22 Juni 2026

SPMB Hari Pertama di SD Inpres Banta-Bantaeng 1 Berjalan Tertib, Kepsek Apresiasi Kedisiplinan Orang Tua


MULIAINFO. Com. Makassar -- Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di UPT SPF SD Inpres Banta-Bantaeng 1 berlangsung dengan lancar dan tertib. Sejak pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi orang tua dan calon murid baru yang datang lebih awal.

Suasana sekolah terlihat rapi. Panitia SPMB sudah bersiap sejak pukul 07.00 WITA untuk mengarahkan orang tua ke meja pendaftaran dan ruang verifikasi berkas. Semua petugas bekerja sesuai tugas masing-masing.

Ibu Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd., memantau langsung jalannya kegiatan dari awal hingga selesai. Beliau menyapa orang tua satu per satu dan memastikan tidak ada yang merasa kebingungan dengan alur pendaftaran.

Salah satu hal yang paling disoroti adalah kedisiplinan antrian. Orang tua diminta menunggu sesuai nomor urut dan tidak berkerumun di depan meja petugas. Hasilnya, proses verifikasi berkas berjalan cepat tanpa penumpukan.

Ibu Hasdiarah Kadir dalam arahannya menekankan pentingnya ketertiban. Beliau berharap orang tua siswa tetap sabar, menjaga antrian, dan mengikuti arahan panitia demi kelancaran bersama.


Calon murid baru yang hadir juga tampak antusias. Mereka diajak berkenalan dengan lingkungan sekolah sambil menunggu orang tuanya menyelesaikan pendaftaran. Beberapa guru ikut mendampingi agar anak-anak merasa nyaman.

Fasilitas sekolah seperti ruang tunggu, tempat duduk, dan titik air minum disiapkan untuk mendukung kenyamanan. Hal ini membuat orang tua tidak perlu berdiri lama di bawah terik matahari.

Petugas keamanan sekolah turut membantu mengatur arus lalu lintas di depan gerbang. Parkir kendaraan ditata rapi agar tidak mengganggu akses jalan warga sekitar Banta-Bantaeng.

Hingga siang hari, tidak ada kendala berarti yang muncul. Semua berkas yang masuk dicek ulang oleh panitia agar sesuai dengan persyaratan SPMB tahun ini.

Dengan berjalan tertibnya hari pertama ini, pihak sekolah optimis proses SPMB selanjutnya akan semakin baik. Harapan Ibu Kepsek sederhana: kerjasama orang tua dan sekolah jadi kunci utama pendidikan anak yang berkualitas. ( Muh. Yahya )


SPMB SDI Kassi Berjalan Tertib dan Lancar di Hari Senin 22 Juli 2026


MULIAINFO. Com.Makassar -- Pelaksanaan SPMB SDI Kassi kembali dimulai pada hari Senin pagi. Sejak pukul 07.30 WITA, halaman dan ruang pendaftaran sekolah sudah dipadati orang tua siswa yang datang bersama calon peserta didik baru. Panitia dan guru piket sudah bersiaga di pintu masuk untuk mengarahkan alur pendaftaran. Suasana awal hari ini terlihat kondusif dan penuh semangat kebersamaan antara pihak sekolah dengan wali murid.

Sistem yang diterapkan tetap mengutamakan ketelitian. Setiap orang tua siswa diminta menyerahkan berkas ke meja verifikasi yang dijaga langsung oleh guru. Guru memeriksa satu per satu mulai dari akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, sampai bukti alamat. Jika ada berkas yang kurang atau tidak sesuai, guru akan langsung memberi arahan agar orang tua segera melengkapinya. Langkah ini bertujuan meminimalisir kesalahan data saat masuk ke sistem.

Setelah dinyatakan lengkap dan ditandatangani oleh guru verifikator, berkas baru boleh dilanjutkan ke meja operator. Di meja operator, seluruh data pendaftar diinput langsung ke portal SPMB resmi. Operator bekerja sesuai nomor antrean agar tidak terjadi tumpang tindih. Dengan alur “guru dulu, operator kemudian” ini, antrean menjadi lebih tertib, rapi, dan tidak menimbulkan penumpukan di satu titik.

Kepala Sekolah menegaskan bahwa SPMB bukan hanya tugas operator. Semua guru wajib bekerja ekstra dan bergotong royong. Ada guru yang bertugas mengarahkan antrean, ada yang membantu fotokopi berkas darurat, dan ada pula yang mendampingi orang tua yang masih bingung mengisi formulir. Kompaknya tim guru membuat beban kerja operator jadi lebih ringan dan proses pendaftaran terasa lebih cepat.

Berkat koordinasi yang baik, suasana di ruang pendaftaran hari ini benar-benar tertib. Orang tua mengantre dengan sabar sesuai nomor urut, tidak ada yang menyerobot. Guru dengan sigap memanggil nama dan memeriksa berkas tanpa terburu-buru. Operator pun bisa fokus menginput data tanpa gangguan. Kedisiplinan inilah yang membuat proses SPMB hari Senin ini berjalan jauh lebih lancar dibanding hari pertama.


Proses input data oleh operator berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jaringan internet sekolah stabil dan portal SPMB tidak mengalami gangguan. Operator dibantu 2 laptop cadangan sehingga jika satu device butuh restart, input data tetap bisa berjalan. Kecepatan mengetik dan ketelitian operator juga membuat antrean di meja input tidak menumpuk terlalu lama.

Orang tua siswa menunjukkan kedisiplinan yang patut diapresiasi. Kebanyakan datang dengan map berisi semua berkas yang sudah disusun rapi sesuai urutan. Banyak juga yang sudah bertanya dulu ke grup WA sekolah, jadi saat di meja guru tidak banyak pertanyaan berulang. Kerjasama orang tua seperti ini sangat membantu mempercepat verifikasi berkas.

Ibu Sukmawati, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDI Kassi turun langsung memantau dari awal sampai akhir kegiatan. Beliau berkeliling mengecek meja verifikasi, meja operator, sampai area antrean. Sesekali beliau memberi motivasi ke guru dan menyapa orang tua agar tetap tenang. Kehadiran beliau membuat seluruh tim bekerja lebih fokus dan bertanggung jawab.

Setelah kegiatan selesai, tim guru melakukan evaluasi singkat. Hasilnya, hari ini SPMB berjalan sangat tertib dan lancar. Tidak ada berkas yang salah input, tidak ada antrean yang membludak, dan tidak ada keluhan dari orang tua. Semua pihak sepakat mempertahankan sistem “cek guru dulu, baru ke operator” karena terbukti efektif.

Dengan semangat gotong royong ini, SDI Kassi optimis target kuota peserta didik baru bisa tercapai sesuai jadwal. Pihak sekolah mengimbau kepada orang tua yang belum sempat mendaftar agar segera melengkapi berkas dan datang sesuai hari yang ditentukan. Panitia juga berterima kasih atas dukungan semua wali murid yang menjaga ketertiban selama proses berlangsung.( Muh. Yahya )



SPMB Jalur Zonasi SD Inpres Bertingkat Bara-baraya II, Berjalan Tertib, Guru Operator Teliti Input Data


MULIAINFO. Com -- Makassar - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru SPMB jalur zonasi hari pertama di UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara- baraya II,   berjalan tertib dan lancar, Senin 22/6/2026. Sejak pukul 07.30 Wita, halaman sekolah sudah ramai orang tua dan calon siswa baru. Meski jumlah pendaftar padat, suasana tetap kondusif karena semua mengikuti alur yang sudah ditentukan panitia SPMB sekolah.

Proses verifikasi dokumen dilakukan langsung oleh tim guru operator yang sudah ditunjuk. Satu persatu berkas KK, akta lahir, ijazah TK/PAUD, dan bukti domisili dicek teliti. Petugas mencocokkan NIK anak dengan data Dukcapil dan memastikan alamat di KK benar-benar masuk radius zonasi sekolah sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

*"Guru operator kami sangat teliti menjemput data dari orang tua. Mereka tidak buru-buru. Satu berkas dicek 2 kali, data diinput lalu dicocokkan lagi. Tujuannya biar tidak ada kesalahan yang merugikan calon siswa," ujar Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres  Bertingkat Bara-baraya II,  Suardi Salpin, S.Pd, .M. M., di sela kegiatan.

Pantauan di lokasi, orang tua siswa datang sesuai jadwal panggilan yang disebar lewat grup WA kelas 6 SD. Tidak ada penumpukan di gerbang. Petugas keamanan dan OSIS bantu arahkan alur antrean: masuk lewat pintu timur, keluar lewat pintu barat. Hasilnya halaman sekolah tetap longgar, udara lancar, dan orang tua tidak berdesakan.

Para siswa yang ikut dampingi orang tua juga tampak tertib dan sopan. Anak-anak duduk rapi di bangku yang disediakan panitia, sebagian membaca buku, sebagian berbincang pelan. Tidak ada yang lari-larian atau teriak. "Siswa sangat tertib dan lancar," ucap Kepsek Suardi Salpin bangga melihat kedisiplinan anak didiknya.


Apresiasi khusus disampaikan kepsek untuk kedisiplinan semua pihak. Menurut Suardi Salpin, kunci kelancaran SPMB ada pada kerja sama. "Siswa sangat tertib dan lancar. Orang tua juga kooperatif bawa berkas lengkap sesuai checklist. Guru operator semangat dari pagi. Ini memudahkan kerja kami dan bikin proses jadi cepat," ucapnya.

Tahun ini sistem SPMB Makassar full online dan terintegrasi. Guru operator wajib teliti saat input NIK, nama, alamat, hingga koordinat rumah sesuai KK. Data ini langsung sinkron ke server Dinas Pendidikan. "Satu angka salah ketik bisa bikin jarak zonasi berubah. Makanya kami latih operator 3 hari sebelum SPMB," jelas kepsek.

Untuk menghindari antrean panjang, panitia buka 3 meja verifikasi paralel. Meja 1 khusus jalur zonasi, meja 2 jalur afirmasi untuk anak kurang mampu, meja 3 jalur mutasi pindah tugas orang tua. Pembagian tugas ini bikin waktu tunggu orang tua cuma 10-15 menit per berkas.

Hingga pukul 12.30 Wita, lebih dari 200 berkas jalur zonasi sudah diverifikasi dan diinput ke sistem. Kepsek menegaskan komitmen sekolah: zero pungli. "Semua gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada titip-titip. Kalau ada yang minta uang atas nama sekolah, langsung lapor ke saya," tegas Suardi Salpin.

Menutup hari pertama, kepsek optimis 3 hari ke depan tetap lancar. "Kami komitmen laksanakan SPMB yang adil, transparan, dan akuntabel. Terima kasih untuk guru operator yang teliti, orang tua yang tertib, dan siswa yang disiplin. Mari jaga bersama sampai pengumuman," tutup Suardi Salpin, S.Pd. M.M,  ( Muh. Yahya )

20 Juni 2026

Kepsek Hj. S,.Pd Hamsinah UPT SPF SDI Kajenjeng Ikuti Pelatihan Pengelolaan Persampahan di Hotel Mercure


MULIAIFON. Com. Makassar -- Kepala Sekolah UPT SPF SDI Kajenjeng, Hj. S.Pd Hamsinah, mengikuti pelatihan pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Sabtu 20/6/2026. Kegiatan ini diikuti puluhan kepala sekolah SD se-Kota Makassar.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dan pegiat bank sampah. Materi utama: pemilahan sampah organik-anorganik dari sumber, prinsip 3R, dan praktik pembuatan kompos skala rumah tangga.

Hj. S.Pd Hamsinah hadir sejak sesi pembukaan sampai praktik. Beliau aktif bertanya soal cara edukasi anak SD yang masih kelas 1-3. "Anak kecil harus diajar lewat praktik, bukan ceramah panjang," ucapnya.

Menurut kepsek, masalah sampah di sekolah bukan cuma soal tong sampah. Tapi soal kebiasaan. Kalau siswa terbiasa buang bungkus jajan sembarangan, lingkungan sekolah cepat kotor walau petugas kebersihan ada tiap hari.

Setelah dapat ilmu baru, kepsek langsung susun 3 program lanjutan untuk SDI Kajenjeng. Program pertama: Bank Sampah Siswa. Nanti tiap Jumat, siswa kumpulkan botol plastik bekas. Hasil jualnya ditabung untuk kas kelas.


Program kedua: Jumat Bersih. Seluruh warga sekolah - guru, staf, siswa - turun 15 menit sebelum KBM untuk pungut sampah dan sapu halaman. Tujuannya tanamkan budaya kerja bakti sejak kecil.

Program ketiga: Lomba Kelas Adiwiyata. Tiap bulan akan dipilih 3 kelas terbersih dan terindah. Ada piala bergilir + piagam. "Anak-anak kalau ada lomba jadi semangat. Kelas jadi rapi sendiri," kata kepsek sambil tersenyum.

Pihak Hotel Mercure Makassar selaku tuan rumah mengapresiasi antusiasme para kepsek. "Kami senang sekolah mau belajar. Pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari rumah dan sekolah," ujar perwakilan hotel.

Hj. S.Pd Hamsinah menargetkan SDI Kajenjeng bisa tembus predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kecamatan tahun depan. Syaratnya sederhana: disiplin buang sampah, kurangi plastik sekali pakai, dan libatkan orang tua.

"Ilmu sudah dapat, sekarang tinggal eksekusi. Saya minta guru dan siswa kompak. Kalau semua mau bergerak dari hal kecil, insyaAllah SDI Kajenjeng jadi sekolah yang bersih, sehat, dan jadi contoh," tutup kepsek. ( Muh. Yahya )

Komitmen SDI Kassi Wujudkan Sekolah Adiwiyata Lewat Workshop 3R di Hotel Mercure


MULIAINFO. Com. SDI Kassi Makassar turut berpartisipasi dalam workshop pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar pada tanggal 20 April 2026. Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah Ibu Sukmawati, S.Pd. bersama perwakilan guru dan siswa. Suasana workshop berlangsung interaktif sejak sesi awal, dengan peserta dari berbagai sekolah dasar di Makassar.

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekolah tentang sistem pengelolaan sampah berbasis 3R: Reduce, Reuse, Recycle. Panitia ingin mendorong sekolah menjadi pelopor sekolah adiwiyata dan berwawasan lingkungan. Selain materi teori, peserta juga diajak melihat studi kasus penerapan pengelolaan sampah di hotel agar lebih aplikatif.

Kehadiran SDI Kassi menunjukkan komitmen sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Ibu Sukmawati hadir langsung untuk menyerap materi, mencatat poin penting, dan menjalin kerja sama dengan pihak hotel. Beliau juga membawa beberapa guru agar ilmu bisa langsung diteruskan ke kelas.

Narasumber membahas teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos sederhana dari sisa makanan, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi karya kreatif seperti pot bunga dan tas. Peserta juga praktik langsung memilah sampah dan membuat komposter mini yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah.

Dalam salah satu ucapannya, Ibu Sukmawati, S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Hotel Mercure. Beliau menekankan pentingnya aksi nyata setelah pelatihan agar ilmu tidak berhenti di ruang seminar. Menurut beliau, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari oleh warga sekolah.


"SDI Kassi mengikuti workshop ini karena kami percaya pendidikan lingkungan dimulai dari hal kecil. Anak-anak harus terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memilah sejak di kelas," ujar Ibu Sukmawati. Beliau menambahkan bahwa guru akan jadi teladan utama, karena anak meniru apa yang mereka lihat setiap hari di sekolah.
  
Setelah workshop, SDI Kassi akan membuat bank sampah sekolah dan pojok daur ulang di halaman belakang. Tong sampah 3 warna akan dipasang di setiap sudut sekolah untuk membiasakan siswa memilah. Program ini ditarget mulai berjalan bulan depan setelah semua guru mendapat pelatihan lanjutan.

Guru mendapat tugas menjadi duta lingkungan di kelas masing-masing dan memberi contoh langsung saat jam istirahat. Siswa dilibatkan lewat program Jumat Bersih, piket memilah sampah, dan lomba kreasi dari sampah. Dengan cara ini anak belajar tanggung jawab sambil tetap merasa kegiatan itu menyenangkan.

Pihak Hotel Mercure mendukung inisiatif SDI Kassi dengan menyediakan narasumber, modul pelatihan, dan tour ke area pengelolaan limbah hotel. Kerja sama ini jadi contoh sinergi dunia usaha dan pendidikan. Pihak hotel juga bersedia jadi mitra pembinaan jangka panjang untuk program adiwiyata SDI Kassi.

Workshop ini menjadi titik awal transformasi SDI Kassi menjadi sekolah ramah lingkungan. Ibu Sukmawati optimis langkah kecil hari ini akan berdampak besar bagi masa depan anak dan bumi. Beliau menutup dengan ajakan agar semua warga sekolah konsisten menjaga kebersihan, karena sekolah bersih adalah cerminan karakter siswa yang disiplin dan peduli. ( Mun. Yahya )

19 Juni 2026

BOS Rp5 Juta atak Bisa Bangun WC, SISWA Makassar Antre & Tahan Kencing Seharian


MULIAINFO. Com. Makassar -- Makassar, kota metropolitan kedua di Indonesia Timur, seharusnya jadi barometer pendidikan. Faktanya hari ini, ribuan siswa SD-SMP masih belajar berdesakan, duduk 3-4 orang di bangku muat 2 orang. Pemerintah kota jangan tinggal diam.

Data Dinas Pendidikan Makassar 2025 mencatat rasio siswa terhadap ruang kelas masih jomplang. Pertumbuhan penduduk tiap tahun naik 2,1%, tapi penambahan ruang kelas baru stagnan. Hasilnya: rombongan belajar "rombel" membengkak jauh melebihi standar nasional.

Standar Permendikbud jelas dan tegas: *1 rombel SD maksimal 28 peserta didik*, SMP/ maksimal 32- Lapangan menunjukkan banyak sekolah negeri memaksa 40-45 anak dalam 1 kelas. Itu artinya 1 rombel menampung 1,5 kali lipat kapasitas. Guru kewalahan, siswa kehilangan fokus. Kualitas pendidikan dikorbankan.

Tiga langkah darurat harus jadi prioritas Pemkot Makassar tahun ini. Pertama: audit rombel menyeluruh. Jangan cuma hitung jumlah sekolah, tapi hitung kepala di dalam kelas. Sekolah yang rombelnya tembus 40-45 siswa harus segera dipecah karena sudah melanggar batas 28 siswa.

Langkah kedua: percepat penambahan kelas baru. Lahan sekolah negeri di Makassar masih banyak yang kosong, tapi pembangunan DAK fisik molor. Sementara anak makin banyak lahir, ruang belajar tetap segitu-segitu saja. Kalau 1 rombel 45 anak, berarti butuh 2 ruang kelas baru biar balik ke angka 28.

Penambahan kelas bukan sekadar bangun tembok. Harus dibarengi guru, meja kursi, dan listrik. Jangan sampai ada ruang kelas baru tapi gurunya "pinjam" dari sekolah lain. Tujuannya jelas: turunkan jumlah siswa per rombel ke angka maksimal 28, bukan memindahkan masalah.

Langkah ketiga, dan ini paling memalukan: perbaikan WC sekolah. Banyak sekolah di Makassar sudah bertahun-tahun WC-nya rusak, mampet, atau jumlahnya tidak sebanding. 1 WC untuk 150 siswa? Bayangkan antreannya saat istirahat.

Ironi yang lebih dalam: sudah banyak kepala sekolah mengajukan proposal perbaikan WC rusak ke dinas terkait. Proposal masuk, data lengkap, foto kerusakan ada. Tapi sampai hari ini, satu pun belum ada yang terlaksana. Usulan mengendap, siswa tetap menderita.

Kondisi ini diperparah aturan Dana BOS. Sesuai Juknis BOS, dana itu "tidak kategori" untuk pembangunan fisik di atas Rp5 juta. Sementara bangun 1 WC baru + septictank butuh Rp20-25 juta. Rehab total 1 ruang kelas butuh Rp180 juta. Kepsek tidak bisa otak-atik BOS.

Akibatnya kepala sekolah terjebak di tengah. Usulan ke atas tidak direspons. Dana BOS tidak bisa dipakai. Kalau nekat bangun WC >Rp5 juta pakai BOS, risikonya temuan BPK dan uang dikembalikan. Pilihan pahit: diam sambil lihat siswa antre di WC rusak.

WC sekolah bukan fasilitas pelengkap. Ini soal kesehatan, martabat, dan khususnya anak perempuan. Kalau WC kotor dan tidak layak, siswa lebih pilih menahan buang air seharian. Dampaknya ke konsentrasi belajar dan risiko penyakit.

Manusia Makassar makin bertambah. Kompleks perumahan baru tumbuh cepat di pinggiran kota. Tapi fasilitas pendidikan tidak tumbuh secepat itu. Anak lahir 100, kelas baru 1. Padahal standar 28 siswa per rombel menuntut penambahan ruang yang jauh lebih cepat.

Pengingat untuk DPRD Komisi D: jangan cuma duduk di kursi empuk lalu lupa berdiri. Komisi D adalah penyambung lidah masyarakat Makassar. Fungsi pengawasan dan penganggaran harus jalan. Kawal DAK Fisik dan DAK Sanitasi agar benar-benar turun ke sekolah yang proposal WC dan kelasnya sudah mengendap bertahun-tahun.

Seorang tenaga pendidik di Makassar mengingatkan keras: "Ingat dan jangan lupa para pejabat, dari mana asalmu sehingga kamu bisa jadi pejabat dan memimpin kota ini. Dan satu lagi harus kamu ingat, jangan setelah selesai pendidikan kamu sehingga kamu lupa asalmu." Ucapnya dengan nada kecewa melihat kondisi sekolah yang tak kunjung diperbaiki.

Pendidikan adalah investasi paling murah untuk masa depan kota. Jangan sampai Makassar kalah bersaing karena anak-anaknya belajar di rombel 45 anak dan WC memprihatinkan, padahal aturan jelas: maksimal 28 siswa. Pemerintah dan DPRD jangan tinggal diam. Tiga langkah itu: rombel, kelas, WC. Kerjakan sekarang proposal yang sudah diajukan kepsek, sebelum terlambat. ( Muh.yahya )

18 Juni 2026

TIM Pembina UKS Kecamatan Manggala Perkuat Senergi Sekolah Sehat


MULIAINFO. Com. Makassar -- Pertemuan Tim Pembina UKS Kecamatan Manggala dilaksanakan hari ini, Kamis tanggal 18 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Manggala mulai pukul 09.00 WITA sampai selesai. Agenda utama pertemuan adalah evaluasi program UKS semester genap dan penguatan program kerja UKS semester depan di seluruh sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan pengurus UKS dari masing-masing kelurahan se-Kecamatan Manggala. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat sekolah-sekolah dalam membina kesehatan peserta didik melalui UKS. Diskusi berlangsung interaktif dan setiap kelurahan berkesempatan menyampaikan laporan serta kendala di lapangan.

Bapak Camat Manggala hadir langsung sebagai Pembina UKS Kecamatan Manggala. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, kelurahan, dan puskesmas untuk mewujudkan sekolah sehat. Beliau juga mengapresiasi kinerja tim UKS yang selama ini aktif melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah binaan.

"Kepala UPT SPF SDI Kajenjeng, Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd. turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran beliau mewakili sekolah dasar di wilayah binaannya. Ibu Hamsinah aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan program UKS yang sudah berjalan baik di SDI Kajenjeng, seperti dokter kecil, PHBS, dan pojok UKS.

Tidak lupa para Pembina UKS dari Puskesmas se-Kecamatan Manggala juga hadir memberikan arahan teknis. Mereka menyampaikan materi tentang 5 program pokok UKS, deteksi dini penyakit, serta cara pengisian buku UKS yang benar. Pembinaan dari puskesmas ini sangat membantu sekolah agar program UKS sesuai standar.


Dari unsur sekolah menengah, perwakilan SD dan SMP beserta pembina UKS-nya juga hadir mengikuti pertemuan. Baik SD maupun SMP saling berbagi praktik baik. SD fokus pada pembiasaan cuci tangan dan jajan sehat, sementara SMP banyak membahas konseling remaja dan UKS berbasis PIK-R.

Dalam pertemuan ini dibahas juga rencana kegiatan lomba UKS tingkat kecamatan yang akan digelar tahun ini. Setiap sekolah diminta mempersiapkan administrasi, inovasi UKS, dan kader dokter kecil terbaiknya. Lomba diharapkan menjadi motivasi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di sekolah.

Hasil pertemuan menyepakati beberapa poin penting. Pertama, semua sekolah wajib membentuk tim pembina UKS yang aktif. Kedua, jadwal pembinaan rutin dari puskesmas ke sekolah akan ditingkatkan. Ketiga, pengurus UKS kelurahan akan berkoordinasi lebih intens dengan kepala sekolah untuk monitoring berkala.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, kekeluargaan, dan penuh semangat kebersamaan. Tanya jawab berjalan dinamis karena para kepala sekolah dan pembina UKS sangat antusias. Aula Camat Manggala menjadi tempat bertukar ide demi kemajuan UKS di wilayah Kecamatan Manggala.

Dengan berakhirnya pertemuan ini, diharapkan program UKS di sekolah-sekolah Kecamatan Manggala semakin maju dan memberi dampak nyata bagi kesehatan siswa. Sinergi Camat, Puskesmas, Kepala Sekolah, dan pengurus UKS kelurahan menjadi kunci utama. Semoga target “Sekolah Sehat” dapat tercapai bersama. Aamiin. ( Muh. Yahya ) 

Pemberitahuan Kegiatan Santri Kilat Kelas 5 Bermalam di Sekolah


 MULIAINFO. Com. Makassar -- Kegiatan Santren Kilat kelas 5 di UPT SPF SD Negeri Sudirman 3 akan segera dimulai. Tahun ini acaranya spesial karena siswa akan bermalam di sekolah selama 2 hari. Tujuannya biar anak-anak lebih fokus belajar agama, merasakan suasana pesantren, dan melatih kemandirian tanpa orang tua. Selama Santren Kilat, mereka akan memperdalam bacaan Al-Qur’an, hafalan surat, dan praktik ibadah harian. Diharapkan setelah kegiatan ini siswa kelas 5 punya bekal iman, ilmu, dan akhlak yang lebih kuat.

Pelaksanaannya dimulai hari Kamis dan berakhir hari Jumat. Siswa wajib datang ke sekolah jam 4 sore hari Kamis untuk registrasi, pembagian kelompok, dan arahan tata tertib dari pembina. Keterlambatan di jam pertama akan bikin anak ketinggalan pembagian kamar/kelompok ngaji. Jadi mohon orang tua mengantar tepat waktu ya.

Karena kegiatannya bermalam, maka hari Jumat pagi sampai siang jadi puncak acara penutupan. Anak-anak akan bangun untuk shalat Tahajud, shalat Subuh berjamaah, lanjut shalat Dhuha. Setelah itu ada setoran hafalan, lomba adzan, dan tausiyah penutupan dari Ibu Faidah. Siswa yang paling disiplin, rajin ibadah, dan hafalannya lancar akan dapat penghargaan di hari penutupan.

Kegiatan dibina langsung oleh Ibu Faidah Muhidin, http://S.Pd bersama guru pendamping. Beliau akan mendampingi siswa 24 jam selama di sekolah. Mulai dari bangun tidur, wudhu, shalat, ngaji, makan, sampai tidur lagi. Cara bimbingan Ibu Faidah sabar dan kekeluargaan, jadi anak-anak merasa nyaman seperti di rumah sendiri sambil tetap disiplin.

Tempat pelaksanaannya di UPT SPF SD Negeri Sudirman 3 Makassar. Untuk tidur, siswa putra dan putri akan dipisah di ruang kelas yang sudah disiapkan kasur/lasur. Ada posko kesehatan, tempat wudhu, dan mushola yang cukup untuk semua peserta. Keamanan dijaga oleh guru piket dan satpam sekolah selama 24 jam, jadi orang tua tidak perlu khawatir.


Waktu kegiatan: Kamis jam 4 sore sampai Jumat siang setelah penutupan. Selama 2 hari 1 malam ini siswa akan full aktivitas islami. Dari sore ngaji + materi, malam qiyamul lail, pagi tahajud + subuh berjamaah, siang penutupan. Jam tidur diatur agar anak tetap sehat dan bisa ikut semua rangkaian ibadah.

Selama menginap, siswa akan belajar baca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, doa-doa harian, praktik wudhu dan shalat, plus adab tidur dan bangun ala Rasulullah. Yang belum lancar ngaji dapat bimbingan khusus sampai bisa. Suasana menginap bikin anak lebih cepat akrab dan saling tolong-menolong.

Selain ibadah, materi akhlak seperti mandiri, disiplin, tolong-menolong, dan menjaga kebersihan diasah langsung. Karena tidur di sekolah, anak belajar merapikan tempat tidur sendiri, antri wudhu, dan menjaga barang pribadi. Semua diajarkan lewat praktik, bukan hanya teori, biar langsung jadi kebiasaan.

Perlengkapan yang wajib dibawa: mukena/sarung + peci, sajadah, Al-Qur’an kecil, buku doa, baju ganti, perlengkapan mandi, sikat gigi, handuk, bantal tipis + selimut, serta obat pribadi jika ada. Untuk makan, sekolah menyediakan makan malam, sahur, dan sarapan. Orang tua cukup siapkan bekal snack dan air minum. Mohon labeli semua barang dengan nama anak.

Semoga Santren Kilat bermalam kelas 5 tahun ini lancar, aman, dan penuh berkah. Dengan menginap di sekolah, anak-anak dapat pengalaman spiritual yang tidak didapat di kelas biasa. Mari kita doakan bersama agar 2 hari 1 malam ini jadi kenangan indah dan bekal iman untuk mereka. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ( Muh. Yahya )


16 Juni 2026

Hari Pertama SPMB SDI Batua 1 Tertib & lancar, Operator Teliti Input Data


MULIAINFO. Com. Makassar  -- UPT SPF SDI Batua 1 menggelar hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Proses pendaftaran berjalan tertib dan lancar sejak pagi hingga sore.


Sejak pukul 07.00 WITA, orang tua dan calon peserta didik sudah memadati area sekolah. Petugas langsung membuka meja pendaftaran dan mengarahkan alur sesuai jalur masing-masing.


Panitia SPMB membagi tugas dengan jelas. Ada tim verifikasi berkas, tim input data, dan tim informasi. Pembagian tugas ini membuat antrean tidak menumpuk di satu titik.


alur pendaftaran yang dibuka hari pertama meliputi Afirmasi dan Mutasi. Verifikasi berkas KIP, KIS, PKH, surat pindah, dan rapor dilakukan satu per satu oleh petugas.


Kepala Sekolah Ibu Hijrah Nurjanah Husmal,S.Pd meninjau langsung jalannya pendaftaran. Beliau mengingatkan panitia agar melayani semua pendaftar dengan ramah, teliti, dan tanpa pungutan biaya.


Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd juga menyampaikan apresiasi untuk guru operator. "Guru operator sangat teliti untuk menginput data sebelum berkas dimasukkan," ucapnya.


Operator sekolah sigap menginput data pendaftar ke sistem SPMB online sesuai arahan Kepsek. Data yang masuk langsung terekam sehingga rekap kuota bisa dipantau panitia secara real time.


Ruang tunggu orang tua disiapkan dengan kursi, air minum gratis, dan tempat teduh. Hal ini membuat suasana pendaftaran lebih nyaman meski cuaca Makassar cukup terik.


Guru-guru yang bertugas sebagai panitia memberikan penjelasan detail ke orang tua. Informasi tentang berkas kurang atau jadwal tahapan selanjutnya disampaikan dengan jelas agar tidak salah paham.


 Dengan sistem yang tertata, ketelitian operator, dan arahan langsung dari Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd, hari pertama SPMB di SDI Batua 1 ditutup dengan evaluasi singkat. Panitia optimis tahapan hari berikutnya akan berjalan sama lancar. ( Muh. Yahya )



SPMB Hari Pertama SDI Kajenjeng 15 Juni 2026 : Jalur Afirmasi & Mutasi


MULIAINFO. Com. Makassar -- UPT SPF SDI Kajenjeng resmi memulai hari pertama pelaksanaan SPMB Tahun 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Fokus pendaftaran hari ini dikhususkan untuk jalur Afirmasi dan jalur Mutasi.

Sejak pukul 07.00 WITA, halaman sekolah sudah dipadati orang tua dan calon peserta didik. Panitia SPMB langsung membuka meja pendaftaran dan memisahkan alur antara jalur Afirmasi dengan jalur Mutasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd selaku Kepala Sekolah meninjau langsung proses verifikasi berkas. Beliau menekankan kepada seluruh panitia agar pelayanan untuk kedua jalur ini dilakukan dengan teliti, humanis, dan tanpa pungutan biaya.

Pada jalur Afirmasi, petugas memverifikasi dokumen KIP, KIS, PKH, serta Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan. Data dicek satu per satu untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada yang benar-benar berhak.

Sementara itu jalur Mutasi ramai didatangi siswa pindahan. Guru piket bertugas memeriksa surat pindah, rapor terakhir, dan bukti domisili. Setiap berkas langsung dikonfirmasi ke sekolah asal agar data Dapodik valid.

Ibu Kepsek Hj. Hamsinah, S.Pd menyapa para orang tua di ruang tunggu. Beliau menjelaskan bahwa SDI Kajenjeng berkomitmen memberi akses pendidikan yang adil, terutama bagi keluarga kurang mampu dan siswa yang pindah domisili.


Operator sekolah bekerja cepat menginput data pendaftar ke portal SPMB online. Hasilnya, rekapitulasi kuota jalur Afirmasi dan Mutasi bisa langsung dipantau panitia dan pengawas dari Dinas Pendidikan.

Para guru yang tergabung dalam panitia membagi tugas dengan solid. Ada yang bertugas verifikasi, input data, sampai memberi informasi. Kerjasama ini membuat antrean orang tua berjalan lancar tanpa penumpukan.

Fasilitas sekolah seperti kursi tunggu, air minum gratis, dan musholla disiapkan panitia. Bagi pendaftar jalur Mutasi yang berkasnya kurang, disediakan koperasi sekolah untuk materai dan fotokopi agar tidak perlu keluar area.

Sampai sore hari tidak ditemukan kendala teknis berarti. Beberapa berkas Afirmasi masih kurang, namun orang tua diberi waktu melengkapi sesuai jadwal. Untuk Mutasi, semua surat pindah yang masuk sudah sesuai prosedur.

Dengan dipimpin Ibu Hj. Hamsinah, S.Pd dan kerja kompak guru-guru, panitia SPMB SDI Kajenjeng optimis hari pertama jalur Afirmasi dan Mutasi berjalan sukses. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan arahan lanjutan untuk hari kedua pendaftaran. ( muh.yahya )

Hari Kedua SPMB Bonto- Rannu 2 Tahun 2026 di Bawah Kepemimpinan Ibu Hj,St, Syamsiah, S.Pd


MULIAINFO. Com. Makassar -- Hari kedua pelaksanaan SPMB di UPT SPF SD Bonto-RANNU 2 berjalan lancar. Sejak pukul 07.30 WITA, panitia bersama Kepala Sekolah Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd sudah stand by di ruang pendaftaran untuk menyambut calon peserta didik baru.

Ibu Kepsek Hj. St. Syamsiah, S.Pd langsung memantau jalannya verifikasi berkas. Beliau berpesan agar semua guru dan panitia melayani orang tua dengan sabar, jujur, dan transparan.

Para guru yang ditugaskan sebagai panitia SPMB sigap membagi tugas. Ada yang di bagian pendaftaran, verifikasi dokumen, sampai bagian informasi. Kerjasamanya padu jadi antrean tidak menumpuk.

Proses cek berkas seperti KK, akta kelahiran, dan ijazah TK/RA dilakukan teliti oleh guru-guru. Kalau ada dokumen kurang, Ibu Kepsek dan tim langsung memberi arahan baik-baik supaya bisa dilengkapi cepat.

Suasana sekolah tertib berkat arahan Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd. Beliau juga minta guru piket mengatur tempat duduk dan parkir agar orang tua yang menunggu tetap nyaman.

Saat jam istirahat, Ibu Kepsek menyempatkan diri menyapa satu per satu orang tua pendaftar. Beliau menjelaskan visi SD Bonto-RANNU 2: mencetak anak yang cerdas, berakhlak, dan religius.

Guru-guru kelas 1 juga ikut turun membantu. Mereka sekalian observasi calon muridnya nanti, jadi bisa lebih siap menyusun strategi pembelajaran dari awal tahun ajaran.

Tidak ada kendala teknis berarti hari ini. Operator dapodik dibantu guru TIK langsung input data ke sistem SPMB online, hasilnya langsung bisa dicek Ibu Kepsek Hj. St. Syamsiah, S.Pd.

Antusiasme warga tinggi karena kepercayaan ke Ibu Kepsek dan guru-guru SD Bonto-RANNU 2. Banyak orang tua bilang, “Tenang daftarin anak di sini, gurunya ramah dan kepseknya tegas tapi peduli”.

Dengan kepemimpinan Ibu Hj. St. Syamsiah, S.Pd dan kerja solid para guru, panitia optimis target kuota SPMB 2026 bisa tercapai sesuai jadwal. Hari kedua ditutup dengan evaluasi singkat bersama seluruh panitia. ( Muh.yahya )


 


MULIAINFO. Com. *MAKASSAR* – Kekompakan tim sering jadi kunci sukses sebuah sekolah. Hal itu dibuktikan UPT SPF SD PACCINANG 1 Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammad Fitri, S.Pd., M.Pd. Jelang dan selama masa PPDB 2026, soliditas antara kepsek dan guru jadi pembeda yang membuat proses pendaftaran berjalan rapi dan minim keluhan warga.

Sejak jauh-jauh hari, Pak Fitri sudah menyiapkan sistem. Akun operator dapodik, akun portal PPDB Makassar, hingga akun http://belajar.id guru diaktifkan dan divalidasi. Tujuannya sederhana: semua perangkat siap sebelum hari H. “Kalau sistemnya rapi dari awal, kerja tim jadi ringan,” ujarnya saat memantau verifikasi berkas calon murid.

Kekompakan itu nyata di lapangan. Guru dibagi tim: ada yang fokus cek berkas, bantu orang tua input data, dan jaga meja layanan. Pembagian tugas sesuai kekuatan masing-masing guru. Hasilnya, antrean verifikasi tidak menumpuk. Orang tua yang datang rata-rata hanya butuh 10-15 menit untuk proses cek berkas.

Transparansi jadi pegangan tim. Peta zonasi, kuota jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan ditempel di mading sekolah dan disebar lewat grup WA warga. Semua guru menyampaikan informasi yang sama. “Satu suara ke publik bikin orang tua percaya. Nggak ada info simpang siur,” kata salah satu guru piket PPDB.

Untuk calon murid kurang mampu, tim guru Paccinang 1 jemput bola. Mereka bantu warga RT/RW sekitar scan KK, KKS, dan KIP. Akun yang sudah disiapkan kepsek memudahkan input data DTKS. Langkah ini memastikan anak tetap dapat kursi sekolah meski orang tuanya gaptek.

Pak Muhammad Fitri sendiri rutin memantau dashboard pendaftaran lewat HP, bahkan di luar jam kerja. Begitu ada kendala server atau berkas ditolak sistem, grup guru langsung koordinasi. Besok paginya tim paling awal mencoba upload ulang. “Kontrol harian bikin masalah nggak numpuk,” tegasnya.

Setelah pengumuman, tim tidak langsung bubar. Mereka evaluasi: berapa pendaftar, kendala apa yang muncul, dan SOP apa yang perlu diperbaiki. Catatan itu jadi bahan PPDB tahun depan. Karena itu tiap tahun proses di SD PACCINANG 1 makin tertib.

Kekompakan kepsek dan guru akhirnya bermuara pada kepercayaan publik. Warga sekitar kini menjadikan SD PACCINANG 1 sebagai rujukan PPDB. Orang tua tenang, guru tidak stres, dan siswa baru bisa langsung fokus belajar saat tahun ajaran baru dimulai.

Bagi Pak Fitri, kompak bukan sekadar slogan. “Kepsek harus turun gunung. Kalau pimpinan hadir, guru pasti bergerak,” katanya. Filosofi itulah yang membuat SD PACCINANG 1 konsisten melayani dengan hati.

_Reporter: Tim Redaksi_: Muh. Yahya 
_Makassar, 16 April 2026_ 

14 Juni 2026

Sebelum Suruh ke Swasta, Tambah Kelas Dulu


MULIAINFO. Com. Makassar -- Jelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru 15 Juni 2026 besok, Kota Makassar dihadapkan pada persoalan klasik: daya tampung sekolah negeri SD dan SMPN tidak sebanding dengan jumlah pendaftar. Potensi anak usia wajib belajar 12 tahun tidak kebagian bangku kembali mengancam.

Sistem zonasi yang ketat memperkecil pilihan, sementara jumlah ruang kelas yang tersedia di banyak sekolah negeri tidak mengalami penambahan signifikan selama bertahun-tahun. Ketidakseimbangan ini menjadi akar masalah yang berulang setiap tahun ajaran baru.

Tanggal 15 Juni 2026 seharusnya menjadi awal cerah bagi anak-anak. Namun tanpa penambahan ruang kelas yang memadai, tanggal itu berpotensi menjadi catatan kelam. Istilah "belajar tanpa tempat duduk layak" kembali menjadi bayangan yang menghantui.

UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 menegaskan pendidikan adalah hak setiap warga negara. Negara wajib memenuhinya. Hak konstitusional itu tidak boleh kalah dengan pertimbangan teknis anggaran atau keterbatasan ruang yang bisa diatasi jika ada prioritas politik yang jelas.

Persoalan ini menyentuh esensi pembangunan. Pejabat publik, pengambil kebijakan, hingga pemimpin daerah, semuanya lahir dan besar dari bangku sekolah. Dari SD, SMPN, hingga perguruan tinggi. Jika pendidikan diabaikan, maka fondasi lahirnya pemimpin masa depan juga ikut rapuh.

Oleh karena itu, prioritas pembangunan harus diluruskan. Semua proyek infrastruktur boleh berjalan mulus, semua pembangunan fisik boleh dikejar. Namun jika ruang kelas SD dan SMPN tidak ditambah, maka pembangunan itu kehilangan makna paling dasarnya.

Sebelum menyarankan masyarakat mendaftarkan anak ke sekolah swasta, pemerintah wajib terlebih dahulu menambah ruang kelas atau bangku di sekolah negeri SD dan SMPN. Kewajiban negara adalah memastikan sekolah negeri cukup menampung, baru kemudian bicara opsi lain. Hak dasar anak tidak boleh digeser ke swasta sebelum negara menunaikan kewajibannya.

Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Komisi D memiliki kewenangan anggaran dan fungsi pengawasan. DPRD Makassar jangan tinggal diam, karena keberadaannya dibiayai oleh rakyat melalui pajak dan APBD. Fungsi kontrol harus dijalankan agar anggaran benar-benar berpihak pada pendidikan, bukan hanya proyek fisik.

Menunda penambahan ruang kelas sama artinya menunda masa depan anak Makassar. Sementara proyek bisa dikejar tahun depan, tapi anak yang kehilangan tahun ajaran ini tidak bisa diulang waktunya. Kerugian itu permanen dan tidak bisa diganti proyek sebesar apapun.

Keterbukaan data daya tampung versus pendaftar di tiap sekolah harus dipublikasikan. Transparansi itu memaksa semua pihak berpikir jernih: dimana ruang kelas paling mendesak ditambah, dimana sekolah paling padat harus segera diekspansi.

Jika 15 Juni 2026 besok masih terjadi anak yang tidak tertampung, maka itu sinyal keras. Sinyal bahwa pembangunan belum berpihak pada manusia. Proyek bisa dinilai sukses secara fisik, tapi gagal secara kemanusiaan jika masih ada anak yang tidak dapat tempat belajar.

Makassar punya reputasi sebagai kota pendidikan. Reputasi itu harus dijaga dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Menambah ruang kelas SD dan SMPN adalah tindakan paling nyata untuk membuktikan bahwa kota ini serius memuliakan anak-anaknya.

Ruang hak jawab tetap terbuka bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar dan pihak terkait sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999 Pasal 5. Publik menunggu data resmi dan rencana konkret penambahan ruang kelas, bukan sekadar janji.

14.- 15 Juni 2026 tinggal menghitung jam. Mari luruskan prioritas: kedepankan pendidikan dulu, baru yang lain. Karena tidak ada artinya proyek mulus, jalan lebar, dan gedung megah, jika fondasinya adalah anak yang tidak dapat bangku sekolah. Pendidikan dulu, Makassar baru bisa maju.  ( Muh Yahya )

-


13 Juni 2026

PAS Kelas 1 & 5 SDN Mattoangin 1 Berjalan Tertib, Kepsek Reni Astuty Tekankan Capaian Kurikulum Merdeka


MULIAINFO. Com Makassar -- Penilaian Akhir Semester atau PAS di UPT SPF SDN Mattoangin 1 jadi agenda wajib tiap akhir semester. Bagi kelas 1 dan kelas 5, PAS berfungsi mengevaluasi sejauh mana siswa sudah menguasai Capaian Pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepsek Reni Astuty Latif, S, Pd. agar pelaksanaannya tertib dan bermutu.

Untuk kelas 1 yang masih Fase A, soalnya dikemas tematik dan visual. Siswa belajar lewat Tema 1 sampai Tema 8 yang memadukan Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Bentuk soal banyak pakai gambar, pilihan ganda, dan isian singkat supaya anak bawah tidak terbebani membaca panjang. Tujuannya membangun dasar literasi dan numerasi sejak dini.

Mapel Matematika kelas 1 fokus ke bilangan 1-100, penjumlahan-pengurangan sederhana, serta pengenalan bangun datar. Guru juga menguji kemampuan siswa mengenal waktu, panjang, dan berat lewat konteks sehari-hari. Semua disusun agar anak bisa menerapkan hitungan dasar di rumah.

Sementara kelas 5 sudah masuk Fase C. Mapel diujikan terpisah seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS, PPKN, PAI, PJOK, dan Bahasa Inggris. Kedalaman soal lebih tinggi karena siswa dilatih berpikir kritis. Soal uraian dan HOTS mulai banyak muncul untuk melatih logika dan kemampuan analisis.

Matematika kelas 5 menguji pecahan, bangun ruang, kecepatan, debit, dan skala. Guru tidak hanya menuntut jawaban benar, tapi juga proses penyelesaian. IPAS kelas 5 masuk ke materi gaya & gerak, ekosistem, perpindahan kalor, dan sistem tata surya. Siswa diminta memahami konsep, bukan sekadar hafalan.


Bahasa Indonesia kelas 5 fokus pada teks narasi, puisi, surat pribadi, dan teks informasi. Siswa juga diuji membuat ringkasan dan menjawab pertanyaan isi bacaan. Sementara kelas 1 masih pada tahap membaca lancar, menulis huruf, dan memahami isi cerita sederhana lewat gambar.

Penilaian PPKN dan PAI tetap jadi bagian penting di kedua kelas. Kelas 1 belajar Pancasila, aturan di rumah/sekolah, rukun Islam, dan doa sehari-hari. Kelas 5 naik level ke materi NKRI, bela negara, hak-kewajiban, sirah nabi, dan zakat. Nilai sikap juga ikut dinilai lewat observasi guru.

Kisi-kisi PAS disiapkan guru tiap mapel sebelum ujian. Kisi-kisi ini jadi panduan siswa dan orang tua saat belajar di rumah. Bu Reni Astuty menekankan bahwa kisi-kisi bukan bocoran soal, tapi cerminan materi penting yang wajib dikuasai siswa kelas 1 dan 5 sesuai CP.

Pelaksanaan PAS dilakukan 6 hari dalam seminggu sesuai jam belajar pagi. Pengawasan ketat, tata tertib jelas, dan suasana tenang dijaga agar siswa bisa fokus. Orang tua dapat info jadwal dan hasil lewat grup WA wali kelas serta email resmi sekolah.

 Harapannya, PAS kelas 1 jadi fondasi kuat untuk naik ke kelas atas, dan PAS kelas 5 jadi bekal sebelum masuk Fase D di kelas 6. Dengan bimbingan guru profesional dan dukungan orang tua, siswa SDN Mattoangin 1 diharapkan lulus PAS dengan hasil maksimal dan siap naik kelas. ( Muh Yahya )


15 Juni 2026: 7.000 Lulusan SD Makassar Terancam Nggak Dapat Bangku SMP? Ini Data + Tuntutan Warga


MULIAINFO. Com. MAKASSAR - Catat tanggalnya. 15 Juni 2026 pukul 10.00 WITA, server PPDB Kota Makassar dibuka. 5 menit kemudian notifikasi "Kuota Penuh" akan berdatangan. Ribuan orang tua siswa-siswi akan duduk di terpal pinggir jalan gendong map ijazah. Padahal risiko ini sudah bisa dihitung sejak Januari 2026. Pertanyaannya: 6 bulan itu negara ngapain aja?

Data Sudah Ada Sejak Januari 2026 - TAPI NEGARA PURA-PURA BUTA*  
Berdasar data Dapodik Kemendikbudristek, lulusan SD/MI Kota Makassar 2025/2026 = 18.527 siswa. Angka final itu masuk sistem sejak 15 Januari 2026. Artinya 5 bulan sebelum PPDB, Pemkot sudah pegang "angka vonis". 18.527 anak mau naik SMP. Ini bukan ramalan dukun. Ini data resmi negara. Kalau Januari negara sudah tau jumlahnya, kenapa Juni baru sibuk "doa biar dapat bangku"? Itu namanya sengaja tutup mata.

Daya Tampung SMP Negeri Stagnan - 3 TAHUN NGGAK NAIK, ANAK TERUS NAIK*  
Data PPDB Makassar 2023: daya tampung SMP Negeri 11.180 bangku, pendaftar 17.900. 2024: bangku 11.250, pendaftar 18.100. 2025: bangku 11.300, pendaftar 18.400. Polanya jelas: anak Makassar tiap tahun nambah 300-400, tapi bangku SMP Negeri nambahnya cuma 50-70. 3 tahun berturut-turut defisit 6.000+. Negara tau polanya, tapi nggak pernah bikin kurva naik. Yang naik cuma air mata ortu tiap 15 Juni.

APBD 2026 Tembus 4,3 Triliun - UNTUK JALAN MULUS, BUKAN MASA DEPAN MULUS
Dokumen APBD Makassar 2026 bisa diunduh publik. Total 4,3 Triliun. Pos belanja modal untuk "Pembangunan Gedung Pendidikan" hanya 2,1% dari total. Sementara pos "Peningkatan Jalan & Jembatan" 18%. Jalan memang harus mulus. Tapi kalau anak nggak sekolah, siapa yg akan pakai jalan mulus itu 10 tahun lagi? Negara pilih cor beton daripada cor masa depan. Data APBD nggak bohong.

Fasilitas Umum Kosong 6 Bulan - AULA MATI SURI, ANAK HIDUP SENGSARA"  
Cek fakta lapangan Januari-Juni 2026: 143 aula kecamatan + balai RW + gedung serbaguna milik Pemkot se-Makassar. Siang hari jam 07.00-14.00 = 90% kosong. AC nyala, kursi ditutup plastik. 1 ruang kelas darurat butuh papan tulis 2 juta + bangku 15 juta. Sementara sewa tenda acara pejabat 1 malam = 25 juta. Negara punya gedung, punya dana, punya tukang. Yang nggak punya cuma prioritas. Aula bisa jadi kelas darurat besok. Tapi negara pilih biarkan nganggur 6 bulan.

Guru Honorer Menganggur, Rombel Darurat Tidak Dibuka - OTAK ADA, KERJA NGGAK ADA.
Data GTK Kemendikbud: Makassar punya 3.200+ guru honorer K2 + non-K2 yg nganggur atau jam ngajarnya dipotong. Gaji 500rb-1 juta, ngelamar ke mana-mana. Sementara 1 rombel darurat 36 siswa butuh 1 guru. Hitungannya gampang: kalau buka 200 rombel darurat = 200 guru terserap + 7.200 anak terselamatkan. Negara punya 2 masalah yg solusinya saling ketemu: guru nganggur + anak nggak sekolah. Tapi negara pilih biarkan dua-duanya nangis. Itu namanya gagal manajemen paling dasar.

Lontara+ Jadi Saksi, Bukan Solusi - APLIKASI CANGGIH UNTUK NONTON GAGAL HD,
Lontara+ diluncurkan Pemkot awal 2026. Anggaran miliaran. Fungsinya keren: ortu bisa pantau kuota real-time, lihat ranking, cek zonasi. Tapi sejak Januari 2026, fitur "Tambah Bangku Darurat" ada nggak di aplikasinya? NGGAK ADA. Negara bikin aplikasi canggih buat menghitung korban, bukan buat menyelamatkan korban. Itu kayak bikin CCTV di TKP pembunuhan, tapi nggak cegah pembunuhan. Transparansi tanpa aksi = pamer luka.

Wajib Belajar 9 Tahun = Kewajiban Negara - JANJI KONSTITUSI DILANGGAR 6 BULAN 
UUD 1945 Pasal 31 ayat 2: "Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya". Kata kuncinya: WAJIB PEMERINTAH. Sejak anak lulus SD Januari 2026, negara sudah punya kewajiban hukum sediakan SMP. Bukan kewajiban ortu begadang daftar jam 00.01 tanggal 15 Juni. Kalau 15 Juni 7.000 anak gagal masuk, itu bukan "gagal zonasi". Itu negara gagal penuhi konstitusi 180 hari lamanya.

Pola Gagal Berulang 3 Tahun - BUKAN BENCANA, INI KEBIJAKAN YANG GAGAL
Buka arsip siap-ppdb.com: 2023 = 6.720 siswa nggak dapat SMP Negeri. 2024 = 6.850 siswa. 2025 = 7.100 siswa. Grafiknya naik terus kayak grafik utang. Negara Makassar sudah 3x lihat film yg sama: Januari data keluar → Juni ortu nangis. Kalau 3x kejadian sama dan nggak diperbaiki, itu bukan "bencana alam". Itu "bencana kebijakan". Negara sengaja ulang kesalahan yg sama dan berharap hasil beda.

Solusi Ada, Tapi Nggak Dikerjakan - 180 HARI CUKUP BIKIN 60 KELAS, DIPAKAI RAPAT. 
Fakta lapangan: tukang Makassar bangun 1 kelas baja ringan 7x9 meter = 18 hari kerja. Dari 15 Januari ke 15 Juni = 150 hari kerja efektif. Artinya negara bisa bangun 60+ ruang kelas darurat kalau mau. 60 kelas x 36 siswa = 2.160 anak terselamatkan. Tapi 150 hari itu dipakai apa negara? Rapat FGD "Strategi PPDB Berkeadilan", bikin juknis 200 halaman, studi banding ke kota lain. Anak butuh bangku, negara kasih PowerPoint.

Dana BOSP Terkunci Aturan Bodoh - SEKOLAH MAU BANTU, TANGANNYA DIKUNCI NEGARA" 
Dana BOSP 2026 cair ke SMP tiap 3 bulan. Total se-Makassar ratusan miliar. Kepala sekolah kepikiran: "Pakai BOSP bangun kelas darurat aja". Jawaban Dinas: "Dilarang Pak. BOSP cuma buat sabun, listrik, ATK". Lah logikanya: anak nggak sekolah gara-gara nggak ada kelas, tapi dana buat bikin kelas dilarang dipakai. Negara bikin aturan jerat leher sekolah sendiri. BOSP cair tapi nggak boleh dipakai selamatkan siswa.

15 Juni Bukan Hari Pengumuman, Tapi Hari Seleksi Alam
Tanggal itu bukan sekadar "pengumuman". Bagi ribuan ortu, itu hari vonis: anaknya sekolah atau putus. Negara punya 6 bulan untuk mencegah, tapi publik belum lihat langkah konkret. Karpet merah untuk proyek jalan, terpal untuk ortu nangis. Satu kota, dua dunia.

Makassar Nggak Miskin. Negara Yang Pelit Niat*  
APBD 4,3 Triliun. Tukang ada. Semen ada. Lahan kosong ada. Guru nganggur ada. Yang nggak ada cuma 1: NIAT negara dari jauh hari. Jadi ini bukan cerita "daerah miskin". Ini cerita "pejabat pelit nurani". Kalau niat ada, aula kosong bisa jadi kelas besok.

Tuntutan Warga Sebelum Terlambat*  
1.  Januari 2027 : Begitu data Dapodik lulusan keluar, tender pembangunan kelas SMP darurat langsung jalan. Jangan tunggu Juni.  
2. Juli 2026 : Buka rombel darurat di 143 aula/gedung milik Pemkot sekarang juga. Fleksibelkan aturan BOSP.  
3. Transparansi : Audit publik kebutuhan bangku vs lulusan tiap Januari. Jangan tutup data.

Pilihannya Jelas: Kerja Sekarang atau Jelaskan Nanti*  
Sebelum 15 Juni 2026, publik berhak tahu: apa langkah konkret Pemkot Makassar? Kalau tidak ada, maka tanggal itu akan dikenang sebagai "hari pemakaman mimpi" ribuan anak Makassar. Negara tidur 6 bulan, anak Makassar yang dikubur.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum menerima keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No.40/1999 Pasal 5 ayat 2. Data jumlah lulusan dan daya tampung bersumber dari Dapodik Kemendikbudristek dan arsip PPDB Makassar tahun sebelumnya yang bersifat publik. ( Yahya )


12 Juni 2026

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Gelar Ulangan Semester Genap 8 - 11 Juni 2026, Tanamkan Jujur, Disiplin, dan Berkarakter


MULIAINFO. Com. Makassar -- UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III resmi memulai Ulangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan akademik ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin, 8 Juni 2026 sampai Kamis, 11 Juni 2026. Jadwal disusun agar siswa dapat mengerjakan dengan tenang dan tertib.
 
Ulangan diikuti seluruh peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 5. Setiap tingkat memiliki jadwal dan mata pelajaran berbeda sesuai kurikulum. Wali kelas telah membagikan denah ruang dan tata tertib agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Tujuan utama ulangan adalah mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari selama semester genap. Hasil ulangan akan menjadi dasar penilaian rapor, bahan refleksi guru, dan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran ke depan.

Dalam amanatnya, sekolah mengajak semua siswa mengerjakan soal dengan jujur, disiplin waktu, dan tanggung jawab. Kejujuran saat ulangan melatih integritas. Disiplin melatih fokus, dan tanggung jawab melatih kemandirian belajar demi meraih hasil terbaik.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III terus berupaya mencetak lulusan yang unggul dan berkarakter. Melalui ulangan ini, siswa tidak hanya diuji akademiknya, tapi juga sikapnya. Karakter jujur dan disiplin sejak SD adalah bekal menjadi generasi berdaya saing.

Selain akademik, sekolah juga mendorong siswa berpikir inovatif dalam menjawab soal. Guru telah membimbing agar siswa tidak hanya hafal, tapi juga paham konsep.

Selama pelaksanaan ulangan, sekolah tetap menanamkan kepedulian lingkungan. Siswa diminta menjaga kebersihan ruang kelas dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kegiatan ini juga menjunjung tinggi nilai kearifan dan budaya lokal. Sekolah ingin siswa berprestasi tanpa melupakan identitas budaya daerah Baranti, Sulawesi Selatan.

Guru dan tenaga pendidik berharap semua siswa menyiapkan diri dengan baik. Belajar teratur, istirahat cukup, dan berdoa sebelum mengerjakan soal.

Mari sukseskan Ulangan Semester Genap 2025/2026. Dengan semangat unggul, berkarakter, inovatif, berdaya saing, peduli lingkungan, dan berbudaya lokal, kita raih hasil terbaik bersama. ( Yahya )

Ibu Hj. Hudaya, S. Pd, MM : Guru, Pembina, Inspirasi Kami


MULIAINFO. Com. Makassar -- Ibu Hj. Hudaya, S.Pd, MM, adalah Kepala UPT SPF SDN Paccerakkang yang dikenal tegas namun penuh kasih. Di bawah kepemimpinannya, sekolah terus tumbuh menjadi tempat belajar yang nyaman dan berkarakter.

Beliau menanamkan visi "Berprestasi, Berakhlak, dan Berbudaya" di setiap kegiatan sekolah. Visi ini jadi arah bersama guru, siswa, dan orang tua agar pendidikan tidak hanya soal nilai, tapi juga budi pekerti.

Sebagai kepala sekolah, Ibu Hudaya selalu datang lebih awal dan pulang paling akhir. Kedisiplinan beliau jadi contoh nyata bagi guru dan siswa. Tidak heran jika budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun sangat terasa di lingkungan sekolah.

Beliau hafal nama banyak siswa dan sering menyapa langsung di halaman. Saat SAS seperti sekarang, Ibu Hudaya rutin berkeliling ruang ujian untuk memberi semangat. "Kerjakan dengan jujur dan tenang nak" adalah kalimat yang selalu beliau ucapkan.

Ibu Hj.  Hudaya, S.Pd, MM, aktif membina guru lewat supervisi kelas dan rapat pembinaan rutin. Beliau mendorong guru untuk terus belajar, ikut pelatihan, dan menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak bosan.

Hubungan sekolah dan orang tua dijaga erat oleh beliau. Setiap ada program sekolah, wali murid selalu dilibatkan. Komunikasinya terbuka, sehingga permasalahan siswa cepat dicarikan solusi bersama.

Di masa ujian SAS ini, beliau mendorong guru agar penilaian tidak hanya tulisan, tapi juga praktik dan proyek. Tujuannya agar anak paham konsep, bukan sekadar menghafal. Sekolah pun mulai aktif gunakan media pembelajaran interaktif.


Ibu Hudaya peka terhadap kondisi siswa. Bagi siswa yang kurang mampu atau butuh perhatian khusus, beliau langsung koordinasi dengan guru dan komite untuk dicarikan bantuan. Semangat gotong royong beliau patut dicontoh.

Di bawah kepemimpinan Ibu Hudaya, SDN Paccerakkang aktif meraih juara di lomba akademik maupun non-akademik tingkat kecamatan dan kota. Beliau selalu bilang, "Prestasi anak adalah prestasi kita semua".

Kami seluruh warga SDN Paccerakkang bangga memiliki Ibu Hj. Hudaya, S.Pd, MM, sebagai nahkoda. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kekuatan agar terus membimbing kami menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berguna untuk bangsa.
 ( Yahya )

Annur Ridho Ilahi Persembahkan Medali Perak untuk SDN Sudirman 1 di O2SN Persani Sulsel


MULIAINFO. Com. Makassar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SND Sudirman 1 Makassar di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Lewat cabang senam, sekolah ini berhasil meraih medali perak.

Medali itu dipersembahkan oleh Annur Ridho Ilahi. Tampil percaya diri di Halaman Senam Persani Sulsel, Sudiang, Annur memukau dewan juri dengan rangkaian gerakan yang rapi, bertenaga, dan penuh ekspresi.

Persaingan di cabang senam O2SN tahun ini berlangsung sangat ketat. Setiap atlet datang dengan persiapan maksimal untuk mengharumkan nama sekolahnya. Tekanan di lapangan membuat mental juara jadi kunci utama.

Annur mampu menjaga fokus sejak pemanasan hingga pendaratan terakhir. Gerakan kayang, handstand, hingga salto yang ia tampilkan dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi dan eksekusi yang bersih.

Hasil kerja keras itu akhirnya terbayar. Saat namanya disebut sebagai juara 2, wajah Annur sumringah sambil mengangkat medali perak. Sorak dukungan dari guru dan teman-teman SND Sudirman 1 menggema di tribun.

Kepala Sekolah SND Sudirman 1, Haslinda Muchlis, S.Pd,M.Pd, mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya. “Annur latihan dengan disiplin tinggi. Ini bukti bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya usai pengumuman.

Tahun ini SND Sudirman 1 menurunkan dua cabang olahraga di O2SN Sulsel, yaitu senam dan renang. Keikutsertaan di dua cabor sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam membina bakat siswa secara merata.

Untuk cabang renang, sekolah mengirimkan Syibil sebagai wakil. Turun di nomor gaya bebas putra, Syibil tampil maksimal di babak penyisihan. Catatan waktunya bahkan lebih baik dari latihan, meski persaingan di lintasan sangat ketat.

Sayangnya, waktu terbaik Syibil belum cukup mengantarkannya ke babak final. Meski begitu, semangat juangnya tetap mendapat apresiasi dari pelatih dan pihak sekolah. Pengalaman bertanding di level provinsi jadi bekal berharga untuk persiapan tahun depan.

Dengan raihan medali perak dari Annur dan pengalaman berharga dari Syibil, SND Sudirman 1 kini semakin optimis. Haslinda Muchlis menegaskan sekolah akan terus memberi dukungan penuh agar prestasi siswa di bidang olahraga maupun akademik terus meningkat dan menginspirasi adik kelasnya. ( Muh Yahya )


11 Juni 2026

Mari Siapkan Kursi Untuk 9.600 Anak Makassar


MULIAINFO. Com. Makassar -- 2026 di depan mata. Pendaftaran siswa-siswi SMP Negeri akan dibuka. Tapi faktanya pahit: tiap tahun makin banyak anak gagal masuk bangku negeri. Ini bukan seleksi, ini krisis kemanusiaan. Data lulusan SD naik 8-10% tiap tahun, sementara kuota SMP Negeri tidak bergerak. Anak yang sudah lulus 6 tahun, hafal Pancasila, bisa baca Al-Qur'an, tiba-tiba terhenti karena tidak ada kursi. Kalau negara tidak bisa menjamin bangku untuk lulusan wajib belajar, lalu untuk siapa negara ini berdiri?

Pemerintah harus berhenti diam dan berhenti pakai dalih. Jumlah lulusan SD naik, kuota SMP Negeri tetap. Matematika sederhana: makin tahun makin banyak anak yang terlempar dari sistem. Zonasi tanpa daya tampung sama dengan menutup pintu. Anak di ujung lorong harus jalan 10 km ke swasta, orang tua harus jual barang demi SPP. Ini bukan pemerataan, ini pemindahan beban. Kegagalan masuk SMP Negeri hari ini adalah utang sosial yang akan ditagih 10 tahun ke depan dalam bentuk pengangguran dan kriminalitas.

Jangan tunggu pengumuman Juli 2026 baru ribut dan saling lempar kamera. Saat anak nangis karena tidak dapat bangku, saat orang tua demo di balai kota, semuanya sudah terlambat. Solusi harus diputuskan sekarang, sebelum PPDB dibuka. Audit daya tampung vs jumlah lulusan harus jalan bulan ini. Rencana pembangunan ruang kelas baru harus masuk APBD Perubahan, bukan APBD 2027. Pemerintah yang bijak itu mencegah kebakaran, bukan sibuk siram air saat rumah sudah jadi abu. 2026 bukan kejutan, ini jadwal yang sudah tertulis sejak 2020.

Yang paling sangar penting sekarang: TAMBAH GEDUNG SMP NEGERI. Tidak ada alasan lain, tidak ada kompromi. Zonasi tanpa ruang kelas baru sama saja menyiksa anak secara sistemik. Hak konstitusi mereka adalah sekolah negeri dekat rumah, gratis, dan layak. Satu gedung SMP 3 lantai dengan 27 ruang kelas bisa menyelamatkan 800+ anak tiap angkatan. Biaya bangunnya tidak seberapa dibanding kerugian negara saat ribuan anak putus sekolah. Kalau dana untuk infrastruktur lain bisa cair cepat, maka dana untuk ruang kelas harus lebih cepat. Karena ini darurat.

Prioritas harus diluruskan sekarang juga. Pendidikan nomor satu, baru program lain. Jalan boleh bagus, taman boleh indah, event boleh meriah. Tapi semua itu hiasan kalau fondasinya rapuh. Fondasi negara adalah anak yang sekolah. Kalau anak tidak dapat bangku, maka 20 tahun lagi tidak ada insinyur yang bangun jalan, tidak ada dokter yang isi rumah sakit, tidak ada ASN yang urus taman. Semua program pembangunan akan mandul tanpa manusia terdidik. Jadi stop debat. Geser anggaran. Kunci APBD untuk SMP baru. Pendidikan tidak bisa antri. Pendidikan harus paling depan.

Setiap tahun kita meluluskan anak yang sudah bisa baca, tulis, hitung. Itu hasil kerja 6 tahun guru dan orang tua. Tapi semua itu jadi sia-sia kalau pas SMP mereka ditolak karena bangku tidak cukup. Bayangkan: anak sudah hafal perkalian, sudah bisa bikin karangan, sudah lulus ujian, lalu disuruh pulang karena "kuota penuh". Ini bukan gagal belajar, ini gagal negara menyediakan ruang. Negara gagal di garis finish. Anak yang harusnya naik kelas, malah turun mental. Luka itu tidak kelihatan, tapi dampaknya panjang sampai dia dewasa.

Gagal masuk SMP Negeri itu efek domino yang mematikan. Tahap 1: anak putus sekolah karena orang tua tidak sanggup biaya swasta. Tahap 2: anak nganggur di usia 13 tahun, waktu paling rawan. Tahap 3: masuk pergaulan jalanan, narkoba, geng motor. Semua berawal dari satu hal sepele: tidak ada bangku kosong. Bom sosial ini kita tanam sendiri karena 5 tahun terakhir abai bangun ruang kelas. Hari ini kita hemat anggaran gedung, 10 tahun lagi kita bayar mahal untuk penjara, rehab, dan satpol PP. Mana yang lebih mahal?

Hitung kasarnya bikin ngeri. 1 gedung SMP baru 3 lantai = 27 ruang kelas. 1 ruang isi 32 siswa. Berarti 864 anak selamat tiap angkatan. Kalau bangun 5 gedung di 5 kecamatan padat, berarti 4.320 masa depan terselamatkan dalam 3 tahun. Bandingkan dengan biaya 1 flyover atau 1 ikon kota. Gedung SMP tidak viral di media, tapi dia menyelamatkan generasi. Investasi paling untung itu bangun manusia, bukan bangun tugu. 4.320 anak yang sekolah = 4.320 calon ASN, guru, perawat, teknisi yang akan bayar pajak untuk negara 40 tahun ke depan.

Anggaran ada, APBD Makassar triliunan. Yang kurang cuma keberanian dan skala prioritas. Kalau untuk proyek mercusuar bisa cair 1 tahun, kenapa untuk ruang kelas anak bangsa harus "nanti, diusulkan, dikaji". Ini bukan proyek riset, ini kebutuhan dasar. Anak tidak bisa bilang "tunggu 2027 ya nak, baru ada bangku". PPDB 2026 tetap jalan Juli nanti. Birokrasi boleh panjang, tapi nyawa pendidikan tidak boleh ditunda. Geser pos anggaran yang tidak darurat. Potong kegiatan seremonial. Kunci dananya sekarang untuk SMP baru dan rehab ruang kelas yang sudah retak. Itu namanya pemimpin.

Orang tua sudah tercekik dan ini fakta lapangan. Gagal di negeri, opsi satu-satunya swasta dengan SPP 300rb sampai 1 juta per bulan. Bagi buruh, ojol, pedagang, itu sama dengan setengah gaji. Anak dipaksa sekolah jauh 1 jam, ongkos 20rb PP, waktu belajar habis di jalan. Belum lagi biaya seragam, buku, praktik. Ini bentuk ketidakadilan struktural yang halus. Negara bilang "wajib belajar 9 tahun gratis", tapi di lapangan orang tua dipaksa bayar karena bangku negeri tidak ada. Zolim. Kalau negara tidak sanggup gratiskan, minimal sediakan bangku. Jangan bikin rakyat miskin makin miskin karena sistem.

Guru paling tahu rasanya karena kami yang di garis depan. Enam tahun kami kejar anak biar bisa baca, tulis, hitung, dan berakhlak. Kami titipkan harapan ke lembar ijazah SD. Tapi pas PPDB, ijazah itu ditolak sistem karena "daya tampung habis". Sakitnya bukan di anak saja. Guru merasa gagal, orang tua merasa dikhianati, anak merasa tidak berharga. Padahal kami sudah kasih bekal terbaik. Yang kurang hanya satu: bangku. Jangan biarkan kerja 6 tahun guru hancur dalam 1 menit pengumuman online. Itu sama saja mematahkan semangat pendidik se-Makassar.

Ini kontradiksi yang memalukan. Kota besar, APBD triliunan, disebut kota metropolitan dan kota dunia. Tapi anaknya sendiri rebutan bangku SMP Negeri seperti rebutan sembako. Mau maju dari mana kalau akses pendidikan dasar saja belum beres? Investor lihat gedung pencakar langit, tapi tidak lihat ribuan anak usia 13 tahun nganggur karena tidak dapat sekolah. Citra kota runtuh bukan karena jalan berlubang, tapi karena ruang kelas tidak cukup. Makassar mau dikenang sebagai kota cerdas atau kota yang menggagalkan anaknya sendiri? Pilihannya ada di meja anggaran 2026.

Tuntutan kami tegas, konkret, dan tidak bisa ditawar: 1. Audit darurat daya tampung SMP vs jumlah lulusan SD 2026, hasilnya buka ke publik bulan ini. Jangan pakai data 2023. 2. Bangun SMP Negeri baru di 5 titik rawan: kecamatan padat + pinggiran yang selama ini anaknya selalu tersisih. 3. Perluas ruang kelas SMP yang sudah overload. Ada SMP yang 1 kelas isinya 40-45 anak, itu sudah melanggar standar. Tambah ruang, tambah guru. 4. Siapkan anggaran darurat di APBD-P 2026. Jangan tunggu 2027. Darurat pendidikan tidak kenal tahun anggaran.

Jangan lempar tanggung jawab ke swasta atau ke orang tua. Pendidikan dasar 9 tahun itu wajib negara, amanat UUD 1945. Swasta itu mitra, bukan pengganti negara. Kalau bangku negeri kurang, berarti negara ingkar janji konstitusi. Jangan pakai dalih "silakan ke swasta, ada BOS". BOS swasta tidak menutup SPP. Jangan pakai dalih "anak bisa sekolah paket". Paket bukan solusi untuk anak 13 tahun yang butuh pembinaan karakter di bangku formal. Kalau negara gagal sediakan bangku, maka negara harus siap tanggung akibat: generasi yang putus pendidikan dan lepas kendali.

Catat dan simpan baik-baik perkataan ini. Pemimpin yang abai menambah gedung SMP di 2026 akan dikenang sejarah sebagai pemimpin yang menggagalkan generasi emas Makassar. Nama boleh harum karena proyek, tapi akan busuk di mata ibu-ibu yang anaknya tidak dapat bangku. Pendidikan harus nomor satu, tanpa "tapi", tanpa "nanti". Kalau tidak, Makassar akan bayar mahal 10 tahun ke depan: angka putus sekolah naik, kriminalitas remaja naik, kualitas SDM turun. Kerugian itu 100 kali lipat dari biaya bangun SMP hari ini. Jadi sekarang waktunya pilih: bangun ruang kelas, atau bangun penyesalan. ( Yahya )


08 Juni 2026

SD Inpres Kassi Gelar UAS Genap Berbasis Hp, Tanamkan Kejujuran dan Rasa Bangga Pada Siswa


MULIAINFO. Com. MAKASSAR – UPT SPF SD Inpres Kassi sukses melaksanakan Ulangan Akhir Semester Genap Berbasis *HP* pada Juni 2026. Ujian diikuti siswa Kelas Tinggi, Kelas 2B, Kelas 3B, dan Kelas 5B sebagai tolak ukur capaian belajar semester genap 2025/2026.


Kepala Sekolah Sukmawati, S.Pd membuka kegiatan dengan apel singkat. Beliau mengingatkan makna HP: *Honesty, Pride*. “Kerjakan dengan jujur, karena hasil jujur akan membuat kalian bangga seumur hidup,” pesannya ke seluruh peserta.


Konsep HP diterapkan penuh di semua ruang ujian. Kursi siswa ditata berjarak, tas diletakkan di depan, dan guru pengawas hanya memantau dari jarak aman. Tujuannya memberi ruang kepercayaan kepada anak.



Soal ujian disusun tim guru sesuai jenjang. Kelas 2B dan 3B mendapat soal tematik bergambar yang menyenangkan. Kelas 5B dan Kelas Tinggi mengerjakan soal literasi-numerasi yang melatih logika dan penalaran.


Sebelum mengerjakan, setiap kelas dipandu doa bersama. Guru juga menegaskan 3 aturan HP: tidak menoleh, tidak bertanya ke teman, dan tidak membuka catatan. Anak-anak mengangguk mantap tanda siap.


Suasana ujian berlangsung kondusif. Kelas 2B tampak fokus mewarnai dan melingkari jawaban. Kelas 3B serius membaca soal cerita. Kelas 5B dan Kelas Tinggi mengisi lembar uraian dengan tulisan rapi dan runtut.


Sukmawati, S.Pd berkeliling memantau tiap ruangan. Beliau menyapa siswa dan memberi semangat. “Ibu bangga lihat kalian tenang. Itu tanda kalian sudah belajar sungguh-sungguh,” ujarnya.



Wali kelas 5B menilai sistem HP efektif membentuk karakter. “Anak jadi belajar jujur bukan karena takut dihukum, tapi karena sadar itu yang benar. Efeknya panjang sampai SMP nanti,” jelasnya.


Dukungan orang tua juga jadi kunci sukses. Banyak orang tua yang menyiapkan sarapan, memastikan anak cukup istirahat, dan mengantar tepat waktu. Kolaborasi inilah yang membuat ujian berjalan lancar.


Usai ujian, lembar jawaban langsung dikoreksi guru mapel. Nilai UAS HP akan dipadukan dengan nilai harian dan projek. SD Inpres Kassi berkomitmen: yang diutamakan bukan hanya angka, tapi terbentuknya siswa jujur, mandiri, dan berakhlak mulia. ( Yahya )