Tampilkan postingan dengan label DLH Kota Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DLH Kota Makassar. Tampilkan semua postingan

01 Oktober 2026

Hari Kesaktian Pancasila 2026, DLH Makassar Teguhkan Nilai Persatuan dan Kebersamaan

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui unggahan di media sosial resminya, DLH Kota Makassar menyampaikan pesan tentang pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Keberagaman yang dimiliki Indonesia dinilai menjadi kekuatan yang perlu dijaga bersama.

“Di tengah keberagaman yang menjadi warna Indonesia, Pancasila hadir sebagai nilai yang menyatukan langkah dan menjaga kita tetap berdiri bersama,” demikian pesan DLH Kota Makassar dalam unggahannya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi DLH Kota Makassar, nilai persatuan dan gotong royong memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Persoalan lingkungan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama dari berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, semangat kebersamaan diharapkan dapat terus tumbuh dalam berbagai upaya menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan Kota Makassar.

Momentum 1 Oktober diharapkan semakin memperkuat kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Makassar dan Indonesia. (*)

 

 

DLH Makassar Dampingi Tim Carbon Trade Tinjau Pengelolaan TPA Tamangapa

 


MULIAINFO.COM,  MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendampingi kunjungan Tim Carbon Trade ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan serta aktivitas pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa. Rombongan meninjau sejumlah area di lokasi, termasuk kawasan timbunan sampah dan fasilitas yang terdapat di dalam area TPA.

Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan DLH Kota Makassar, Tim Carbon Trade bersama jajaran DLH terlihat melakukan peninjauan lapangan. Rombongan juga mengamati sejumlah titik di kawasan TPA Tamangapa sebagai bagian dari kegiatan kunjungan tersebut.

Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menggelar pertemuan bersama pihak terkait. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan kondisi dan pengelolaan TPA Tamangapa.

Kunjungan ini turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai aspek lingkungan dan pengelolaan sampah di TPA Tamangapa, khususnya yang berkaitan dengan isu perdagangan karbon atau carbon trade.

TPA Tamangapa merupakan salah satu fasilitas utama dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar. Aktivitas pengelolaan di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan sampah sekaligus pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, kondisi pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa dapat ditinjau secara langsung. Kehadiran Tim Carbon Trade juga membuka ruang untuk melihat lebih jauh aspek pengelolaan lingkungan yang berkaitan dengan isu perdagangan karbon.

DLH Makassar bersama pihak terkait diharapkan dapat terus memperkuat pengelolaan TPA Tamangapa, sehingga penanganan sampah tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

30 September 2026

DLH Makassar Fokus Benahi Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendorong penguatan anggaran dan kebijakan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membenahi sistem persampahan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan persoalan sampah perlu menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat tantangan pengelolaan persampahan yang semakin membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Helmi dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi RRI Makassar, Rabu (30/9/2026).

“Kalau kita melihat kondisi dan kedaruratan sampah, memang sampah ini perlu mendapatkan prioritas,” kata Helmi.

Menurut Helmi, sistem pengelolaan sampah secara umum terbagi dalam tiga bagian, yakni hulu, median, dan hilir. Untuk sektor hilir, khususnya pembenahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), menurutnya telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar.

Selanjutnya, DLH Makassar akan memperkuat pembenahan pada sektor hulu dan median. Fokus tersebut diarahkan pada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, termasuk melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3R) serta berbagai fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, DLH Makassar juga mendorong dukungan pembiayaan melalui dana kelurahan.

Apabila kebutuhan anggaran belum terpenuhi, penambahan atau pengalokasian kembali anggaran akan diusulkan melalui perubahan anggaran maupun APBD 2027.

Selain mengandalkan APBD, DLH Makassar juga menyiapkan alternatif pembiayaan untuk mendukung pengelolaan sampah. Di antaranya melalui kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta serta peluang pendanaan yang berasal dari perdagangan karbon.

Helmi menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Yang menjadi kunci kesuksesan ini tidak lain dan tidak bukan bukan lagi pemerintah semata, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dengan penguatan pengelolaan dari tingkat sumber hingga hilir, DLH Makassar berharap penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terpadu sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

 

Jelajah Sampah Biringkanaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Makassar Bebas Sampah 2029

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dalam menjaga lingkungan.

Ketua Dewan Lingkungan Hidup berharap kegiatan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Jelajah Sampah ini mari kita jadikan momentum untuk membuka mata, memasang kepedulian, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pesannya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan baru di tengah masyarakat, mulai dari mengurangi hingga mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membangun gerakan pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan masing-masing.

Jelajah Sampah yang memasuki titik ke-13 di Kecamatan Biringkanaya diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.

Ke depan, gerakan tersebut diharapkan melahirkan aksi nyata dan berkelanjutan, terutama dalam mengurangi, memilah, mengolah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)

29 September 2026

Pemkot Makassar dan Unhas Kembangkan Maggot untuk Dukung Pakan Ayam Alope

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membuka kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengelolaan sampah organik melalui pengembangan budidaya maggot yang terintegrasi dengan peternakan ayam Alope Unhas.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Fakultas Peternakan Unhas bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, mengatakan konsep yang ditawarkan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai bahan pakan ayam.

Dalam skema tersebut, Unhas akan menyiapkan bibit maggot sekaligus mendukung proses pengolahan dan pemasaran. Sementara itu, kelompok masyarakat yang dibina Pemerintah Kota Makassar melalui DLH akan berperan dalam proses pembesaran maggot.

“Konsepnya adalah membangun satu ekosistem, mulai dari sampah organik, maggot, hingga menjadi bagian dari rantai pakan ternak,” jelas Syahdar.

Program tersebut ditargetkan memiliki sedikitnya 50 titik percontohan yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Makassar. Penentuan lokasi akan dilakukan melalui asesmen bersama antara Pemkot Makassar dan Unhas dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat serta potensi pengelolaan sampah organik di masing-masing wilayah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan maggot dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Munafri mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek pengelolaan lingkungan, tetapi dapat membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi hingga sektor peternakan.

Kolaborasi Pemkot Makassar dan Unhas tersebut diharapkan dapat menghadirkan model pengelolaan sampah organik yang terintegrasi sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan maggot sebagai bagian dari rantai produksi pakan ternak.

 

 

 

 

 

25 September 2026

Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Prioritaskan Pohon Natif Sulawesi

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melibatkan ahli arborikultur dalam revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin. Pelibatan tenaga ahli tersebut dilakukan untuk memastikan penataan vegetasi tetap memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan, serta kesesuaian dengan karakter kawasan perkotaan.

Ahli arborikultur sekaligus praktisi arsitektur lanskap, Rully Wijaya, mengatakan penanganan pohon dalam proyek tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pohon, karakter sistem perakaran, hingga ketersediaan ruang tumbuh di sepanjang kawasan pedestrian.

Menurut Rully, sejumlah jenis pohon memiliki sistem perakaran yang ekspansif sehingga berpotensi mengganggu atau merusak infrastruktur apabila ditanam pada ruang tumbuh yang terbatas. Karena itu, pemilihan jenis pohon pengganti perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan ruang yang tersedia.

“Sebisa mungkin kita memilih pohon asli atau pohon natif Sulawesi agar adaptasinya lebih cepat,” ujar Rully, Jumat (25/9/2026).

Revitalisasi pedestrian tersebut mencakup jalur Kajaolalido sepanjang 427,9 meter dan Jalan Thamrin sepanjang 225 meter. Pada kawasan yang menjadi lokasi pekerjaan, terdapat sekitar 80 pohon ketapang serta sejumlah pohon mahoni.

Rully menegaskan, penyediaan ruang tumbuh bagi akar harus menjadi bagian penting dalam desain pedestrian. Ruang tumbuh tersebut perlu dirancang agar mampu menyediakan air dan oksigen yang cukup sehingga pohon dapat berkembang secara optimal tanpa mengganggu permukaan pedestrian maupun infrastruktur di sekitarnya.

“Ruang tumbuh akar harus diperhatikan sejak tahap perencanaan, sehingga pohon tetap bisa tumbuh dengan baik tanpa merusak pedestrian,” jelasnya.

Selain penataan vegetasi, revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin juga mencakup penataan utilitas kawasan. Sebanyak 62 tiang fiber optik direncanakan dikonsolidasikan menjadi 17 tiang induk.Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan pedestrian yang lebih nyaman, aman, dan tertata bagi pejalan kaki, sekaligus mempertahankan fungsi ekologis vegetasi sebagai bagian dari ruang terbuka perkotaan.

Dengan pemilihan jenis pohon yang sesuai dan penataan ruang tumbuh yang tepat, revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas fasilitas pejalan kaki, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah perkembangan kawasan perkotaan Makassar.

22 September 2026

DLH Makassar Serahkan Kapal Pengangkut Sampah, Perkuat Kebersihan Pesisir Mariso

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Penanganan sampah di kawasan pesisir Kecamatan Mariso mendapat dukungan sarana baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menyerahkan kapal pengangkut sampah kepada Pemerintah Kecamatan Mariso untuk mendukung percepatan pengangkutan sampah dari kawasan perairan.

Penyerahan kapal tersebut diterima langsung Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, SE, di kawasan MNEK. Kegiatan turut didampingi Sekretaris Camat Mariso, Andi Muhammad Kamil Yamin, S.ST., M.M., serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Mariso, Rusdi, S.Sos., M.M.

Kapal pengangkut sampah tersebut akan menjadi sarana pendukung dalam menangani sampah di sejumlah titik pengumpulan, khususnya kawasan yang memiliki akses pengangkutan melalui jalur air.

Dengan adanya kapal khusus, proses pengangkutan sampah di wilayah pesisir tidak lagi sepenuhnya bergantung pada akses darat. Sampah yang terkumpul di kawasan perairan dapat segera dimobilisasi menuju lokasi penanganan sehingga potensi penumpukan dan pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.

Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba mengapresiasi dukungan sarana yang diberikan DLH Kota Makassar. Menurutnya, kapal pengangkut sampah sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kebersihan, terutama di wilayah Kecamatan Mariso yang memiliki kawasan pesisir dan sejumlah akses lingkungan melalui jalur air.

“Kehadiran kapal pengangkut sampah ini sangat kami butuhkan dan sangat bermanfaat. Ini akan sangat membantu kami memperbaiki kinerja pelayanan kebersihan, terutama di wilayah yang aksesnya dilalui jalur air,” ujar Syahrir.

Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Mariso berkomitmen memanfaatkan kapal tersebut secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Selain pemanfaatan, aspek pengelolaan dan perawatan kapal juga menjadi perhatian agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan dalam mendukung pelayanan kebersihan.

“Kami berkomitmen untuk mengelola, merawat, dan memanfaatkannya sebaik-baiknya demi kepentingan umum, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kenyamanan hidup seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Pemerintah Kecamatan Mariso berharap dukungan sarana tersebut dapat memperkuat sistem pengelolaan persampahan, khususnya di kawasan pesisir dan perairan.

Kapal pengangkut sampah ini diharapkan mampu mempercepat mobilisasi sampah dari titik-titik pengumpulan menuju lokasi penanganan. Kehadiran sarana tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan Mariso yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. (*)

20 September 2026

World Cleanup Day 2026, Pemkot Makassar Angkut 74 Kg Sampah di Mariso

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menggelar aksi bersih-bersih dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan TPST3R Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Minggu (20/9/2026).

Aksi tersebut dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa. Kegiatan turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, komunitas lingkungan, serta masyarakat.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kawasan daratan, aliran sungai hingga pesisir. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenis untuk mengetahui komposisi sekaligus memaksimalkan potensi pengolahannya.

Camat Mariso Syahril mengatakan, dalam aksi tersebut terkumpul sebanyak 74 kilogram sampah, terdiri atas 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik, dan 12 kilogram residu.

Selain itu, sekitar 11 kilogram limbah laut juga berhasil diangkat dari kawasan perairan di sekitar lokasi kegiatan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, momentum World Cleanup Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, aksi bersih lingkungan harus menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia pun mendorong agar gerakan Jumat Bersih terus dilaksanakan setiap pekan dengan melibatkan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Yang paling penting bukan hanya membersihkan, tetapi bagaimana membangun kebiasaan untuk menjaga lingkungan secara terus-menerus,” ujar Munafri.

Pemkot Makassar juga terus mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik yang telah dipisahkan dinilai lebih mudah dikelola, diolah, serta memiliki potensi nilai manfaat dan ekonomi.Di sisi lain, TPST3R Panambungan saat ini menangani sekitar tiga ton sampah per hari yang berasal dari wilayah Kecamatan Mariso. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pengelolaan sampah di tingkat kawasan.

Munafri berharap pengelolaan persampahan di Makassar dapat dilakukan secara terintegrasi, mulai dari sumber sampah hingga proses pengolahan di hilir.

Menurutnya, keberhasilan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan bersama-sama, mulai dari hulu sampai hilir. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa keterlibatan masyarakat,” katanya.

 

 

 

 

 

WCD 2026 di Makassar, 74 Kg Sampah Terkumpul dari Daratan hingga Pesisir Mariso

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menggelar aksi bersih-bersih dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan TPST3R Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Minggu (20/9/2026).

Aksi tersebut dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa. Kegiatan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, komunitas lingkungan, serta masyarakat.

Pembersihan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan daratan, aliran sungai hingga pesisir. Sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dipilah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumber.

Camat Mariso Syahril mengatakan, total sampah yang terkumpul dalam aksi tersebut mencapai 74 kilogram. Rinciannya terdiri dari 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik, dan 12 kilogram residu.

Selain sampah dari kawasan daratan, sekitar 11 kilogram limbah laut juga berhasil diangkat dari kawasan perairan sekitar lokasi kegiatan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, momentum WCD tidak seharusnya berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata. Menurutnya, gerakan tersebut perlu menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia juga meminta gerakan Jumat Bersih terus dilaksanakan secara rutin setiap pekan dengan melibatkan masyarakat di berbagai wilayah.

Pemkot Makassar turut mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Pemilahan tersebut diharapkan dapat memudahkan proses pengolahan sampah organik dan anorganik sehingga memiliki nilai manfaat.

Sementara itu, TPST3R Panambungan saat ini menangani sekitar tiga ton sampah setiap hari yang berasal dari wilayah Kecamatan Mariso.

Munafri berharap sistem pengelolaan sampah di Makassar dapat dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga sebagai sumber sampah hingga proses pengolahan di hilir.

Menurutnya, penanganan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.

“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga harus mengambil bagian agar pengelolaan sampah bisa berjalan dari hulu sampai hilir,” ujar Munafri.

 

 

 

World Cleanup Day di Losari, Munafri Jajal Kapal Pembersih Limbah Laut

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin aksi bersih-bersih dalam rangka World Cleanup Day 2026 di kawasan Pantai Losari, Minggu (20/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Munafri turut menjajal kapal pembersih limbah laut yang saat ini masih dalam tahap uji coba.

Munafri berangkat dari Dermaga Tugu MNEK Pantai Losari menuju lokasi utama kegiatan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso.

Aksi yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar tersebut melibatkan Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Dewan Lingkungan, komunitas lingkungan, TP PKK, serta para ketua RT/RW se-Kecamatan Mariso.

Kegiatan diisi dengan berbagai aksi lingkungan, mulai dari pembersihan sampah di darat, sungai, dan kawasan pesisir, hingga pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.

Camat Mariso Syahril mengatakan, dalam aksi tersebut terkumpul sebanyak 74 kilogram sampah. Rinciannya, 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram anorganik, dan 12 kilogram residu.

Selain sampah yang dikumpulkan dari daratan, sekitar 11 kilogram limbah laut juga berhasil diangkat dari perairan menggunakan armada pembersih.

Munafri Dorong Gerakan Kebersihan Berkelanjutan

Munafri mengatakan, peringatan World Cleanup Day tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan bersih-bersih yang dilakukan sekali dalam setahun. Menurutnya, semangat menjaga kebersihan perlu diterapkan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan di tingkat masyarakat.

Ia mendorong agar gerakan kebersihan terus dilakukan, salah satunya melalui program Jumat Bersih serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Karena kebersihan itu tidak hanya untuk kita, tapi kebersihan ini adalah untuk masa depan, untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Pemkot Makassar juga terus mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi pakan ternak maupun produk lain yang memiliki manfaat, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

TPST3R Panambungan Berkapasitas Tiga Ton per Hari

TPST3R Panambungan menjadi salah satu fasilitas pengelolaan sampah yang berada di Kecamatan Mariso. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar tiga ton sampah per hari.

Keberadaan TPST3R diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis kawasan sekaligus mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Munafri juga memastikan pemerintah kota akan memperkuat dukungan terhadap Bank Sampah Pusat. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan transaksi serta pembayaran kepada masyarakat yang menyetorkan sampah dapat berjalan lebih optimal.

“Saya pastikan, mulai tahun depan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pembayaran sampah di Bank Sampah Unit ini. Bank Sampah Pusatnya akan di-support full oleh pemerintah,” tegasnya.

Pemkot Makassar berharap penguatan fasilitas pengelolaan sampah, armada kebersihan, serta keterlibatan masyarakat dapat membangun kebiasaan baru dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya. (*)

 

19 September 2026

SMPN 10 Makassar Kantongi Sertifikat Adiwiyata, Siap Naik ke Tingkat Provinsi

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar resmi menerima Sertifikat Sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Capaian tersebut menjadi langkah awal bagi sekolah untuk terus mengembangkan budaya peduli lingkungan sekaligus mempersiapkan diri menuju penilaian di tingkat yang lebih tinggi.(19/09/2026)

Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin A, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh keluarga besar UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar. Terima kasih kepada bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, para siswa khususnya kader-kader Adiwiyata, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar yang tanpa lelah mendukung program lingkungan ini,” ujar Misbahuddin.

Menurutnya, sertifikat Adiwiyata menjadi pijakan bagi sekolah untuk terus mengembangkan berbagai program lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan. Predikat tersebut, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk menjaga konsistensi budaya peduli lingkungan dalam aktivitas sekolah.

Misbahuddin menekankan bahwa sinergi dengan berbagai pihak turut mendukung keberhasilan program tersebut. Sekolah mengapresiasi dukungan, kemitraan, dan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah terjalin dengan sejumlah instansi dan lembaga.

Di antaranya DLH Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polsek Bontoala, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan Bontoala, pemerintah kelurahan, Bank Sampah Makassar, serta berbagai instansi dan mitra lainnya.

Perkuat Program Lingkungan

Meski telah memperoleh sertifikat Adiwiyata, pihak sekolah menyadari bahwa upaya membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan masih membutuhkan proses berkelanjutan.

Penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat berbagai inovasi program lingkungan di lingkungan sekolah. Pengawasan, pemantauan, serta pembinaan secara rutin juga akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan Adiwiyata berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata bagi warga sekolah.

Upaya tersebut sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter serta kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.

Ke depan, SMP Negeri 10 Makassar akan memperkuat sejumlah program, di antaranya pengelolaan sampah terpadu, penghijauan lingkungan sekolah, penghematan energi, serta pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Kader-kader Adiwiyata juga diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dengan mengajak siswa lainnya menerapkan perilaku ramah lingkungan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Misbahuddin berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program Adiwiyata hingga dapat mengikuti tahapan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan selanjutnya tingkat nasional.

“Kami optimistis, melalui semangat gotong royong dan inovasi tanpa henti, UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar dapat mewujudkan generasi muda yang bernalar kritis, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup,” tutupnya. (*)

 

 

 

 

08 September 2026

DLH Makassar Tambah Armada Operasional untuk Perkuat Kebersihan Pasar Senggol

 


MULIAINFO.COM,  MAKASSAR – Upaya menjaga kebersihan dan kerapian Pasar Sambung Jawa, yang lebih dikenal sebagai Pasar Senggol, terus diperkuat. Salah satunya melalui penambahan sarana operasional bagi petugas kebersihan di kawasan pasar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memberikan dukungan berupa satu unit kendaraan roda tiga jenis Viar untuk menunjang aktivitas petugas dalam menangani kebersihan lingkungan pasar.Kendaraan operasional tersebut diserahkan Direktur Umum Perumda Pasar Makassar, Irfan Darmawan, kepada Kepala Pasar Sambung Jawa, Taufik Habir.Irfan mengapresiasi perhatian DLH Kota Makassar yang menjadikan Pasar Sambung Jawa sebagai salah satu penerima bantuan kendaraan operasional kebersihan.Menurutnya, tambahan armada tersebut akan memberikan dukungan nyata bagi petugas, khususnya dalam meningkatkan mobilitas dan efektivitas penanganan sampah di kawasan pasar.

“Ini patut kita syukuri karena pihak DLH Kota Makassar memilih Pasar Sambung Jawa untuk diberikan bantuan ini. Tentunya ini sangat membantu kelancaran operasional kebersihan di pasar,” ujar Irfan, Selasa (8/9/2026).

Penyerahan kendaraan tersebut turut disaksikan Kabag Ketertiban dan Keindahan, Kabag Umum, serta Kasubag Aset Perumda Pasar Makassar.Irfan menuturkan, bantuan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja jajaran Pasar Sambung Jawa yang selama ini terus berupaya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan pasar.

“Ini juga tidak lepas dari kinerja teman-teman di pasar yang terus bergerak dan berjuang dalam menjaga kebersihan dan kerapian pasarnya,” katanya.

Ia berharap kendaraan roda tiga tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama untuk memudahkan petugas mengangkut sampah dari berbagai titik di kawasan pasar.Dengan adanya tambahan armada, mobilitas petugas diharapkan semakin efektif sehingga proses pengangkutan dan penanganan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan teratur.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan semakin memudahkan teman-teman petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya,” harapnya.

Irfan menambahkan, Perumda Pasar Makassar memandang kebersihan sebagai salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.Pasar yang bersih dan tertata tidak hanya mendukung kenyamanan aktivitas jual beli, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak bagi seluruh pengguna pasar.Karena itu, dukungan sarana operasional kebersihan diharapkan semakin memperkuat upaya jajaran Pasar Sambung Jawa dalam menjaga kondisi lingkungan pasar secara berkelanjutan.Bagi Perumda Pasar Makassar, menjaga kebersihan pasar bukan sekadar persoalan mengangkut sampah, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan ruang ekonomi yang nyaman, sehat, dan layak bagi masyarakat.

“Dengan dukungan armada baru ini, kebersihan dan kerapian Pasar Senggol semakin terjaga sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung yang beraktivitas di kawasan pasar,” tutup Irfan. (*)

31 Agustus 2026

SMP Negeri 10 Makassar Perkuat Program Lingkungan Menuju Sekolah Adiwiyata 2026

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar terus memperkuat berbagai program peduli dan berbudaya lingkungan sebagai bagian dari persiapan menuju Sekolah Adiwiyata 2026.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Bank Sampah Unit (BSU) ASOKA, serta DLH Provinsi Sulawesi Selatan. Berbagai elemen sekolah secara bersama-sama melakukan pembenahan, evaluasi, dan penguatan program lingkungan di kawasan sekolah.

Persiapan menuju Adiwiyata tersebut berlangsung pada Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi SMP Negeri 10 Makassar untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, nyaman, dan berkelanjutan.

Sejumlah aspek lingkungan menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan dan pemilahan sampah, penghijauan, pemanfaatan air secara bijak, penghematan energi, hingga kebersihan lingkungan sekolah.

Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin A, S.Pd., MM, mengatakan, persiapan menuju Sekolah Adiwiyata membutuhkan komitmen, kebersamaan, serta konsistensi seluruh warga sekolah.

“Adiwiyata bukan sekadar sebuah predikat, tetapi merupakan proses membangun karakter dan budaya peduli lingkungan. Karena itu, kami ingin seluruh warga sekolah terlibat dan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Misbahuddin.

Ia menuturkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.

Menurutnya, sinergi bersama DLH Kota Makassar, BSU ASOKA, dan DLH Provinsi Sulawesi Selatan memberikan kesempatan bagi sekolah untuk terus belajar, melakukan evaluasi, serta mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Di lingkungan sekolah, sejumlah kebiasaan sederhana juga terus didorong agar menjadi budaya bersama. Di antaranya memilah dan mengelola sampah, menjaga kebersihan, merawat tanaman, menggunakan air secara bijak, serta menghemat penggunaan energi.

Program Adiwiyata pada dasarnya tidak hanya berfokus pada kondisi fisik lingkungan sekolah. Program tersebut juga menjadi sarana untuk membangun karakter dan kesadaran ekologis peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.

Melalui penguatan program dan kolaborasi tersebut, SMP Negeri 10 Makassar berharap budaya peduli lingkungan tidak hanya menjadi bagian dari persiapan menuju Adiwiyata 2026, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.

 

 

 

25 Agustus 2026

DLH Makassar Inventarisasi 1.073 Motor Roda Tiga, Pengangkutan Sampah Terus Diperkuat

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat sistem pengelolaan persampahan dengan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pengangkutan sampah di tengah tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

Hingga 2026, armada persampahan Kota Makassar terdiri atas berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor roda tiga, armada Tangkasaki, dump truck, arm roll truck, hingga mobil sampah compactor.

“Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju lokasi TPA sesuai jenis kategori pemilahan sampah,” jelas Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan data inventarisasi DLH Makassar yang tersebar di 14 kecamatan, terdapat 1.073 unit motor roda tiga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 760 unit masih dalam kondisi baik dan aktif beroperasi, 236 unit mengalami rusak ringan, sementara 77 unit lainnya masuk kategori rusak berat.

Selain motor roda tiga, Pemkot Makassar memiliki 221 unit armada Tangkasaki. Sebanyak 183 unit dalam kondisi baik dan masih beroperasi, 35 unit mengalami rusak ringan, sedangkan tiga unit mengalami rusak berat.

Untuk jenis dump truck atau armada terbuka, tercatat sebanyak 147 unit. Sebanyak 103 unit di antaranya masih dalam kondisi baik dan beroperasi, sementara 44 unit mengalami rusak ringan. Tidak terdapat armada dump truck yang tercatat dalam kategori rusak berat.

Sementara itu, armada arm roll truck tercatat sebanyak 62 unit. Sebanyak 44 unit masih dalam kondisi baik dan beroperasi, sedangkan 18 unit mengalami rusak ringan. Selain itu, terdapat dua unit yang masuk kategori rusak berat.

Untuk arm roll truck dengan kapasitas lebih dari 10 meter kubik, tersedia 16 unit. Dari jumlah tersebut, delapan unit masih beroperasi, empat unit mengalami rusak ringan, dan empat unit lainnya mengalami rusak berat.

Adapun mobil sampah compactor berjumlah tujuh unit. Sebanyak lima unit masih beroperasi, sedangkan dua unit lainnya mengalami kerusakan.

Helmy mengatakan, data tersebut menunjukkan sistem pengangkutan sampah di Kota Makassar ditopang oleh armada dengan jenis dan kapasitas yang beragam. Namun, kondisi sebagian kendaraan yang mengalami kerusakan tetap menjadi perhatian pemerintah agar tidak mengganggu efektivitas pelayanan pengangkutan sampah di lapangan.

“Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penambahan maupun peremajaan armada. Kita juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan,” tuturnya.

Menurut Helmy, pengurangan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan juga harus dimulai dari sumbernya. Masyarakat didorong memilah sampah sejak dari rumah sehingga sebagian sampah dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi pakan maggot, pakan ternak, maupun pupuk kompos. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan dapat memiliki nilai manfaat.

“Dengan cara tersebut, sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan dapat berubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” katanya.

Helmy menambahkan, sejumlah fasilitas pendukung yang masih terbatas akan terus dilengkapi secara bertahap. Tahun ini, Pemkot Makassar melalui DLH juga menyiapkan penambahan armada berupa tiga unit mobil serta sejumlah motor sampah.

Penambahan sarana tersebut dilakukan untuk mendukung penerapan program pemilahan sampah agar berjalan lebih efektif. Selain armada pengangkut, pemerintah juga terus memperkuat fasilitas pengolahan sampah berbasis wilayah di tingkat kecamatan.

“Dari sisi sarana pengangkutan, penambahan armada tahun ini merupakan kelanjutan dari dukungan yang telah direalisasikan pada tahun sebelumnya,” jelas Helmy.

Pemkot Makassar berharap penguatan armada dan sarana pengolahan tersebut dapat berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya. (*)

23 Agustus 2026

Jelajah Sampah di Barrang Lompo, DLH Makassar Kumpulkan 445,04 Kg Sampah

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dewan Lingkungan Kota Makassar terus mendorong gerakan pemilahan sampah dengan melibatkan masyarakat melalui edukasi dan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Jelajah Sampah dan aksi bersih-bersih di Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman, Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa, jajaran pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan aksi tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 445,04 kilogram sampah dari berbagai jenis.

Sampah yang terkumpul terdiri atas 1,25 kilogram sampah organik, 233,05 kilogram sampah anorganik, 202 kilogram sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta 8,74 kilogram residu.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, peserta cukup banyak karena dari pihak kecamatan juga melaksanakan jalan sehat dalam rangka memperingati kemerdekaan, sekaligus ikut dalam aksi bersih-bersih,” ujar Helmy.

Selain aksi plogging dan bersih-bersih, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong kesadaran warga kepulauan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Helmy menjelaskan, seluruh sampah yang terkumpul tidak langsung diangkut ke daratan Kota Makassar. Kondisi geografis wilayah kepulauan serta keterbatasan transportasi membuat penanganan sampah perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Untuk sampah yang terkumpul, kita selesaikan di pulau. Karena jumlahnya cukup banyak dan transportasinya juga cukup sulit,” katanya.

DLH Kota Makassar memfasilitasi pengangkutan sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk dibawa ke daratan. Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis ditangani di wilayah pulau.

“Untuk saat ini, kami memfasilitasi pengangkutan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk dibawa ke kota. Sedangkan yang tidak mempunyai nilai ekonomis diselesaikan di pulau,” tuturnya.

Menurut Helmy, pola tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang menyesuaikan karakteristik wilayah kepulauan. Penanganan sampah diharapkan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Gerakan Jelajah Sampah di Barrang Lompo, Pemkot Makassar terus mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber hingga ke wilayah kepulauan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menangani sampah sejak dari sumbernya sebelum menimbulkan persoalan lingkungan.

“Melalui kolaborasi pemerintah, Dewan Lingkungan, kecamatan, dan masyarakat, gerakan pemilahan sampah kita harapkan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan Kota Makassar,” tutup Helmy. (*)

16 Agustus 2026

Jelajah Sampah DLH Makassar Capai 14 Kecamatan, Edukasi Pemilahan Terus Digencarkan

 



MULIAINFO.COM, MAKASSAR
— Program Jelajah Sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar kembali menyasar Kecamatan Tamalanrea, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi titik ke-14 sejak program Jelajah Sampah pertama kali digelar pada Juni 2026.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa.

Jelajah Sampah tidak sekadar diisi dengan aksi memungut sampah. Warga juga diajak melihat secara langsung persoalan persampahan di lingkungan sekitar sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Munafri mengatakan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, komunitas, hingga berbagai unsur lainnya.

“Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, komunitas hingga berbagai unsur lainnya,” kata Munafri.

Ia menjelaskan, kebiasaan memilah sampah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani persoalan persampahan.

Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, kata Munafri, perlu dipilah berdasarkan jenisnya agar dapat dikelola sesuai karakter masing-masing.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat, dibantu oleh pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini sangat penting menjaga kebersihan kota,” jelasnya.

Jadi Ruang Edukasi Persampahan

Munafri menilai kegiatan Jelajah Sampah dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Warga tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga memahami bahwa sebagian sampah masih dapat diolah dan memiliki nilai manfaat.

“Lewat Jelajah Sampah ini, kita tidak hanya datang untuk memungut dan membersihkan, tetapi juga untuk membuka mata dan memasang kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pengetahuan dan kebiasaan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dikemas secara edukatif dan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, komunitas, serta masyarakat.

Berbagai materi edukasi diberikan kepada peserta, mulai dari pengolahan sampah menggunakan biopori dan komposter, pengolahan sampah organik dengan maggot, hingga pembuatan eco-enzyme.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan Jelajah Sampah merupakan kegiatan edukasi dan kolaborasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai persoalan persampahan sekaligus memperkenalkan berbagai solusi pengelolaannya.

“Jelajah Sampah Kota Makassar merupakan sebuah kegiatan yang sifatnya edukasi dan kolaboratif,” kata Helmy.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperlihatkan secara langsung jenis sampah yang dihasilkan masyarakat serta mendorong agar pengelolaan dilakukan sejak dari sumbernya.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membatasi timbulan sampah dan mengelolanya secara mandiri.

Helmy menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

Kumpulkan 13,6 Kilogram Sampah di Tamalanrea

Selain kegiatan indoor, peserta juga mengikuti sejumlah aktivitas outdoor, seperti talk show, diskusi persoalan sampah, pameran produk daur ulang, aksi plogging, hingga penimbangan sampah.

Dalam aksi plogging di Tamalanrea, peserta berhasil mengumpulkan 13,6 kilogram sampah. Sampah tersebut terdiri atas 1,02 kilogram sampah organik, 3,12 kilogram anorganik, 0,18 kilogram bahan berbahaya dan beracun (B3), serta 8,74 kilogram residu.

Berdasarkan rekapitulasi timbulan sampah dari aksi bersih Jelajah Sampah 2026, total sampah yang telah dikumpulkan dari 14 wilayah mencapai 1.516,24 kilogram.

Jumlah tersebut terdiri atas 427,10 kilogram sampah organik, 508,16 kilogram sampah anorganik, dan 567,50 kilogram residu.

Sampah yang terkumpul selanjutnya diarahkan sesuai jenis dan karakteristiknya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik disalurkan melalui bank sampah, sementara sampah residu ditangani oleh DLH.

Sebagai perbandingan, pada kegiatan di Kecamatan Panakkukang sebelumnya, terkumpul 78 kilogram sampah yang terdiri atas 48 kilogram organik, 13 kilogram anorganik, dan 17 kilogram residu.

Kegiatan Jelajah Sampah di Tamalanrea berlangsung di Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Wilayah tersebut berada di kawasan yang sebagian berbatasan dengan Kecamatan Biringkanaya.

Melalui kegiatan yang menyatukan edukasi dan aksi lapangan tersebut, DLH Makassar mendorong agar kesadaran memilah dan mengelola sampah tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

05 Agustus 2026

DLH Makassar Jelaskan Cara Pilah Sampah dari Rumah agar Lebih Mudah

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meluruskan anggapan masyarakat yang menilai pemilahan sampah membutuhkan waktu lama dan merepotkan.DLH menegaskan, pemilahan sampah justru dilakukan sejak awal ketika sampah dibuang, bukan setelah seluruh sampah tercampur dan kemudian dipilah kembali.

“Pemilahan sampah itu bukan dilakukan setelah sampah tercampur lalu dipilah kembali saat ada petugas, yang memang membutuhkan banyak waktu,” ujar Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Muda DLH Makassar, Sandra Wulan, saat coffee morning di salah satu kafe di Makassar, Rabu (5/8/2026).

Sandra menjelaskan, sebelum sampah diangkut petugas, masyarakat diharapkan telah melakukan pemilahan secara mandiri di rumah. Sampah rumah tangga dipisahkan berdasarkan jenisnya menggunakan wadah yang berbeda.

“Prosesnya sama seperti membuang sampah biasa. Kita hanya perlu menyediakan tempat sampah yang berbeda sesuai jenisnya, yakni organik, anorganik, dan residu,” jelasnya.

Pengolahan Sampah Organik Tak Harus dengan Kompos

Sandra juga menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin mengolah sampah organik tidak harus menggunakan metode kompos konvensional. Menurutnya, terdapat sejumlah alternatif sederhana yang dapat disesuaikan dengan kondisi rumah dan ketersediaan lahan.

“Terkait pengolahan sampah organik, sebetulnya tidak wajib menggunakan kompos atau ditanam di tanah. Masyarakat bisa menggunakan alat yang lebih sederhana, misalnya ember tumpuk atau biopori jika lahannya terbatas,” katanya.

Selain mengolah sendiri, masyarakat juga dapat membawa sampah organik yang telah dipilah ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).Bagi warga yang tidak memiliki waktu untuk mengantarkan sampah ke TPS3R, layanan pengangkutan tetap tersedia.

“Petugas yang akan mengangkut sampah terpilah tersebut ke TPS3R, seperti contohnya di Brikana atau Mariso. Namun bagi daerah yang belum memiliki TPS3R, saat ini diharapkan masyarakat dapat mengolah sampahnya secara mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Bank Sampah Diperkuat hingga Tingkat RT/RW

Seiring penerapan program pemilahan sampah, Pemkot Makassar juga akan memperkuat keberadaan bank sampah hingga tingkat RT/RW.Langkah tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 271 Tahun 2025. Penguatan bank sampah diharapkan memudahkan masyarakat menyalurkan sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah.

“Ke depannya, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 271 Tahun 2025, Bank Sampah akan diperkuat hingga hadir di setiap RT/RW agar masyarakat lebih mudah menyetor sampah anorganik,” kata Sandra.

Masa Transisi Tiga Bulan

Sandra menambahkan, sosialisasi mengenai pemilahan sampah akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Makassar memberikan masa transisi selama tiga bulan sebelum penerapan sanksi administratif.

“Sosialisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Sesuai dengan surat edaran, ada masa transisi selama tiga bulan. Diharapkan dalam kurun waktu tiga bulan ini, sistem pemilahan di masyarakat sudah berjalan dan menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Setelah masa transisi berakhir, sanksi administratif dapat diterapkan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Meski demikian, pemerintah tetap mengutamakan pendekatan persuasif melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Namun perlu dicatat bahwa Pemerintah Kota Makassar tetap akan mengedepankan pendekatan edukasi dan pendampingan terlebih dahulu sebelum menerapkan sanksi,” tegas Sandra. (*)