26 September 2026

Topoksi di Perumda, Oknum Ema Diduga Keliling Sekolah dan kecamatan Sasar Revitalisasi 1 Meliar


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Dugaan penyalahgunaan wewenang proyek miliaran rupiah dari Kementerian Pusat di Kota Makassar kian terang. Oknum berinisial EMA yang diduga pejabat di Perumda Terminal Daya Makassar diduga menyasar anggaran revitalisasi sekolah senilai Rp 1 Miliar lebih dengan cara keliling dari sekolah ke sekolah.

Proyek 1 Miliar tersebut adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kemendikdasmen RI yang dananya langsung masuk ke rekening sekolah. Polanya wajib swakelola oleh P2SP dan diawasi Balai Prasarana, bukan boleh dititip rekanan. Namun sejumlah kepala sekolah mengaku didatangi oknum berinisial EMA yang keliling sekolah ke sekolah menawarkan rekanan titipan.

Modus serupa juga diduga dilakukan pada proyek Dana Kelurahan (Dakel) di 15 kecamatan. Oknum tersebut diduga keliling dari kecamatan ke kecamatan, hadir di forum rapat lurah dan menawarkan jasa pengerjaan paving, drainase, dan pagar.

Fakta terbaru yang berhasil dihimpun, oknum berinisial EMA ini diduga bukan pemain baru dalam urusan proyek kelurahan yang keliling kecamatan ke kecamatan.

Pada tahun 2024 lalu, oknum dengan inisial yang sama diduga pernah bermasalah terkait proyek di Kelurahan, Kecamatan Manggala.

Bahkan yang lebih serius, proyek di Kelurahan Kecamatan Manggala tahun 2024 tersebut informasinya diduga berujung pada pengembalian anggaran.

Dalam aturan keuangan negara, pengembalian anggaran adalah indikasi kuat adanya temuan Inspektorat atau BPK bahwa pekerjaan tidak sesuai bestek, volume kurang, atau tidak selesai sehingga harus Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

Jika benar ada pengembalian di Bitoa 2024, maka patut diduga ada persoalan serius dalam pelaksanaannya yang diduga melibatkan oknum berinisial EMA tersebut.

Tidak hanya di Kelurahan Kecamatan Manggala 2024, oknum tersebut diduga pernah bermasalah di beberapa kelurahan lain di Kota Makassar dengan modus keliling kecamatan yang hampir sama.

Jika dugaan ini benar, maka perbuatan oknum berinisial EMA bukan lagi kekhilafan, melainkan pola berulang dan sistematis, dari Bitoa 2024 yang berujung pengembalian hingga kini di 2025-2026 menyasar anggaran revitalisasi sekolah 1 Miliar dari Kemendikbud dengan cara keliling sekolah ke sekolah.

Secara regulasi, Perumda Terminal Daya adalah BUMD yang Tupoksinya mengelola terminal dan retribusi sesuai PP No 54 Tahun 2017. Tidak ada satu pasal pun yang memberi wewenang mengurus anggaran revitalisasi sekolah dari Kementerian dan Dakel. Anehnya, oknum berinisial EMA ini diduga keliling dari sekolah ke sekolah dan dari kecamatan ke kecamatan menawarkan proyek, sementara Tupoksinya jelas di Perumda. Ada apa?

Anggaran revitalisasi 1 Miliar menyangkut keselamatan nyawa ratusan siswa. Jika dikerjakan oleh rekanan titipan yang tidak kompeten, risikonya atap ambruk dan cor retak. Uang 1 Miliar dari Kementerian adalah uang keselamatan anak didik.

Pertanyaan besarnya, dari mana oknum EMA mendapatkan data sekolah penerima revitalisasi 1 M dari Kementerian yang seharusnya bersifat rahasia hingga bisa keliling sekolah ke sekolah? Diduga ada kebocoran data dari oknum internal.

Dari sisi hukum administrasi, tindakan pejabat yang melampaui wewenangnya dengan keliling sekolah dan kecamatan padahal tupoksinya di Perumda adalah cacat hukum sebagaimana diatur dalam UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Jika dalam penawaran proyek revitalisasi 1 M dan proyek Bitoa 2024 yang berujung pengembalian itu diduga ada permintaan fee atau imbalan, maka dapat masuk ranah gratifikasi dalam UU Tipikor. Namun hal ini masih memerlukan pembuktian aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, masih berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum berinisial EMA terkait keliling sekolah ke sekolah sasar anggaran revitalisasi 1 M Kemendikbud, dugaan persoalan di Kelurahan Kecamatan Manggala 2024 yang berujung pengembalian, dan dugaan keliling kecamatan sasar Dakel.

Konfirmasi juga dilayangkan kepada Direksi Perumda Terminal Daya, Dinas Pendidikan, Balai Prasarana Kemendikbud, Inspektorat, dan pihak Kelurahan kecamatan manggala. Namun hingga batas waktu penerbitan belum memberikan jawaban. Redaksi membuka hak jawab 2x24 jam sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999.

Publik menunggu ketegasan Walikota Makassar, Inspektorat, dan Kejari Makassar untuk tidak hanya mengaudit anggaran revitalisasi sekolah tahun ini yang diduga disasar oknum yang keliling sekolah ke sekolah, tetapi juga membuka kembali arsip pengembalian proyek di Kelurahan kecamatan manggala tahun 2024 dan di beberapa kelurahan lain yang diduga melibatkan oknum yang sama yang keliling kecamatan ke kecamatan.

Tim Redaksi Muliainfo menegaskan bahwa berita ini adalah bagian dari kontrol sosial dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.


24 September 2026

Matematika Menyenangkan Dengan Konsep Bermain, Inovasi Kamis Numerasi di UPT SPF SD Negeri Paccinang


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPT SPF SD Negeri Paccinang, Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui program pembiasaan unggulan. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pembiasaan numerasi yang dilaksanakan secara rutin dan konsisten. Program ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan pembiasaan tersebut dilaksanakan setiap hari Kamis pagi sebelum proses pembelajaran di kelas dimulai. Waktu pagi dipilih karena kondisi siswa masih segar, bersemangat, dan siap untuk menerima rangsangan belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini telah menjadi agenda wajib yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga sekolah.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di lapangan sekolah sebagai ruang belajar terbuka. Seluruh murid dari kelas 1 sampai kelas 6 berkumpul bersama membentuk barisan yang rapi. Dengan suasana terbuka, anak-anak merasa lebih bebas, tidak tertekan, dan lebih berani untuk berpartisipasi aktif.

Peserta dari kegiatan ini adalah semua murid UPT SPF SD Negeri Paccinang tanpa terkecuali. Mereka didampingi langsung oleh dewan guru yang bertugas secara bergiliran untuk memandu jalannya acara. Kebersamaan seluruh siswa dan guru ini menciptakan kekompakan dan semangat kekeluargaan yang kuat.

Hal yang membedakan pembiasaan di SD Negeri Paccinang adalah penerapan prinsip Matematika Menyenangkan. Matematika tidak lagi disajikan sebagai pelajaran yang kaku, penuh rumus, dan menakutkan. Melalui pendekatan yang ceria dan ramah anak, matematika diubah menjadi sahabat bagi para siswa.

Konsep utama yang digunakan adalah Matematika dengan Konsep Bermain. Siswa diajak belajar sambil bermain, dan bermain sambil belajar. Materi operasi hitung, logika angka, dan pemecahan masalah dikemas dalam bentuk permainan edukatif. Dengan cara ini, anak-anak belajar tanpa merasa sedang belajar.

Tujuan pertama dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu langkah untuk membuat siswa gemar belajar matematika. Rasa takut dan anggapan bahwa matematika itu sulit ingin dihilangkan secara perlahan. Ketika rasa gemar sudah tumbuh, maka prestasi akan mengikuti dengan sendirinya.

Tujuan kedua yang tidak kalah penting adalah untuk meningkatkan nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA, khususnya bagi murid kelas 6. Pembiasaan berhitung cepat, penalaran, dan ketepatan berpikir yang dilatih setiap Kamis menjadi bekal yang sangat berharga. Ini merupakan persiapan matang untuk menghadapi ujian dan jenjang pendidikan selanjutnya.


Program inovatif ini terlaksana berkat arahan dan bimbingan dari Kepala UPT SPF SD Negeri Paccinang, Ibu Fatmawati, S.Pd., M.Pd. Beliau memiliki visi yang kuat untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada kebahagiaan anak. Inovasi beliau menjadi semangat baru bagi guru dan siswa untuk terus berkreasi.

Adapun bentuk permainan numerasi yang dilakukan sangat variatif dan kreatif. Di antaranya adalah kuis matematika berantai, tebak angka, estafet penjumlahan dan pengurangan, bingo perkalian, serta tantangan logika sederhana. Semua permainan dilakukan dengan gerakan fisik sehingga anak tetap aktif dan gembira.

Suasana di lapangan setiap Kamis pagi selalu meriah dan penuh sorak sorai. Anak-anak dengan seragam merah putih terlihat antusias mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan. Tepuk tangan dan yel-yel penyemangat menjadi pemandangan rutin yang menambah keceriaan pagi.

Para guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pemberi apresiasi. Mereka tidak hanya memberikan soal, tetapi juga memberikan pujian, hadiah kecil, dan kata-kata penyemangat bagi setiap usaha siswa. Pendekatan ini membuat siswa yang belum mahir pun tetap merasa dihargai dan berani untuk mencoba lagi.

Secara akademik, manfaat dari pembiasaan ini sangat besar bagi perkembangan kognitif siswa. Kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah meningkat secara signifikan. Konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa dalam mengolah angka juga terlatih dengan baik.

Dari segi karakter, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, sportivitas, percaya diri, dan saling menghargai. Siswa belajar untuk tertib dalam barisan, sabar menunggu giliran, dan berani tampil di depan teman-temannya. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya.

Ke depan, UPT SPF SD Negeri Paccinang di bawah kepemimpinan Ibu Fatmawati, S.Pd.,M.Pd. berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengembangkan program Kamis Numerasi ini. Harapannya, akan lahir generasi siswa Paccinang yang tidak hanya unggul dalam nilai TKA, tetapi juga benar-benar cinta dan gembira dengan matematika sepanjang hayat.

22 September 2026

Prestasi UPTD SPF SD Inpres Antang 2


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan lomba yang diikuti oleh peserta didik kita dapat berjalan dengan lancar dan membawa hasil yang membanggakan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari prinsip utama yang selalu kita pegang bersama, yaitu kerjasama dan bersinergi. Sinergi antara pihak sekolah, guru pendamping, orang tua, dan peserta didik menjadi kunci utama dalam mendukung anak-anak untuk berani tampil.

Bagi kami, memberikan kesempatan dan panggung kepada anak-anak untuk mencoba adalah tujuan yang paling utama. Kami ingin menumbuhkan mental pemberani, percaya diri, dan jiwa kompetitif yang sehat. Soal kalah dan menang adalah urusan kedua.

Pada kesempatan lomba kali ini, kami mengikutsertakan dua cabang lomba, yaitu Tahfidz Putri dan Dokter Kecil (Dokcil). Kedua cabang ini merupakan wadah untuk mengasah potensi spiritual dan kepedulian sosial anak-anak.

Kabar paling membahagiakan datang dari cabang Tahfidz Putri. Ananda Azka Dzakira Altani, siswi Kelas 5B Tahfidz, berhasil meraih Juara 1 Tahfidz Putri. Prestasi ini adalah buah dari ketekunan dan hafalan yang luar biasa.

Keberhasilan Ananda Azka tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya yang dengan tulus mengantar langsung ananda ke lokasi lomba hingga selesai. Dukungan orang tua seperti inilah yang menjadi penyemangat terbesar bagi anak-anak kita.

Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pendamping Tahfidz, Ibu Husnawati, S.Pd.I., Gr., yang telah membimbing, melatih, dan memotivasi Ananda Azka dengan penuh kesabaran.

Prestasi kedua yang tak kalah membanggakan datang dari cabang Dokcil Bocil. Pada cabang ini, perwakilan kita berhasil meraih Juara 3. Prestasi ini dipersembahkan atas nama Ananda Nara.


Ananda Nara adalah siswi Kelas VI B, yang tergabung dalam Ekskul Dokcil bersama rekan-rekannya yaitu Kei Nara dari Kelas VI dan Anabel Tetriani dari Kelas VI B. Mereka bertiga adalah tim yang kompak dan solid.

Perjuangan tim Dokcil ini patut diacungi jempol. Perlu diketahui bahwa Ekskul Dokcil di sekolah kita di bawah bimbingan Kak Zhu, Ibu Nursida, S.Pd., Gr., baru berjalan selama 2 bulan.

Meskipun baru seumur jagung, hanya 2 bulan berlatih dalam Ekskul Bocil Dokcil, Alhamdulillah mereka sudah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang sudah lama memiliki program ini dan berhasil membawa pulang piala Juara 3.

Ini membuktikan bahwa dengan latihan yang disiplin, materi yang tepat dari pendamping, dan semangat belajar yang tinggi dari anak-anak, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Dedikasi Ibu Nursida, S.Pd., Gr. sebagai pendamping sangat luar biasa.

Kedua prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa UPTD SPF SD Inpres Antang 2 tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan bakat, minat, karakter, dan akhlak mulia peserta didik.

Semoga prestasi yang diraih oleh Ananda Azka Dzakira Altani dan Ananda Nara beserta tim dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta didik lainnya untuk terus berani mencoba, berlatih, dan berprestasi di bidangnya masing-masing.

Demikian laporan prestasi ini kami sampaikan. Terima kasih kepada semua pihak, orang tua, guru, dan anak-anak hebat. Mohon doa agar ke depan sekolah kita semakin maju dan berprestasi.


 

21 September 2026

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa Ikuti Rakor Dan Asesmen Kepala sekolah se - Kota Makassar Di Hotel Claro


MULIAINFO -- Kota Makassar -- kembali menggelar kegiatan peningkatan mutu pendidikan melalui Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah se-Kota Makassar yang dilaksanakan selama dua hari, pada Senin 21 dan Selasa 22 September 2026.

Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Kegiatan Rakor dan Asesmen ini diikuti oleh sebanyak 314 Kepala SD se-Kota Makassar, ditambah dengan seluruh Kepala UPTD SPF SMP Negeri dan sebagian Kepala SMP Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Hotel Claro Makassar, salah satu hotel representatif di Kota Makassar yang sering menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan resmi Pemerintah Kota.

Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Bapak Wali Kota Makassar sebagai bentuk komitmen pemerintah kota terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Dalam pembukaan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Ibu Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga selaku Bunda PAUD Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar beserta jajaran stafnya.

Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan pentingnya peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.


Ia juga berharap agar seluruh Kepala Sekolah dapat menjadi teladan dalam menerapkan disiplin, inovasi, dan pelayanan pendidikan yang prima kepada peserta didik dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakor ini menjadi wadah evaluasi dan penyamaan persepsi terhadap kebijakan pendidikan di Kota Makassar.

Adapun keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dalam kegiatan ini terkait dengan penguatan program Sekolah Adiwiyata dan sekolah ramah lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan, mulai dari kepemimpinan sekolah, manajemen sekolah, implementasi Kurikulum Merdeka, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Selain rapat koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Asesmen Kepala Sekolah sebagai instrumen untuk memetakan kompetensi dan kinerja Kepala Sekolah secara objektif dan berkelanjutan.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku sangat bersyukur bisa terlibat langsung bersama ratusan Kepala Sekolah lainnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan, memperluas jejaring, dan meningkatkan motivasi dalam mengelola sekolah agar lebih maju dan berprestasi.

Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil Rakor dan Asesmen tersebut di lingkungan UPTD SPF SD Negeri Bontoa demi peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.

Dengan terlaksananya Rapat Koordinasi dan Asesmen ini, diharapkan seluruh Kepala Sekolah se-Kota Makassar semakin solid, profesional, dan siap mewujudkan visi Makassar sebagai kota pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

20 September 2026

UPTD SPF SD Inpres Antang II Dan Kelurahan Antang Bersinergi Gelar Bersih Lingkungan


MULIAINFO - Makassar, 20 September 2026 – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan oleh UPTD SPF SD Inpres Antang II melalui sinergi bersama Aparat Pemerintahan Kelurahan Antang.

Kegiatan kerja bakti bersih lingkungan ini dilaksanakan pada hari Minggu pagi, 20 September 2026, bertempat di lingkungan UPTD SPF SD Inpres Antang II dan area sekitarnya di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Antang beserta jajaran, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Antang, para Ketua RW dan Ketua RT, serta seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan UPTD SPF SD Inpres Antang II.

Sejak pagi hari, seluruh peserta dengan penuh antusias melakukan pembersihan menyeluruh. Mulai dari menyapu halaman sekolah, membersihkan saluran drainase, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah yang menumpuk di sekitar pagar sekolah.


Sinergi ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara institusi pendidikan dengan pemerintah wilayah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang II, St. Zahrah Hidayat, S.Pd.M.Pd., menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan oleh pihak Kelurahan Antang.

Menurutnya, kehadiran langsung Lurah bersama Ketua LPM, Ketua RW dan Ketua RT memberikan motivasi tersendiri bagi pihak sekolah untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

"Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih atas kepedulian dan kebersamaan ini. Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa antara sekolah dan aparat kelurahan," ujar St. Zahrah Hidayat, S.Pd.,M.Pd.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kegiatan positif seperti ini tidak akan berhenti hanya pada hari ini saja, melainkan akan dijadikan sebagai program berkelanjutan.


"Kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama aparat Kelurahan Antang akan menjadi agenda rutin tiap bulan. Ini sudah menjadi komitmen kami bersama," ucapnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Lurah Antang juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program sekolah yang melibatkan masyarakat secara langsung, karena kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Ketua LPM Kelurahan Antang menambahkan, kolaborasi dengan SD Inpres Antang II ini bisa menjadi contoh bagi instansi lain di wilayah Kelurahan Antang untuk terus menggalakkan budaya gotong royong.

Para Ketua RW dan Ketua RT yang turut hadir pun berharap, melalui kegiatan ini kesadaran warga sekitar sekolah untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat.

Dengan lingkungan sekolah yang bersih dan asri, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman, dan siswa-siswi dapat belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan sejak dini.

Kegiatan kerja bakti pun ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pihak sekolah dan aparat kelurahan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi membangun Kelurahan Antang yang bersih dan sehat.

19 September 2026

Komunitas Belajar Sipakatau Gelar Pengimbasan Pengembangan Kurikulum Numerasi Di SD Inpres Galangan Kapal II


MULIAINFO - Makassar - UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II sukses menggelar kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) Sipakatau dengan agenda Pengimbasan Pengembangan Kurikulum dalam Kemampuan Numerasi Jenjang SD, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II tersebut dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi.

Kepala UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II, Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para guru yang tergabung dalam Komunitas Belajar Sipakatau. Menurutnya, kombel menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran di sekolah.

Ia menegaskan bahwa kemampuan numerasi merupakan fondasi penting bagi siswa sekolah dasar, tidak hanya dalam pelajaran Matematika, tetapi juga dalam kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Bertindak sebagai pemateri utama adalah Seruni, S.Pd, salah satu guru terbaik yang telah mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum. Ia membawakan materi secara interaktif dan aplikatif.

Dalam paparannya, Seruni, S.Pd menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum dalam kemampuan numerasi harus berpusat pada siswa. Pembelajaran tidak lagi sekadar menghafal rumus, melainkan memahami konsep dan menerapkannya dalam konteks nyata.

Ia memaparkan sejumlah strategi praktis, seperti penggunaan media konkret, permainan edukatif matematika, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal numerasi siswa.

Peserta yang terdiri dari guru-guru SD Inpres Galangan Kapal II tampak sangat antusias. Sesi diskusi berlangsung hidup, di mana para guru saling berbagi tantangan yang dihadapi di kelas, khususnya terkait rendahnya minat siswa terhadap pelajaran berhitung.

Menurut Seruni, tantangan tersebut dapat diatasi dengan mengintegrasikan numerasi ke dalam semua mata pelajaran, bukan hanya Matematika. Misalnya, menghitung luas dalam pelajaran IPAS atau menganalisis data dalam Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik.

Selain penyampaian materi, kegiatan pengimbasan ini juga diisi dengan praktik baik atau best practice. Para guru diajak untuk merancang satu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar berbasis numerasi secara berkelompok.

Hasil dari kerja kelompok tersebut kemudian dipresentasikan dan mendapat umpan balik langsung dari pemateri dan kepala sekolah, sehingga dapat langsung diterapkan di kelas masing-masing pada minggu depan.

Kepala Sekolah, Zainal Abidin, berharap agar ilmu yang diperoleh dari kegiatan Kombel Sipakatau ini tidak berhenti sebagai teori saja. Ia meminta seluruh guru untuk melakukan tindak lanjut berupa implementasi nyata di kelas dan saling melakukan observasi pembelajaran.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk terus menghidupkan Komunitas Belajar Sipakatau sebagai ruang tumbuh dan belajar bersama demi peningkatan kualitas pendidikan di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II.


18 September 2026

Rutinitas Jumat Religi : Sholat Dhuha dan Tadarus Al- Qur'an Murid UPTD SPF SD Negeri Bontoa


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan rutin setiap hari Jumat, yaitu Shalat Dhuha berjamaah dan bacaan Al-Qur'an bersama yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI. Kegiatan religius ini telah menjadi agenda wajib sekolah dalam rangka pembentukan karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat pagi sebelum jam pelajaran dimulai, bertempat di halaman sekolah dan musholla sekolah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul dengan mengenakan pakaian muslim, membawa sajadah dan Al-Qur'an masing-masing dengan penuh antusias dan kekhusyukan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah AMRIN, S.Pd, kegiatan Jumat Religi ini terus digalakkan sebagai wujud implementasi dari Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Beliau selalu menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah. Shalat Dhuha dipimpin oleh salah satu guru Pendidikan Agama Islam dan diikuti secara tertib oleh seluruh murid. Suasana hening dan khidmat sangat terasa ketika seluruh siswa bermunajat memohon keberkahan ilmu kepada Allah SWT.

Setelah pelaksanaan Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus dan bacaan Al-Qur'an bersama. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema dengan merdu, dipandu oleh guru dan diikuti oleh seluruh siswa. Beberapa siswa yang telah lancar membaca Al-Qur'an diberi kesempatan untuk tampil di depan.

Untuk siswa kelas rendah yang belum lancar membaca Al-Qur'an, pembiasaan dilakukan dengan membaca Iqro, hafalan doa-doa harian dan hafalan surat-surat pendek. Metode ini dilakukan agar semua siswa dapat berpartisipasi sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing tanpa merasa tertinggal.

Para guru berperan aktif sebagai pembimbing dan pendamping selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan koreksi tajwid, memberikan motivasi, serta menanamkan pemahaman tentang makna yang terkandung dalam bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan.


Tujuan utama dari rutinitas ini adalah untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an sejak usia dini, membiasakan siswa untuk mengawali aktivitas dengan ibadah, serta membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Shalat Dhuha diharapkan menjadi pembuka pintu rezeki ilmu bagi anak-anak.

Kegiatan positif ini mendapat sambutan dan dukungan penuh dari para orang tua wali murid. Orang tua merasa senang karena anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang kuat sebagai bekal kehidupan di masa depan.

Selain dari aspek ibadah, kegiatan Jumat Religi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, kekompakan, dan rasa persaudaraan antar siswa dan guru. Kebersamaan dalam ibadah berjamaah mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Sekolah AMRIN, S.Pd. Dalam doanya, beliau memohon agar seluruh siswa UPTD SPF SD Negeri Bontoa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua, agama dan bangsa.

Pihak sekolah berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kegiatan pembiasaan Jumat Religi ini secara konsisten. Ke depan, sekolah akan mengagendakan program tambahan seperti Kultum Jumat, hafalan Juz 30, dan pembinaan tartil agar kegiatan semakin variatif dan bermakna.

Dengan adanya rutinitas Shalat Dhuha dan bacaan Al-Qur'an setiap hari Jumat ini, diharapkan UPTD SPF SD Negeri Bontoa mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak, berkarakter Qur'ani, dan menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, dan masyarakat.