MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Kondisi WC di UPT SPF SD Inpres Tamamaung III Makassar semakin memprihatinkan setelah ditemukan fakta baru di lapangan yang sangat jorok.
Dari pantauan langsung tim di lokasi, tidak hanya kondisi pintunya yang rusak, namun di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun kering yang tidak pernah disapu.
Fakta ini menunjukkan bahwa kebersihan di sekitar WC yang berada di samping ujung sekolah tersebut benar-benar diabaikan dan tidak pernah diperhatikan oleh pihak sekolah.
Tiga pintu WC yang berjejer tersebut kondisinya sangat parah, satu pintu sudah tidak ada, sementara dua pintu sudah bolong dibawah hanya ditempel seng sebagai tambalan yang sangat tidak layak.
Kondisi dua pintu yang bolong dibawah hanya ditempel seng ditambah di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, menjadi bukti nyata bahwa program kebersihan Wali Kota tidak dijalankan.
Bagaimana mungkin siswa bisa nyaman menggunakan WC jika di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, ditambah dua pintu bolong bawahnya hanya ditempel seng dan satu pintu tidak ada.
Pantauan langsung di lapangan membuktikan bahwa daun-daun kering menumpuk di depan pintu WC tersebut, seolah sudah lama tidak dibersihkan oleh petugas kebersihan sekolah.
Padahal tugas menjaga kebersihan, terutama di depan pintu WC yang sangat berantakan dipenuhi daun, adalah hal paling dasar yang harus dilakukan oleh kepala sekolah.
Namun fakta di lapangan, di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, dua pintu bolong bawahnya hanya ditempel seng, dan satu pintu tidak ada, dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan.
Ironisnya ketika dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, ibu kepala sekolah mengatakan baik, padahal di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun dan dua pintu bolong hanya ditempel seng adalah fakta yang sangat memprihatinkan.
Selama menjabat, kepala sekolah dinilai gagal dalam menjaga kebersihan, terbukti di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun dan membiarkan tiga pintu WC dengan kondisi satu tidak ada dan dua bolong hanya ditempel seng.
Masyarakat pun semakin geram dan mendesak agar Pak Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham segera memanggil kepala sekolah yang mengabaikan kebersihan ini.
Harusnya Pak Wali panggil kepsek yang tidak menjalankan program Wali Kota masalah kebersihan, karena membiarkan di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun, dua pintu bolong hanya ditempel seng, dan satu pintu tidak ada adalah pelanggaran terhadap program Makassar Bersih.
Sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, berita ini membuka ruang hak jawab kepada kepala sekolah, sambil menunggu ketegasan Pak Wali untuk memanggil kepsek yang membiarkan di depan pintu WC sangat berantakan dipenuhi daun tersebut.
