01 November 2026

Pintu Toilet Laki - Laki Di SD Inpres Tello Baru 1/2 Makassar Rusak Parah, Warga Minta Segera DiGanti


MULIAINFO. COM - MAKASSAR -  Kondisi fasilitas toilet siswa di SD Inpres Tello Baru 1/2, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, menuai sorotan warga.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi pada Minggu, 1 November 2026, terlihat pintu Toilet Laki-Laki dalam kondisi rusak parah, engsel terlepas, daun pintu penyok dan miring hampir roboh.

Kondisi tersebut dinilai sangat tidak layak dan tidak aman digunakan oleh peserta didik, khususnya siswa laki-laki.

Menurut informasi dari warga sekitar sekolah, kerusakan engsel pintu tersebut sempat diperbaiki pada bulan lalu, namun karena kondisi daun pintu yang sudah lapuk dan tipis, kerusakan kembali terjadi.

"Pintunya itu engselnya lepas bulan lalu, sudah diperbaiki, tapi memang daun pintunya harus diganti baru. Kalau cuma diperbaiki engselnya saja tidak akan tahan lama," ujar warga.

Warga menilai, toilet merupakan fasilitas vital yang harus menjadi prioritas utama kebersihan dan kenyamanan di sekolah dasar.

"Anak-anak SD butuh toilet yang bersih, tertutup rapat, dan aman. Kalau pintunya seperti di foto itu, anak-anak pasti tidak nyaman dan malu untuk menggunakannya," tambahnya.

Kondisi dinding sekitar toilet juga terlihat kusam dengan coretan dan beberapa puing di lantai, menambah kesan kurang terawatnya fasilitas tersebut.

Warga berharap kepala sekolah baru yang telah dilantik dapat segera melakukan inovasi dan pembenahan sarana prasarana yang paling mendesak seperti toilet siswa.

"Selamat sudah dilantik jadi kepsek baru, sekarang saatnya kerja. Lihat apa yang paling dibutuhkan anak-anak. Pintu WC seperti itu harusnya jadi prioritas pertama untuk diganti," ucap warga.

Warga juga meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk turun langsung melakukan monitoring ke sekolah-sekolah, khususnya SD Inpres Tello Baru 1/2, untuk melihat kondisi real di lapangan.

"Dinas Pendidikan jangan hanya di kantor, turun lihat sekolah. Lihat apa yang sudah dikerjakan kepsek baru selama ini," tegasnya.

Ia juga menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Makassar agar mengevaluasi kinerja kepala sekolah yang dinilai tidak mau bekerja dan berinovasi untuk kemajuan sekolah.

"Kalau kepsek tidak mau bekerja di sekolah, Pak Wali harus ganti kasih orang yang mau bekerja. Kasihan sekolahnya kalau dibiarkan seperti itu," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SD Inpres Tello Baru 1/2 belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan dan penggantian pintu toilet laki-laki tersebut.

Diharapkan dalam waktu dekat pihak sekolah segera mengganti pintu toilet tersebut dengan yang baru agar siswa dapat menggunakan fasilitas dengan aman, nyaman, dan menjaga privasi.


31 Oktober 2026

Pemanfaatan Papan Interaktif Digital ( PID) Di SDI Antang II Makassar Berdampak Positif, Siswa Kelas 1-6 Semakin Semangat Belajar


 MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Transformasi digital di dunia pendidikan mulai dirasakan manfaatnya di tingkat sekolah dasar. Salah satunya di SD Inpres Antang II, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Bantuan Papan Interaktif Digital (PID) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI telah tiba di sekolah tersebut dan langsung dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Sejak pertama kali dioperasikan, antusiasme siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 terlihat sangat luar biasa. Mereka berbondong-bondong ingin maju ke depan kelas untuk mencoba menulis dan menjawab soal di papan digital tersebut.

Kepala Sekolah SDI Antang II, St. Zahrah Hidayat, S.Pd. M.Pd., mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, bantuan ini sangat tepat sasaran.

“Alhamdulillah, bantuan Papan Interaktif Digital (PID) dari Kemendikdasmen telah sampai di sekolah kami dengan aman dan telah kami manfaatkan secara maksimal oleh para guru dalam pembelajaran,” ujar St. Zahrah Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa kehadiran PID telah mengubah suasana belajar mengajar yang sebelumnya monoton menjadi lebih hidup, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Siswa sangat antusias dan semangat belajar karena pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Mereka tidak lagi mengantuk atau bosan, semua mata tertuju ke papan,” ungkapnya.

Untuk siswa kelas 1, 2, dan 3, manfaat PID sangat terasa. Materi yang bersifat abstrak seperti mengenal huruf, angka, dan warna dapat ditampilkan dalam bentuk animasi bergerak dan suara.


Sementara untuk siswa kelas 4, 5, dan 6, PID dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih interaktif seperti mengerjakan kuis digital, menampilkan video sains, peta interaktif, dan simulasi matematika.

Para guru pun mengaku sangat terbantu. Jika sebelumnya harus menyiapkan banyak alat peraga manual, kini cukup dengan satu sentuhan di layar PID semua materi bisa ditampilkan.

“Guru-guru kami di SDI Antang II kini lebih kreatif dan inovatif. Mereka berlomba-lomba membuat media pembelajaran digital agar anak-anak lebih mudah paham,” tambah Kepsek yang dikenal inovatif ini.

Pihak sekolah juga telah melakukan briefing singkat kepada seluruh guru tentang cara pengoperasian dan perawatan PID agar alat tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

Orang tua siswa turut menyambut baik kehadiran teknologi ini. Mereka berharap anak-anak mereka semakin melek teknologi sejak dini dan tidak tertinggal dengan sekolah-sekolah lain di kota besar.

Dengan adanya Papan Interaktif Digital ini, SDI Antang II berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung program digitalisasi sekolah yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen.

Ke depan, pihak sekolah berharap akan ada lagi bantuan pendukung seperti akses internet yang lebih stabil dan pelatihan intensif bagi guru agar pemanfaatan PID bisa lebih optimal lagi.

“Harapan kami, dengan PID ini, semangat belajar siswa terus meningkat dan prestasi akademik maupun non-akademik SDI Antang II semakin gemilang,” tutup St. Zahrah Hidayat, S.Pd.M.Pd.


Optimalkan Koding Dan Al dalam Perangkat Ajar, KKG Gugus I Kec. Tallo Gelar KKG Rutin Di SD Inpres Buttatianang II, Hadirkan Pemateri Dari UPT SPF SDN Rappojawa 71


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Komitmen meningkatkan kompetensi guru di era digital terus ditunjukkan oleh para pendidik di Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus I Kecamatan Tallo menggelar kegiatan KKG rutin bagi guru kelas I hingga VI dengan tema kekinian dan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Adapun tema yang diangkat dalam KKG rutin tersebut adalah `Optimalisasi Pemanfaatan Koding dan AI dalam Pembuatan Perangkat Ajar Guru`.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus KKG Gugus I Kec. Tallo dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di SD Inpres Buttatianang II.

Kegiatan KKG rutin tersebut diikuti oleh seluruh guru kelas I-VI yang tergabung dalam Gugus I Kecamatan Tallo dengan penuh antusias.

Hadir dan memberikan sambutan resmi, Ketua Gugus I Kecamatan Tallo, Bapak Muh. Eri Rahim, S.Pd. M.Pd.

Dalam sambutannya, Muh. Eri Rahim, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa KKG merupakan wadah strategis bagi guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Guru di era sekarang tidak cukup hanya menguasai materi, tapi harus melek teknologi. Koding dan AI harus kita manfaatkan untuk membuat perangkat ajar yang lebih menarik, efektif, dan menyenangkan bagi peserta didik," tegas Muh. Eri Rahim.

Menurutnya, tema optimalisasi koding dan AI sangat tepat untuk menjawab tantangan Kurikulum Merdeka yang menuntut pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.

Sementara itu, bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Amri, S.Pd., Gr., yang merupakan guru dari UPT SPF SDN Rappojawa 71.

Amri, S.Pd., Gr., dari UPT SPF SDN Rappojawa 71 ini dikenal sebagai salah satu guru yang aktif dan kompeten dalam pemanfaatan teknologi untuk pendidikan di Kota Makassar.


Dalam paparannya, Amri menjelaskan bahwa pemanfaatan koding dan Artificial Intelligence (AI) dapat sangat membantu guru dalam mempermudah pembuatan perangkat ajar.

"Dengan AI, guru bisa membuat Modul Ajar, CP, TP, ATP, LKPD, media ajar interaktif, hingga bank soal HOTS dalam waktu yang jauh lebih cepat. Koding juga bisa kita gunakan untuk membuat game edukasi sederhana yang disukai anak-anak," ujar Amri, S.Pd., Gr.

Ia juga mempraktikkan secara langsung di hadapan peserta cara menggunakan tools AI seperti ChatGPT, Canva for Education, MagicSchool AI, dan platform koding block seperti Scratch untuk pembuatan perangkat ajar.

Para peserta KKG tampak sangat antusias dan aktif berdiskusi serta mencoba langsung membuat perangkat ajar berbasis AI dan koding di laptop masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung di SD Inpres Buttatianang II tersebut tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi antar guru se-Gugus I Kecamatan Tallo.

Pengurus KKG Gugus I berharap ilmu yang diperoleh dari pemateri dari UPT SPF SDN Rappojawa 71 tersebut dapat segera diimplementasikan di sekolah masing-masing demi meningkatkan kualitas pembelajaran.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan KKG rutin Gugus I Kecamatan Tallo dengan tema optimalisasi koding dan AI dalam pembuatan perangkat ajar tersebut berjalan dengan lancar, sukses, dan penuh semangat kolaborasi.


Dihentikan Demi Kepastian Hukum, Publik Pertanyakan: Ada Apa Dengan Penanganan Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Di Disdik Makassar?


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Keputusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar yang menghentikan penanganan dugaan jual beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar demi alasan kepastian hukum, justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pasalnya, penghentian tersebut dilakukan setelah Kejari memeriksa 27 orang dan di tengah publik masih menanti kejelasan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Kota Makassar yang belum juga dibuka ke publik.

Kasi Intel Kejari Makassar, Sulfikar, beralasan penghentian dilakukan karena belum ditemukan fakta perbuatan melawan hukum (PMH). Namun, alasan tersebut dinilai publik belum cukup menjawab substansi video viral pengakuan dua kepsek yang terang-terangan menyebut adanya setoran uang.

"Kalau alasannya minim bukti, pertanyaannya adalah bukti apa yang dicari Kejari? Video pengakuan kepsek yang viral itu bukan bukti awal? Amplop putih di laci Kabid GTK itu bukan petunjuk? Publik butuh transparansi," ujar salah seorang pemerhati pendidikan Kota Makassar.

Kasus ini mencuat sejak akhir Juni 2026 setelah 369 kepsek SD dan SMP dikukuhkan. Di tengah eforia pelantikan, justru muncul video viral dua kepsek yang mengaku dimintai uang oleh oknum di Disdik Makassar agar bisa mendapat jabatan.

Video tersebut sempat membuat heboh dan Ombudsman Sulsel bahkan turun tangan meminta Inspektorat melakukan investigasi menyeluruh melalui Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT).

Namun ironisnya, di tengah proses PDTT Inspektorat yang LHP-nya tak kunjung tuntas dan tak dibuka ke publik, Kejari justru keburu menghentikan penanganan dengan alasan menunggu LHP.

Publik pun mempertanyakan, apakah penghentian ini bukan bentuk Kejari masuk angin? Atau setidaknya, apakah ada upaya untuk memperlambat dan mengaburkan kasus yang sudah terlanjur menjadi perhatian nasional tersebut?

"Kami khawatir penghentian ini membuat publik menilai Kejari masuk angin. Padahal kami yakin Kejari profesional. Makanya kami minta LHP Inspektorat dibuka setransparan-transparannya, jangan hanya jadi alasan untuk menghentikan perkara," ujar aktivis LSM pendidikan di Makassar.

Sorotan juga tertuju pada status Muh Yunus Sanusi, Kabid GTK Disdik Makassar yang dinonaktifkan sejak 13 Juli 2026. Meski telah dinonaktifkan, hingga kini tidak ada kejelasan status hukumnya dan ia tetap membantah menerima uang.

Jika memang tidak ada perbuatan melawan hukum, mengapa harus ada pejabat yang dinonaktifkan? Dan jika memang ada indikasi pelanggaran, mengapa penanganan dihentikan hanya karena menunggu LHP?

Sulfikar sendiri menegaskan bahwa penghentian ini bukan SP3 dan kasus bisa dibuka kembali jika ada bukti baru dari LHP Inspektorat atau dari masyarakat. Namun, pernyataan tersebut dinilai sebagai pernyataan normatif yang tidak memberikan kepastian kapan LHP itu akan selesai.

"Kejari bilang bisa dibuka lagi kalau ada bukti baru. Lha, bukti barunya dari mana kalau LHP Inspektorat saja tidak dibuka ke publik? Masyarakat mau lapor bukti baru ke mana kalau akses LHP saja tertutup?" tambah pemerhati pendidikan tersebut.

Pihak Inspektorat Kota Makassar hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi kapan LHP hasil PDTT dugaan jual beli jabatan kepsek tersebut akan rampung dan diserahkan ke Kejari maupun dibuka ke publik.

Desakan pun muncul agar Wali Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar ikut turun tangan mengawasi proses LHP Inspektorat tersebut agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan persepsi negatif terhadap aparat penegak hukum.

Publik berharap Kejari Makassar tidak berhenti hanya pada alasan kepastian hukum, tetapi juga memberikan kepastian keadilan bagi dunia pendidikan di Kota Makassar yang sudah tercoreng akibat isu jual beli jabatan kepsek tersebut.

Demi menjaga marwah institusi Kejaksaan dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, Kejari Makassar diminta untuk membuka secara transparan hasil gelar perkara 27 orang yang telah dimintai keterangan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Kejari Makassar, Inspektorat Kota Makassar, dan Ombudsman Sulsel untuk mendapatkan kejelasan terkait nasib LHP dan kelanjutan penanganan dugaan jual beli jabatan kepsek di Disdik Makassar tersebut.




30 Oktober 2026

Bentuk Karakter Dan Akhlak Mulia, UPTD SPF SD Negeri Bontoa Rutin Laksanakan Sholat Dhuha Bersama, Kepsek Amrin, S.Pd Ini Penting Untuk Uji Mental Siswa


MULIAINFO COM - MAKASSAR - Upaya membentuk karakter, akhlak mulia, dan mental yang kuat bagi siswa-siswi sejak dini terus dilakukan oleh UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Kota Makassar, melalui program pembiasaan ibadah.

Salah satu program unggulan yang secara rutin dilaksanakan di sekolah tersebut adalah pelaksanaan sholat Dhuha bersama yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi dan dewan guru.

Program sholat Dhuha rutin tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan langsung Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Bapak Amrin, S.Pd.

Menurut Amrin, S.Pd., pelaksanaan sholat Dhuha rutin di sekolah sangat perlu dan sangat cocok untuk diterapkan di lingkungan sekolah dasar sebagai pondasi pembentukan karakter.

"Kami rutin melaksanakan sholat Dhuha bersama di sekolah. Ini sangat penting untuk menjaga akhlak dan karakter siswa-siswi kami. Anak yang terbiasa sholat Dhuha, Insya Allah akhlaknya akan terjaga," ujar Amrin,S.Pd., saat dikonfirmasi di sekolahnya.

Ia menjelaskan bahwa sholat Dhuha bukan hanya sekadar ibadah sunnah, tetapi juga menjadi sarana untuk menguji mental, kedisiplinan, dan keikhlasan siswa dalam menjalankan perintah agama.

"Sholat Dhuha ini juga untuk menguji mental siswa. Melatih mereka untuk disiplin bangun pagi, berwudhu, antre, dan khusyuk dalam beribadah. Ini melatih kesabaran dan mental mereka sejak dini," tambahnya.

Pelaksanaan sholat Dhuha di UPTD SPF SD Negeri Bontoa tersebut dilaksanakan setiap pagi sebelum proses belajar mengajar dimulai, bertempat di musholla atau halaman sekolah yang telah disiapkan.

Seluruh siswa-siswi terlihat sangat antusias mengikuti sholat Dhuha berjamaah tersebut, dengan didampingi oleh guru-guru agama dan wali kelas masing-masing.


Setelah pelaksanaan sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama, doa bersama, dan tausiyah singkat tentang pentingnya akhlak mulia dan adab kepada orang tua dan guru.

Program pembiasaan sholat Dhuha ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam mewujudkan program Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui pendidikan karakter berbasis agama.

Sejumlah orang tua siswa menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi terhadap program sholat Dhuha rutin yang digagas oleh Kepsek Amrin, S.Pd. tersebut.

"Kami sebagai orang tua sangat senang. Anak kami di rumah jadi rajin sholat Dhuha karena sudah terbiasa di sekolah. Akhlaknya juga lebih baik. Terima kasih kepada Pak Amrin," ujar salah seorang orang tua siswa.

Selain membentuk akhlak, program sholat Dhuha rutin tersebut juga dinilai mampu menciptakan suasana lingkungan sekolah yang religius, tenang, dan penuh keberkahan.

Pihak sekolah berharap dengan rutinnya pelaksanaan sholat Dhuha, siswa-siswi UPTD SPF SD Negeri Bontoa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak, karakter, dan mental spiritual.

"Kami ingin mencetak generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan memiliki mental yang tidak mudah menyerah. Sholat Dhuha adalah kuncinya. Ini akan terus kami rutinkan," tegas Amrin, S.Pd.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan sholat Dhuha rutin di UPTD SPF SD Negeri Bontoa terus berjalan dengan lancar dan menjadi salah satu program pembiasaan positif yang menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kota Makassar.


28 Oktober 2026

Empati Kepala Sekolah: 4 Siswa Korban Kebakaran Di Pampang Dapat Bantuan Seragam Dan Perlengkapan Sekolah Dari UPTD SPF SD Inpres Pampang II


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Musibah kebakaran yang terjadi di kawasan Pampang, Kota Makassar, beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam bagi sejumlah warga, termasuk di antaranya empat orang siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Keempat siswa tersebut diketahui merupakan siswa di UPT SPF SD Inpres Pampang II, yang rumahnya ikut terdampak dan mengalami kerusakan akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Mendengar kabar bahwa ada siswanya yang menjadi korban kebakaran, pihak sekolah UPT SPF SD Inpres Pampang II bergerak cepat menunjukkan rasa empati dan kepeduliannya terhadap para siswanya.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Pampang II, Ibu Sry Syahrini, S.P. M.Pd., langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat kepada para siswa yang terdampak.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekolah agar keempat siswa korban kebakaran tetap bisa melanjutkan proses belajar mengajar dengan layak meskipun dalam kondisi tertimpa musibah.

Adapun bantuan yang diberikan oleh pihak sekolah berupa perlengkapan sekolah lengkap yang sangat dibutuhkan oleh para siswa korban kebakaran tersebut.

Keempat siswa tersebut masing-masing dibelikan tas sekolah baru, sepatu sekolah baru, baju seragam sekolah, serta buku tulis dan alat tulis untuk keperluan belajar.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Sekolah Ibu Sry Syahrini, S.Pd.M.Pd., didampingi oleh para guru di lingkungan UPT SPF SD Inpres Pampang II.


Momen haru terlihat saat para siswa korban kebakaran menerima bantuan tersebut, mereka tampak bahagia dan terharu karena masih bisa mendapatkan perhatian dari pihak sekolah di tengah musibah yang menimpanya.

Ibu Sry Syahrini, S.Pd.M.Pd., dalam keterangannya mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan rasa kekeluargaan besar UPT SPF SD Inpres Pampang II kepada siswanya.

"Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa empat orang siswa kami di Pampang. Ini adalah anak-anak kami, keluarga kami. Kami tidak ingin musibah ini menghambat semangat belajar mereka. Makanya kami berikan bantuan tas, sepatu, baju, dan buku agar mereka tetap bisa sekolah seperti biasa," ujar Ibu Sry Syahrini, S.Pd. M.Pd.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus memantau kondisi keempat siswa tersebut dan memberikan dispensasi serta pendampingan psikologis agar trauma akibat kebakaran tidak mengganggu konsentrasi belajar mereka.

Orang tua dari keempat siswa korban kebakaran tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak UPT SPF SD Inpres Pampang II, khususnya kepada Ibu Kepala Sekolah Sry Syahrini atas kepedulian dan bantuan yang diberikan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Kepsek Sry Syahrini dan guru-guru di SD Inpres Pampang II. Di saat kami susah begini, anak kami masih diperhatikan. Bantuan tas, sepatu, dan baju ini sangat berarti bagi kami," ujar salah seorang orang tua korban.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh UPT SPF SD Inpres Pampang II tersebut mendapat apresiasi positif dari warga dan tokoh masyarakat di Kelurahan Pampang.

Warga menilai apa yang dilakukan oleh Ibu Sry Syahrini merupakan contoh teladan kepemimpinan kepala sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan jiwa kemanusiaan yang tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, keempat siswa korban kebakaran tersebut dilaporkan sudah kembali aktif mengikuti proses belajar mengajar di UPT SPF SD Inpres Pampang II dengan menggunakan perlengkapan sekolah baru yang diberikan oleh pihak sekolah.



25 Oktober 2026

Smart Toilet Di SD Labong Baji Kompleks Diduga Terbengkalai, Kantin Sekolah Diduga Jadi Ajang Bisnis, Orang Tua Siswa Mengeluh



MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Sejumlah orang tua siswa di SD Labong Baji Kompleks, Kota Makassar, mengeluhkan kondisi sarana sanitasi sekolah yang diduga tidak berfungsi maksimal, khususnya fasilitas smart toilet yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

Keluhan tersebut mencuat setelah fasilitas smart toilet yang dibangun sebagai sarana sanitasi modern bagi siswa diduga tidak difungsikan secara optimal untuk kepentingan siswa.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah orang tua siswa, fasilitas smart toilet tersebut diduga terbengkalai dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi siswa sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut disoroti karena smart toilet sejatinya merupakan program untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah serta mendukung program sekolah sehat.

Sejumlah orang tua siswa menyebutkan bahwa sejak kepala sekolah yang baru dilantik pada 22 Juni 2026, belum terlihat adanya inovasi dan kreativitas dalam membenahi serta memfungsikan sarana sanitasi tersebut.

"Kami sebagai orang tua berharap ada inovasi untuk anak-anak kami bisa pakai toilet yang bersih dan layak. Tapi sampai sekarang kami lihat tidak ada perubahan, smart toilet itu seperti tidak difungsikan," ujar salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Selain persoalan smart toilet, sorotan juga tertuju pada pengelolaan kantin sekolah yang diduga dikelola tidak transparan dan diduga dijadikan sebagai ajang bisnis pribadi.

Informasi yang beredar di kalangan orang tua siswa menyebutkan bahwa pengelolaan kantin sekolah diduga kuat dikuasai oleh pihak kepala sekolah tanpa melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa secara terbuka.

"Yang kami dengar kantin itu yang kelola orang dekat kepala sekolah. Harganya mahal, anak-anak mengeluh. Kami menduga ada bisnis di situ, tapi kami tidak punya bukti. Kami hanya ingin transparan," ujar orang tua siswa lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua siswa terkait transparansi pengelolaan dana dan aset sekolah, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan siswa.

Mereka berharap Dinas Pendidikan Kota Makassar dapat turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan sarana dan prasarana di SD Labong Baji Kompleks.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SD Labong Baji Kompleks yang dilantik pada 22 Juni 2026 belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan terbengkalainya smart toilet dan dugaan pengelolaan kantin tersebut.

Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Kepala Sekolah SD Labong Baji Kompleks untuk mendapatkan hak jawab terkait keluhan orang tua siswa tersebut.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar saat dikonfirmasi terkait persoalan ini mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pengamat pendidikan Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sarana sanitasi dan kantin sekolah harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan terbaik bagi siswa sesuai Permendikbud tentang manajemen sekolah.

Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No 40 Tahun 1999, media wajib melakukan verifikasi, tidak menghakimi, dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang diduga terlibat sebelum menyimpulkan suatu dugaan.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus melakukan penelusuran ke SD Labong Baji Kompleks serta berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Makassar demi keberimbangan informasi.