24 Juni 2026

Diduga Kabid GTK Bermain Mata, di Pengukuhan Kepala sekolah


‎MULIAINFO. COM. MAKASSAR,--  BKM — Seorang kepala sekolah di Kota Makassar mengaku kecewa setelah pelantikannya yang telah dipersiapkan sejak lama mendadak dibatalkan hanya beberapa jam sebelum acara berlangsung.
‎Kepala sekolah tersebut mengungkapkan, pada Senin malam (22/6/2026) sekitar pukul 19.00 Wita, dirinya menerima telepon dari pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar yang menyampaikan bahwa dirinya akan dilantik sebagai kepala sekolah definitif pada keesokan harinya.
‎"Saya ditelepon dari Dinas Pendidikan. Saat itu saya diminta bersiap untuk pelantikan dan diminta membawa pasangan," ungkapnya kepada BKM saat dikonfirmasi pada Selasa, (23/6/2026).
‎Mendapat informasi tersebut, ia langsung melakukan berbagai persiapan untuk menghadiri pelantikan yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Karebosi. Menurutnya, seluruh persiapan telah rampung.
‎Namun, harapan itu pupus setelah beberapa saat kemudian dirinya kembali menerima telepon dari pihak Dinas Pendidikan. Kali ini, ia diminta untuk tidak menghadiri pelantikan.
‎"Saya dihubungi Pak Yunus dari bidang GTK. Beliau menyampaikan bahwa saya dilarang hadir di Karebosi karena ada informasi dari BKD. Katanya jangan sampai saya kecewa jika datang ke lokasi," tuturnya.
‎Ia mengaku sempat mempertanyakan alasan pembatalan tersebut. Menurut penjelasan yang diterimanya, keputusan itu disebut berasal dari ketentuan kementerian karena dirinya dianggap telah memasuki masa jabatan tiga periode.
‎"Alasannya karena dari kementerian, katanya saya sudah tiga periode. Tapi saya mempertanyakan, kenapa ada kepala sekolah lain yang masa jabatannya lebih dulu dari saya justru tetap dilantik," katanya.
‎Ia bahkan mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa dirinya tetap bisa dilantik, namun konsekuensinya sertifikasi guru yang dimilikinya berpotensi hilang.
‎"Pak Kabid sempat bilang saya bisa dilantik, tapi sertifikasi saya akan hilang," ujarnya.
‎Keputusan mendadak tersebut membuatnya merasa sangat kecewa. Apalagi, selama ini dirinya memahami bahwa kepala sekolah definitif yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi seharusnya dapat mengikuti pelantikan.
‎"Namanya sudah lama dipersiapkan, lalu tiba-tiba tidak jadi. Tentu saya sangat kecewa," katanya.
‎Menurutnya, kekecewaan semakin besar karena hingga kini dirinya belum menerima penjelasan resmi secara tertulis mengenai alasan pembatalan tersebut.
‎"Saya bukan Plt, saya kepala sekolah definitif. Setahu saya yang definitif itu lolos semua. Kenapa hanya saya yang tidak lolos? Saya salah apa?" ungkapnya dengan nada kecewa.
‎Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya terkait proses penetapan peserta pelantikan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Pasalnya, yang bersangkutan mengaku telah masuk dalam daftar calon yang akan dilantik dan telah diminta melakukan berbagai persiapan sebelum akhirnya dicoret secara mendadak.
‎Kasus ini pun memunculkan sorotan mengenai transparansi dan kepastian administrasi dalam proses pengangkatan kepala sekolah, terutama karena keputusan pembatalan disampaikan hanya beberapa jam menjelang pelaksanaan pelantikan.(*)

23 Juni 2026

Barakallah Fii Tugas Baru Ibu Hj, Hudaya,S.Pd. M.M di SDI Pai 1


MULIAINFO. Com. Makassar -- Dengan penuh syukur kami mengucapkan selamat atas pelantikan Ibu Hj. Hudaya, S.Pd., M.M. dalam mengemban tugas baru di SDI PAI 1. Semoga amanah ini menjadi jalan keberkahan dan pengabdian yang tulus untuk dunia pendidikan.

Selamat bertugas di tempat yang baru, Ibu Hj. Hudaya,S.Pd., M.M. Kepercayaan yang diberikan adalah bukti dedikasi dan kompetensi Ibu selama ini. Kami yakin SDI PAI 1 akan semakin maju di bawah bimbingan beliau.

Alhamdulillah, hari ini menjadi hari bersejarah bagi keluarga besar SDI PAI 1 dengan dilantiknya Ibu Hj. Hudaya,S.Pd., M.M. Semoga setiap langkah, keputusan, dan kebijakan yang diambil membawa maslahat untuk guru, siswa, dan seluruh warga sekolah.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tapi awal dari tanggung jawab besar untuk mendidik generasi penerus bangsa. Selamat mengemban amanah baru Ibu Hj. Hudaya, S.Pd., M.M. Semoga diberi kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan.

Kami segenap keluarga besar SDI PAI 1 mengucapkan tahniah kepada Ibu Hj. Hudaya, S.Pd., M.M. Semoga kepemimpinan Ibu membawa semangat baru, inovasi, dan kolaborasi yang menguatkan mutu pendidikan di sekolah kita.

Selamat atas jabatan barunya, Ibu Hj. Hudaya, http://S.Pd., M.M. Dengan ilmu dan pengalaman yang Ibu miliki, kami percaya SDI PAI 1 akan menjadi sekolah yang semakin unggul, religius, dan berkarakter.

Barakallah fii tugas yang baru, Ibu Hj. Hudaya,S.Pd., M.M. Semoga Allah SWT memudahkan setiap urusan, melapangkan dada, dan menjadikan setiap usaha Ibu sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Kami bangga dan bersyukur SDI PAI 1 kini dipimpin oleh sosok berintegritas seperti Ibu Hj. Hudaya, S.Pd., M.M. Selamat bertugas. Mari kita dukung bersama visi dan misi beliau untuk kemajuan sekolah.
 
Momentum pelantikan ini menjadi doa dan harapan baru. Selamat kepada Ibu Hj. Hudaya, S.Pd., M.M. Semoga amanah yang dipikul menjadikan SDI PAI 1 rumah kedua yang nyaman, inspiratif, dan penuh prestasi untuk anak-anak didik.

Sekali lagi, selamat dan sukses Ibu Hj. Hudaya, S.Pd., M.M. Atas pelantikan di SDI PAI 1. Semoga setiap tantangan dihadapi dengan sabar, setiap keberhasilan disyukuri, dan setiap niat baik diridai Allah SWT. Aamiin. ( Muh. Yahya )


SK Diinjak TEL.Pon Pagi : Kepsek Definitif SD Tamamaung 2 Dicoret " Nama Tak Ada di BKD



 


MULIAINFO. Com. MAKASSAR, SOROT* - Status Definitif diinjak lumpur. Kepala Sekolah SD Tamamaung 2 Makassar digulingkan H-0 pengukuhan. Awalnya dipanggil resmi jam 10 malam oleh Disdik, paginya tiba-tiba Pak Yunus dari GTK "Bakwan" telpon: "Jangan ki datang, namata tidak ada di BKD". 

Ini bukan kepsek honorer atau PLT. Ini Kepsek Definitif yang SK-nya sudah ditandatangani, stempel basah lengkap. Status hukumnya kuat, masa kerja masih 11 bulan. Tapi semua itu kalah sama satu kalimat: "nama tidak ada". Sejak kapan SK kalah sama "daftar nama"?

Perintah jam 10 malam itu bukan bisik-bisik. Nomor 0821-5404-8254 yang mengaku staf Dinas Pendidikan menelpon langsung ke kepsek. Nada suaranya perintah, bukan ajakan. Kalimatnya final: "Besok hadir di pengukuhan Karebosi, Pak". Titik. Tak ada kata "kalau ada namata".

Atas dasar telpon resmi itu, kepsek berangkat dengan dada tegak. Undangan pengukuhan sudah di-print, seragam korpri sudah disiapkan. Keyakinan penuh karena yang nelpon adalah institusi, bukan calo. Tapi keyakinan itu dibunuh jam 6 pagi.

Pembunuhnya adalah Pak Yunus GTK Disdik Makassar. Telepon kedua masuk pagi-pagi buta sebelum kepsek injak pelataran Karebosi. Isi telponnya dingin dan kejam: "Jangan mki datang karna namata TDK adai di BKD". Satu kalimat, 11 bulan masa kerja + SK Definitif dilipat dan dibuang.

Logika sehat runtuh di sini. Kalau BKD tidak mencatat nama, lalu dasar apa Disdik berani telpon jam 10 malam dan suruh hadir? Data malam itu Disdik ambil dari planet mana? Atau Disdik dan BKD memang sengaja main dua pintu?

Luka belum kering, WA dari BKD menyusul mengiyakan Pak Yunus: nama zonk. Merasa ada yang janggal, kepsek langsung telpon balik si ibu Disdik yang menelpon malam tadi.

Jawaban si ibu bikin dahi berkerut: "Saya lihat daftar nama-nama, ada nama Bapak di situ Kepsek Tamamaung 2". Satu kantor, satu dinas, dua versi data. Disdik bilang ADA, GTK + BKD bilang TIDAK ADA.

Kepsek definitif jadi korban tarik-menarik data amburadul. SK di tangan, undangan di genggam, tapi dicoret seperti kertas bekas karena "nama hilang" yang entah siapa biang keroknya.

Tamparan makin keras saat fakta pembanding muncul. Ada kepsek lain masa kerja tinggal 6 bulan, non-definitif, tapi lolos mulus dikukuhkan tanpa drama, tanpa telpon batal H-0.

Sementara Kepsek Tamamaung 2, status definitif, masa kerja masih 11 bulan, administrasi lengkap, malah digilas. Standar ganda ini mau disebut apa kalau bukan permainan kotor di internal GTK?

Bisik-bisik guru Makassar makin nyaring: "Jangan-jangan GTK ada bermain". Polanya terlalu rapi untuk dibilang khilaf. Yang mepet diloloskan, yang panjang disikat.

Korbannya bukan cuma kepsek. SD Tamamaung 2 sekarang tanpa nahkoda pasti. Guru kehilangan komando. Murid kehilangan teladan. Semua gara-gara "nama tidak ada di BKD" versi Pak Yunus Bakwan.

Hingga berita ini naik, Kadisdik, Pak Yunus GTK Bakwan, dan Kepala BKD bungkam. Publik cuma minta satu: buka "daftar nama" itu, tunjuk siapa yang input, siapa yang coret. Jangan biarkan preseden busuk ini makan korban lagi. ( Muh. Yahya )

22 Juni 2026

SPMB Hari Pertama di SD Inpres Banta-Bantaeng 1 Berjalan Tertib, Kepsek Apresiasi Kedisiplinan Orang Tua


MULIAINFO. Com. Makassar -- Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di UPT SPF SD Inpres Banta-Bantaeng 1 berlangsung dengan lancar dan tertib. Sejak pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi orang tua dan calon murid baru yang datang lebih awal.

Suasana sekolah terlihat rapi. Panitia SPMB sudah bersiap sejak pukul 07.00 WITA untuk mengarahkan orang tua ke meja pendaftaran dan ruang verifikasi berkas. Semua petugas bekerja sesuai tugas masing-masing.

Ibu Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd., memantau langsung jalannya kegiatan dari awal hingga selesai. Beliau menyapa orang tua satu per satu dan memastikan tidak ada yang merasa kebingungan dengan alur pendaftaran.

Salah satu hal yang paling disoroti adalah kedisiplinan antrian. Orang tua diminta menunggu sesuai nomor urut dan tidak berkerumun di depan meja petugas. Hasilnya, proses verifikasi berkas berjalan cepat tanpa penumpukan.

Ibu Hasdiarah Kadir dalam arahannya menekankan pentingnya ketertiban. Beliau berharap orang tua siswa tetap sabar, menjaga antrian, dan mengikuti arahan panitia demi kelancaran bersama.


Calon murid baru yang hadir juga tampak antusias. Mereka diajak berkenalan dengan lingkungan sekolah sambil menunggu orang tuanya menyelesaikan pendaftaran. Beberapa guru ikut mendampingi agar anak-anak merasa nyaman.

Fasilitas sekolah seperti ruang tunggu, tempat duduk, dan titik air minum disiapkan untuk mendukung kenyamanan. Hal ini membuat orang tua tidak perlu berdiri lama di bawah terik matahari.

Petugas keamanan sekolah turut membantu mengatur arus lalu lintas di depan gerbang. Parkir kendaraan ditata rapi agar tidak mengganggu akses jalan warga sekitar Banta-Bantaeng.

Hingga siang hari, tidak ada kendala berarti yang muncul. Semua berkas yang masuk dicek ulang oleh panitia agar sesuai dengan persyaratan SPMB tahun ini.

Dengan berjalan tertibnya hari pertama ini, pihak sekolah optimis proses SPMB selanjutnya akan semakin baik. Harapan Ibu Kepsek sederhana: kerjasama orang tua dan sekolah jadi kunci utama pendidikan anak yang berkualitas. ( Muh. Yahya )


SPMB SDI Kassi Berjalan Tertib dan Lancar di Hari Senin 22 Juli 2026


MULIAINFO. Com.Makassar -- Pelaksanaan SPMB SDI Kassi kembali dimulai pada hari Senin pagi. Sejak pukul 07.30 WITA, halaman dan ruang pendaftaran sekolah sudah dipadati orang tua siswa yang datang bersama calon peserta didik baru. Panitia dan guru piket sudah bersiaga di pintu masuk untuk mengarahkan alur pendaftaran. Suasana awal hari ini terlihat kondusif dan penuh semangat kebersamaan antara pihak sekolah dengan wali murid.

Sistem yang diterapkan tetap mengutamakan ketelitian. Setiap orang tua siswa diminta menyerahkan berkas ke meja verifikasi yang dijaga langsung oleh guru. Guru memeriksa satu per satu mulai dari akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, sampai bukti alamat. Jika ada berkas yang kurang atau tidak sesuai, guru akan langsung memberi arahan agar orang tua segera melengkapinya. Langkah ini bertujuan meminimalisir kesalahan data saat masuk ke sistem.

Setelah dinyatakan lengkap dan ditandatangani oleh guru verifikator, berkas baru boleh dilanjutkan ke meja operator. Di meja operator, seluruh data pendaftar diinput langsung ke portal SPMB resmi. Operator bekerja sesuai nomor antrean agar tidak terjadi tumpang tindih. Dengan alur “guru dulu, operator kemudian” ini, antrean menjadi lebih tertib, rapi, dan tidak menimbulkan penumpukan di satu titik.

Kepala Sekolah menegaskan bahwa SPMB bukan hanya tugas operator. Semua guru wajib bekerja ekstra dan bergotong royong. Ada guru yang bertugas mengarahkan antrean, ada yang membantu fotokopi berkas darurat, dan ada pula yang mendampingi orang tua yang masih bingung mengisi formulir. Kompaknya tim guru membuat beban kerja operator jadi lebih ringan dan proses pendaftaran terasa lebih cepat.

Berkat koordinasi yang baik, suasana di ruang pendaftaran hari ini benar-benar tertib. Orang tua mengantre dengan sabar sesuai nomor urut, tidak ada yang menyerobot. Guru dengan sigap memanggil nama dan memeriksa berkas tanpa terburu-buru. Operator pun bisa fokus menginput data tanpa gangguan. Kedisiplinan inilah yang membuat proses SPMB hari Senin ini berjalan jauh lebih lancar dibanding hari pertama.


Proses input data oleh operator berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jaringan internet sekolah stabil dan portal SPMB tidak mengalami gangguan. Operator dibantu 2 laptop cadangan sehingga jika satu device butuh restart, input data tetap bisa berjalan. Kecepatan mengetik dan ketelitian operator juga membuat antrean di meja input tidak menumpuk terlalu lama.

Orang tua siswa menunjukkan kedisiplinan yang patut diapresiasi. Kebanyakan datang dengan map berisi semua berkas yang sudah disusun rapi sesuai urutan. Banyak juga yang sudah bertanya dulu ke grup WA sekolah, jadi saat di meja guru tidak banyak pertanyaan berulang. Kerjasama orang tua seperti ini sangat membantu mempercepat verifikasi berkas.

Ibu Sukmawati, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDI Kassi turun langsung memantau dari awal sampai akhir kegiatan. Beliau berkeliling mengecek meja verifikasi, meja operator, sampai area antrean. Sesekali beliau memberi motivasi ke guru dan menyapa orang tua agar tetap tenang. Kehadiran beliau membuat seluruh tim bekerja lebih fokus dan bertanggung jawab.

Setelah kegiatan selesai, tim guru melakukan evaluasi singkat. Hasilnya, hari ini SPMB berjalan sangat tertib dan lancar. Tidak ada berkas yang salah input, tidak ada antrean yang membludak, dan tidak ada keluhan dari orang tua. Semua pihak sepakat mempertahankan sistem “cek guru dulu, baru ke operator” karena terbukti efektif.

Dengan semangat gotong royong ini, SDI Kassi optimis target kuota peserta didik baru bisa tercapai sesuai jadwal. Pihak sekolah mengimbau kepada orang tua yang belum sempat mendaftar agar segera melengkapi berkas dan datang sesuai hari yang ditentukan. Panitia juga berterima kasih atas dukungan semua wali murid yang menjaga ketertiban selama proses berlangsung.( Muh. Yahya )



SPMB Jalur Zonasi SD Inpres Bertingkat Bara-baraya II, Berjalan Tertib, Guru Operator Teliti Input Data


MULIAINFO. Com -- Makassar - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru SPMB jalur zonasi hari pertama di UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara- baraya II,   berjalan tertib dan lancar, Senin 22/6/2026. Sejak pukul 07.30 Wita, halaman sekolah sudah ramai orang tua dan calon siswa baru. Meski jumlah pendaftar padat, suasana tetap kondusif karena semua mengikuti alur yang sudah ditentukan panitia SPMB sekolah.

Proses verifikasi dokumen dilakukan langsung oleh tim guru operator yang sudah ditunjuk. Satu persatu berkas KK, akta lahir, ijazah TK/PAUD, dan bukti domisili dicek teliti. Petugas mencocokkan NIK anak dengan data Dukcapil dan memastikan alamat di KK benar-benar masuk radius zonasi sekolah sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

*"Guru operator kami sangat teliti menjemput data dari orang tua. Mereka tidak buru-buru. Satu berkas dicek 2 kali, data diinput lalu dicocokkan lagi. Tujuannya biar tidak ada kesalahan yang merugikan calon siswa," ujar Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres  Bertingkat Bara-baraya II,  Suardi Salpin, S.Pd, .M. M., di sela kegiatan.

Pantauan di lokasi, orang tua siswa datang sesuai jadwal panggilan yang disebar lewat grup WA kelas 6 SD. Tidak ada penumpukan di gerbang. Petugas keamanan dan OSIS bantu arahkan alur antrean: masuk lewat pintu timur, keluar lewat pintu barat. Hasilnya halaman sekolah tetap longgar, udara lancar, dan orang tua tidak berdesakan.

Para siswa yang ikut dampingi orang tua juga tampak tertib dan sopan. Anak-anak duduk rapi di bangku yang disediakan panitia, sebagian membaca buku, sebagian berbincang pelan. Tidak ada yang lari-larian atau teriak. "Siswa sangat tertib dan lancar," ucap Kepsek Suardi Salpin bangga melihat kedisiplinan anak didiknya.


Apresiasi khusus disampaikan kepsek untuk kedisiplinan semua pihak. Menurut Suardi Salpin, kunci kelancaran SPMB ada pada kerja sama. "Siswa sangat tertib dan lancar. Orang tua juga kooperatif bawa berkas lengkap sesuai checklist. Guru operator semangat dari pagi. Ini memudahkan kerja kami dan bikin proses jadi cepat," ucapnya.

Tahun ini sistem SPMB Makassar full online dan terintegrasi. Guru operator wajib teliti saat input NIK, nama, alamat, hingga koordinat rumah sesuai KK. Data ini langsung sinkron ke server Dinas Pendidikan. "Satu angka salah ketik bisa bikin jarak zonasi berubah. Makanya kami latih operator 3 hari sebelum SPMB," jelas kepsek.

Untuk menghindari antrean panjang, panitia buka 3 meja verifikasi paralel. Meja 1 khusus jalur zonasi, meja 2 jalur afirmasi untuk anak kurang mampu, meja 3 jalur mutasi pindah tugas orang tua. Pembagian tugas ini bikin waktu tunggu orang tua cuma 10-15 menit per berkas.

Hingga pukul 12.30 Wita, lebih dari 200 berkas jalur zonasi sudah diverifikasi dan diinput ke sistem. Kepsek menegaskan komitmen sekolah: zero pungli. "Semua gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada titip-titip. Kalau ada yang minta uang atas nama sekolah, langsung lapor ke saya," tegas Suardi Salpin.

Menutup hari pertama, kepsek optimis 3 hari ke depan tetap lancar. "Kami komitmen laksanakan SPMB yang adil, transparan, dan akuntabel. Terima kasih untuk guru operator yang teliti, orang tua yang tertib, dan siswa yang disiplin. Mari jaga bersama sampai pengumuman," tutup Suardi Salpin, S.Pd. M.M,  ( Muh. Yahya )

20 Juni 2026

Kepsek Hj. S,.Pd Hamsinah UPT SPF SDI Kajenjeng Ikuti Pelatihan Pengelolaan Persampahan di Hotel Mercure


MULIAIFON. Com. Makassar -- Kepala Sekolah UPT SPF SDI Kajenjeng, Hj. S.Pd Hamsinah, mengikuti pelatihan pengelolaan persampahan yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Sabtu 20/6/2026. Kegiatan ini diikuti puluhan kepala sekolah SD se-Kota Makassar.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dan pegiat bank sampah. Materi utama: pemilahan sampah organik-anorganik dari sumber, prinsip 3R, dan praktik pembuatan kompos skala rumah tangga.

Hj. S.Pd Hamsinah hadir sejak sesi pembukaan sampai praktik. Beliau aktif bertanya soal cara edukasi anak SD yang masih kelas 1-3. "Anak kecil harus diajar lewat praktik, bukan ceramah panjang," ucapnya.

Menurut kepsek, masalah sampah di sekolah bukan cuma soal tong sampah. Tapi soal kebiasaan. Kalau siswa terbiasa buang bungkus jajan sembarangan, lingkungan sekolah cepat kotor walau petugas kebersihan ada tiap hari.

Setelah dapat ilmu baru, kepsek langsung susun 3 program lanjutan untuk SDI Kajenjeng. Program pertama: Bank Sampah Siswa. Nanti tiap Jumat, siswa kumpulkan botol plastik bekas. Hasil jualnya ditabung untuk kas kelas.


Program kedua: Jumat Bersih. Seluruh warga sekolah - guru, staf, siswa - turun 15 menit sebelum KBM untuk pungut sampah dan sapu halaman. Tujuannya tanamkan budaya kerja bakti sejak kecil.

Program ketiga: Lomba Kelas Adiwiyata. Tiap bulan akan dipilih 3 kelas terbersih dan terindah. Ada piala bergilir + piagam. "Anak-anak kalau ada lomba jadi semangat. Kelas jadi rapi sendiri," kata kepsek sambil tersenyum.

Pihak Hotel Mercure Makassar selaku tuan rumah mengapresiasi antusiasme para kepsek. "Kami senang sekolah mau belajar. Pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari rumah dan sekolah," ujar perwakilan hotel.

Hj. S.Pd Hamsinah menargetkan SDI Kajenjeng bisa tembus predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kecamatan tahun depan. Syaratnya sederhana: disiplin buang sampah, kurangi plastik sekali pakai, dan libatkan orang tua.

"Ilmu sudah dapat, sekarang tinggal eksekusi. Saya minta guru dan siswa kompak. Kalau semua mau bergerak dari hal kecil, insyaAllah SDI Kajenjeng jadi sekolah yang bersih, sehat, dan jadi contoh," tutup kepsek. ( Muh. Yahya )