25 Oktober 2026

Smart Toilet Di SD Labong Baji Kompleks Diduga Terbengkalai, Kantin Sekolah Diduga Jadi Ajang Bisnis, Orang Tua Siswa Mengeluh

Tags



MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Sejumlah orang tua siswa di SD Labong Baji Kompleks, Kota Makassar, mengeluhkan kondisi sarana sanitasi sekolah yang diduga tidak berfungsi maksimal, khususnya fasilitas smart toilet yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

Keluhan tersebut mencuat setelah fasilitas smart toilet yang dibangun sebagai sarana sanitasi modern bagi siswa diduga tidak difungsikan secara optimal untuk kepentingan siswa.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah orang tua siswa, fasilitas smart toilet tersebut diduga terbengkalai dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi siswa sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut disoroti karena smart toilet sejatinya merupakan program untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah serta mendukung program sekolah sehat.

Sejumlah orang tua siswa menyebutkan bahwa sejak kepala sekolah yang baru dilantik pada 22 Juni 2026, belum terlihat adanya inovasi dan kreativitas dalam membenahi serta memfungsikan sarana sanitasi tersebut.

"Kami sebagai orang tua berharap ada inovasi untuk anak-anak kami bisa pakai toilet yang bersih dan layak. Tapi sampai sekarang kami lihat tidak ada perubahan, smart toilet itu seperti tidak difungsikan," ujar salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Selain persoalan smart toilet, sorotan juga tertuju pada pengelolaan kantin sekolah yang diduga dikelola tidak transparan dan diduga dijadikan sebagai ajang bisnis pribadi.

Informasi yang beredar di kalangan orang tua siswa menyebutkan bahwa pengelolaan kantin sekolah diduga kuat dikuasai oleh pihak kepala sekolah tanpa melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa secara terbuka.

"Yang kami dengar kantin itu yang kelola orang dekat kepala sekolah. Harganya mahal, anak-anak mengeluh. Kami menduga ada bisnis di situ, tapi kami tidak punya bukti. Kami hanya ingin transparan," ujar orang tua siswa lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua siswa terkait transparansi pengelolaan dana dan aset sekolah, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan siswa.

Mereka berharap Dinas Pendidikan Kota Makassar dapat turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan sarana dan prasarana di SD Labong Baji Kompleks.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SD Labong Baji Kompleks yang dilantik pada 22 Juni 2026 belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan terbengkalainya smart toilet dan dugaan pengelolaan kantin tersebut.

Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Kepala Sekolah SD Labong Baji Kompleks untuk mendapatkan hak jawab terkait keluhan orang tua siswa tersebut.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar saat dikonfirmasi terkait persoalan ini mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pengamat pendidikan Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sarana sanitasi dan kantin sekolah harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan terbaik bagi siswa sesuai Permendikbud tentang manajemen sekolah.

Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No 40 Tahun 1999, media wajib melakukan verifikasi, tidak menghakimi, dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang diduga terlibat sebelum menyimpulkan suatu dugaan.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus melakukan penelusuran ke SD Labong Baji Kompleks serta berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Makassar demi keberimbangan informasi.


This Is The Newest Post