03 September 2026

Warga Bingung Dan Kesal, Tak Ada di Tempat Dari Pagi Hingga Siang


MULIAINFO. COM - MAKASSAR - Pelayanan publik di Kantor Kelurahan Sudiang dan Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar lumpuh total pada *Rabu, 2 September 2026*. Sejak pagi hingga siang hari kedua lurah tidak berada di tempat.

Akibatnya, puluhan warga yang datang untuk mengurus administrasi harus pulang dengan kecewa. Berbagai urusan penting mereka terpaksa tertunda karena tidak ada pimpinan yang bisa menandatangani berkas.

Pantauan di lokasi sejak pukul 08.00 WITA, antrean warga sudah mengular. Ada yang mengurus surat pengantar, KTP, KK, hingga surat keterangan untuk kebutuhan lain.

Namun suasana berubah menjadi ramai keluhan ketika petugas menyampaikan bahwa lurah belum hadir dan belum ada kepastian jam datang. Tidak ada pejabat pengganti yang ditunjuk untuk sementara.

Salah seorang warga Sudiang mengaku ini adalah kedatangan keduanya hari itu. "Saya dari jam 8 pagi nunggu. Katanya lurah belum datang. Ini berkas mau dipakai hari ini juga. Kalau telat saya yang rugi," ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga terdengar di Kelurahan Bulurokeng. Warga merasa dirugikan karena harus bolak-balik ke kantor kelurahan tanpa ada kepastian.

"Kami juga kerja. Masa urusan penting begini harus nunggu seharian. Kalau pimpinannya tidak ada, setidaknya ada yang mewakililah," kata seorang warga Bulurokeng.

Ketidakhadiran lurah di jam kerja ini membuat roda pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan berhenti. Padahal kelurahan adalah garda terdepan pelayanan masyarakat.

Beberapa warga mengaku sudah datang sejak awal jam kantor. Mereka rela meninggalkan pekerjaan demi mengurus dokumen yang sifatnya mendesak.

Petugas yang ada di kantor hanya bisa meminta maaf dan mempersilakan warga kembali lagi nanti. Tidak ada informasi resmi terkait alasan ketidakhadiran kedua lurah tersebut.

Situasi ini memicu kekecewaan yang cukup besar. Warga menilai, pelayanan dasar seperti ini seharusnya tidak terganggu hanya karena satu orang pimpinan tidak ada di tempat.

Hingga pukul 12.00 WITA, suasana di kedua kantor kelurahan masih sepi dari kehadiran lurah. Sebagian warga akhirnya memilih pulang dan berencana datang lagi di hari berikutnya.

Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Biringkanaya dan Pemerintah Kota Makassar. Kedisiplinan aparatur harus ditegakkan agar pelayanan tidak tersendat.

Mereka juga meminta agar dibuat sistem penggantian sementara. Sehingga jika lurah berhalangan, tetap ada pejabat yang bisa menandatangani dan melayani warga.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Sudiang dan Bulurokeng belum memberikan keterangan resmi. Warga hanya bisa berharap agar pelayanan kembali normal dan tidak ada lagi penundaan urusan di kemudian hari.

02 September 2026

Perkuat Kamtibmas, LSM GMBI Wilter Sulsel dan Polda Bangun Sinergi Strategis

 


MULIAINFO, MAKASSAR — Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Wilayah Teritorial (Wilter) Sulawesi Selatan berkomitmen memperkuat komunikasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Rabu (02/09).


Langkah strategis ini diambil guna mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, serta kondusif di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.


Komitmen kebangsaan tersebut dibahas secara mendalam dalam kunjungan resmi jajaran pengurus dan aktivis LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan ke markas Polda Sulsel pada Selasa (1/9/2026).


Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas daerah.


Kedatangan rombongan lembaga kontrol sosial ini disambut hangat oleh pihak kepolisian. Jajaran pengurus LSM GMBI diterima langsung oleh Direktur Binmas (Dirbinmas) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Anang Triarsono, S.I.K., M.Si., di ruang kerja beliau.


Dalam pertemuan tersebut, perwakilan GMBI menyampaikan kesiapan organisasi untuk membangun komunikasi terbuka.


Mereka berkomitmen menjalin kerja sama konstruktif dengan jajaran kepolisian agar fungsi pengawasan masyarakat berjalan beriringan dengan penegakan hukum.


Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan.


Selain itu, kolaborasi aktif tersebut ditargetkan dapat memberikan manfaat serta dampak positif yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Selatan.


Sejumlah pengurus teras dan aktivis senior LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan tampak hadir dalam mendampingi agenda silaturahmi tersebut. Di antaranya adalah Sekretaris Wilayah Sulawesi Selatan, Abd. Azis, S.E., S.H., C.PLA, yang memimpin jalannya dialog.


Turut hadir pula Kepala Divisi IT, Samsunar Alam, S.H., serta Kepala Divisi Seni dan Budaya, Hastina Samsi Kahar Muang, S.Pd., M.M., C.PLA. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan organisasi dalam membawa program kerja multidimensi yang siap dikolaborasikan.


Melengkapi delegasi tersebut, hadir Kepala Divisi Taruna Siaga Bencana (Tagana), Mokh. Anwar, S.Sos., C.PLA. Kehadiran berbagai kepala divisi ini menunjukkan kesiapan GMBI untuk bergerak bersama kepolisian, tidak hanya dalam isu keamanan tetapi juga aksi kemanusiaan.


Pertemuan bilateral itu berlangsung dalam suasana yang hangat, terbuka, dan penuh dengan ruang komunikasi interaktif. Kedua belah pihak sepakat mengenai pentingnya membangun hubungan kemitraan yang sehat dan profesional antara organisasi kemasyarakatan dengan aparat penegak hukum.


Pihak GMBI menegaskan bahwa keterlibatan aktif elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban umum adalah sebuah urgensi yang tidak bisa ditawar.


Oleh karena itu, diperlukan ruang dialog yang rutin agar tidak terjadi sumbatan komunikasi di lapangan.


Organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, tokoh adat, serta aparat kepolisian dinilai harus selalu berjalan beriringan. Kerja sama ini wajib dilandasi oleh komunikasi yang sehat, koordinasi yang positif, serta sikap saling menghormati tugas pokok masing-masing.


Sebagai penutup, LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk aktif dalam kegiatan sosial.


Semangat sinergi dan kolaborasi ini diharapkan menjadi bahan bakar utama demi mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, harmonis, dan semakin kondusif.


UPTD SPF SD Negeri Paccinang Rutin Gelar Rabu Baca,Ajak Siswa Kelas 1&6 Buku Jendela Dunia


MULIAIFO. COM - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Paccinang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi di sekolah melalui kegiatan pembiasaan "Rabu Baca"  dengan tema "Buka Buku Buka Jendela Dunia".  

Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan sudah menjadi agenda tetap sekolah. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 wajib mengikuti kegiatan ini bersama para guru.  

Kegiatan dimulai serentak di setiap kelas. Suasana sekolah menjadi hening dan khidmat selama 15 menit pertama, di mana semua warga sekolah fokus membaca buku yang telah disiapkan.  

Jenis buku yang dibaca sangat beragam. Ada buku cerita, buku pengetahuan, dongeng, majalah anak, hingga buku tematik. Tujuannya agar wawasan siswa semakin luas dan minat bacanya terus tumbuh.  

Kepala UPTD SPF SD Negeri Paccinang, "Ibu Fatmawaty, S. Pd. M.Pd, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di era gadget.  

Menurut Ibu Fatmawaty, membaca adalah pintu utama menuju ilmu pengetahuan. Dengan slogan "Buka Buku Buka Jendela Dunia", diharapkan anak-anak menyadari bahwa satu buku bisa membawa mereka berkeliling dunia.  


Para guru berperan aktif dalam kegiatan ini. Selain mendampingi, guru juga memberi contoh dengan ikut membaca. Untuk kelas rendah, guru membacakan cerita, sedangkan kelas tinggi diberi tugas merangkum isi bacaan.  

Antusiasme siswa sangat terlihat. Anak-anak kini lebih semangat datang ke perpustakaan sekolah untuk meminjam buku. Diskusi tentang isi buku juga sering terjadi di jam istirahat.  

Dampak positif sudah mulai dirasakan. Kemampuan membaca, menulis, dan berbicara siswa mengalami peningkatan. Kosakata mereka juga semakin kaya karena terbiasa dengan berbagai jenis bacaan.  

Pihak sekolah tidak berjalan sendiri. Orang tua siswa juga diajak mendukung melalui program "Lanjutkan Membaca di Rumah" agar budaya literasi tetap hidup di luar jam sekolah.  

Ibu Fatmawaty, S. Pd. M. Pd, mengapresiasi kerja sama semua pihak. Menurutnya, keberhasilan Rabu Baca adalah hasil gotong royong guru, siswa, komite, dan masyarakat sekitar sekolah.  

Ke depan, sekolah merencanakan inovasi lanjutan seperti lomba bercerita, duta baca kelas, dan pojok literasi di setiap sudut sekolah agar kegiatan semakin menarik.  

Dengan semangat kebersamaan, UPTD SPF SD Negeri Paccinang optimis program Rabu Baca akan terus berjalan dan mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan gemar membaca demi masa depan yang lebih baik.


Tim Futsal SDN Rappojawa 71 Lolos Babak Penyisihan Dan Siap Tempur Di Babak Gugur Smandel Cup 2026


MULIAINFO. COM - MAKASSAR -Alhamdulillah, kabar baik datang dari Tim Ekskul Futsal SDN Rappojawa 71. Kerja keras anak-anak selama latihan akhirnya terbayar dengan lolosnya tim dari babak penyisihan atau group stage SMANDEL CUP 2026.

SMANDEL CUP tahun ini diikuti oleh banyak sekolah dasar terbaik di Makassar. Persaingan ketat di setiap pertandingan membuat pencapaian ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi sekolah kita.

Perjalanan di babak penyisihan tidak mudah. Tim harus berjuang dengan semangat pantang menyerah, kekompakan, dan strategi yang matang di setiap laga. Setiap gol dan setiap penyelamatan adalah hasil latihan yang disiplin.


Kini, Tim Futsal SDN Rappojawa 71 bersiap memasuki babak gugur atau knockout stage. Tahap ini berbeda. Tidak ada lagi kesempatan kedua. Satu kesalahan bisa mengakhiri perjalanan, dan satu kemenangan akan membawa kita selangkah lebih dekat ke final.

Seluruh pertandingan babak gugur akan digelar di GOR Pemuda Pettarani. Tempat ini akan menjadi saksi perjuangan anak-anak kita untuk mengharumkan nama SDN Rappojawa 71 di tingkat kota.

Jadwal turnamen SMANDEL CUP 2026 berlangsung dari tanggal 28 Agustus sampai dengan 6 September 2026. Mari kita catat tanggalnya dan berikan dukungan penuh agar anak-anak bermain dengan tenang dan percaya diri.


Di balik keberhasilan ini ada peran besar dari Bapak Kepala Sekolah, Muh. Eri Rahim, S.Pd. M.Pd. Beliau selalu memberikan dukungan, motivasi, dan fasilitas terbaik agar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah bisa berjalan maksimal.

Tidak kalah penting, ada sosok Pelatih Ekskul Futsal, Bapak Rahmat Arsyad. Dengan kesabaran dan ilmu yang beliau berikan, anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain futsal, tetapi juga belajar tentang disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.

Latihan rutin setiap sore di lapangan sekolah menjadi kunci utama. Di bawah bimbingan pelatih, anak-anak ditempa fisiknya, diasah tekniknya, dan dikuatkan mental bertandingnya agar siap menghadapi tekanan di lapangan.

Prestasi ini bukan hanya milik 10 pemain yang bertanding. Ini adalah hasil kerja sama guru, orang tua, pelatih, dan seluruh warga sekolah yang terus mendukung dari jauh. Doa dan dukungan kalian sangat berarti.

Memasuki babak knockout, tantangannya akan semakin berat. Lawan-lawan yang dihadapi adalah tim-tim terbaik yang juga lolos dari grupnya. Tapi kami percaya, dengan semangat Rappojawa 71, tidak ada yang mustahil.

Kami mengajak seluruh orang tua, guru, dan siswa SDN Rappojawa 71 untuk hadir langsung ke GOR Pemuda Pettarani. Sorakan dan dukungan dari tribun akan menjadi tenaga tambahan bagi anak-anak di lapangan.

Target kami bukan hanya menang. Lebih dari itu, kami ingin anak-anak belajar menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati saat menang, dan kuat saat kalah. Itu nilai yang ingin kami tanamkan melalui futsal.

Terakhir, mohon doanya agar Tim Futsal SDN Rappojawa 71 diberi kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik di SMANDEL CUP 2026. Mari kita buktikan bahwa sekolah dasar juga bisa bersinar. Rappojawa 71, bisa!

Rabuku SDN Cendrawasih : Wujudkan Siswa Bugar, Kreatif dan Unggul di Bawah Kepemimpinan Ibu Irmayanti


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SDN Cendrawasih kembali menggelorakan semangat melalui program unggulan "RABUKU", singkatan dari Rabu Bugar, Kreatif dan Unggul. Program ini dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai komitmen sekolah dalam membentuk karakter siswa yang sehat jasmani, cerdas, dan berprestasi.

Di bawah kepemimpinan "Ibu Irmayanti, S.Pd., M.Pd." selaku Kepala Sekolah, RABUKU menjadi wadah utama untuk menggerakkan seluruh warga sekolah. Melalui program ini, SDN Cendrawasih ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini sekaligus mendorong pengembangan bakat dan prestasi siswa.

Kegiatan aspek "Bugar" menjadi pembuka setiap RABUKU. Siswa-siswi mengikuti senam bersama, jalan sehat, permainan tradisional, dan berbagai olahraga ringan. Tujuannya jelas, agar anak-anak memiliki tubuh yang kuat dan stamina yang prima untuk menunjang kegiatan belajar di kelas.

Tidak hanya fisik, aspek ""Kreatif" juga menjadi fokus utama. SDN Cendrawasih rutin menggelar lomba menggambar, mewarnai, membuat kerajinan tangan dari barang bekas, pentas seni, hingga projek kelas. Setiap anak diberi ruang seluas-luasnya untuk mengekspresikan ide dan bakatnya.

Target akhir dari program ini adalah melahirkan siswa yang "Unggul". Unggul di sini tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap disiplin, kerjasama, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. RABUKU melatih siswa menjadi pribadi yang siap bersaing namun tetap berkarakter.

Suasana RABUKU selalu berbeda. Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi siswa dengan seragam olahraga dan semangat tinggi. Tawa, sorak semangat, dan musik senam menjadi pemandangan rutin setiap hari Rabu di SDN Cendrawasih.


"Ibu Irmayanti, S.Pd., M.Pd." selalu hadir dan aktif di tengah kegiatan. Beliau tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga ikut senam dan melihat langsung hasil karya siswa. Kehadiran kepala sekolah ini memberikan motivasi tersendiri bagi anak-anak dan guru.

Para guru juga berperan sebagai fasilitator dan teladan. Mereka mendampingi setiap kegiatan, memberikan penilaian, serta mengapresiasi setiap usaha siswa. Sinergi antara kepala sekolah, guru, dan siswa menjadi kunci suksesnya pelaksanaan RABUKU.

Dampak positif dari program ini sudah mulai dirasakan. Siswa menjadi lebih disiplin, lebih aktif di kelas, lebih percaya diri saat tampil, dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Stigma "belajar itu membosankan" perlahan mulai terkikis.

Dukungan orang tua juga mengalir. Melalui dokumentasi kegiatan yang dibagikan sekolah, orang tua dapat melihat perkembangan anaknya. Banyak orang tua yang kemudian ikut mendukung dengan menyiapkan bekal sehat dan perlengkapan olahraga untuk anaknya.

RABUKU juga menjadi media penanaman nilai gotong royong. Saat lomba kelompok maupun saat membersihkan area setelah kegiatan, siswa belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas tugasnya.

Keunggulan lain dari RABUKU adalah fleksibilitas temanya. Setiap minggu kegiatan bisa berbeda. Ada minggu "Senam Kreasi", "Lomba Cipta Puisi", "Pameran Karya Daur Ulang", hingga "Festival Permainan Tradisional". Hal ini membuat siswa tidak pernah merasa bosan.

Visi SDN Cendrawasih adalah mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkarakter. RABUKU menjadi salah satu strategi nyata untuk mencapai visi tersebut secara konsisten dan menyenangkan.

Dengan mengusung slogan "Rabu Bugar, Kreatif dan Unggul", pihak sekolah berharap setiap hari Rabu menjadi hari yang paling dinanti siswa. Hari untuk bergerak, berkarya, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Ke depan, SDN Cendrawasih di bawah nahkoda Ibu Irmayanti berkomitmen untuk terus mengembangkan RABUKU. Harapannya, program ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga melahirkan siswa-siswi yang siap membawa prestasi untuk bangsa.


01 September 2026

WC SDN UPT SPF Gaddong II kec,Bontoala Memprihatikan: WC Putri Digembok, WC Putra Kotor & Pintu Lepas, Belum Diperbaiki


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Kondisi toilet di SD UPT SPF gaddong II, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, memprihatinkan. Fasilitas dasar yang seharusnya layak bagi siswa justru terbengkalai dan tidak mendapat perawatan.

Pantauan di lokasi Senin, 1 September 2026, menunjukkan WC perempuan di lantai 3 dalam keadaan digembok. Sementara WC laki-laki berada dalam kondisi sangat kotor dan tidak layak pakai.

Yang lebih aneh, salah satu pintu WC laki-laki terlepas dari engselnya. Hingga saat ini pintu tersebut belum diperbaiki dan dibiarkan begitu saja.

Padahal sekolah ini memiliki siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, baik putra maupun putri. Dengan jumlah ratusan siswa, kebutuhan WC yang bersih dan berfungsi seharusnya menjadi prioritas.

Akibat WC putri digembok, siswa perempuan terpaksa menumpang ke WC lantai bawah atau menahan. Sementara siswa laki-laki harus menggunakan WC yang kotor dan pintunya rusak.


"Kasihan anak perempuan. Masa harus ke bawah terus. Kalau kebelet bagaimana? Yang laki-laki juga kasian, WC nya bau dan pintunya lepas," ujar salah seorang wali murid.

Warga sekolah menyayangkan sikap Kepala Sekolah yang baru. Sejak menjabat, belum terlihat ada upaya untuk membenahi kebersihan dan perbaikan sarana WC.

"Selama kepsek baru, tidak ada pembenahan sama sekali. WC dibiarkan rusak. Padahal ini menyangkut kesehatan dan kenyamanan anak-anak," kata salah satu guru.

Kondisi ini sangat bertentangan dengan program Sekolah Sehat dan UKS. Toilet yang kotor dan rusak dapat menjadi sumber penyakit seperti diare, infeksi, dan masalah kesehatan lainnya.

Seharusnya perbaikan kecil seperti memasang kembali engsel pintu dan membersihkan WC bisa dilakukan dengan dana BOS. Tidak perlu menunggu anggaran besar.


Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanda-tanda perbaikan. WC putri masih digembok, WC putra masih kotor, dan pintu yang lepas masih dibiarkan.

Para orang tua berharap Kepala Sekolah segera bertindak. Buka WC putri, bersihkan WC putra, dan perbaiki pintu yang rusak. Hal sederhana ini sangat berdampak bagi siswa.

"Kami tidak minta yang mewah. Cukup WC nya bersih, pintunya ada, dan bisa dipakai. Itu hak dasar anak-anak kami di sekolah," ucap wali murid lainnya.

Hingga saat ini, pihak Kepala UPT SPF SD Gaddong II belum memberikan keterangan resmi. Alasan digemboknya WC putri dan tidak adanya perbaikan juga belum diketahui.

Dinas Pendidikan Kota Makassar melalui UPTD Pendidikan Kecamatan Wajo diharapkan segera melakukan inspeksi. Penanganan cepat diperlukan agar siswa bisa belajar dengan nyaman dan sehat.



29 Agustus 2026

Pekerjaan Rapih Sekolah di SD Inpres Tello Baru Berjalan Sesuai Standar K3


MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Pelaksanaan pekerjaan di lingkungan sekolah saat ini menjadi perhatian penting, terutama dalam hal kerapihan, keamanan, dan keselamatan. Salah satu contohnya dapat dilihat di SD Inpres Tello Baru.

Proyek yang sedang berjalan di sekolah tersebut difokuskan pada pemasangan pagar pengaman. Pagar ini dipasang untuk melindungi area sekolah dan memastikan aktivitas siswa tetap aman selama proses pembangunan berlangsung.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pekerjaan pemasangan pagar sudah dikerjakan dengan rapih. Pemasangan dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Material yang digunakan juga memenuhi standar kualitas. Hal ini menunjukkan komitmen pelaksana proyek untuk menghasilkan pekerjaan yang tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tahan lama dan aman digunakan.

Aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan. Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap selama berada di area proyek.

Jenis APD yang digunakan meliputi helm proyek, rompi keselamatan, sepatu safety, dan sarung tangan. Kelengkapan ini diterapkan secara konsisten oleh seluruh tim pekerja.



Kedisiplinan penggunaan APD tersebut tidak lepas dari peran pengawas lapangan. Setiap hari sebelum pekerjaan dimulai, pengawas selalu memberikan arahan dan himbauan terkait pentingnya keselamatan.

Himbauan yang disampaikan pengawas bukan sekadar formalitas. Para pekerja terlihat menaati dan mempraktikkan aturan tersebut dengan baik selama jam kerja.

Kondisi ini mencerminkan bahwa
 sosialisasi K3 di lapangan berjalan efektif. Tidak ditemukan adanya pekerja yang mengabaikan penggunaan perlengkapan keselamatan.

Selain faktor manusia, penataan area kerja juga sudah rapih. Material bangunan disimpan di tempat yang aman, jalur lalu lintas pekerja dijaga, dan area rawan diberi rambu peringatan

Penataan yang baik ini penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan juga untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.

Koordinasi antara pihak sekolah, pengawas, mandor, dan pekerja juga berjalan dengan lancar. Setiap kendala yang muncul langsung diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Dukungan dari pihak sekolah sangat membantu kelancaran proyek. Pihak sekolah memberikan akses dan informasi yang dibutuhkan sehingga pekerjaan bisa berjalan tanpa menghambat proses belajar siswa.

Hingga saat ini belum ditemukan pelanggaran berat terkait K3. Seluruh kegiatan masih berjalan sesuai aturan dan standar yang ditetapkan oleh instansi terkait.

Secara keseluruhan, pekerjaan di SD Inpres Tello Baru sudah dilaksanakan dengan rapih, disiplin, dan sesuai prosedur. Dengan pengawasan yang konsisten dan kepatuhan pekerja, diharapkan proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang berkualitas dan aman.