09 Oktober 2026

Pelaksanaan Jumat Ibadah Jumat, 9 Oktomber 2026 Sholat Dhuha Berjamaah Siswa - Siswi Bersama Ibu Kepsek Megawati, S.PdDi UPT SPF SD Inpres Kassi Setiap Jumat Dilaksanakan


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Pelaksanaan Jumat Ibadah Jumat, 9 Oktober 2026 Sholat Dhuha berjamaah siswa-siswi bersama Ibu Kepsek Megawati, S.Pd di UPT SPF SD Inpres Kassi setiap Jumat dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Sejak pagi hari, halaman mushola sekolah sudah dipenuhi siswa-siswi yang berwudhu dan berbaris rapi. Mereka sangat antusias mengikuti Sholat Dhuha berjamaah yang memang rutin setiap Jumat dilaksanakan di UPT SPF SD Inpres Kassi.

Kegiatan Jumat Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ibu Kepsek Megawati, S.Pd yang sejak dilantik pada 22 Juni 2026 terus istiqomah menghidupkan program pembinaan karakter religius siswa.

Ibu Kepsek Megawati, S.Pd turun langsung menjadi pembimbing, mengatur shaf, dan memberikan arahan kepada siswa-siswi agar Sholat Dhuha berjamaah dilaksanakan dengan tertib pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Para guru di UPT SPF SD Inpres Kassi juga turut serta mendampingi, mereka berada di shaf bersama siswa, menunjukkan keteladanan dan kebersamaan dalam beribadah.

Suasana khusyuk terlihat saat seluruh siswa mengikuti gerakan sholat dengan tertib, tidak ada yang bermain-main, semua fokus beribadah bersama Ibu Kepsek Megawati, S.Pd.

Setelah Sholat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ibu Kepsek Megawati, S.Pd, memohon keberkahan ilmu dan kemajuan sekolah.


Ibu Kepsek Megawati, S.Pd menyampaikan dalam tausiyah singkatnya bahwa Sholat Dhuha adalah pembuka pintu rezeki dan pembuka kecerdasan, sehingga harus dibiasakan sejak SD.

UPT SPF SD Inpres Kassi di bawah kepemimpinan Ibu Kepsek Megawati, S.Pd menjadikan setiap Jumat dilaksanakan sebagai momentum pembinaan akhlak mulia bagi siswa-siswi.

Siswa-siswi mengaku sangat senang, karena setiap Jumat dilaksanakan Sholat Dhuha berjamaah, mereka merasa lebih tenang, lebih semangat belajar, dan lebih dekat dengan Ibu Kepsek dan guru.

Salah satu siswi kelas 6 mengatakan, sejak rutin ikut Sholat Dhuha berjamaah setiap Jumat, ia merasa lebih mudah menghafal pelajaran dan lebih percaya diri saat di kelas, suasana belajar jadi lebih nyaman.

Orang tua siswa memberikan apresiasi tinggi kepada Ibu Kepsek Megawati, S.Pd, mereka melihat perubahan positif sejak 22 Juni dalam hal pembinaan karakter dan kedisiplinan anak di sekolah.

Kualitas dan kapasitas Kepala Sekolah ditunjukkan melalui kegiatan religius yang membangun akhlak mulia, bukan hanya fokus pada akademik, tapi juga pada pembinaan jiwa dan kebersamaan warga sekolah.

Kekompakan warga UPT SPF SD Inpres Kassi terlihat jelas pada Pelaksanaan Jumat Ibadah Jumat, 9 Oktober 2026, dimana guru, siswa, dan Ibu Kepsek Megawati, S.Pd bersatu dalam satu shaf kebersamaan.

Semoga Pelaksanaan Jumat Ibadah Jumat, 9 Oktober 2026 Sholat Dhuha berjamaah siswa-siswi bersama Ibu Kepsek Megawati, S.Pd di UPT SPF SD Inpres Kassi setiap Jumat dilaksanakan ini terus istiqomah dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kota Makassar.


Mengendap Dua Tahun, Polda Sulsel Didesak Tetapkan Tersangka Pungli CPNS UNM

 


Muliainfo.com, Makassar, – Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk segera memberikan kepastian hukum dalam penanganan kasus dugaan pungli penerimaan CPNS di Universitas Negeri Makassar.
Direktur Laksus, Muhammad Ansar, menegaskan bahwa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel seharusnya tidak lagi mengulur waktu untuk menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan.
Menurut Ansar, instrumen petunjuk yang dikantongi kepolisian saat ini dinilai sudah lebih dari cukup untuk menggelar perkara dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberadaan dua bukti rekaman percakapan yang telah disita oleh tim penyidik sejak awal bergulirnya kasus ini.
Laksus menilai, isi dari rekaman suara tersebut secara gamblang telah memuat petunjuk awal mengenai adanya alur aliran dana dan keterlibatan sejumlah oknum internal kampus.
Atas dasar bukti petunjuk itu pula, Ansar mendesak penyidik Polda Sulsel untuk memanggil dan memeriksa kembali mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM, Hasmyati.
"Jadi dengan petunjuk dari rekaman tersebut, sudah seharusnya yang bersangkutan diperiksa kembali secara intensif," pinta Ansar saat memberikan keterangan kepada media.
Ia menambahkan, seluruh figur maupun nama yang secara eksplisit terdengar di dalam rekaman tersebut berpotensi kuat memiliki peran penting atau bahkan menjadi aktor utama.
Laksus menduga kuat bahwa jabatan dekan yang berkali-kali disebut dalam rekaman percakapan tersebut merujuk kepada Hasmyati yang kala itu memimpin FIKK UNM.
"Saya kira semuanya sudah sangat jelas. Locus delicti atau tempat kejadian perkaranya terang benderang di dalam rekaman, yaitu di lingkungan UNM," ujar Ansar. Jumat (24/07).
Sebagai informasi, Hasmyati tercatat mengemban amanah sebagai Dekan FIKK UNM untuk periode tahun 2022 hingga 2026 yang lalu.
Setelah masa jabatannya sebagai dekan berakhir, ia kini kembali aktif berstatus sebagai Guru Besar dalam bidang Pendidikan Jasmani di universitas negeri tersebut.
Lebih lanjut, Ansar menyayangkan penanganan kasus ini yang dinilai terlalu lama mandek dan berputar-putar di lingkaran tahap penyelidikan tanpa arah yang pasti.
Padahal, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap mantan Rektor UNM, Husain Syam, beserta Dekan FIKK sejak April 2024 silam.
Ansar meyakini bahwa penyidik sebenarnya telah berhasil memetakan garis merah serta menemukan unsur tindak pidana dalam sengkarut penerimaan abdi negara ini.
"Dahulu pihak Dirkrimsus sempat menyatakan akan segera melakukan gelar perkara, yang menjadi tahapan paling krusial untuk menaikkan status kasus ke penyidikan," jelasnya.
Jika kasus ini sudah berstatus penyidikan, kepolisian tinggal selangkah lagi untuk mencocokkan alat bukti demi menetapkan tersangka utama.
Laksus menyarankan agar penyidik mengambil langkah progresif dengan melakukan konfrontasi langsung terhadap seluruh saksi, staf, hingga mantan pimpinan yang namanya terseret.
"Konfrontir saja semua pihak yang ada di rekaman, termasuk pihak yang diduga sebagai pemberi suap, agar dalang utamanya bisa segera terungkap," beber Ansar.
Penuntasan kasus ini dinilai sangat mendesak agar reputasi institusi pendidikan tinggi terbesar di Sulawesi Selatan tersebut tidak terus-menerus tersandera oleh isu miring.
"Ini akan menjadi catatan kelam bagi sejarah UNM jika dibiarkan mengambang tanpa ujung, dan ini merupakan PR besar bagi Kapolda Sulsel yang baru," pungkasnya.(*)

07 Oktober 2026

Monitoring Dan Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak (PRAN) Di UPTD SPF SD Inpres Kassi 7 Oktomber Bersama Ibu Kepsek Megawati, S.Pd


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Monitoring dan Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak (PRAN) di UPT SPF SD Inpres Kassi dilaksanakan pada Selasa, 7 Oktober dengan penuh semangat dan kebersamaan bersama Ibu Kepsek Megawati, http://S.Pd.

Kegiatan Monitoring dan Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak (PRAN) ini bertujuan untuk memastikan perpustakaan sekolah benar-benar menjadi tempat yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi siswa-siswi.

Ibu Kepsek Megawati, S.Pd yang sejak dilantik pada 22 Juni 2026 terus berkomitmen memajukan Sapras sekolah, turun langsung memimpin kegiatan Monitoring dan Pendampingan PRAN pada 7 Oktober tersebut.

Sejak pagi, Ibu Kepsek Megawati, S.Pd bersama guru pustakawan melakukan pengecekan rak buku, koleksi buku cerita, buku pelajaran, serta penataan ruang baca agar lebih ramah anak.

Perpustakaan di UPT SPF SD Inpres Kassi kini ditata dengan warna-warna ceria, karpet baca yang bersih, dan sudut literasi yang membuat siswa betah berlama-lama membaca.


Dalam kegiatan Monitoring dan Pendampingan PRAN 7 Oktober, Ibu Kepsek Megawati, S.Pd menekankan pentingnya perpustakaan bukan hanya tempat pinjam buku, tapi tempat membangun karakter gemar membaca.

Siswa-siswi terlihat sangat antusias, mereka diajak untuk merawat buku, mengembalikan buku tepat waktu, dan membiasakan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

Ibu Kepsek Megawati, S.Pd juga memberikan arahan agar koleksi buku terus ditambah, terutama buku cerita anak, buku dongeng, dan buku ensiklopedia yang sesuai usia SD.

Kegiatan Monitoring dan Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak (PRAN) di UPT SPF SD Inpres Kassi 7 Oktober ini juga menjadi ajang pembinaan bagi guru pustakawan agar lebih kreatif melayani siswa.

Para guru diajak untuk membuat jadwal kunjungan perpustakaan per kelas, sehingga semua siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mendapatkan giliran membaca di perpustakaan dengan tertib.


Salah satu siswi kelas 4 mengaku senang dengan perpustakaan yang sekarang, karena lebih bersih, lebih rapi, dan banyak buku cerita baru yang menarik sejak dipimpin Ibu Kepsek Megawati, http://S.Pd.

Orang tua siswa memberikan apresiasi atas Monitoring dan Pendampingan PRAN yang dilaksanakan 7 Oktober, karena anak-anak mereka kini lebih semangat ke perpustakaan dan lebih gemar membaca di rumah.

Kualitas perpustakaan mencerminkan kualitas sekolah, dan UPT SPF SD Inpres Kassi di bawah Ibu Kepsek Megawati, S.Pd telah menunjukkan bahwa perpustakaan yang ramah anak adalah kunci membangun generasi literat.

Kekompakan guru dan siswa dalam menjaga kebersihan dan keindahan perpustakaan terlihat jelas pada kegiatan 7 Oktober, semua bekerja sama menata buku dan membersihkan ruang baca.

Semoga Monitoring dan Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak (PRAN) di UPT SPF SD Inpres Kassi 7 Oktober bersama Ibu Kepsek Megawati, S.Pd ini terus berlanjut dan mampu melahirkan siswa-siswi yang cerdas, kreatif, dan cinta literasi.


Pak Wali Evaluasi Juga Kepsek! WC Bawakaraeng I & II 3 Hari Digembok, Tim Datang Senin & Rabu Masih Terkunci Kepsek Diduga Rapat Di UNM


MULIAINFI. COM - MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin diminta jangan hanya mengevaluasi kinerja Camat dan Lurah, tapi juga evaluasi kinerja Kepala Sekolah. Buktinya di SD Bawakaraeng I & II, 1 WC siswa digembok 3 hari tanpa alasan jelas, sementara Kepsek tidak di tempat diduga rapat di UNM.

Tim Investigasi Putri Mulia Media Group datang hari Senin, 1 WC siswa sudah digembok. Datang lagi hari Rabu, WC masih digembok. Kami tidak tahu kenapa WC digembok, apa masalahnya, karena sudah 3 hari digembok.

Fakta di lapangan, masing-masing Bawakaraeng I dan Bawakaraeng II hanya punya 3 WC, rincian 1 WC guru dan 2 WC siswa. Dari 2 WC siswa itu, 1 WC digembok. Jadi ratusan siswa hanya bisa pakai 1 WC siswa saja.

3 WC untuk ratusan siswa jelas tidak cukup. Aturan Permendikbud No.24 Tahun 2007 minimal 1 WC untuk 40 siswa. Jika siswa 300 orang, butuh 8-10 WC, bukan 2 WC siswa yang 1 digembok.

Akibat 1 WC siswa digembok dari Senin sampai Rabu, ratusan siswa antri panjang di 1 WC siswa yang tersisa. Banyak siswa terpaksa tahan kencing dan tahan BAB seharian karena tidak tahan antri.

Saat tim kami konfirmasi ke pihak sekolah terkait kenapa 1 WC siswa digembok, staf mengatakan tidak tahu kenapa digembok. Ditanya apa rusaknya, tidak tahu. Ditanya kapan dibuka, tidak tahu. 

Staf hanya menyampaikan Kepsek sedang tidak di tempat karena ada rapat di UNM. Terkait masalah rapat, kami kurang tahu rapat apa yang ada di UNM. Yang jelas Kepsek tidak ada di sekolah sementara WC masih digembok.

 Ada apa? Kami datang Senin sudah digembok, Rabu masih digembok. Kalau memang rusak apa rusaknya? Kalau mau diperbaiki mana tukangnya? Tidak ada penjelasan sama sekali selama 3 hari, hanya info Kepsek rapat di UNM.

Wali murid pun tidak tahu kenapa WC digembok. "Kami tidak tahu Bu, tiba-tiba digembok, anak saya tahan kencing," keluh wali murid. Mereka titip anak untuk belajar nyaman, bukan tahan kencing.

Inilah yang harus menjadi perhatian Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Selama ini Pak Wali gencar evaluasi Camat dan Lurah soal kebersihan lorong dan sampah. Tapi bagaimana dengan Kepsek? Jangan cuma Camat dan Lurah dilihat kinerjanya, Kepsek juga!

Jika Camat dan Lurah kotor sedikit langsung dievaluasi dan disorot, masa Kepsek yang membiarkan 1 WC siswa digembok 3 hari dari Senin sampai Rabu tidak dievaluasi? Padahal ini menyangkut kesehatan ratusan anak.


 Program Makassar Bersih dan Makassar Sehat harus dimulai dari WC sekolah. Bagaimana mau bersih kalau 1 WC siswa digembok 3 hari? Bagaimana mau sehat kalau siswa tahan kencing? Kepsek harus dievaluasi juga kinerjanya, bukan cuma Camat Lurah.

Menurut ilmuwan kedokteran, dampak tahan kencing 3 hari karena WC digembok sangat berbahaya jangka panjang. Dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (ISK) terutama pada siswi perempuan, batu ginjal, hingga kerusakan ginjal permanen.

Jika siswa tahan BAB karena 1 WC siswa digembok, risikonya sembelit kronis, ambeien sejak dini, usus meradang, dan trauma psikologis. Anak tidak mau BAB berhari-hari karena takut antri WC.

Secara psikologis, siswa tidak fokus belajar, cemas, malu, dan malas sekolah. Ada siswi tidak berani minum banyak di sekolah karena takut kencing tapi WC digembok.

Rapat di UNM bukan alasan untuk membiarkan WC digembok 3 hari. Kami kurang tahu rapat apa di UNM, tapi yang jelas WC siswa 3 hari digembok tanpa ada yang bertanggung jawab membuka. Anggaran BOS ratusan juta kemana?

1 WC guru bersih dan terkunci untuk guru, sementara 2 WC siswa 1 digembok. Ada ketimpangan fasilitas. Guru nyaman, siswa menderita antri di 1 WC. Ini harus dievaluasi oleh Dinas Pendidikan.

Tim Putri Mulia Media Group dan CW menegaskan tidak akan membiarkan begitu saja. Kami datang Senin digembok, Rabu masih digembok, kami tidak tahu kenapa WC digembok, pertanyaannya ada apa? Kami akan kawal sampai dibuka.

Kami mendesak Pak Wali Kota Munafri Arifuddin turun langsung sidak ke Bawakaraeng I & II, jangan hanya sidak lorong. Sidak juga WC sekolah. Evaluasi juga Kepsek, jangan cuma Camat dan Lurah saja yang dievaluasi kinerjanya.

Jika sampai besok 1 WC siswa masih digembok tanpa penjelasan dari Senin sampai Rabu, kami akan laporkan resmi ke Inspektorat dan KPAI Sulsel. Terkait rapat di UNM kami kurang tahu rapat apa, tapi yang jelas ratusan siswa Bawakaraeng 3 hari tahan kencing akibat WC digembok!

"Tim Investigasi Putri Mulia Media Group & CW"

Napiah, S.Pd Kepala Sekolah UPTD SPF SDI Borong Jambu III Ikuti Rembuk Pendidikan Jilid 1 Di UNM: Jaga Sekola, Muliakan Pendidikan


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Kepala UPTD SPF SDI Borong Jambu III, Ibu Napiah, S.Pd mengikuti Rembuk Pendidikan Jilid I yang diadakan di Gedung Teater Phinisi UNM Lt.3.

Rembuk Pendidikan yang diadakan di UNM ini digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 09.00 - 15.00 WITA, dengan tema besar "Rekonstruksi Peradaban; Kualitas Insan Cita". Kegiatan yang diadakan di UNM ini menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan Makassar, karena untuk pertama kalinya ratusan Kepsek berkumpul di kampus legendaris UNM untuk berdiskusi serius tentang masa depan pendidikan. Ibu Napiah, S.Pd mengaku bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan akbar yang diadakan di UNM tersebut.

Kegiatan akbar yang diadakan di UNM ini mengusung tagline utama "Jaga Sekolah, Muliakan Pendidikan" dan "Muliakan Pendidikan, Esok Peradabannya Mulia", serta "Pangadakkang Na Murid". Tagline yang diadakan di UNM ini bukan sekadar kata-kata hiasan, tapi menjadi ruh dan semangat baru. Ibu Napiah, S.Pd di UNM mengatakan tagline ini sangat menyentuh hati, karena mengingatkan kembali tugas mulia seorang Kepsek adalah menjaga sekolah dan memuliakan pendidikan demi murid.

Rembuk yang diadakan di UNM ini diikuti oleh seluruh Kepala UPTD SPF SD dan SMP se-Kota Makassar, termasuk Ibu Napiah, S.Pd dari SDI Borong Jambu III. Aula Teater Phinisi UNM Lt.3 yang megah penuh sesak oleh para pemimpin sekolah yang datang dengan semangat yang sama. Ibu Napiah, S.Pd dari SDI Borong Jambu III tampak berbaur dengan Kepsek lainnya di UNM, saling sapa dan saling berbagi pengalaman tentang bagaimana memajukan sekolah masing-masing.

Bertindak sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan yang diadakan di UNM ini adalah Walikota Kota Makassar, yang memberikan arahan tentang arah pendidikan Kota Makassar ke depan. Dalam materinya di UNM, Walikota menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi peradaban kota. Ibu Napiah, S.Pd di UNM sangat antusias mendengarkan arahan Walikota, karena arahan tersebut menjadi kompas bagi SDI Borong Jambu III dalam melangkah maju.

Turut hadir dalam rembuk yang diadakan di UNM ini Ketua Umum HMI Badko Sulsel Asrulla Dimas dan Koordinator Steering Rembuk Pendidikan Jilid I Fadel Sofyan. Kehadiran tokoh pemuda seperti Asrulla Dimas di UNM memberikan warna baru, bahwa pendidikan tidak hanya urusan Dinas, tapi urusan semua elemen. Ibu Napiah, S.Pd di UNM mengapresiasi keterlibatan HMI Badko Sulsel dalam mengawal isu pendidikan di Makassar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman juga hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan yang diadakan di UNM tersebut. Di UNM, Achi Soleman memaparkan program prioritas Dinas Pendidikan, termasuk pentingnya menjaga marwah sekolah dan meningkatkan kapasitas guru. Ibu Napiah, S.Pd di UNM mencatat dengan serius setiap poin yang disampaikan Kadisdik, untuk segera ditindaklanjuti di SDI Borong Jambu III.

Jajaran narasumber berkompeten lainnya yang mengisi di UNM adalah Dr. H. Irman Yasin Limpo, Prof. Hasnawi, Dr. Adi Suryadi Culla, Dr. Kurniawan, S.H., M.H, dan Dr. Basti Tetteng, S.Psi.,M.Si. Materi yang disampaikan di UNM sangat berbobot dan membuka wawasan. Ibu Napiah, S.Pd di UNM mengaku banyak mendapatkan ilmu baru dari para doktor dan profesor di UNM, terutama tentang bagaimana membangun karakter murid melalui Pangadakkang.

Kegiatan yang diadakan di UNM ini dipandu oleh Moderator Rais Syukur dan Ketua Panitia Ishan, bersama Kabid PA HMI Sulsel Sabaruddin dan Abd Razak Usman, serta Kabid PTKP Muh Fatly.

Fokus pembahasan yang diadakan di UNM ini meliputi Marwah dan Martabat Kepala Sekolah, serta Kualitas dan Kapasitas Guru sebagai penentu peradaban. Menurut pemateri di UNM, marwah Kepsek harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan hanya laporan di atas kertas. Kepsek yang bermartabat adalah Kepsek yang hadir untuk muridnya, menjaga sekolahnya dengan hati, dan memuliakan pendidikan dengan aksi, bukan hanya kata-kata.

Ibu Napiah, S.Pd terlihat hadir sejak pagi di UNM dengan penuh semangat, menyimak materi dan mencatat poin penting untuk dibawa ke sekolahnya. Ia duduk paling depan, sangat antusias mendengarkan arahan Walikota Makassar dan Kepala Dinas Pendidikan di UNM. Baginya, setiap ilmu yang didapat di UNM adalah bekal untuk memajukan SDI Borong Jambu III yang ia pimpin dengan penuh cinta dan tanggung jawab.

Di sela kegiatan yang diadakan di UNM, Ibu Napiah, S.Pd menegaskan prinsipnya yang sejalan dengan tagline rembuk di UNM. Ia mengatakan bahwa prinsip itu bukan sekadar slogan yang ditempel di dinding sekolah, tapi harus menjadi napas dalam setiap kegiatan di SDI Borong Jambu III. Prinsip itu harus hidup di kelas, di halaman, dan di hati setiap guru dan siswa.

"Jaga Sekolah, Muliakan Pendidikan," tegas Ibu Napiah, S.Pd di UNM. Menurutnya di UNM, menjaga sekolah berarti menjaga amanah orang tua yang telah menitipkan anaknya. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Jika sekolah dijaga dengan baik di UNM, maka murid akan betah belajar dan guru akan semangat mengajar.

Beliau melanjutkan, "Muliakan Pendidikan Esok Peradabannya adalah Kualitas dan Kapasitas Guru" - slogan yang ia pegang teguh di SDI Borong Jambu III. Ibu Napiah, S.Pd di UNM menjelaskan bahwa peradaban esok tidak akan mulia jika kualitas guru hari ini tidak ditingkatkan. Guru adalah kunci, guru adalah pondasi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas guru harus menjadi prioritas utama di setiap sekolah, termasuk di SDI Borong Jambu III yang ia pimpin.

Menurutnya, rembuk yang diadakan di UNM ini sangat penting untuk meningkatkan mutu dan menyatukan visi pendidikan Kota Makassar. Rembuk di UNM ini membuka wawasan bahwa Kepala Sekolah tidak boleh bekerja sendiri, harus berkolaborasi, harus saling mendukung. Visi besar Makassar Unggul hanya bisa tercapai jika semua Kepsek di UNM bersatu dalam satu frekuensi, yaitu Jaga Sekolah dan Muliakan Pendidikan.

Dengan mengikuti rembuk yang diadakan di UNM, Ibu Napiah, S.Pd berharap dapat membawa semangat baru dari UNM untuk memajukan SDI Borong Jambu III menjadi sekolah yang unggul dan berkarakter.


04 Oktober 2026

Miris Banyak Sekolah Di Makassar Perhatikan Kebersihan WC Kepsek Baru Malah Tutup Mata, Diduga Malas Dan Masa Bodoh!


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Miris dan memalukan! Di saat Pemerintah Kota Makassar di bawah komando Wali Kota Munafri Arifuddin gencar mengkampanyekan Makassar Bersih, justru ada oknum Kepala Sekolah baru yang diduga dengan sengaja tutup mata terhadap jeritan siswa soal WC rusak.

Padahal WC adalah cerminan paling jujur dari sebuah sekolah. Kalau WC-nya saja jorok, bagaimana kualitas kepemimpinannya? Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar warga saat ini.

Coba bandingkan! Masih banyak sekolah di Makassar, bahkan sekolah yang bangunannya tidak megah, tapi mereka sangat memperhatikan kebersihan WC. Lantainya dipel setiap hari, pintunya dicat, klosetnya bersih mengkilap, airnya mengalir lancar, bahkan diberi pengharum.

Mereka paham, kebersihan WC adalah harga diri sekolah. Tapi tidak dengan sekolah yang dipimpin oknum Kepsek baru ini. Diduga terbalik 180 derajat! Sekolah lain berlomba bersih, sekolah ini diduga berlomba membiarkan kotor.

Pantauan langsung tim kami di lapangan pada tanggal 2 kemarin sangat mengejutkan. Pintu WC diduga lepas tengahnya tidak diperbaiki, jebol di bagian bawah sehingga tidak bisa dipakai karena privasi siswa terancam terlihat dari bawah saat digunakan.

Kloset diduga kotor di sana-sini, ada yang sangat kotor dan tidak bersih, kran air rusak, selang tidak ada, bak air kosong dan berlumut hitam. Lantai licin penuh lumut, dinding penuh coretan, dan bau tidak sedap menyengat hingga ke koridor kelas.

Untuk apa bangga dengan bangunan sekolah yang berdiri megah, dicat, pagar tinggi, lapangan luas, kalau di belakangnya WC tidak dihiraukan? Apa artinya bangunan sekolah yang megah kalau siswa tidak nyaman menggunakan fasilitas sanitasi?

Yang paling miris, berdasarkan laporan warga, ada sekolah yang diduga hanya memiliki 1 WC saja, sementara jumlah siswanya ratusan orang. Tentu ini sangat tidak masuk akal dan tidak manusiawi. Bagaimana mungkin ratusan siswa harus antri di 1 WC saja?

Jika benar hanya ada 1 WC untuk ratusan siswa, ini jelas diduga melanggar Permendikbud Nomor 24 Tahun 2007. Aturan itu mewajibkan rasio 1 WC untuk 40 siswa laki-laki dan 1 WC untuk 30 siswa perempuan. Jika siswanya 300 orang, minimal harus ada 8-10 WC yang layak.

Kondisi 1 WC untuk ratusan siswa ini perlu dipertanyakan. Kemana Dinas Pendidikan Kota Makassar selama ini? Mengapa tidak ada penambahan WC? Padahal ini adalah kebutuhan dasar dan hak dasar siswa untuk mendapatkan sanitasi yang layak dan sehat.

Yang paling kasihan adalah siswa. Mereka adalah korban nyata dari dugaan kemalasan seorang pemimpin. Anak-anak SD yang masih kecil harus antri panjang di satu WC, harus menahan napas karena bau, harus menahan malu karena pintu jebol dilihat teman.

Ada siswi yang mengaku tidak berani ke WC seharian di sekolah dan memilih menahan hingga pulang ke rumah. Ini sudah membahayakan kesehatan! Di mana tanggung jawab Kepsek sebagai orang tua di sekolah?

Oknum Kepsek baru ini dinilai warga malas dan tidak punya etos kerja. Setiap hari datang, langsung masuk ruangan ber-AC, duduk manis, tanda tangan surat, lalu rapat. Diduga tidak pernah sekalipun terlihat turun ke lapangan mengecek kondisi kebersihan WC siswa.

Sudah tahu rusak tapi diduga pura-pura tidak tahu. Laporan soal kondisi WC dan pintu rusak diduga sudah sering disampaikan melalui grup internal sekolah, bahkan siswa sudah curhat ke wali kelas soal fasilitas yang tidak layak. Tapi apa respon Kepsek? Diduga diam seribu bahasa.

Lebih ironis, setiap bulan ada saja agenda rapat. Rapat koordinasi kebersihan, rapat implementasi program kebersihan Pak Wali, rapat Adiwiyata, rapat UKS. Undangannya bagus, notulennya rapi, foto rapat diposting di medsos sekolah biar kelihatan kerja. Tapi hasilnya? Diduga NOL!

Kinerja kebersihan diduga tidak pernah diterapkan sama sekali di sekolah ini. Program Jumat Bersih hanya jadi slogan di spanduk, jadwal piket kebersihan tidak ada, petugas kebersihan tidak difasilitasi alat pel dan sabun. Di atas kertas laporan ke Dinas, semua program diklaim 100% jalan.

Wali murid pun sudah sangat geram. Mereka menyekolahkan anak dengan harapan anak belajar nyaman, sehat, dan bersih. Tapi apa yang didapat? Anak mereka harus menggunakan WC yang diduga tidak layak dan jumlahnya tidak memadai. Banyak wali murid yang protes, tapi suaranya diduga dibungkam.

Program kebersihan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang sudah sangat gencar, menjadi tercoreng gara-gara ulah oknum Kepsek malas seperti ini. Ini adalah bentuk pembangkangan halus terhadap program Wali Kota yang harus bersih sampai ke toilet sekolah.

Untuk itu, kami mendesak Wali Kota Munafri Arifuddin dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk segera turun tangan langsung. Datang dan sidak langsung ke toilet sekolah ini. Hitung berapa jumlah WC yang ada dan bandingkan dengan jumlah siswa.

Pertanyaan besarnya adalah, anggaran pemeliharaan ada, Dana BOS setiap tahun cair ratusan juta, lalu kemana larinya? Untuk memperbaiki pintu WC saja tidak mampu, untuk menambah jumlah WC bagi ratusan siswa saja tidak bisa. Jika 1 WC untuk ratusan siswa dibiarkan, maka ini harus diaudit oleh Inspektorat. Makassar harus bersih, mulai dari toilet sekolah!

Tim Investigasi Putri Mulia Media Group


03 Oktober 2026

Hak Jawab Kepsek SD Sudirman 1 Makassar : WC Rusah Sudah Jadi Prioritas Utama, Diperbaiki Pakai Dana Pribadi Karena Saldo BOS Nol


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR - Pemberitaan terkait WC siswa di UPT SPF SD Negeri Sudirman 1 Makassar yang disebut terlantar akhirnya mendapat hak jawab resmi dari pihak kepala sekolah.

Sebelumnya, orang tua siswa mengeluhkan kondisi 4 kamar mandi siswa yang hanya 1 yang berfungsi, sehingga dipertanyakan penggunaan Dana BOS untuk perawatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SD Sudirman 1 Makassar memberikan klarifikasi terbuka agar pemberitaan menjadi berimbang dan tidak menimbulkan fitnah.

Berikut Hak Jawab Lengkap Kepala Sekolah:

Selesai pelantikan dan serah terima jabatan, yang paling urgen pertama saya lihat adalah WC. Saya pantau semua 4 kamar mandi SD Sudirman 1 ternyata hanya 1 yang berfungsi,"_ ujar Kepsek.

Menurutnya, perbaikan toilet menjadi prioritas pertama sejak dirinya resmi menjabat. Namun saat itu, kondisi keuangan sekolah sangat terbatas.

_"Jadi prioritas pertama yaitu perbaikan toilet, walaupun saldo Dana BOS waktu saya masuk nol. Ketika itu saya menggunakan dana pribadi, dana BOS belum cair. Kalau ditunggu cair, murid mau masuk sekolah tahun ajaran baru,"_ jelasnya.

Ia mengungkapkan, perbaikan dilakukan tepatnya pada tanggal *19 Juli 2026* sesuai kemampuan yang ada, tanpa menunggu Dana BOS cair demi kenyamanan siswa di tahun ajaran baru.

_"Jadi tepatnya tanggal 19 Juli 2026 saya kerja sesuai kemampuan ku, jadilah berfungsi menjadi 3, sisa satu belum yang diatas karena butuh pembongkaran dan biaya besar,"_ tambahnya.

Terkait pemberitaan yang menyebut saluran buntu, pihak Kepsek meluruskan bahwa saluran tersebut sudah tidak buntu dan sudah lancar.


"Yang dimuat di berita buntu itu sudah tidak buntu, lancar, ditutup karena saluran diatas belum diperbaiki, tapi kalau pemakaian sudah bisa digunakan,"_ tegasnya.

Kepsek menegaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan sekolah tidak tinggal diam dan sudah melakukan upaya perbaikan sesuai kemampuan sekolah.

"Jadi saya sebagai Kepsek sudah melakukan sesuai kemampuan sekolah dan tidak tinggal diam. Ini hak jawab saya,"_ tutupnya.

Dengan adanya hak jawab ini, persoalan WC SD Sudirman 1 Makassar diharapkan menjadi jelas bahwa pihak sekolah telah berupaya melakukan perbaikan meski dengan keterbatasan anggaran.

Pihak komite dan orang tua siswa diharapkan dapat melihat langsung perubahan yang telah dilakukan, dimana dari 1 WC yang berfungsi kini sudah menjadi 3 WC yang berfungsi.

Dinas Pendidikan Kota Makassar juga diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran tambahan untuk perbaikan 1 WC di lantai atas yang membutuhkan pembongkaran dan biaya besar.

Berita berimbang ini dibuat sebagai bentuk pemenuhan Pasal 5 Ayat 2 UU Pers No 40 Tahun 1999 tentang Hak Jawab dan Kode Etik Jurnalistik.