14 September 2026

Kepala UPT SPF SD Negeri Kaccia Laksanakan Supervisi Semester 1Untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran Guru


MULIAINFO - MAKASSAR - KACCIA Supervisi akademik semester 1 tahun pelajaran 2026/2027 di UPT SPF SD Negeri Kaccia dilaksanakan sebagai upaya pembinaan berkelanjutan terhadap guru kelas dan guru bidang studi. Kegiatan ini menjadi tanggung jawab langsung Kepala Sekolah, Ibu St. Fatimah, S.Pd.M.Pd.I, untuk memastikan mutu pembelajaran berjalan sesuai standar.

Pelaksanaan supervisi dimulai sejak awal September 2026. Waktu ini dipilih karena bertepatan dengan masa guru sudah mulai menerapkan perangkat pembelajaran semester 1, sehingga hasil supervisi dapat langsung ditindaklanjuti untuk perbaikan.

Sasaran supervisi mencakup seluruh guru kelas 1 sampai kelas 6 dan guru bidang studi seperti Pendidikan Agama Islam, PJOK, Bahasa Inggris, dan Seni Budaya. Pembagian ini dilakukan agar setiap mata pelajaran mendapatkan pembinaan yang merata.

Tujuan utama supervisi adalah mengevaluasi kesiapan administrasi guru, mengamati proses pembelajaran di kelas, dan memberikan umpan balik konstruktif. Dengan begitu guru memperoleh penguatan sekaligus arahan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya.

Aspek administrasi yang disupervisi meliputi RPP atau Modul Ajar, Alur Tujuan Pembelajaran, Program Tahunan, Program Semester, buku penilaian, dan daftar hadir siswa. Kelengkapan administrasi menjadi dasar untuk melihat perencanaan pembelajaran guru.

Pada aspek proses pembelajaran, supervisor mengamati tahapan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Penekanan diberikan pada penggunaan metode yang variatif, pemanfaatan media pembelajaran, penerapan literasi dan numerasi, serta keterlibatan aktif peserta didik.

Aspek penilaian juga menjadi fokus. Guru diharapkan mampu merancang instrumen penilaian yang sesuai, melaksanakan penilaian formatif dan sumatif, serta melakukan analisis hasil belajar untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.


Pelaksanaan supervisi dilakukan dengan pendekatan kolegial dan humanis. Kepala sekolah tidak berperan sebagai pengawas yang mencari kesalahan, melainkan sebagai pembina yang mendampingi guru agar tumbuh profesional.

Setiap kegiatan supervisi akan dituangkan dalam instrumen supervisi akademik, berita acara, dan catatan hasil pembinaan. Dokumen ini menjadi bukti fisik sekaligus bahan refleksi bersama antara kepala sekolah dan guru.

Setelah observasi kelas selesai, dilaksanakan kegiatan tindak lanjut berupa diskusi refleksi. Pada sesi ini guru diberi kesempatan menyampaikan kendala, kemudian bersama kepala sekolah dirumuskan solusi dan rencana perbaikan.

Jadwal supervisi disusun secara bertahap selama bulan September 2026. Guru kelas dan guru bidang studi dibagi per minggu agar pelaksanaan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan setiap guru mendapat waktu pendampingan yang cukup.

Hasil supervisi semester 1 ini akan menjadi bahan evaluasi internal sekolah. Data yang diperoleh digunakan untuk merancang program pelatihan, workshop, atau KKG tingkat sekolah pada semester berikutnya.

Dengan adanya supervisi yang sistematis, diharapkan kualitas pembelajaran di UPT SPF SD Negeri Kaccia semakin meningkat. Siswa akan merasakan dampak langsung berupa pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan berpusat pada mereka.

Kepala Sekolah, Ibu St. Fatimah, S.Pd.,M.Pd.I, berharap seluruh guru dapat menjadikan supervisi sebagai momentum untuk belajar dan berkembang. Komitmen bersama ini penting agar visi sekolah dalam mewujudkan lulusan yang berkarakter dan berprestasi dapat tercapai.




 

13 September 2026

Sorota BBM Langka Seminggu, Makassar Lumpuh. DPRD Kota : Turun ke SPBU, Jangan Cuma Rapat


MULIAINFO ++ MAKASSAR -- Makassar belum pernah separah ini. Sejak Jumat 5 September 2026, seluruh SPBU berubah fungsi. Dari tempat pelayanan publik jadi arena gladiator. Dari Pettarani, Urip, Perintis, sampai Hertasning dan Antang, semua titik dipadati. Motor, mobil, truk, bahkan gerobak dorong ikut antre. Yang biasanya isi BBM 10 menit, kini habis 5 jam. Guru telat ngajar. Karyawan kena SP. Ibu-ibu batal ke pasar. Ini bukan sekadar langka BBM. Ini kelumpuhan sistem.

Solar dan Pertalite Langka Bersamaan: Ekonomi Diputus Napasnya  
Roda logistik dan rakyat kecil sama-sama dicekik_  
Ini bukan krisis Solar saja. Ini krisis Pertalite juga. Solar mati, maka truk sembako tidak jalan. Harga beras, telur, sayur langsung naik. Pertalite mati, maka ojol tidak narik, angkot potong rit, anak sekolah tidak ada yang antar. UMKM yang andalkan motor untuk COD ikut gulung tikar. Pemerintah bilang "stok aman". Tapi yang aman cuma omongan di kantor. Di lapangan, yang aman hanya mafia yang main jeriken dan pelangsir yang tertawa.

Martabat warga diinjak antrean_  
Coba datang ke SPBU jam 4 subuh. Pemandangannya seperti kamp pengungsian. Ada tikar, kursi plastik, termos, bahkan kompor portable. Anak SD kerjakan PR di jok belakang. Ibu menyusui sambil antre. Bapak-bapak tidur di atas motor. Lansia pingsan karena panas dan dehidrasi. Petugas SPBU diteriaki, dituduh main mata. Negara hadir? Hanya lewat spanduk "Antre Tertib". Padahal yang tidak tertib adalah sistemnya.

Antrean bukan lagi di dalam SPBU. Dia sudah keluar, makan bahu jalan, makan lajur. Pettarani macet dari jam 6 pagi sampai malam. Urip Sumoharjo kendaraan mengular 300 meter. Perintis ambulans tidak bisa lewat. Kerugian ekonomi karena kemacetan dan waktu terbuang ditaksir miliaran per hari. Tapi tidak ada Dishub yang turun. Tidak ada DPRD yang berdiri. Rakyat disuruh "sabar", sementara waktu, bensin, dan gaji mereka dicuri antrean setiap hari.

Wong Cilik Paling Terpukul: Yang Kaya Bisa Titip, Yang Miskin Harus Antre"
Krisis ini tidak adil_  
Coba tanya ojol. 4 jam habis untuk antre, bukan narik. Dari Rp200 ribu/hari jadi Rp90 ribu. Tanya sopir angkot. Dari 8 rit jadi 4 rit karena takut kehabisan solar di tengah jalan. Tanya pedagang Pasar Terong. Ongkos kirim naik 30%. Harga naik semua. Sementara orang kaya? Tinggal suruh supir. Atau beli eceran Rp18 ribu/liter. Subsidi yang harusnya untuk rakyat kecil, kini paling menyiksa rakyat kecil. Di mana peran negara mengawal keadilan?

Klaim "Stok Aman" Bertentangan Fakta: Siang Hari SPBU Sudah Tutup.
 Data kantor vs realita jalanan_  
Pjs Area Manager Pertamina bilang: penyaluran naik 10-15%. 25 SPBU buka 24 jam. Mobil tangki ditambah. Kedengarannya hebat. Tapi faktanya? Jam 11 siang papan "Solar Habis" dan "Pertalite Habis" sudah berdiri. Warga datang dari Gowa, Maros, Takalar, pulang dengan tangki kosong. Kalau stok aman, kenapa tutup siang? Kalau distribusi lancar, kenapa antre tidak pernah putus? Jangan jadikan statistik untuk menutupi penderitaan.

Rakyat Dijadikan Kambing Hitam: Salahkan Panic Buying"
Gagal urus, lalu salahkan korban_  
Alasan klasik keluar lagi: panic buying. Pertamina bilang warga panik karena video viral. "Yang biasa isi 100 ribu jadi 300 ribu". Seolah-olah rakyat yang salah karena takut. Padahal kepanikan itu lahir dari pengalaman. Pengalaman antre 5 jam lalu zonk. Pengalaman datang siang pasti kosong. Negara gagal menjamin, lalu menyalahkan rakyat yang bereaksi. Itu sama saja dokter menyalahkan pasien karena demam.

Lonjakan Konsumsi Mencurigakan: Ada Apa dengan 14,6%"
"Data Pertamina justru telanjangkan mafia_
Pertamina sendiri yang buka data. Konsumsi Solar JBT Agustus 2026 naik 14,6% dibanding Mei. Pertalite naik 7,6%. Pertanyaannya: naik untuk apa? Tidak ada panen raya. Tidak ada proyek infrastruktur besar. Tidak ada bencana. Pemprov Sulsel langsung curiga. Indikasinya jelas: pelangsiran, penimbunan, dan BBM subsidi bocor ke industri. Ada truk perusahaan yang isi di SPBU umum. Ada jeriken bertumpuk di belakang ruko. Lonjakan ini bukan karena rakyat boros. Ini karena pengawasan dibiarkan bolong.

 5 Aturan Darurat Tanpa Gigi: Bagus di Kertas, Mati di Lapangan
Satgas tanpa personil sama dengan wacana_  
Panik, Pemprov keluarkan 5 aturan: 1. Ganjil-genap isi BBM. 2. Maksimal isi 1 bar. 3. Truk besar wajib malam. 4. 25 SPBU wajib 24 jam. 5. Bentuk Satgas pengawasan. Semua bagus. Tapi siapa yang jaga? Dishub kekurangan orang. Polisi fokus pengamanan lain. Tanpa DPRD yang turun memantau, aturan ini hanya jadi pengumuman. SPBU tetap buka tutup seenaknya. Calo jeriken tetap berkeliaran. Aturan tanpa eksekusi di lapangan sama dengan kertas kosong.

Pendidikan Jadi Korban: PJJ Karena Orang Tua Antre BBM 
 _Anak-anak dikorbankan karena negara gagal_  
Tanggal 12/9/2026 Pemkot Makassar menyerah. Wali Kota Munafri umumkan PJJ untuk PAUD, SD, SMP. Alasannya sederhana dan menyakitkan: orang tua terjebak 4-5 jam di SPBU saat jam antar jemput. Jalan macet. Anak tidak aman di jalan. Bayangkan, pendidikan harus dikorbankan karena BBM. Ini tamparan keras. Sidak Appi ke Pertamina patut diapresiasi. Tapi satu orang tidak bisa lawan sistem. Kota sebesar Makassar butuh seluruh unsur pemerintah bergerak, termasuk 50 anggota DPRD.

Butuh pasukan, bukan pahlawan tunggal_  
Appi sudah turun. Ia bentak SPBU, tuntut tambah operator, aktifkan semua nozzle, atur jadwal truk. Bagus. Tapi Appi cuma punya 24 jam dan 2 tangan. Sementara SPBU di Makassar Raya hampir 100 titik. Kalau hanya Pemkot yang jalan, maka hari ini SPBU A dibenahi, besok SPBU B kumat lagi. Di sinilah DPRD wajib masuk. Bagi 50 anggota jadi 10 tim. Satu tim 5 orang. Seminggu semua titik bisa disapu. Itu baru kerja kolektif.

DPRD punya 3 senjata: hak pengawasan, hak anggaran, hak interpelasi. Tapi saat rakyat antre seminggu, ke mana? RDP baru digelar 11/9/2026. Itu 6 hari setelah krisis. Datang, duduk, dengar penjelasan Pertamina 2 jam, lalu pulang. Tidak ada sidak. Tidak ada laporan lapangan. Rakyat butuh anggota dewan di depan nozzle jam 5 subuh, bukan di ruang rapat dengan teh dan kue. Jangan sampai DPRD hanya jadi stempel kalau sudah ada demo.

Hasil RDP Komisi B: minta data transparan, bentuk posko pengaduan, evaluasi penyaluran. Semua benar. Tapi semua telat. Sementara di luar, ibu-ibu masih bawa jeriken. Ojol masih rugi. Sekolah masih PJJ. RDP tanpa turun lapangan itu seperti dokter yang mendiagnosis lewat telepon. Pasiennya tetap mati. Rakyat tidak butuh risalah rapat. Rakyat butuh SPBU yang buka dan BBM yang ada.
  
Selama ini polanya selalu begitu. Ada masalah → mahasiswa orasi → viral → baru DPRD muncul kasih pernyataan. Itu memalukan. Wakil rakyat harus jadi garda terdepan. Datang ke SPBU jam 5 subuh. Lihat siapa yang antre. Lihat siapa yang main jeriken. Siarkan live. Tegur manajer. Panggil polisi kalau ada pelanggaran. Jangan tunggu ada mahasiswa bakar ban baru ikut-ikutan. Rakyat akan bertanya: "lalu fungsi kami pilih kalian apa?"

Mau tahu kenapa antre panjang? Datang dan hitung. 6 nozzle tapi operator cuma 2. Itu biang kemacetan. Mau tahu ada pelangsir? Intip belakang SPBU jam 10 malam. Ada jeriken 35 liter bertumpuk. Itu biang kebocoran. Mau tahu mobil tangki telat? Kawal dari depot. Data di atas kertas bisa direkayasa. Grafik bisa dipercantik. Tapi video warga antre 300 meter tidak bisa bohong. Itu kerja pengawasan yang sesungguhnya.

Lihat SPBU nakal? Langsung panggil pengawas Pertamina. Lihat calo jeriken? Seret ke Polsek terdekat. Lihat operator lelet? Perintahkan tambah. Lihat truk perusahaan isi di jalur umum? Foto dan laporkan. DPRD punya kewenangan itu. Rakyat sudah muak dengan kata "kami mendesak" dan "kami menyesalkan". Yang mereka butuh: tindakan. Kalau perlu, anggota dewan yang berdiri jaga antrean. Biar rakyat tahu ada yang membela.

Ketua Komisi B benar minta data per SPBU. Tapi data bisa diedit. Grafik bisa diperbagus. Yang tidak bisa bohong adalah antrean 300 meter dan papan "BBM Habis" jam 12 siang. Karena itu DPRD harus turun. Bawa HP. Foto. Video. Hitung mobil tangki. Catat jam datang dan jam habis. Viralkan. Biar publik tahu mana SPBU yang benar bekerja dan mana yang main-main.

Ide posko pengaduan di kantor DPRD bagus. Tapi warga yang antre 5 jam tidak sempat ke kantor. Solusinya dibalik. DPRD yang datang ke SPBU. Bikin jadwal piket harian. 5 anggota per hari keliling. Pakai rompi. Bawa surat tugas. Catat masalah dan selesaikan di tempat. Itu baru namanya turun ke konstituen. Bukan nunggu konstituen datang sambil menangis.

"Jangan Kalah Cepat dari Mahasiswa: Rebut Kepercayaan Rakyat"
Kalau telat, jangan salahkan kalau rakyat tidak percaya lagi_  
Aliansi mahasiswa dan ojol sudah ancam turun jalan. Jika DPRD masih rapat, maka yang disorot media dan dipuji rakyat adalah mahasiswa. Padahal gaji, tunjangan, dan fasilitas DPRD dibayar dari pajak rakyat. Masa kalah gerak dengan anak kuliah? Ini soal wibawa. Ini soal kepercayaan. Turun sekarang. Tunjukkan bahwa wakil rakyat masih ada dan masih bekerja. Sebelum terlambat dan rakyat tidak lagi percaya.

Setiap liter Pertalite Rp10.000 dan Solar Rp6.800 itu ada uang pajak rakyat di dalamnya. Ada potongan gaji buruh, ada setoran ojol, ada PPN dari dagangan pedagang. Kalau BBM itu bocor ke industri, ke tambang, ke penimbun jeriken, artinya ada pencurian uang rakyat yang terang-terangan. Mengawasi kebocoran itu bukan tugas relawan. Itu tugas konstitusional DPRD. Kalau DPRD diam melihat subsidi dikorup, maka DPRD ikut menandatangani surat kemiskinan rakyat.

Selama ini skenario selalu sama: ada krisis → rakyat menjerit → viral di media → mahasiswa turun → baru DPRD keluar kasih pernyataan "kami menyesalkan". Cukup. Rakyat sudah hafal. Kali ini DPRD harus membalik. Jadi pihak pertama yang ke SPBU. Jadi pihak pertama yang memanggil Pertamina. Jadi pihak pertama yang menekan. Kalau tidak, jangan salahkan rakyat kalau nanti yang dipercaya justru mahasiswa dan ormas, bukan wakil yang dipilih 5 tahun sekali.

Turun ke SPBU tidak butuh anggaran miliaran. Tidak perlu mobil dinas. Tidak perlu dana reses. Cukup pakai kemeja biasa, sepatu, dan surat tugas. Datang jam 5 subuh. Tanya ke tukang ojek. Tanya ke ibu-ibu. Catat nama SPBU yang nakal. Kalau ada yang mengancam, itu tandanya anda menyentuh sarang. Kalau ada yang memuji, itu tandanya anda bekerja. Nyali inilah yang membedakan anggota dewan terhormat dengan anggota dewan yang hanya terhormat di pelantikan.

"Stok ada di depot tapi tidak sampai ke rakyat itu zolim". Maka buktikan. Jangan hanya sidak SPBU di Pettarani dan Urip. Sapu juga SPBU di perbatasan Gowa, Maros, Takalar. Di Sungguminasa, Moncongloe, Daya, hingga Biringkanaya. Di situlah pelangsir dan truk industri biasa main. Kawal mobil tangki dari depot ke seluruh SPBU se-Makassar raya. Pastikan tidak ada yang "disunat" di tengah jalan.

Rakyat sudah muak dengar kata "kami akan mengkaji", "kami akan mengevaluasi", "kami akan membentuk tim". Yang rakyat butuh sekarang: lihat anggota dewan berkeringat di bawah matahari. Lihat anggota dewan adu argumen dengan manajer SPBU. Lihat anggota dewan menenangkan warga yang emosinya meledak. Lepas jas. Gulung lengan baju. Tinggalkan PowerPoint. Karena krisis tidak bisa diselesaikan dengan slide presentasi. Krisis diselesaikan dengan kehadiran.

"BBM Boleh Langka. Tanggung Jawab Jangan Pernah Langka"  
Catatan sejarah untuk DPRD Makassar_  
Krisis ini akan berlalu. Antrean akan habis. Harga akan normal lagi. Tapi sejarah akan mencatat siapa yang bekerja dan siapa yang bersembunyi. Jika DPRD Kota Makassar memilih tetap rapat di ruangan ber-AC sementara rakyat antre 5 jam, maka 5 tahun ke depan itu akan jadi bumerang.  
*Maka untuk terakhir kalinya: DPRD Kota Makassar, turunlah ke SPBU sekarang. Sebelum rakyat yang turun ke jalan dan tidak lagi percaya kepada anda.




Laporan Kegiatan Turnamen FUN FUTSAL Antar SD/MI se - Kecamatan Manggala


MULIAINFO - MAKASSAR - Turnamen Fun Futsal Antar SD/MI Se-Kecamatan Manggala telah sukses dilaksanakan hari ini di Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi sehat antar siswa sekolah dasar se-Kecamatan Manggala.

Sebanyak 16 sekolah SD/MI sederajat turut berpartisipasi dalam turnamen ini. Antusiasme peserta sangat tinggi karena ini merupakan salah satu turnamen usia dini yang rutin dinantikan setiap tahun.

Turnamen dibagi menjadi 2 kategori usia untuk memberi kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Kategori pertama adalah usia kelahiran 2014/2015 dan kategori kedua adalah usia kelahiran 2016/2017.

Lokasi pertandingan dipusatkan di lapangan futsal Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga. Fasilitas yang representatif membuat jalannya pertandingan berlangsung lancar dan nyaman bagi pemain maupun penonton.


Dari sekolah kita, tim futsal menurunkan 2 tim terbaik untuk bertanding di kedua kategori tersebut. Para pemain telah melalui latihan intensif selama beberapa minggu terakhir di bawah bimbingan pelatih.

Untuk kategori usia 2014/2015, tim kita diperkuat oleh 10 pemain: Huga, Izam, Adnin Salman, Rizky, Arsal, Anggasta, Dzul Hilmi, Azka, Hairul, dan Abid Aqila. Mereka tampil dengan semangat dan kekompakan yang luar biasa.

Sementara itu untuk kategori usia 2016/2017, tim kita diperkuat oleh 12 pemain: Shatwan, Kafi, Abid Fadil, Akil, Fatir, NurAqil, Almuhlis, Algasali, Hadad, Hidayat, Ratih, dan Al Kautzar. Energi mereka di lapangan menjadi sorotan banyak penonton.

Seluruh proses latihan dan pendampingan tim dilakukan langsung oleh Coach Muh. Imran Syuaid, S.Pd, Gr. Beliau memberikan strategi, motivasi, dan pembinaan teknik dasar futsal kepada anak-anak dengan penuh kesabaran.

Pertandingan berlangsung sengit dari babak penyisihan hingga babak final. Setiap tim menunjukkan sportivitas tinggi dan permainan yang menghibur. Sorak sorai orang tua dan guru menambah semangat para pemain.

Alhamdulillah, perjuangan tim usia 2016/2017 membuahkan hasil manis dengan meraih Juara 1. Kerja sama tim, disiplin, dan mental juara menjadi kunci kemenangan mereka di kategori ini.


Tidak kalah membanggakan, tim usia 2014/2015 juga berhasil meraih Juara 2 setelah melalui pertandingan final yang ketat. Meski belum menjadi juara 1, usaha mereka patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Dengan hasil tersebut, sekolah kita berhasil membawa pulang 2 piala sekaligus dari ajang ini. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di sekolah kita berjalan dengan baik.

Piala dan medali diserahkan langsung oleh panitia setelah pertandingan final selesai. Momen penyerahan piala menjadi puncak kebahagiaan bagi para pemain, pelatih, guru, dan orang tua yang hadir.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak sekolah, orang tua siswa, panitia pelaksana, dan tentunya para pemain yang telah berjuang maksimal.

Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi di event berikutnya. Mari kita terus dukung anak-anak untuk mengembangkan bakat dan sportivitas melalui olahraga. Selamat untuk seluruh tim!




12 September 2026

Peringatan Maulid Nabi di SD Inpres Banta- - Bantaeng 1, Kepala Sekolah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah


MULIAINFO -- MAKASSAR– UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta peserta didik.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan shalawat bersama. Suasana sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar hari itu dipenuhi lantunan puji-pujian kepada Rasulullah.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I, Marhabang,S.Pd menyampaikan rasa syukur karena kegiatan dapat berjalan lancar. Beliau mengapresiasi peran aktif tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa yang telah mendukung terselenggaranya acara.

Marhabang, S.Pd berharap melalui kegiatan ini murid-murid dapat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang beliau menjadi teladan utama yang harus diterapkan di sekolah maupun di rumah.

Menurutnya, mencontoh akhlak Nabi tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dipraktikkan. Mulai dari cara berbicara sopan kepada guru dan tenaga pendidikan, membantu teman, hingga disiplin dan tanggung jawab sebagai siswa.



Kepala sekolah juga menekankan bahwa peringatan Maulid menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Sinergi antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan anak.

Kerjasama antara tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa dinilai sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter. Tanpa dukungan dari rumah dan lingkungan sekolah, pembinaan akhlak tidak akan berjalan optimal.

Untuk itu, Marhabang mengajak komite sekolah dan orang tua siswa agar lebih aktif terlibat dalam setiap program sekolah. Kehadiran dan dukungan mereka menjadi motivasi bagi guru dan siswa.

Peringatan Maulid ini juga diharapkan dapat membentuk karakter murid-murid UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I. Karakter utama yang ditekankan adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penanaman iman dan takwa dilakukan melalui pembiasaan ibadah, doa bersama, dan pembinaan akhlak yang dilakukan oleh tenaga guru dan tenaga pendidikan setiap hari. Hal ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi anak-anak menghadapi tantangan zaman.


Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh ustaz undangan. Materi yang dibawakan fokus pada kisah kelahiran Nabi dan nilai-nilai yang bisa diteladani oleh siswa sekolah dasar.

Siswa terlihat khusyuk mendengarkan. Komite sekolah dan orang tua siswa yang hadir juga turut berdiskusi dengan guru terkait pembinaan karakter anak di rumah.

Sebagai bentuk syukur, pihak sekolah bersama komite sekolah membagikan makanan kepada seluruh siswa. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan anak-anak tentang nilai berbagi dan kepedulian sosial.

Tenaga guru dan tenaga pendidikan berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan begitu nilai-nilai Maulid tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar meresap dalam perilaku siswa.

Di akhir acara, seluruh hadirin menutup kegiatan dengan doa bersama. Harapannya, melalui peringatan Maulid ini, SD Inpres Banta-Bantaeng I dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertakwa, dengan dukungan penuh dari guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa.


Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ust.M.Algasali Amin, S.S, Gr


MULIANFO -- MAKASSAR -- Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan kesempatan untuk berkumpul dalam acara yang penuh berkah ini.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan umat manusia yang membawa risalah rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru dunia.

Hari ini kita bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum penting untuk mengingat kembali kelahiran, perjuangan, dan akhlak mulia beliau yang menjadi cahaya bagi kehidupan kita.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Kami menghadirkan penceramah yang insyaAllah dapat memberikan ilmu dan motivasi, yaitu "Ust. M. Algasali Amin, S.S., Gr." Beliau akan menyampaikan tausiyah tentang teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bagi kita untuk meneladani sifat jujur, amanah, tabligh, dan fathanah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Melalui peringatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada anak-anak didik kami di SD Inpres Antang II agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.


Di tengah tantangan zaman, keteladanan Nabi menjadi kompas bagi keluarga dan sekolah dalam mendidik anak. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, dilanjutkan di sekolah, dan dikuatkan di masyarakat.

Dengan hadirnya Bapak/Ibu dalam acara ini, kita menunjukkan kepedulian bersama terhadap pembinaan spiritual anak-anak. Kehadiran Bapak/Ibu adalah dukungan nyata bagi sekolah.

Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, memperbanyak shalawat, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kita.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan shalawat, kisah teladan, dan diskusi nilai-nilai kebaikan.

Kami percaya bahwa sekolah yang baik bukan hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga siswa yang memiliki budi pekerti luhur dan semangat gotong royong.

Atas nama Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Akhir kata, kami mengucapkan "Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW". Semoga dengan berkumpulnya kita di majelis ini, Allah SWT melimpahkan keberkahan, rahmat, dan ridha-Nya kepada kita semua. Aamiin.




UPTD SPF SD Inpres Batu I Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Tema "Meneladani Akhlak Nabi Dalam Membetuk Generasi Berkarakter "


MULIAINFO -- MAKASSAR — UPTD SPF SD Inpres Batua I memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan khusyuk pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, staf, peserta didik, hingga orang tua siswa.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat yang menggema di halaman sekolah. Dalam suasana penuh haru, seluruh hadirin memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT karena masih diberi kesehatan untuk berkumpul dalam kegiatan keagamaan yang mulia ini.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Batua I, "MaMuddin, S.Pd", dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial tahunan. "Ini adalah momentum kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujarnya.

Tahun ini, pihak sekolah mengangkat tema "Meneladani Akhlak Nabi Dalam Membentuk Generasi Berkarakter". Tema tersebut dipilih agar selaras dengan visi sekolah dalam melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Menurut MaMuddin, penanaman nilai-nilai kejujuran, disiplin, kasih sayang, dan tolong menolong harus dimulai sejak dini. "Rasulullah sejak kecil sudah dikenal dengan gelar Al-Amin karena kejujurannya. Nilai inilah yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak kita," jelasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ceramah agama, pembacaan shalawat, lantunan nasyid oleh siswa, serta santunan kepada anak yatim. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi dan memperkuat iman serta takwa seluruh warga sekolah.


Kepala sekolah juga memberikan apresiasi kepada panitia, dewan guru, dan orang tua yang telah bekerja sama dan bergotong royong menyukseskan acara. "Tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Dalam pesannya kepada peserta didik, MaMuddin berpesan agar menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam belajar, bertutur kata, dan menghormati guru serta orang tua. "Karena kesuksesan dunia dan akhirat dimulai dari akhlak yang baik," pesannya.

Beliau menekankan bahwa sekolah memiliki peran ganda, yaitu sebagai tempat transfer ilmu dan juga tempat pembentukan karakter. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan orang tua di rumah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh rangkaian acara diridhoi Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga besar UPTD SPF SD Inpres Batua I. Harapannya, melalui peringatan ini, syafa’at Rasulullah SAW dapat menyertai kita semua di yaumil akhir nanti. Aamiin.

Peringatan Maulid Nabi di UPTD SPF SD Inpres Batua I ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun generasi emas yang berakhlak Qur’ani.


11 September 2026

Tuntas Benahi Keramik dan Cat, WC UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Kini Kinclong

 


MULIAINFO -- MAKASSAR – UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Makassar akhirnya menuntaskan pembenahan WC sekolah. Pekerjaan kali ini fokus pada dua hal utama, yaitu pemasangan keramik baru dan pengecatan ulang seluruh dinding. 

Kepala Sekolah Rizal, S.Pd menyampaikan pembenahan ini sudah lama direncanakan. Kondisi WC sebelumnya dinilai kurang layak karena keramik yang sudah kusam, retak, dan dinding yang mulai lembab. 

"Yang kami benahi keramik dan pengecatannya. Alhamdulillah sudah selesai," ujar Rizal, S.Pd, Jumat (11/9/2026). Ia menambahkan proses pengerjaan dilakukan di luar jam belajar agar kegiatan siswa tidak terganggu. 

Keramik lama yang berwarna kusam kini diganti dengan keramik baru berwarna cerah. Pemilihan keramik juga mempertimbangkan kemudahan saat dibersihkan. Tujuannya agar petugas kebersihan dan siswa lebih mudah menjaga WC tetap bersih setiap hari. 

Selain mengganti lantai, tim juga melakukan pengecatan ulang pada dinding WC. Warna putih cerah dipilih agar ruangan terkesan lebih terang, luas, dan tidak lembab. Dampaknya langsung terasa oleh siswa. 

"Anak-anak sekarang lebih nyaman dan tidak takut lagi ke WC," kata Rizal. Menurutnya, rasa nyaman saat ke kamar mandi juga berpengaruh pada semangat belajar siswa di kelas. 


Anggaran pembenahan berasal dari dana pemeliharaan BOSP tahun ini. Rizal menegaskan pengelolaan dilakukan secara transparan dan efisien. Setiap pembelian material dicatat dan dilaporkan ke komite sekolah. 

"Sanitasi adalah wajah sekolah. Kalau WC bersih, berarti sekolah sehat," tegas Rizal. Ia berharap pembenahan kecil ini bisa menjadi contoh bahwa fasilitas sederhana pun bisa berdampak besar. 

Pantauan di lapangan menunjukkan perubahan yang signifikan. Lantai WC kini kinclong dengan keramik baru. Dinding putih bersih, ventilasi lebih lega, dan saluran air juga sudah diperbaiki agar tidak mampet. 

Siswa menyambut baik perubahan ini. "Sekarang bagus, kinclong. Keramiknya baru," kata salah satu siswi kelas 5. Orang tua murid pun mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah. "Detail kecil seperti keramik dan cat diperhatikan. Ini bukti kepsek peduli," ujar seorang wali murid. 

Ke depan, sekolah bersama komite sepakat membuat jadwal piket kebersihan WC. Rizal juga berencana melanjutkan pembenahan ke taman sekolah dan tempat cuci tangan. "Fasilitas sudah kami benahi, mari jaga bersama," tutupnya.