Featured Post

Memeriahkan HUT RI ke-81 Tahun 2026 SMP Negeri 24 Makassar

13 Agustus 2026

Memeriahkan HUT RI ke-81 Tahun 2026 SMP Negeri 24 Makassar

 


MULIAINFO. COM - Mkassar -- Pada tanggal 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan. Dari 17 Agustus 1945 hingga hari ini, semangat juang para pahlawan menjadi dasar kita untuk terus membangun negeri. SMP Negeri 24 Makassar ikut menyemarakkan hari bersejarah ini.

Upacara bendera akan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 24 Makassar. Seluruh guru, staf TU, dan siswa wajib hadir dengan pakaian putih merah untuk menunjukkan rasa hormat dan cinta tanah air.

Peringatan HUT RI bukan hanya tentang upacara. Ini adalah momentum untuk menanamkan nilai gotong royong, disiplin, dan nasionalisme kepada generasi muda. Sekolah menjadi tempat paling tepat untuk menumbuhkan semangat itu.

Kegiatan pertama adalah Lomba Parade Siswa. Setiap kelas akan menampilkan barisan terbaiknya di bawah bimbingan Wali Kelas masing-masing. Penilaian akan dilakukan oleh dewan guru bersama OSIS.

Lomba Estafet Sarung menjadi ajang kekompakan antar tim. Guru PJOK bersama tim ekskul olahraga yang dikoordinir Ibu Rahmia, S.Ag.,M.Pd akan memandu jalannya lomba agar berjalan sportif dan aman.


Lomba Nyanyi Solo akan menampilkan suara emas siswa SMPN 24. Lagu wajibnya adalah lagu perjuangan dan lagu nasional. Guru seni budaya akan menjadi juri untuk menilai teknik vokal dan penghayatan.

Kreativitas siswa diuji lewat Lomba Dekorasi Kelas. Setiap wali kelas bersama anggotanya akan menghias kelas dengan tema kemerdekaan. Tim penilai terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan dan guru BK.

Kemeriahan ditutup dengan Estafet Permainan Rakyat. Permainan engklek, balap karung, dan tarik tambang akan dilombakan. Panitia kegiatan dari ekskul yang dibina Ibu Rahmia, S.Ag.,M.Pd sudah menyiapkan semuanya.

Bapak dan Ibu Wakil Kepala Sekolah, para guru mata pelajaran, serta staf TU juga akan ikut berpartisipasi sebagai juri, panitia, dan pendamping. Dukungan semua pihak sekolah membuat acara ini semakin meriah.

Tujuan kegiatan ini jelas. Melatih kedisiplinan lewat parade, kekompakan lewat estafet, keberanian lewat nyanyi solo, kreativitas lewat dekorasi, dan sportivitas lewat permainan rakyat.

Kepala Sekolah berpesan agar seluruh siswa menjadikan HUT RI sebagai pengingat untuk belajar lebih giat. Prestasi di kelas dan di lomba adalah bentuk nyata mengisi kemerdekaan.

Kami mengajak orang tua wali siswa untuk mendukung dan hadir menyaksikan. Mari kita tunjukkan bahwa SMPN 24 adalah sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat karakternya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus Melaju Untuk Indonesia Maju. SMP Negeri 24 Makassar siap mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berprestasi, dan cinta negeri. Merdeka!

Diduga Ada Penggelembungan Harga.Rehabilitasi Toilet 3 Bilik SD Inpres Pampang 1 Senilai Rp 107 Juta


MULIAINFO. COM ---MAKASSAR – Pengelolaan dana APBD Dinas Pendidikan Kota Makassar tahun 2026 kembali menjadi sorotan. Salah satu kegiatan rehabilitasi toilet di UPT SPF SD Inpres I Pampang 1 dengan nilai kontrak Rp107.467.000,00 dinilai tidak wajar oleh sejumlah pihak.

Proyek dengan nomor kontrak 421.1/3662/SPK-RHB,TLT/ DIsdik/VII/2026 itu dikerjakan oleh CV. Putra Jonni Madjid. Pekerjaannya berupa rehabilitasi toilet 3 bilik yang menjadi fasilitas umum di hampir semua sekolah dasar negeri di Makassar.

Nilai tersebut dinilai terlalu tinggi jika dibandingkan dengan standar Rencana Anggaran Biaya pembangunan MCK sekolah pada umumnya. Berdasarkan beberapa RAB yang beredar, pembangunan baru toilet 3 bilik lengkap dengan kloset, pintu, dan instalasi berkisar Rp48 juta hingga Rp100 juta.

"Ini rehabilitasi, bukan bangun baru. Seharusnya biayanya jauh lebih kecil. Tapi faktanya nilainya malah di atas harga bangun baru," ujar salah seorang pemerhati anggaran pendidikan di Makassar, Rabu 13 Agustus 2026.

Dalam RAB contoh pembangunan toilet 3 bilik, rincian terbesar ada pada upah tukang 30 hari Rp6 juta, pintu Rp4,5 juta untuk 3 unit, kloset jongkok Rp1,5 juta untuk 3 buah, dan material keramik serta semen. Total keseluruhan hanya Rp48.270.000.


Sementara itu, data APBD Kota Makassar 2026 yang ditetapkan sebesar Rp5,1 triliun memang memprioritaskan infrastruktur strategis, termasuk peningkatan gedung sekolah dan sarana penunjang. Namun besarnya anggaran harus dibarengi transparansi dan kewajaran harga.

Warga sekitar SD Inpres Pampang 1 mengaku belum mengetahui secara detail apa saja item pekerjaan yang masuk dalam paket Rp107 juta tersebut. Mereka hanya melihat adanya perbaikan pada bangunan toilet yang sudah ada.

Jika benar hanya rehabilitasi ringan hingga sedang untuk 3 bilik, maka selisih harga puluhan juta berpotensi menjadi indikasi pemborosan atau bahkan penggelembungan dana. Hal ini bertentangan dengan prinsip efisiensi penggunaan APBD.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait rincian volume pekerjaan dan dasar perhitungan harga satuan yang digunakan dalam kontrak tersebut.

Pemerhati anggaran mendesak Disdik membuka dokumen RAB dan BOQ ke publik. "Masyarakat berhak tahu. Apakah 107 juta itu hanya untuk toilet, atau sudah termasuk septic tank, sumur resapan, dan jaringan air. Kalau tidak, ini harus diaudit," tegasnya.

Langkah evaluasi yang mendesak dilakukan adalah membandingkan HSPK Kota Makassar 2026 dengan harga di lapangan. Pemeriksaan juga harus mencakup kualitas material, kesesuaian volume, dan proses pemilihan penyedia CV. Putra Jonni Madjid.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, kasus ini bisa dilanjutkan ke Inspektorat Kota Makassar untuk audit investigasi. Penegakan ini penting agar dana pendidikan benar-benar sampai dan bermanfaat bagi siswa, bukan tersedot dalam praktik mark-up.

Publik kini menunggu itikad baik Disdik untuk menjelaskan secara terbuka. Transparansi bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kepercayaan bahwa APBD 2026 benar-benar digunakan untuk memajukan mutu pendidikan di Kota Makassar.

Gebyar HUT RI ke - 81 Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera UPT SPF SD Negeri Panaikang II


MULIAINFO.COM -- Makassar -- UPT SPF SD Negeri Panaikang II dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pahlawan dan menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada peserta didik.

Mengusung tema "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia", kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan sekolah. Kemerdekaan harus kita isi dengan karya dan prestasi.

Rangkaian kegiatan lomba akan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 13 - 15 Agustus 2026, dimulai pukul 08.00 WITA sampai selesai. Seluruh siswa, guru, dan orang tua diharapkan hadir dan berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan ini.

Untuk adik-adik Kelas I - III, lomba yang akan diadakan adalah: Tiup bola pompong, Lari kelereng, Estafet bola, Lari karung, dan Estafet sarung. Lomba-lomba ini bertujuan melatih motorik, konsentrasi, dan kerja sama sejak usia dini.

Sedangkan untuk Kelas IV - VI akan dilombakan: Lari karung, Estafet karung, Joget balon, dan Futsal sarung. Melalui lomba ini siswa dilatih untuk sportif, disiplin, berani tampil, dan mampu bekerja sama dalam tim.


Kami tegaskan bahwa lomba ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara. Tujuan utama kegiatan adalah sebagai sarana pendidikan karakter untuk menumbuhkan semangat kemerdekaan, kebersamaan, sportivitas, disiplin, percaya diri, dan persaudaraan antar siswa.

Selain menumbuhkan semangat lomba, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa semakin mencintai tanah air dan menjaga persatuan. Melalui kebersamaan dalam lomba, anak-anak belajar menghargai perbedaan, tolong-menolong, dan memupuk rasa nasionalisme sejak dini agar kelak menjadi warga negara yang peduli bangsa.

Kami juga berharap kegiatan ini dapat mendorong anak-anak untuk rajin belajar dan menjadi generasi yang berkarakter, yang kelak dapat membanggakan bangsa, orang tua, dan almamater SD Negeri Panaikang II.
 
Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah perlombaan. Sikap menerima hasil dengan lapang dada adalah cerminan jiwa besar. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengikuti setiap kegiatan dengan gembira, jujur, sportif, dan saling menghargai teman tanpa mengejek dan meremehkan.

Sportivitas dan sikap menghargai proses jauh lebih penting daripada hasil akhir. Dari lomba ini anak-anak belajar disiplin waktu, taat aturan, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Jadikan setiap lomba sebagai ajang belajar, bukan ajang permusuhan, agar lahir generasi yang berakhlak mulia.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru, Komite Sekolah, Orang Tua/Wali Peserta Didik, serta semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Jadikan momentum HUT RI ke-81 ini sebagai langkah bersama membangun generasi penerus bangsa yang kuat, cerdas, dan berakhlak.  
Kepala Sekolah, Sugianto, S.Pd.I., M.Pd.

12 Agustus 2026

Kepsek Yang Baru Masa Bodoh untuk Kebersihan WC di UPT SPF SDN Galangan Kapal II


MULIA. COM -- MAKASSAR – Pelantikan Kepala Sekolah definitif di UPT SPF SDN Galangan Kapal II seharusnya menjadi awal perbaikan. Namun di lapangan, harapan warga justru pupus. Salah satu persoalan dasar, kebersihan WC, masih dibiarkan tanpa solusi.

Orang tua siswa mengaku kecewa. Mereka menilai kepsek yang baru kurang peka dan terkesan masa bodoh terhadap kondisi fasilitas sanitasi sekolah yang sudah lama dikeluhkan.

Dari dulu sampai sekarang WC nya tetap kotor, bau, dan sering tidak ada air. Ganti kepsek tapi tidak ada perubahan sama sekali," kata salah satu orang tua siswa, Senin (12/8/2026).

Padahal WC adalah kebutuhan paling dasar di sekolah. Ratusan siswa SD setiap hari menggunakannya. Jika kondisinya jorok, kenyamanan dan kesehatan anak otomatis terganggu.

Ironisnya, keluhan ini sudah disampaikan sejak lama. Namun sampai pergantian kepsek definitif, tidak ada langkah nyata untuk membenahi. Kesannya masalah ini dianggap sepele.

Padahal, dalam standar Program Sekolah Sehat, sekolah wajib menyediakan jamban yang bersih, aman, dan layak pakai. Mengabaikannya berarti melanggar aturan dasar pendidikan.

Warga menilai kepsek lebih sibuk dengan urusan administrasi dan kegiatan seremonial, sementara hal krusial yang langsung bersentuhan dengan siswa justru diabaikan.

"Kami tidak minta dibangunkan WC mewah. Cukup dibersihkan rutin, ada air, dan bisa dipakai. Masa hal kecil seperti ini tidak bisa," ujar orang tua siswa lainnya dengan nada kesal.

Kondisi WC yang kotor juga berpotensi memicu penyakit. Diare, infeksi kulit, hingga gangguan pencernaan bisa menyerang anak-anak jika sanitasi tidak dijaga.

Pengamat pendidikan menilai pembiaran ini mencerminkan lemahnya kepemimpinan. "100 hari pertama itu penting. Kalau WC saja tidak beres, bagaimana mau dipercaya mengurus mutu pendidikan," ujarnya.

Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Makassar pun didesak segera turun tangan. Jangan sampai pembiaran ini terus terjadi hanya karena tidak ada yang berani menegur.

Kini publik menunggu. Apakah kepsek definitif yang baru akan tetap masa bodoh, atau akhirnya mau turun langsung membenahi hal dasar demi anak-anak UPT SPF SDN Galangan Kapal II. Karena sekolah yang baik dimulai dari kebersihan, bukan janji.


10 Agustus 2026

Kepala Sekolah UPT SPF SDN Cendrawasih 1 Makassar Gerak Cepat Perbaiki 5 Toilet Siswa


MULIAINFO. COM -- Makassar -- Kepala UPT SPF SDN Cendrawasih 1  bergerak cepat merespons keluhan fasilitas sekolah. Dimulai hari ini, perbaikan dilakukan langsung pada 5 unit toilet siswa agar dapat digunakan dengan layak dan nyaman.

Langkah ini diambil setelah pihak sekolah menerima masukan dari guru dan orang tua siswa terkait kondisi toilet yang sudah rusak. Kepala sekolah menilai kebersihan sanitasi merupakan kebutuhan dasar untuk mendukung kesehatan dan semangat belajar anak.

Perbaikan dimulai hari ini dengan mengganti keramik yang pecah, memperbaiki saluran air, serta mengganti pintu beserta rangkanya dengan *kusen plastik*. Penggunaan kusen plastik dipilih karena tahan air, tidak mudah lapuk, dan lebih aman bagi siswa.
  
"Kami tidak bisa menunggu. Anak-anak butuh toilet yang layak mulai sekarang. Makanya hari ini juga kita mulai kerjakan, termasuk ganti pintu dan kusennya pakai plastik biar lebih awet," ujar Kepala Sekolah UPT SPF SDN Cendrawasih 1 saat meninjau lokasi.
  
Selain perbaikan fisik, sekolah juga menambahkan fasilitas pendukung. Mulai hari ini setiap toilet dilengkapi tempat sabun cuci tangan, ember, dan gayung agar siswa terbiasa menjaga kebersihan setelah menggunakan toilet.

Pihak sekolah melibatkan komite dan perwakilan orang tua dalam pengawasan perbaikan. Dengan begitu proses pengerjaan bisa tepat sasaran dan anggaran digunakan secara transparan.

Para guru menyambut baik langkah cepat kepala sekolah. Menurut mereka, toilet yang bersih dan layak akan mengurangi risiko penyakit serta membuat siswa lebih disiplin menjaga kebersihan diri.

Siswa pun mengaku senang. "Alhamdulillah mulai hari ini toiletnya diperbaiki. Pintunya juga diganti kusen plastik jadi tidak seret lagi. Senang deh kalau ke kamar mandi," kata salah satu siswa kelas 5.

Kepala Sekolah menegaskan bahwa setelah perbaikan ini akan ada jadwal perawatan rutin. Ia mengimbau seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga fasilitas agar tetap bersih dan tidak cepat rusak.

Dengan dimulainya perbaikan 5 toilet hari ini, UPT SPF SDN Cendrawasih 1 menargetkan seluruh unit rampung dalam waktu dekat. Gerak cepat ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman bagi peserta didik. ( Muh. Yahya )

-

09 Agustus 2026

Diduga Ada Oknum Dinas Pendidikan Bermain, Proyek Toilet PR 117 Juta Logo Dinas Dihilangkan


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Proyek Umpetan. Proyek Rehabilitasi Berat 6 Ruang Toilet di UPT SPF SD Inpres Pampang II, Kota Makassar senilai Rp 117.445.000 bersumber APBD disorot. Papan proyeknya tidak dipasang di depan, tapi disembunyikan.

Bukti Kontrak Ada di Tangan Dinas. Berdasarkan SPK Nomor: 421.1/3154.SPK-RHB.TLT/DISDIK.VII/2026 tanggal 15 Juli 2026, pelaksana CV. Cahaya Elang Semesta. Jelas tertulis DISDIK = Dinas Pendidikan Kota Makassar yang pegang kendali penuh.

Uang Rakyat, Aturan Diinjak. Sumber dana APBD Kota Makassar TA 2026. Artinya ini uang pajak warga. Tapi pihak Dinas justru menutup-nutupi informasi. Ini bentuk penghinaan terhadap hak publik.

Pengakuan Pekerja Buka Topeng."Ini proyeknya Dinas yang kerja pak," kata pekerja di lokasi. Pengakuan itu mematahkan alasan klasik Dinas jika nanti melempar tanggung jawab ke sekolah.
 
Seharusnya Wasit, Malah Ikut Main. Tugas pihak Dinas hanya mengawasi. Fakta di lapangan, Dinas justru ikut "bermain" dengan melanggar aturan keterbukaan. Ini indikasi kuat ada yang mau ditutupi.

Logo Dinas Dihapus Sengaja. Kejanggalan pertama, di papan proyek hanya ada Logo Pemkot. Logo Dinas Pendidikan* berupa buku terbuka + obor + lingkaran sengaja tidak dicantumkan. Ini melanggar Permen PU 12/2021.

Sumber Dana Dihilangkan. Kejanggalan kedua, tidak ada tulisan "SUMBER DANA: APBD". Publik dipaksa buta. Padahal ini wajib hukumnya agar warga tahu uangnya dari mana dan siapa yang harus dikejar.

Papan Ditanam di Belakang Toilet. Kejanggalan ketiga paling biadab. Papan proyek ditanam di *tembok belakang toilet, tempat yang tidak akan dilewati guru, murid, apalagi orang tua. Jelas ini strategi penghilangan barang bukti.

Warga: Ini Akal Bulus Dinas. "Masang papan di belakang toilet itu sama saja tidak masang. Ini proyek pihak Dinas takut diawasi," ujar warga yang geram menemukan papan tersebut.

Rampas Hak Konstitusi Warga. Dengan menyembunyikan papan, pihak Dinas telah merampas hak masyarakat untuk mengawasi APBD sebagaimana dijamin UU KIP No.14 Tahun 2008. Ini bukan lalai, ini kesengajaan.

Rp 19,5 Juta Per Toilet Wajib Diaudit. Nilai proyek Rp 117.445.000 untuk 6 unit berarti Rp 19,5 juta per toilet. Kewajaran harga ini gelap gulita karena pihak Dinas tidak berani mempublikasikan RAB. Ada apa?

Dinas Pilih Bungkam. Sampai berita ini tayang, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar tidak ada itikad baik untuk klarifikasi. Sikap bungkam ini memperkuat dugaan ada "permainan" di balik proyek ini.

Desakan Keras. Kami mendesak Kadis Pendidikan segera copot PPK dan PPTK proyek ini. Pindahkan papan ke depan sekolah, lengkapi logo Dinas + Sumber Dana + RAB. Kembalikan marwah Dinas sebagai "wasit" bukan "pemain".

Usut Sampai Tuntas. Kami meminta Inspektorat Kota Makassar dan Kejari Makassar segera turun. Periksa semua proyek APBD yang dikelola pihak Dinas. Jangan sampai ada lagi proyek 117 juta yang papan nya diumpetin di belakang toilet.


07 Agustus 2026

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Gelar Pembagian Obat Cacing Berkerjasama dengan Puskesmas Bangkala


MULIAINFO. COM -- MAKASSAT-- UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III melaksanakan kegiatan pembagian obat cacing kepada seluruh siswa-siswi kelas 1 & 6. Kegiatan ini merupakan program rutin dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan sekolah.

Obat cacing tersebut disalurkan langsung oleh petugas dari Puskesmas bangkala. Tim dari puskesmas hadir ke sekolah untuk memastikan pembagian berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari cacingan. Petugas puskesmas juga menjelaskan manfaat dan cara minum obat cacing yang benar.

Setelah penyuluhan, seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 secara bergantian menerima obat cacing. Guru dan petugas memastikan setiap anak meminum obat di tempat dengan pengawasan.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III, Ibu  Hj. Napiah, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Perumnas Antang atas dukungan dan pelayanannya kepada sekolah.

"Kami berterima kasih kepada Puskesmas Bangkala. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswi kami sehat, tidak cacingan, dan bisa belajar dengan optimal," ujar Ibu Hj, Napiah, S.Pd.

Para guru juga turut mendampingi dan mengedukasi siswa agar setelah minum obat, tetap menjaga kebersihan seperti rajin cuci tangan pakai sabun dan memotong kuku.

Siswa-siswi tampak senang dan antusias mengikuti kegiatan. Mereka mengerti bahwa minum obat cacing 6 bulan sekali sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Pihak Puskesmas Perumnas Bangkala berharap melalui kegiatan ini angka kejadian cacingan pada anak sekolah bisa ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat.

Kegiatan pembagian obat cacing ini berjalan lancar, aman, dan tertib. Tidak ada siswa yang mengalami keluhan setelah meminum obat.

Dengan adanya kerja sama antara sekolah dan puskesmas ini, diharapkan program kesehatan anak sekolah dapat terus berlanjut secara rutin.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Napiah, S.Pd berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.