02 Oktober 2026

Tanamkan Karakter Religius Sejak Dini, UPTD SPF SD Negeri Bontoa Rutin Gelar Pembinaan Mental keagamaan Setiap Jumat


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Komitmen dalam membentuk generasi berkarakter religius terus ditunjukkan oleh UPTD SPF SD Negeri Bontoa. Sekolah ini secara rutin melaksanakan program Pengembangan Karakter Mental Keagamaan setiap hari Jumat setiap pekan.

Kegiatan pembinaan tersebut diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an bersama di halaman dan ruang kelas.

Program religius mingguan ini diikuti oleh semua murid mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 tanpa terkecuali. Semua siswa tampak antusias dan khusyuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing langsung oleh Guru Pendidikan Agama UPTD SPF SD Negeri Bontoa dengan pendampingan wali kelas masing-masing.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Amrin, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda wajib sekolah yang telah terjadwal dalam program pembinaan karakter siswa.


Tujuan utama kami adalah membentuk anak yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat mental dan memiliki akhlak yang baik. Pembiasaan Shalat Dhuha dan tadarus ini adalah fondasinya," ungkap Amrin, S.Pd saat ditemui di sekolah.

Menurut Amrin, pembiasaan ibadah sejak dini di lingkungan sekolah sangat efektif untuk menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kecintaan anak terhadap Al-Qur'an.

Dalam kegiatan tadarus tersebut, siswa dibimbing mulai dari cara membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, hafalan surat-surat pendek, hingga pemahaman makna kandungan ayat secara sederhana sesuai usia mereka.

Tidak hanya itu, setelah tadarus, guru agama juga memberikan ceramah singkat tentang akhlak mulia, pentingnya menghormati orang tua dan guru, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana religius begitu terasa setiap Jumat pagi di SD Negeri Bontoa. Para siswa yang masih kelas kecil terlihat dibimbing kakak-kak kelasnya, menciptakan suasana kebersamaan dan kepedulian antar siswa.


Pihak sekolah menilai, kegiatan seperti ini mampu menjadi benteng moral bagi siswa di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh gadget yang semakin kuat.

Para orang tua siswa pun memberikan apresiasi tinggi terhadap program pembinaan mental keagamaan ini. Mereka merasa terbantu karena anak-anak menjadi lebih rajin beribadah baik di sekolah maupun di rumah.

Anak saya sekarang sudah terbiasa shalat dhuha di rumah, karena sudah terbiasa di sekolah setiap Jumat. Kami sebagai orang tua sangat mendukung," ujar salah seorang wali murid.

Ke depan, UPTD SPF SD Negeri Bontoa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan ini, termasuk dengan menghadirkan program hafalan juz 30 bagi siswa yang berprestasi.

Dengan konsistensi kegiatan positif ini, diharapkan UPTD SPF SD Negeri Bontoa mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, dan membanggakan orang tua, bangsa dan agama.


Selama Menjabat Kepsek, WC Siswa SD Sudirman 1 Makassar Dibiarkan Terlantar Padahal Dipakai Sehari- hari, Dana BOS Dipertanyakan


 MULIAIFO. COM - MAKASSAR - Pemantauan langsung sebagai fungsi sosial kontrol kami lakukan di SD Negeri Sudirman 1 Makassar, Jalan Jenderal Sudirman, pada hari Jumat, 3 Oktober 2026.

Pemantauan ini kami lakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan dasar di Kota Makassar, khususnya terkait kelayakan fasilitas sekolah negeri yang seharusnya menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di tengah kota.

Saat memasuki area lingkungan sekolah, kami langsung melakukan penelusuran terhadap beberapa fasilitas dasar yang bersentuhan langsung dengan siswa, mulai dari ruang kelas, halaman, hingga fasilitas sanitasi yang menjadi kebutuhan vital setiap hari.

Hasil penelusuran kami di lapangan justru sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan sebagai sekolah favorit yang berada di jantung Kota Makassar, dimana kami menemukan satu unit WC siswa dalam kondisi terlantar dan tidak layak untuk dilihat sebagai fasilitas pendidikan.

Satu unit WC siswa tersebut ditemukan dalam kondisi tidak dapat digunakan sama sekali, pintu dalam keadaan tertutup rapat dan sengaja diikat dengan menggunakan kawat besi, sehingga siswa tidak bisa lagi memasukinya dan terpaksa mencari WC alternatif lainnya.

Pintu WC tersebut dalam keadaan tertutup rapat dan diikat dengan kawat.

Di pintu WC tersebut tertulis dengan jelas tulisan "WC BUNTU".


Karena pintu diikat kawat, kami tidak dapat melihat kondisi di dalam WC dan hanya berpatokan pada tulisan yang ada di pintu tersebut.

Ironisnya, selama masa kepemimpinan kepala sekolah saat ini, kondisi WC yang buntu tersebut dibiarkan begitu saja tanpa penanganan.

Padahal WC tersebut merupakan fasilitas vital yang digunakan sehari-hari oleh ratusan siswa.

Dengan satu unit WC yang buntu dan diikat kawat, maka beban penggunaan tertumpu pada WC lainnya.

Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan anak didik dalam menjalani proses belajar mengajar.

Saat kami berada di lokasi pada hari Jumat, tidak terlihat adanya tanda-tanda proses perbaikan di sekitar WC yang buntu itu.

Padahal setiap sekolah negeri difasilitasi anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Dana BOS dari pemerintah pusat.

Dalam petunjuk teknis BOS, salah satu peruntukan utamanya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah termasuk sanitasi dan WC.

Jika WC yang dipakai sehari-hari oleh siswa saja dibiarkan terlantar dengan hanya diikat kawat, maka pertanyaan besarnya dikemanakan Dana BOS tersebut?

Publik berhak tahu transparansi penggunaan Dana BOS, karena dana itu diperuntukkan untuk menunjang kenyamanan belajar siswa, bukan untuk dibiarkan fasilitasnya rusak.

Dinas Pendidikan Kota Makassar didesak untuk tidak tutup mata dan segera turun melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Dana BOS dan kelayakan fasilitas di SD Negeri Sudirman 1 Makassar.


01 Oktober 2026

Sorot Tajam: Skema Berjenjang Komunitas KAPAL SELAM Disorot, Mekanisme Keanggotaan Dinilai Tertutup dan Eksklusif


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Komunitas KAPAL SELAM yang disebut-sebut sebagai wadah berkumpulnya sejumlah kepala sekolah di Kota Makassar kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pendidik.

Perbincangan tersebut muncul setelah terungkap adanya mekanisme atau skema berjenjang yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota komunitas tersebut.

Berdasarkan penelusuran dan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, prosedur untuk menjadi anggota Komunitas KAPAL SELAM tidak bisa dilakukan secara terbuka seperti komunitas profesi pada umumnya.

Calon anggota baru dikabarkan wajib melalui pintu pertama, yakni mendapatkan persetujuan dari seorang figur penting berinisial "HR" yang memiliki pengaruh kuat di dalam komunitas.

Tanpa adanya restu atau persetujuan dari figur berinisial HR tersebut, maka seorang calon anggota tidak akan bisa melanjutkan proses ke tahap berikutnya, meskipun ia seorang kepala sekolah aktif.

Setelah berhasil mendapatkan persetujuan dari HR, tahapan selanjutnya adalah calon anggota diwajibkan untuk melapor kepada sosok berinisial "SH".

Sosok berinisial SH ini disebut-sebut berperan sebagai pencatat atau admin yang mendata siapa saja yang sudah dianggap layak dan resmi menjadi bagian dari Komunitas KAPAL SELAM.

Namun prosesnya tidak berhenti pada pencatatan administratif saja, ada tahapan final yang dianggap paling sakral dalam komunitas tersebut.

Pada tahapan akhir, setiap anggota baru akan dibawa dan diperkenalkan secara khusus kepada sesepuh komunitas yang akrab disapa *Opung* dengan inisial *AT*.

Sosok Opung AT ini dikabarkan menjadi figur sentral yang menjadi penentu akhir dan rujukan utama dalam setiap kebijakan maupun keputusan strategis komunitas.

Skema berjenjang yang dimulai dari HR, kemudian ke SH, dan berakhir di Opung AT inilah yang kemudian memunculkan tanda tanya besar di kalangan pemerhati pendidikan.

Pertanyaannya adalah, mengapa sebuah komunitas yang mengatasnamakan profesi kepala sekolah harus dibangun dengan sistem yang terkesan tertutup, eksklusif, dan tidak transparan.

Pengamat pendidikan di Makassar menilai, komunitas profesi seharusnya menjadi wadah yang inklusif, demokratis, dan terbuka untuk semua anggotanya tanpa harus melalui lobi-lobi personal.

"Jika sebuah komunitas ingin maju dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, maka sistemnya harus terbuka, memiliki AD/ART yang jelas, dan tidak mengkultuskan figur tertentu," tegas seorang pemerhati pendidikan.

Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul bahwa dengan sistem yang tertutup seperti ini, komunitas tersebut berpotensi menjadi alat untuk kepentingan kelompok tertentu, bukan untuk peningkatan mutu pendidikan secara umum.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi MULIAINFO.COM masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dengan inisial HR, SH, dan AT (Opung) untuk mendapatkan klarifikasi yang berimbang.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan atau disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Publik pendidikan di Kota Makassar kini menanti kejelasan dan transparansi dari Komunitas KAPAL SELAM agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat positif, bukan justru menimbulkan sekat-sekat baru di antara para kepala sekolah.


Murid SD Negeri Bontoa Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer KKG PJOK Tamalanrea di lapangan Tala BTP


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa menunjukkan semangat sportivitas dengan mengikutsertakan siswanya dalam ajang Turnamen Mini Soccer atau Sepak Bola Mini tingkat Kecamatan Tamalanrea.

Sebanyak 12 orang murid terbaik akan menjadi perwakilan sekolah dalam turnamen yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Tidak hanya murid, sekolah juga menurunkan 2 orang guru pendamping yang akan mendampingi para siswa selama pertandingan berlangsung.

Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Amrin, S.Pd, juga akan turut hadir langsung mendampingi dan memberikan semangat kepada para muridnya di lapangan.

Turnamen Mini Soccer ini akan dilaksanakan pada hari Kamis sampai Sabtu, tanggal 1 sampai 3 Oktober 2026 mendatang.

Lokasi pertandingannya akan dipusatkan di Lapangan Tala Limampuloa BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Kegiatan bergengsi antar sekolah dasar ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Tamalanrea, Amrin, S.Pd, menjelaskan bahwa turnamen ini bertujuan untuk menjaring bibit-bibit atlet sepak bola usia dini.

"Turnamen ini selain sebagai ajang silaturahmi antar SD di Tamalanrea, juga untuk mencari bibit atlet berprestasi sejak usia dini," ujar Amrin, S.Pd.

Menurutnya, animo peserta sangat tinggi dimana hampir seluruh SD Negeri dan Swasta di Kecamatan Tamalanrea ikut berpartisipasi dalam turnamen mini soccer ini.


Persiapan pun telah dilakukan oleh UPTD SPF SD Negeri Bontoa dengan menggelar latihan rutin bersama guru PJOK selama sepekan terakhir.

Ke-12 murid yang terpilih tersebut merupakan hasil seleksi dari ekstrakurikuler sepak bola yang ada di sekolah.

Dengan keikutsertaan ini, UPTD SPF SD Negeri Bontoa berharap dapat memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi murid-muridnya.

Selain mengejar prestasi juara, yang paling utama adalah menanamkan nilai sportivitas, kekompakan, dan kerja sama tim kepada para siswa.

Amrin, S.Pd juga berpesan kepada 12 muridnya agar tetap menjaga kesehatan, semangat, dan menjunjung tinggi fair play selama turnamen berlangsung.

Pihak sekolah juga memohon doa dan dukungan dari seluruh orang tua murid agar SD Negeri Bontoa dapat meraih hasil terbaik di turnamen mini soccer di Lapangan Tala Limampuloa BTP tersebut.

30 September 2026

Rabu 30 September 2026 Diperingati Sebagai Hari G30S/PKI, Kenang Jasa 7 Pahlawan Revolusi


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Hari ini, Rabu 30 September 2026, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI sebagai hari bersejarah yang tak boleh dilupakan.


Tanggal 30 September bukan merupakan hari libur nasional, namun menjadi momen penting untuk mengenang kembali peristiwa kelam yang pernah hampir meruntuhkan bangsa Indonesia.


Peristiwa tersebut terjadi pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965. Gerakan 30 September yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah.


Target utama gerakan tersebut adalah para perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dianggap menjadi penghalang untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.


Dalam peristiwa berdarah itu, tujuh perwira terbaik TNI AD gugur dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen MT. Haryono, dan Mayjen S. Parman.


Selanjutnya, Brigjen DI. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, serta Lettu Pierre Tendean yang dengan gagah berani mempertahankan kehormatan sebagai prajurit hingga titik darah penghabisan.


Mereka diculik, disiksa, dan dibunuh secara keji. Jasad ketujuh pahlawan tersebut kemudian dibuang ke dalam sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang kini menjadi Monumen Pancasila Sakti.


Berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dan kesigapan TNI bersama rakyat yang setia kepada Pancasila, upaya makar tersebut berhasil digagalkan dalam waktu singkat.


Peringatan G30S/PKI bukan untuk menebar kebencian, melainkan untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila.


Sejarah harus diajarkan dengan jujur kepada generasi penerus bangsa. Sekolah menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.


Jangan sampai generasi milenial, Gen Z, dan Alpha melupakan sejarah kelam bangsanya sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.


Semangat perjuangan para Pahlawan Revolusi harus menjadi teladan. Mereka mengajarkan arti kesetiaan, keberanian, dan rela berkorban demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Pemerintah diimbau untuk terus menggalakkan kegiatan mengenang jasa pahlawan, seperti upacara, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, dan pemutaran film dokumenter sejarah G30S/PKI.


Masyarakat juga diharapkan dapat memaknai peringatan ini dengan mempertebal keimanan, menjaga toleransi, dan menolak segala bentuk paham radikal yang ingin memecah belah bangsa.


Besok, 1 Oktober 2026, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebuah bukti bahwa Pancasila adalah ideologi yang sakti dan tidak dapat digantikan oleh ideologi manapun.


Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengirimkan doa kepada para Pahlawan Revolusi yang telah gugur. Semoga arwah mereka diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat terbaik.


Redaksi Muliainfo.com mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga Pancasila, merawat NKRI, dan memegang teguh semboyan Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Merdeka!



Gandeng Siswa, Kepsek SMPN 24 Makassar Rahmia S.Ag.M.Pd Perkenalkan kumis Kucing, Ubi Jalar dan Aneka Tanaman Adiwiyata


MULIAINFO.COM, MAKASSAR -  SMP Negeri 24 Makassar di bawah kepemimpinan Rahmia, S.Ag.M.Pd terus berinovasi dalam menyukseskan program Sekolah Adiwiyata dengan melibatkan langsung siswa-siswi.

Kali ini, Rahmia, S.Ag.M.Pd bersama para siswa-siswi memperkenalkan satu-persatu koleksi tanaman yang ada di program Lobang Pari sebagai media pembelajaran lingkungan hidup.

"Akan memperkenalkan satu-satu lobang pari kami yang mana sebagai contoh urutannya kali ini kami sengaja buat untuk teman-teman contoh dan dapat dijadikan sebagai sahabat pembelajaran," ujar Rahmia, S.Ag.M.Pd didampingi siswa-siswi.

Adapun tanaman pertama yang diperkenalkan kepada siswa-siswi adalah tanaman jahe yang ditanam di sepanjang jalan masuk menuju kebun Adiwiyata sekolah.

Selanjutnya, Rahmia, S.Ag.M.Pd memperkenalkan tanaman serai yang tumbuh subur dan dikenal sebagai tanaman obat keluarga yang sangat bermanfaat.


Tidak kalah penting, di lobang pari berikutnya terdapat tanaman kumis kucing yang merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat tinggi untuk kesehatan.

"Kemudian ada kumis kucing, ini tanaman obat yang sangat bagus, kita tanam agar anak-anak kita mengenal tanaman herbal sejak dini," jelas Rahmia, S.Ag.M.Pd.

Untuk mendukung ketahanan pangan, SMP Negeri 24 Makassar juga membudidayakan tanaman singkong atau yang dikenal dengan sebutan ubi kayu dan juga ubi sekong.

Selain itu, terdapat juga tanaman ubi jalar yang ditanam di beberapa titik lobang pari dan saat ini pertumbuhannya menunjukkan hasil yang sangat baik.

Di area yang berbeda, siswa-siswi juga diajak untuk melihat tanaman rambutan dan aneka cabai yang sangat banyak variasinya yang telah ditanam di lingkungan sekolah.

Rahmia, S.Ag.M.Pd juga menunjukkan kepada siswa-siswi beberapa tanaman yang sudah menjadi bukti keberhasilan, seperti terong pari dan pepaya yang sudah mulai berbuah.


"Selanjutnya mungkin saya akan perkenalkan satu-satu sekaligus yang sudah menjadi bukti, terong pari, serai seperti ini sudah berbuahan, pepaya juga paling tidak ketika ada cabai," ungkapnya di hadapan siswa-siswi.

Menurut Rahmia, S.Ag.M.Pd, keterlibatan langsung siswa-siswi dalam perkenalan tanaman Adiwiyata ini bertujuan agar mereka lebih mencintai dan peduli terhadap lingkungan.

Meski koleksi tanamannya sudah sangat banyak, Rahmia, S.Ag.M.Pd mengatakan masih banyak bibit tanaman lain yang baru dalam tahap pembibitan sehingga belum kelihatan.

"Masih banyak tanaman-tanaman yang masih di bibit yang belum kelihatan tumbuh, banyak variasi yang kami tanam namun belum nampak masih ada yang belum kelihatan karena baru dalam tahap pembibitan," jelasnya.

Dengan adanya kebun Adiwiyata yang lengkap mulai dari kumis kucing, ubi jalar, ubi sekong atau ubi kayu, jahe, serai hingga rambutan, SMP Negeri 24 Makassar berharap menjadi sekolah percontohan Adiwiyata yang menginspirasi sekolah lain di Makassar.


Hak Jawab & Pernyataan Redaksi MULIAINFO. Com Hargai Klarifikasi SD Negeri Sudirman 1 Makassar dan Putuskan Akhiri Kerja Sama


MULIAINFO.COM, MAKASSAR -Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan profesionalisme pers sesuai amanah UU Pers No. 40 Tahun 1999, Redaksi Muliainfo.com memuat hak jawab resmi dari pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar terkait pemberitaan sebelumnya.

Hak jawab ini diterima redaksi secara tertulis pada Selasa, 29 September 2026 malam, setelah pemberitaan mengenai proses konfirmasi jurnalistik selama dua hari di sekolah tersebut tayang di platform kami.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Redaksi Muliainfo.com yang telah membuka ruang hak jawab secara profesional dan memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk meluruskan informasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Dalam klarifikasinya, pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar menjelaskan bahwa adanya perbedaan informasi yang disampaikan oleh staf di lapangan murni disebabkan oleh dinamika perubahan agenda rapat yang sangat padat dalam 1-2 hari terakhir.

Dijelaskan bahwa pada hari-hari tersebut, pihak sekolah sedang menghadapi beberapa agenda penting secara bersamaan, termasuk adanya sosialisasi dan langkah mitigasi dari pihak kelurahan terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penataan parkir di kawasan sekolah.

Selain itu, pada saat yang bersamaan pihak sekolah juga sedang melakukan penyelesaian administrasi sekolah yang mendesak, yakni terkait pengelolaan kinerja guru yang harus diselesaikan dengan cepat karena memiliki batas waktu atau deadline pada hari tersebut.

Pada hari kedua, Selasa, 29 September 2026, kondisi sekolah juga mengalami pemadaman lampu, sehingga Kepala Sekolah memutuskan untuk beristirahat sejenak di mushola yang berada di samping kantor sambil menunggu kondisi kembali normal.

Pihak sekolah menegaskan bahwa begitu mendengar adanya tamu dari awak media yang mencari, Kepala Sekolah langsung memerintahkan penjaga sekolah untuk memanggil kembali awak media tersebut untuk bertemu secara langsung.

Dalam pernyataan resminya, pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar menegaskan bahwa tidak ada sedikitpun maksud atau niat untuk menghindar dari awak media ataupun memberikan keterangan yang tidak benar kepada rekan-rekan jurnalis.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa selama ini pihak sekolah sangat menghormati peran dan fungsi rekan-rekan media sebagai mitra strategis dalam dunia pendidikan dan selalu terbuka untuk bersilaturahmi serta memberikan informasi secara transparan kepada publik.

Redaksi Muliainfo.com menerima dengan terbuka hak jawab dan permohonan maaf tersebut serta mengapresiasi langkah cepat dan kedewasaan pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar dalam menyikapi pemberitaan.

Sebagai tindak lanjut dari dinamika komunikasi selama dua hari tersebut, Redaksi Muliainfo.com secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja sama publikasi dan kemitraan media dengan UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar terhitung mulai hari ini.

Keputusan ini diambil oleh redaksi sebagai bentuk evaluasi internal untuk menjaga independensi dan profesionalisme kerja jurnalistik, agar ke depan tidak terjadi lagi miskomunikasi terkait pelayanan penerimaan tamu dan tata kelola komunikasi publik.

Redaksi menegaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama ini tidak ada kaitannya dengan unsur dendam atau kebencian, murni sebagai langkah profesional agar fungsi kontrol sosial pers dapat berjalan secara lebih objektif.

Kendati kerja sama publikasi diakhiri, Redaksi Muliainfo.com tetap akan menjalankan fungsi jurnalistiknya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, termasuk tetap memberitakan prestasi positif siswa maupun kegiatan pendidikan di sekolah tersebut jika dianggap memiliki nilai berita.

Dengan diterbitkannya hak jawab dan pernyataan redaksi ini, maka persoalan miskomunikasi pada tanggal 29-30 September 2026 tersebut dinyatakan selesai dan tuntas dengan semangat kekeluargaan.

Redaksi Muliainfo.com berharap sinergi yang baik antara insan pers dan lembaga pendidikan di Kota Makassar dapat terus terjalin dengan semua pihak demi kemajuan pendidikan.