07 Agustus 2026

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Gelar Pembagian Obat Cacing Berkerjasama dengan Puskesmas Bangkala


MULIAINFO. COM -- MAKASSAT-- UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III melaksanakan kegiatan pembagian obat cacing kepada seluruh siswa-siswi kelas 1 & 6. Kegiatan ini merupakan program rutin dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan sekolah.

Obat cacing tersebut disalurkan langsung oleh petugas dari Puskesmas bangkala. Tim dari puskesmas hadir ke sekolah untuk memastikan pembagian berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari cacingan. Petugas puskesmas juga menjelaskan manfaat dan cara minum obat cacing yang benar.

Setelah penyuluhan, seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 secara bergantian menerima obat cacing. Guru dan petugas memastikan setiap anak meminum obat di tempat dengan pengawasan.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III, Ibu  Hj. Napiah, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Perumnas Antang atas dukungan dan pelayanannya kepada sekolah.

"Kami berterima kasih kepada Puskesmas Bangkala. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswi kami sehat, tidak cacingan, dan bisa belajar dengan optimal," ujar Ibu Hj, Napiah, S.Pd.

Para guru juga turut mendampingi dan mengedukasi siswa agar setelah minum obat, tetap menjaga kebersihan seperti rajin cuci tangan pakai sabun dan memotong kuku.

Siswa-siswi tampak senang dan antusias mengikuti kegiatan. Mereka mengerti bahwa minum obat cacing 6 bulan sekali sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Pihak Puskesmas Perumnas Bangkala berharap melalui kegiatan ini angka kejadian cacingan pada anak sekolah bisa ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat.

Kegiatan pembagian obat cacing ini berjalan lancar, aman, dan tertib. Tidak ada siswa yang mengalami keluhan setelah meminum obat.

Dengan adanya kerja sama antara sekolah dan puskesmas ini, diharapkan program kesehatan anak sekolah dapat terus berlanjut secara rutin.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Napiah, S.Pd berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

 

Tanamkan Nilai Religius, UPT SPF SD Inpres Kajenjeng Gelar Ibadah Rutin Setiap Jumat


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Kegiatan ibadah rutin setiap hari Jumat kembali dilaksanakan di halaman depan UPT SPF SD Inpres Kajenjeng. Kegiatan ini menjadi agenda wajib sekolah untuk membentuk karakter religius peserta didik.

Seluruh siswa-siswi tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi. Mereka berkumpul dengan rapi di halaman sekolah dengan mengenakan pakaian muslim dan muslimah.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan zikir bersama dan shalawat. Suasana khusyuk terlihat dari wajah anak-anak yang mengikuti dengan tertib.

Sebagai penceramah pada kegiatan kali ini adalah Guru Agama UPT SPF SD Inpres Kajenjeng, Ibu PUTTIRI. Beliau menyampaikan materi tentang pentingnya kejujuran, disiplin, dan adab kepada guru serta orang tua.

Dalam ceramahnya, Ibu PUTTIRI mengajak anak-anak untuk senantiasa bersyukur dan rajin beribadah. Beliau juga memberikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami oleh siswa SD.


Para siswa menyimak dengan seksama. Beberapa siswa bahkan aktif bertanya di sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat menarik dan dipahami oleh mereka.

Kegiatan ibadah rutin ini merupakan program pembinaan akhlak yang dicanangkan oleh pihak sekolah. Tujuannya agar nilai-nilai agama tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Kajenjeng, Ibu Sukmawati, S.Pd., kegiatan ini sangat penting untuk membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

"Kami ingin anak-anak terbiasa dengan kegiatan keagamaan sejak dini. Melalui ibadah rutin Jumat ini, kami berharap lahir siswa yang cerdas, berkarakter, dan taat beribadah," ujar Ibu Sukmawati, S.Pd.

Pihak sekolah juga melibatkan seluruh guru kelas untuk mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan agar pengawasan, pembinaan, dan keteladanan dapat berjalan maksimal.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman antara guru dan siswa. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut.

Dengan adanya ibadah rutin setiap Jumat ini, diharapkan UPT SPF SD Inpres Kajenjeng dapat terus melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam iman, takwa, dan akhlak.



Satu Hati, Satu Kepedulian Bersama Hadir Membawa Harapan Untuk Korban Kebakaran kelurahan Rappojawa


MULIAINFO. COM-- MAKASSAR -- Musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak. Rumah, harta benda, dan tempat tinggal mereka ludes dalam sekejap, sehingga membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Merespon kondisi tersebut, Keluarga Besar Pendidikan bergerak cepat menunjukkan kepedulian. Salah satu wujud nyata kepedulian itu adalah dengan mengadakan kegiatan penyaluran bantuan untuk para korban kebakaran.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan dengan penuh rasa empati. Bantuan yang disalurkan bukan hanya berupa materi, tetapi juga semangat dan doa agar para korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian.

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, terdapat partisipasi dari beberapa sekolah dasar. Di antaranya adalah UPT SPF SD Inpres Rappojawa, UPT SPF SD Negeri 71 Rappojawa, dan UPT SPF SD Inpres Buttatianang II.

Ketiga sekolah tersebut bahu-membahu mengumpulkan bantuan dari guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekolah. Semangat gotong royong terlihat jelas sejak proses pengumpulan hingga penyaluran bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan oleh para korban di lokasi pengungsian.

Kegiatan ini mengusung semangat "Satu Hati, Satu Kepedulian, Bersama Hadir Membawa Harapan". Harapannya, bantuan kecil ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah.

Kegiatan penyaluran dipimpin langsung oleh Ibu Hafsah Am., S.Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Buttatianang II. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan teladan dalam kepedulian sosial.

Para guru dan siswa yang ikut serta dalam kegiatan ini juga mendapatkan pelajaran berharga tentang arti berbagi, solidaritas, dan pentingnya membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

Sambutan hangat dari warga Kelurahan Marbo menjadi bukti bahwa kepedulian ini sangat berarti bagi mereka. Senyum dan doa dari para korban menjadi penyemangat bagi seluruh tim yang terlibat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat semakin erat. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjaga, karena dari kepedulian kecil akan lahir harapan besar bagi sesama.


06 Agustus 2026

SMPN 31 Makassar Hidupkan Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif Lewat Urban Formin


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR– Di tengah padatnya pemukiman Kota Makassar, SMPN 31 Makassar mulai mengubah halaman sekolah yang dulunya kosong menjadi area hijau produktif. Melalui program _urban farming_, sekolah ini menanam sayur, tanaman obat, dan buah dalam pot, polybag, serta bedengan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pendidikan lingkungan.

Program ini digagas oleh guru bersama siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan minimnya lahan pertanian di perkotaan. Kepala SMPN 31 Makassar menyebut urban farming dipilih karena sederhana, murah, dan bisa langsung dipraktikkan anak-anak.

Lahan seluas beberapa petak di belakang sekolah kini disulap jadi “kelas hidup”. Ada tanaman cabai, tomat, bayam, kangkung, hingga jahe dan kunyit. Setiap kelas mendapat tanggung jawab merawat 1-2 petak. Ada jadwal piket menyiram, memupuk, dan mencatat pertumbuhan tanaman.

Tidak hanya menanam di tanah. Karena keterbatasan ruang, sekolah juga menguji teknik tanam vertikal dan hidroponik sederhana. Botol bekas dan pipa paralon dimanfaatkan agar hasil panen tetap maksimal walau lahan sempit. Sampah organik dari kantin sekolah diolah jadi kompos untuk pupuk.

Siswa mengaku antusias. Mereka yang awalnya hanya tahu sayur di pasar, kini belajar proses dari bibit sampai panen. “Dulu saya kira nanam itu gampang. Ternyata harus sabar, harus dirawat tiap hari,” kata salah satu siswa kelas 8 saat memanen kangkung.


Guru IPA dan PJOK dilibatkan untuk mengintegrasikan materi. Saat pelajaran IPA dibahas fotosintesis dan ekosistem. Saat PJOK dibahas manfaat sayur untuk gizi. Hasil panen sebagian dikonsumsi di kantin sehat sekolah, sebagian lagi dibagikan ke guru dan warga sekitar.

Program ini sejalan dengan arahan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong setiap instansi dan sekolah mengembangkan urban farming. Di kota yang lahannya terbatas, sekolah dianggap sebagai titik strategis untuk menanamkan budaya menanam sejak dini.

Selain dampak pangan, dampak lingkungan juga jadi fokus. Dengan adanya tanaman, suhu halaman sekolah terasa lebih sejuk. Siswa juga lebih sadar membuang sampah pada tempatnya karena sampah bisa jadi pupuk. Mental “buang” perlahan diganti jadi mental “kelola”.

Kendala tetap ada. Musim kemarau membuat penyiraman jadi tantangan, dan hama kadang menyerang tanaman. Untuk itu sekolah bekerja sama dengan penyuluh pertanian setempat agar siswa dapat pelatihan langsung tentang pengendalian hama organik.

Ke depan, SMPN 31 menargetkan menjadikan kebun sekolah sebagai laboratorium terbuka. Rencananya akan ditambah kolam budikdamber — budidaya ikan dalam ember — agar siswa belajar keterpaduan antara tanaman dan ikan, seperti sistem akuaponik sederhana.

Tagline “Dari Sekolah untuk Bumi yang Lebih Lestari” dipilih bukan tanpa alasan. Sekolah ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari hal kecil. Jika 1000 sekolah di Makassar punya 1 petak kebun, dampaknya akan besar untuk kota.

Orang tua siswa juga mulai mendukung. Beberapa orang tua membawa bibit dari rumah dan ikut dalam kerja bakti hari Sabtu. Harapannya, kebiasaan menanam ini terbawa sampai ke rumah dan memunculkan "urban farming keluarga”.

Dengan semangat gotong royong, SMPN 31 Makassar membuktikan sekolah tidak hanya tempat belajar teori. Sekolah juga bisa jadi penggerak perubahan. Dari pot kecil di halaman, lahir harapan besar: bumi yang lebih lestari dimulai dari generasi yang tahu cara merawatnya.


Undangan Workshop Penyempurnaan Kurikulum Satuan Pendidikan UPTD SMP NEGERI 24 Makassar Tahun 2026


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Seiring dengan tuntutan perubahan zaman dan kebijakan pendidikan nasional, peningkatan kualitas layanan pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. UPTD SMP Negeri 24 Makassar berkomitmen untuk terus berbenah agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan terletak pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang sistematis, terukur, dan berpihak pada peserta didik. Oleh karena itu setiap guru dituntut untuk memahami secara utuh bagaimana merancang pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa di sekolah kita.

Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan dokumen utama yang menjadi panduan dalam penyelenggaraan pembelajaran. Dokumen ini tidak hanya berisi tujuan dan struktur pembelajaran, tetapi juga memuat visi sekolah, profil lulusan, serta strategi pencapaian kompetensi. Penyempurnaan dokumen ini harus dilakukan secara kolaboratif agar benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.

Untuk mewadahi proses penyempurnaan tersebut, kami akan menyelenggarakan Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan. Melalui workshop ini Bapak/Ibu akan diajak untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merevisi bagian-bagian penting dalam dokumen kurikulum agar lebih operasional dan mudah diimplementasikan di kelas.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Bapak/Ibu Guru mengenai prinsip pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, serta integrasi nilai karakter dalam setiap mata pelajaran. Dengan demikian proses belajar mengajar di sekolah kita dapat semakin berkualitas dan bermakna bagi peserta didik.


Workshop ini akan dilaksanakan pada:  
Hari/Tanggal: Kamis, 6 Agustus 2026  
Waktu: Pukul 13.00 WITA - selesai  
Tempat*: Ruang Guru UPTD SPS SMP Negeri 24 Makassar, 
Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu dengan maksimal selama kegiatan berlangsung.

Sebagai narasumber, kami menghadirkan Bapak Drs. Syarif Hursasia Sy., M.M. Beliau adalah praktisi pendidikan yang telah berpengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah dalam penyusunan dan penguatan kurikulum. Materi yang beliau bawakan diharapkan mampu memberikan wawasan baru serta solusi praktis bagi permasalahan yang dihadapi guru di kelas.

Pada sesi workshop, narasumber tidak hanya akan menyampaikan teori, tetapi juga akan memfasilitasi diskusi kelompok, bedah dokumen, dan praktik langsung penyusunan perangkat kurikulum. Dengan model ini diharapkan setiap peserta dapat membawa pulang draft yang sudah diperbaiki dan siap untuk diimplementasikan.

Mengingat pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah kita, maka kehadiran Bapak/Ibu Guru sangat kami harapkan. Partisipasi aktif dalam bentuk tanya jawab, berbagi pengalaman, dan kerja sama tim akan sangat menentukan keberhasilan workshop ini.

Dimohon kepada Bapak/Ibu untuk hadir tepat waktu, yaitu pukul 13.00 WITA. Ketepatan waktu akan membantu kelancaran acara dari pembukaan hingga penutupan. Kehadiran tepat waktu juga merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam menghargai proses dan narasumber yang telah meluangkan waktu.

Untuk menunjang kegiatan praktik, kami mohon Bapak/Ibu membawa laptop masing-masing. Laptop akan digunakan untuk mengakses dokumen kurikulum, mengedit, dan menyimpan hasil kerja kelompok. Selain itu, mohon membawa dokumen-dokumen pendukung seperti RPP, modul ajar, atau hasil evaluasi pembelajaran sebelumnya.

Atas perhatian, kerja sama, dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. Besar harapan kami kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 24 Makassar. Mari kita bersama-sama membangun sekolah yang unggul melalui kurikulum yang tepat dan pembelajaran yang bermutu.

 

Pemkot Makassar Targetkan Kepastian Proyek PSEL Pekan Ini, Pengakhiran Kontrak Masuki Tahap Final

 


Muliainfo.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menargetkan keputusan terkait kelanjutan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Makassar Raya dapat ditetapkan pada pekan ini. Langkah tersebut menyusul diterimanya nota pendapat dari Kejaksaan Negeri Makassar mengenai proses pengakhiran kontrak dengan pemenang proyek sebelumnya.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pemerintah terus mempercepat penyelesaian seluruh proses administrasi sebagai tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat terhadap proyek strategis nasional tersebut.


"Hari ini kami sudah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Kota Makassar berkaitan dengan nota pendapat untuk pengakhiran kontrak. Besok kami akan bertemu dengan Kepala BPKP Sulsel, kemudian juga ada rapat yang diundang oleh Kementerian Koordinator Pangan untuk membahas percepatan. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa diambil kesimpulan," ujar Helmy usai menghadiri Rapat Pembahasan PSEL di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (5/8).


Menurut Helmy, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung percepatan pembangunan PSEL sebagai salah satu upaya penanganan persoalan persampahan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah pusat di sektor pengelolaan lingkungan.


Ia menegaskan bahwa proses yang akan ditempuh bukan melalui lelang ulang. Mekanisme yang dilakukan mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 109, yakni mengakhiri kontrak dengan pemenang sebelumnya sebelum memasuki tahapan lanjutan.


"Karena kita sudah memiliki pemenang sebelumnya, maka yang dilakukan adalah penghentian kontrak. Selanjutnya akan ada rekomendasi kepada PT Danantara untuk melakukan due diligence terhadap pemenang sebelumnya. Nantinya kerja sama tidak lagi dilakukan oleh Pemkot Makassar, tetapi oleh PT Danantara dengan perusahaan pelaksana PSEL," jelasnya.


Terkait lokasi pembangunan, Helmy menyebut kawasan Tamalanrea masih menjadi lokasi utama proyek PSEL. Namun demikian, pemerintah juga telah menyiapkan alternatif apabila terdapat kendala di lokasi tersebut, yakni lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan seluas sekitar 100 hektare yang berada di Kabupaten Gowa.


Lebih lanjut, Helmy menjelaskan bahwa pengembangan PSEL akan menggunakan konsep aglomerasi yang melibatkan Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Skema tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku pembangkit.


Menurutnya, kebijakan pemilahan sampah dari sumber yang mulai diterapkan diperkirakan mampu mengurangi timbulan sampah harian Kota Makassar hingga sekitar 30 persen. Karena itu, kerja sama lintas daerah menjadi kebutuhan agar kapasitas operasional PSEL tetap terpenuhi.


"Karena kebutuhan PSEL minimal sekitar 1.000 ton sampah per hari, maka kerja sama aglomerasi Makassar, Gowa, dan Maros menjadi solusi yang disiapkan," katanya.


Di sisi lain, DLH Kota Makassar juga mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan pemilahan sampah yang telah diberlakukan sejak 1 Agustus 2026. Sejumlah wilayah disebut telah membentuk titik-titik pengolahan sampah organik di tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan.


Pengolahan sampah organik secara komunal diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), memperpanjang umur layanan TPA, sekaligus menekan potensi pencemaran lingkungan, munculnya air lindi, hingga risiko kebakaran yang meningkat pada musim kemarau.


Untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas TPS3R, Pemerintah Kota Makassar akan menyiapkan berbagai alternatif teknologi pengolahan sampah, seperti budidaya maggot, pembangunan biopori, serta penyediaan sarana pendukung lainnya yang akan dianggarkan melalui APBD Perubahan.


Menutup keterangannya, Helmy mengimbau masyarakat agar terus berpartisipasi dalam pemilahan sampah sejak dari rumah. Apabila terdapat kendala dalam pengangkutan sampah organik di lingkungan masing-masing, warga diminta segera berkoordinasi dengan lurah atau camat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.(*)

UPTD SPF SDN CENDRAWASIH 1 Kamis Ceria - Cerdas, Empati, Ramah, Inovatif, Asri, dan Peduli Lingkungan


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Kepada seluruh siswa-siswi hebat SDN Cendrawasih 1, hari Kamis adalah hari istimewa kita. Hari ini kita tidak hanya belajar pelajaran, tapi juga belajar jadi anak yang baik, peduli, dan membanggakan.

Kamis Ceria hadir untuk membuat semangat kita menyala sejak pagi. Mulai dari halaman sekolah yang bersih, senyum guru, sampai tawa teman-teman. Semua itu membuat kita siap belajar dengan hati yang gembira.

Nilai pertama kita adalah *Cerdas*. Cerdas bukan hanya pintar mengerjakan soal. Cerdas itu berani bertanya, berani mencoba, dan berani mencari solusi. Di kelas kita diajak bereksperimen dan berdiskusi supaya ide-ide baru bisa tumbuh.

Nilai kedua adalah *Empati*. Empati artinya kita peduli. Peduli sama teman yang sedang kesulitan, peduli sama guru yang mengajar, dan peduli sama bapak ibu petugas kebersihan. Karena anak yang berempati akan selalu menolong.

Nilai ketiga adalah "Ramah". Sekolah kita terasa hangat karena kita saling menyapa, saling membantu, dan saling menghargai. Tidak membeda-bedakan teman. Dengan ramah, persahabatan jadi makin kuat.


Nilai keempat adalah *Inovatif*. Kita tidak takut mencoba hal baru. Ada pojok daur ulang, ada proyek karya dari barang bekas, dan ada lomba ide kreatif. Dari sini kita belajar bahwa sampah pun bisa jadi sesuatu yang keren dan bermanfaat.

Nilai kelima adalah "Asri'. Sekolah yang asri bikin kita betah belajar. Taman kelas dirawat bergilir, lorong dihias tanaman, dan setiap sudut dijaga kebersihannya. Lingkungan yang bersih dan rindang membuat semangat kita naik.

Nilai keenam yang kita kuatkan adalah "Peduli Lingkungan" melalui Pemeliharaan Sampah. Kita punya jadwal piket terpadu, bank sampah sekolah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pembuatan kompos dari sisa makanan. Anak-anak Ki juga dilatih jadi duta kebersihan.

Setiap Kamis, kegiatan kita makin lengkap. Dimulai dengan senam bersama supaya tubuh sehat. Lalu ada gerakan pungut sampah 5 menit. Setelah itu guru mengecek tempat sampah tiap kelas. Di akhir, kita beri apresiasi untuk kelas terbersih.

Semua program ini berjalan karena kebersamaan. Di bawah arahan _Ibu Irmayanti, S.Pd.M.Pd_ selaku Kepala Sekolah, guru, siswa, orang tua, dan petugas sekolah kompak bekerja sama. Di rumah pun kita diajak menerapkan hal yang sama.

Anak-anak Ki, kalian adalah teladan. Setelah belajar pilah sampah di sekolah, ajarkan juga ke adik dan orang tua di rumah. Mulai dari hal kecil seperti membawa tumbler, membawa bekal tanpa plastik, dan membuang sampah pada tempatnya.

Mari kita buktikan bahwa Kamis Ceria bukan hanya satu hari. Nilai Cerdas, Empati, Ramah, Inovatif, Asri, dan Peduli Lingkungan kita bawa setiap hari. Karena SDN Cendrawasih 1 ingin mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta bumi.  
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ( Muh. Yahya )

03 Agustus 2026

Proyek 424 Juta di SDN Pampang Naikkan Dinding 1 Meter KEPSEK Bungkam Saat Ditanya Aset


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR, SULSEL  Anggaran ratusan juta untuk pendidikan kembali jadi sorotan publik. Proyek Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas di UPT SPF SDN Pampang, Jl. Pampang II, Kec. Panakkukang menelan dana Rp 424.870.000 dari APBD Kota Makassar 2026.

Nilai fantastis itu hanya untuk 2 ruang kelas. Jika dirinci, 1 kelas menghabiskan anggaran Rp 212.435.000. Bukan sekedar ganti atap, pekerjaan meliputi pembongkaran atap lama dan penambahan pasangan dinding 1 meter keliling.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini dilaksanakan oleh CV. SERBA TEHNIK. Tercantum Nomor Kontrak: 421,1/2744/SP-RHB,KLS/APBD/DISDIK/2026. Masa pelaksanaan 25 Juli 2026 sampai 02 Oktober 2026.

Pantauan di lapangan awal Agustus 2026, aktivitas pekerjaan sudah berjalan. Atap 2 kelas telah dibongkar total. Pekerja terlihat melakukan pasangan bata baru setinggi 1 meter mengelilingi ruangan.

Setelah pasangan 1 meter selesai, selanjutnya dipasang rangka baja ringan. Material penutup atap berupa seng spandek hingga saat ini belum terpasang di lokasi.

Dengan item pekerjaan "naik 1 meter + ganti atap", nilai Rp 424 juta secara teknis masih dalam kewajaran. Namun besarnya anggaran harus sebanding dengan kualitas dan transparansinya.

Justru di titik inilah muncul kejanggalan. Saat awak media melakukan konfirmasi langsung ke Kepala Sekolah di ruangannya, suasana berubah.

Pertanyaan yang dilontarkan adalah: "Apakah pihak sekolah sudah melaporkan penambahan aset ini ke Bidang Aset BPKAD Balai Kota?" 

Alih-alih memberikan jawaban, Kepala Sekolah justru memilih bungkam dan langsung masuk ke dalam ruangannya. Tidak ada sepatah kata pun yang disampaikan.

Sikap menghindar dari pejabat publik saat ditanya soal uang negara sangat disayangkan. Apalagi ini menyangkut aset milik pemerintah daerah.

Perlu diketahui, setiap ada perubahan fisik yang menambah nilai aset seperti "peninggian dinding 1 meter" wajib dilaporkan. Ini amanat Permendagri agar data aset daerah tidak fiktif.

Jika tidak dilaporkan, maka proyek ini berpotensi menjadi temuan BPK di akhir tahun. Negara dirugikan karena ada aset yang bertambah tapi tidak tercatat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari CV. SERBA TEHNIK maupun Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait koordinasi laporan aset tersebut.

Kami mendesak Inspektorat Kota Makassar dan BPKAD Bidang Aset segera turun ke lapangan. Lakukan audit fisik dan administrasi terhadap proyek 424 juta ini.

Jangan sampai niat baik membangun sekolah justru mencederai prinsip keterbukaan. 424 juta uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan.

Publik berhak mengawasi. Jangan biarkan "proyek siluman" berkedok rehab sekolah terjadi di Kota Makassar.


01 Agustus 2026

Dua SDN di Makassar Gelap- Gelapan Proyek Tanpa Papan, Kepsek Tamamaung 1 Hindari Awak Media Kepsek Bulurokeng Lempar ke Dinas


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR, SABTU 1 AGUSTUS 2026* — Praktik tidak transparan kembali terjadi di lingkungan sekolah Kota Makassar. Dua Sekolah Dasar Negeri, yakni *SDN Tamamaung 1 Kecamatan Panakkukang* dan *SD Bulurokeng*, saat ini sedang melaksanakan proyek rehabilitasi namun tidak memasang papan informasi proyek. Padahal papan tersebut merupakan kewajiban mutlak dalam setiap pekerjaan yang menggunakan dana negara. Ketidakhadiran papan informasi ini membuat publik tidak dapat mengawasi berapa besar anggaran yang digunakan, siapa kontraktor pelaksana, dan berapa lama waktu pengerjaannya.

Berdasarkan pantauan langsung awak media pada *Sabtu, 1 Agustus 2026*, di kedua lokasi sekolah tidak ditemukan satupun papan proyek. Pekerjaan fisik terlihat berjalan dengan adanya material bangunan dan pekerja, namun tidak ada informasi resmi yang bisa diakses publik. Kondisi ini jelas bertentangan dengan *Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah* yang mewajibkan setiap penyedia barang dan jasa memasang papan nama proyek selama masa pelaksanaan. Tanpa papan, publik kehilangan hak untuk mengawasi penggunaan uang rakyat.

Sikap berbeda justru ditunjukkan oleh para Kepala Sekolah saat dikonfirmasi awak media. Di *SDN Tamamaung 1*, Kepala Sekolah diduga sengaja menghindari awak media. Saat didatangi ke sekolah, pihak sekolah menyebut Kepsek sudah pulang lebih awal. Upaya konfirmasi kemudian dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan tidak ada balasan. Tidak hanya itu, panggilan telepon juga dilakukan sebanyak 3 kali oleh awak media namun tidak satupun yang diangkat. Sikap menghindar ini menimbulkan pertanyaan besar terkait itikad baik dalam memberikan informasi publik.

Sementara itu di *SD Bulurokeng*, Kepala Sekolah memberikan jawaban yang terkesan melempar tanggung jawab saat dikonfirmasi awak media. Saat ditanya terkait proyek tanpa papan, Kepsek hanya menjawab singkat *"Itu proyek dari Dinas"* tanpa menjelaskan lebih rinci. Jawaban tersebut dinilai tidak tepat karena secara aturan Kepala Sekolah adalah Kuasa Pengguna Barang di satuan pendidikan dan memiliki kewajiban untuk mengetahui, mengawasi, serta memberikan informasi terkait seluruh kegiatan yang berlangsung di sekolahnya. Melempar ke Dinas bukan berarti lepas tanggung jawab.

Menurut penelusuran awak media, kedua proyek tersebut diduga kuat bersumber dari *DAK Fisik Bidang Pendidikan 2026* atau *APBD Kota Makassar*. Jika benar demikian, maka ini adalah uang negara yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Namun hingga kini tidak ada sosialisasi resmi terkait proyek tersebut. Tiba-tiba ada kegiatan rehab, ada tukang masuk, tapi tidak ada kejelasan soal nilai kontrak dan siapa yang mengerjakan.

Ketidaktransparanan ini rawan memicu penyimpangan. Pengamat kebijakan publik menyebut, proyek tanpa papan informasi adalah modus lama untuk menutupi pengurangan volume dan spesifikasi pekerjaan. "Kalau dari awal sudah tidak berani terbuka, 90% pasti ada yang ditutup-tutupi. Nanti di laporan ditulis 100% padahal di lapangan cuma 60%," ujarnya. Hal ini tentu merugikan negara dan berpotensi merugikan kualitas pendidikan.

Selain melanggar Perpres, sikap bungkam dan menghindar dari Kepala Sekolah juga diduga melanggar *UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik*. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa setiap badan publik wajib menyediakan, memberikan, dan mempublikasikan informasi publik secara berkala. Menghindari awak media dan tidak menjawab konfirmasi termasuk kategori penghambatan akses informasi.

Awak media menilai tindakan menghindar di SDN Tamamaung 1 dan jawaban singkat di SD Bulurokeng adalah bentuk penutupan akses informasi. Padahal fungsi pers adalah melakukan kontrol sosial. Jika sejak awal sudah dipersulit, maka patut diduga ada sesuatu yang ingin disembunyikan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Melihat kondisi ini, awak media mendesak *Dinas Pendidikan Kota Makassar, khususnya Bidang Sarana dan Prasarana* untuk segera turun tangan. Dinas diminta membuka data secara terbuka terkait paket pekerjaan di kedua sekolah tersebut. Data yang diminta meliputi: nama paket, nilai kontrak, sumber dana, nama perusahaan kontraktor pemenang, dan nama konsultan pengawas. Keterbukaan ini penting agar tidak ada prasangka negatif di tengah masyarakat.

Tidak hanya Dinas, *Inspektorat Kota Makassar* juga diminta segera melakukan audit investigasi ke lapangan. Audit harus mencakup kesesuaian antara Rencana Anggaran Biaya dengan realisasi di lapangan. Jika ditemukan indikasi kerugian negara atau pekerjaan asal-asalan, maka harus ada tindakan tegas termasuk pemutusan kontrak dan blacklist terhadap perusahaan nakal.

Lebih jauh, *Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan* juga bisa dilibatkan. Sebab ini jelas merupakan bentuk maladministrasi dan pengabaian terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. Ombudsman memiliki kewenangan untuk memanggil dan memberikan rekomendasi kepada pejabat yang tidak kooperatif.

Tuntutan awak media secara tegas ada empat poin. Pertama, segera memasang papan informasi proyek di kedua sekolah dalam waktu 1x24 jam. Kedua, Kepala Sekolah SDN Tamamaung 1 dan SD Bulurokeng memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Ketiga, Dinas Pendidikan mengumumkan data kontrak kedua proyek tersebut. Keempat, jika terbukti ada penyimpangan maka proses hukum harus ditegakkan.

Kasus di dua SDN ini menjadi cermin buruk tata kelola pendidikan di Kota Makassar. Di satu sisi pemerintah gembar-gembor soal transparansi, namun di lapangan masih ada pejabat yang memilih bungkam dan menutup akses informasi kepada awak media. Publik dan pers akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan. Jangan sampai niat baik membangun sekolah justru melahirkan proyek siluman yang merugikan negara.

29 Juli 2026

Jual Beli Jabatan Kepsek Marak Karena PANSEL Cuma Pajangan



MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Polemik rekrutmen Calon Kepala Sekolah dan Calon Lurah tahun 2025/2026 di Kota Makassar belum juga selesai. Di tengah minimnya informasi resmi dari Pemkot, muncul tudingan keras dari kalangan pemerhati pendidikan dan masyarakat sipil. Mereka menilai proses yang berjalan saat ini jauh dari asas transparansi dan meritokrasi yang diamanatkan undang-undang.

"Jual beli jabatan Kepsek terjadi karena PANSEL tidak berjalan semestinya atau cuma pajangan. Jangan-jangan nanti Lurah juga ikut jual beli jabatan. Kalau Pansel berjalan sesuai aturan, maka tidak akan terjadi jual beli jabatan Kepsek," ucap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kalimat ini seolah menampar wajah birokrasi yang katanya sudah reformasi.

Secara aturan, Pansel punya peran vital. Untuk Kepsek ada Permendikbudristek No. 40/2021. Untuk Lurah ada UU ASN 2023 dan Permendagri 67/2017. Pansel wajib mengumumkan secara terbuka, melakukan seleksi administrasi, tes kompetensi, wawancara, presentasi visi-misi, lalu menetapkan 3 nama terbaik. Semua proses harus terdokumentasi agar bisa diaudit publik dan BKN.

Namun kenyataan berkata lain. Hingga akhir Juli 2026, tidak ada jejak pengumuman rekrutmen Kepsek dan Lurah di website resmi Pemkot Makassar maupun BKPSDM. Tidak ada daftar peserta. Tidak ada jadwal tes. Yang ada hanya SK pelantikan yang tiba-tiba beredar di grup WhatsApp. Ini bukti kuat bahwa Pansel hanya dibentuk untuk memenuhi syarat, lalu dibiarkan "mati suri".

Hukum alamnya sederhana. Ketika proses tertutup, maka pengawasan publik hilang. Ketika tidak ada nilai yang diumumkan, maka tidak ada pembanding. Celah inilah yang kemudian dituding menjadi ladang subur praktik "jual beli jabatan". Ada bisik-bisik soal "mahar", ada "calo jabatan", ada "rekomendasi orang kuat". Semua terjadi karena pintunya tidak dikunci oleh aturan.

Yang paling dikhawatirkan sekarang adalah seleksi Lurah. "Jangan-jangan biar Lurah ikut jual beli jabatan juga," lanjut sumber tadi. Padahal dampaknya jauh lebih besar. Lurah memegang dana kelurahan, urusan KTP, KK, bantuan sosial, dan pelayanan 10 ribu warga. Jika Lurah lahir dari proses kotor, maka dipastikan pelayanan akan dipersulit dan pungli akan merajalela.

Pihak yang paling dirugikan adalah para guru dan ASN yang selama ini bekerja jujur. Ada guru dengan gelar S2, sertifikat calon kepala sekolah, dan pengalaman 20 tahun mengabdi. Ada PNS di kelurahan dengan prestasi terbaik. Mereka semua harus gigit jari karena kalah dengan sistem "kedekatan". Lama-lama mereka akan berpikir: "Untuk apa berprestasi kalau yang menang tetap titipan".

Secara hukum, ini berbahaya. Pakar hukum tata negara menyebut SK pengangkatan yang tidak melalui prosedur Pansel yang benar adalah "cacat hukum". Ini melanggar Asas Legalitas dalam UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Artinya SK itu bisa digugat ke PTUN dan dibatalkan. Negara bisa rugi besar karena harus mengulang proses.

Ini yang paling menyakitkan. Anggota Pansel terdiri dari pejabat eselon, akademisi, dan unsur pengawas. Mereka semua menerima honor dan fasilitas dari APBD, alias uang rakyat. Jika tugasnya hanya tanda tangan berkas dan jadi "pajangan", maka ini pemborosan dan penghinaan terhadap uang pajak masyarakat.

Sumber itu menegaskan bahwa obatnya sebenarnya sangat sederhana. "Kalau Pansel berjalan sesuai aturan: umumkan, tes, umumkan nilai, umumkan 3 nama. Maka tidak akan terjadi jual beli jabatan Kepsek." Transparansi adalah disinfektan paling ampuh untuk membunuh virus KKN. Tidak perlu aturan baru, cukup jalankan aturan yang sudah ada.

Maka dari itu, kami mendesak Inspektorat Kota, BKN Regional, dan Kejari Makassar* untuk segera melakukan audit forensik terhadap seluruh proses Pansel 2025/2026. Sekaligus kami menuntut Pemkot menjalankan *UU KIP* dengan membuka 4 dokumen: SK Pembentukan Pansel, Bukti Pengumuman, Daftar Nilai Seluruh Peserta, dan Berita Acara Rapat. Jika menolak, maka publik berhak curiga.

Pada akhirnya ini adalah ujian. Apakah Makassar benar-benar ingin birokrasi bersih dan melayani, atau hanya sekadar slogan di baliho. Mengabaikan Pansel berarti mengabaikan konstitusi. Mengabaikan Pansel berarti mengabaikan rakyat. Kami akan terus mengawal, bersuara, dan menuntut sampai ada keadilan dan kepastian hukum.


 

26 Juli 2026

Dua Medali Nasional, Satu Guru Inspiratif: Kisah Fitriani dari SD Inpres Bangkala I


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Nama Fitriani kembali mengharumkan dunia pendidikan dasar di Kota Makassar. Guru dari UPTD SPF SD Inpres Bangkala I ini berhasil mencuri perhatian setelah menorehkan prestasi di ajang Olimpiade Nasional dan berhasil membawa pulang dua medali sekaligus.

Prestasi tersebut tidak datang begitu saja. Fitriani dikenal sebagai guru yang tekun, kreatif, dan punya semangat tinggi untuk terus mengembangkan diri. Di tengah kesibukan mengajar, ia tetap meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kompetisi tingkat nasional.

Ajang Olimpiade Nasional yang diikuti Fitriani menjadi wadah bagi para pendidik dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan inovasi, kompetensi, dan karya terbaik mereka di bidang pendidikan. Kompetisi ini bukan hanya menguji pengetahuan, tapi juga kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang inspiratif.

Dengan semangat pantang menyerah, Fitriani mewakili sekolahnya dan juga nama baik Kota Makassar. Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa guru-guru di sekolah dasar negeri juga mampu bersaing dan berprestasi di level nasional.

Dua medali yang berhasil ia raih menjadi kado istimewa bagi SD Inpres Bangkala I. Capaian ini langsung mendapat apresiasi dari rekan guru, kepala sekolah, orang tua siswa, hingga Dinas Pendidikan setempat karena dianggap bisa menjadi motivasi bagi tenaga pendidik lain.

Bagi Fitriani, medali itu bukan tujuan akhir. Ia menyebut prestasi ini sebagai tanggung jawab baru untuk terus memberi yang terbaik bagi murid-muridnya. "Saya ingin anak-anak melihat bahwa belajar dan berkarya itu tidak ada batasnya," ujarnya dalam pemberitaan Harian Fajar.

SD Inpres Bangkala I sendiri selama ini dikenal aktif membina guru dan siswa untuk mengikuti berbagai lomba. Dukungan dari pihak sekolah dan UPTD SPF dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Fitriani berani tampil di panggung nasional.

Prestasi Fitriani juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Guru tidak hanya dituntut sebagai pengajar, tapi juga sebagai inovator yang mampu menciptakan pembelajaran bermakna di kelas.

Kisah Fitriani diharapkan bisa menginspirasi guru-guru lain, terutama yang mengajar di sekolah dasar di daerah. Bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi, selama ada kemauan, kerja keras, dan dukungan lingkungan.

Selain membawa pulang medali, Fitriani juga pulang dengan segudang pengalaman dan jejaring baru bersama guru-guru hebat dari seluruh Indonesia. Pengalaman itu rencananya akan ia bagikan kepada rekan-rekan guru di sekolah melalui workshop dan pelatihan internal.

Keberhasilan ini menutup dengan pesan kuat: pendidikan yang berkualitas dimulai dari guru yang terus belajar. Fitriani membuktikan bahwa dengan dedikasi, seorang guru SD pun bisa berdiri sejajar dan menginspirasi di tingkat nasional. ( Muh. Yahya )


24 Juli 2026

Laksus Desak Polda Sulsel Tuntaskan Dugaan Pungli CPNS UNM, Minta Eks Dekan FIKK Diperiksa Kembali



Muliainfo, Makassar – Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) kembali mendorong Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan untuk melanjutkan penanganan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Universitas Negeri Makassar (UNM).


Direktur Laksus, Muhammad Ansar, menilai proses penyelidikan yang telah berlangsung cukup lama perlu segera memperoleh kepastian hukum agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat.


Menurut Ansar, salah satu langkah yang dinilai penting adalah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM, Hasmyati, sebagaimana pihak yang disebut dalam materi bukti yang telah dihimpun penyidik.


Ia berpendapat bahwa dua rekaman suara yang sebelumnya telah diamankan penyidik dapat dijadikan petunjuk awal untuk memperdalam penyelidikan melalui pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang disebut dalam percakapan tersebut.


"Locus delicti dalam rekaman disebut mengarah ke lingkungan UNM dan terdapat penyebutan jabatan tertentu. Karena itu seluruh pihak yang berkaitan sebaiknya dimintai keterangan," ujar Ansar, Jumat (24/7/2026).


Ansar menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses pembuktian dan bukan merupakan penetapan kesalahan terhadap siapa pun. Menurutnya, asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi.


Ia juga menyampaikan bahwa klarifikasi terhadap seluruh pihak yang disebut dalam rekaman diperlukan agar penyidik memperoleh gambaran utuh mengenai fakta yang sebenarnya terjadi.


Hasmyati diketahui menjabat sebagai Dekan FIKK UNM pada periode 2022–2026. Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali menjalankan tugas sebagai Guru Besar di bidang Pendidikan Jasmani.


Laksus menilai penanganan perkara yang telah berlangsung sekitar dua tahun sudah sepatutnya memasuki tahapan yang lebih jelas sesuai mekanisme hukum yang berlaku apabila alat bukti dinilai telah mencukupi.


Ansar mengingatkan bahwa sebelumnya penyidik telah memeriksa mantan Rektor UNM Husain Syam dan mantan Dekan FIKK pada tahun 2024 sebagai bagian dari proses penyelidikan.


Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi dalam gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Ia mengaku optimistis penyidik memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menilai apakah unsur tindak pidana telah terpenuhi berdasarkan alat bukti yang telah dikumpulkan.


Apabila penyidikan nantinya dibuka, lanjut Ansar, maka proses hukum dapat diarahkan untuk mengungkap pihak-pihak yang memiliki peran maupun tanggung jawab berdasarkan fakta hukum.


Ansar juga menyarankan agar penyidik melakukan konfrontasi atau pemeriksaan silang terhadap para pihak yang telah dimintai keterangan guna menguji konsistensi setiap keterangan yang diberikan.


Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memperjelas rangkaian peristiwa sekaligus memastikan setiap dugaan diuji secara objektif sesuai hukum acara pidana.


Namun demikian, ia mengaku prihatin karena hingga kini perkembangan penanganan perkara tersebut belum banyak diketahui publik sehingga memunculkan berbagai pertanyaan.


Oleh karena itu, Laksus berharap Polda Sulsel dapat memberikan informasi perkembangan perkara secara proporsional sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu proses penyidikan.


Ansar menilai penyelesaian perkara secara transparan dan profesional penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum serta menjaga nama baik institusi pendidikan.


Ia juga mengingatkan bahwa setiap dugaan tindak pidana korupsi maupun pungutan liar perlu ditangani secara tuntas apabila ditemukan bukti yang cukup, namun tetap menghormati hak-hak seluruh pihak yang diperiksa.


Berdasarkan informasi yang pernah disampaikan penyidik, Ditreskrimsus Polda Sulsel sebelumnya telah menyita dua rekaman suara yang diduga berkaitan dengan dugaan pungli dalam proses penerimaan CPNS di UNM.


Rekaman tersebut masing-masing berdurasi sekitar 11 menit dan 6 menit. Dalam percakapan itu terdapat penyebutan mengenai dugaan penyerahan sejumlah uang melalui seseorang yang disebut sebagai perantara, yang saat ini masih menjadi bagian dari materi penyelidikan aparat penegak hukum.


Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penetapan tersangka dalam perkara tersebut. Seluruh pihak yang pernah dimintai keterangan tetap berkedudukan sebagai pihak yang diperiksa dalam proses penyelidikan dan berhak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(*)

Kegiatan Jumat Ibadah UPT SPF SD Inpres Pampang II


MULIAIFON. COM -- MAKASSAR -- UPT SPF SD Inpres Pampang II rutin melaksanakan kegiatan Jumat Ibadah sebagai bentuk pembinaan spiritual bagi peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat dan menjadi agenda wajib sekolah.

Pada Jumat, 24 Juli 2026, kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di masjid sekolah. Suasana berlangsung khusyuk sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Amrul, S.Pd., Gr.M.Pd* yang bertindak sebagai imam sekaligus penceramah. Materi yang disampaikan berfokus pada akhlak mulia dan kedisiplinan dalam beribadah.


Hadir pula Sry Syahrini B,  S., Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Pampang II. Beliau memberikan sambutan singkat dan mengapresiasi kekhusyukan siswa dalam mengikuti kegiatan.

Peserta kegiatan kali ini adalah siswa kelas 6. Pemilihan peserta kelas 6 bertujuan untuk mempersiapkan mental dan spiritual mereka menjelang kelulusan.


Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa. Suasana religius langsung terasa sejak awal.

Setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama. Dalam ceramahnya, Bapak Amrul menekankan pentingnya shalat tepat waktu, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah.

Siswa tampak antusias mendengarkan dan beberapa kali dilibatkan dalam tanya jawab. Hal ini membuat materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak kegiatan adalah pelaksanaan shalat Jumat berjamaah dengan Bapak Amrul sebagai imam. Seluruh siswa kelas 6 mengikuti dengan tertib dan penuh khidmat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Ibu Kepala Sekolah juga menyampaikan pesan agar nilai-nilai yang didapat hari ini bisa diamalkan di rumah maupun di sekolah.

Dengan adanya kegiatan Jumat Ibadah ini, diharapkan siswa UPT SPF SD Inpres Pampang II tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab. Sekolah akan terus menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik. ( Muh. Yahya)


Pelaksanaan Kegiatan Jumat Ibadah di Lapangan SDI Borong Jambu 3 yang di Diikuti Siswa Kelas 1, 6 dan Seluruh Siswa Sekompleks



 

MULIAINFO. COM - MAKASSAR -- Pada hari Jumat, SDI Borong Jambu 3 kembali melaksanakan kegiatan rutin Jumat Ibadah. Kegiatan ini merupakan agenda wajib setiap pekan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada peserta didik.

Kegiatan kali ini diikuti secara khusus oleh siswa *kelas 1 dan kelas 6*. Pemilihan kedua kelas ini bertujuan untuk memberikan pembinaan spiritual berjenjang, mulai dari pengenalan dasar ibadah untuk kelas 1 dan penguatan kemandirian ibadah untuk kelas 6.

Pelaksanaan Jumat Ibadah berlangsung di *lapangan sekolah* mulai pukul 07.30 WITA. Pemilihan tempat di lapangan dimaksudkan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan leluasa dan suasana lebih khusyuk di udara terbuka.

Meskipun yang menjadi peserta inti adalah kelas 1 dan 6, kegiatan ini *diikuti oleh seluruh siswa sekompleks SDI Borong Jambu*. Artinya siswa dari kelas 2 sampai kelas 5 juga turut hadir, menyimak, dan mengamalkan rangkaian ibadah bersama.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh perwakilan siswa kelas 6. Suasana menjadi tenang dan hikmat ketika lantunan ayat menggema di seluruh area lapangan.

Dilanjutkan dengan ceramah singkat dari guru agama. Materi yang disampaikan mengangkat tema tentang pentingnya shalat tepat waktu, akhlak kepada orang tua, dan menjaga kebersihan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa kelas 1.

Setelah ceramah, seluruh siswa melaksanakan shalat Dhuha berjamaah. Para guru mendampingi dan membimbing siswa kelas 1 agar gerakan dan bacaannya sesuai. Sementara siswa kelas 6 ditunjuk menjadi imam dan petugas, sebagai bentuk latihan kepemimpinan.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan sekolah, guru, orang tua, dan seluruh siswa. Doa dipimpin oleh kepala sekolah dan diikuti dengan khusyuk oleh semua yang hadir.

Antusiasme siswa sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa kelas 1 tampak semangat meniru kakak kelasnya, sementara siswa kelas 6 menunjukkan tanggung jawab sebagai teladan. Hal ini mencerminkan pembinaan karakter yang berjalan baik di SDI Borong Jambu 3.

Kegiatan Jumat Ibadah ditutup dengan yel-yel religi dan baris kembali ke kelas masing-masing. Diharapkan melalui kegiatan ini, nilai religius, disiplin, dan kebersamaan dapat terus tertanam di hati seluruh siswa sekompleks SDI Borong Jambu.( Muh. Yahya )


23 Juli 2026

Laparon Kegiatan Pelepasan Kepala Sekolah Lama dan Guru yang Terangkat Menjadi Kepala Sekolah UPT SPF SDI Mancini Sombala


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- UPT SPF SDI Mancini Sombala melaksanakan kegiatan pelepasan pada hari Kamis, 23 Juli 2023. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dan seluruh guru-guru di lingkungan sekolah.

Tujuan kegiatan adalah untuk melepas dengan hormat Ibu Agustina Katinro, S.Pd selaku Kepala Sekolah lama yang telah purna tugas/pindah tugas dari UPT SPF SDI Mancini Sombala.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk apresiasi dan doa restu kepada guru yang terangkat menjadi Kepala Sekolah, yaitu *Bapak ABD Rahim, M.Pd dan Ibu Ismaniar, S.Ag

Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Seluruh warga sekolah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus ucapan selamat kepada yang akan mengemban tugas baru.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan guru.


Dalam sambutan perpisahan, Ibu Agustina Katinro, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama selama memimpin. Beliau juga memohon maaf jika selama menjabat ada kata dan tindakan yang kurang berkenan.

Perwakilan guru menyampaikan kesan dan pesan. Banyak kenangan dan pembelajaran berharga yang didapat selama bekerja sama dengan Ibu Agustina di sekolah ini.

Selanjutnya Bapak ABD Rahim, M.Pd dan Ibu Ismaniar, S.Ag  menyampaikan sambutan. Keduanya menyatakan siap mengemban amanah sebagai kepala sekolah dan mohon dukungan dari seluruh rekan guru.

Sebagai bentuk penghargaan, dilaksanakan penyerahan cendera mata kepada Ibu Agustina Katinro, S.Pd. Momen ini diiringi suasana haru dari seluruh hadirin.

Acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada Bapak ABD Rahim, M.Pd dan Ibu Ismaniar, S.Ag. Diharapkan kepemimpinan baru dapat membawa UPT SPF SDI Mancini Sombala semakin maju dan berprestasi.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama. Diharapkan silaturahmi tetap terjaga meskipun secara kelembagaan sudah berbeda tempat tugas. ( Muh. Yahya )


Kepsek tabrak Jual Beli Baju Seragam


MULIAINFO COM -- Makassar -- UPT SPF SDI HARTACO INDAH Kota Makassar disorot publik setelah dugaan pelanggaran aturan jual beli pakaian seragam mencuat. Dana pengadaan baju yang dikumpulkan sejak tahun lalu hingga kini belum disalurkan kepada siswa.

Awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah SDI HARTACO INDAH pada 23 Juli 2026 untuk meminta kejelasan terkait persoalan tersebut.

Dalam konfirmasi via WhatsApp, Kepala Sekolah membenarkan bahwa sekolah memang mengumpulkan dana dari orang tua untuk pengadaan baju olahraga siswa.

Saat ditanya alasan keterlambatan hampir 1 tahun, Kepsek menjawab bahwa saat ini proses pengadaan baju olahraga masih dalam tahap pengiriman.

"Untuk baju olahraga sementara proses pengiriman. Mudah-mudahan minggu depan sudah diterima oleh PELOPOR," tulis Kepsek dalam jawaban tertulisnya kepada awak media.

Kepsek juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dan hambatan yang terjadi selama proses pengadaan berlangsung.

Pengakuan Kepsek ini menguatkan dugaan bahwa sekolah berperan langsung sebagai pelaksana pengadaan seragam, bukan hanya memfasilitasi orang tua.

Padahal Permendikbud No. 50 Tahun 2020 Pasal 4 ayat 2 dengan tegas melarang sekolah mewajibkan siswa membeli pakaian seragam di tempat tertentu, termasuk di sekolah.

Dalam aturan yang sama disebutkan, pengadaan seragam adalah tanggung jawab orang tua atau wali. Sekolah hanya boleh berkoordinasi, tidak boleh menarik dana dan mengelola sendiri.

Dengan demikian, tindakan SDI HARTACO INDAH mengumpulkan uang lalu mengadakan sendiri dinilai telah "menabrak" aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, Kepsek belum menunjukkan bukti administrasi seperti rincian penggunaan dana, kuitansi pembayaran ke vendor, dan jadwal distribusi yang jelas kepada orang tua.

Keterlambatan selama hampir 1 tahun juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas sekolah dalam mengelola dana masyarakat.

Sejumlah pengamat pendidikan di Makassar menilai, praktik seperti ini berpotensi menimbulkan keresahan dan membebani orang tua.

Mereka mendesak Dinas Pendidikan Kota Makassar segera turun tangan, melakukan pengawasan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak sekolah.

Sementara itu, Kepsek berjanji akan segera mendistribusikan baju olahraga setelah diterima minggu depan. Publik kini menunggu realisasi janji tersebut sekaligus audit terbuka terkait dana yang telah dikumpulkan. 

21 Juli 2026

Lebih dari Dua Tahun Belum Ada Perkembangan Signifikan, Laksus Pertanyakan Penanganan Laporan Dugaan Pungutan Liar CPNS UNM di Polda Sulsel

 



Mulia Info Makassar – Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) kembali menyoroti penanganan laporan dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Universitas Negeri Makassar (UNM). Laporan yang telah disampaikan kepada Polda Sulawesi Selatan sejak April 2024 itu dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan hingga pertengahan 2026.


Direktur Laksus, Muhammad Ansar, mengatakan pihaknya perlu mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, rentang waktu lebih dari dua tahun seharusnya cukup untuk menentukan arah penanganan perkara.


Ansar menjelaskan bahwa laporan tersebut diterima pada masa kepemimpinan Kapolda Sulsel saat itu, Irjen Pol Andi Rian. Sejak awal pelaporan, kata dia, penyidik telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari beberapa pihak yang dianggap mengetahui peristiwa yang dilaporkan.


Ia menyebut mantan Rektor UNM, Husain Syam, bersama seorang dekan fakultas, termasuk di antara pihak yang pernah dimintai keterangan oleh penyidik pada 2024. Selain itu, sejumlah pegawai dan civitas akademika lainnya juga dikabarkan telah menjalani pemeriksaan.


Menurut Ansar, berbagai proses tersebut menunjukkan bahwa penyidik telah melakukan langkah awal dalam mengumpulkan informasi. Namun, hingga kini pihaknya belum memperoleh informasi mengenai perkembangan lanjutan dari penanganan laporan tersebut.


"Sudah lebih dari dua tahun sejak laporan kami sampaikan, tetapi kami belum melihat adanya perkembangan yang berarti. Kami berharap ada kejelasan mengenai status penanganan perkara ini," ujar Ansar, Selasa (21/7/2026).


Ia mengungkapkan bahwa saat membuat laporan, Laksus turut menyerahkan sejumlah dokumen yang menurut mereka dapat menjadi informasi awal bagi penyidik. Dokumen tersebut diharapkan dapat dianalisis sebagai bagian dari proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Selain dokumen, Laksus juga mengaku telah menyerahkan rekaman percakapan yang menurut mereka berkaitan dengan dugaan praktik pungutan dalam proses penerimaan CPNS. Rekaman tersebut selanjutnya berada dalam penguasaan penyidik untuk dilakukan pendalaman.


Ansar menilai, apabila seluruh alat bukti dan keterangan saksi telah dianalisis secara menyeluruh, maka perkembangan penanganan perkara seharusnya dapat diinformasikan kepada publik sesuai dengan kewenangan penyidik.


Ia berharap kepemimpinan baru di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel dapat memberikan perhatian terhadap laporan tersebut sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai proses hukumnya.


Menurut Ansar, penanganan perkara yang transparan merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, ia berharap setiap laporan masyarakat dapat diproses secara profesional, objektif, dan akuntabel.


Laksus juga meminta agar seluruh proses penyelidikan dilakukan secara independen tanpa dipengaruhi kepentingan apa pun. Organisasi tersebut menegaskan bahwa tujuannya adalah mendorong penegakan hukum yang adil dan memberikan kepastian kepada masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Ansar menyampaikan bahwa dugaan praktik pungutan dalam proses rekrutmen aparatur negara merupakan persoalan serius apabila benar terjadi, sehingga memerlukan penanganan yang menyeluruh berdasarkan alat bukti yang sah.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa penentuan ada atau tidaknya tindak pidana sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik setelah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh alat bukti, saksi, dan pihak-pihak terkait.


Berdasarkan informasi yang disampaikan Laksus, penyidik sebelumnya telah mengumpulkan sejumlah keterangan serta mengamankan barang bukti berupa rekaman percakapan yang kemudian menjadi bagian dari materi penyelidikan.


Laksus berpendapat bahwa proses tersebut seharusnya dapat menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya apabila telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.


Sementara itu, berdasarkan informasi yang pernah disampaikan sebelumnya, mantan Rektor UNM diketahui sempat dipanggil penyidik pada April 2024. Tercatat pula bahwa sebelumnya yang bersangkutan pernah menjalani pemeriksaan dalam perkara yang sama.


Selain mantan rektor, sejumlah dekan dan pegawai di lingkungan kampus juga disebut telah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai bagian dari proses klarifikasi atas laporan masyarakat tersebut.


Beberapa nama yang muncul dalam rekaman percakapan juga dikabarkan telah ditelusuri oleh penyidik melalui mekanisme pemeriksaan. Namun demikian, hingga kini belum terdapat informasi resmi mengenai hasil akhir dari pendalaman tersebut.


Laksus menyebut bahwa rekaman yang telah diserahkan terdiri atas dua file dengan durasi sekitar 11 menit dan 6 menit. Rekaman tersebut, menurut mereka, menjadi salah satu informasi yang perlu diuji dan diverifikasi lebih lanjut dalam proses penyelidikan.


Dalam rekaman itu, sebagaimana disampaikan oleh Laksus, terdapat percakapan yang diduga membahas adanya pemberian sejumlah uang yang disebut sebagai "tanda terima kasih" melalui seorang perantara. Kebenaran isi percakapan tersebut tetap memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.


Laksus juga menyampaikan bahwa percakapan tersebut diduga berkaitan dengan proses penerimaan CPNS pada masa pandemi Covid-19. Dugaan waktu kejadian tersebut didasarkan pada adanya penyebutan kondisi kampus yang sedang menjalankan pembatasan aktivitas.


Meskipun demikian, seluruh isi rekaman maupun dugaan yang berkembang masih merupakan bagian dari materi penyelidikan yang menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk dibuktikan secara hukum.


Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Polda Sulawesi Selatan mengenai perkembangan terbaru penanganan laporan dugaan pungutan liar tersebut maupun mengenai status hukum pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.


Demikian pula, pihak Universitas Negeri Makassar maupun pihak-pihak yang namanya disebut dalam proses penyelidikan tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan. Sesuai asas praduga tak bersalah, seluruh pihak yang diperiksa harus tetap dianggap tidak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(*)

17 Juli 2026

Resmi Ditutup MPLS ke - 5 UPT SPF SD Inpres Batua 1. Dipimpin Muhmuddin , S, Pd


 

*MAKASSAR, MULIAINFO. Com  -- UPT SPF SD Inpres Batua 1 Kota Makassar secara resmi menutup rangkaian kegiatan *Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS ke-5 pada hari ini. Kegiatan selama 5 hari ini diikuti seluruh siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Acara penutupan MPLS ke-5 berlangsung khidmat di halaman sekolah. Hadir Kepala Sekolah "MAHMUDDIN, S.Pd, Dewan Guru, Orang Tua siswa, serta seluruh peserta MPLS dengan penuh semangat.

Selama 5 hari, siswa baru dibekali berbagai materi. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, hingga program Pembentukan Karakter. Tujuannya agar siswa memiliki bekal disiplin dan akhlak sebelum masuk pembelajaran reguler.

MAHMUDDIN, S.Pd  dalam sambutan penutupannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan guru. "MPLS ke-5 ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pondasi awal pembentukan karakter anak-anak kita agar siap belajar dengan disiplin dan tanggung jawab," ujarnya.


Salah satu materi utama MPLS ke-5 adalah penanaman nilai religius dan kedisiplinan. Siswa diajarkan tentang kebersihan, sholat tepat waktu, hormat kepada guru, dan cinta kepada sekolah. Semua dikemas dengan cara menyenangkan agar mudah dipahami.

Selain materi di kelas, siswa juga diajak berkeliling mengenal setiap ruangan. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, UKS, hingga lapangan. Dengan begitu siswa baru tidak canggung dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan SD Inpres Batua 1

Guru-guru memberikan contoh langsung tentang kedisiplinan. Dari cara baris, menyanyikan lagu wajib, sampai menjaga kebersihan kelas. "Kami ingin anak-anak meniru hal baik sejak hari pertama," kata salah satu panitia MPLS.

Orang tua siswa turut mengapresiasi kegiatan MPLS ke-5 ini. Mereka menilai anak-anak jadi lebih mandiri, berani, dan mengenal lingkungan sekolah dengan baik. Ini menjadi modal penting sebelum masuk ke kegiatan belajar mengajar.

Dengan ditutupnya MPLS ke-5, maka Senin depan seluruh siswa akan masuk ke pembelajaran reguler. Pihak sekolah berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama MPLS bisa terus diterapkan dalam keseharian siswa.

MAHMUDDIN, S.Pd menegaskan komitmen *UPT SPF SD Inpres Batua 1 untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter. "Kami mendidik bukan hanya otak, tapi juga hati dan akhlak anak-anak," tutupnya. MAKASSAR, 18 JULI 2026 ( Muh. Yahya )


MPLS SD Negeri Bontoa Berjalan Aman dan Lancar, 46 Murid Baru Resmi Diterima


MULIAINFON.Com -- Makassar. UPTD SPF SD Negeri Bontoa telah sukses melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap awal tahun ajaran baru.

MPLS dilaksanakan selama 5 hari, terhitung mulai hari Senin tanggal 13 Juli 2026 sampai dengan hari Jumat tanggal 17 Juli 2026. Seluruh kegiatan dipusatkan di lingkungan sekolah dan diikuti dengan penuh antusias.

Sebanyak 46 orang murid baru terdaftar sebagai peserta MPLS tahun ini. Jumlah ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SD Negeri Bontoa sebagai lembaga pendidikan dasar yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.


Hari pertama kegiatan, Senin 13 Juli 2026, dibuka dengan suasana yang meriah dan penuh kehangatan. Para guru menyambut langsung kedatangan peserta didik baru di gerbang sekolah bersama orang tua/wali murid.

Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh peserta didik baru. Pelepasan balon menjadi simbol harapan, cita-cita, dan semangat baru dalam menempuh pendidikan di SD Negeri Bontoa.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, Bapak AMRIN, S.Pd. Pemotongan pita menandakan MPLS resmi dibuka.

Dalam sambutannya, Bapak AMRIN, S.Pd menyampaikan pesan kepada seluruh murid baru agar menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Beliau menekankan pentingnya disiplin, sopan santun, semangat belajar, dan menjaga nama baik sekolah. Beliau juga mengajak orang tua untuk mendukung penuh program sekolah.

Selama 5 hari pelaksanaan, peserta diberikan berbagai materi pengenalan. Materi tersebut meliputi visi dan misi sekolah, tata tertib, pengenalan tenaga pendidik dan kependidikan, pengenalan ekstrakurikuler, pendidikan karakter, serta materi pencegahan bullying.


Selain materi di kelas, peserta didik juga diajak berkeliling untuk mengenal sarana dan prasarana sekolah. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan, UKS, hingga tempat ibadah. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Suasana MPLS dikemas dengan kegiatan yang menyenangkan. Ada ice breaking, permainan edukatif, yel-yel, dan motivasi agar tercipta kekompakan antar peserta. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh Wali Murid dan Orang Tua yang hadir memberikan dukungan.

Pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan guru, dan orang tua/wali murid atas kerja sama dan partisipasinya. Dengan berakhirnya MPLS, diharapkan 46 peserta didik baru dapat lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar, memiliki karakter yang baik, dan menjadi generasi yang berprestasi untuk mengharumkan nama SD Negeri Bontoa. ( Muh. Yahya )


Awali Dengan Sholat Dhuha SD Inpres Sambung Jawa 2, Gelar MPLS " Guru Lanjut kan Persiapan Akretadi Dipimpin IKBAL, S, Pd


MAKASSAR, MULIAINFO. Com -- Hari kelima masuk sekolah di SD Inpres Sambung Jawa 2 Kota Makassar diawali dengan kegiatan religius. Seluruh siswa kelas 1 bersama Guru Agama, JUMARDI, S.Pd.I melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah di halaman sekolah.

Pembiasaan sholat dhuha khusus kelas 1 ini merupakan bagian dari program Pembentukan Karakter sekolah. Tujuannya menanamkan nilai religius, disiplin, dan cinta ibadah sejak dini kepada peserta didik baru.

JUMARDI, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. "Kami ingin anak-anak belajar bahwa sebelum belajar dan beraktivitas, kita harus mendekatkan diri kepada Allah dulu. Semoga ilmu yang didapat berkah," ujarnya.

Setelah sholat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan "Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS.. Selama sepekan, siswa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, tata tertib, budaya sekolah, dan program-program unggulan SD Inpres Sambung Jawa 2.

MPLS tahun ini dikemas dengan nuansa pembentukan karakter. Materi yang diberikan tidak hanya pengenalan, tetapi juga tentang kedisiplinan, kebersihan, sopan santun kepada guru, dan cinta terhadap sekolah.


Usai rangkaian MPLS selesai, seluruh guru langsung bergerak cepat. Fokus beralih ke agenda penting berikutnya yaitu persiapan Akreditasi Sekolah. Ini membuktikan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

Proses persiapan akreditasi dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, IKBAL, S.Pd. Beliau membagi tugas kepada seluruh guru dan staf agar setiap komponen akreditasi dapat diselesaikan tepat waktu sesuai standar BAN-S/M.

Saat ini tim fokus pada tahap pengumpulan dan pengunggahan berkas ke sistem UPT SPF SD Inpres sambung Jawa 2, Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dokumen bukti fisik dirapikan, discan, dan diupload satu per satu. Mulai dari data pokok, kurikulum, kesiswaan, hingga sarana prasarana.

IKBAL, S.Pd sebagai kepala sekolah menegaskan bahwa semua kegiatan adalah satu kesatuan. "Dari sholat dhuha, MPLS, pembentukan karakter, sampai akreditasi. Semua kami lakukan untuk melahirkan siswa yang berakhlak, cerdas, dan sekolah yang bermutu," tegasnya.

Dengan diawali ibadah, pendidikan karakter, dan kerja tim yang solid, IKBAL, S.Pd optimis SD Inpres Sambung Jawa 2 akan semakin maju. "Kami bekerja untuk masa depan anak-anak. Semoga semua ikhtiar ini diridhoi Allah," tutupnya. MAKASSAR, 18 JULI 2026 ( Muh. Yahya )