16 Juni 2026

SPMB Hari Pertama SDI Kajenjeng 15 Juni 2026 : Jalur Afirmasi & Mutasi


MULIAINFO. Com. Makassar -- UPT SPF SDI Kajenjeng resmi memulai hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Fokus pendaftaran hari ini dikhususkan untuk jalur Afirmasi dan jalur Mutasi.

Sejak pukul 07.00 WITA, halaman sekolah sudah dipadati orang tua dan calon peserta didik. Panitia SPMB langsung membuka meja pendaftaran dan memisahkan alur antara jalur Afirmasi dengan jalur Mutasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd selaku Kepala Sekolah meninjau langsung proses verifikasi berkas. Beliau menekankan kepada seluruh panitia agar pelayanan untuk kedua jalur ini dilakukan dengan teliti, humanis, dan tanpa pungutan biaya.

Pada jalur Afirmasi, petugas memverifikasi dokumen KIP, KIS, PKH, serta Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan. Data dicek satu per satu untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada yang benar-benar berhak.

Sementara itu jalur Mutasi ramai didatangi siswa pindahan. Guru piket bertugas memeriksa surat pindah, rapor terakhir, dan bukti domisili. Setiap berkas langsung dikonfirmasi ke sekolah asal agar data Dapodik valid.

Ibu Kepsek Hj. Hamsinah, S.Pd menyapa para orang tua di ruang tunggu. Beliau menjelaskan bahwa SDI Kajenjeng berkomitmen memberi akses pendidikan yang adil, terutama bagi keluarga kurang mampu dan siswa yang pindah domisili.


Operator sekolah bekerja cepat menginput data pendaftar ke portal SPMB online. Hasilnya, rekapitulasi kuota jalur Afirmasi dan Mutasi bisa langsung dipantau panitia dan pengawas dari Dinas Pendidikan.

Para guru yang tergabung dalam panitia membagi tugas dengan solid. Ada yang bertugas verifikasi, input data, sampai memberi informasi. Kerjasama ini membuat antrean orang tua berjalan lancar tanpa penumpukan.

Fasilitas sekolah seperti kursi tunggu, air minum gratis, dan musholla disiapkan panitia. Bagi pendaftar jalur Mutasi yang berkasnya kurang, disediakan koperasi sekolah untuk materai dan fotokopi agar tidak perlu keluar area.

Sampai sore hari tidak ditemukan kendala teknis berarti. Beberapa berkas Afirmasi masih kurang, namun orang tua diberi waktu melengkapi sesuai jadwal. Untuk Mutasi, semua surat pindah yang masuk sudah sesuai prosedur.

Dengan dipimpin Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd dan kerja kompak guru-guru, panitia SPMB SDI Kajenjeng optimis hari pertama jalur Afirmasi dan Mutasi berjalan sukses. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan arahan lanjutan untuk hari kedua pendaftaran. ( muh.yahya )

Hari Kedua SPMB Bonto- Rannu 2 Tahun 2026 di Bawah Kepemimpinan Ibu Hj,St, Syamsiah, S.Pd


MULIAINFO. Com. Makassar -- Hari kedua pelaksanaan SPMB di UPT SPF SD Bonto-RANNU 2 berjalan lancar. Sejak pukul 07.30 WITA, panitia bersama Kepala Sekolah Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd sudah stand by di ruang pendaftaran untuk menyambut calon peserta didik baru.

Ibu Kepsek Hj. St. Syamsiah, S.Pd langsung memantau jalannya verifikasi berkas. Beliau berpesan agar semua guru dan panitia melayani orang tua dengan sabar, jujur, dan transparan.

Para guru yang ditugaskan sebagai panitia SPMB sigap membagi tugas. Ada yang di bagian pendaftaran, verifikasi dokumen, sampai bagian informasi. Kerjasamanya padu jadi antrean tidak menumpuk.

Proses cek berkas seperti KK, akta kelahiran, dan ijazah TK/RA dilakukan teliti oleh guru-guru. Kalau ada dokumen kurang, Ibu Kepsek dan tim langsung memberi arahan baik-baik supaya bisa dilengkapi cepat.

Suasana sekolah tertib berkat arahan Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd. Beliau juga minta guru piket mengatur tempat duduk dan parkir agar orang tua yang menunggu tetap nyaman.

Saat jam istirahat, Ibu Kepsek menyempatkan diri menyapa satu per satu orang tua pendaftar. Beliau menjelaskan visi SD Bonto-RANNU 2: mencetak anak yang cerdas, berakhlak, dan religius.

Guru-guru kelas 1 juga ikut turun membantu. Mereka sekalian observasi calon muridnya nanti, jadi bisa lebih siap menyusun strategi pembelajaran dari awal tahun ajaran.

Tidak ada kendala teknis berarti hari ini. Operator dapodik dibantu guru TIK langsung input data ke sistem SPMB online, hasilnya langsung bisa dicek Ibu Kepsek Hj. St. Syamsiah, S.Pd.

Antusiasme warga tinggi karena kepercayaan ke Ibu Kepsek dan guru-guru SD Bonto-RANNU 2. Banyak orang tua bilang, “Tenang daftarin anak di sini, gurunya ramah dan kepseknya tegas tapi peduli”.

Dengan kepemimpinan Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd dan kerja solid para guru, panitia optimis target kuota SPMB 2026 bisa tercapai sesuai jadwal. Hari kedua ditutup dengan evaluasi singkat bersama seluruh panitia. ( Muh.yahya )


 


MULIAINFO. Com. *MAKASSAR* – Kekompakan tim sering jadi kunci sukses sebuah sekolah. Hal itu dibuktikan UPT SPF SD PACCINANG 1 Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammad Fitri, S.Pd., M.Pd. Jelang dan selama masa PPDB 2026, soliditas antara kepsek dan guru jadi pembeda yang membuat proses pendaftaran berjalan rapi dan minim keluhan warga.

Sejak jauh-jauh hari, Pak Fitri sudah menyiapkan sistem. Akun operator dapodik, akun portal PPDB Makassar, hingga akun http://belajar.id guru diaktifkan dan divalidasi. Tujuannya sederhana: semua perangkat siap sebelum hari H. “Kalau sistemnya rapi dari awal, kerja tim jadi ringan,” ujarnya saat memantau verifikasi berkas calon murid.

Kekompakan itu nyata di lapangan. Guru dibagi tim: ada yang fokus cek berkas, bantu orang tua input data, dan jaga meja layanan. Pembagian tugas sesuai kekuatan masing-masing guru. Hasilnya, antrean verifikasi tidak menumpuk. Orang tua yang datang rata-rata hanya butuh 10-15 menit untuk proses cek berkas.

Transparansi jadi pegangan tim. Peta zonasi, kuota jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan ditempel di mading sekolah dan disebar lewat grup WA warga. Semua guru menyampaikan informasi yang sama. “Satu suara ke publik bikin orang tua percaya. Nggak ada info simpang siur,” kata salah satu guru piket PPDB.

Untuk calon murid kurang mampu, tim guru Paccinang 1 jemput bola. Mereka bantu warga RT/RW sekitar scan KK, KKS, dan KIP. Akun yang sudah disiapkan kepsek memudahkan input data DTKS. Langkah ini memastikan anak tetap dapat kursi sekolah meski orang tuanya gaptek.

Pak Muhammad Fitri sendiri rutin memantau dashboard pendaftaran lewat HP, bahkan di luar jam kerja. Begitu ada kendala server atau berkas ditolak sistem, grup guru langsung koordinasi. Besok paginya tim paling awal mencoba upload ulang. “Kontrol harian bikin masalah nggak numpuk,” tegasnya.

Setelah pengumuman, tim tidak langsung bubar. Mereka evaluasi: berapa pendaftar, kendala apa yang muncul, dan SOP apa yang perlu diperbaiki. Catatan itu jadi bahan PPDB tahun depan. Karena itu tiap tahun proses di SD PACCINANG 1 makin tertib.

Kekompakan kepsek dan guru akhirnya bermuara pada kepercayaan publik. Warga sekitar kini menjadikan SD PACCINANG 1 sebagai rujukan PPDB. Orang tua tenang, guru tidak stres, dan siswa baru bisa langsung fokus belajar saat tahun ajaran baru dimulai.

Bagi Pak Fitri, kompak bukan sekadar slogan. “Kepsek harus turun gunung. Kalau pimpinan hadir, guru pasti bergerak,” katanya. Filosofi itulah yang membuat SD PACCINANG 1 konsisten melayani dengan hati.

_Reporter: Tim Redaksi_: Muh. Yahya 
_Makassar, 16 April 2026_ 

14 Juni 2026

Sebelum Suruh ke Swasta, Tambah Kelas Dulu


MULIAINFO. Com. Makassar -- Jelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru 15 Juni 2026 besok, Kota Makassar dihadapkan pada persoalan klasik: daya tampung sekolah negeri SD dan SMPN tidak sebanding dengan jumlah pendaftar. Potensi anak usia wajib belajar 12 tahun tidak kebagian bangku kembali mengancam.

Sistem zonasi yang ketat memperkecil pilihan, sementara jumlah ruang kelas yang tersedia di banyak sekolah negeri tidak mengalami penambahan signifikan selama bertahun-tahun. Ketidakseimbangan ini menjadi akar masalah yang berulang setiap tahun ajaran baru.

Tanggal 15 Juni 2026 seharusnya menjadi awal cerah bagi anak-anak. Namun tanpa penambahan ruang kelas yang memadai, tanggal itu berpotensi menjadi catatan kelam. Istilah "belajar tanpa tempat duduk layak" kembali menjadi bayangan yang menghantui.

UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 menegaskan pendidikan adalah hak setiap warga negara. Negara wajib memenuhinya. Hak konstitusional itu tidak boleh kalah dengan pertimbangan teknis anggaran atau keterbatasan ruang yang bisa diatasi jika ada prioritas politik yang jelas.

Persoalan ini menyentuh esensi pembangunan. Pejabat publik, pengambil kebijakan, hingga pemimpin daerah, semuanya lahir dan besar dari bangku sekolah. Dari SD, SMPN, hingga perguruan tinggi. Jika pendidikan diabaikan, maka fondasi lahirnya pemimpin masa depan juga ikut rapuh.

Oleh karena itu, prioritas pembangunan harus diluruskan. Semua proyek infrastruktur boleh berjalan mulus, semua pembangunan fisik boleh dikejar. Namun jika ruang kelas SD dan SMPN tidak ditambah, maka pembangunan itu kehilangan makna paling dasarnya.

Sebelum menyarankan masyarakat mendaftarkan anak ke sekolah swasta, pemerintah wajib terlebih dahulu menambah ruang kelas atau bangku di sekolah negeri SD dan SMPN. Kewajiban negara adalah memastikan sekolah negeri cukup menampung, baru kemudian bicara opsi lain. Hak dasar anak tidak boleh digeser ke swasta sebelum negara menunaikan kewajibannya.

Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Komisi D memiliki kewenangan anggaran dan fungsi pengawasan. DPRD Makassar jangan tinggal diam, karena keberadaannya dibiayai oleh rakyat melalui pajak dan APBD. Fungsi kontrol harus dijalankan agar anggaran benar-benar berpihak pada pendidikan, bukan hanya proyek fisik.

Menunda penambahan ruang kelas sama artinya menunda masa depan anak Makassar. Sementara proyek bisa dikejar tahun depan, tapi anak yang kehilangan tahun ajaran ini tidak bisa diulang waktunya. Kerugian itu permanen dan tidak bisa diganti proyek sebesar apapun.

Keterbukaan data daya tampung versus pendaftar di tiap sekolah harus dipublikasikan. Transparansi itu memaksa semua pihak berpikir jernih: dimana ruang kelas paling mendesak ditambah, dimana sekolah paling padat harus segera diekspansi.

Jika 15 Juni 2026 besok masih terjadi anak yang tidak tertampung, maka itu sinyal keras. Sinyal bahwa pembangunan belum berpihak pada manusia. Proyek bisa dinilai sukses secara fisik, tapi gagal secara kemanusiaan jika masih ada anak yang tidak dapat tempat belajar.

Makassar punya reputasi sebagai kota pendidikan. Reputasi itu harus dijaga dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Menambah ruang kelas SD dan SMPN adalah tindakan paling nyata untuk membuktikan bahwa kota ini serius memuliakan anak-anaknya.

Ruang hak jawab tetap terbuka bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar dan pihak terkait sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999 Pasal 5. Publik menunggu data resmi dan rencana konkret penambahan ruang kelas, bukan sekadar janji.

14.- 15 Juni 2026 tinggal menghitung jam. Mari luruskan prioritas: kedepankan pendidikan dulu, baru yang lain. Karena tidak ada artinya proyek mulus, jalan lebar, dan gedung megah, jika fondasinya adalah anak yang tidak dapat bangku sekolah. Pendidikan dulu, Makassar baru bisa maju.  ( Muh Yahya )

-


13 Juni 2026

PAS Kelas 1 & 5 SDN Mattoangin 1 Berjalan Tertib, Kepsek Reni Astuty Tekankan Capaian Kurikulum Merdeka


MULIAINFO. Com Makassar -- Penilaian Akhir Semester atau PAS di UPT SPF SDN Mattoangin 1 jadi agenda wajib tiap akhir semester. Bagi kelas 1 dan kelas 5, PAS berfungsi mengevaluasi sejauh mana siswa sudah menguasai Capaian Pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepsek Reni Astuty Latif, S, Pd. agar pelaksanaannya tertib dan bermutu.

Untuk kelas 1 yang masih Fase A, soalnya dikemas tematik dan visual. Siswa belajar lewat Tema 1 sampai Tema 8 yang memadukan Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Bentuk soal banyak pakai gambar, pilihan ganda, dan isian singkat supaya anak bawah tidak terbebani membaca panjang. Tujuannya membangun dasar literasi dan numerasi sejak dini.

Mapel Matematika kelas 1 fokus ke bilangan 1-100, penjumlahan-pengurangan sederhana, serta pengenalan bangun datar. Guru juga menguji kemampuan siswa mengenal waktu, panjang, dan berat lewat konteks sehari-hari. Semua disusun agar anak bisa menerapkan hitungan dasar di rumah.

Sementara kelas 5 sudah masuk Fase C. Mapel diujikan terpisah seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS, PPKN, PAI, PJOK, dan Bahasa Inggris. Kedalaman soal lebih tinggi karena siswa dilatih berpikir kritis. Soal uraian dan HOTS mulai banyak muncul untuk melatih logika dan kemampuan analisis.

Matematika kelas 5 menguji pecahan, bangun ruang, kecepatan, debit, dan skala. Guru tidak hanya menuntut jawaban benar, tapi juga proses penyelesaian. IPAS kelas 5 masuk ke materi gaya & gerak, ekosistem, perpindahan kalor, dan sistem tata surya. Siswa diminta memahami konsep, bukan sekadar hafalan.


Bahasa Indonesia kelas 5 fokus pada teks narasi, puisi, surat pribadi, dan teks informasi. Siswa juga diuji membuat ringkasan dan menjawab pertanyaan isi bacaan. Sementara kelas 1 masih pada tahap membaca lancar, menulis huruf, dan memahami isi cerita sederhana lewat gambar.

Penilaian PPKN dan PAI tetap jadi bagian penting di kedua kelas. Kelas 1 belajar Pancasila, aturan di rumah/sekolah, rukun Islam, dan doa sehari-hari. Kelas 5 naik level ke materi NKRI, bela negara, hak-kewajiban, sirah nabi, dan zakat. Nilai sikap juga ikut dinilai lewat observasi guru.

Kisi-kisi PAS disiapkan guru tiap mapel sebelum ujian. Kisi-kisi ini jadi panduan siswa dan orang tua saat belajar di rumah. Bu Reni Astuty menekankan bahwa kisi-kisi bukan bocoran soal, tapi cerminan materi penting yang wajib dikuasai siswa kelas 1 dan 5 sesuai CP.

Pelaksanaan PAS dilakukan 6 hari dalam seminggu sesuai jam belajar pagi. Pengawasan ketat, tata tertib jelas, dan suasana tenang dijaga agar siswa bisa fokus. Orang tua dapat info jadwal dan hasil lewat grup WA wali kelas serta email resmi sekolah.

 Harapannya, PAS kelas 1 jadi fondasi kuat untuk naik ke kelas atas, dan PAS kelas 5 jadi bekal sebelum masuk Fase D di kelas 6. Dengan bimbingan guru profesional dan dukungan orang tua, siswa SDN Mattoangin 1 diharapkan lulus PAS dengan hasil maksimal dan siap naik kelas. ( Muh Yahya )


15 Juni 2026: 7.000 Lulusan SD Makassar Terancam Nggak Dapat Bangku SMP? Ini Data + Tuntutan Warga


MULIAINFO. Com. MAKASSAR - Catat tanggalnya. 15 Juni 2026 pukul 10.00 WITA, server PPDB Kota Makassar dibuka. 5 menit kemudian notifikasi "Kuota Penuh" akan berdatangan. Ribuan orang tua siswa-siswi akan duduk di terpal pinggir jalan gendong map ijazah. Padahal risiko ini sudah bisa dihitung sejak Januari 2026. Pertanyaannya: 6 bulan itu negara ngapain aja?

Data Sudah Ada Sejak Januari 2026 - TAPI NEGARA PURA-PURA BUTA*  
Berdasar data Dapodik Kemendikbudristek, lulusan SD/MI Kota Makassar 2025/2026 = 18.527 siswa. Angka final itu masuk sistem sejak 15 Januari 2026. Artinya 5 bulan sebelum PPDB, Pemkot sudah pegang "angka vonis". 18.527 anak mau naik SMP. Ini bukan ramalan dukun. Ini data resmi negara. Kalau Januari negara sudah tau jumlahnya, kenapa Juni baru sibuk "doa biar dapat bangku"? Itu namanya sengaja tutup mata.

Daya Tampung SMP Negeri Stagnan - 3 TAHUN NGGAK NAIK, ANAK TERUS NAIK*  
Data PPDB Makassar 2023: daya tampung SMP Negeri 11.180 bangku, pendaftar 17.900. 2024: bangku 11.250, pendaftar 18.100. 2025: bangku 11.300, pendaftar 18.400. Polanya jelas: anak Makassar tiap tahun nambah 300-400, tapi bangku SMP Negeri nambahnya cuma 50-70. 3 tahun berturut-turut defisit 6.000+. Negara tau polanya, tapi nggak pernah bikin kurva naik. Yang naik cuma air mata ortu tiap 15 Juni.

APBD 2026 Tembus 4,3 Triliun - UNTUK JALAN MULUS, BUKAN MASA DEPAN MULUS
Dokumen APBD Makassar 2026 bisa diunduh publik. Total 4,3 Triliun. Pos belanja modal untuk "Pembangunan Gedung Pendidikan" hanya 2,1% dari total. Sementara pos "Peningkatan Jalan & Jembatan" 18%. Jalan memang harus mulus. Tapi kalau anak nggak sekolah, siapa yg akan pakai jalan mulus itu 10 tahun lagi? Negara pilih cor beton daripada cor masa depan. Data APBD nggak bohong.

Fasilitas Umum Kosong 6 Bulan - AULA MATI SURI, ANAK HIDUP SENGSARA"  
Cek fakta lapangan Januari-Juni 2026: 143 aula kecamatan + balai RW + gedung serbaguna milik Pemkot se-Makassar. Siang hari jam 07.00-14.00 = 90% kosong. AC nyala, kursi ditutup plastik. 1 ruang kelas darurat butuh papan tulis 2 juta + bangku 15 juta. Sementara sewa tenda acara pejabat 1 malam = 25 juta. Negara punya gedung, punya dana, punya tukang. Yang nggak punya cuma prioritas. Aula bisa jadi kelas darurat besok. Tapi negara pilih biarkan nganggur 6 bulan.

Guru Honorer Menganggur, Rombel Darurat Tidak Dibuka - OTAK ADA, KERJA NGGAK ADA.
Data GTK Kemendikbud: Makassar punya 3.200+ guru honorer K2 + non-K2 yg nganggur atau jam ngajarnya dipotong. Gaji 500rb-1 juta, ngelamar ke mana-mana. Sementara 1 rombel darurat 36 siswa butuh 1 guru. Hitungannya gampang: kalau buka 200 rombel darurat = 200 guru terserap + 7.200 anak terselamatkan. Negara punya 2 masalah yg solusinya saling ketemu: guru nganggur + anak nggak sekolah. Tapi negara pilih biarkan dua-duanya nangis. Itu namanya gagal manajemen paling dasar.

Lontara+ Jadi Saksi, Bukan Solusi - APLIKASI CANGGIH UNTUK NONTON GAGAL HD,
Lontara+ diluncurkan Pemkot awal 2026. Anggaran miliaran. Fungsinya keren: ortu bisa pantau kuota real-time, lihat ranking, cek zonasi. Tapi sejak Januari 2026, fitur "Tambah Bangku Darurat" ada nggak di aplikasinya? NGGAK ADA. Negara bikin aplikasi canggih buat menghitung korban, bukan buat menyelamatkan korban. Itu kayak bikin CCTV di TKP pembunuhan, tapi nggak cegah pembunuhan. Transparansi tanpa aksi = pamer luka.

Wajib Belajar 9 Tahun = Kewajiban Negara - JANJI KONSTITUSI DILANGGAR 6 BULAN 
UUD 1945 Pasal 31 ayat 2: "Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya". Kata kuncinya: WAJIB PEMERINTAH. Sejak anak lulus SD Januari 2026, negara sudah punya kewajiban hukum sediakan SMP. Bukan kewajiban ortu begadang daftar jam 00.01 tanggal 15 Juni. Kalau 15 Juni 7.000 anak gagal masuk, itu bukan "gagal zonasi". Itu negara gagal penuhi konstitusi 180 hari lamanya.

Pola Gagal Berulang 3 Tahun - BUKAN BENCANA, INI KEBIJAKAN YANG GAGAL
Buka arsip siap-ppdb.com: 2023 = 6.720 siswa nggak dapat SMP Negeri. 2024 = 6.850 siswa. 2025 = 7.100 siswa. Grafiknya naik terus kayak grafik utang. Negara Makassar sudah 3x lihat film yg sama: Januari data keluar → Juni ortu nangis. Kalau 3x kejadian sama dan nggak diperbaiki, itu bukan "bencana alam". Itu "bencana kebijakan". Negara sengaja ulang kesalahan yg sama dan berharap hasil beda.

Solusi Ada, Tapi Nggak Dikerjakan - 180 HARI CUKUP BIKIN 60 KELAS, DIPAKAI RAPAT. 
Fakta lapangan: tukang Makassar bangun 1 kelas baja ringan 7x9 meter = 18 hari kerja. Dari 15 Januari ke 15 Juni = 150 hari kerja efektif. Artinya negara bisa bangun 60+ ruang kelas darurat kalau mau. 60 kelas x 36 siswa = 2.160 anak terselamatkan. Tapi 150 hari itu dipakai apa negara? Rapat FGD "Strategi PPDB Berkeadilan", bikin juknis 200 halaman, studi banding ke kota lain. Anak butuh bangku, negara kasih PowerPoint.

Dana BOSP Terkunci Aturan Bodoh - SEKOLAH MAU BANTU, TANGANNYA DIKUNCI NEGARA" 
Dana BOSP 2026 cair ke SMP tiap 3 bulan. Total se-Makassar ratusan miliar. Kepala sekolah kepikiran: "Pakai BOSP bangun kelas darurat aja". Jawaban Dinas: "Dilarang Pak. BOSP cuma buat sabun, listrik, ATK". Lah logikanya: anak nggak sekolah gara-gara nggak ada kelas, tapi dana buat bikin kelas dilarang dipakai. Negara bikin aturan jerat leher sekolah sendiri. BOSP cair tapi nggak boleh dipakai selamatkan siswa.

15 Juni Bukan Hari Pengumuman, Tapi Hari Seleksi Alam
Tanggal itu bukan sekadar "pengumuman". Bagi ribuan ortu, itu hari vonis: anaknya sekolah atau putus. Negara punya 6 bulan untuk mencegah, tapi publik belum lihat langkah konkret. Karpet merah untuk proyek jalan, terpal untuk ortu nangis. Satu kota, dua dunia.

Makassar Nggak Miskin. Negara Yang Pelit Niat*  
APBD 4,3 Triliun. Tukang ada. Semen ada. Lahan kosong ada. Guru nganggur ada. Yang nggak ada cuma 1: NIAT negara dari jauh hari. Jadi ini bukan cerita "daerah miskin". Ini cerita "pejabat pelit nurani". Kalau niat ada, aula kosong bisa jadi kelas besok.

Tuntutan Warga Sebelum Terlambat*  
1.  Januari 2027 : Begitu data Dapodik lulusan keluar, tender pembangunan kelas SMP darurat langsung jalan. Jangan tunggu Juni.  
2. Juli 2026 : Buka rombel darurat di 143 aula/gedung milik Pemkot sekarang juga. Fleksibelkan aturan BOSP.  
3. Transparansi : Audit publik kebutuhan bangku vs lulusan tiap Januari. Jangan tutup data.

Pilihannya Jelas: Kerja Sekarang atau Jelaskan Nanti*  
Sebelum 15 Juni 2026, publik berhak tahu: apa langkah konkret Pemkot Makassar? Kalau tidak ada, maka tanggal itu akan dikenang sebagai "hari pemakaman mimpi" ribuan anak Makassar. Negara tidur 6 bulan, anak Makassar yang dikubur.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum menerima keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No.40/1999 Pasal 5 ayat 2. Data jumlah lulusan dan daya tampung bersumber dari Dapodik Kemendikbudristek dan arsip PPDB Makassar tahun sebelumnya yang bersifat publik. ( Yahya )


12 Juni 2026

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Gelar Ulangan Semester Genap 8 - 11 Juni 2026, Tanamkan Jujur, Disiplin, dan Berkarakter


MULIAINFO. Com. Makassar -- UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III resmi memulai Ulangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan akademik ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin, 8 Juni 2026 sampai Kamis, 11 Juni 2026. Jadwal disusun agar siswa dapat mengerjakan dengan tenang dan tertib.
 
Ulangan diikuti seluruh peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 5. Setiap tingkat memiliki jadwal dan mata pelajaran berbeda sesuai kurikulum. Wali kelas telah membagikan denah ruang dan tata tertib agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Tujuan utama ulangan adalah mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari selama semester genap. Hasil ulangan akan menjadi dasar penilaian rapor, bahan refleksi guru, dan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran ke depan.

Dalam amanatnya, sekolah mengajak semua siswa mengerjakan soal dengan jujur, disiplin waktu, dan tanggung jawab. Kejujuran saat ulangan melatih integritas. Disiplin melatih fokus, dan tanggung jawab melatih kemandirian belajar demi meraih hasil terbaik.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III terus berupaya mencetak lulusan yang unggul dan berkarakter. Melalui ulangan ini, siswa tidak hanya diuji akademiknya, tapi juga sikapnya. Karakter jujur dan disiplin sejak SD adalah bekal menjadi generasi berdaya saing.

Selain akademik, sekolah juga mendorong siswa berpikir inovatif dalam menjawab soal. Guru telah membimbing agar siswa tidak hanya hafal, tapi juga paham konsep.

Selama pelaksanaan ulangan, sekolah tetap menanamkan kepedulian lingkungan. Siswa diminta menjaga kebersihan ruang kelas dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kegiatan ini juga menjunjung tinggi nilai kearifan dan budaya lokal. Sekolah ingin siswa berprestasi tanpa melupakan identitas budaya daerah Baranti, Sulawesi Selatan.

Guru dan tenaga pendidik berharap semua siswa menyiapkan diri dengan baik. Belajar teratur, istirahat cukup, dan berdoa sebelum mengerjakan soal.

Mari sukseskan Ulangan Semester Genap 2025/2026. Dengan semangat unggul, berkarakter, inovatif, berdaya saing, peduli lingkungan, dan berbudaya lokal, kita raih hasil terbaik bersama. ( Yahya )