa Bersama ini.
Beliau berharap kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan kebersamaan bagi kita semua.
Hj. Salma juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan di UPT SPF SMPN 22 Makassar.

Siswa-siswa UPT SPF SMPN 22 Makassar sangat antusias dalam mengikuti Buka Puasa Bersama ini.
Mereka dapat berbuka puasa bersama-sama dengan guru-guru dan teman-teman mereka.
Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya silaturrahmi dan kebersamaan.

Guru-guru UPT SPF SMPN 22 Makassar juga sangat mendukung kegiatan Buka Puasa Bersama ini.
Mereka dapat berbagi pengalaman dan ilmu dengan siswa-siswa.
Guru-guru juga dapat meningkatkan hubungan dengan siswa-siswa di luar kelas.

Buka Puasa Bersama ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya berbagi dan peduli dengan sesama.
Mereka dapat belajar tentang nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SMPN 22 Makassar.

UPT SPF SMPN 22 Makassar telah lama berkomitmen untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturrahmi di antara warga sekolah.
Buka Puasa Bersama ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut.
Sekolah berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan meningkatkan kebersamaan di antara warga sekolah.

Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan dan rahmat.
UPT SPF SMPN 22 Makassar berharap agar kegiatan Buka Puasa Bersama ini dapat membawa ampunan dan rahmat bagi kita semua.
Semoga kita dapat menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Buka Puasa Bersama ini juga dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan.
Mereka dapat belajar tentang cara menjaga kesehatan dan kebersihan di bulan Ramadhan. Kegiatan ini juga dapat Meningkatkan Kualitas hidup Siswa- Siswa UPT SPF SMPN 22 Makassar.

UPT SPF SMPN 22 Makassar mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam Buka Puasa Bersama ini.
Semoga kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan kebersamaan bagi kita semua. Semoga kita dapat terus meningkatkan Kebersamaan Dan Silaturrahmi di antara warga sekolah. ( Me Yahya )

Babak Baru di Disdik Makassar: " Jilid 2" Pemanggilan Kepsek Definitif, Ada skenario di Balik Layar


MULIAINFO. com. Makassar– Suasana di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali memanas dengan adanya pemanggilan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) Definitif, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang disebut-sebut sebagai "Jilid 2" ini digelar di Kantor Disdik Kota Makassar, tepat di depan ruangan Kepala Dinas, namun dikabarkan berlangsung tanpa sepengetahuan Kadisdik.

Jika pada "Jilid 1" sebelumnya merupakan kegiatan Max One yang melibatkan para Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dan beberapa Kepsek Pelaksana Tugas (PLT), maka kali ini giliran para Kepsek Definitif yang dikumpulkan. Lokasi pemanggilan yang berada persis di lorong depan ruang Kadis menjadi sorotan, apalagi kegiatan ini diduga sengaja diadakan secara diam-diam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, pemanggilan dilakukan secara bergilir dengan sistem "ngetim" atau antrean. Puluhan kepala sekolah tampak berdatangan dan menunggu di area depan ruang Kadis. Mereka dipanggil satu per satu untuk masuk ke dalam ruangan yang disiapkan khusus.

Dari informasi yang berkembang, salah satu yang turut dipanggil, Kepala Sekolah dari SMP 55. Ia disebut-sebut sebagai sasaran utama dalam gelombang pemanggilan kali ini. Selain itu, sejumlah kepala sekolah dari berbagai SMP Negeri di Makassar juga terlihat hadir, di antaranya perwakilan dari SMP 19, SMP 26, SMP 32, SMP 1, SMP 14, SMP 30, dan beberapa sekolah lainnya. Dan Termasuk yang menyusun kepsek SMP ( SMPN 15, SMP 54 & SMP 33).

"Semua ada, termasuk SMP 26, SMP 32, SMP 1, SMP 14, SMP 30, pokoknya banyak. Yang jelas, mereka dipanggil masuk lima orang sekaligus ke dalam ruangan untuk diwawancarai," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Menariknya, proses wawancara tersebut berlangsung tertutup. Para kepala sekolah yang keluar dari ruangan enggan berkomentar banyak. Mereka hanya mengatakan diminta menjelaskan asal sekolah dan beberapa pertanyaan administratif lainnya.

Yang semakin menguatkan kecurigaan akan adanya agenda khusus adalah sosok di balik layar yang mengatur jalannya pertemuan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa yang bertugas mengetik dan menyiapkan administrasi pertemuan tersebut adalah seorang yang akrab disapa Dr. Syarif. Sementara itu, koordinator lapangan yang mengatur jalannya pemanggilan peserta.

"Ini yang aneh, yang ngatur malah Pak Yunus. Katanya instruksinya dari Ibu Kadis, tapi kok lewat Pak Yunus? Jadi sebenarnya intinya mau ketemu, mau ada pertemuan. Tapi kenapa dirahasiakan?" ujar sumber yang sama.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa ada nama Bu Ina dan Bu Lina yang turut terlibat dalam proses pendataan. Mereka disebut-sebut sebagai orang yang memegang daftar nama kepala sekolah yang harus dikumpulkan.

Pertanyaan besar kemudian muncul, apa sebenarnya tujuan dari pertemuan rahasia ini? Sejumlah sumber menduga kuat bahwa ini adalah bagian dari upaya membangun citra seseorang menjelang momen tertentu.

"Tujuannya supaya mengenal Hero, seakan-akan dia pahlawan. Itu yang bisa kita baca dari orientasinya. Mereka ingin terlihat sebagai penyelamat, padahal di balik itu semua ada agenda tersembunyi," ungkap sumber yang mengetahui jalannya pertemuan.

Bahkan, ada yang mengaitkan pertemuan ini dengan adanya "beban dari talangan" yang diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk kemungkinan adanya tekanan dari level atas. "01 juga pasti tahu, karena ada beban dari talangan. Tidak mungkin ini terjadi tanpa sepengetahuan atasannya," tambah sumber tersebut.

Jika ditelusuri lebih jauh, praktik pemanggilan semacam ini mengingatkan pada praktik-praktik lama di lingkungan birokrasi Makassar yang sarat dengan intrik dan "dagelan" politik penempatan jabatan. Kehadiran figur eks pejabat yang masih aktif bergerilya di lingkungan dinas menjadi perhatian tersendiri.

Menurut info Ari, salah satu kepsek yang bingung dengan pemanggilan itu, setelah mendapat telepon dari rekan sesama kepsek, ia justru ditanyai oleh mantan Kabid SMP, Dari.Syrief, "mau ditempatkan di mana". Pertanyaan tersebut sontak membuatnya curiga bahwa pertemuan ini berkaitan dengan skenario mutasi atau rotasi jabatan yang sedang digodok di belakang layar.

Oleh karena itu, banyak pihak mendesak agar Dinas Pendidikan Kota Makassar segera membuka suara terkait praktik pemanggilan liar ini. Jika benar ada agenda resmi, seharusnya dilakukan secara terbuka dan transparan, bukan secara diam-diam di lorong kantor tanpa sepengetahuan pimpinan.

Selain itu, keterlibatan oknum-oknum tertentu yang bukan lagi pejabat aktif di lingkungan dinas juga patut dipertanyakan. Apakah mereka masih memiliki kewenangan untuk mengatur dan memanggil para kepala sekolah? Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan konflik kepentingan dan mengganggu jalannya birokrasi yang sehat.

Diketahui, Dinas Pendidikan Kota Makassar di bawah kepemimpinan Achi Soleman tengah gencar melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Berbagai program unggulan tengah dijalankan untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Makassar. Namun, adanya praktik-praktik tidak transparan seperti ini tentu saja kontraproduktif dan dapat mengganggu konsentrasi para kepala sekolah dalam menjalankan tugas pokok mereka di sekolah masing-masing.

Sambungnya, informasi yang berkembang di kalangan guru dan tenaga kependidikan, kejadian ini sudah seperti "kioki" atau permainan yang diatur sedemikian rupa. "Ini Kakak dibuka setelan yang kioki. Iya, paling Ibu Kepsek baru bisa pergi ke siapa? Jadi memang sudah di-setting dari awal," ujar sumber dengan nada sinis.

Harapan para kepala sekolah dan tenaga kependidikan, kejadian seperti ini tidak berlarut-larut. Mereka berharap agar pimpinan Dinas Pendidikan, dalam hal ini Ibu Kadis, segera turun tangan dan melakukan klarifikasi. Proses mutasi, rotasi, dan penempatan pejabat di lingkungan pendidikan harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai aturan yang berlaku, bukan melalui pertemuan-pertemuan diam-diam yang justru menimbulkan keresahan di kalangan pendidik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar maupun pihak-pihak yang disebutkan terkait pemanggilan "Jilid 2" tersebut.(Y).

05 Maret 2026

Pembagian Tas dan Tasler dari Pemerintah Kota Makassar di UPT SPF SDI BANTA - BANTAENG I


MULIAINFO. com. MAKASSAR -- UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I menerima bantuan tas dan tasler dari Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Bank Sulselbar sebanyak 56 pasang.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Tas dan tasler ini akan dibagikan kepada siswa-siswa yang berprestasi dan kurang mampu.

Kepala Sekolah UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar atas bantuan yang diberikan.
Beliau berharap bantuan ini dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan prestasi mereka.
Kepala Sekolah juga berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut di masa depan.

Siswa-siswa UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I sangat senang dan gembira menerima bantuan tas dan tasler.
Mereka merasa sangat dibantu dengan adanya bantuan ini.
Siswa-siswa juga berjanji untuk menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.

Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Bank Sulselbar telah membagikan bantuan tas dan tasler di beberapa sekolah di Kota Makassar.
UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I adalah salah satu sekolah yang menerima bantuan ini.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

Bank Sulselbar sebagai mitra Pemerintah Kota Makassar dalam program ini, berharap agar bantuan ini dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan prestasi mereka.
Bank Sulselbar juga berharap agar siswa-siswa dapat menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.
Bank Sulselbar juga siap untuk terus mendukung program-program pendidikan di Kota Makassar.

Pembagian tas dan tasler ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Sekolah UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd, dan perwakilan dari Bank Sulselbar.
Siswa-siswa yang menerima bantuan ini sangat antusias dan gembira.
Mereka juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar atas bantuan yang diberikan.

Bantuan tas dan tasler ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Siswa-siswa UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I berjanji untuk menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.
Mereka juga berjanji untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah.

UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Bantuan tas dan tasler ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan tersebut.
UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I juga berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut di masa depan.

Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar berharap agar bantuan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.
Mereka juga berharap agar siswa-siswa dapat menggunakan tas dan tasler ini dengan baik.
Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar juga siap untuk terus mendukung program-program pendidikan di Kota Makassar.

Pembagian tas dan tasler ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dan Bank Sulselbar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.
UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I sangat berterima kasih atas bantuan ini.
Mereka berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut di masa depan. ( M Yahya )

Pemanggilan sejumlah kepala sekolah Tanpa Instruksi Kadis Dipertanyakan: Banyak yang Tidak Dipanggil, Ada Apa?


Muliainfo.com, Makassar — Gelombang pertanyaan muncul dari lingkungan pendidikan Kota Makassar setelah sejumlah kepala sekolah dipanggil secara mendadak untuk menghadiri pertemuan internal dengan pejabat Dinas Pendidikan. Pemanggilan tersebut diduga tidak berdasarkan instruksi resmi dari Kepala Dinas, sehingga menimbulkan spekulasi mengenai motif dan tujuannya. Rabu (04/03).

Informasi ini terungkap dari rekaman percakapan seorang narasumber yang merupakan kepala sekolah, namun meminta identitasnya dirahasiakan. Dalam percakapan itu disebutkan bahwa beberapa kepala sekolah dihubungi langsung oleh pejabat bernama Dr. Syarif serta Yunus, yang saat ini menjabat Kabid GTK.

Para kepala sekolah tersebut diminta membawa sejumlah dokumen, termasuk SK terbaru, sebelum diarahkan masuk ke ruangan untuk menjalani wawancara singkat. “Ditanya, mau ki ditempatkan di sekolah mana. Disuruh bawa SK juga. Tidak dijelaskan maksudnya apa,” ujar narasumber tersebut.

Yang menjadi pertanyaan besar, tidak semua kepala sekolah dipanggil. Hanya beberapa nama terpilih yang diminta hadir, termasuk dari SMP 26, 32, 30, 3, serta petugas jaga di SMP 19. Sementara kepala sekolah lain sama sekali tidak mendapatkan panggilan atau pemberitahuan.

“Ini bukan instruksi ibu kadis. Ini gerakan dari Kabid GTK. Banyak kepala sekolah bertanya-tanya, kenapa hanya beberapa saja yang dipanggil,” lanjut narasumber tersebut. Menurutnya, pemilihan nama yang dipanggil justru menimbulkan tanda tanya baru dibanding menjawab persoalan sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa alasan pemanggilan terkait pendataan juga terasa janggal, sebab data mengenai para kepala sekolah sudah pernah dikumpulkan sebelumnya melalui pejabat lain, yaitu Hamka dan Inah. “Kalau soal data, itu sudah ada sejak dulu. Waktu depenitik bermasalah, sudah dikumpulkan. Jadi ini bukan soal data,” jelasnya.

Proses pemanggilan yang dilakukan secara selektif membuat sebagian kepala sekolah merasa bingung dan cemas. Mereka mempertanyakan apakah pertemuan tersebut terkait rotasi jabatan, evaluasi kinerja, atau kemungkinan rencana mutasi internal yang belum diumumkan secara resmi.

“Kalau mau rotasi, harusnya jelas dan umum. Ini yang dipanggil hanya beberapa orang, lalu ditanya mau ditempatkan di mana. Tentu saja kami bertanya-tanya ada maksud apa di baliknya,” kata narasumber itu dalam rekaman tersebut.

Ketiadaan instruksi resmi dari Kepala Dinas Pendidikan juga menjadi perhatian. Para kepala sekolah berharap setiap langkah yang berkaitan dengan jabatan mereka dilakukan secara prosedural, transparan, dan tidak melalui jalur komunikasi informal yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar belum memberikan klarifikasi mengenai pemanggilan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pejabat terkait untuk mendapatkan penjelasan resmi.

Sementara itu, sejumlah kepala sekolah yang tidak dipanggil mengaku khawatir dengan situasi ini. Bagi mereka, pemanggilan sebagian kecil kepala sekolah tanpa penjelasan tertulis dapat memicu spekulasi dan ketidaknyamanan dalam menjalankan tugas di sekolah masing-masing.

“Yang tidak dipanggil juga bertanya-tanya. Kenapa hanya beberapa? Apa ada daftar tertentu? Apa maksud dan tujuannya?” ucap seorang kepala sekolah lain yang dihubungi terpisah.

Kasus ini menambah catatan penting bahwa mekanisme evaluasi dan pendataan kepala sekolah seharusnya dilakukan secara seragam, tertulis, dan mengikuti alur komando yang jelas untuk menghindari bias maupun penafsiran negatif di dunia pendidikan.(M. Yahya)

04 Maret 2026

Kelas VI A UPT SPF SDI BANTA- BANTAENG I : Peringati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026


MULIAINFO. com. MAKASSAR. UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG I memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 dengan kegiatan yang menarik dan edukatif.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswa Kelas VI A dengan antusias dan semangat yang tinggi.

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah.
Siswa-siswa Kelas VI A UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG 1 sangat aktif dalam mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd.
Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah.

Siswa-siswa Kelas VI A kemudian membuat poster dan spanduk yang berisi pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Mereka juga membuat kreasi dari sampah yang dapat digunakan kembali.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan tentang cara mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Siswa-siswa sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan ini.

Setelah itu, siswa-siswa melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Mereka sangat bersemangat dalam membersihkan lingkungan sekolah.


Kepala Sekolah, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd, sangat puas dengan kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini.
Beliau berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Siswa-siswa Kelas VI A UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG 1 juga sangat puas dengan kegiatan ini.
Mereka berharap dapat terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 di UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG 1 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk melakukan kegiatan yang sama.

 Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswa UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG 1 dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Mereka dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 di UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG 1 ini diakhiri dengan doa bersama dan pengucapan terima kasih.
Siswa-siswa Kelas VI A UPT SPF SDI BANTA-BANTAENG 1 berharap dapat terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan. ( M Yahya )

03 Maret 2026

Pelaksanaan pesantren Kilat di UPT sor SDN MATTOANGIN 1

 


MULIAINFO. com. MAKASSAR -- Pelaksanaan Pesantren Kilat di UPT SPF SDN MATTOANGIN 1 dimulai pada hari Rabu.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah, Reni Astuty Latif, S.Pd, M.Pd.
Pesantren Kilat ini diikuti oleh siswa-siswa kelas 5 UPT SPF SDN MATTOANGIN 1.

Siswa-siswa kelas 5 UPT SPF SDN MATTOANGIN 1 sangat semangat dalam mengikuti Pesantren Kilat ini.
Mereka diberikan kesempatan untuk bertanya dan membahas materi yang disampaikan.
Siswa-siswa kelas 5 juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Kepala Sekolah, Reni Astuty Latif, S.Pd, M.Pd, memberikan motivasi kepada siswa-siswa kelas 5 sebelum Pesantren Kilat dimulai.
Beliau berharap siswa-siswa kelas 5 dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini.
Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan pengetahuan.

Guru-guru di UPT SPF SDN MATTOANGIN 1 juga memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa-siswa kelas 5 selama Pesantren Kilat.
Mereka membantu siswa-siswa kelas 5 untuk memahami materi yang disampaikan.
Guru-guru juga memberikan contoh-contoh yang relevan dengan materi.

5. 5. Pesantren Kilat ini berlangsung lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Siswa-siswa kelas 5 juga diberikan kesempatan untuk beristirahat dan makan siang.
Mereka juga diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.

6Materi yang disampaikan dalam Pesantren Kilat ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswa kelas 5.
Mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan keimanan mereka.
Siswa-siswa kelas 5 juga dapat menjadi lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan.

 Setelah Pesantren Kilat selesai, siswa-siswa kelas 5 diberikan kesempatan untuk bertanya dan membahas materi yang disampaikan.
Mereka juga diberikan motivasi oleh Kepala Sekolah, Reni Astuty Latif, S.Pd, M.Pd.
Siswa-siswa kelas 5 juga diberikan kesempatan untuk memberikan saran dan masukan tentang Pesantren Kilat.

Kepala Sekolah, Reni Astuty Latif, S.Pd, M.Pd, sangat puas dengan pelaksanaan Pesantren Kilat ini.
Beliau berharap siswa-siswa kelas 5 dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini.
Kepala Sekolah juga berterima kasih kepada guru-guru dan staf sekolah yang telah membantu pelaksanaan Pesantren Kilat.

Pesantren Kilat ini juga membantu siswa-siswa kelas 5 untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam beribadah.
Mereka dapat menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.
Siswa-siswa kelas 5 juga dapat menjadi contoh bagi teman-teman mereka.

Dengan adanya Pesantren Kilat ini, diharapkan siswa-siswa kelas 5 UPT SPF SDN MATTOANGIN 1 dapat menjadi lebih baik.
Kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Siswa-siswa kelas 5 juga dapat menjadi lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan.

Pelaksanaan Pesantren Kilat di UPT SPF SDN MATTOANGIN 1 ini diakhiri dengan doa bersama dan pengucapan terima kasih.
Siswa-siswa kelas 5 UPT SPF SDN MATTOANGIN 1 berharap dapat terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi pendidikan mereka. ( M Yahya )

Kegiatan Numerasi dan Literasi Hari kedua di UPT SPF SDN Pampang


MULIAINFO. com. MAKASSAR. Kegiatan numerasi dan literasi hari kedua di UPT SPF SDN Pampang berlangsung sangat meriah! Siswa-siswa kelas VI A dan VI B sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep numerasi dan literasi.

Ardiansyah sebagai proktor memastikan semua kegiatan berjalan lancar, sementara Leli sebagai tehnisi siap membantu dengan peralatan yang dibutuhkan.
Dengan demikian, siswa-siswa dapat fokus pada kegiatan belajar tanpa khawatir tentang teknis.

Langi Lebok dan Amir Hamjan juga berperan aktif sebagai anggota tim, membantu mengatur siswa dan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.
Mereka berdua sangat membantu dalam mengatur waktu dan kegiatan siswa.

Kepala Sekolah, Bhakti Pandi, S.Pd, juga hadir memantau kegiatan ini dan memberikan motivasi kepada siswa-siswa.
Kehadiran beliau membuat siswa-siswa merasa lebih semangat dan termotivasi.

Kegiatan numerasi hari ini fokus pada pemecahan masalah matematika yang menarik, membuat siswa-siswa berpikir kritis dan kreatif.
Siswa-siswa diajarkan untuk menganalisis masalah dan mencari solusi yang tepat.

Sementara itu, kegiatan literasi hari ini membahas tentang pentingnya membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa-siswa diajarkan untuk membaca dengan kritis dan menulis dengan efektif.

Siswa-siswa sangat aktif bertanya dan berdiskusi, membuat suasana kelas menjadi sangat interaktif dan menyenangkan.
Mereka berani mengungkapkan pendapat dan ide-ide mereka.

Setelah kegiatan selesai, siswa-siswa diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan kesan mereka tentang kegiatan hari ini.
Mereka sangat senang dan merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

Banyak siswa yang mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuat mereka lebih memahami konsep numerasi dan literasi.
Mereka juga merasa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademis.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan siswa-siswa UPT SPF SDN Pampang dapat menjadi lebih cerdas dan berprestasi di masa depan!
Kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (M.Yahya)