17 Oktober 2026

Bapem ATK Kelas 1-2 SD 2026 Belum Cair, Rekanan Sudah Dipatok - Skandal 4 Kecamatan Di Makassar Terbongkar


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Ini skandal yang memalukan. Di saat ribuan siswa Kelas 1 dan 2 SD di Makassar masih menanti bantuan BAPEM ATK berupa buku tulis dan crayon, di lapangan justru terendus permainan kotor. Dana belum cair, tapi nama rekanan sudah dipatok. Siapa pemainnya?

Investigasi Putri Mulia Media Group membongkar dugaan monopoli brutal yang diduga dimainkan oknum yang mengatasnamakan K3S. Wilayah operasinya bukan satu kecamatan, tapi empat kecamatan sekaligus: Makassar, Tamalate, Biringkanaya, dan Mamajang.

Modusnya klasik tapi mematikan otonomi sekolah. Pihak sekolah diduga dipaksa menerima rekanan tertentu. Tidak ada lelang, tidak ada perbandingan harga, tidak ada pilihan kualitas. Pokoknya terima jadi dari satu pintu.

Padahal BAPEM ATK ini adalah hak siswa kelas 1-2. Nilainya memang tidak fantastis per anak, tapi kalau dikalikan ribuan siswa di 4 kecamatan, nilainya miliaran rupiah. Uang negara yang seharusnya untuk anak miskin dan anak fondasi, diduga sudah dikavling sebelum cair.

Seorang sumber dari pihak sekolah yang identitasnya kami lindungi total, membongkar dengan nada geram. Ia menolak disebutkan asal kecamatannya demi keselamatan.

"Kami ini seperti boneka. Dana BAPEM ATK Kelas 1-2 SD 2026 belum cair, tapi kami sudah diinstruksikan harus ambil di penyedia itu. Kalau kami menolak, kami ditekan. Ini pemerasan gaya baru," tegas sumber tersebut dengan nada tinggi.

Fakta di lapangan menguatkan. Hingga Oktober 2026, banyak sekolah belum menerima petunjuk teknis resmi pencairan BAPEM ATK. Namun daftar rekanan yang katanya sudah mendapat restu oknum K3S sudah beredar luas di grup-grup WhatsApp pihak sekolah.

Ini bukan lagi soal administrasi, ini soal mental korup. Bagaimana mungkin bantuan untuk anak kelas 1 yang baru belajar menulis sudah dijadikan bancakan? Di mana hati nurani oknum tersebut?

Jika dugaan ini benar, maka ini adalah pelanggaran telak terhadap prinsip pengadaan. Sekolah dipaksa membeli barang yang belum tentu berkualitas. Siswa dirugikan, uang negara diduga diselewengkan, dan persaingan usaha sehat dimatikan.

Kami tegaskan, pemberitaan sorot ini masih dalam koridor dugaan yang kuat berdasarkan keterangan berlapis dari pihak sekolah. Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang konfirmasi.

Namun hingga berita sorot ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada oknum-oknum yang diduga terlibat di 4 kecamatan tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka bungkam. Diamnya mereka justru menimbulkan tanda tanya besar.

Kami tantang Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk tidak tutup mata. Jangan berlindung di balik meja. Turun ke 4 kecamatan itu. Periksa. Audit. Panggil K3S-nya. Jika terbukti ada pematokan rekanan, tindak tegas. Jangan biarkan siswa kelas 1-2 jadi korban.

Kami juga mendesak Inspektorat Kota Makassar dan APH untuk masuk. Ini bukan delik kecil. Ini adalah dugaan penyalahgunaan wewenang yang menggerogoti bantuan pemerintah untuk rakyat kecil.

Ingat, BAPEM ATK Kelas 1-2 adalah program negara untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan untuk memperkaya oknum. Tahun 2026 seharusnya menjadi tahun transparansi, bukan tahun 2026 jadi tahun pengkavlingan rekanan.

Putri Mulia Media Group tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus sorot, kami akan terus bongkar, dan kami lindungi 100% identitas pihak sekolah yang berani bicara. Bagi oknum K3S 4 kecamatan yang merasa tidak terlibat, silakan gunakan hak jawab Anda. Pintu redaksi kami terbuka 24 jam.


Puskesmas Bangkala Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Guru Dan Staf Sekolah, Deteksi Dini Jadi Prioritas


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - UPTD Puskesmas Bangkala, Pemerintah Kota Makassar, akan menggelar program Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi guru dan staf sekolah di wilayah kerjanya, sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan bernomor 400.7/22/PKM-BKL/X/2026 tertanggal 8 Oktober 2026.

Program ini merupakan salah satu program prioritas puskesmas dalam upaya deteksi dini masalah kesehatan pada tenaga pendidik, agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dan terukur.

Kepala UPTD Puskesmas Bangkala, dr. Rezki Yulianti, dalam surat tersebut menjelaskan bahwa kesehatan guru dan staf memiliki peran vital dalam mendukung proses belajar mengajar yang optimal di sekolah.

Menurut surat tersebut, kegiatan pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan meliputi beberapa aspek penting, mulai dari pemeriksaan kebersihan diri terkait telinga, gigi dan mulut, serta pemeriksaan mata.

Selain itu, tim medis Puskesmas Bangkala juga akan melakukan pemeriksaan status gizi yang meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, sebagai indikator dasar kesehatan.

Pemeriksaan lain yang tak kalah penting adalah pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah, yang dinilai penting untuk mendeteksi risiko penyakit tidak menular yang kerap tidak bergejala pada fase awal.

Dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada para kepala sekolah tersebut, pihak puskesmas memohon agar bapak/ibu guru dapat mengikuti kegiatan yang jadwalnya telah terlampir.


Pihak Puskesmas Bangkala juga memberikan catatan agar para guru dapat menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bagian dari pendataan dan pemantauan perkembangan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Program ini mendapat apresiasi positif, karena selama ini pemeriksaan kesehatan menyasar peserta didik, sementara tenaga pendidik juga membutuhkan perhatian kesehatan yang sama.

Dari sisi pelayanan publik, langkah Puskesmas Bangkala ini dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif di tingkat komunitas.

Surat tersebut telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sehingga keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya jaminan tanda tangan elektronik tersebut, pihak sekolah diharapkan tidak meragukan keaslian surat dan dapat segera menindaklanjuti sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Puskesmas Bangkala yang beralamat di Jalan Tamangapa Raya III, Kompleks Bumi Husada Indah, Makassar, berharap adanya kerja sama yang baik dari seluruh pihak sekolah demi suksesnya program ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Bangkala masih membuka ruang komunikasi bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.


KKG Pjok Kecamatan Tallo Gelar Sosialisasi Dan Pelatihan Walking Football Terintegrasi Pembelajaran Pjok


MULIAINFO. CMO - MAKASSAR - Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK se-Kecamatan Tallo Kota Makassar sukses menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Induk Olahraga Walking Football atau Sepak Bola Berjalan yang diintegrasikan dalam Pembelajaran PJOK di tingkat Sekolah Dasar.

Kegiatan inovatif yang bertujuan untuk mengenalkan cabang olahraga baru yang aman dan edukatif tersebut diselenggarakan langsung oleh KKG PJOK Kecamatan Tallo sebagai program pengembangan kompetensi guru PJOK.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di SDN Rappojawa No. 71 Kecamatan Tallo Kota Makassar yang menjadi pusat kegiatan KKG PJOK.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Muh. Eri Rahim, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PJOK se-Kecamatan Tallo dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Menurut Muh. Eri Rahim, S.Pd., hM.Pd, Walking Football dipilih karena merupakan olahraga yang sangat cocok untuk anak Sekolah Dasar, dimana pemain dilarang berlari dan hanya boleh berjalan cepat, sehingga sangat aman dan minim risiko cedera.


Selain aspek keamanan, Walking Football juga dinilai sangat efektif untuk melatih sportivitas, kerjasama tim, kedisiplinan, dan kejujuran siswa dalam pembelajaran PJOK di sekolah.

Untuk memberikan materi yang komprehensif dan berstandar nasional, panitia menghadirkan dua pemateri yang ahli dan berpengalaman di cabang olahraga Walking Football tersebut.

Pemateri pertama adalah Sarifuddin Arham, S.Pd., M.Pd, yang merupakan Wasit Nasional Walking Football berlisensi nasional dan telah banyak memimpin pertandingan Walking Football di tingkat nasional.

Dalam materinya, Sarifuddin Arham, S.Pd., M.Pd menjelaskan secara detail tentang sejarah Walking Football, peraturan permainan, teknik perwasitan, serta cara mengintegrasikannya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PJOK.

Pemateri kedua adalah Eko Sutrisno, yang merupakan Pelatih dan Pemain Walking Football dari klub ternama Red Garuda Celebes yang telah berprestasi di berbagai kompetisi Walking Football.


Eko Sutrisno membawakan materi praktik langsung di lapangan tentang teknik dasar berjalan, mengoper bola, menembak, serta strategi permainan Walking Football yang kemudian dipraktikkan bersama oleh seluruh guru PJOK.

Seluruh peserta yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, baik sesi teori di dalam ruangan maupun sesi praktik di lapangan SDN Rappojawa No. 71, dan banyak guru yang mengaku baru pertama kali mengenal olahraga ini.

Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan seluruh guru PJOK se-Kecamatan Tallo dapat segera menerapkan dan mengintegrasikan olahraga Walking Football dalam pembelajaran PJOK di sekolah masing-masing sebagai variasi pembelajaran yang menyenangkan.

KKG PJOK Kecamatan Tallo juga berharap kegiatan ini dapat menjadi awal untuk mempopulerkan Walking Football di Kota Makassar dan melahirkan bibit-bibit atlet Walking Football yang berprestasi dari kalangan pelajar Sekolah Dasar.


16 Oktober 2026

Kegiatan Rutin Jumat Berkah : Seluruh Murid UPTD SPF SDN Bontoa Tamalanrea Gelar Sholat Duha Dan Pengajian Bersama


MULIAINFO. COM - Makassar, 16 Oktober 2026 - Kegiatan rutin yang penuh dengan nilai-nilai religius kembali dilaksanakan di UPTD SPF SDN Bontoa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar pada hari ini, Jumat (16/10/2026).

Sejak pagi hari, suasana religius sudah terasa di lingkungan sekolah. Semua murid dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan penuh khidmat mengikuti rangkaian kegiatan ibadah rutin setiap hari Jumat yang telah menjadi program unggulan sekolah.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini adalah pelaksanaan ibadah Sholat Duha berjamaah yang diikuti oleh seluruh murid UPTD SPF SDN Bontoa.

Sholat Duha tersebut dilaksanakan di halaman sekolah dan di musholla sekolah dengan dipandu oleh guru-guru agama. Semua murid terlihat sangat antusias dan tertib dalam melaksanakan sholat sunnah tersebut.

Setelah pelaksanaan Sholat Duha selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian bersama untuk memperdalam bacaan Al-Qur'an bagi seluruh murid.

Pengajian ini bertujuan sebagai pondasi utama pembentukan karakter religius bagi setiap murid, agar tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat secara akhlak dan keimanan.


Dalam pengajian tersebut, para murid dibimbing untuk memperbaiki tajwid, makhraj, dan kelancaran membaca Al-Qur'an secara bersama-sama yang dipandu langsung oleh guru-guru.

Kegiatan rutin setiap hari Jumat ini merupakan salah satu program pembinaan karakter yang secara konsisten dilaksanakan oleh UPTD SPF SDN Bontoa Kec Tamalanrea.

Kepala UPTD SPF SDN Bontoa Kec Tamalanrea, "AMRIN, S.Pd," menyampaikan bahwa kegiatan Sholat Duha dan pengajian ini adalah pondasi utama yang harus ditanamkan sejak dini kepada murid.

"Alhamdulillah, kegiatan rutin setiap Jumat ini adalah Sholat Duha dan dilanjutkan mengaji bersama. Ini kami jadikan sebagai pondasi utama bagi anak-anak kami agar cinta Al-Qur'an dan terbiasa dengan ibadah," ujar AMRIN, S.Pd.

Beliau juga menambahkan bahwa setelah mengaji bersama, murid-murid juga diberikan tausiyah singkat tentang pentingnya menjaga akhlak, hormat kepada orang tua dan guru, serta rajin belajar.

Kegiatan Jumat Berkah ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua murid yang menilai bahwa sekolah tidak hanya fokus pada pelajaran umum, tetapi juga memperhatikan pendidikan agama sebagai bekal utama masa depan anak.

Dengan adanya kegiatan rutin Sholat Duha dan pengajian setiap hari Jumat ini, diharapkan seluruh murid UPTD SPF SDN Bontoa Kec Tamalanrea dapat menjadi generasi yang berakhlakul karimah, cerdas, dan berprestasi.


15 Oktober 2026

Skandal Rekening Penampungan? Juran BPJS 1% Guru Sertifikasi Se- Makassar Mengalir ke Rekening Penampungan, Bukan Langsung Ke BPJS


Muliainfo.com, Makassar - Dugaan praktik pungutan iuran BPJS Kesehatan 1% bagi guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tamsil di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar kini menjadi sorotan tajam dan meresahkan ribuan guru.

Berdasarkan bukti slip setoran resmi Bank Sulselbar yang diperoleh redaksi, dana iuran tersebut diduga tidak disetorkan langsung ke rekening resmi BPJS Kesehatan, melainkan masuk ke rekening atas nama *PENAMPUNGAN POTONGAN GAJI CABANG.*

Dalam slip tersebut, sumber dana tertulis jelas "BPJS 1% DINAS PENDIDIKAN KOTA MAKASSAR" dan "Laporan Pembayaran BPJS 1% Penerima TPG" dengan pola dan rekening tujuan yang sama persis, yakni rekening penampungan Cabang Utama Makassar.

Pola yang sama ini mengindikasikan bahwa instruksi penagihan ini diduga bersifat massif dan terstruktur ke seluruh SD se-Kota Makassar, dengan perintah setor kolektif per sekolah melalui Bank Sulselbar dan bukti setor diserahkan kepada oknum di Sub Bagian Keuangan.

Pertanyaan paling mendasar yang dilontarkan para guru adalah: UANG INI UNTUK APA DAN BAGAIMANA PERTANGGUNGJAWABANNYA? Jika ini memang iuran resmi BPJS Kesehatan, mengapa tidak menggunakan mekanisme pemotongan langsung oleh negara atau virtual account resmi BPJS?

Dalam sistem resmi, setiap pembayaran iuran BPJS Kesehatan wajib menggunakan kode billing, nomor virtual account, atau e-billing yang terhubung langsung ke sistem BPJS Pusat. Di dalam slip yang diperoleh media ini, tidak ada satu pun kode resmi tersebut yang tercantum.

Yang ada hanyalah tulisan manual "BPJS 1% DINAS PENDIDIKAN" di kolom sumber dana dan berita. Ini adalah praktik setoran biasa, bukan setoran iuran negara yang akuntabel dan bisa dilacak secara digital oleh peserta BPJS itu sendiri.

Kejanggalan kedua adalah penggunaan istilah "Rekening Penampungan Potongan Gaji Cabang". Ini adalah rekening internal milik bank yang digunakan untuk menampung potongan, bukan rekening kas negara dan bukan rekening resmi BPJS Kesehatan.

Lalu bagaimana mekanisme uang dari rekening penampungan tersebut bisa berpindah ke kas BPJS Kesehatan? Siapa pejabat yang berwenang melakukan pemindahbukuan? Apakah ada berita acara dan bukti transfer kolektifnya? Sampai hari ini tidak pernah dipublikasikan secara terbuka kepada guru dan kepala sekolah.

Para guru dan kepala sekolah mengaku bingung dan resah. Mereka sudah dipotong pajak penghasilan yang besar, kini harus lagi dibebani potongan 1% yang dinilai tidak jelas payung hukumnya dan ditagih secara manual tanpa slip resmi.

"Kami tidak menolak bayar BPJS jika memang wajib, tapi tolong caranya yang resmi dan transparan. Tunjukkan slip gaji pemotongannya. Jangan disuruh setor manual ke rekening penampungan yang tidak jelas. Kami jadi bingung," ujar salah seorang guru yang meminta namanya tidak disebutkan.

Ironisnya, instruksi penagihan ini diduga hanya disebar melalui pesan WhatsApp grup tanpa disertai surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan maupun surat resmi dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Makassar yang menjelaskan dasar hukumnya.

Oleh karena itu, redaksi mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan transparan kepada publik, dengan memperlihatkan *slip gaji pemotongan pembayaran BPJS tersebut* agar guru dan kepala sekolah tidak bingung.

Transparansi dengan menunjukkan bukti potong gaji yang resmi dari sistem, bukti billing BPJS, dan bukti aliran dana dari rekening penampungan ke BPJS Kesehatan adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan ribuan guru. Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar.


13 Oktober 2026

Eksplorasi Dan Pemanfaatan PID Dalam Pembelajaran, UPTD SPF SD Inpres Pampang II Kota Makassar Gelar Inovasi Pembelajaran Untuk Masa Depan Peserta Didik


Muliainfo.com, Makassar - UPTD SPF SD Inpres Pampang II Kota Makassar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada hari ini, sekolah tersebut melaksanakan kegiatan "Eksplorasi dan Pemanfaatan Perencanaan Inovatif dan Berdampak (PID) dalam Pembelajaran, sebagai upaya mewujudkan pembelajaran yang inovatif untuk masa depan peserta didik.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA sampai selesai ini berlangsung di aula SD Inpres Pampang II dan diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias.

Hadir sebagai pemateri utama, "Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd, seorang pakar pendidikan yang membawakan materi tentang PID Pembelajaran Inovatif dan Berdampak. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era Kurikulum Merdeka saat ini.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Pampang II, "Sry Syahrini B., S.Pd.,M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membekali guru dengan pemahaman yang utuh tentang bagaimana merancang pembelajaran yang tidak hanya inovatif tetapi juga berdampak nyata bagi murid.

"Kita ingin pembelajaran di SD Inpres Pampang II bukan hanya sekadar mengajar, tapi benar-benar memberikan dampak. PID ini menjadi kunci agar pembelajaran kita terarah, bermakna, dan berpihak pada anak," ujar Sry Syahrini B.

Menurutnya, eksplorasi PID membantu guru untuk lebih kreatif dalam merancang tujuan pembelajaran, memilih strategi yang tepat, hingga melakukan asesmen yang berpusat pada peserta didik.

Dalam pemaparannya, Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd menjelaskan secara rinci tentang konsep PID, mulai dari tahap eksplorasi, identifikasi kebutuhan belajar murid, hingga pemanfaatan data untuk perbaikan pembelajaran.

Ia menekankan bahwa pembelajaran inovatif harus dimulai dari perencanaan yang matang. Guru dituntut untuk memahami karakteristik murid, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

"Pembelajaran berdampak itu adalah pembelajaran yang membuat anak berubah, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun karakternya. Itu semua lahir dari PID yang kuat," jelas Dr. Sunardi di hadapan para guru.

Para guru SD Inpres Pampang II tampak aktif berdiskusi dan bertanya. Mereka diajak untuk langsung praktik menyusun PID sederhana sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif. Banyak guru yang mengungkapkan tantangan di kelas dan mendapatkan solusi langsung dari narasumber tentang bagaimana menerapkan pembelajaran inovatif dengan sumber daya yang ada.

Sry Syahrini B. berharap setelah kegiatan ini, seluruh guru dapat segera mengimplementasikan hasil eksplorasi PID di kelas masing-masing dan menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SD Inpres Pampang II dalam mendukung program Merdeka Belajar dan menciptakan generasi peserta didik yang siap menghadapi masa depan dengan kompetensi yang mumpuni.

Acara ditutup dengan foto bersama antara Kepala Sekolah, narasumber Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd, dan seluruh dewan guru SD Inpres Pampang II Kota Makassar.


10 Oktober 2026

UPTD SPF SD Negeri Bontoa Kec, Tamalanrea Gelar Rakor Bersama GTK, Kepsek Amrin, S.Pd Tekankan Peningkatan Mutu Pembelajaran


MULIAINFO. COM-- Makassar, Sabtu 10 Oktober 2026 - UPTD SDN Bontoa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Rapat koordinasi tersebut membahas tentang hasil Supervisi Manajerial Administrasi (ADM) Guru, termasuk tenaga Operator Sekolah (OPS) dan tenaga administrasi sekolah, yang dikaitkan dengan hasil Rapor Pendidikan Sekolah tahun 2025.

Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPTD SDN Bontoa, *Bapak AMRIN, S.Pd.* dan diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga OPS, serta tenaga administrasi sekolah.

Dalam arahannya, Kepsek AMRIN, S.Pd menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini sangat penting untuk mengevaluasi kinerja sekolah selama satu tahun terakhir. "Kita harus melihat hasil Supervisi dan Rapor Pendidikan secara objektif untuk perbaikan ke depan," ujarnya.

Beliau memaparkan hasil Supervisi Manajerial ADM yang telah dilakukan. Beberapa aspek seperti kelengkapan perangkat ajar guru, pengelolaan administrasi kelas, hingga ketertiban administrasi sekolah menjadi poin utama evaluasi.

Kepsek AMRIN, S.Pd juga menyoroti peran vital tenaga OPS dan tenaga administrasi sekolah dalam mendukung kelancaran manajemen sekolah. Menurutnya, data yang akurat dan administrasi yang tertib adalah kunci kemajuan sekolah.


Selanjutnya, Rapor Pendidikan tahun 2025 dibedah bersama. Capaian literasi dan numerasi siswa, iklim keamanan sekolah, karakter siswa, dan kualitas pembelajaran menjadi bahan diskusi yang mendalam.

Dari hasil Rapor Pendidikan tersebut, ditemukan beberapa indikator yang sudah mengalami peningkatan signifikan, namun masih ada beberapa indikator yang memerlukan perhatian dan strategi khusus.

Tujuan utama rapat koordinasi ini, tegas AMRIN, S.Pd, adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas serta peningkatan kualitas akademik dan karakter murid ke depan secara berkelanjutan.

Melalui rapat ini, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, di antaranya penguatan Komunitas Belajar (Kombel) di sekolah, optimalisasi Platform Merdeka Mengajar, dan pendampingan guru dalam penyusunan administrasi pembelajaran.

Seluruh GTK UPTD SDN Bontoa menyambut baik arahan dari Kepsek AMRIN, S.Pd dan berkomitmen untuk bekerja lebih kompak dan profesional.

Rapat koordinasi ditutup dengan doa bersama dan foto bersama dengan penuh semangat untuk membawa UPTD SDN Bontoa menjadi sekolah yang lebih maju, berkualitas, dan berkarakter.