MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan
Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya diharapkan semakin memperkuat
kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dalam
menjaga lingkungan.
Ketua Dewan Lingkungan Hidup berharap kegiatan Jelajah Sampah di
Kecamatan Biringkanaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat
menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam
pengelolaan sampah.
“Jelajah Sampah ini mari kita jadikan momentum untuk membuka
mata, memasang kepedulian, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pesannya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam
membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut
juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan baru di tengah
masyarakat, mulai dari mengurangi hingga mengelola sampah secara bertanggung
jawab.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk tidak hanya
menjadi peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membangun gerakan pengelolaan
sampah yang dimulai dari lingkungan masing-masing.
Jelajah Sampah yang memasuki titik ke-13 di Kecamatan
Biringkanaya diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi dan
kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi
berbagai elemen masyarakat dalam mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.
Ke depan, gerakan tersebut diharapkan melahirkan aksi nyata dan
berkelanjutan, terutama dalam mengurangi, memilah, mengolah, dan mengelola
sampah sejak dari sumbernya.
Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia
usaha, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu
pihak, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan Makassar
yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)
