15 Oktober 2026

Dana Bapem ATK Kelas 1- 2 SD Masih Dalam Proses Penantian, Oknum K3S 3 Kecamatan Diduga Sudah Patok Rekanan


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Jelang penantian pencairan dana BAPEM atau Bantuan Pemerintah untuk pengadaan ATK bagi siswa kelas 1 dan kelas 2 di setiap Sekolah Dasar se-Kota Makassar, dugaan praktik monopoli rekanan mulai terendus di lapangan.

Saat ini, dana bantuan ATK untuk kelas 1 dan 2 tersebut masih dalam proses penantian dan belum dicairkan ke rekening sekolah, namun di lapangan sudah muncul manuver yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan K3S.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sekolah menyebutkan bahwa ada peran oknum K3S di tiga kecamatan besar yang diduga sudah mendominasi dan mengatur penentuan rekanan penyedia ATK tersebut.

Tiga kecamatan yang menjadi sorotan dalam dugaan pematokan rekanan tersebut adalah Kecamatan Makassar, Kecamatan Tamalate, dan Kecamatan Biringkanaya yang merupakan kecamatan dengan jumlah Sekolah Dasar terbanyak.

Dugaan modusnya, oknum K3S di ketiga kecamatan tersebut sudah mematok nama penyedia atau rekanan tertentu untuk setiap sekolah, sehingga pihak sekolah tidak diberikan kebebasan untuk memilih penyedia sesuai aturan pengadaan yang berlaku.

"Dana belum cair, tapi nama rekanannya sudah ditentukan. Kami di sekolah tinggal disuruh pakai penyedia itu saja," ungkap salah seorang sumber dari lingkungan sekolah yang meminta identitasnya tidak disebutkan karena alasan keamanan.

Praktik pematokan rekanan oleh oknum K3S ini jelas melanggar prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah yang harus transparan, akuntabel, kompetitif, dan tidak boleh ada monopoli maupun persekongkolan.

Padahal sesuai juknis BAPEM, pengadaan ATK untuk kelas 1 dan 2 seharusnya dilakukan oleh masing-masing sekolah secara mandiri melalui penyedia yang dipilih secara bebas dengan mempertimbangkan harga terbaik dan kualitas yang terjamin.

Jika rekanan sudah dipatok oleh oknum K3S, maka dikhawatirkan akan terjadi mark-up harga, kualitas ATK yang tidak sesuai spesifikasi, serta adanya dugaan fee atau setoran balik dari rekanan kepada oknum yang mematok tersebut.

Nilai BAPEM ATK untuk kelas 1 dan 2 ini tidaklah kecil, karena setiap SD akan mendapatkan bantuan untuk ratusan siswa kelas 1 dan 2, sehingga jika dikalikan jumlah sekolah di Kecamatan Makassar, Tamalate, dan Biringkanaya, total anggarannya mencapai miliaran rupiah.

Jika benar ada pematokan rekanan oleh oknum K3S, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi berupa persekongkolan pengadaan barang dan jasa serta penyalahgunaan wewenang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tipikor.

Sejumlah pihak sekolah di Kecamatan Makassar, Tamalate, dan Biringkanaya kini dalam posisi dilema, dana BAPEM belum cair tetapi sudah mendapat tekanan untuk menggunakan rekanan yang sudah ditentukan oleh oknum K3S tersebut.

Mereka berharap agar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Inspektorat, dan Kejari Makassar segera turun tangan untuk mengawasi proses pengadaan ATK BAPEM kelas 1 dan 2 ini sebelum dana tersebut dicairkan dan berpotensi diselewengkan.

Publik khususnya orang tua siswa kelas 1 dan 2 SD juga menunggu agar bantuan ATK yang seharusnya diterima anak-anak mereka secara utuh tidak disunat oleh ulah oknum K3S yang mematok rekanan tersebut.






Kepsek Hari Ini Ke Kejari Serahkan Bukti Rekaman Pengakuan Kepsek Menjesal Bayar Untuk Jadi Kepsek


MULIAINFO.COM - MAKASSAR - Hari ini, seorang Kepala Sekolah mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar untuk menyerahkan bukti rekaman terkait dugaan jual beli jabatan Kepala Sekolah di Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Bukti rekaman yang diserahkan tersebut berisi pengakuan dari seorang Kepala Sekolah yang dengan jujur mengaku menyesal telah membayar sejumlah uang agar bisa dilantik menjadi Kepala Sekolah.

Penyerahan bukti rekaman tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Makassar pada hari ini.

Dalam rekaman tersebut, Kepala Sekolah itu mengakui bahwa dirinya harus mengeluarkan uang agar namanya bisa masuk dalam daftar Kepala Sekolah yang dilantik oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar.

"Saya menyesal membayar untuk jadi Kepsek," demikian penggalan pengakuan Kepala Sekolah tersebut dalam rekaman yang telah diserahkan ke Kejari Makassar hari ini.

Pengakuan menyesal tersebut disampaikan dengan suara yang jelas dan tanpa paksaan dari pihak manapun, sebagai bentuk penyesalan atas apa yang telah ia lakukan.

Kepala Sekolah tersebut mengaku terpaksa membayar karena adanya informasi dan tekanan dari oknum yang mengatasnamakan pejabat di Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Bukti rekaman yang diserahkan hari ini merupakan rekaman asli tanpa edit dan tanpa rekayasa, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sebagai bukti elektronik yang sah.

Dengan menyerahkan bukti rekaman tersebut ke Kejari Makassar hari ini, Kepala Sekolah tersebut berharap agar praktik jual beli jabatan di Dinas Pendidikan Kota Makassar bisa segera dihentikan.

Ia juga berharap agar tidak ada lagi guru-guru lain yang menjadi korban pemerasan dan harus membayar untuk bisa menjadi Kepala Sekolah di Kota Makassar.

Perbuatan meminta uang untuk pelantikan Kepala Sekolah merupakan tindak pidana korupsi yang melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Kejari Makassar sendiri telah menerima bukti rekaman tersebut hari ini dan berjanji akan segera menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan mendalam terkait pengakuan Kepala Sekolah tersebut.

Penyerahan bukti rekaman pengakuan menyesal membayar untuk jadi Kepsek hari ini menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar mafia jabatan di Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Publik kini menunggu keberanian Kejari Makassar untuk segera memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang diduga menerima uang dari Kepala Sekolah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait penyerahan bukti rekaman pengakuan Kepsek yang menyesal membayar untuk jadi Kepsek yang diserahkan ke Kejari Makassar hari ini.




Skandal Rekening Penampungan? Juran BPJS 1% Guru Sertifikasi Se- Makassar Mengalir ke Rekening Penampungan, Bukan Langsung Ke BPJS


Muliainfo.com, Makassar - Dugaan praktik pungutan iuran BPJS Kesehatan 1% bagi guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tamsil di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar kini menjadi sorotan tajam dan meresahkan ribuan guru.

Berdasarkan bukti slip setoran resmi Bank Sulselbar yang diperoleh redaksi, dana iuran tersebut diduga tidak disetorkan langsung ke rekening resmi BPJS Kesehatan, melainkan masuk ke rekening atas nama *PENAMPUNGAN POTONGAN GAJI CABANG.*

Dalam slip tersebut, sumber dana tertulis jelas "BPJS 1% DINAS PENDIDIKAN KOTA MAKASSAR" dan "Laporan Pembayaran BPJS 1% Penerima TPG" dengan pola dan rekening tujuan yang sama persis, yakni rekening penampungan Cabang Utama Makassar.

Pola yang sama ini mengindikasikan bahwa instruksi penagihan ini diduga bersifat massif dan terstruktur ke seluruh SD se-Kota Makassar, dengan perintah setor kolektif per sekolah melalui Bank Sulselbar dan bukti setor diserahkan kepada oknum di Sub Bagian Keuangan.

Pertanyaan paling mendasar yang dilontarkan para guru adalah: UANG INI UNTUK APA DAN BAGAIMANA PERTANGGUNGJAWABANNYA? Jika ini memang iuran resmi BPJS Kesehatan, mengapa tidak menggunakan mekanisme pemotongan langsung oleh negara atau virtual account resmi BPJS?

Dalam sistem resmi, setiap pembayaran iuran BPJS Kesehatan wajib menggunakan kode billing, nomor virtual account, atau e-billing yang terhubung langsung ke sistem BPJS Pusat. Di dalam slip yang diperoleh media ini, tidak ada satu pun kode resmi tersebut yang tercantum.

Yang ada hanyalah tulisan manual "BPJS 1% DINAS PENDIDIKAN" di kolom sumber dana dan berita. Ini adalah praktik setoran biasa, bukan setoran iuran negara yang akuntabel dan bisa dilacak secara digital oleh peserta BPJS itu sendiri.

Kejanggalan kedua adalah penggunaan istilah "Rekening Penampungan Potongan Gaji Cabang". Ini adalah rekening internal milik bank yang digunakan untuk menampung potongan, bukan rekening kas negara dan bukan rekening resmi BPJS Kesehatan.

Lalu bagaimana mekanisme uang dari rekening penampungan tersebut bisa berpindah ke kas BPJS Kesehatan? Siapa pejabat yang berwenang melakukan pemindahbukuan? Apakah ada berita acara dan bukti transfer kolektifnya? Sampai hari ini tidak pernah dipublikasikan secara terbuka kepada guru dan kepala sekolah.

Para guru dan kepala sekolah mengaku bingung dan resah. Mereka sudah dipotong pajak penghasilan yang besar, kini harus lagi dibebani potongan 1% yang dinilai tidak jelas payung hukumnya dan ditagih secara manual tanpa slip resmi.

"Kami tidak menolak bayar BPJS jika memang wajib, tapi tolong caranya yang resmi dan transparan. Tunjukkan slip gaji pemotongannya. Jangan disuruh setor manual ke rekening penampungan yang tidak jelas. Kami jadi bingung," ujar salah seorang guru yang meminta namanya tidak disebutkan.

Ironisnya, instruksi penagihan ini diduga hanya disebar melalui pesan WhatsApp grup tanpa disertai surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan maupun surat resmi dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Makassar yang menjelaskan dasar hukumnya.

Oleh karena itu, redaksi mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan transparan kepada publik, dengan memperlihatkan *slip gaji pemotongan pembayaran BPJS tersebut* agar guru dan kepala sekolah tidak bingung.

Transparansi dengan menunjukkan bukti potong gaji yang resmi dari sistem, bukti billing BPJS, dan bukti aliran dana dari rekening penampungan ke BPJS Kesehatan adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan ribuan guru. Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar.


13 Oktober 2026

Eksplorasi Dan Pemanfaatan PID Dalam Pembelajaran, UPTD SPF SD Inpres Pampang II Kota Makassar Gelar Inovasi Pembelajaran Untuk Masa Depan Peserta Didik


Muliainfo.com, Makassar - UPTD SPF SD Inpres Pampang II Kota Makassar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada hari ini, sekolah tersebut melaksanakan kegiatan "Eksplorasi dan Pemanfaatan Perencanaan Inovatif dan Berdampak (PID) dalam Pembelajaran, sebagai upaya mewujudkan pembelajaran yang inovatif untuk masa depan peserta didik.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA sampai selesai ini berlangsung di aula SD Inpres Pampang II dan diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias.

Hadir sebagai pemateri utama, "Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd, seorang pakar pendidikan yang membawakan materi tentang PID Pembelajaran Inovatif dan Berdampak. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era Kurikulum Merdeka saat ini.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Pampang II, "Sry Syahrini B., S.Pd.,M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membekali guru dengan pemahaman yang utuh tentang bagaimana merancang pembelajaran yang tidak hanya inovatif tetapi juga berdampak nyata bagi murid.

"Kita ingin pembelajaran di SD Inpres Pampang II bukan hanya sekadar mengajar, tapi benar-benar memberikan dampak. PID ini menjadi kunci agar pembelajaran kita terarah, bermakna, dan berpihak pada anak," ujar Sry Syahrini B.

Menurutnya, eksplorasi PID membantu guru untuk lebih kreatif dalam merancang tujuan pembelajaran, memilih strategi yang tepat, hingga melakukan asesmen yang berpusat pada peserta didik.

Dalam pemaparannya, Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd menjelaskan secara rinci tentang konsep PID, mulai dari tahap eksplorasi, identifikasi kebutuhan belajar murid, hingga pemanfaatan data untuk perbaikan pembelajaran.

Ia menekankan bahwa pembelajaran inovatif harus dimulai dari perencanaan yang matang. Guru dituntut untuk memahami karakteristik murid, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

"Pembelajaran berdampak itu adalah pembelajaran yang membuat anak berubah, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun karakternya. Itu semua lahir dari PID yang kuat," jelas Dr. Sunardi di hadapan para guru.

Para guru SD Inpres Pampang II tampak aktif berdiskusi dan bertanya. Mereka diajak untuk langsung praktik menyusun PID sederhana sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif. Banyak guru yang mengungkapkan tantangan di kelas dan mendapatkan solusi langsung dari narasumber tentang bagaimana menerapkan pembelajaran inovatif dengan sumber daya yang ada.

Sry Syahrini B. berharap setelah kegiatan ini, seluruh guru dapat segera mengimplementasikan hasil eksplorasi PID di kelas masing-masing dan menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SD Inpres Pampang II dalam mendukung program Merdeka Belajar dan menciptakan generasi peserta didik yang siap menghadapi masa depan dengan kompetensi yang mumpuni.

Acara ditutup dengan foto bersama antara Kepala Sekolah, narasumber Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd, dan seluruh dewan guru SD Inpres Pampang II Kota Makassar.


10 Oktober 2026

UPTD SPF SD Negeri Bontoa Kec, Tamalanrea Gelar Rakor Bersama GTK, Kepsek Amrin, S.Pd Tekankan Peningkatan Mutu Pembelajaran


MULIAINFO. COM-- Makassar, Sabtu 10 Oktober 2026 - UPTD SDN Bontoa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Rapat koordinasi tersebut membahas tentang hasil Supervisi Manajerial Administrasi (ADM) Guru, termasuk tenaga Operator Sekolah (OPS) dan tenaga administrasi sekolah, yang dikaitkan dengan hasil Rapor Pendidikan Sekolah tahun 2025.

Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPTD SDN Bontoa, *Bapak AMRIN, S.Pd.* dan diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga OPS, serta tenaga administrasi sekolah.

Dalam arahannya, Kepsek AMRIN, S.Pd menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini sangat penting untuk mengevaluasi kinerja sekolah selama satu tahun terakhir. "Kita harus melihat hasil Supervisi dan Rapor Pendidikan secara objektif untuk perbaikan ke depan," ujarnya.

Beliau memaparkan hasil Supervisi Manajerial ADM yang telah dilakukan. Beberapa aspek seperti kelengkapan perangkat ajar guru, pengelolaan administrasi kelas, hingga ketertiban administrasi sekolah menjadi poin utama evaluasi.

Kepsek AMRIN, S.Pd juga menyoroti peran vital tenaga OPS dan tenaga administrasi sekolah dalam mendukung kelancaran manajemen sekolah. Menurutnya, data yang akurat dan administrasi yang tertib adalah kunci kemajuan sekolah.


Selanjutnya, Rapor Pendidikan tahun 2025 dibedah bersama. Capaian literasi dan numerasi siswa, iklim keamanan sekolah, karakter siswa, dan kualitas pembelajaran menjadi bahan diskusi yang mendalam.

Dari hasil Rapor Pendidikan tersebut, ditemukan beberapa indikator yang sudah mengalami peningkatan signifikan, namun masih ada beberapa indikator yang memerlukan perhatian dan strategi khusus.

Tujuan utama rapat koordinasi ini, tegas AMRIN, S.Pd, adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas serta peningkatan kualitas akademik dan karakter murid ke depan secara berkelanjutan.

Melalui rapat ini, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, di antaranya penguatan Komunitas Belajar (Kombel) di sekolah, optimalisasi Platform Merdeka Mengajar, dan pendampingan guru dalam penyusunan administrasi pembelajaran.

Seluruh GTK UPTD SDN Bontoa menyambut baik arahan dari Kepsek AMRIN, S.Pd dan berkomitmen untuk bekerja lebih kompak dan profesional.

Rapat koordinasi ditutup dengan doa bersama dan foto bersama dengan penuh semangat untuk membawa UPTD SDN Bontoa menjadi sekolah yang lebih maju, berkualitas, dan berkarakter.

Logo Angkasa 2026 Sombere'- Carade - Tobaji UPTD SPF SD Inpres Pampang II


MULIAINFO. COM - MAKASSARSuasana penuh keceriaan dan semangat menyelimuti lapangan UPTD SPF SD Inpres Pampang II Makassar, pada pelaksanaan kegiatan akbar "Lago Angkasa 2026 Sombere' Carade Tobaji". Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pembentukan karakter siswa-siswi sejak dini.

Kegiatan yang digelar pada hari Jumat, 10 Oktober 2026 ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari kelas III & IV hingga kelas V. Mereka tampil kompak dengan seragam pramuka lengkap, menunjukkan kedisiplinan dan kebanggaan sebagai tunas muda bangsa.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Pampang II, Ibu Sri Syahrini B, S.Pd., M.Pd., memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pendidikan karakter melalui gerakan pramuka.

 "Tema Lago Angkasa 2026 Sombere' Carade Tobaji ini kita angkat agar anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang sombere' (ramah) dan carade tobaji (perilaku baik) kepada sesama," ujar Sri Syahrini B, S.Pd.,M.Pd.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang khidmat. Seluruh siswa berbaris rapi, menyanyikan lagu kebangsaan dan hymne pramuka dengan penuh semangat nasionalisme yang tinggi.


Setelah upacara, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan keterampilan kepramukaan. Siswa-siswi diajarkan tentang teknik baris-berbaris, cara membuat simpul dan ikatan tali-temali, serta pengetahuan tentang sandi dan kompas pramuka.

Tidak hanya keterampilan, kegiatan ini juga diisi dengan lomba-lomba yang edukatif dan menyenangkan. Di antaranya lomba yel-yel pramuka terbaik, lomba memasak pramuka, dan pentas seni yang menampilkan kreativitas siswa-siswi.

Para guru pembina pramuka di UPTD SPF SD Inpres Pampang II terlihat sangat kompak dalam mendampingi dan membimbing siswa. Mereka dengan sabar memberikan arahan agar setiap siswa dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan gembira.

Antusiasme siswa-siswi sangat luar biasa. Meskipun cuaca cukup terik, mereka tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara dari pagi hingga siang hari tanpa menunjukkan rasa lelah.

Kegiatan Lago Angkasa ini juga mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa dan komite sekolah. Mereka hadir untuk memberikan semangat dan melihat langsung perkembangan karakter anak-anak mereka di luar pelajaran kelas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang berjiwa Pancasila, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka.

Acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh siswa-siswi, dewan guru, dan Kepala Sekolah Ibu Sri Syahrini B, S.Pd., M.Pd. Semua berteriak bersama "Pramuka Sombere', Pramuka Tobaji, SD Inpres Pampang II Jaya!".


Komunitas Belajar Hari Sabtu, SD Negeri Panaikang 3 Bersama Guru Bahasa Rapor Pendidikan, Kepsek Lis Bulkis, S.Pd.M.Pd Tekankan Aksi Nyata Berbasis Data


Muliainfo.com, Makassar - Komitmen meningkatkan mutu pendidikan terus ditunjukkan oleh UPTD SPF SD Negeri Panaikang 3 Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Pada hari Sabtu, (10/10/2026), sekolah tersebut menggelar kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) bersama seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Kegiatan Kombel yang berlangsung di ruang guru mulai pukul 08.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kepala UPTD SPF SD Negeri Panaikang 3, Lis Bulkis, S.Pd.,M.Pd. Suasana diskusi terlihat hangat, aktif, dan penuh kekeluargaan.

Fokus utama dalam Kombel kali ini adalah pembahasan mendalam mengenai Rapor Pendidikan. Rapor Pendidikan menjadi instrumen penting untuk melihat potret mutu pendidikan di satuan pendidikan secara komprehensif dan berbasis data.

Dalam arahannya, Lis Bulkis, S.Pd.,M.Pd menegaskan bahwa Rapor Pendidikan bukan sekadar kumpulan angka dan warna, melainkan cermin untuk melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan.

"Rapor Pendidikan harus kita baca, kita pahami, dan kita tindaklanjuti dengan aksi nyata. Jangan sampai data ini hanya dilihat saja tanpa ada perubahan di kelas,"_ tegas Lis Bulkis di hadapan para guru.

Ia menjelaskan bahwa dari hasil Rapor Pendidikan SD Negeri Panaikang 3, ada beberapa indikator yang menjadi prioritas untuk dibenahi bersama, terutama pada kemampuan literasi dan numerasi peserta didik serta iklim keamanan sekolah.

Lebih lanjut, Kepsek yang dikenal inovatif ini mengajak seluruh guru untuk tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi membangun kolaborasi yang kuat dalam merencanakan pembelajaran yang berpihak pada murid.

Para guru yang hadir tampak sangat antusias. Mereka secara bergantian menyampaikan pandangan, menganalisis data per kelas, dan mengidentifikasi akar masalah yang menyebabkan capaian masih perlu ditingkatkan.

Diskusi berlangsung dua arah, setiap guru diberi kesempatan untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi di kelas dan solusi kreatif yang telah dicoba. Hal ini membuat Kombel menjadi wadah berbagi praktik baik.

Hasil dari Kombel ini, disepakati beberapa Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan segera dieksekusi, antara lain penguatan literasi melalui pojok baca di setiap kelas, pembelajaran berdiferensiasi, dan pendampingan siswa yang masih memerlukan perhatian khusus.

Lis Bulkis juga menekankan pentingnya penguatan karakter dan budaya positif di sekolah sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.

Kegiatan Kombel yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu ini diharapkan menjadi budaya positif dan menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru di SD Negeri Panaikang 3.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, SD Negeri Panaikang 3 optimis dapat terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan layanan terbaik bagi peserta didik, sejalan dengan program Merdeka Belajar.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan komitmen bersama seluruh GTK untuk melaksanakan RTL yang telah disepakati dengan penuh tanggung jawab.