MULIAIFO. COM -- MAKASSAR -- Pemandangan yang tidak seharusnya terjadi kembali mencuat di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Sekretaris Camat Sangkarang bersama sejumlah lurah kedapatan sering berkumpul di sebuah warkop pada jam kerja.
Bukannya berada di kantor melayani warga, para pejabat kecamatan ini justru lebih sering terlihat duduk santai sambil ngopi. Foto kebersamaan mereka di warkop sudah beredar dan menjadi sorotan warga.
Padahal tugas lurah dan sekcam sangat jelas. Mereka adalah ujung tombak pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Surat pengantar, bantuan sosial, hingga penyelesaian masalah warga seharusnya jadi prioritas utama.
Ironisnya, saat warga antre di kantor kelurahan mencari pelayanan, para pemimpin wilayahnya malah asyik nongkrong. Kehadiran mereka di warkop bukan sekali dua kali, tapi sudah menjadi kebiasaan.
Warga Panakkukang mengaku kecewa. "Mau urus surat susah, mau ketemu lurah tidak ada. Ternyata ada di warkop," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Keluhan ini bukan tanpa dasar. Bukti foto yang beredar memperlihatkan dengan jelas para pejabat itu berkumpul, tertawa, dan menghabiskan waktu di luar jam yang seharusnya untuk bekerja.
Perilaku ini bertentangan langsung dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Pak Wali berulang kali menegaskan bahwa ASN dan pejabat wilayah harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi dan kelompok.
"Cuma kepentingannya di pikir, sementara tugas sebagai lurah dan sekcam diabaikan," kata warga lain menirukan pernyataan Pak Wali. Kalimat itu kini terasa sangat relevan dengan kondisi di lapangan.
ika pimpinan kecamatan saja abai, bagaimana mungkin pelayanan di tingkat bawah bisa berjalan baik. Staf kelurahan tentu akan meniru apa yang dilakukan atasannya.
Warkop memang tempat yang wajar untuk bersosialisasi. Tapi ada tempat dan waktunya. Ketika jam kerja tiba, kantor harus jadi rumah kedua bagi abdi negara.
Publik berhak bertanya, untuk apa gaji dan tunjangan diberikan jika tugas pokoknya ditinggalkan. Apakah ngopi bersama lebih penting daripada mengurus administrasi warga?
Fenomena ini juga mencoreng nama baik Kecamatan Panakkukang. Padahal Panakkukang adalah salah satu kecamatan pusat di Makassar dengan volume pelayanan yang sangat tinggi setiap hari.
Dinas terkait dan Inspektorat Kota Makassar seharusnya tidak menutup mata. Pengawasan melekat harus diperkuat agar kejadian seperti ini tidak terus berulang.
angan sampai kepercayaan warga kepada pemerintah kecamatan luntur hanya karena segelintir pejabat yang tidak disiplin. Rakyat butuh pelayan, bukan pejabat yang susah dicari.
Kini bola ada di tangan Pemkot Makassar. Apakah akan ada teguran, pembinaan, atau sanksi tegas. Warga Panakkukang menunggu. Karena bagi mereka, kantor bukan di warkop. Kantor tetap di kelurahan dan kecamatan.









