MULIA. COM -- MAKASSAR – Pelantikan Kepala Sekolah definitif di UPT SPF SDN Galangan Kapal II seharusnya menjadi awal perbaikan. Namun di lapangan, harapan warga justru pupus. Salah satu persoalan dasar, kebersihan WC, masih dibiarkan tanpa solusi.
Orang tua siswa mengaku kecewa. Mereka menilai kepsek yang baru kurang peka dan terkesan masa bodoh terhadap kondisi fasilitas sanitasi sekolah yang sudah lama dikeluhkan.
Dari dulu sampai sekarang WC nya tetap kotor, bau, dan sering tidak ada air. Ganti kepsek tapi tidak ada perubahan sama sekali," kata salah satu orang tua siswa, Senin (12/8/2026).
Padahal WC adalah kebutuhan paling dasar di sekolah. Ratusan siswa SD setiap hari menggunakannya. Jika kondisinya jorok, kenyamanan dan kesehatan anak otomatis terganggu.
Ironisnya, keluhan ini sudah disampaikan sejak lama. Namun sampai pergantian kepsek definitif, tidak ada langkah nyata untuk membenahi. Kesannya masalah ini dianggap sepele.
Padahal, dalam standar Program Sekolah Sehat, sekolah wajib menyediakan jamban yang bersih, aman, dan layak pakai. Mengabaikannya berarti melanggar aturan dasar pendidikan.
Warga menilai kepsek lebih sibuk dengan urusan administrasi dan kegiatan seremonial, sementara hal krusial yang langsung bersentuhan dengan siswa justru diabaikan.
"Kami tidak minta dibangunkan WC mewah. Cukup dibersihkan rutin, ada air, dan bisa dipakai. Masa hal kecil seperti ini tidak bisa," ujar orang tua siswa lainnya dengan nada kesal.
Kondisi WC yang kotor juga berpotensi memicu penyakit. Diare, infeksi kulit, hingga gangguan pencernaan bisa menyerang anak-anak jika sanitasi tidak dijaga.
Pengamat pendidikan menilai pembiaran ini mencerminkan lemahnya kepemimpinan. "100 hari pertama itu penting. Kalau WC saja tidak beres, bagaimana mau dipercaya mengurus mutu pendidikan," ujarnya.
Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Makassar pun didesak segera turun tangan. Jangan sampai pembiaran ini terus terjadi hanya karena tidak ada yang berani menegur.
Kini publik menunggu. Apakah kepsek definitif yang baru akan tetap masa bodoh, atau akhirnya mau turun langsung membenahi hal dasar demi anak-anak UPT SPF SDN Galangan Kapal II. Karena sekolah yang baik dimulai dari kebersihan, bukan janji.








