MULIAINFO. Com. MAKASSAR - Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 mereka menegaskan komitmen mengamalkan 45 butir Pancasila sesuai Ketetapan MPR No. I/MPR/2003. Komitmen ini dipimpin langsung Kepala Sekolah Amrin, S.Pd bersama seluruh staf, guru, dan siswa-siswi.
Di bawah arahan Kepala Sekolah Amrin, S.Pd, UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 menjadikan 45 butir Pancasila sebagai kompas utama pembinaan karakter. Staf, guru, dan siswa-siswi sepakat bahwa nilai luhur bangsa harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan harian. Sekolah secara rutin mengadakan pembinaan, apel pagi, dan literasi Pancasila agar butir-butirnya dipahami maknanya, bukan hanya dihafal. Harapannya, setiap warga sekolah jadi teladan pengamalan Pancasila di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pada Sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa berlambang Bintang dengan 7 butir, guru menanamkan nilai keimanan dan toleransi sejak dini. Siswa-siswi diajarkan percaya dan takwa sesuai agama masing-masing melalui doa bersama sebelum belajar. Mereka juga dilatih menghormati teman beda keyakinan, membina kerukunan saat kegiatan keagamaan, serta memahami bahwa agama adalah hubungan pribadi dengan Tuhan. Sikap tidak memaksakan keyakinan dan menghormati kebebasan beribadah jadi budaya kelas yang dijaga staf dan guru setiap hari.
Sila ke-2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab berlambang Rantai dijabarkan dalam 10 butir yang jadi fondasi perlakuan antar manusia. Staf dan guru UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 menekankan pengakuan harkat martabat setiap siswa-siswi tanpa membeda-bedakan suku, agama, gender, warna kulit, atau status sosial. Anak-anak dilatih tenggang rasa, tepa selira, tidak semena-mena, serta gemar kegiatan kemanusiaan seperti membantu teman jatuh atau menjenguk yang sakit. Keberanian membela kebenaran dan keadilan juga ditumbuhkan lewat cerita dan diskusi kelas agar siswa paham bahwa kemanusiaan berlaku untuk semua bangsa.
Untuk Sila ke-3 Persatuan Indonesia berlambang Pohon Beringin dengan 7 butir, Kepala Sekolah Amrin, S.Pd mengajak seluruh warga sekolah menempatkan kepentingan bangsa di atas pribadi dan golongan. Siswa-siswi ditumbuhkan rasa cinta tanah air lewat upacara bendera, menyanyi lagu nasional, dan mengenal budaya daerah. Kebanggaan sebagai anak Indonesia diasah agar mereka rela berkorban untuk kebaikan bersama. Guru juga menanamkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam pergaulan, sehingga perbedaan latar belakang justru memperkaya persatuan di kelas.
Sila ke-4 Kerakyatan yang Dipimpin Hikmat Kebijaksanaan berlambang Kepala Banteng berisi 10 butir tentang demokrasi. Guru membiasakan musyawarah mufakat saat menentukan jadwal piket, memilih ketua kelas, atau merencanakan kegiatan. Siswa-siswi* belajar bahwa setiap warga punya kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, sehingga tidak boleh memaksakan kehendak. Keputusan hasil musyawarah dihormati dan dijalankan bersama dengan rasa tanggung jawab. Proses ini dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani, serta dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan, demi persatuan dan kepentingan bersama.
Sila ke-5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia berlambang Padi dan Kapas memiliki 11 butir. Kepala Sekolah Amrin, S.Pd bersama staf dan guru menanamkan perbuatan luhur, sikap adil, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Siswa-siswi dilatih suka menolong agar mandiri, tidak boros atau merugikan umum, kerja keras, dan menghargai karya teman lewat lomba dan pameran kelas.
Di Hari Lahir Pancasila ini, staf, guru, dan siswa-siswi mengamalkan butir Pancasila lewat aksi nyata. Pagi diawali doa bersama sesuai agama masing-masing cermin Sila 1. Antre tertib wujud Sila 2. Piket kebersihan dan kerja kelompok praktik Sila 3 dan Sila 5. Pemilihan ketua kelas lewat musyawarah adalah bukti Sila 4.
Musyawarah kelas rutin digelar setiap akhir pekan diinisiasi guru dan difasilitasi staf. Setiap siswa-siswi diberi ruang menyampaikan pendapat. Keputusan diambil mufakat dengan semangat kekeluargaan. Setelah diputuskan, semua warga kelas wajib menjalankan dengan iktikad baik. Dari sini demokrasi dan tanggung jawab tumbuh sejak SD.
Mengacu Sila ke-2 dan ke-5, Kepala Sekolah Amrin, S.Pd menggerakkan staf, guru, dan siswa-siswi dalam kegiatan peduli sesama dan lingkungan. Ada aksi bersih sekolah, donasi untuk teman, serta hemat air-listrik. Anak diajarkan tidak hidup mewah karena harta dipakai untuk kemajuan bersama sesuai 11 butir Padi dan Kapas.
“Pancasila harus jadi perilaku, bukan hanya hafalan. Dengan sinergi kepala sekolah, staf, guru, dan siswa-siswi , kami optimis melahirkan generasi religius, beradab, cinta NKRI, demokratis, dan peduli,” tegas Amrin, S.Pd. Di momentum 1 Juni 2026, UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Makassar bertekad menjadikan 45 butir sebagai fondasi kuat masa depan bangsa. ( Yahya )

