06 Juni 2026

Laporan Pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia UPT SPF SD Inpres Batua 1

Tags


MULIAINFO. Com. Makassar -- Pelaksanaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di UPT SPF SD Inpres Batua 1 berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan dimulai tepat pukul 07.30 WITA dengan baris bersama di halaman sekolah. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, Bapak Ibu guru, serta tenaga kependidikan hadir tepat waktu. Semangat kebersamaan sudah terasa sejak awal karena semua datang dengan membawa alat berkebun dan semangat untuk berbuat baik bagi bumi.

Acara dibuka dengan upacara singkat dan khidmat di lapangan upacara. Petugas upacara dari siswa kelas 5 dan 6 menjalankan tugas dengan disiplin. Pembina upacara Ibu *Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd menyampaikan amanat yang menyentuh hati. Beliau mengajak kita semua menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk syukur atas nikmat alam yang Tuhan berikan. Pesan beliau sederhana tapi kuat: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekolah kita.

Setelah upacara selesai, seluruh siswa, guru, dan staf diarahkan menuju halaman depan sekolah yang sudah disiapkan panitia. Setiap kelas mendapat pembagian tugas dan bibit pohon yang berbeda agar semua area bisa terhijaukan. Guru kelas menjelaskan cara menanam yang benar supaya bibit tidak rusak. Koordinasi berjalan lancar karena semua pihak sudah berlatih sebelumnya. Anak-anak tampak antusias menunggu giliran untuk mulai menggali tanah.

Cuaca pagi itu sangat cerah dan mendukung penuh kegiatan. Matahari bersinar hangat tapi tidak menyengat karena masih pagi. Angin sepoi-sepoi membuat suasana nyaman untuk bekerja di luar ruangan. Anak-anak tampak gembira membawa alat sederhana seperti sekop kecil, ember bekas, dan gembor. Beberapa siswa bahkan membawa sarung tangan dari rumah. Wajah mereka cerah karena merasa bangga bisa belajar langsung, menyentuh tanah, dan menanam harapan dengan tangan mereka sendiri.

Bapak Ibu guru berperan aktif sebagai pendamping dan teladan. Mereka tidak hanya memberi arahan dari jauh, tapi turun langsung ke tanah bersama siswa. Guru menunjukkan cara membuat lubang tanam yang cukup dalam, cara meletakkan bibit dengan posisi tegak, dan cara menutup tanah dengan padat tapi tidak terlalu keras. Kerja sama antara guru dan murid terlihat jelas. Tidak ada jarak, semua sama-sama kotor kena tanah, sama-sama tertawa, dan sama-sama bangga setelah selesai menanam satu pohon.


Siswa-siswi dan guru sangat antusias menanam pohon di depan sekolah. Semangat itu terlihat dari sorak sorai kecil setiap kali satu bibit berhasil ditanam dengan rapi. Anak-anak saling membantu, ada yang menyiram, ada yang memadatkan tanah, ada yang memberi nama pada pohonnya. Suasana kerja sama ini membuat kegiatan tidak terasa berat. Justru semua menikmatinya karena tahu mereka sedang membuat sekolah jadi lebih hijau untuk masa depan.

Jenis pohon yang ditanam hari itu dipilih dengan pertimbangan matang oleh pihak sekolah. Ada pohon pelindung seperti mahoni dan trembesi yang kelak memberi keteduhan luas. Ada juga pohon buah seperti mangga dan jambu agar siswa bisa belajar manfaat langsung dari alam. Selain itu ditanam beberapa tanaman hias untuk mempercantik halaman. Semua bibit berasal dari dinas lingkungan hidup dan dukungan warga sekolah, jadi maknanya semakin dalam.

Di sela kegiatan menanam, guru memberi edukasi singkat kepada siswa. Anak-anak dijelaskan mengapa pohon penting untuk kehidupan. Pohon menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, menahan air hujan, dan menjadi rumah bagi burung. Guru juga mengingatkan agar setelah menanam, tugas merawat jauh lebih penting. Dengan begitu anak-anak tidak hanya tahu cara menanam, tapi juga paham tanggung jawab menjaga alam setiap hari.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu guru. Semua berdoa agar bibit yang ditanam tumbuh subur dan memberi manfaat panjang. Setelah doa, Ibu *Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd  memberi pesan penutup. Beliau berpesan agar setiap siswa jadi “penjaga pohon” di kelasnya masing-masing. Komitmen ini ditandai dengan pembagian jadwal piket siram tanaman agar perawatan berjalan rutin dan tanggung jawab.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Sabtu, 6 Juni 2026, UPT SPF SD Inpres Batua 1 berharap peringatan ini jadi kebiasaan baik yang terus berlanjut. Menanam pohon hari ini adalah langkah kecil, tapi dampaknya besar untuk bumi dan untuk karakter anak-anak. Bersama Ibu Hijrah Nurjanah Husmal, S.Pd, seluruh guru, dan siswa-siswi yang hebat, kita buktikan bahwa sekolah bisa jadi contoh nyata cinta lingkungan. Semoga Batua 1 semakin bersih, hijau, dan sehat. ( Yahya )