Featured Post
01 Oktober 2026
Sorot Tajam: Skema Berjenjang Komunitas KAPAL SELAM Disorot, Mekanisme Keanggotaan Dinilai Tertutup dan Eksklusif
Murid SD Negeri Bontoa Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer KKG PJOK Tamalanrea di lapangan Tala BTP
30 September 2026
Rabu 30 September 2026 Diperingati Sebagai Hari G30S/PKI, Kenang Jasa 7 Pahlawan Revolusi
MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Hari ini, Rabu 30 September 2026, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI sebagai hari bersejarah yang tak boleh dilupakan.
Tanggal 30 September bukan merupakan hari libur nasional, namun menjadi momen penting untuk mengenang kembali peristiwa kelam yang pernah hampir meruntuhkan bangsa Indonesia.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965. Gerakan 30 September yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah.
Target utama gerakan tersebut adalah para perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dianggap menjadi penghalang untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.
Dalam peristiwa berdarah itu, tujuh perwira terbaik TNI AD gugur dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen MT. Haryono, dan Mayjen S. Parman.
Selanjutnya, Brigjen DI. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, serta Lettu Pierre Tendean yang dengan gagah berani mempertahankan kehormatan sebagai prajurit hingga titik darah penghabisan.
Mereka diculik, disiksa, dan dibunuh secara keji. Jasad ketujuh pahlawan tersebut kemudian dibuang ke dalam sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang kini menjadi Monumen Pancasila Sakti.
Berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dan kesigapan TNI bersama rakyat yang setia kepada Pancasila, upaya makar tersebut berhasil digagalkan dalam waktu singkat.
Peringatan G30S/PKI bukan untuk menebar kebencian, melainkan untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Sejarah harus diajarkan dengan jujur kepada generasi penerus bangsa. Sekolah menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.
Jangan sampai generasi milenial, Gen Z, dan Alpha melupakan sejarah kelam bangsanya sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Semangat perjuangan para Pahlawan Revolusi harus menjadi teladan. Mereka mengajarkan arti kesetiaan, keberanian, dan rela berkorban demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah diimbau untuk terus menggalakkan kegiatan mengenang jasa pahlawan, seperti upacara, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, dan pemutaran film dokumenter sejarah G30S/PKI.
Masyarakat juga diharapkan dapat memaknai peringatan ini dengan mempertebal keimanan, menjaga toleransi, dan menolak segala bentuk paham radikal yang ingin memecah belah bangsa.
Besok, 1 Oktober 2026, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebuah bukti bahwa Pancasila adalah ideologi yang sakti dan tidak dapat digantikan oleh ideologi manapun.
Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengirimkan doa kepada para Pahlawan Revolusi yang telah gugur. Semoga arwah mereka diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat terbaik.
Redaksi Muliainfo.com mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga Pancasila, merawat NKRI, dan memegang teguh semboyan Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Merdeka!










