MULIAINFO. Com. *MAKASSAR* – Kekompakan tim sering jadi kunci sukses sebuah sekolah. Hal itu dibuktikan UPT SPF SD PACCINANG 1 Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammad Fitri, S.Pd., M.Pd. Jelang dan selama masa PPDB 2026, soliditas antara kepsek dan guru jadi pembeda yang membuat proses pendaftaran berjalan rapi dan minim keluhan warga.
Sejak jauh-jauh hari, Pak Fitri sudah menyiapkan sistem. Akun operator dapodik, akun portal PPDB Makassar, hingga akun http://belajar.id guru diaktifkan dan divalidasi. Tujuannya sederhana: semua perangkat siap sebelum hari H. “Kalau sistemnya rapi dari awal, kerja tim jadi ringan,” ujarnya saat memantau verifikasi berkas calon murid.
Kekompakan itu nyata di lapangan. Guru dibagi tim: ada yang fokus cek berkas, bantu orang tua input data, dan jaga meja layanan. Pembagian tugas sesuai kekuatan masing-masing guru. Hasilnya, antrean verifikasi tidak menumpuk. Orang tua yang datang rata-rata hanya butuh 10-15 menit untuk proses cek berkas.
Transparansi jadi pegangan tim. Peta zonasi, kuota jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan ditempel di mading sekolah dan disebar lewat grup WA warga. Semua guru menyampaikan informasi yang sama. “Satu suara ke publik bikin orang tua percaya. Nggak ada info simpang siur,” kata salah satu guru piket PPDB.
Untuk calon murid kurang mampu, tim guru Paccinang 1 jemput bola. Mereka bantu warga RT/RW sekitar scan KK, KKS, dan KIP. Akun yang sudah disiapkan kepsek memudahkan input data DTKS. Langkah ini memastikan anak tetap dapat kursi sekolah meski orang tuanya gaptek.
Pak Muhammad Fitri sendiri rutin memantau dashboard pendaftaran lewat HP, bahkan di luar jam kerja. Begitu ada kendala server atau berkas ditolak sistem, grup guru langsung koordinasi. Besok paginya tim paling awal mencoba upload ulang. “Kontrol harian bikin masalah nggak numpuk,” tegasnya.
Setelah pengumuman, tim tidak langsung bubar. Mereka evaluasi: berapa pendaftar, kendala apa yang muncul, dan SOP apa yang perlu diperbaiki. Catatan itu jadi bahan PPDB tahun depan. Karena itu tiap tahun proses di SD PACCINANG 1 makin tertib.
Kekompakan kepsek dan guru akhirnya bermuara pada kepercayaan publik. Warga sekitar kini menjadikan SD PACCINANG 1 sebagai rujukan PPDB. Orang tua tenang, guru tidak stres, dan siswa baru bisa langsung fokus belajar saat tahun ajaran baru dimulai.
Bagi Pak Fitri, kompak bukan sekadar slogan. “Kepsek harus turun gunung. Kalau pimpinan hadir, guru pasti bergerak,” katanya. Filosofi itulah yang membuat SD PACCINANG 1 konsisten melayani dengan hati.
_Reporter: Tim Redaksi_: Muh. Yahya
_Makassar, 16 April 2026_
