01 Juni 2026

Keteladan Guru Dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di SDN Sudirman 1 Tahun 2026

Tags


MULIAINFO. Com. Makassar --  Senin, 1 Juni 2026, SDN Sudirman menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dengan suasana yang khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Sejak pukul 07.00 WIB lapangan sekolah sudah dipadati oleh seluruh warga sekolah. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa berbaris rapi sesuai kelas masing-masing. Bendera Merah Putih tampak berkibar anggun di tengah lapangan, menjadi simbol persatuan yang mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan. Cuaca pagi itu cerah, seakan ikut mendukung kelancaran jalannya upacara dari awal hingga akhir.

Yang membuat upacara tahun ini terasa istimewa adalah komposisi petugasnya. Seluruh tugas upacara dipercayakan sepenuhnya kepada dewan guru. Pemimpin upacara, komandan peleton, pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembaca UUD 1945, pembaca doa, hingga dirigen dan paduan suara, semuanya adalah bapak dan ibu guru. Hal ini menjadi bentuk keteladanan langsung dari guru kepada siswa. Dengan turun langsung menjadi petugas, guru menunjukkan bahwa mengamalkan Pancasila bukan hanya tugas siswa, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

Upacara dipimpin oleh pembina upacara Kepala SDN Sudirman, Ibu Haslinda, http://S.Pd. Dengan wibawa dan ketegasannya, beliau memimpin jalannya upacara dari awal sampai akhir. Kehadiran Ibu Haslinda sebagai pembina memberikan kesan mendalam bagi peserta upacara. Amanat yang beliau sampaikan tidak hanya menjadi instruksi formal, tetapi juga nasihat yang menyentuh hati. Para guru dan siswa tampak antusias menyimak setiap kata, karena pesan yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang.

Seluruh siswa SDN Sudirman hadir sebagai peserta upacara. Mereka datang dengan seragam lengkap, dasi rapi, dan atribut sekolah yang dikenakan dengan bangga. Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, suara mereka menggema ke seluruh penjuru lapangan. Barisan yang rapi dan sikap sempurna yang ditunjukkan siswa menjadi bukti bahwa nilai disiplin dan cinta tanah air sudah mulai tertanam sejak dini. Momen ini juga menjadi pembelajaran langsung tentang sila ke-2 dan ke-3 Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan Indonesia.

Rangkaian upacara dibuka dengan laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara. Setelah penghormatan, acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh tim pengibar bendera yang seluruh anggotanya adalah guru. Detik-detik pengibaran berlangsung sangat khidmat. Semua peserta berdiri tegak, tangan diletakkan di dada kiri, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh penghayatan. Bendera yang naik perlahan ke puncak tiang menjadi simbol semangat kemerdekaan dan pengingat bahwa Pancasila adalah dasar negara yang harus terus kita jaga bersama.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh salah satu guru yang suaranya lantang dan penuh wibawa. Setiap sila diucapkan dengan jelas dan tegas, sehingga seluruh peserta dapat mendengar dan menghayatinya dengan baik. Setelah itu dilanjutkan pembacaan teks UUD 1945 oleh guru lainnya. Pembacaan dua naskah penting ini menjadi pengingat bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar adalah fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana hening saat pembacaan berlangsung menunjukkan betapa besar rasa hormat warga SDN Sudirman terhadap dasar negara.

Puncak acara adalah penyampaian amanat pembina upacara oleh Ibu Haslinda, http://S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Beliau mengajak seluruh guru untuk terus menjadi teladan dalam bersikap jujur, disiplin, dan gotong royong. Kepada siswa, beliau berpesan agar selalu menghormati teman, membantu yang kesulitan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Di era digital seperti sekarang, nilai toleransi dan persatuan menurut beliau menjadi semakin penting untuk menangkal perpecahan.

Setelah amanat selesai, suasana upacara menjadi semakin syahdu dengan penampilan paduan suara guru. Di bawah arahan dirigen yang juga guru, mereka membawakan lagu-lagu perjuangan seperti "Garuda Pancasila" dan "Bagimu Negeri". Lantunan suara yang kompak dan penuh semangat membuat banyak siswa ikut bernyanyi bersama. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk nyata pengamalan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, karena lagu-lagu tersebut juga mengandung doa dan rasa syukur kepada Tuhan.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh warga sekolah. Guru yang menjadi petugas telah memberi contoh langsung tentang tanggung jawab dan dedikasi. Sementara siswa sebagai peserta belajar tentang pentingnya disiplin, menghargai orang lain, dan mencintai bangsanya. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter melalui upacara masih sangat relevan. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi harus dirasakan dan dipraktikkan setiap hari, mulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh salah satu guru yang memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa Indonesia. Doa dipanjatkan dengan khusyuk oleh seluruh peserta. Setelah itu, pemimpin upacara melapor kepada pembina bahwa rangkaian upacara telah selesai dilaksanakan. Dengan penghormatan terakhir, seluruh peserta membubarkan diri secara tertib dan kembali ke kelas masing-masing. Semoga semangat Pancasila yang dikobarkan hari ini terus hidup di hati setiap siswa dan guru SDN Sudirman, menjadi bekal untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan. ( Yahya )