07 September 2026

Kepala UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Ikuti Bimtik Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah Kota Makassar 2026


MULIAINFO - MAKASSAR - UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala Sekolah, Ibu Napiah, S.Pd, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah Kota Makassar Tahun 2026.

Kegiatan bimtek ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. Fokus utamanya adalah adaptasi terhadap kebijakan Merdeka Belajar, digitalisasi sekolah, dan penguatan manajemen berbasis data.

Ibu Napiah, S.Pd hadir bersama ratusan kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kota Makassar. Beliau mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi dan praktik.

Materi yang disampaikan dalam bimtek mencakup kepemimpinan pembelajaran, penguatan budaya sekolah, implementasi Kurikulum Merdeka, serta strategi peningkatan mutu layanan pendidikan di satuan pendidikan dasar.

Selain itu, peserta juga dibekali tentang pengelolaan Dana BOS, penyusunan RKAS, dan pemanfaatan platform digital seperti Dapodik, ARKAS, dan PMM. Hal ini diharapkan dapat mendukung tata kelola sekolah yang lebih transparan dan akuntabel.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah para pejabat Dinas Pendidikan Kota Makassar, pengawas sekolah, serta praktisi pendidikan yang telah berpengalaman. Mereka berbagi praktik baik dan solusi atas tantangan yang dihadapi sekolah di lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, Ibu Napiah aktif berdiskusi dan bertukar ide dengan kepala sekolah lain. Beliau juga mencatat berbagai poin penting yang dapat diterapkan di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah dituntut tidak hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di sekolah.

Bimtek ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Ibu Napiah menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh selama bimtek akan segera ditindaklanjuti. Rencananya akan diadakan in-house training bagi guru-guru di SD Inpres Borong Jambu III agar seluruh warga sekolah memahami arah kebijakan baru.

Beliau juga berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi. Digitalisasi diharapkan dapat mempermudah monitoring, evaluasi, dan pelaporan kinerja sekolah.

Kehadiran kepala sekolah dalam bimtek ini merupakan bukti nyata dukungan terhadap program pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III siap menjadi sekolah penggerak di lingkungannya.

Dengan mengikuti Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah 2026, diharapkan kepemimpinan Ibu Napiah, S.Pd semakin kuat dalam membawa SD Inpres Borong Jambu III menuju sekolah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat kota.


Sorot : Duduk di Depan Pakai Baju Dinas, Status Sudah Non Aktif


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Ada orang yang kursinya sudah dicabut, tapi masih tampil di depan. Bukan karena diundang resmi. Bukan karena punya SK. Hanya karena merasa nama lama masih bisa digunakan. Ini bukan haus panggung. Ini haus kuasa.

Dia adalah Muh Yunus Sanusi. Mantan Kasi GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar. Jabatan yang dulu mengurusi guru dan tenaga kependidikan. Kini statusnya sudah *NON AKTIF sampai saat ini*. Gaji dari APBD sudah berhenti. Akses ke sistem sudah ditutup. Namun penampilannya masih seperti pejabat aktif.

Pada 7 September 2026, ia hadir dalam sebuah kegiatan. Duduk di meja utama. Di depan mic dan spanduk resmi. Mengenakan baju dinas lengkap dengan atributnya. Seolah tidak pernah ada pemberhentian. Foto, saksi, dan tanggalnya ada. Fakta ini terdokumentasi.

Kegiatan tersebut adalah Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah. Pesertanya ratusan Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar. Mereka datang untuk belajar dan mencari kepastian. Ironisnya, salah satu yang tampil justru orang yang kapasitasnya sendiri sedang dalam proses hukum.

Di hadapan peserta, ia berbicara dengan gaya seolah masih memiliki kewenangan. Ada fotonya. Foto itu menjadi bukti. Menunjukkan penggunaan atribut negara oleh seseorang yang statusnya sudah non aktif.

Atas dasar apa ia tampil di sana? Atas nama Dinas? Tidak, karena sudah non aktif. Atas nama pribadi? Lalu mengapa memakai atribut negara? Siapa pihak yang bertanggung jawab mengundangnya? Forum pendidikan seharusnya tidak digunakan untuk kepentingan di luar kapasitas.

SK-nya sudah dicabut. Wewenangnya sudah habis. Hak memakai atribut dinas juga sudah gugur. Atribut itu milik negara. Memakainya saat sudah non aktif berpotensi melanggar ketentuan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Dalam birokrasi, duduk di depan adalah simbol kuasa. Memakai baju dinas adalah simbol jabatan. Ketika keduanya dipakai oleh seseorang yang statusnya sudah *NON AKTIF*, maka yang terjadi adalah potensi penyesatan terhadap publik. Peserta bisa mengira yang bersangkutan masih memiliki kewenangan, padahal secara administrasi sudah tidak lagi.

Peserta yang hadir tentu percaya. Mereka mengira yang di depan adalah pejabat aktif. Mereka tidak mengetahui adanya status non aktif. Mereka juga belum tentu tahu bahwa kasusnya masih dalam pengembangan di Kejari Makassar.

Saat ini ia hanya berbekal nama lama dan atribut lama. Tidak ada SK. Tidak ada tanggung jawab kelembagaan. Namun tetap tampil seolah masih memegang kendali.

*Perlu dicatat, kasus yang menyeret namanya *masih dalam pengembangan di Kejari Makassar*. Salah satu dugaan yang beredar adalah terkait jual beli jabatan kepala sekolah. 

Wajar jika publik mempertanyakan. Apakah kegiatan bimtek ini murni untuk pembinaan, atau ada agenda lain? Pola yang muncul adalah penggunaan atribut, posisi di depan, dan pembicaraan terkait jabatan.

Cara seperti ini rawan disalahartikan. Menggunakan atribut dinas agar dipercaya. Duduk di depan agar dianggap berwenang. Kemudian berbicara soal jabatan. Korbannya bisa jadi kepala sekolah yang tidak tahu status sebenarnya.

PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dengan tegas mengatur larangan penyalahgunaan atribut jabatan. Sanksinya mulai dari teguran hingga pemberhentian.

Jika di kemudian hari ditemukan adanya transaksi, maka persoalannya bisa bergeser dari pelanggaran disiplin menjadi dugaan tindak pidana. Dan itu sepenuhnya ranah penegak hukum.

 Publik menunggu sikap BKPSDM, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan. Apakah akan ada tindakan? Ataukah akan ada pembiaran? Kepastian hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

 Kepala sekolah adalah pihak yang dirugikan secara informasi. Mereka menggunakan waktu dan biaya untuk mengikuti kegiatan, dengan asumsi yang memberi arahan adalah pejabat yang masih aktif.

Bukti berupa foto, tanggal 7 September 2026, dan keterangan saksi sudah ada. Berkas kasusnya juga sudah berada di Kejari. Kini publik menunggu proses hukum berjalan.

 Pertanyaan publik sederhana. Sudah non aktif, mengapa masih memakai atribut dinas? Sudah dalam proses hukum, mengapa masih tampil dalam forum resmi? Hukum harus berlaku sama untuk semua. Atribut negara bukan untuk kepentingan pribadi.

Jabatan boleh selesai. Tapi marwah ASN dan aturan harus tetap dijaga. Negara ini berdiri karena aturan dihormati. Jika aturan dilanggar oleh orang yang dulu bagian dari sistem, maka kepercayaan akan tuntuh.

06 September 2026

Silaturahmi HUT Bhayangkara ke - 80 Dalam Rangka Apel Cipkon Kapolsek Panakkukang Kompol Hj, Ema Ratna Ar Bersama 12 FKPM se - Kelurahan se - Kota Makassar


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Allah SWT, malam ini kita dapat berkumpul dengan sehat di Mako Polsek Panakkukang dalam acara silaturahmi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80 dan sekaligus dalam rangka Apel Cipta Kondisi atau Apel Cipkon, sebagai wujud kebersamaan Polri dengan masyarakat.

Apel Cipkon ini menjadi momentum penting untuk memastikan situasi kamtibmas di wilayah tetap aman dan kondusif menjelang peringatan HUT Bhayangkara.

Kehadiran kita di tempat ini membuktikan bahwa kemitraan antara Kepolisian dan 12 FKPM Se-Kelurahan terus terjaga dan semakin kuat demi keamanan Kota Makassar.

Kami bersyukur dan bangga karena acara ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Panakkukang, Ibu Kompol Hj. Ema Ratna AR. Kehadiran beliau adalah bentuk perhatian nyata kepada FKPM.

Turut hadir pula 12 FKPM Se-Kelurahan se-Kota Makassar. Kehadiran para ketua ini menjadi bukti bahwa FKPM siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kamtibmas.

Salah satu yang hadir adalah Ketua FKPM Panaikang, Bapak Nurdin Lewa yang akrab disapa Pacea. Beliau dikenal aktif dan responsif terhadap permasalahan di wilayahnya.

Kepada Ibu Kapolsek dan seluruh Ketua dari 12 FKPM Se-Kelurahan yang hadir, kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas dukungan serta partisipasinya.

Di usia Bhayangkara ke-80 ini, kita diingatkan kembali bahwa Polri telah 80 tahun mengabdi untuk bangsa. Pengabdian itu harus kita dukung bersama melalui kegiatan nyata seperti Apel Cipkon.


Peran 12 FKPM Se-Kelurahan sangat strategis dalam mendukung Apel Cipkon. Kita adalah perpanjangan tangan Polri di tingkat kelurahan untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.

Tantangan saat ini semakin dinamis. Kenakalan remaja, peredaran narkoba, hingga kejahatan jalanan membutuhkan kerja sama cepat antara Polsek dan FKPM pasca apel ini.

Melalui forum silaturahmi setelah Apel Cipkon ini, mari kita buka ruang diskusi. Sampaikan aspirasi warga, kendala di lapangan, dan solusi yang bisa kita kerjakan bersama.

Dengan hadirnya 12 FKPM Se-Kelurahan, kami optimis hasil Apel Cipkon bisa ditindaklanjuti dengan patroli dan siskamling yang lebih masif di tiap kelurahan.

Kepada Ibu Kompol Hj. Ema Ratna AR, kami sampaikan komitmen kami. 12 FKPM Se-Kelurahan siap bersinergi penuh dalam setiap program Polri termasuk kegiatan Cipkon.

Untuk Bapak Nurdin Lewa (Pacea) dan rekan-rekan Ketua FKPM lainnya, mari kita kuatkan barisan. Jadikan hasil apel ini sebagai langkah awal menjaga wilayah tetap aman.

HUT Bhayangkara ke-80 dan Apel Cipkon bukan hanya seremonial. Ini momentum evaluasi dan penguatan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama Polri dan masyarakat.

Ke depan, kami berharap program hasil Apel Cipkon seperti patroli malam dan penyuluhan hukum bisa lebih rutin dilakukan bersama 12 FKPM Se-Kelurahan.

Terima kasih kepada Kapolsek Panakkukang dan seluruh Ketua dari 12 FKPM Se-Kelurahan. Semoga silaturahmi dan Apel Cipkon ini membawa keberkahan serta menjadikan Kota Makassar semakin aman dan damai. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


05 September 2026

Gerak Cepat Kepemimpinan Baru : Pembenahan UPTD SPF SD Negeri Mattoangin 1 Bulan Juli - Agustus


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPTD SPF SD Negeri Mattoangin 1 memasuki babak baru di awal tahun ajaran ini. Kepemimpinan Ibu Sastriana, S.Pd sebagai kepala sekolah yang baru membawa semangat perubahan yang terasa sejak hari pertama beliau bertugas.

Tidak butuh waktu lama bagi Ibu Sastriana untuk melakukan pemetaan kondisi sekolah. Setelah resmi dilantik, beliau langsung turun meninjau setiap sudut, mulai dari ruang kantor, ruang guru, ruang kelas, hingga area luar sekolah.

Hasil peninjauan itu kemudian menjadi dasar langkah pembenahan. Prioritas utama beliau adalah menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Gerak cepat pun dimulai pada bulan Juli. Tim guru dan tenaga kependidikan dikumpulkan untuk menyusun jadwal kerja bakti dan pembagian tugas. Tidak ada kata menunggu, semua langsung bergerak bersama.

Langkah pertama difokuskan pada ruang kantor. Penataan arsip, meja kerja, dan area pelayanan diperbaiki agar lebih tertib. Tujuannya agar administrasi sekolah berjalan lebih cepat dan transparan.


Selanjutnya giliran ruang guru yang dibenahi. Meja guru ditata ulang, papan informasi diperbarui, dan suasana ruang dibuat lebih kondusif. Harapannya para guru dapat bekerja dengan nyaman dan semangat.

Pembenahan tidak berhenti di dalam ruangan. Ibu Sastriana juga memerintahkan pengecetan pagar sekolah yang sebelumnya mulai kusam. Warna baru dipilih agar pagar terlihat lebih cerah dan menyambut.

Gedung sekolah pun tidak luput dari perhatian. Dinding yang sudah pudar dicat ulang, bagian yang rusak diperbaiki, dan lingkungan sekitar gedung dibersihkan secara menyeluruh.

Seluruh rangkaian perbaikan itu dikerjakan dalam rentang waktu Juli sampai Agustus. Meski waktunya singkat, koordinasi yang baik membuat semua target bisa diselesaikan tepat waktu.

Keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan. Guru, staf, dan beberapa orang tua siswa ikut turun tangan. Semangat gotong royong inilah yang membuat pembenahan terasa ringan.

Bagi Ibu Sastriana, perubahan fisik hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah menumbuhkan budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah di kalangan siswa.

Hasilnya kini sudah terlihat. Begitu memasuki gerbang, suasana SD Negeri Mattoangin 1 terasa berbeda. Sekolah tampak lebih bersih, tertata, dan memberi kesan positif bagi siapa pun yang datang.

Para guru mengaku merasakan dampaknya. Dengan ruang kerja yang lebih nyaman, mereka menjadi lebih semangat menyusun perangkat pembelajaran dan melayani siswa.

Para siswa pun ikut senang. Lingkungan belajar yang bersih dan berwarna membuat mereka lebih betah di sekolah dan lebih semangat mengikuti kegiatan belajar.

Gerak cepat Ibu Sastriana, S.Pd di bulan Juli hingga Agustus menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang proaktif mampu membawa perubahan nyata. UPTD SPF SD Negeri Mattoangin 1 kini siap melangkah dengan wajah baru menuju mutu pendidikan yang lebih baik.

-

04 September 2026

UPTD SPF SD Negeri Bontoa Rutin Gelar Ibadah Jumat dan Tadarus Bersama


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa kembali melaksanakan kegiatan rutin keagamaan setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi seluruh warga sekolah untuk mempererat nilai spiritual sejak usia dini.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Ibadah Jumat bersama. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di halaman sekolah dengan tertib untuk mengikuti rangkaian ibadah sesuai ajaran agama Islam.

Setelah Ibadah Jumat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Suasana khusyuk dan tenang mewarnai halaman sekolah saat lantunan ayat suci menggema.

Peserta kegiatan ini mencakup siswa dari kelas 1 sampai kelas VI. Tidak ada pengecualian, karena sekolah ingin memastikan semua anak mendapatkan pembinaan spiritual yang sama sejak awal masuk sekolah.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Melalui pembiasaan ini, diharapkan anak-anak terbiasa mendekatkan diri kepada Allah sejak kecil.

Selain aspek ibadah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter. Sekolah ingin menanamkan perilaku religius, disiplin, jujur, dan saling menghargai dalam diri setiap peserta didik.

Kepala Sekolah, Amriin, S.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan karakter religius harus dimulai dari lingkungan sekolah. “Anak-anak adalah masa depan bangsa. Jika fondasi agamanya kuat, maka akhlaknya juga akan baik,” ujarnya.


Beliau juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial. Guru-guru secara aktif mendampingi, memberi contoh, dan membimbing siswa agar memahami makna dari setiap bacaan dan doa yang dipanjatkan.

Para guru kelas bergiliran memimpin pembacaan Al-Qur’an. Ada yang membacakan surat-surat pendek, ada pula yang membimbing tartil bersama agar bacaan siswa menjadi lebih baik dan fasih.

Antusiasme siswa sangat terlihat. Anak-anak kelas 1 yang awalnya masih belajar mengeja, kini sudah mulai berani mengikuti bacaan bersama kakak kelasnya. Semangat kebersamaan terasa kuat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar kelas. Tidak ada sekat antara kelas 1 dengan kelas 6. Semua duduk bersama, membaca bersama, dan berdoa bersama.

Pihak sekolah berharap pembiasaan ini dapat berdampak jangka panjang. Ketika anak-anak dewasa nanti, nilai-nilai yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Lebih jauh, sekolah menargetkan agar lulusan SD Negeri Bontoa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan cinta tanah air. Inilah wujud nyata pendidikan berkarakter.

Dengan menanamkan nilai religius sejak dini, diharapkan kelak para siswa tumbuh menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Pancasilais. Mereka diharapkan mampu mengamalkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam tindakan sehari-hari.

Kegiatan pada hari Jumat, 4 September 2026 ini berjalan lancar dan penuh khidmat. Cuaca yang cerah juga mendukung seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

SD Negeri Bontoa berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program ini setiap minggu. Dengan dukungan orang tua, guru, dan masyarakat, diharapkan karakter religius anak-anak Bontoa akan semakin kuat dan menjadi teladan.


03 September 2026

Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis Di Kel, Baji Mappakasunggu 03-05 September 2026


MULIAINFO - MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Puskesmas Cendrawasih dan Kelurahan Baji Mappakasunggu menggelar _Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis_ selama 3 hari untuk seluruh warga.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal "03 sampai 05 September 2026". Momentum ini menjadi langkah penting dalam upaya deteksi dini penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Pelayanan akan dipusatkan di wilayah "Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang. Tim kesehatan akan membuka posko dan juga melakukan kunjungan door to door ke rumah-rumah warga.

Tracing TBC dilakukan untuk melacak kontak erat pasien TBC. Tujuannya adalah menemukan kasus sedini mungkin agar pengobatan bisa segera dimulai dan penularan dapat diputus.

Petugas akan memberikan edukasi tentang TBC, melakukan skrining gejala, dan merujuk warga yang berisiko untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Kegiatan tracing ini diintegrasikan dengan program "Cek Kesehatan Gratis atau CKG" dari pemerintah. Dengan begitu warga cukup datang sekali untuk mendapatkan dua layanan penting sekaligus

Dalam CKG, warga akan mendapatkan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, gula darah, dan kolesterol secara gratis.

Tidak hanya itu, akan ada juga skrining TBC, kesehatan jiwa, kesehatan gigi dan mulut, serta konseling tentang gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat.


Layanan ini tidak dipungut biaya sepeserpun dan terbuka untuk semua kelompok usia. Mulai dari balita, remaja, usia produktif, hingga lansia sangat dianjurkan untuk ikut.

Agar proses registrasi berjalan cepat, warga diminta membawa "KTP dan Kartu Keluarga". Data ini digunakan untuk pendataan program kesehatan nasional.

Bagi yang ingin cek gula darah dan kolesterol, harap puasa selama 8-10 jam* sebelum datang. Air putih tetap boleh dikonsumsi agar tubuh tidak dehidrasi.

Disarankan menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar. Datang lebih awal juga membantu agar pelayanan bisa lebih tertib dan tidak terjadi penumpukan antrian.
 
Tim pelaksana terdiri dari petugas Puskesmas Cendrawasih, kader kesehatan kelurahan, dan relawan. Semua petugas menggunakan atribut resmi agar warga tidak ragu.

Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

Mari sukseskan gerakan ini bersama. Dengan ikut serta, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri tetapi juga melindungi keluarga dan tetangga dari risiko penularan TBC.

Untuk informasi jadwal per RT/RW dan titik posko, silakan menghubungi Kantor Kelurahan Baji Mappakasunggu atau kader kesehatan setempat. Sampai bertemu di _Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis_ tanggal 03-05 September 2026*!


Kepala SD Inpres Banta- Bantaeng 1 Ikuti Pengukuhan K3S Rappocini 2026-2029 dan Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran


MULIAINFO - MAKASSAR - Kepala Sekolah UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I, *Marhabang, S.Pd", turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan Pengukuhan Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S Kecamatan Rappocini untuk periode 2026 - 2029.

Kegiatan pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para kepala sekolah se-Kecamatan Rappocini untuk menguatkan sinergi, menyamakan visi, dan menyusun program kerja bersama dalam memajukan mutu pendidikan dasar di wilayah tersebut.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para kepala sekolah yang dikukuhkan menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Pengukuhan pengurus K3S periode 2026 - 2029 ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan, khususnya dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital yang terus berkembang cepat.

Setelah prosesi pengukuhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengembangan kompetensi bagi para kepala sekolah. Fokus utama pada sesi ini adalah penguatan kapasitas kepemimpinan pembelajaran.

Materi yang diangkat dalam pengembangan kompetensi kali ini adalah "Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran. Materi ini sangat relevan mengingat tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik abad 21.

Digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kepala sekolah dituntut tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimbaskan dan mengawal implementasinya di satuan pendidikan masing-masing.


Melalui pengimbasan ini, para kepala sekolah dibekali pemahaman tentang pemanfaatan platform pembelajaran digital, manajemen data sekolah berbasis teknologi, serta strategi pembelajaran yang berpihak pada murid.

Narasumber menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
 
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi dan berbagi praktik baik antar kepala sekolah. Berbagai tantangan di lapangan dan solusi kreatif turut dibahas agar implementasi digitalisasi tidak berhenti di atas kertas.

Aula SMK TELKOM dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan pelatihan berbasis teknologi dan presentasi digital.

Kehadiran Marhabang, S.Pd dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen UPTD SPF SD INPRES BANTA-BANTAENG I untuk terus bergerak maju dan tidak tertinggal dalam transformasi pendidikan.

Dengan mengikuti pengukuhan dan pengimbasan ini, diharapkan kepemimpinan di SD INPRES BANTA-BANTAENG I semakin kuat dalam mendorong guru dan peserta didik memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.

Semoga pengurus K3S Kecamatan Rappocini periode 2026 - 2029 yang baru dikukuhkan dapat membawa semangat kolaborasi baru, dan hasil dari pengimbasan digitalisasi pembelajaran ini dapat segera diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan di Kota Makassar.