05 September 2026

Gerak Cepat Kepemimpinan Baru : Pembenahan SD Negeri Mattoangin 1 Bulan Juli - Agustus


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPT SPF SD Negeri Mattoangin 1 memasuki babak baru di awal tahun ajaran ini. Kepemimpinan Ibu Sastriana, S.Pd sebagai kepala sekolah yang baru membawa semangat perubahan yang terasa sejak hari pertama beliau bertugas.

Tidak butuh waktu lama bagi Ibu Sastriana untuk melakukan pemetaan kondisi sekolah. Setelah resmi dilantik, beliau langsung turun meninjau setiap sudut, mulai dari ruang kantor, ruang guru, ruang kelas, hingga area luar sekolah.

Hasil peninjauan itu kemudian menjadi dasar langkah pembenahan. Prioritas utama beliau adalah menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Gerak cepat pun dimulai pada bulan Juli. Tim guru dan tenaga kependidikan dikumpulkan untuk menyusun jadwal kerja bakti dan pembagian tugas. Tidak ada kata menunggu, semua langsung bergerak bersama.

Langkah pertama difokuskan pada ruang kantor. Penataan arsip, meja kerja, dan area pelayanan diperbaiki agar lebih tertib. Tujuannya agar administrasi sekolah berjalan lebih cepat dan transparan.


Selanjutnya giliran ruang guru yang dibenahi. Meja guru ditata ulang, papan informasi diperbarui, dan suasana ruang dibuat lebih kondusif. Harapannya para guru dapat bekerja dengan nyaman dan semangat.

Pembenahan tidak berhenti di dalam ruangan. Ibu Sastriana juga memerintahkan pengecetan pagar sekolah yang sebelumnya mulai kusam. Warna baru dipilih agar pagar terlihat lebih cerah dan menyambut.

Gedung sekolah pun tidak luput dari perhatian. Dinding yang sudah pudar dicat ulang, bagian yang rusak diperbaiki, dan lingkungan sekitar gedung dibersihkan secara menyeluruh.

Seluruh rangkaian perbaikan itu dikerjakan dalam rentang waktu Juli sampai Agustus. Meski waktunya singkat, koordinasi yang baik membuat semua target bisa diselesaikan tepat waktu.

Keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan. Guru, staf, dan beberapa orang tua siswa ikut turun tangan. Semangat gotong royong inilah yang membuat pembenahan terasa ringan.

Bagi Ibu Sastriana, perubahan fisik hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah menumbuhkan budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah di kalangan siswa.

Hasilnya kini sudah terlihat. Begitu memasuki gerbang, suasana SD Negeri Mattoangin 1 terasa berbeda. Sekolah tampak lebih bersih, tertata, dan memberi kesan positif bagi siapa pun yang datang.

Para guru mengaku merasakan dampaknya. Dengan ruang kerja yang lebih nyaman, mereka menjadi lebih semangat menyusun perangkat pembelajaran dan melayani siswa.

Para siswa pun ikut senang. Lingkungan belajar yang bersih dan berwarna membuat mereka lebih betah di sekolah dan lebih semangat mengikuti kegiatan belajar.

Gerak cepat Ibu Sastriana, S.Pd di bulan Juli hingga Agustus menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang proaktif mampu membawa perubahan nyata. UPT SPF SD Negeri Mattoangin 1 kini siap melangkah dengan wajah baru menuju mutu pendidikan yang lebih baik.

-

04 September 2026

UPTD SPF SD Negeri Bontoa Rutin Gelar Ibadah Jumat dan Tadarus Bersama


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa kembali melaksanakan kegiatan rutin keagamaan setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi seluruh warga sekolah untuk mempererat nilai spiritual sejak usia dini.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Ibadah Jumat bersama. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di halaman sekolah dengan tertib untuk mengikuti rangkaian ibadah sesuai ajaran agama Islam.

Setelah Ibadah Jumat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Suasana khusyuk dan tenang mewarnai halaman sekolah saat lantunan ayat suci menggema.

Peserta kegiatan ini mencakup siswa dari kelas 1 sampai kelas VI. Tidak ada pengecualian, karena sekolah ingin memastikan semua anak mendapatkan pembinaan spiritual yang sama sejak awal masuk sekolah.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Melalui pembiasaan ini, diharapkan anak-anak terbiasa mendekatkan diri kepada Allah sejak kecil.

Selain aspek ibadah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter. Sekolah ingin menanamkan perilaku religius, disiplin, jujur, dan saling menghargai dalam diri setiap peserta didik.

Kepala Sekolah, Amriin, S.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan karakter religius harus dimulai dari lingkungan sekolah. “Anak-anak adalah masa depan bangsa. Jika fondasi agamanya kuat, maka akhlaknya juga akan baik,” ujarnya.


Beliau juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial. Guru-guru secara aktif mendampingi, memberi contoh, dan membimbing siswa agar memahami makna dari setiap bacaan dan doa yang dipanjatkan.

Para guru kelas bergiliran memimpin pembacaan Al-Qur’an. Ada yang membacakan surat-surat pendek, ada pula yang membimbing tartil bersama agar bacaan siswa menjadi lebih baik dan fasih.

Antusiasme siswa sangat terlihat. Anak-anak kelas 1 yang awalnya masih belajar mengeja, kini sudah mulai berani mengikuti bacaan bersama kakak kelasnya. Semangat kebersamaan terasa kuat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar kelas. Tidak ada sekat antara kelas 1 dengan kelas 6. Semua duduk bersama, membaca bersama, dan berdoa bersama.

Pihak sekolah berharap pembiasaan ini dapat berdampak jangka panjang. Ketika anak-anak dewasa nanti, nilai-nilai yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Lebih jauh, sekolah menargetkan agar lulusan SD Negeri Bontoa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan cinta tanah air. Inilah wujud nyata pendidikan berkarakter.

Dengan menanamkan nilai religius sejak dini, diharapkan kelak para siswa tumbuh menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Pancasilais. Mereka diharapkan mampu mengamalkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam tindakan sehari-hari.

Kegiatan pada hari Jumat, 4 September 2026 ini berjalan lancar dan penuh khidmat. Cuaca yang cerah juga mendukung seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

SD Negeri Bontoa berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program ini setiap minggu. Dengan dukungan orang tua, guru, dan masyarakat, diharapkan karakter religius anak-anak Bontoa akan semakin kuat dan menjadi teladan.


03 September 2026

Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis Di Kel, Baji Mappakasunggu 03-05 September 2026


MULIAINFO - MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Puskesmas Cendrawasih dan Kelurahan Baji Mappakasunggu menggelar _Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis_ selama 3 hari untuk seluruh warga.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal "03 sampai 05 September 2026". Momentum ini menjadi langkah penting dalam upaya deteksi dini penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Pelayanan akan dipusatkan di wilayah "Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang. Tim kesehatan akan membuka posko dan juga melakukan kunjungan door to door ke rumah-rumah warga.

Tracing TBC dilakukan untuk melacak kontak erat pasien TBC. Tujuannya adalah menemukan kasus sedini mungkin agar pengobatan bisa segera dimulai dan penularan dapat diputus.

Petugas akan memberikan edukasi tentang TBC, melakukan skrining gejala, dan merujuk warga yang berisiko untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Kegiatan tracing ini diintegrasikan dengan program "Cek Kesehatan Gratis atau CKG" dari pemerintah. Dengan begitu warga cukup datang sekali untuk mendapatkan dua layanan penting sekaligus

Dalam CKG, warga akan mendapatkan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, gula darah, dan kolesterol secara gratis.

Tidak hanya itu, akan ada juga skrining TBC, kesehatan jiwa, kesehatan gigi dan mulut, serta konseling tentang gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat.


Layanan ini tidak dipungut biaya sepeserpun dan terbuka untuk semua kelompok usia. Mulai dari balita, remaja, usia produktif, hingga lansia sangat dianjurkan untuk ikut.

Agar proses registrasi berjalan cepat, warga diminta membawa "KTP dan Kartu Keluarga". Data ini digunakan untuk pendataan program kesehatan nasional.

Bagi yang ingin cek gula darah dan kolesterol, harap puasa selama 8-10 jam* sebelum datang. Air putih tetap boleh dikonsumsi agar tubuh tidak dehidrasi.

Disarankan menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar. Datang lebih awal juga membantu agar pelayanan bisa lebih tertib dan tidak terjadi penumpukan antrian.
 
Tim pelaksana terdiri dari petugas Puskesmas Cendrawasih, kader kesehatan kelurahan, dan relawan. Semua petugas menggunakan atribut resmi agar warga tidak ragu.

Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

Mari sukseskan gerakan ini bersama. Dengan ikut serta, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri tetapi juga melindungi keluarga dan tetangga dari risiko penularan TBC.

Untuk informasi jadwal per RT/RW dan titik posko, silakan menghubungi Kantor Kelurahan Baji Mappakasunggu atau kader kesehatan setempat. Sampai bertemu di _Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis_ tanggal 03-05 September 2026*!


Kepala SD Inpres Banta- Bantaeng 1 Ikuti Pengukuhan K3S Rappocini 2026-2029 dan Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran


MULIAINFO - MAKASSAR - Kepala Sekolah UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I, *Marhabang, S.Pd", turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan Pengukuhan Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S Kecamatan Rappocini untuk periode 2026 - 2029.

Kegiatan pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para kepala sekolah se-Kecamatan Rappocini untuk menguatkan sinergi, menyamakan visi, dan menyusun program kerja bersama dalam memajukan mutu pendidikan dasar di wilayah tersebut.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para kepala sekolah yang dikukuhkan menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Pengukuhan pengurus K3S periode 2026 - 2029 ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan, khususnya dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital yang terus berkembang cepat.

Setelah prosesi pengukuhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengembangan kompetensi bagi para kepala sekolah. Fokus utama pada sesi ini adalah penguatan kapasitas kepemimpinan pembelajaran.

Materi yang diangkat dalam pengembangan kompetensi kali ini adalah "Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran. Materi ini sangat relevan mengingat tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik abad 21.

Digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kepala sekolah dituntut tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimbaskan dan mengawal implementasinya di satuan pendidikan masing-masing.


Melalui pengimbasan ini, para kepala sekolah dibekali pemahaman tentang pemanfaatan platform pembelajaran digital, manajemen data sekolah berbasis teknologi, serta strategi pembelajaran yang berpihak pada murid.

Narasumber menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
 
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi dan berbagi praktik baik antar kepala sekolah. Berbagai tantangan di lapangan dan solusi kreatif turut dibahas agar implementasi digitalisasi tidak berhenti di atas kertas.

Aula SMK TELKOM dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan pelatihan berbasis teknologi dan presentasi digital.

Kehadiran Marhabang, S.Pd dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I untuk terus bergerak maju dan tidak tertinggal dalam transformasi pendidikan.

Dengan mengikuti pengukuhan dan pengimbasan ini, diharapkan kepemimpinan di SD INPRES BANTA-BANTAENG I semakin kuat dalam mendorong guru dan peserta didik memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.

Semoga pengurus K3S Kecamatan Rappocini periode 2026 - 2029 yang baru dikukuhkan dapat membawa semangat kolaborasi baru, dan hasil dari pengimbasan digitalisasi pembelajaran ini dapat segera diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan di Kota Makassar.



Warga Bingung Dan Kesal, Tak Ada di Tempat Dari Pagi Hingga Siang


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Pelayanan publik di Kantor Kelurahan Sudiang dan Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar lumpuh total pada *Rabu, 2 September 2026*. Sejak pagi hingga siang hari kedua lurah tidak berada di tempat.

Akibatnya, puluhan warga yang datang untuk mengurus administrasi harus pulang dengan kecewa. Berbagai urusan penting mereka terpaksa tertunda karena tidak ada pimpinan yang bisa menandatangani berkas.

Pantauan di lokasi sejak pukul 08.00 WITA, antrean warga sudah mengular. Ada yang mengurus surat pengantar, KTP, KK, hingga surat keterangan untuk kebutuhan lain.

Namun suasana berubah menjadi ramai keluhan ketika petugas menyampaikan bahwa lurah belum hadir dan belum ada kepastian jam datang. Tidak ada pejabat pengganti yang ditunjuk untuk sementara.

Salah seorang warga Sudiang mengaku ini adalah kedatangan keduanya hari itu. "Saya dari jam 8 pagi nunggu. Katanya lurah belum datang. Ini berkas mau dipakai hari ini juga. Kalau telat saya yang rugi," ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga terdengar di Kelurahan Bulurokeng. Warga merasa dirugikan karena harus bolak-balik ke kantor kelurahan tanpa ada kepastian.

"Kami juga kerja. Masa urusan penting begini harus nunggu seharian. Kalau pimpinannya tidak ada, setidaknya ada yang mewakililah," kata seorang warga Bulurokeng.

Ketidakhadiran lurah di jam kerja ini membuat roda pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan berhenti. Padahal kelurahan adalah garda terdepan pelayanan masyarakat.

Beberapa warga mengaku sudah datang sejak awal jam kantor. Mereka rela meninggalkan pekerjaan demi mengurus dokumen yang sifatnya mendesak.

Petugas yang ada di kantor hanya bisa meminta maaf dan mempersilakan warga kembali lagi nanti. Tidak ada informasi resmi terkait alasan ketidakhadiran kedua lurah tersebut.

Situasi ini memicu kekecewaan yang cukup besar. Warga menilai, pelayanan dasar seperti ini seharusnya tidak terganggu hanya karena satu orang pimpinan tidak ada di tempat.

Hingga pukul 12.00 WITA, suasana di kedua kantor kelurahan masih sepi dari kehadiran lurah. Sebagian warga akhirnya memilih pulang dan berencana datang lagi di hari berikutnya.

Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Biringkanaya dan Pemerintah Kota Makassar. Kedisiplinan aparatur harus ditegakkan agar pelayanan tidak tersendat.

Mereka juga meminta agar dibuat sistem penggantian sementara. Sehingga jika lurah berhalangan, tetap ada pejabat yang bisa menandatangani dan melayani warga.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Sudiang dan Bulurokeng belum memberikan keterangan resmi. Warga hanya bisa berharap agar pelayanan kembali normal dan tidak ada lagi penundaan urusan di kemudian hari.

02 September 2026

Perkuat Kamtibmas, LSM GMBI Wilter Sulsel dan Polda Bangun Sinergi Strategis

 


MULIAINFO, MAKASSAR — Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Wilayah Teritorial (Wilter) Sulawesi Selatan berkomitmen memperkuat komunikasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Rabu (02/09).


Langkah strategis ini diambil guna mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, serta kondusif di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.


Komitmen kebangsaan tersebut dibahas secara mendalam dalam kunjungan resmi jajaran pengurus dan aktivis LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan ke markas Polda Sulsel pada Selasa (1/9/2026).


Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas daerah.


Kedatangan rombongan lembaga kontrol sosial ini disambut hangat oleh pihak kepolisian. Jajaran pengurus LSM GMBI diterima langsung oleh Direktur Binmas (Dirbinmas) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Anang Triarsono, S.I.K., M.Si., di ruang kerja beliau.


Dalam pertemuan tersebut, perwakilan GMBI menyampaikan kesiapan organisasi untuk membangun komunikasi terbuka.


Mereka berkomitmen menjalin kerja sama konstruktif dengan jajaran kepolisian agar fungsi pengawasan masyarakat berjalan beriringan dengan penegakan hukum.


Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan.


Selain itu, kolaborasi aktif tersebut ditargetkan dapat memberikan manfaat serta dampak positif yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Selatan.


Sejumlah pengurus teras dan aktivis senior LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan tampak hadir dalam mendampingi agenda silaturahmi tersebut. Di antaranya adalah Sekretaris Wilayah Sulawesi Selatan, Abd. Azis, S.E., S.H., C.PLA, yang memimpin jalannya dialog.


Turut hadir pula Kepala Divisi IT, Samsunar Alam, S.H., serta Kepala Divisi Seni dan Budaya, Hastina Samsi Kahar Muang, S.Pd., M.M., C.PLA. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan organisasi dalam membawa program kerja multidimensi yang siap dikolaborasikan.


Melengkapi delegasi tersebut, hadir Kepala Divisi Taruna Siaga Bencana (Tagana), Mokh. Anwar, S.Sos., C.PLA. Kehadiran berbagai kepala divisi ini menunjukkan kesiapan GMBI untuk bergerak bersama kepolisian, tidak hanya dalam isu keamanan tetapi juga aksi kemanusiaan.


Pertemuan bilateral itu berlangsung dalam suasana yang hangat, terbuka, dan penuh dengan ruang komunikasi interaktif. Kedua belah pihak sepakat mengenai pentingnya membangun hubungan kemitraan yang sehat dan profesional antara organisasi kemasyarakatan dengan aparat penegak hukum.


Pihak GMBI menegaskan bahwa keterlibatan aktif elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban umum adalah sebuah urgensi yang tidak bisa ditawar.


Oleh karena itu, diperlukan ruang dialog yang rutin agar tidak terjadi sumbatan komunikasi di lapangan.


Organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, tokoh adat, serta aparat kepolisian dinilai harus selalu berjalan beriringan. Kerja sama ini wajib dilandasi oleh komunikasi yang sehat, koordinasi yang positif, serta sikap saling menghormati tugas pokok masing-masing.


Sebagai penutup, LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk aktif dalam kegiatan sosial.


Semangat sinergi dan kolaborasi ini diharapkan menjadi bahan bakar utama demi mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, harmonis, dan semakin kondusif.


UPTD SPF SD Negeri Paccinang Rutin Gelar Rabu Baca,Ajak Siswa Kelas 1&6 Buku Jendela Dunia


MULIAIFO. COM - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Paccinang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi di sekolah melalui kegiatan pembiasaan "Rabu Baca"  dengan tema "Buka Buku Buka Jendela Dunia".  

Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan sudah menjadi agenda tetap sekolah. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 wajib mengikuti kegiatan ini bersama para guru.  

Kegiatan dimulai serentak di setiap kelas. Suasana sekolah menjadi hening dan khidmat selama 15 menit pertama, di mana semua warga sekolah fokus membaca buku yang telah disiapkan.  

Jenis buku yang dibaca sangat beragam. Ada buku cerita, buku pengetahuan, dongeng, majalah anak, hingga buku tematik. Tujuannya agar wawasan siswa semakin luas dan minat bacanya terus tumbuh.  

Kepala UPTD SPF SD Negeri Paccinang, "Ibu Fatmawaty, S. Pd. M.Pd, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di era gadget.  

Menurut Ibu Fatmawaty, membaca adalah pintu utama menuju ilmu pengetahuan. Dengan slogan "Buka Buku Buka Jendela Dunia", diharapkan anak-anak menyadari bahwa satu buku bisa membawa mereka berkeliling dunia.  


Para guru berperan aktif dalam kegiatan ini. Selain mendampingi, guru juga memberi contoh dengan ikut membaca. Untuk kelas rendah, guru membacakan cerita, sedangkan kelas tinggi diberi tugas merangkum isi bacaan.  

Antusiasme siswa sangat terlihat. Anak-anak kini lebih semangat datang ke perpustakaan sekolah untuk meminjam buku. Diskusi tentang isi buku juga sering terjadi di jam istirahat.  

Dampak positif sudah mulai dirasakan. Kemampuan membaca, menulis, dan berbicara siswa mengalami peningkatan. Kosakata mereka juga semakin kaya karena terbiasa dengan berbagai jenis bacaan.  

Pihak sekolah tidak berjalan sendiri. Orang tua siswa juga diajak mendukung melalui program "Lanjutkan Membaca di Rumah" agar budaya literasi tetap hidup di luar jam sekolah.  

Ibu Fatmawaty, S. Pd. M. Pd, mengapresiasi kerja sama semua pihak. Menurutnya, keberhasilan Rabu Baca adalah hasil gotong royong guru, siswa, komite, dan masyarakat sekitar sekolah.  

Ke depan, sekolah merencanakan inovasi lanjutan seperti lomba bercerita, duta baca kelas, dan pojok literasi di setiap sudut sekolah agar kegiatan semakin menarik.  

Dengan semangat kebersamaan, UPTD SPF SD Negeri Paccinang optimis program Rabu Baca akan terus berjalan dan mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan gemar membaca demi masa depan yang lebih baik.