Tampilkan postingan dengan label DLH Kota Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DLH Kota Makassar. Tampilkan semua postingan

01 Oktober 2026

Hari Kesaktian Pancasila 2026, DLH Makassar Teguhkan Nilai Persatuan dan Kebersamaan

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui unggahan di media sosial resminya, DLH Kota Makassar menyampaikan pesan tentang pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Keberagaman yang dimiliki Indonesia dinilai menjadi kekuatan yang perlu dijaga bersama.

“Di tengah keberagaman yang menjadi warna Indonesia, Pancasila hadir sebagai nilai yang menyatukan langkah dan menjaga kita tetap berdiri bersama,” demikian pesan DLH Kota Makassar dalam unggahannya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi DLH Kota Makassar, nilai persatuan dan gotong royong memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Persoalan lingkungan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama dari berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, semangat kebersamaan diharapkan dapat terus tumbuh dalam berbagai upaya menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan Kota Makassar.

Momentum 1 Oktober diharapkan semakin memperkuat kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Makassar dan Indonesia. (*)

 

 

DLH Makassar Dampingi Tim Carbon Trade Tinjau Pengelolaan TPA Tamangapa

 


MULIAINFO.COM,  MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendampingi kunjungan Tim Carbon Trade ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kamis (1/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan serta aktivitas pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa. Rombongan meninjau sejumlah area di lokasi, termasuk kawasan timbunan sampah dan fasilitas yang terdapat di dalam area TPA.

Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan DLH Kota Makassar, Tim Carbon Trade bersama jajaran DLH terlihat melakukan peninjauan lapangan. Rombongan juga mengamati sejumlah titik di kawasan TPA Tamangapa sebagai bagian dari kegiatan kunjungan tersebut.

Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menggelar pertemuan bersama pihak terkait. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan kondisi dan pengelolaan TPA Tamangapa.

Kunjungan ini turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai aspek lingkungan dan pengelolaan sampah di TPA Tamangapa, khususnya yang berkaitan dengan isu perdagangan karbon atau carbon trade.

TPA Tamangapa merupakan salah satu fasilitas utama dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar. Aktivitas pengelolaan di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan sampah sekaligus pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, kondisi pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa dapat ditinjau secara langsung. Kehadiran Tim Carbon Trade juga membuka ruang untuk melihat lebih jauh aspek pengelolaan lingkungan yang berkaitan dengan isu perdagangan karbon.

DLH Makassar bersama pihak terkait diharapkan dapat terus memperkuat pengelolaan TPA Tamangapa, sehingga penanganan sampah tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

30 September 2026

DLH Makassar Fokus Benahi Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendorong penguatan anggaran dan kebijakan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membenahi sistem persampahan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan persoalan sampah perlu menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat tantangan pengelolaan persampahan yang semakin membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Helmi dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi RRI Makassar, Rabu (30/9/2026).

“Kalau kita melihat kondisi dan kedaruratan sampah, memang sampah ini perlu mendapatkan prioritas,” kata Helmi.

Menurut Helmi, sistem pengelolaan sampah secara umum terbagi dalam tiga bagian, yakni hulu, median, dan hilir. Untuk sektor hilir, khususnya pembenahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), menurutnya telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar.

Selanjutnya, DLH Makassar akan memperkuat pembenahan pada sektor hulu dan median. Fokus tersebut diarahkan pada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, termasuk melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3R) serta berbagai fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, DLH Makassar juga mendorong dukungan pembiayaan melalui dana kelurahan.

Apabila kebutuhan anggaran belum terpenuhi, penambahan atau pengalokasian kembali anggaran akan diusulkan melalui perubahan anggaran maupun APBD 2027.

Selain mengandalkan APBD, DLH Makassar juga menyiapkan alternatif pembiayaan untuk mendukung pengelolaan sampah. Di antaranya melalui kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta serta peluang pendanaan yang berasal dari perdagangan karbon.

Helmi menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Yang menjadi kunci kesuksesan ini tidak lain dan tidak bukan bukan lagi pemerintah semata, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dengan penguatan pengelolaan dari tingkat sumber hingga hilir, DLH Makassar berharap penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terpadu sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

 

Jelajah Sampah Biringkanaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Makassar Bebas Sampah 2029

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dalam menjaga lingkungan.

Ketua Dewan Lingkungan Hidup berharap kegiatan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Jelajah Sampah ini mari kita jadikan momentum untuk membuka mata, memasang kepedulian, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pesannya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan baru di tengah masyarakat, mulai dari mengurangi hingga mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membangun gerakan pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan masing-masing.

Jelajah Sampah yang memasuki titik ke-13 di Kecamatan Biringkanaya diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.

Ke depan, gerakan tersebut diharapkan melahirkan aksi nyata dan berkelanjutan, terutama dalam mengurangi, memilah, mengolah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)

29 September 2026

Pemkot Makassar dan Unhas Kembangkan Maggot untuk Dukung Pakan Ayam Alope

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membuka kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengelolaan sampah organik melalui pengembangan budidaya maggot yang terintegrasi dengan peternakan ayam Alope Unhas.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Fakultas Peternakan Unhas bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, mengatakan konsep yang ditawarkan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai bahan pakan ayam.

Dalam skema tersebut, Unhas akan menyiapkan bibit maggot sekaligus mendukung proses pengolahan dan pemasaran. Sementara itu, kelompok masyarakat yang dibina Pemerintah Kota Makassar melalui DLH akan berperan dalam proses pembesaran maggot.

“Konsepnya adalah membangun satu ekosistem, mulai dari sampah organik, maggot, hingga menjadi bagian dari rantai pakan ternak,” jelas Syahdar.

Program tersebut ditargetkan memiliki sedikitnya 50 titik percontohan yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Makassar. Penentuan lokasi akan dilakukan melalui asesmen bersama antara Pemkot Makassar dan Unhas dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat serta potensi pengelolaan sampah organik di masing-masing wilayah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan maggot dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Munafri mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek pengelolaan lingkungan, tetapi dapat membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi hingga sektor peternakan.

Kolaborasi Pemkot Makassar dan Unhas tersebut diharapkan dapat menghadirkan model pengelolaan sampah organik yang terintegrasi sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan maggot sebagai bagian dari rantai produksi pakan ternak.

 

 

 

 

 

25 September 2026

Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Prioritaskan Pohon Natif Sulawesi

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melibatkan ahli arborikultur dalam revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin. Pelibatan tenaga ahli tersebut dilakukan untuk memastikan penataan vegetasi tetap memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan, serta kesesuaian dengan karakter kawasan perkotaan.

Ahli arborikultur sekaligus praktisi arsitektur lanskap, Rully Wijaya, mengatakan penanganan pohon dalam proyek tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pohon, karakter sistem perakaran, hingga ketersediaan ruang tumbuh di sepanjang kawasan pedestrian.

Menurut Rully, sejumlah jenis pohon memiliki sistem perakaran yang ekspansif sehingga berpotensi mengganggu atau merusak infrastruktur apabila ditanam pada ruang tumbuh yang terbatas. Karena itu, pemilihan jenis pohon pengganti perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan ruang yang tersedia.

“Sebisa mungkin kita memilih pohon asli atau pohon natif Sulawesi agar adaptasinya lebih cepat,” ujar Rully, Jumat (25/9/2026).

Revitalisasi pedestrian tersebut mencakup jalur Kajaolalido sepanjang 427,9 meter dan Jalan Thamrin sepanjang 225 meter. Pada kawasan yang menjadi lokasi pekerjaan, terdapat sekitar 80 pohon ketapang serta sejumlah pohon mahoni.

Rully menegaskan, penyediaan ruang tumbuh bagi akar harus menjadi bagian penting dalam desain pedestrian. Ruang tumbuh tersebut perlu dirancang agar mampu menyediakan air dan oksigen yang cukup sehingga pohon dapat berkembang secara optimal tanpa mengganggu permukaan pedestrian maupun infrastruktur di sekitarnya.

“Ruang tumbuh akar harus diperhatikan sejak tahap perencanaan, sehingga pohon tetap bisa tumbuh dengan baik tanpa merusak pedestrian,” jelasnya.

Selain penataan vegetasi, revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin juga mencakup penataan utilitas kawasan. Sebanyak 62 tiang fiber optik direncanakan dikonsolidasikan menjadi 17 tiang induk.Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan pedestrian yang lebih nyaman, aman, dan tertata bagi pejalan kaki, sekaligus mempertahankan fungsi ekologis vegetasi sebagai bagian dari ruang terbuka perkotaan.

Dengan pemilihan jenis pohon yang sesuai dan penataan ruang tumbuh yang tepat, revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas fasilitas pejalan kaki, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah perkembangan kawasan perkotaan Makassar.

22 September 2026

DLH Makassar Serahkan Kapal Pengangkut Sampah, Perkuat Kebersihan Pesisir Mariso

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Penanganan sampah di kawasan pesisir Kecamatan Mariso mendapat dukungan sarana baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menyerahkan kapal pengangkut sampah kepada Pemerintah Kecamatan Mariso untuk mendukung percepatan pengangkutan sampah dari kawasan perairan.

Penyerahan kapal tersebut diterima langsung Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, SE, di kawasan MNEK. Kegiatan turut didampingi Sekretaris Camat Mariso, Andi Muhammad Kamil Yamin, S.ST., M.M., serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Mariso, Rusdi, S.Sos., M.M.

Kapal pengangkut sampah tersebut akan menjadi sarana pendukung dalam menangani sampah di sejumlah titik pengumpulan, khususnya kawasan yang memiliki akses pengangkutan melalui jalur air.

Dengan adanya kapal khusus, proses pengangkutan sampah di wilayah pesisir tidak lagi sepenuhnya bergantung pada akses darat. Sampah yang terkumpul di kawasan perairan dapat segera dimobilisasi menuju lokasi penanganan sehingga potensi penumpukan dan pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.

Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba mengapresiasi dukungan sarana yang diberikan DLH Kota Makassar. Menurutnya, kapal pengangkut sampah sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kebersihan, terutama di wilayah Kecamatan Mariso yang memiliki kawasan pesisir dan sejumlah akses lingkungan melalui jalur air.

“Kehadiran kapal pengangkut sampah ini sangat kami butuhkan dan sangat bermanfaat. Ini akan sangat membantu kami memperbaiki kinerja pelayanan kebersihan, terutama di wilayah yang aksesnya dilalui jalur air,” ujar Syahrir.

Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Mariso berkomitmen memanfaatkan kapal tersebut secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Selain pemanfaatan, aspek pengelolaan dan perawatan kapal juga menjadi perhatian agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan dalam mendukung pelayanan kebersihan.

“Kami berkomitmen untuk mengelola, merawat, dan memanfaatkannya sebaik-baiknya demi kepentingan umum, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kenyamanan hidup seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Pemerintah Kecamatan Mariso berharap dukungan sarana tersebut dapat memperkuat sistem pengelolaan persampahan, khususnya di kawasan pesisir dan perairan.

Kapal pengangkut sampah ini diharapkan mampu mempercepat mobilisasi sampah dari titik-titik pengumpulan menuju lokasi penanganan. Kehadiran sarana tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan Mariso yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. (*)