07 Agustus 2026

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Gelar Pembagian Obat Cacing Berkerjasama dengan Puskesmas Bangkala


MULIAINFO. COM -- MAKASSAT-- UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III melaksanakan kegiatan pembagian obat cacing kepada seluruh siswa-siswi kelas 1 & 6. Kegiatan ini merupakan program rutin dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan sekolah.

Obat cacing tersebut disalurkan langsung oleh petugas dari Puskesmas bangkala. Tim dari puskesmas hadir ke sekolah untuk memastikan pembagian berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari cacingan. Petugas puskesmas juga menjelaskan manfaat dan cara minum obat cacing yang benar.

Setelah penyuluhan, seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 secara bergantian menerima obat cacing. Guru dan petugas memastikan setiap anak meminum obat di tempat dengan pengawasan.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III, Ibu  Hj. Napiah, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Perumnas Antang atas dukungan dan pelayanannya kepada sekolah.

"Kami berterima kasih kepada Puskesmas Bangkala. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswi kami sehat, tidak cacingan, dan bisa belajar dengan optimal," ujar Ibu Hj, Napiah, S.Pd.

Para guru juga turut mendampingi dan mengedukasi siswa agar setelah minum obat, tetap menjaga kebersihan seperti rajin cuci tangan pakai sabun dan memotong kuku.

Siswa-siswi tampak senang dan antusias mengikuti kegiatan. Mereka mengerti bahwa minum obat cacing 6 bulan sekali sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Pihak Puskesmas Perumnas Bangkala berharap melalui kegiatan ini angka kejadian cacingan pada anak sekolah bisa ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat.

Kegiatan pembagian obat cacing ini berjalan lancar, aman, dan tertib. Tidak ada siswa yang mengalami keluhan setelah meminum obat.

Dengan adanya kerja sama antara sekolah dan puskesmas ini, diharapkan program kesehatan anak sekolah dapat terus berlanjut secara rutin.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Napiah, S.Pd berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

 

Tanamkan Nilai Religius, UPT SPF SD Inpres Kajenjeng Gelar Ibadah Rutin Setiap Jumat


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Kegiatan ibadah rutin setiap hari Jumat kembali dilaksanakan di halaman depan UPT SPF SD Inpres Kajenjeng. Kegiatan ini menjadi agenda wajib sekolah untuk membentuk karakter religius peserta didik.

Seluruh siswa-siswi tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi. Mereka berkumpul dengan rapi di halaman sekolah dengan mengenakan pakaian muslim dan muslimah.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan zikir bersama dan shalawat. Suasana khusyuk terlihat dari wajah anak-anak yang mengikuti dengan tertib.

Sebagai penceramah pada kegiatan kali ini adalah Guru Agama UPT SPF SD Inpres Kajenjeng, Ibu PUTTIRI. Beliau menyampaikan materi tentang pentingnya kejujuran, disiplin, dan adab kepada guru serta orang tua.

Dalam ceramahnya, Ibu PUTTIRI mengajak anak-anak untuk senantiasa bersyukur dan rajin beribadah. Beliau juga memberikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami oleh siswa SD.


Para siswa menyimak dengan seksama. Beberapa siswa bahkan aktif bertanya di sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat menarik dan dipahami oleh mereka.

Kegiatan ibadah rutin ini merupakan program pembinaan akhlak yang dicanangkan oleh pihak sekolah. Tujuannya agar nilai-nilai agama tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Kajenjeng, Ibu Sukmawati, S.Pd., kegiatan ini sangat penting untuk membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

"Kami ingin anak-anak terbiasa dengan kegiatan keagamaan sejak dini. Melalui ibadah rutin Jumat ini, kami berharap lahir siswa yang cerdas, berkarakter, dan taat beribadah," ujar Ibu Sukmawati, S.Pd.

Pihak sekolah juga melibatkan seluruh guru kelas untuk mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan agar pengawasan, pembinaan, dan keteladanan dapat berjalan maksimal.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman antara guru dan siswa. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut.

Dengan adanya ibadah rutin setiap Jumat ini, diharapkan UPT SPF SD Inpres Kajenjeng dapat terus melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam iman, takwa, dan akhlak.



Satu Hati, Satu Kepedulian Bersama Hadir Membawa Harapan Untuk Korban Kebakaran kelurahan Rappojawa


MULIAINFO. COM-- MAKASSAR -- Musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak. Rumah, harta benda, dan tempat tinggal mereka ludes dalam sekejap, sehingga membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Merespon kondisi tersebut, Keluarga Besar Pendidikan bergerak cepat menunjukkan kepedulian. Salah satu wujud nyata kepedulian itu adalah dengan mengadakan kegiatan penyaluran bantuan untuk para korban kebakaran.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan dengan penuh rasa empati. Bantuan yang disalurkan bukan hanya berupa materi, tetapi juga semangat dan doa agar para korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian.

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, terdapat partisipasi dari beberapa sekolah dasar. Di antaranya adalah UPT SPF SD Inpres Rappojawa, UPT SPF SD Negeri 71 Rappojawa, dan UPT SPF SD Inpres Buttatianang II.

Ketiga sekolah tersebut bahu-membahu mengumpulkan bantuan dari guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekolah. Semangat gotong royong terlihat jelas sejak proses pengumpulan hingga penyaluran bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para korban di lokasi pengungsian.

Kegiatan ini mengusung semangat "Satu Hati, Satu Kepedulian, Bersama Hadir Membawa Harapan". Harapannya, bantuan kecil ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah.

Kegiatan penyaluran dipimpin langsung oleh Ibu Hafsah Am., S.Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Buttatianang II. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan teladan dalam kepedulian sosial.

Para guru dan siswa yang ikut serta dalam kegiatan ini juga mendapatkan pelajaran berharga tentang arti berbagi, solidaritas, dan pentingnya membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

Sambutan hangat dari warga Kelurahan Marbo menjadi bukti bahwa kepedulian ini sangat berarti bagi mereka. Senyum dan doa dari para korban menjadi penyemangat bagi seluruh tim yang terlibat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat semakin erat. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjaga, karena dari kepedulian kecil akan lahir harapan besar bagi sesama.


06 Agustus 2026

SMPN 31 Makassar Hidupkan Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif Lewat Urban Formin


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR– Di tengah padatnya pemukiman Kota Makassar, SMPN 31 Makassar mulai mengubah halaman sekolah yang dulunya kosong menjadi area hijau produktif. Melalui program _urban farming_, sekolah ini menanam sayur, tanaman obat, dan buah dalam pot, polybag, serta bedengan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pendidikan lingkungan.

Program ini digagas oleh guru bersama siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan minimnya lahan pertanian di perkotaan. Kepala SMPN 31 Makassar menyebut urban farming dipilih karena sederhana, murah, dan bisa langsung dipraktikkan anak-anak.

Lahan seluas beberapa petak di belakang sekolah kini disulap jadi “kelas hidup”. Ada tanaman cabai, tomat, bayam, kangkung, hingga jahe dan kunyit. Setiap kelas mendapat tanggung jawab merawat 1-2 petak. Ada jadwal piket menyiram, memupuk, dan mencatat pertumbuhan tanaman.

Tidak hanya menanam di tanah. Karena keterbatasan ruang, sekolah juga menguji teknik tanam vertikal dan hidroponik sederhana. Botol bekas dan pipa paralon dimanfaatkan agar hasil panen tetap maksimal walau lahan sempit. Sampah organik dari kantin sekolah diolah jadi kompos untuk pupuk.

Siswa mengaku antusias. Mereka yang awalnya hanya tahu sayur di pasar, kini belajar proses dari bibit sampai panen. “Dulu saya kira nanam itu gampang. Ternyata harus sabar, harus dirawat tiap hari,” kata salah satu siswa kelas 8 saat memanen kangkung.


Guru IPA dan PJOK dilibatkan untuk mengintegrasikan materi. Saat pelajaran IPA dibahas fotosintesis dan ekosistem. Saat PJOK dibahas manfaat sayur untuk gizi. Hasil panen sebagian dikonsumsi di kantin sehat sekolah, sebagian lagi dibagikan ke guru dan warga sekitar.

Program ini sejalan dengan arahan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong setiap instansi dan sekolah mengembangkan urban farming. Di kota yang lahannya terbatas, sekolah dianggap sebagai titik strategis untuk menanamkan budaya menanam sejak dini.

Selain dampak pangan, dampak lingkungan juga jadi fokus. Dengan adanya tanaman, suhu halaman sekolah terasa lebih sejuk. Siswa juga lebih sadar membuang sampah pada tempatnya karena sampah bisa jadi pupuk. Mental “buang” perlahan diganti jadi mental “kelola”.

Kendala tetap ada. Musim kemarau membuat penyiraman jadi tantangan, dan hama kadang menyerang tanaman. Untuk itu sekolah bekerja sama dengan penyuluh pertanian setempat agar siswa dapat pelatihan langsung tentang pengendalian hama organik.

Ke depan, SMPN 31 menargetkan menjadikan kebun sekolah sebagai laboratorium terbuka. Rencananya akan ditambah kolam budikdamber — budidaya ikan dalam ember — agar siswa belajar keterpaduan antara tanaman dan ikan, seperti sistem akuaponik sederhana.

Tagline “Dari Sekolah untuk Bumi yang Lebih Lestari” dipilih bukan tanpa alasan. Sekolah ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari hal kecil. Jika 1000 sekolah di Makassar punya 1 petak kebun, dampaknya akan besar untuk kota.

Orang tua siswa juga mulai mendukung. Beberapa orang tua membawa bibit dari rumah dan ikut dalam kerja bakti hari Sabtu. Harapannya, kebiasaan menanam ini terbawa sampai ke rumah dan memunculkan "urban farming keluarga”.

Dengan semangat gotong royong, SMPN 31 Makassar membuktikan sekolah tidak hanya tempat belajar teori. Sekolah juga bisa jadi penggerak perubahan. Dari pot kecil di halaman, lahir harapan besar: bumi yang lebih lestari dimulai dari generasi yang tahu cara merawatnya.


Undangan Workshop Penyempurnaan Kurikulum Satuan Pendidikan UPTD SMP NEGERI 24 Makassar Tahun 2026


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Seiring dengan tuntutan perubahan zaman dan kebijakan pendidikan nasional, peningkatan kualitas layanan pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. UPTD SMP Negeri 24 Makassar berkomitmen untuk terus berbenah agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan terletak pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang sistematis, terukur, dan berpihak pada peserta didik. Oleh karena itu setiap guru dituntut untuk memahami secara utuh bagaimana merancang pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa di sekolah kita.

Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan dokumen utama yang menjadi panduan dalam penyelenggaraan pembelajaran. Dokumen ini tidak hanya berisi tujuan dan struktur pembelajaran, tetapi juga memuat visi sekolah, profil lulusan, serta strategi pencapaian kompetensi. Penyempurnaan dokumen ini harus dilakukan secara kolaboratif agar benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.

Untuk mewadahi proses penyempurnaan tersebut, kami akan menyelenggarakan Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan. Melalui workshop ini Bapak/Ibu akan diajak untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merevisi bagian-bagian penting dalam dokumen kurikulum agar lebih operasional dan mudah diimplementasikan di kelas.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Bapak/Ibu Guru mengenai prinsip pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, serta integrasi nilai karakter dalam setiap mata pelajaran. Dengan demikian proses belajar mengajar di sekolah kita dapat semakin berkualitas dan bermakna bagi peserta didik.


Workshop ini akan dilaksanakan pada:  
Hari/Tanggal: Kamis, 6 Agustus 2026  
Waktu: Pukul 13.00 WITA - selesai  
Tempat*: Ruang Guru UPTD SPS SMP Negeri 24 Makassar, 
Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu dengan maksimal selama kegiatan berlangsung.

Sebagai narasumber, kami menghadirkan Bapak Drs. Syarif Hursasia Sy., M.M. Beliau adalah praktisi pendidikan yang telah berpengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah dalam penyusunan dan penguatan kurikulum. Materi yang beliau bawakan diharapkan mampu memberikan wawasan baru serta solusi praktis bagi permasalahan yang dihadapi guru di kelas.

Pada sesi workshop, narasumber tidak hanya akan menyampaikan teori, tetapi juga akan memfasilitasi diskusi kelompok, bedah dokumen, dan praktik langsung penyusunan perangkat kurikulum. Dengan model ini diharapkan setiap peserta dapat membawa pulang draft yang sudah diperbaiki dan siap untuk diimplementasikan.

Mengingat pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah kita, maka kehadiran Bapak/Ibu Guru sangat kami harapkan. Partisipasi aktif dalam bentuk tanya jawab, berbagi pengalaman, dan kerja sama tim akan sangat menentukan keberhasilan workshop ini.

Dimohon kepada Bapak/Ibu untuk hadir tepat waktu, yaitu pukul 13.00 WITA. Ketepatan waktu akan membantu kelancaran acara dari pembukaan hingga penutupan. Kehadiran tepat waktu juga merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam menghargai proses dan narasumber yang telah meluangkan waktu.

Untuk menunjang kegiatan praktik, kami mohon Bapak/Ibu membawa laptop masing-masing. Laptop akan digunakan untuk mengakses dokumen kurikulum, mengedit, dan menyimpan hasil kerja kelompok. Selain itu, mohon membawa dokumen-dokumen pendukung seperti RPP, modul ajar, atau hasil evaluasi pembelajaran sebelumnya.

Atas perhatian, kerja sama, dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. Besar harapan kami kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 24 Makassar. Mari kita bersama-sama membangun sekolah yang unggul melalui kurikulum yang tepat dan pembelajaran yang bermutu.

 

Pemkot Makassar Targetkan Kepastian Proyek PSEL Pekan Ini, Pengakhiran Kontrak Masuki Tahap Final

 


Muliainfo.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menargetkan keputusan terkait kelanjutan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Makassar Raya dapat ditetapkan pada pekan ini. Langkah tersebut menyusul diterimanya nota pendapat dari Kejaksaan Negeri Makassar mengenai proses pengakhiran kontrak dengan pemenang proyek sebelumnya.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pemerintah terus mempercepat penyelesaian seluruh proses administrasi sebagai tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat terhadap proyek strategis nasional tersebut.


"Hari ini kami sudah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Kota Makassar berkaitan dengan nota pendapat untuk pengakhiran kontrak. Besok kami akan bertemu dengan Kepala BPKP Sulsel, kemudian juga ada rapat yang diundang oleh Kementerian Koordinator Pangan untuk membahas percepatan. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa diambil kesimpulan," ujar Helmy usai menghadiri Rapat Pembahasan PSEL di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (5/8).


Menurut Helmy, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung percepatan pembangunan PSEL sebagai salah satu upaya penanganan persoalan persampahan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah pusat di sektor pengelolaan lingkungan.


Ia menegaskan bahwa proses yang akan ditempuh bukan melalui lelang ulang. Mekanisme yang dilakukan mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 109, yakni mengakhiri kontrak dengan pemenang sebelumnya sebelum memasuki tahapan lanjutan.


"Karena kita sudah memiliki pemenang sebelumnya, maka yang dilakukan adalah penghentian kontrak. Selanjutnya akan ada rekomendasi kepada PT Danantara untuk melakukan due diligence terhadap pemenang sebelumnya. Nantinya kerja sama tidak lagi dilakukan oleh Pemkot Makassar, tetapi oleh PT Danantara dengan perusahaan pelaksana PSEL," jelasnya.


Terkait lokasi pembangunan, Helmy menyebut kawasan Tamalanrea masih menjadi lokasi utama proyek PSEL. Namun demikian, pemerintah juga telah menyiapkan alternatif apabila terdapat kendala di lokasi tersebut, yakni lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan seluas sekitar 100 hektare yang berada di Kabupaten Gowa.


Lebih lanjut, Helmy menjelaskan bahwa pengembangan PSEL akan menggunakan konsep aglomerasi yang melibatkan Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Skema tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku pembangkit.


Menurutnya, kebijakan pemilahan sampah dari sumber yang mulai diterapkan diperkirakan mampu mengurangi timbulan sampah harian Kota Makassar hingga sekitar 30 persen. Karena itu, kerja sama lintas daerah menjadi kebutuhan agar kapasitas operasional PSEL tetap terpenuhi.


"Karena kebutuhan PSEL minimal sekitar 1.000 ton sampah per hari, maka kerja sama aglomerasi Makassar, Gowa, dan Maros menjadi solusi yang disiapkan," katanya.


Di sisi lain, DLH Kota Makassar juga mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan pemilahan sampah yang telah diberlakukan sejak 1 Agustus 2026. Sejumlah wilayah disebut telah membentuk titik-titik pengolahan sampah organik di tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan.


Pengolahan sampah organik secara komunal diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), memperpanjang umur layanan TPA, sekaligus menekan potensi pencemaran lingkungan, munculnya air lindi, hingga risiko kebakaran yang meningkat pada musim kemarau.


Untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas TPS3R, Pemerintah Kota Makassar akan menyiapkan berbagai alternatif teknologi pengolahan sampah, seperti budidaya maggot, pembangunan biopori, serta penyediaan sarana pendukung lainnya yang akan dianggarkan melalui APBD Perubahan.


Menutup keterangannya, Helmy mengimbau masyarakat agar terus berpartisipasi dalam pemilahan sampah sejak dari rumah. Apabila terdapat kendala dalam pengangkutan sampah organik di lingkungan masing-masing, warga diminta segera berkoordinasi dengan lurah atau camat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.(*)

UPTD SPF SDN CENDRAWASIH 1 Kamis Ceria - Cerdas, Empati, Ramah, Inovatif, Asri, dan Peduli Lingkungan


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Kepada seluruh siswa-siswi hebat SDN Cendrawasih 1, hari Kamis adalah hari istimewa kita. Hari ini kita tidak hanya belajar pelajaran, tapi juga belajar jadi anak yang baik, peduli, dan membanggakan.

Kamis Ceria hadir untuk membuat semangat kita menyala sejak pagi. Mulai dari halaman sekolah yang bersih, senyum guru, sampai tawa teman-teman. Semua itu membuat kita siap belajar dengan hati yang gembira.

Nilai pertama kita adalah *Cerdas*. Cerdas bukan hanya pintar mengerjakan soal. Cerdas itu berani bertanya, berani mencoba, dan berani mencari solusi. Di kelas kita diajak bereksperimen dan berdiskusi supaya ide-ide baru bisa tumbuh.

Nilai kedua adalah *Empati*. Empati artinya kita peduli. Peduli sama teman yang sedang kesulitan, peduli sama guru yang mengajar, dan peduli sama bapak ibu petugas kebersihan. Karena anak yang berempati akan selalu menolong.

Nilai ketiga adalah "Ramah". Sekolah kita terasa hangat karena kita saling menyapa, saling membantu, dan saling menghargai. Tidak membeda-bedakan teman. Dengan ramah, persahabatan jadi makin kuat.


Nilai keempat adalah *Inovatif*. Kita tidak takut mencoba hal baru. Ada pojok daur ulang, ada proyek karya dari barang bekas, dan ada lomba ide kreatif. Dari sini kita belajar bahwa sampah pun bisa jadi sesuatu yang keren dan bermanfaat.

Nilai kelima adalah "Asri'. Sekolah yang asri bikin kita betah belajar. Taman kelas dirawat bergilir, lorong dihias tanaman, dan setiap sudut dijaga kebersihannya. Lingkungan yang bersih dan rindang membuat semangat kita naik.

Nilai keenam yang kita kuatkan adalah "Peduli Lingkungan" melalui Pemeliharaan Sampah. Kita punya jadwal piket terpadu, bank sampah sekolah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pembuatan kompos dari sisa makanan. Anak-anak Ki juga dilatih jadi duta kebersihan.

Setiap Kamis, kegiatan kita makin lengkap. Dimulai dengan senam bersama supaya tubuh sehat. Lalu ada gerakan pungut sampah 5 menit. Setelah itu guru mengecek tempat sampah tiap kelas. Di akhir, kita beri apresiasi untuk kelas terbersih.

Semua program ini berjalan karena kebersamaan. Di bawah arahan _Ibu Irmayanti, S.Pd.M.Pd_ selaku Kepala Sekolah, guru, siswa, orang tua, dan petugas sekolah kompak bekerja sama. Di rumah pun kita diajak menerapkan hal yang sama.

Anak-anak Ki, kalian adalah teladan. Setelah belajar pilah sampah di sekolah, ajarkan juga ke adik dan orang tua di rumah. Mulai dari hal kecil seperti membawa tumbler, membawa bekal tanpa plastik, dan membuang sampah pada tempatnya.

Mari kita buktikan bahwa Kamis Ceria bukan hanya satu hari. Nilai Cerdas, Empati, Ramah, Inovatif, Asri, dan Peduli Lingkungan kita bawa setiap hari. Karena SDN Cendrawasih 1 ingin mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta bumi.  
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ( Muh. Yahya )