MULIAINFO. COM. - MAKASSAR - Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Kecamatan Tamalanrea, Amrin, S.Pd, mengikuti kegiatan Workshop dan Rekonsiliasi Dana BOSP Angkatan III yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari Senin, 2 November 2026 dan Selasa, 3 November 2026, dengan peserta dari berbagai satuan pendidikan di Kota Makassar.
Pelaksanaan kegiatan bertempat di Hotel Primer, Karebosi, Kota Makassar, yang menjadi lokasi pertemuan bagi para kepala sekolah dan pengelola Dana BOSP.
Workshop ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar sebagai pelaksana kegiatan.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan pendidikan dari berbagai sekolah di Kota Makassar, termasuk dari UPTD SPF SD Negeri Bontoa yang diwakili langsung oleh kepala sekolahnya.
Amrin, .Pd hadir sebagai perwakilan dari sekolahnya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai, mulai dari pembukaan hingga penutupan.
Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan Dana BOSP agar dikelola secara benar dan sesuai aturan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam hal pelaporan dan rekonsiliasi Dana BOSP antar satuan pendidikan di Kota Makassar.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi terkait tata cara pengelolaan dana yang tertib, transparan, dan akuntabel, termasuk cara penyusunan laporan yang benar.
Amrin, S.Pd mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan aktif dalam diskusi bersama peserta lainnya, terutama saat membahas kendala yang dihadapi di sekolah.
Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi kepala sekolah agar tidak keliru dalam pengelolaan anggaran sekolah dan pelaporan dana.
Menurutnya, pengelolaan Dana BOSP harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dipertanggungjawabkan dengan baik, karena dana tersebut adalah amanah untuk siswa.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan workshop berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, tanpa ada hambatan yang berarti.
Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari workshop ini dapat diterapkan di UPTD SPF SD Negeri Bontoa dalam pengelolaan Dana BOSP ke depannya.
Dengan demikian, pengelolaan Dana BOSP di sekolah tersebut diharapkan semakin baik, semakin transparan, dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi siswa dan proses pembelajaran di sekolah.












