MULIAINFO, COM - MAKASSAR - Kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah menjadi prioritas utama di UPTD SPF SD Inpres PAI,1 Kota Makassar. Setiap hari, pihak sekolah secara rutin mengontrol WC, kebersihan ruangan, hingga kondisi pintu-pintu sekolah.
Kepala Sekolah UPTD SPF SD Inpres PAI.1 Hj. Hudayat, S.Pd., mengatakan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas biasa, tetapi sudah menjadi budaya dan bentuk kesetiaan sekolah dalam menjaga kenyamanan peserta didik.
“Setiap hari kami kontrol WC-nya. Mau kebersihan dan pintunya selalu kami kontrol. Itu bentuk perhatian kami di sekolah,” ujar Hj. Hudayat kepada Muliainfo, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, WC sekolah harus selalu dalam kondisi bersih, tidak berbau, airnya lancar, lantainya kering, dan pintunya berfungsi dengan baik. Jika ada kerusakan, langsung diperbaiki tanpa menunggu lama.
“Kalau WC bersih, anak-anak sehat, anak-anak nyaman, belajar pun semangat. Kami tidak mau WC sekolah itu jorok dan membuat anak takut ke WC,” tambahnya.
Selain WC, pihak sekolah juga rutin mengontrol pintu-pintu kelas, pintu WC, pintu kantor, hingga pintu gerbang utama. Semua pintu dicek apakah masih kokoh, bisa dikunci, dan aman untuk anak-anak.
Pengontrolan ini dilakukan tiga kali dalam sehari, yakni pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, saat jam istirahat, dan pada saat pulang sekolah.
Petugas kebersihan, guru piket, dan staf sekolah bekerja sama untuk memastikan tidak ada sudut sekolah yang luput dari pengawasan, termasuk area belakang kelas dan area WC.
Yang paling penting, kata Hj. Hudayat, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan antar murid sebelum terjadi.
“Kami menjaga, mencegah hal yang tidak diinginkan antar murid sebelum terjadi. Walau pun halnya kecil, tapi dampaknya sangat besar. Itu prinsip kami,” tegasnya.
Ia menjelaskan, banyak kejadian besar di sekolah sering berawal dari hal kecil yang dibiarkan. Misalnya anak bercanda mengunci pintu WC temannya, anak bersembunyi, anak bertengkar di tempat sepi, atau anak yang iseng mengganggu temannya.
Jika hal kecil tersebut tidak dicegah sejak awal, maka bisa menimbulkan rasa takut, trauma, perkelahian, hingga orang tua merasa tidak percaya lagi kepada sekolah.
Oleh karena itu, guru-guru di SD Inpres Pai,1 selalu siaga dan tidak pernah menganggap remeh laporan kecil dari siswa. Setiap laporan ditindaklanjuti dengan pembinaan dan pendekatan yang humanis.
Para orang tua siswa pun memberikan apresiasi atas kepedulian sekolah ini. Mereka merasa tenang menitipkan anaknya karena sekolah sangat memperhatikan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan anak.
Hj. Hudayat berharap, pola pengawasan seperti ini sangat cocok dicontoh oleh sekolah lain di Kota Makassar. “Ini bentuk perhatian kami, dan sangat cocok dicontoh di sekolah lain. Kebersihan dijaga, pintu dikontrol, anak-anak dijaga,” tutupnya.

