MULIAINFO. Com. Makassar -- Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena limpahan rahmat dan karunia-Nya, pagi yang cerah ini kita semua, Bapak/Ibu guru, staf tata usaha, dan siswa-siswi UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2 dapat berkumpul dengan tertib di halaman sekolah kebanggaan kita ini. Kehadiran semua dalam upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 adalah bukti cinta kita kepada bangsa.
Saya H. Mustafa, S.Pd selaku Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2 menyampaikan hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta upacara. Terima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang telah membina barisan dengan sabar. Terima kasih kepada staf tata usaha yang menyiapkan segala kebutuhan. Dan kepada anak-anakku yang saya banggakan: Sy. Nurjanna, Rajmiati, Lufni, Istawal, Muhammad Hijaz, Firman, serta seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6. Wajah cerah dan barisan lurus kalian pagi ini adalah harapan bangsa.
Tanggal 1 Juni 1945 adalah hari bersejarah. Di tanggal inilah Bapak Pendiri Bangsa Ir. Soekarno pertama kali menyampaikan gagasan Pancasila sebagai dasar negara di sidang BPUPKI. Lima sila lahir dari bumi Indonesia untuk mempersatukan ribuan pulau, suku, dan agama. Kini tahun 2026, 81 tahun berlalu. Zaman berubah, teknologi maju, tapi nilai Pancasila tetap relevan. Hari ini, di UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2, giliran kita menjaga Pancasila tetap hidup dalam tindakan.
Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita buktikan pagi ini dengan berdoa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Saya lihat anak-anak berdoa dengan khusyuk, tidak saling mengganggu. Di SD Inpres Tamamaung 2, masjid, gereja, pura, vihara, semua kita hormati. Karena Tuhan mengajarkan toleransi. Anak Tamamaung harus jadi anak yang bertakwa dan saling menghargai. Inilah pengamalan sila pertama yang nyata.
Sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. "Adil" artinya tidak pilih kasih. "Beradab" artinya punya sopan santun. Buktinya saat upacara kalian tidak mendorong teman, tidak mengejek yang salah baris, tidak membuang sampah sembarangan. Kalau lihat teman kehausan, beri air minum. Kalau teman jatuh, tolong bangunkan. Itulah manusia beradab. Saya yakin siswa UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2 adalah anak-anak yang beradab dan berhati mulia.
Sila ketiga: Persatuan Indonesia. Lihat barisan kita pagi ini. Ada kelas 1 yang masih malu-malu, ada kelas 6 yang jadi kakak teladan. Ada laki-laki, ada perempuan. Rumahnya beda-beda di wilayah Tamamaung. Tapi saat bendera merah putih naik dan lagu Indonesia Raya berkumandang, kita semua jadi satu: Indonesia. Tidak ada kelompok A, tidak ada kelompok B. Di sekolah ini kita bersaudara. Beda pendapat boleh, tapi tujuan kita satu: memajukan sekolah dan bangsa. Jaga persatuan ini sampai besar nanti.
Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan. Artinya semua keputusan harus lewat musyawarah, bukan paksaan. Anak-anakku, nanti di kelas kalau pilih ketua kelas, jangan tunjuk sendiri. Kumpulkan pendapat teman. Dengarkan usulan satu sama lain, timbang baik-buruknya. Baru putuskan bersama dengan jujur. Bapak/Ibu guru juga begitu. Kalau ada aturan baru di sekolah, kami musyawarah dulu. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar. Jadilah pemimpin kecil yang bijaksana mulai dari kelas 1.
Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan itu rasanya seperti ini: saat pembagian tugas petugas upacara, semua kelas dapat giliran. Saat lomba 17 Agustus, hadiahnya sama untuk semua juara. Saat guru mengajar, anak yang pintar dapat bimbingan, anak yang butuh bantuan juga dapat perhatian. Tidak ada anak emas, tidak ada anak tiri. Di UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2, semua anak berhak dapat ilmu, kasih sayang, dan kesempatan berprestasi. Tugas kita memastikan tidak ada teman yang tertinggal.
Kepada Bapak/Ibu guru dan staf tata usaha UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2, beban kita besar tapi mulia. Kita bukan hanya mengajar membaca, menulis, dan berhitung. Kita membentuk karakter Pancasila. Tanamkan nilai-nilai ini lewat setiap mata pelajaran, lewat cara kita menyapa anak di gerbang, lewat disiplin datang tepat waktu. Staf mari layani orang tua siswa Kelurahan Tamamaung dengan senyum, cepat, dan tulus. Ingat, anak meniru apa yang dia lihat. Kalau kita kompak mengamalkan Pancasila, maka siswa-siswi kita akan tumbuh jadi generasi emas. Insya Allah sekolah ini jadi rujukan penguatan profil pelajar Pancasila.
Sebagai penutup, mari kita panjatkan doa bersama untuk bangsa Indonesia dan untuk keluarga besar UPT SPF SD Inpres Tamamaung 2. Semoga Allah SWT meridhoi langkah kita semua. Semoga di bawah kepemimpinan saya H. Mustafa, http://S.Pd, sekolah ini terus maju, melahirkan siswa-siswi yang cerdas otaknya, mulia akhlaknya, dan cinta tanah airnya. Dirgahayu Pancasila ke-81 Tahun 2026. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa. Mari kita amalkan, mari kita jaga, mari kita wariskan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka! Merdeka! Merdeka! ( Yahya )

