MULIAINFO. Com. Makassar – SDI Banta-Bantaeng 1 Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin 1 Juni 2026. Upacara dimulai tepat pukul 07.30 WITA di halaman depan sekolah dan berlangsung hingga pukul 08.15 WITA. Cuaca pagi cerah mendukung jalannya upacara dengan lancar.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Sekolah *Hasdiarah Kadir, S.Pd*. Beliau hadir didampingi seluruh staf tata usaha dan dewan guru SDI Banta-Bantaeng 1. Peserta upacara adalah siswa-siswi dari kelas 1 sampai kelas 6 yang berbaris sesuai kelas masing-masing. Semua peserta mengenakan seragam putih-merah lengkap dengan dasi, topi, dan sepatu hitam.
Petugas upacara diseleksi dari siswa kelas 5 dan 6 yang memiliki postur dan kedisiplinan baik. Sebagai komandan upacara siswa kelas 6A, pemimpin peleton dari kelas 5-6, pengibar bendera 3 orang siswa kelas 6B, pembaca teks Pancasila siswa kelas 5A, pembaca pembukaan UUD 1945 guru kelas 3, dan pembaca doa guru agama Islam. Latihan petugas sudah dilakukan 3 hari sebelumnya agar pelaksanaan rapi.
Rangkaian upacara berjalan tertib sesuai susunan acara. Dimulai dengan penghormatan peserta kepada Pembina Upacara, laporan komandan upacara, pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya yang dipandu paduan suara guru, mengheningkan cipta selama 17 detik dipimpin Pembina Upacara untuk mengenang jasa pahlawan, pembacaan teks Pancasila oleh siswa, pembacaan pembukaan UUD 1945 oleh guru, amanat Pembina Upacara, pembacaan doa, dan diakhiri laporan komandan upacara bahwa upacara selesai.
Dalam amanatnya, Hasdiarah Kadir, S.Pd menyampaikan 3 pesan utama. Pesan pertama adalah disiplin. "Anak-anakku, disiplin itu datang ke sekolah sebelum bel berbunyi pukul 07.00. Baju dimasukkan rapi, kuku dipotong, PR dikerjakan di rumah. Kalau dari kecil kita biasakan disiplin, nanti besar jadi orang yang tepat waktu dan dipercaya orang. Itu modal sukses," jelas beliau sambil memberi contoh guru yang selalu datang lebih awal.
Pesan kedua tentang hormat dan tolong menolong. "Hormat itu cium tangan guru waktu datang, bilang 'permisi' kalau lewat di depan orang, dengar kalau guru lagi jelaskan pelajaran. Tolong menolong itu lihat teman pensilnya patah, kasih pinjam. Lihat teman jatuh di lapangan, angkat dan antar ke UKS. Itu namanya mengamalkan Sila Kedua Pancasila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Di SD kita, tidak boleh ada yang merasa paling kuat, tidak boleh bully teman," tegas Kepsek. Siswa-siswi mengangguk sambil lihat teman sebelahnya.
Pesan ketiga tentang rajin belajar sebagai wujud bela negara. "Anak-anak, belajar sungguh-sungguh itu juga bela negara. Dulu pahlawan angkat senjata, sekarang kalian angkat buku dan pensil. Kalau kalian pintar, nanti bisa jadi dokter yang obati orang Makassar, jadi guru yang ajar adik kelas, jadi polisi yang jaga keamanan. Makassar butuh anak-anak SDI Banta-Bantaeng 1 yang pintar dan berakhlak. Jadi dari hari ini, PR dikerjakan, pelajaran diulang di rumah," pesan Kepsek disambut tepuk tangan guru.
Sepanjang upacara, suasana khidmat. Siswa kelas 1-2 yang awalnya banyak gerak, jadi diam saat bendera dikerek perlahan. Saat menyanyikan Indonesia Raya 3 bait, suara siswa-siswi menggema ke seluruh halaman sekolah. Petugas pengerek bendera kelas 6B menjalankan tugasnya tanpa kesalahan. Komandan upacara kelas 6A memberikan laporan dengan suara lantang. Guru pembina pramuka tampak tersenyum bangga dari barisan guru.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh guru agama Islam, dilanjutkan laporan komandan upacara: "Upacara selesai, Pembina Upacara berkenan meninggalkan lapangan upacara". Pukul 08.15 WITA, Hasdiarah Kadir, S.Pd menyalami satu per satu petugas upacara dan meninggalkan lapangan. Siswa-siswi kemudian bubar berbaris rapi dipandu guru kelas masing-masing dan kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran seperti biasa.
Di akhir amanat, Hasdiarah Kadir, S.Pd menyampaikan harapan. "Ibu berharap nilai Pancasila yang kita upacarakan hari ini tidak berhenti sampai di sini. Mulai besok Ibu ingin lihat anak-anak lebih disiplin masuk sekolah, lebih rajin bantu teman, lebih semangat belajar. Kalau itu terjadi, berarti upacara kita hari ini berhasil. Guru-guru juga berkomitmen mencontohkan 5 sila Pancasila di sekolah ini," tutup Kepsek. Guru dan siswa kemudian foto bersama di depan tiang bendera sebagai dokumentasi.
Redaksi Muh Yahya

