MULIAINFO. COM -- MAKASSAR -- Kondisi toilet di SD UPT SPF gaddong II, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, memprihatinkan. Fasilitas dasar yang seharusnya layak bagi siswa justru terbengkalai dan tidak mendapat perawatan.
Pantauan di lokasi Senin, 1 September 2026, menunjukkan WC perempuan di lantai 3 dalam keadaan digembok. Sementara WC laki-laki berada dalam kondisi sangat kotor dan tidak layak pakai.
Yang lebih aneh, salah satu pintu WC laki-laki terlepas dari engselnya. Hingga saat ini pintu tersebut belum diperbaiki dan dibiarkan begitu saja.
Padahal sekolah ini memiliki siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, baik putra maupun putri. Dengan jumlah ratusan siswa, kebutuhan WC yang bersih dan berfungsi seharusnya menjadi prioritas.
Akibat WC putri digembok, siswa perempuan terpaksa menumpang ke WC lantai bawah atau menahan. Sementara siswa laki-laki harus menggunakan WC yang kotor dan pintunya rusak.
"Kasihan anak perempuan. Masa harus ke bawah terus. Kalau kebelet bagaimana? Yang laki-laki juga kasian, WC nya bau dan pintunya lepas," ujar salah seorang wali murid.
Warga sekolah menyayangkan sikap Kepala Sekolah yang baru. Sejak menjabat, belum terlihat ada upaya untuk membenahi kebersihan dan perbaikan sarana WC.
"Selama kepsek baru, tidak ada pembenahan sama sekali. WC dibiarkan rusak. Padahal ini menyangkut kesehatan dan kenyamanan anak-anak," kata salah satu guru.
Kondisi ini sangat bertentangan dengan program Sekolah Sehat dan UKS. Toilet yang kotor dan rusak dapat menjadi sumber penyakit seperti diare, infeksi, dan masalah kesehatan lainnya.
Seharusnya perbaikan kecil seperti memasang kembali engsel pintu dan membersihkan WC bisa dilakukan dengan dana BOS. Tidak perlu menunggu anggaran besar.
Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanda-tanda perbaikan. WC putri masih digembok, WC putra masih kotor, dan pintu yang lepas masih dibiarkan.
Para orang tua berharap Kepala Sekolah segera bertindak. Buka WC putri, bersihkan WC putra, dan perbaiki pintu yang rusak. Hal sederhana ini sangat berdampak bagi siswa.
"Kami tidak minta yang mewah. Cukup WC nya bersih, pintunya ada, dan bisa dipakai. Itu hak dasar anak-anak kami di sekolah," ucap wali murid lainnya.
Hingga saat ini, pihak Kepala UPT SPF SD Gaddong II belum memberikan keterangan resmi. Alasan digemboknya WC putri dan tidak adanya perbaikan juga belum diketahui.
Dinas Pendidikan Kota Makassar melalui UPTD Pendidikan Kecamatan Wajo diharapkan segera melakukan inspeksi. Penanganan cepat diperlukan agar siswa bisa belajar dengan nyaman dan sehat.


