24 September 2026

Matematika Menyenangkan Dengan Konsep Bermain, Inovasi Kamis Numerasi di UPT SPF SD Negeri Paccinang


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPT SPF SD Negeri Paccinang, Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui program pembiasaan unggulan. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pembiasaan numerasi yang dilaksanakan secara rutin dan konsisten. Program ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan pembiasaan tersebut dilaksanakan setiap hari Kamis pagi sebelum proses pembelajaran di kelas dimulai. Waktu pagi dipilih karena kondisi siswa masih segar, bersemangat, dan siap untuk menerima rangsangan belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini telah menjadi agenda wajib yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga sekolah.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di lapangan sekolah sebagai ruang belajar terbuka. Seluruh murid dari kelas 1 sampai kelas 6 berkumpul bersama membentuk barisan yang rapi. Dengan suasana terbuka, anak-anak merasa lebih bebas, tidak tertekan, dan lebih berani untuk berpartisipasi aktif.

Peserta dari kegiatan ini adalah semua murid UPT SPF SD Negeri Paccinang tanpa terkecuali. Mereka didampingi langsung oleh dewan guru yang bertugas secara bergiliran untuk memandu jalannya acara. Kebersamaan seluruh siswa dan guru ini menciptakan kekompakan dan semangat kekeluargaan yang kuat.

Hal yang membedakan pembiasaan di SD Negeri Paccinang adalah penerapan prinsip Matematika Menyenangkan. Matematika tidak lagi disajikan sebagai pelajaran yang kaku, penuh rumus, dan menakutkan. Melalui pendekatan yang ceria dan ramah anak, matematika diubah menjadi sahabat bagi para siswa.

Konsep utama yang digunakan adalah Matematika dengan Konsep Bermain. Siswa diajak belajar sambil bermain, dan bermain sambil belajar. Materi operasi hitung, logika angka, dan pemecahan masalah dikemas dalam bentuk permainan edukatif. Dengan cara ini, anak-anak belajar tanpa merasa sedang belajar.

Tujuan pertama dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu langkah untuk membuat siswa gemar belajar matematika. Rasa takut dan anggapan bahwa matematika itu sulit ingin dihilangkan secara perlahan. Ketika rasa gemar sudah tumbuh, maka prestasi akan mengikuti dengan sendirinya.

Tujuan kedua yang tidak kalah penting adalah untuk meningkatkan nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA, khususnya bagi murid kelas 6. Pembiasaan berhitung cepat, penalaran, dan ketepatan berpikir yang dilatih setiap Kamis menjadi bekal yang sangat berharga. Ini merupakan persiapan matang untuk menghadapi ujian dan jenjang pendidikan selanjutnya.


Program inovatif ini terlaksana berkat arahan dan bimbingan dari Kepala UPT SPF SD Negeri Paccinang, Ibu Fatmawati, S.Pd., M.Pd. Beliau memiliki visi yang kuat untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada kebahagiaan anak. Inovasi beliau menjadi semangat baru bagi guru dan siswa untuk terus berkreasi.

Adapun bentuk permainan numerasi yang dilakukan sangat variatif dan kreatif. Di antaranya adalah kuis matematika berantai, tebak angka, estafet penjumlahan dan pengurangan, bingo perkalian, serta tantangan logika sederhana. Semua permainan dilakukan dengan gerakan fisik sehingga anak tetap aktif dan gembira.

Suasana di lapangan setiap Kamis pagi selalu meriah dan penuh sorak sorai. Anak-anak dengan seragam merah putih terlihat antusias mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan. Tepuk tangan dan yel-yel penyemangat menjadi pemandangan rutin yang menambah keceriaan pagi.

Para guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pemberi apresiasi. Mereka tidak hanya memberikan soal, tetapi juga memberikan pujian, hadiah kecil, dan kata-kata penyemangat bagi setiap usaha siswa. Pendekatan ini membuat siswa yang belum mahir pun tetap merasa dihargai dan berani untuk mencoba lagi.

Secara akademik, manfaat dari pembiasaan ini sangat besar bagi perkembangan kognitif siswa. Kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah meningkat secara signifikan. Konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa dalam mengolah angka juga terlatih dengan baik.

Dari segi karakter, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, sportivitas, percaya diri, dan saling menghargai. Siswa belajar untuk tertib dalam barisan, sabar menunggu giliran, dan berani tampil di depan teman-temannya. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya.

Ke depan, UPT SPF SD Negeri Paccinang di bawah kepemimpinan Ibu Fatmawati, S.Pd.,M.Pd. berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengembangkan program Kamis Numerasi ini. Harapannya, akan lahir generasi siswa Paccinang yang tidak hanya unggul dalam nilai TKA, tetapi juga benar-benar cinta dan gembira dengan matematika sepanjang hayat.

22 September 2026

Prestasi UPTD SPF SD Inpres Antang 2


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan lomba yang diikuti oleh peserta didik kita dapat berjalan dengan lancar dan membawa hasil yang membanggakan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari prinsip utama yang selalu kita pegang bersama, yaitu kerjasama dan bersinergi. Sinergi antara pihak sekolah, guru pendamping, orang tua, dan peserta didik menjadi kunci utama dalam mendukung anak-anak untuk berani tampil.

Bagi kami, memberikan kesempatan dan panggung kepada anak-anak untuk mencoba adalah tujuan yang paling utama. Kami ingin menumbuhkan mental pemberani, percaya diri, dan jiwa kompetitif yang sehat. Soal kalah dan menang adalah urusan kedua.

Pada kesempatan lomba kali ini, kami mengikutsertakan dua cabang lomba, yaitu Tahfidz Putri dan Dokter Kecil (Dokcil). Kedua cabang ini merupakan wadah untuk mengasah potensi spiritual dan kepedulian sosial anak-anak.

Kabar paling membahagiakan datang dari cabang Tahfidz Putri. Ananda Azka Dzakira Altani, siswi Kelas 5B Tahfidz, berhasil meraih Juara 1 Tahfidz Putri. Prestasi ini adalah buah dari ketekunan dan hafalan yang luar biasa.

Keberhasilan Ananda Azka tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya yang dengan tulus mengantar langsung ananda ke lokasi lomba hingga selesai. Dukungan orang tua seperti inilah yang menjadi penyemangat terbesar bagi anak-anak kita.

Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pendamping Tahfidz, Ibu Husnawati, S.Pd.I., Gr., yang telah membimbing, melatih, dan memotivasi Ananda Azka dengan penuh kesabaran.

Prestasi kedua yang tak kalah membanggakan datang dari cabang Dokcil Bocil. Pada cabang ini, perwakilan kita berhasil meraih Juara 3. Prestasi ini dipersembahkan atas nama Ananda Nara.


Ananda Nara adalah siswi Kelas VI B, yang tergabung dalam Ekskul Dokcil bersama rekan-rekannya yaitu Kei Nara dari Kelas VI dan Anabel Tetriani dari Kelas VI B. Mereka bertiga adalah tim yang kompak dan solid.

Perjuangan tim Dokcil ini patut diacungi jempol. Perlu diketahui bahwa Ekskul Dokcil di sekolah kita di bawah bimbingan Kak Zhu, Ibu Nursida, S.Pd., Gr., baru berjalan selama 2 bulan.

Meskipun baru seumur jagung, hanya 2 bulan berlatih dalam Ekskul Bocil Dokcil, Alhamdulillah mereka sudah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang sudah lama memiliki program ini dan berhasil membawa pulang piala Juara 3.

Ini membuktikan bahwa dengan latihan yang disiplin, materi yang tepat dari pendamping, dan semangat belajar yang tinggi dari anak-anak, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Dedikasi Ibu Nursida, S.Pd., Gr. sebagai pendamping sangat luar biasa.

Kedua prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa UPTD SPF SD Inpres Antang 2 tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan bakat, minat, karakter, dan akhlak mulia peserta didik.

Semoga prestasi yang diraih oleh Ananda Azka Dzakira Altani dan Ananda Nara beserta tim dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta didik lainnya untuk terus berani mencoba, berlatih, dan berprestasi di bidangnya masing-masing.

Demikian laporan prestasi ini kami sampaikan. Terima kasih kepada semua pihak, orang tua, guru, dan anak-anak hebat. Mohon doa agar ke depan sekolah kita semakin maju dan berprestasi.


 

21 September 2026

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa Ikuti Rakor Dan Asesmen Kepala sekolah se - Kota Makassar Di Hotel Claro


MULIAINFO -- Kota Makassar -- kembali menggelar kegiatan peningkatan mutu pendidikan melalui Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah se-Kota Makassar yang dilaksanakan selama dua hari, pada Senin 21 dan Selasa 22 September 2026.

Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Sekolah UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Kegiatan Rakor dan Asesmen ini diikuti oleh sebanyak 314 Kepala SD se-Kota Makassar, ditambah dengan seluruh Kepala UPTD SPF SMP Negeri dan sebagian Kepala SMP Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Hotel Claro Makassar, salah satu hotel representatif di Kota Makassar yang sering menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan resmi Pemerintah Kota.

Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Bapak Wali Kota Makassar sebagai bentuk komitmen pemerintah kota terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Dalam pembukaan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Ibu Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga selaku Bunda PAUD Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar beserta jajaran stafnya.

Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan pentingnya peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.


Ia juga berharap agar seluruh Kepala Sekolah dapat menjadi teladan dalam menerapkan disiplin, inovasi, dan pelayanan pendidikan yang prima kepada peserta didik dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakor ini menjadi wadah evaluasi dan penyamaan persepsi terhadap kebijakan pendidikan di Kota Makassar.

Adapun keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dalam kegiatan ini terkait dengan penguatan program Sekolah Adiwiyata dan sekolah ramah lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan, mulai dari kepemimpinan sekolah, manajemen sekolah, implementasi Kurikulum Merdeka, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Selain rapat koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Asesmen Kepala Sekolah sebagai instrumen untuk memetakan kompetensi dan kinerja Kepala Sekolah secara objektif dan berkelanjutan.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Bontoa, AMRIN, S.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku sangat bersyukur bisa terlibat langsung bersama ratusan Kepala Sekolah lainnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan, memperluas jejaring, dan meningkatkan motivasi dalam mengelola sekolah agar lebih maju dan berprestasi.

Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil Rakor dan Asesmen tersebut di lingkungan UPTD SPF SD Negeri Bontoa demi peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.

Dengan terlaksananya Rapat Koordinasi dan Asesmen ini, diharapkan seluruh Kepala Sekolah se-Kota Makassar semakin solid, profesional, dan siap mewujudkan visi Makassar sebagai kota pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

20 September 2026

UPTD SPF SD Inpres Antang II Dan Kelurahan Antang Bersinergi Gelar Bersih Lingkungan


MULIAINFO - Makassar, 20 September 2026 – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan oleh UPTD SPF SD Inpres Antang II melalui sinergi bersama Aparat Pemerintahan Kelurahan Antang.

Kegiatan kerja bakti bersih lingkungan ini dilaksanakan pada hari Minggu pagi, 20 September 2026, bertempat di lingkungan UPTD SPF SD Inpres Antang II dan area sekitarnya di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Antang beserta jajaran, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Antang, para Ketua RW dan Ketua RT, serta seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan UPTD SPF SD Inpres Antang II.

Sejak pagi hari, seluruh peserta dengan penuh antusias melakukan pembersihan menyeluruh. Mulai dari menyapu halaman sekolah, membersihkan saluran drainase, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah yang menumpuk di sekitar pagar sekolah.


Sinergi ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara institusi pendidikan dengan pemerintah wilayah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang II, St. Zahrah Hidayat, S.Pd.M.Pd., menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan oleh pihak Kelurahan Antang.

Menurutnya, kehadiran langsung Lurah bersama Ketua LPM, Ketua RW dan Ketua RT memberikan motivasi tersendiri bagi pihak sekolah untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

"Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih atas kepedulian dan kebersamaan ini. Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa antara sekolah dan aparat kelurahan," ujar St. Zahrah Hidayat, S.Pd.,M.Pd.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kegiatan positif seperti ini tidak akan berhenti hanya pada hari ini saja, melainkan akan dijadikan sebagai program berkelanjutan.


"Kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama aparat Kelurahan Antang akan menjadi agenda rutin tiap bulan. Ini sudah menjadi komitmen kami bersama," ucapnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Lurah Antang juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program sekolah yang melibatkan masyarakat secara langsung, karena kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Ketua LPM Kelurahan Antang menambahkan, kolaborasi dengan SD Inpres Antang II ini bisa menjadi contoh bagi instansi lain di wilayah Kelurahan Antang untuk terus menggalakkan budaya gotong royong.

Para Ketua RW dan Ketua RT yang turut hadir pun berharap, melalui kegiatan ini kesadaran warga sekitar sekolah untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat.

Dengan lingkungan sekolah yang bersih dan asri, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman, dan siswa-siswi dapat belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan sejak dini.

Kegiatan kerja bakti pun ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pihak sekolah dan aparat kelurahan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi membangun Kelurahan Antang yang bersih dan sehat.

19 September 2026

Komunitas Belajar Sipakatau Gelar Pengimbasan Pengembangan Kurikulum Numerasi Di SD Inpres Galangan Kapal II


MULIAINFO - Makassar - UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II sukses menggelar kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) Sipakatau dengan agenda Pengimbasan Pengembangan Kurikulum dalam Kemampuan Numerasi Jenjang SD, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II tersebut dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi.

Kepala UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II, Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para guru yang tergabung dalam Komunitas Belajar Sipakatau. Menurutnya, kombel menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran di sekolah.

Ia menegaskan bahwa kemampuan numerasi merupakan fondasi penting bagi siswa sekolah dasar, tidak hanya dalam pelajaran Matematika, tetapi juga dalam kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Bertindak sebagai pemateri utama adalah Seruni, S.Pd, salah satu guru terbaik yang telah mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum. Ia membawakan materi secara interaktif dan aplikatif.

Dalam paparannya, Seruni, S.Pd menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum dalam kemampuan numerasi harus berpusat pada siswa. Pembelajaran tidak lagi sekadar menghafal rumus, melainkan memahami konsep dan menerapkannya dalam konteks nyata.

Ia memaparkan sejumlah strategi praktis, seperti penggunaan media konkret, permainan edukatif matematika, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal numerasi siswa.

Peserta yang terdiri dari guru-guru SD Inpres Galangan Kapal II tampak sangat antusias. Sesi diskusi berlangsung hidup, di mana para guru saling berbagi tantangan yang dihadapi di kelas, khususnya terkait rendahnya minat siswa terhadap pelajaran berhitung.

Menurut Seruni, tantangan tersebut dapat diatasi dengan mengintegrasikan numerasi ke dalam semua mata pelajaran, bukan hanya Matematika. Misalnya, menghitung luas dalam pelajaran IPAS atau menganalisis data dalam Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik.

Selain penyampaian materi, kegiatan pengimbasan ini juga diisi dengan praktik baik atau best practice. Para guru diajak untuk merancang satu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar berbasis numerasi secara berkelompok.

Hasil dari kerja kelompok tersebut kemudian dipresentasikan dan mendapat umpan balik langsung dari pemateri dan kepala sekolah, sehingga dapat langsung diterapkan di kelas masing-masing pada minggu depan.

Kepala Sekolah, Zainal Abidin, berharap agar ilmu yang diperoleh dari kegiatan Kombel Sipakatau ini tidak berhenti sebagai teori saja. Ia meminta seluruh guru untuk melakukan tindak lanjut berupa implementasi nyata di kelas dan saling melakukan observasi pembelajaran.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk terus menghidupkan Komunitas Belajar Sipakatau sebagai ruang tumbuh dan belajar bersama demi peningkatan kualitas pendidikan di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II.


18 September 2026

Rutinitas Jumat Religi : Sholat Dhuha dan Tadarus Al- Qur'an Murid UPTD SPF SD Negeri Bontoa


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan rutin setiap hari Jumat, yaitu Shalat Dhuha berjamaah dan bacaan Al-Qur'an bersama yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI. Kegiatan religius ini telah menjadi agenda wajib sekolah dalam rangka pembentukan karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat pagi sebelum jam pelajaran dimulai, bertempat di halaman sekolah dan musholla sekolah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul dengan mengenakan pakaian muslim, membawa sajadah dan Al-Qur'an masing-masing dengan penuh antusias dan kekhusyukan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah AMRIN, S.Pd, kegiatan Jumat Religi ini terus digalakkan sebagai wujud implementasi dari Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Beliau selalu menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah. Shalat Dhuha dipimpin oleh salah satu guru Pendidikan Agama Islam dan diikuti secara tertib oleh seluruh murid. Suasana hening dan khidmat sangat terasa ketika seluruh siswa bermunajat memohon keberkahan ilmu kepada Allah SWT.

Setelah pelaksanaan Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus dan bacaan Al-Qur'an bersama. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema dengan merdu, dipandu oleh guru dan diikuti oleh seluruh siswa. Beberapa siswa yang telah lancar membaca Al-Qur'an diberi kesempatan untuk tampil di depan.

Untuk siswa kelas rendah yang belum lancar membaca Al-Qur'an, pembiasaan dilakukan dengan membaca Iqro, hafalan doa-doa harian dan hafalan surat-surat pendek. Metode ini dilakukan agar semua siswa dapat berpartisipasi sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing tanpa merasa tertinggal.

Para guru berperan aktif sebagai pembimbing dan pendamping selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan koreksi tajwid, memberikan motivasi, serta menanamkan pemahaman tentang makna yang terkandung dalam bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan.


Tujuan utama dari rutinitas ini adalah untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an sejak usia dini, membiasakan siswa untuk mengawali aktivitas dengan ibadah, serta membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Shalat Dhuha diharapkan menjadi pembuka pintu rezeki ilmu bagi anak-anak.

Kegiatan positif ini mendapat sambutan dan dukungan penuh dari para orang tua wali murid. Orang tua merasa senang karena anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang kuat sebagai bekal kehidupan di masa depan.

Selain dari aspek ibadah, kegiatan Jumat Religi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, kekompakan, dan rasa persaudaraan antar siswa dan guru. Kebersamaan dalam ibadah berjamaah mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Sekolah AMRIN, S.Pd. Dalam doanya, beliau memohon agar seluruh siswa UPTD SPF SD Negeri Bontoa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua, agama dan bangsa.

Pihak sekolah berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kegiatan pembiasaan Jumat Religi ini secara konsisten. Ke depan, sekolah akan mengagendakan program tambahan seperti Kultum Jumat, hafalan Juz 30, dan pembinaan tartil agar kegiatan semakin variatif dan bermakna.

Dengan adanya rutinitas Shalat Dhuha dan bacaan Al-Qur'an setiap hari Jumat ini, diharapkan UPTD SPF SD Negeri Bontoa mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak, berkarakter Qur'ani, dan menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

14 September 2026

Kepala UPT SPF SD Negeri Kaccia Laksanakan Supervisi Semester 1Untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran Guru


MULIAINFO - MAKASSAR - KACCIA Supervisi akademik semester 1 tahun pelajaran 2026/2027 di UPT SPF SD Negeri Kaccia dilaksanakan sebagai upaya pembinaan berkelanjutan terhadap guru kelas dan guru bidang studi. Kegiatan ini menjadi tanggung jawab langsung Kepala Sekolah, Ibu St. Fatimah, S.Pd.M.Pd.I, untuk memastikan mutu pembelajaran berjalan sesuai standar.

Pelaksanaan supervisi dimulai sejak awal September 2026. Waktu ini dipilih karena bertepatan dengan masa guru sudah mulai menerapkan perangkat pembelajaran semester 1, sehingga hasil supervisi dapat langsung ditindaklanjuti untuk perbaikan.

Sasaran supervisi mencakup seluruh guru kelas 1 sampai kelas 6 dan guru bidang studi seperti Pendidikan Agama Islam, PJOK, Bahasa Inggris, dan Seni Budaya. Pembagian ini dilakukan agar setiap mata pelajaran mendapatkan pembinaan yang merata.

Tujuan utama supervisi adalah mengevaluasi kesiapan administrasi guru, mengamati proses pembelajaran di kelas, dan memberikan umpan balik konstruktif. Dengan begitu guru memperoleh penguatan sekaligus arahan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya.

Aspek administrasi yang disupervisi meliputi RPP atau Modul Ajar, Alur Tujuan Pembelajaran, Program Tahunan, Program Semester, buku penilaian, dan daftar hadir siswa. Kelengkapan administrasi menjadi dasar untuk melihat perencanaan pembelajaran guru.

Pada aspek proses pembelajaran, supervisor mengamati tahapan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Penekanan diberikan pada penggunaan metode yang variatif, pemanfaatan media pembelajaran, penerapan literasi dan numerasi, serta keterlibatan aktif peserta didik.

Aspek penilaian juga menjadi fokus. Guru diharapkan mampu merancang instrumen penilaian yang sesuai, melaksanakan penilaian formatif dan sumatif, serta melakukan analisis hasil belajar untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.


Pelaksanaan supervisi dilakukan dengan pendekatan kolegial dan humanis. Kepala sekolah tidak berperan sebagai pengawas yang mencari kesalahan, melainkan sebagai pembina yang mendampingi guru agar tumbuh profesional.

Setiap kegiatan supervisi akan dituangkan dalam instrumen supervisi akademik, berita acara, dan catatan hasil pembinaan. Dokumen ini menjadi bukti fisik sekaligus bahan refleksi bersama antara kepala sekolah dan guru.

Setelah observasi kelas selesai, dilaksanakan kegiatan tindak lanjut berupa diskusi refleksi. Pada sesi ini guru diberi kesempatan menyampaikan kendala, kemudian bersama kepala sekolah dirumuskan solusi dan rencana perbaikan.

Jadwal supervisi disusun secara bertahap selama bulan September 2026. Guru kelas dan guru bidang studi dibagi per minggu agar pelaksanaan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan setiap guru mendapat waktu pendampingan yang cukup.

Hasil supervisi semester 1 ini akan menjadi bahan evaluasi internal sekolah. Data yang diperoleh digunakan untuk merancang program pelatihan, workshop, atau KKG tingkat sekolah pada semester berikutnya.

Dengan adanya supervisi yang sistematis, diharapkan kualitas pembelajaran di UPT SPF SD Negeri Kaccia semakin meningkat. Siswa akan merasakan dampak langsung berupa pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan berpusat pada mereka.

Kepala Sekolah, Ibu St. Fatimah, S.Pd.,M.Pd.I, berharap seluruh guru dapat menjadikan supervisi sebagai momentum untuk belajar dan berkembang. Komitmen bersama ini penting agar visi sekolah dalam mewujudkan lulusan yang berkarakter dan berprestasi dapat tercapai.




 

13 September 2026

Sorota BBM Langka Seminggu, Makassar Lumpuh. DPRD Kota : Turun ke SPBU, Jangan Cuma Rapat


MULIAINFO ++ MAKASSAR -- Makassar belum pernah separah ini. Sejak Jumat 5 September 2026, seluruh SPBU berubah fungsi. Dari tempat pelayanan publik jadi arena gladiator. Dari Pettarani, Urip, Perintis, sampai Hertasning dan Antang, semua titik dipadati. Motor, mobil, truk, bahkan gerobak dorong ikut antre. Yang biasanya isi BBM 10 menit, kini habis 5 jam. Guru telat ngajar. Karyawan kena SP. Ibu-ibu batal ke pasar. Ini bukan sekadar langka BBM. Ini kelumpuhan sistem.

Solar dan Pertalite Langka Bersamaan: Ekonomi Diputus Napasnya  
Roda logistik dan rakyat kecil sama-sama dicekik_  
Ini bukan krisis Solar saja. Ini krisis Pertalite juga. Solar mati, maka truk sembako tidak jalan. Harga beras, telur, sayur langsung naik. Pertalite mati, maka ojol tidak narik, angkot potong rit, anak sekolah tidak ada yang antar. UMKM yang andalkan motor untuk COD ikut gulung tikar. Pemerintah bilang "stok aman". Tapi yang aman cuma omongan di kantor. Di lapangan, yang aman hanya mafia yang main jeriken dan pelangsir yang tertawa.

Martabat warga diinjak antrean_  
Coba datang ke SPBU jam 4 subuh. Pemandangannya seperti kamp pengungsian. Ada tikar, kursi plastik, termos, bahkan kompor portable. Anak SD kerjakan PR di jok belakang. Ibu menyusui sambil antre. Bapak-bapak tidur di atas motor. Lansia pingsan karena panas dan dehidrasi. Petugas SPBU diteriaki, dituduh main mata. Negara hadir? Hanya lewat spanduk "Antre Tertib". Padahal yang tidak tertib adalah sistemnya.

Antrean bukan lagi di dalam SPBU. Dia sudah keluar, makan bahu jalan, makan lajur. Pettarani macet dari jam 6 pagi sampai malam. Urip Sumoharjo kendaraan mengular 300 meter. Perintis ambulans tidak bisa lewat. Kerugian ekonomi karena kemacetan dan waktu terbuang ditaksir miliaran per hari. Tapi tidak ada Dishub yang turun. Tidak ada DPRD yang berdiri. Rakyat disuruh "sabar", sementara waktu, bensin, dan gaji mereka dicuri antrean setiap hari.

Wong Cilik Paling Terpukul: Yang Kaya Bisa Titip, Yang Miskin Harus Antre"
Krisis ini tidak adil_  
Coba tanya ojol. 4 jam habis untuk antre, bukan narik. Dari Rp200 ribu/hari jadi Rp90 ribu. Tanya sopir angkot. Dari 8 rit jadi 4 rit karena takut kehabisan solar di tengah jalan. Tanya pedagang Pasar Terong. Ongkos kirim naik 30%. Harga naik semua. Sementara orang kaya? Tinggal suruh supir. Atau beli eceran Rp18 ribu/liter. Subsidi yang harusnya untuk rakyat kecil, kini paling menyiksa rakyat kecil. Di mana peran negara mengawal keadilan?

Klaim "Stok Aman" Bertentangan Fakta: Siang Hari SPBU Sudah Tutup.
 Data kantor vs realita jalanan_  
Pjs Area Manager Pertamina bilang: penyaluran naik 10-15%. 25 SPBU buka 24 jam. Mobil tangki ditambah. Kedengarannya hebat. Tapi faktanya? Jam 11 siang papan "Solar Habis" dan "Pertalite Habis" sudah berdiri. Warga datang dari Gowa, Maros, Takalar, pulang dengan tangki kosong. Kalau stok aman, kenapa tutup siang? Kalau distribusi lancar, kenapa antre tidak pernah putus? Jangan jadikan statistik untuk menutupi penderitaan.

Rakyat Dijadikan Kambing Hitam: Salahkan Panic Buying"
Gagal urus, lalu salahkan korban_  
Alasan klasik keluar lagi: panic buying. Pertamina bilang warga panik karena video viral. "Yang biasa isi 100 ribu jadi 300 ribu". Seolah-olah rakyat yang salah karena takut. Padahal kepanikan itu lahir dari pengalaman. Pengalaman antre 5 jam lalu zonk. Pengalaman datang siang pasti kosong. Negara gagal menjamin, lalu menyalahkan rakyat yang bereaksi. Itu sama saja dokter menyalahkan pasien karena demam.

Lonjakan Konsumsi Mencurigakan: Ada Apa dengan 14,6%"
"Data Pertamina justru telanjangkan mafia_
Pertamina sendiri yang buka data. Konsumsi Solar JBT Agustus 2026 naik 14,6% dibanding Mei. Pertalite naik 7,6%. Pertanyaannya: naik untuk apa? Tidak ada panen raya. Tidak ada proyek infrastruktur besar. Tidak ada bencana. Pemprov Sulsel langsung curiga. Indikasinya jelas: pelangsiran, penimbunan, dan BBM subsidi bocor ke industri. Ada truk perusahaan yang isi di SPBU umum. Ada jeriken bertumpuk di belakang ruko. Lonjakan ini bukan karena rakyat boros. Ini karena pengawasan dibiarkan bolong.

 5 Aturan Darurat Tanpa Gigi: Bagus di Kertas, Mati di Lapangan
Satgas tanpa personil sama dengan wacana_  
Panik, Pemprov keluarkan 5 aturan: 1. Ganjil-genap isi BBM. 2. Maksimal isi 1 bar. 3. Truk besar wajib malam. 4. 25 SPBU wajib 24 jam. 5. Bentuk Satgas pengawasan. Semua bagus. Tapi siapa yang jaga? Dishub kekurangan orang. Polisi fokus pengamanan lain. Tanpa DPRD yang turun memantau, aturan ini hanya jadi pengumuman. SPBU tetap buka tutup seenaknya. Calo jeriken tetap berkeliaran. Aturan tanpa eksekusi di lapangan sama dengan kertas kosong.

Pendidikan Jadi Korban: PJJ Karena Orang Tua Antre BBM 
 _Anak-anak dikorbankan karena negara gagal_  
Tanggal 12/9/2026 Pemkot Makassar menyerah. Wali Kota Munafri umumkan PJJ untuk PAUD, SD, SMP. Alasannya sederhana dan menyakitkan: orang tua terjebak 4-5 jam di SPBU saat jam antar jemput. Jalan macet. Anak tidak aman di jalan. Bayangkan, pendidikan harus dikorbankan karena BBM. Ini tamparan keras. Sidak Appi ke Pertamina patut diapresiasi. Tapi satu orang tidak bisa lawan sistem. Kota sebesar Makassar butuh seluruh unsur pemerintah bergerak, termasuk 50 anggota DPRD.

Butuh pasukan, bukan pahlawan tunggal_  
Appi sudah turun. Ia bentak SPBU, tuntut tambah operator, aktifkan semua nozzle, atur jadwal truk. Bagus. Tapi Appi cuma punya 24 jam dan 2 tangan. Sementara SPBU di Makassar Raya hampir 100 titik. Kalau hanya Pemkot yang jalan, maka hari ini SPBU A dibenahi, besok SPBU B kumat lagi. Di sinilah DPRD wajib masuk. Bagi 50 anggota jadi 10 tim. Satu tim 5 orang. Seminggu semua titik bisa disapu. Itu baru kerja kolektif.

DPRD punya 3 senjata: hak pengawasan, hak anggaran, hak interpelasi. Tapi saat rakyat antre seminggu, ke mana? RDP baru digelar 11/9/2026. Itu 6 hari setelah krisis. Datang, duduk, dengar penjelasan Pertamina 2 jam, lalu pulang. Tidak ada sidak. Tidak ada laporan lapangan. Rakyat butuh anggota dewan di depan nozzle jam 5 subuh, bukan di ruang rapat dengan teh dan kue. Jangan sampai DPRD hanya jadi stempel kalau sudah ada demo.

Hasil RDP Komisi B: minta data transparan, bentuk posko pengaduan, evaluasi penyaluran. Semua benar. Tapi semua telat. Sementara di luar, ibu-ibu masih bawa jeriken. Ojol masih rugi. Sekolah masih PJJ. RDP tanpa turun lapangan itu seperti dokter yang mendiagnosis lewat telepon. Pasiennya tetap mati. Rakyat tidak butuh risalah rapat. Rakyat butuh SPBU yang buka dan BBM yang ada.
  
Selama ini polanya selalu begitu. Ada masalah → mahasiswa orasi → viral → baru DPRD muncul kasih pernyataan. Itu memalukan. Wakil rakyat harus jadi garda terdepan. Datang ke SPBU jam 5 subuh. Lihat siapa yang antre. Lihat siapa yang main jeriken. Siarkan live. Tegur manajer. Panggil polisi kalau ada pelanggaran. Jangan tunggu ada mahasiswa bakar ban baru ikut-ikutan. Rakyat akan bertanya: "lalu fungsi kami pilih kalian apa?"

Mau tahu kenapa antre panjang? Datang dan hitung. 6 nozzle tapi operator cuma 2. Itu biang kemacetan. Mau tahu ada pelangsir? Intip belakang SPBU jam 10 malam. Ada jeriken 35 liter bertumpuk. Itu biang kebocoran. Mau tahu mobil tangki telat? Kawal dari depot. Data di atas kertas bisa direkayasa. Grafik bisa dipercantik. Tapi video warga antre 300 meter tidak bisa bohong. Itu kerja pengawasan yang sesungguhnya.

Lihat SPBU nakal? Langsung panggil pengawas Pertamina. Lihat calo jeriken? Seret ke Polsek terdekat. Lihat operator lelet? Perintahkan tambah. Lihat truk perusahaan isi di jalur umum? Foto dan laporkan. DPRD punya kewenangan itu. Rakyat sudah muak dengan kata "kami mendesak" dan "kami menyesalkan". Yang mereka butuh: tindakan. Kalau perlu, anggota dewan yang berdiri jaga antrean. Biar rakyat tahu ada yang membela.

Ketua Komisi B benar minta data per SPBU. Tapi data bisa diedit. Grafik bisa diperbagus. Yang tidak bisa bohong adalah antrean 300 meter dan papan "BBM Habis" jam 12 siang. Karena itu DPRD harus turun. Bawa HP. Foto. Video. Hitung mobil tangki. Catat jam datang dan jam habis. Viralkan. Biar publik tahu mana SPBU yang benar bekerja dan mana yang main-main.

Ide posko pengaduan di kantor DPRD bagus. Tapi warga yang antre 5 jam tidak sempat ke kantor. Solusinya dibalik. DPRD yang datang ke SPBU. Bikin jadwal piket harian. 5 anggota per hari keliling. Pakai rompi. Bawa surat tugas. Catat masalah dan selesaikan di tempat. Itu baru namanya turun ke konstituen. Bukan nunggu konstituen datang sambil menangis.

"Jangan Kalah Cepat dari Mahasiswa: Rebut Kepercayaan Rakyat"
Kalau telat, jangan salahkan kalau rakyat tidak percaya lagi_  
Aliansi mahasiswa dan ojol sudah ancam turun jalan. Jika DPRD masih rapat, maka yang disorot media dan dipuji rakyat adalah mahasiswa. Padahal gaji, tunjangan, dan fasilitas DPRD dibayar dari pajak rakyat. Masa kalah gerak dengan anak kuliah? Ini soal wibawa. Ini soal kepercayaan. Turun sekarang. Tunjukkan bahwa wakil rakyat masih ada dan masih bekerja. Sebelum terlambat dan rakyat tidak lagi percaya.

Setiap liter Pertalite Rp10.000 dan Solar Rp6.800 itu ada uang pajak rakyat di dalamnya. Ada potongan gaji buruh, ada setoran ojol, ada PPN dari dagangan pedagang. Kalau BBM itu bocor ke industri, ke tambang, ke penimbun jeriken, artinya ada pencurian uang rakyat yang terang-terangan. Mengawasi kebocoran itu bukan tugas relawan. Itu tugas konstitusional DPRD. Kalau DPRD diam melihat subsidi dikorup, maka DPRD ikut menandatangani surat kemiskinan rakyat.

Selama ini skenario selalu sama: ada krisis → rakyat menjerit → viral di media → mahasiswa turun → baru DPRD keluar kasih pernyataan "kami menyesalkan". Cukup. Rakyat sudah hafal. Kali ini DPRD harus membalik. Jadi pihak pertama yang ke SPBU. Jadi pihak pertama yang memanggil Pertamina. Jadi pihak pertama yang menekan. Kalau tidak, jangan salahkan rakyat kalau nanti yang dipercaya justru mahasiswa dan ormas, bukan wakil yang dipilih 5 tahun sekali.

Turun ke SPBU tidak butuh anggaran miliaran. Tidak perlu mobil dinas. Tidak perlu dana reses. Cukup pakai kemeja biasa, sepatu, dan surat tugas. Datang jam 5 subuh. Tanya ke tukang ojek. Tanya ke ibu-ibu. Catat nama SPBU yang nakal. Kalau ada yang mengancam, itu tandanya anda menyentuh sarang. Kalau ada yang memuji, itu tandanya anda bekerja. Nyali inilah yang membedakan anggota dewan terhormat dengan anggota dewan yang hanya terhormat di pelantikan.

"Stok ada di depot tapi tidak sampai ke rakyat itu zolim". Maka buktikan. Jangan hanya sidak SPBU di Pettarani dan Urip. Sapu juga SPBU di perbatasan Gowa, Maros, Takalar. Di Sungguminasa, Moncongloe, Daya, hingga Biringkanaya. Di situlah pelangsir dan truk industri biasa main. Kawal mobil tangki dari depot ke seluruh SPBU se-Makassar raya. Pastikan tidak ada yang "disunat" di tengah jalan.

Rakyat sudah muak dengar kata "kami akan mengkaji", "kami akan mengevaluasi", "kami akan membentuk tim". Yang rakyat butuh sekarang: lihat anggota dewan berkeringat di bawah matahari. Lihat anggota dewan adu argumen dengan manajer SPBU. Lihat anggota dewan menenangkan warga yang emosinya meledak. Lepas jas. Gulung lengan baju. Tinggalkan PowerPoint. Karena krisis tidak bisa diselesaikan dengan slide presentasi. Krisis diselesaikan dengan kehadiran.

"BBM Boleh Langka. Tanggung Jawab Jangan Pernah Langka"  
Catatan sejarah untuk DPRD Makassar_  
Krisis ini akan berlalu. Antrean akan habis. Harga akan normal lagi. Tapi sejarah akan mencatat siapa yang bekerja dan siapa yang bersembunyi. Jika DPRD Kota Makassar memilih tetap rapat di ruangan ber-AC sementara rakyat antre 5 jam, maka 5 tahun ke depan itu akan jadi bumerang.  
*Maka untuk terakhir kalinya: DPRD Kota Makassar, turunlah ke SPBU sekarang. Sebelum rakyat yang turun ke jalan dan tidak lagi percaya kepada anda.




Laporan Kegiatan Turnamen FUN FUTSAL Antar SD/MI se - Kecamatan Manggala


MULIAINFO - MAKASSAR - Turnamen Fun Futsal Antar SD/MI Se-Kecamatan Manggala telah sukses dilaksanakan hari ini di Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi sehat antar siswa sekolah dasar se-Kecamatan Manggala.

Sebanyak 16 sekolah SD/MI sederajat turut berpartisipasi dalam turnamen ini. Antusiasme peserta sangat tinggi karena ini merupakan salah satu turnamen usia dini yang rutin dinantikan setiap tahun.

Turnamen dibagi menjadi 2 kategori usia untuk memberi kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Kategori pertama adalah usia kelahiran 2014/2015 dan kategori kedua adalah usia kelahiran 2016/2017.

Lokasi pertandingan dipusatkan di lapangan futsal Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga. Fasilitas yang representatif membuat jalannya pertandingan berlangsung lancar dan nyaman bagi pemain maupun penonton.


Dari sekolah kita, tim futsal menurunkan 2 tim terbaik untuk bertanding di kedua kategori tersebut. Para pemain telah melalui latihan intensif selama beberapa minggu terakhir di bawah bimbingan pelatih.

Untuk kategori usia 2014/2015, tim kita diperkuat oleh 10 pemain: Huga, Izam, Adnin Salman, Rizky, Arsal, Anggasta, Dzul Hilmi, Azka, Hairul, dan Abid Aqila. Mereka tampil dengan semangat dan kekompakan yang luar biasa.

Sementara itu untuk kategori usia 2016/2017, tim kita diperkuat oleh 12 pemain: Shatwan, Kafi, Abid Fadil, Akil, Fatir, NurAqil, Almuhlis, Algasali, Hadad, Hidayat, Ratih, dan Al Kautzar. Energi mereka di lapangan menjadi sorotan banyak penonton.

Seluruh proses latihan dan pendampingan tim dilakukan langsung oleh Coach Muh. Imran Syuaid, S.Pd, Gr. Beliau memberikan strategi, motivasi, dan pembinaan teknik dasar futsal kepada anak-anak dengan penuh kesabaran.

Pertandingan berlangsung sengit dari babak penyisihan hingga babak final. Setiap tim menunjukkan sportivitas tinggi dan permainan yang menghibur. Sorak sorai orang tua dan guru menambah semangat para pemain.

Alhamdulillah, perjuangan tim usia 2016/2017 membuahkan hasil manis dengan meraih Juara 1. Kerja sama tim, disiplin, dan mental juara menjadi kunci kemenangan mereka di kategori ini.


Tidak kalah membanggakan, tim usia 2014/2015 juga berhasil meraih Juara 2 setelah melalui pertandingan final yang ketat. Meski belum menjadi juara 1, usaha mereka patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Dengan hasil tersebut, sekolah kita berhasil membawa pulang 2 piala sekaligus dari ajang ini. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di sekolah kita berjalan dengan baik.

Piala dan medali diserahkan langsung oleh panitia setelah pertandingan final selesai. Momen penyerahan piala menjadi puncak kebahagiaan bagi para pemain, pelatih, guru, dan orang tua yang hadir.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak sekolah, orang tua siswa, panitia pelaksana, dan tentunya para pemain yang telah berjuang maksimal.

Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi di event berikutnya. Mari kita terus dukung anak-anak untuk mengembangkan bakat dan sportivitas melalui olahraga. Selamat untuk seluruh tim!




12 September 2026

Peringatan Maulid Nabi di SD Inpres Banta- - Bantaeng 1, Kepala Sekolah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah


MULIAINFO -- MAKASSAR– UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta peserta didik.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan shalawat bersama. Suasana sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar hari itu dipenuhi lantunan puji-pujian kepada Rasulullah.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I, Marhabang,S.Pd menyampaikan rasa syukur karena kegiatan dapat berjalan lancar. Beliau mengapresiasi peran aktif tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa yang telah mendukung terselenggaranya acara.

Marhabang, S.Pd berharap melalui kegiatan ini murid-murid dapat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang beliau menjadi teladan utama yang harus diterapkan di sekolah maupun di rumah.

Menurutnya, mencontoh akhlak Nabi tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dipraktikkan. Mulai dari cara berbicara sopan kepada guru dan tenaga pendidikan, membantu teman, hingga disiplin dan tanggung jawab sebagai siswa.



Kepala sekolah juga menekankan bahwa peringatan Maulid menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Sinergi antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan anak.

Kerjasama antara tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa dinilai sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter. Tanpa dukungan dari rumah dan lingkungan sekolah, pembinaan akhlak tidak akan berjalan optimal.

Untuk itu, Marhabang mengajak komite sekolah dan orang tua siswa agar lebih aktif terlibat dalam setiap program sekolah. Kehadiran dan dukungan mereka menjadi motivasi bagi guru dan siswa.

Peringatan Maulid ini juga diharapkan dapat membentuk karakter murid-murid UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I. Karakter utama yang ditekankan adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penanaman iman dan takwa dilakukan melalui pembiasaan ibadah, doa bersama, dan pembinaan akhlak yang dilakukan oleh tenaga guru dan tenaga pendidikan setiap hari. Hal ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi anak-anak menghadapi tantangan zaman.


Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh ustaz undangan. Materi yang dibawakan fokus pada kisah kelahiran Nabi dan nilai-nilai yang bisa diteladani oleh siswa sekolah dasar.

Siswa terlihat khusyuk mendengarkan. Komite sekolah dan orang tua siswa yang hadir juga turut berdiskusi dengan guru terkait pembinaan karakter anak di rumah.

Sebagai bentuk syukur, pihak sekolah bersama komite sekolah membagikan makanan kepada seluruh siswa. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan anak-anak tentang nilai berbagi dan kepedulian sosial.

Tenaga guru dan tenaga pendidikan berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan begitu nilai-nilai Maulid tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar meresap dalam perilaku siswa.

Di akhir acara, seluruh hadirin menutup kegiatan dengan doa bersama. Harapannya, melalui peringatan Maulid ini, SD Inpres Banta-Bantaeng I dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertakwa, dengan dukungan penuh dari guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa.


Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ust.M.Algasali Amin, S.S, Gr


MULIANFO -- MAKASSAR -- Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan kesempatan untuk berkumpul dalam acara yang penuh berkah ini.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan umat manusia yang membawa risalah rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru dunia.

Hari ini kita bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum penting untuk mengingat kembali kelahiran, perjuangan, dan akhlak mulia beliau yang menjadi cahaya bagi kehidupan kita.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Kami menghadirkan penceramah yang insyaAllah dapat memberikan ilmu dan motivasi, yaitu "Ust. M. Algasali Amin, S.S., Gr." Beliau akan menyampaikan tausiyah tentang teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bagi kita untuk meneladani sifat jujur, amanah, tabligh, dan fathanah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Melalui peringatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada anak-anak didik kami di SD Inpres Antang II agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.


Di tengah tantangan zaman, keteladanan Nabi menjadi kompas bagi keluarga dan sekolah dalam mendidik anak. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, dilanjutkan di sekolah, dan dikuatkan di masyarakat.

Dengan hadirnya Bapak/Ibu dalam acara ini, kita menunjukkan kepedulian bersama terhadap pembinaan spiritual anak-anak. Kehadiran Bapak/Ibu adalah dukungan nyata bagi sekolah.

Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, memperbanyak shalawat, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kita.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan shalawat, kisah teladan, dan diskusi nilai-nilai kebaikan.

Kami percaya bahwa sekolah yang baik bukan hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga siswa yang memiliki budi pekerti luhur dan semangat gotong royong.

Atas nama Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Akhir kata, kami mengucapkan "Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW". Semoga dengan berkumpulnya kita di majelis ini, Allah SWT melimpahkan keberkahan, rahmat, dan ridha-Nya kepada kita semua. Aamiin.




UPTD SPF SD Inpres Batu I Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Tema "Meneladani Akhlak Nabi Dalam Membetuk Generasi Berkarakter "


MULIAINFO -- MAKASSAR — UPTD SPF SD Inpres Batua I memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan khusyuk pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, staf, peserta didik, hingga orang tua siswa.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat yang menggema di halaman sekolah. Dalam suasana penuh haru, seluruh hadirin memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT karena masih diberi kesehatan untuk berkumpul dalam kegiatan keagamaan yang mulia ini.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Batua I, "MaMuddin, S.Pd", dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial tahunan. "Ini adalah momentum kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujarnya.

Tahun ini, pihak sekolah mengangkat tema "Meneladani Akhlak Nabi Dalam Membentuk Generasi Berkarakter". Tema tersebut dipilih agar selaras dengan visi sekolah dalam melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Menurut MaMuddin, penanaman nilai-nilai kejujuran, disiplin, kasih sayang, dan tolong menolong harus dimulai sejak dini. "Rasulullah sejak kecil sudah dikenal dengan gelar Al-Amin karena kejujurannya. Nilai inilah yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak kita," jelasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ceramah agama, pembacaan shalawat, lantunan nasyid oleh siswa, serta santunan kepada anak yatim. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi dan memperkuat iman serta takwa seluruh warga sekolah.


Kepala sekolah juga memberikan apresiasi kepada panitia, dewan guru, dan orang tua yang telah bekerja sama dan bergotong royong menyukseskan acara. "Tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Dalam pesannya kepada peserta didik, MaMuddin berpesan agar menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam belajar, bertutur kata, dan menghormati guru serta orang tua. "Karena kesuksesan dunia dan akhirat dimulai dari akhlak yang baik," pesannya.

Beliau menekankan bahwa sekolah memiliki peran ganda, yaitu sebagai tempat transfer ilmu dan juga tempat pembentukan karakter. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan orang tua di rumah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh rangkaian acara diridhoi Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga besar UPTD SPF SD Inpres Batua I. Harapannya, melalui peringatan ini, syafa’at Rasulullah SAW dapat menyertai kita semua di yaumil akhir nanti. Aamiin.

Peringatan Maulid Nabi di UPTD SPF SD Inpres Batua I ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun generasi emas yang berakhlak Qur’ani.


11 September 2026

Tuntas Benahi Keramik dan Cat, WC UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Kini Kinclong

 


MULIAINFO -- MAKASSAR – UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Makassar akhirnya menuntaskan pembenahan WC sekolah. Pekerjaan kali ini fokus pada dua hal utama, yaitu pemasangan keramik baru dan pengecatan ulang seluruh dinding. 

Kepala Sekolah Rizal, S.Pd menyampaikan pembenahan ini sudah lama direncanakan. Kondisi WC sebelumnya dinilai kurang layak karena keramik yang sudah kusam, retak, dan dinding yang mulai lembab. 

"Yang kami benahi keramik dan pengecatannya. Alhamdulillah sudah selesai," ujar Rizal, S.Pd, Jumat (11/9/2026). Ia menambahkan proses pengerjaan dilakukan di luar jam belajar agar kegiatan siswa tidak terganggu. 

Keramik lama yang berwarna kusam kini diganti dengan keramik baru berwarna cerah. Pemilihan keramik juga mempertimbangkan kemudahan saat dibersihkan. Tujuannya agar petugas kebersihan dan siswa lebih mudah menjaga WC tetap bersih setiap hari. 

Selain mengganti lantai, tim juga melakukan pengecatan ulang pada dinding WC. Warna putih cerah dipilih agar ruangan terkesan lebih terang, luas, dan tidak lembab. Dampaknya langsung terasa oleh siswa. 

"Anak-anak sekarang lebih nyaman dan tidak takut lagi ke WC," kata Rizal. Menurutnya, rasa nyaman saat ke kamar mandi juga berpengaruh pada semangat belajar siswa di kelas. 


Anggaran pembenahan berasal dari dana pemeliharaan BOSP tahun ini. Rizal menegaskan pengelolaan dilakukan secara transparan dan efisien. Setiap pembelian material dicatat dan dilaporkan ke komite sekolah. 

"Sanitasi adalah wajah sekolah. Kalau WC bersih, berarti sekolah sehat," tegas Rizal. Ia berharap pembenahan kecil ini bisa menjadi contoh bahwa fasilitas sederhana pun bisa berdampak besar. 

Pantauan di lapangan menunjukkan perubahan yang signifikan. Lantai WC kini kinclong dengan keramik baru. Dinding putih bersih, ventilasi lebih lega, dan saluran air juga sudah diperbaiki agar tidak mampet. 

Siswa menyambut baik perubahan ini. "Sekarang bagus, kinclong. Keramiknya baru," kata salah satu siswi kelas 5. Orang tua murid pun mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah. "Detail kecil seperti keramik dan cat diperhatikan. Ini bukti kepsek peduli," ujar seorang wali murid. 

Ke depan, sekolah bersama komite sepakat membuat jadwal piket kebersihan WC. Rizal juga berencana melanjutkan pembenahan ke taman sekolah dan tempat cuci tangan. "Fasilitas sudah kami benahi, mari jaga bersama," tutupnya.


Berita Sorot Langgar 4 Ketentuan Dinas, Bimtek TKA Makassar Diduga Pungut 3,5 Juta/ Guru Lewat Dana BOS


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Kegiatan Bimbingan Teknis Tes Kemampuan Akademik / TKA se-Kota Makassar yang dijadwalkan 10-12 September 2026 di Hotel Mercure Nexa Jl. Andi Pettarani kini jadi sorotan. Banyak guru resah karena diminta setor dana besar padahal kegiatan disebut "didukung Dinas".  

Berdasarkan informasi dari lapangan, panitia meminta setiap guru dan kepala sekolah yang ikut mentransfer Rp3,5 juta per orang. Angka itu disampaikan secara seragam ke sekolah-sekolah di tingkat kecamatan.  

Yang lebih mengkhawatirkan, dana Rp3,5 juta itu disebut harus diambil dari Dana BOS sekolah. Artinya beban keuangan sekolah langsung terkuras hanya untuk 1 kegiatan 3 hari.  

Padahal Dinas Pendidikan Kota Makassar sudah mengeluarkan surat resmi Nomor: 400.3.5/392/Disdik/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Surat itu jelas mengatur batasan agar guru tidak dirugikan.  

Surat tersebut merupakan jawaban atas permohonan Lembaga Fasilitasi Management Pemerintahan Daerah Nomor 5298/SPPK/LPMPD/BT/VIII/2026 tanggal 5 Agustus 2026 tentang permohonan pelaksanaan Bimtek TKA dan Penguatan Karakter Anti Korupsi.  

Dalam surat permohonan itu disebutkan peserta kegiatan adalah kepala sekolah dan guru jenjang SD dan SMP Negeri-Swasta se-Kota Makassar. Targetnya ribuan guru, sehingga potensi dana yang terkumpul mencapai miliaran rupiah jika semua sekolah ikut.  

Menjawab permohonan itu, Dinas Pendidikan Makassar menyatakan "mendukung pada prinsipnya". Namun dukungan itu tidak gratis. Dinas langsung mengikat penyelenggara dengan 4 ketentuan yang harus dipatuhi tanpa kecuali.  

Ketentuan 1: Penyelenggara wajib melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait pelaksanaan kegiatan. Tujuannya agar kepsek tahu detail kegiatan, jadwal, dan dampaknya ke sekolah, bukan tiba-tiba diminta transfer.  

Ketentuan 2: Penyelenggara harus mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk aturan penggunaan Dana BOS, aturan pengadaan, dan aturan pungutan di satuan pendidikan.  

Ketentuan 3: Dilarang membebankan biaya terhadap guru di luar ketentuan yang telah ditetapkan. Kalimat ini paling tegas. Artinya kegiatan harusnya gratis atau biayanya bukan dari kantong guru/BOS.  

Ketentuan 4: Penyelenggara wajib menjaga kondisi kondusif di lingkungan sekolah. Artinya kegiatan tidak boleh membuat guru resah, tidak boleh memaksa, dan tidak boleh mengganggu jam belajar siswa. Iklim sekolah harus tetap aman dan tertib.  

Namun fakta di lapangan justru bertolak belakang. Alih-alih gratis, panitia malah menarik pungutan Rp3,5 juta per orang. Ini jelas menabrak ketentuan 3 yang melarang pembebanan biaya ke guru.  

Dalih "ambilkan dari Dana BOS" membuat pelanggaran makin berlapis. Sebab BOS bukan untuk membayar kegiatan lembaga luar, apalagi dengan nilai fantastis tanpa dasar hukum jelas.  

Dana BOS diatur dalam Permendikbud dan Juknis BOS. Dana itu hanya boleh dipakai untuk operasional sekolah, pembelian buku, kegiatan KBM, dan program yang sudah masuk RKAS serta disetujui pengawas.  

Tidak ada satu pasal pun yang membolehkan BOS dipakai untuk membayar bimtek lembaga luar senilai Rp3,5 juta per peserta. Jika dipaksakan, maka bendahara BOS dan kepsek yang tanda tangan bisa kena sanksi administratif hingga pidana.  

Hitung-hitungan sederhananya: jika 1 sekolah punya 10 guru, maka dana BOS yang terkuras Rp35 juta. Jika 100 sekolah ikut, maka potensi dana BOS yang keluar Rp3,5 miliar hanya untuk 3 hari kegiatan di hotel.  

Angka sebesar itu sangat rawan jadi temuan. BPKP, Inspektorat Kota, hingga Kemendikdasmen pasti akan mempertanyakan legalitas penggunaan BOS untuk kegiatan ini. Apalagi tidak ada RAB, MoU, dan output yang jelas dari penyelenggara.  

Selain melanggar aturan BOS, pungutan ini juga jelas melanggar poin 3 surat Dinas. Artinya penyelenggara tidak mematuhi syarat yang mereka sendiri terima. Ini bisa jadi dasar pembatalan kegiatan.  

Dampaknya ke sekolah juga nyata. Dana yang seharusnya untuk ATK, listrik, dan kegiatan siswa jadi tersedot. Kondisi ini jelas mengganggu poin 4 tentang "menjaga kondisi kondusif sekolah". Guru jadi fokus cari dana, bukan mengajar.  

Sejumlah guru mengaku tertekan dan merasa "wajib ikut". Ada yang bilang kalau tidak ikut nanti sekolahnya "tidak didukung Dinas". Padahal di surat tidak ada kata "wajib". Ini bentuk intimidasi halus yang meresahkan.  

Untuk membongkar aliran dana, sejumlah pihak di kecamatan kini meminta semua sekolah yang sudah mendaftar segera menyerahkan print out bukti transfer ke panitia. Data ini penting untuk pemetaan.  

Tujuannya satu: audit internal. Memastikan berapa sekolah yang sudah TF, berapa total dana BOS yang keluar, dan kemana uang itu mengalir. Transparansi adalah kunci agar tidak ada yang ditutup-tutupi.  

Hingga berita ini naik, pihak penyelenggara belum memberikan klarifikasi resmi. Konfirmasi ke nomor kontak panitia juga belum mendapat jawaban. Dinas pun belum mengeluarkan sikap tegas terkait pelanggaran ini.  

Publik pendidikan Kota Makassar mendesak Kepala Dinas segera turun tangan. Evaluasi, hentikan pungutan, dan beri sanksi jika terbukti melanggar. 4 ketentuan dalam surat harus ditegakkan, agar guru tidak lagi jadi korban atas nama "bimtek yang didukung Dinas".  



 

Penanaman Karakter Mental Keagamaan Melalui Kegiatan Tadarus Al-Qur'an Setia Hari Jumat Di UPTD SPF SD Negeri Bontoa


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Amrin, S.Pd, UPTD SPF SD Negeri Bontoa terus berkomitmen dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan secara rutin adalah pengembangan karakter mental keagamaan.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat setiap pekan. Menurut Amrin, S.Pd
 pemilihan hari Jumat didasarkan pada keutamaan hari tersebut dalam ajaran agama Islam sebagai hari yang penuh berkah untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah di lapangan atau mushalla sekolah. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik mengikuti shalat secara khusyuk dan tertib di bawah koordinasi "Amrin, S.Pd".

Setelah selesai melaksanakan Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Tadarus menjadi inti dari pembinaan mental keagamaan yang bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Kegiatan tadarus diikuti oleh seluruh peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Kepala Sekolah Amrin, S.Pd menegaskan bahwa pembinaan keagamaan diberikan secara merata agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam menanamkan nilai-nilai religius.

Untuk menjaga kekhusyukan dan keteraturan, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai kelas. Setiap kelompok dipandu dan dibimbing langsung oleh Guru Agama UPTD SPF SD Negeri Bontoa agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih tartil dan benar sesuai tajwid.


Guru Agama tidak hanya bertugas membimbing bacaan, tetapi juga memberikan motivasi dan nasihat singkat. Hal ini sejalan dengan arahan Amrin, S.Pd agar tadarus tidak hanya menjadi rutinitas membaca, tetapi juga sarana pembelajaran akhlak.

Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif. Mereka belajar datang tepat waktu, menyiapkan diri sebelum shalat, membawa Al-Qur’an, dan duduk dengan adab saat mengaji.

Dampak dari kegiatan rutin ini sudah mulai terlihat. Kepala Sekolah Amrin S.Pd menyampaikan bahwa peserta didik menjadi lebih tenang, sopan dalam bertutur kata, saling menghargai teman, dan memiliki semangat untuk beribadah. Orang tua juga memberikan dukungan penuh.

UPTD SPF SD Negeri Bontoa meyakini bahwa penguatan karakter tidak bisa hanya dilakukan di dalam kelas melalui pelajaran. Amrin, S.Pd  menekankan bahwa pembiasaan melalui kegiatan keagamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter.
 
Ke depan, di bawah arahan "Kepala Sekolah Amrin, S.Pd", pihak sekolah akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan ini. Harapannya, pembiasaan tadarus dan Shalat Dhuha setiap hari Jumat dapat terus berjalan istiqamah dan menjadi budaya sekolah yang menginspirasi sekolah lain.




10 September 2026

UPT SPF SD Inpres Baraya 1 Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW" Usung Tema " Cinta Rasulullah SAW, Akhlakku Mulia, Prestasiku Gemilang"


MULIAINFO -- MAKASSAR — UPT SPF SD Inpres Baraya 1 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6.

Acara dimulai pukul 08.00 WITA dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu siswa kelas 5. Suasana khidmat langsung terasa sejak awal acara.

Kepala UPT SPF SD Inpres Baraya 1, Sitti Hasmi, S.Pd.I, hadir memimpin jalannya kegiatan. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

 “Tema kita tahun ini adalah _‘Cinta Rasulullah SAW, Akhlakku Mulia, Prestasiku Gemilang’_. Cinta kepada Rasul harus diwujudkan dalam bentuk akhlak yang baik dan semangat belajar yang tinggi,” ungkap Sitti Hasmi di hadapan seluruh warga sekolah.

Beliau juga mengapresiasi kerja keras panitia dan para guru yang telah mempersiapkan acara dengan baik. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi sarana membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.


Ceramah agama disampaikan oleh ustadz undangan yang mengangkat kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Beliau bercerita tentang sifat jujur, amanah, penyayang, dan peduli sesama yang dimiliki Rasulullah.

Para siswa tampak antusias mendengarkan. Beberapa kali diselingi shalawat bersama yang dipimpin oleh guru agama, sehingga suasana semakin semarak dan penuh rasa cinta kepada Nabi.

Sebagai bentuk kreativitas, siswa juga menampilkan berbagai persembahan. Ada pembacaan puisi tentang Rasulullah, hafalan surah-surah pendek, serta nasyid yang dibawakan oleh kelompok siswa kelas 4 dan 5.

Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari guru dan teman-temannya. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.

Di akhir acara, dilakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa, sekolah, serta keberkahan ilmu bagi seluruh peserta didik. Semua hadirin menutup mata dan khusyuk mengikuti doa tersebut.

Sitti Hasmi berharap peringatan Maulid ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. “Mari kita jadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman. Dengan akhlak mulia, insya Allah prestasi anak-anak kita juga akan gemilang,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan pembagian makanan. Warga sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memperkuat iman, taqwa, dan karakter peserta didik UPT SPF SD Inpres Baraya 1.



09 September 2026

Pak Wali Bilang Nonaktif, Kenyataannya Pimpin Bimtek: Ada Apa Dengan Muh Yunus Sanusi


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Kepercayaan masyarakat terhadap pernyataan Wali Kota Makassar kini dipertanyakan.  
Pernyataan itu terkait status kepegawaian salah satu pejabat Disdik.  
Publik menganggap aturan dan komando pimpinan sudah ditegakkan.  
Namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.  
Kontradiksi ini menjadi bahan perbincangan luas di kalangan ASN.

Pejabat yang dimaksud adalah "Muh Yunus Sanusi".  
Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang GTK Disdik Makassar.  
Jabatan GTK merupakan bidang vital yang mengurus guru dan tenaga pendidikan.  
Beberapa waktu lalu, Pak Wali mengumumkan penonaktifannya secara resmi.  
Pengumuman disampaikan melalui kanal media sosial milik Wali Kota.

Masyarakat menyambut baik pengumuman tersebut.  
Mereka menilai Pemkot Makassar konsisten menegakkan aturan.  
Kepercayaan publik tumbuh karena pimpinan berani mengambil sikap.  
Namun kepercayaan itu kini diuji oleh fakta di lapangan.  
Apakah keputusan pimpinan hanya sebatas pengumuman saja.

Kenyataannya, Muh Yunus Sanusi justru tampil dalam kegiatan resmi.  
Kegiatan itu adalah Bimtek Dinas Pendidikan Kota Makassar.  
Bimtek dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 7-9 September 2026.  
Ia tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin jalannya materi.  
Panggung resmi pemerintah justru diberikan kepada yang bersangkutan.

Berdasarkan dokumentasi, ia duduk di meja utama.  
Posisinya sejajar dengan Kepala Dinas dan pejabat aktif lainnya.  
Selama tiga hari ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.  
Bahkan ia mendapat giliran untuk menyampaikan materi.  
Peran sebagai pemateri menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan.

Yang lebih menguatkan, ia mengenakan baju dinas negara lengkap.  
Atribut ASN mulai dari kemeja, dasi, hingga tanda pengenal.  
Penggunaan atribut itu seharusnya hanya untuk ASN yang aktif.  
Ini menjadi bukti visual yang tidak bisa dibantah.  
Publik pun bertanya, atas dasar apa ia masih menggunakan atribut.

Pertanyaan besar pun muncul: Ada apa sebenarnya.  
Jika sudah nonaktif, mengapa masih diberi ruang memimpin.  
Jika sudah dinonaktifkan, mengapa masih diberi honor.  
Siapa yang mengusulkan dan siapa yang menyetujui penugasannya.  
Ketiadaan jawaban membuat spekulasi semakin liar.

Secara aturan, hal ini sangat jelas.  
*PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS* melarang.  
PNS yang nonaktif dilarang menjalankan tugas kedinasan.  
Termasuk menjadi narasumber atau pemateri kegiatan resmi.  
Pelanggaran terhadap aturan ini berisiko sanksi administratif.

Selain itu ada *PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS*.  
Aturan itu mengatur penggunaan atribut dan identitas jabatan.  
Hanya ASN aktif yang berhak menggunakan atribut dinas.  
Jika dilanggar dapat dikenai hukuman disiplin.  
Mulai dari teguran lisan sampai pemberhentian.

Kegiatan ini menggunakan anggaran APBD Kota Makassar.  
Sumber dananya berasal dari uang pajak rakyat.  
Mulai dari sewa hotel, konsumsi, hingga honor narasumber.  
Prinsip efisiensi dan akuntabilitas wajib ditegakkan.  
Agar tidak menjadi temuan oleh BPK atau Inspektorat.

Peserta kegiatan adalah ratusan kepala sekolah SD-SMP.  
Mereka datang dari 15 kecamatan se-Kota Makassar.  
Tujuan mereka jelas, untuk meningkatkan kompetensi dan mutu.  
Namun fokus mereka teralihkan oleh polemik status pemateri.  
Efektivitas bimtek yang mahal pun menjadi sia-sia.


Sejumlah peserta menyampaikan kekecewaan secara tertutup.  
Mereka mempertanyakan konsistensi kebijakan di internal Pemkot.  
"Masyarakat sudah percaya sama Pak Wali. Kok bisa masih mimpin,"  
"Ini pakai baju dinas lagi. Ada apa sebenarnya," ujar peserta.  
Pernyataan ini mencerminkan kebingungan di tingkat bawah.

Kekecewaan semakin besar karena beredar isu lain.  
Isu itu menyebut "Diduga sudah masuk angin".  
Belum ada hasil dari Inspektorat dan Kejari.  
Namun kegiatan tetap berjalan seolah tidak ada masalah.  
Hal ini mencederai semangat reformasi birokrasi.

Beredar informasi yang bersangkutan masih dalam proses hukum.  
Proses itu berjalan di Kejari Makassar.  
Kaitannya dengan pelaksanaan tugas di Bidang GTK.  
Hingga kini statusnya masih dalam tahap penyelidikan.  
Belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Status hukum ini seharusnya menjadi pertimbangan.  
Terlebih forum yang diikuti adalah pembinaan ASN.  
Forum resmi harus steril dari konflik kepentingan.  
Agar peserta dapat belajar dengan tenang.  
Dan tidak memberi contoh buruk kepada bawahan.

Forum pembinaan seharusnya menjadi ruang teladan.  
Tempat menguatkan integritas dan kapasitas ASN.  
Bukan tempat yang menimbulkan tanda tanya baru.  
Jika di tingkat dinas saja aturan dilanggar.  
Bagaimana kepala sekolah bisa menertibkan guru di sekolah.

Wibawa pernyataan Pak Wali kini dipertaruhkan.  
Pengumuman pejabat publik adalah komando yang mengikat.  
Jika tidak ditindaklanjuti, maka akan jadi preseden buruk.  
ASN akan bingung harus ikut aturan atau ikut praktik.  
Kepercayaan masyarakat bisa runtuh karena inkonsistensi.

Publik berhak mendapatkan kepastian dan kejelasan.  
Siapa yang bertanggungjawab atas penugasan ini.  
Apakah panitia tidak tahu atau sengaja membiarkan.  
Apakah ada intervensi dari pihak tertentu.  
Semua pertanyaan ini butuh jawaban resmi.

BKPSDM sebagai pembina kepegawaian harus bersuara.  
Inspektorat sebagai pengawas internal juga harus turun.  
Disdik sebagai penyelenggara harus memberikan penjelasan.  
Jangan sampai pembiaran ini dianggap hal biasa.  
Karena dampaknya luas terhadap birokrasi.

Penegakan aturan harus dimulai dari internal pemerintah.  
Jika aturan dilanggar oleh penyelenggara, siapa yang mau percaya.  
Mutu pendidikan Kota Makassar taruhannya.  
Jangan sampai anggaran besar hanya untuk formalitas.  
Sedangkan substansi dan keteladanan diabaikan.

Masyarakat Makassar cerdas dan memantau.  
Mereka bisa membedakan mana pernyataan dan mana tindakan.  
Ketika keduanya bertolak belakang, maka kepercayaan luntur.  
Pemkot harus hadir untuk meluruskan keadaan.  
Agar tidak menjadi bola liar di masyarakat.

Hingga berita ini tayang, klarifikasi belum diterima.  
Redaksi telah berupaya menghubungi Disdik, BKPSDM, Inspektorat.  
Namun belum ada pihak yang memberikan keterangan resmi.  
Padahal hak jawab adalah bagian dari jurnalisme berimbang.  
Ruang klarifikasi tetap kami buka untuk semua pihak.

Publik kini menunggu langkah konkret dari Pemkot.  
Apakah akan ada evaluasi terhadap panitia penyelenggara.  
Apakah akan ada sanksi bagi yang melanggar aturan.  
Atau apakah akan ada pembiaran seperti isu yang beredar.  
Sikap tegas sangat dibutuhkan saat ini.

Pendidikan adalah fondasi masa depan Kota Makassar.  
Ia tidak boleh dikotori oleh persoalan administrasi.  
Kepala sekolah butuh pembinaan yang bersih dan berwibawa.  
Bukan pembinaan yang menimbulkan polemik.  
Agar mutu pendidikan benar-benar bisa tercapai.

Kesimpulannya, ada jurang antara kata dan perbuatan.  
Pak Wali bilang "Nonaktif", tapi kenyataan "Pimpin Bimtek".  
Tanggal 7-9 September 2026 menjadi bukti nyata.  
Apalagi ditambah penggunaan baju dinas negara.  
Publik bertanya: Ada apa? Dan siapa yang harus bertanggungjawab.