18 April 2026

Tim Adiwiyata UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Panen Eco Enzyme, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III, 18 April 2026 - Tim Adiwiyata UPT SD Inpres Borong Jambu III melaksanakan kegiatan panen Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja keras tim Adiwiyata yang telah melakukan proses fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran selama kurang lebih 3 bulan.

Panen Eco Enzyme ini dilakukan dengan cara menyaring cairan hasil fermentasi untuk kemudian dipisahkan dari ampasnya. Cairan Eco Enzyme yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai pupuk alami, cairan pembersih ramah lingkungan, serta sebagai upaya pengurangan penggunaan bahan kimia di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah organik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada seluruh warga sekolah. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujar Kepala Sekolah, Abd Jalil, S.Pd.

Dengan kegiatan ini, UPT PF SD Inpres Borong Jambu III  menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah. Tim Adiwiyata juga berharap bahwa kegiatan ini dapat diikuti oleh sekolah lain dan masyarakat luas.

Panen Eco Enzyme ini juga dihadiri oleh guru, dan siswa-siswi UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III. Mereka semua sangat antusias dan berbangga dengan hasil kerja keras tim Adiwiyata.


Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Adiwiyata yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III telah menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program ini.

Dengan memanfaatkan limbah organik, tim Adiwiyata UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III telah membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh sekolah. Hal ini juga dapat membantu mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh sampah.

Cairan Eco Enzyme yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan kimia yang biasa digunakan di sekolah. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Kegiatan panen Eco Enzyme ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dan masyarakat luas. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III akan terus menjalankan program Adiwiyata dan meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus. ( Muh yahya)

Pelaksanaan Bimtek Penyusunan Soft File Aplikasi SIDIA di SD Islam Athirah


MULIAINFO. Com --  Makassar, 18 April 2026 - Pelaksanaan Bimtek Penyusunan Soft File Aplikasi SIDIA telah dilaksanakan di Aula SD Islam Athirah pada hari Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dan guru-guru SD Islam Athirah.

Kepala Sekolah SD Islam Athirah, Hj. Hamsinah, S.Pd, membuka acara Bimtek ini dengan menyampaikan pentingnya penggunaan aplikasi SIDIA dalam meningkatkan kualitas pendidikan. "Aplikasi SIDIA dapat membantu kita dalam mengelola data siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kita," kata Hj. Hamsinah.

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para kepala sekolah dan guru-guru dalam menyusun soft file aplikasi SIDIA. Narasumber Bimtek ini adalah tim ahli dari Dinas Pendidikan yang memiliki pengalaman dalam penggunaan aplikasi SIDIA.

"Dengan adanya Bimtek ini, kami berharap para kepala sekolah dan guru-guru dapat memahami dan mengaplikasikan aplikasi SIDIA dalam kegiatan sehari-hari," kata Hj. Hamsinah.


Kegiatan Bimtek ini juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SDI Kajenjeng, Hj. Hamsinah, S.Pd, yang juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bimtek ini. "Kami sangat senang bahwa SD Islam Athirah telah melaksanakan Bimtek ini, kami berharap dapat belajar dari pengalaman ini," kata Hj. Hamsinah.

Bimtek ini berlangsung dengan lancar dan sukses, dengan para peserta yang sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan ini. Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SD Islam Athirah dan SDI Kajenjeng.

Para peserta Bimtek juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan narasumber, sehingga mereka dapat memahami lebih baik tentang aplikasi SIDIA. "Kami sangat puas dengan pelaksanaan Bimtek ini, kami telah mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan baru," kata salah satu peserta Bimtek.

Dengan demikian, pelaksanaan Bimtek Penyusunan Soft File Aplikasi SIDIA di SD Islam Athirah dapat dianggap sebagai sukses dan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya. "Kami berharap bahwa Bimtek ini dapat menjadi awal bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan," kata Hj. Hamsinah.

Kegiatan Bimtek ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta dan foto bersama dengan narasumber. "Kami sangat senang telah mengikuti Bimtek ini, kami akan terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kita," kata Hj. Hamsinah. ( Muh Yahya )

17 April 2026

Berbagi Keberkahan di Jumat Pagi


MULIANINFO. Com -- Makassar. SMP 22 akan melaksanakan kegiatan Jumat Berbagi pada tanggal 17 April 2026, dimulai pada pagi hari. Kegiatan ini akan dipimpin oleh Ibu Salma dan bertujuan untuk membagikan 300 dos nasi kepada orang-orang yang lewat di depan sekolah.

Kegiatan ini akan dimulai pada pukul 07.00 pagi, dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah SMP 22. Setelah itu, Ibu Salma akan memberikan sambutan dan menjelaskan tujuan kegiatan Jumat Berbagi.

Siswa-siswa SMP 22 telah mempersiapkan diri untuk kegiatan ini dengan mengumpulkan donasi dan membantu dalam persiapan. Mereka sangat antusias untuk membagikan kebaikan kepada sesama.

Pembagian dos nasi akan dilakukan di pinggir jalan depan sekolah, dengan bantuan guru-guru dan siswa-siswa. Setiap orang yang lewat dan menerima dos nasi akan mendapatkan senyum dan doa dari guru

Kegiatan Jumat Berbagi ini tidak hanya tentang membagikan makanan, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama. Ibu Salma berharap bahwa kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi semua yang terlibat.

Setelah pembagian dos nasi, akan diadakan acara lain seperti penghiburan musik dan games yang menyenangkan. Siswa-siswa sangat menantikan acara ini dan berharap dapat bersenang-senang bersama teman-teman.


Kegiatan Jumat Berbagi ini juga dihadiri oleh orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Mereka sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat membantu dalam kegiatan serupa di masa depan.

Dengan adanya kegiatan Jumat Berbagi ini, SMP 22 berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama.

Kegiatan ini juga dapat meningkatkan hubungan antara siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Semua yang terlibat sangat bahagia dan berharap dapat mengulangi kegiatan serupa di masa depan.

Pembagian dos nasi selesai pada pukul 09.00 pagi, dan dilanjutkan dengan acara penghiburan. Siswa-siswa sangat senang dan berterima kasih kepada Ibu Salma dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan Jumat Berbagi di SMP 22 ini merupakan contoh kegiatan yang positif dan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama. Semoga kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi semua yang terlibat.

Dengan demikian, kegiatan Jumat Berbagi di SMP 22 pada tanggal 17 April 2026 dapat dianggap sebagai sukses dan dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa di masa depan.( Yahya)

16 April 2026

Kepala UPT SPF SD Inpres Baraya 1 Sitti Hasmi,.S.Pd.I Ikuti Bimtek Aplikasi SIDIA Bersama Forum Sekolah Adiwiyata


MULIAINFO. Com --  Makassar. BIMTEK Penyusunan Softfile & Aplikasi SIDIA" yang diselenggarakan oleh Forum Sekolah Adiwiyata. Acara berlangsung di Makassar pada tanggal 15, 16, dan 18 April 2026, bertepatan dengan hari ini.

Bimtek ini merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH No. 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Sekolah Adiwiyata. Regulasi tersebut menjadi pedoman terbaru bagi sekolah-sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Fokus utama kegiatan adalah membekali perwakilan sekolah dengan keterampilan teknis menyusun _softfile_ dokumentasi Adiwiyata. Peserta juga dikenalkan dengan Aplikasi SIDIA sebagai sistem digital untuk pelaporan dan penilaian program Adiwiyata secara terintegrasi.

Terlihat lebih dari 70an  peserta yang hadir, didominasi kepala sekolah dan admin dari berbagai wilayah. Salah satunya adalah Sitti Hasmi, S.Pd.I, Kepala UPT SPF SD Inpres Baraya 1, yang turut aktif mengikuti rangkaian bimtek dari awal hingga akhir.

Suasana forum berlangsung hangat dan akrab. Hal ini terlihat dari senyum dan pose  yang ditunjukkan banyak peserta saat sesi foto bersama. Antusiasme Ibu Sitti Hasmi dan peserta lain menandakan komitmen kuat untuk mengimplementasikan hasil bimtek di sekolah masing-masing.

Meja di depan dengan taplak merah kotak-kotak dan dua tudung saji emas memberi sentuhan budaya lokal Makassar. Elemen ini melambangkan jamuan dan keramahan tuan rumah, sekaligus mengingatkan bahwa gerakan Adiwiyata tetap berakar pada kearifan lokal.

Pengenalan Aplikasi SIDIA menjadi langkah modernisasi program Adiwiyata. Dengan sistem digital, proses pengumpulan bukti fisik, monitoring, dan evaluasi diharapkan lebih efisien, transparan, dan paperless, sejalan dengan prinsip peduli lingkungan itu sendiri.

Forum ini berperan sebagai wadah koordinasi dan berbagi praktik baik antar sekolah penggerak Adiwiyata di Makassar. Kehadiran kepala sekolah seperti Ibu Sitti Hasmi dari SD Inpres Baraya 1 memastikan pemahaman regulasi terbaru langsung sampai ke tingkat satuan pendidikan.

Setelah mengikuti bimtek 3 hari ini, peserta termasuk UPT SPF SD Inpres Baraya 1 diharapkan mampu menyusun dokumen _softfile_ sesuai standar Permen LHK terbaru. Dampaknya, proses penilaian Adiwiyata tingkat kota, provinsi, hingga nasional dapat berjalan lebih lancar dan objektif.

Kegiatan ini membuktikan bahwa gerakan Sekolah Adiwiyata di Makassar terus aktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi. Kolaborasi seluruh peserta, termasuk kontribusi dari Ibu Sitti Hasmi, S.Pd.I, adalah modal utama untuk mencetak generasi yang cerdas sekaligus cinta lingkungan. ( Muh Yahya )

Siap Ke SMP Siswa kelas 6 SD Inpres Lantebung Tuntaskan Asesmen Akhir TKA


MULIAINFO. Com --  Makassar – UPT SPF SD Inpres Lantebung melaksanakan Asesmen Akhir untuk program TKA bagi siswa Kelas 6 pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum siswa menamatkan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan asesmen dipusatkan di ruang kelas 6 yang telah ditata rapi. Ciri khas ruangannya terlihat dari langit-langit bermotif kotak-kotak merah putih serta meja kursi belajar berwarna merah yang seragam. Suasana tersebut menciptakan lingkungan yang nyaman bagi siswa untuk fokus mengerjakan soal.

Sejak pagi, para siswa kelas 6 sudah hadir dengan seragam batik sekolah dan tampak siap mengikuti asesmen. Sebelum dimulai, guru memberikan arahan teknis pengerjaan serta motivasi agar siswa mengerjakan dengan jujur, teliti, dan percaya diri.

Selama asesmen berlangsung, suasana kelas terpantau tertib. Siswa kelas 6 duduk di bangkunya masing-masing dan mengerjakan soal secara mandiri. Pengawas ruangan berkeliling secara berkala untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur.

Kepala UPT SPF SD Inpres Lantebung, *Amrah, http://S.Pd*, menyampaikan bahwa Asesmen Akhir TKA Kelas 6 ini menjadi tolok ukur capaian pembelajaran siswa selama enam tahun di sekolah dasar. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi program dan penentu kesiapan siswa ke jenjang SMP.

Menurut Amrah, http://S.Pd, pihak sekolah telah mempersiapkan asesmen ini sejak jauh hari. Mulai dari penyusunan soal berbasis kurikulum, try out, hingga penataan ruang kelas agar siswa kelas 6 merasa nyaman dan bisa mengerjakan dengan maksimal.

Menurut salah satu guru kelas 6, materi asesmen disusun berdasarkan kisi-kisi yang sudah disosialisasikan kepada siswa melalui pembelajaran rutin dan bimbingan intensif. “Anak-anak sudah terbiasa dengan tipe soal yang diujikan, jadi mereka lebih siap secara mental,” ujarnya.

Dari sisi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman penting untuk melatih konsentrasi dan tanggung jawab menjelang kelulusan. Beberapa siswa kelas 6 mengaku sempat gugup di awal, namun bisa kembali fokus setelah memahami instruksi soal dengan baik.

Pihak sekolah juga memastikan sarana prasarana pendukung asesmen berfungsi optimal. Pencahayaan ruang kelas, sirkulasi udara, serta posisi tempat duduk siswa sudah diatur agar mendukung kenyamanan selama ujian. Ini sesuai arahan Kepala Sekolah Amrah, http://S.Pd yang menekankan pentingnya menciptakan suasana ujian yang kondusif bagi siswa kelas 6.

Dengan berakhirnya Asesmen Akhir TKA Kelas 6 ini, UPT SPF SD Inpres Lantebung di bawah kepemimpinan Amrah, http://S.Pd berharap seluruh siswa memperoleh hasil terbaik sebagai bekal melanjutkan ke jenjang SMP. Sekolah berkomitmen terus mendampingi perkembangan belajar siswa hingga hari kelulusan tiba.( Muh Yahya )

Pelaksanaan TKA Literasi Numerasi di SDN Tamalanrea Berjalan Lancar, Jadi Bekal Kuat Hadapi Ujian


 MULIAINFO. Com -- Makassar, 16 April 2026- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Literasi dan Numerasi di UPT SPF SD Negeri Tamalanrea resmi berakhir pada Rabu, 16 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15-16 April 2026, berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti.

Kegiatan TKA kali ini berfokus pada simulasi numerasi bagi siswa kelas 6. Dari dokumentasi yang dihimpun, simulasi dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 pukul 08.10 dan 08.13 WITA di dua ruang kelas berbeda, dengan pengawasan langsung dari para guru.

Suasana ruang ujian terlihat kondusif. Para siswa tampak serius mengerjakan soal simulasi di meja masing-masing, sementara guru pendamping memastikan proses berjalan sesuai prosedur. Dokumentasi kegiatan dilengkapi timemark digital sebagai penjamin keaslian waktu pelaksanaan.

Kepala UPT SPF SD Negeri Tamalanrea, Hj. Darmawaty, turut hadir memantau jalannya simulasi. Kehadiran kepala sekolah menjadi bentuk dukungan penuh terhadap program peningkatan kemampuan akademik siswa, khususnya dalam menghadapi ujian yang akan datang.

Dalam arahannya, Hj. Darmawaty menekankan pentingnya pembiasaan menghadapi soal-soal berstandar TKA. Menurutnya, tryout bukan hanya mengukur kemampuan, tetapi juga melatih manajemen waktu dan ketahanan mental siswa saat ujian sesungguhnya.

Rangkaian TKA ini mencakup kegiatan tryout dan latihan mengerjakan soal-soal setipe TKA. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membekali murid kelas 6 agar lebih siap secara mental dan akademik saat pelaksanaan ujian resmi berlangsung.

Keberhasilan pelaksanaan TKA tidak lepas dari kerja sama tim. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh guru kelas 6A dan 6B serta semua pihak yang terlibat. Sinergi dan kerja keras semua unsur sekolah dinilai menjadi kunci tuntasnya seluruh rangkaian TKA Literasi dan Numerasi.

Para guru kelas 6 disebut memiliki peran sentral, mulai dari penyusunan soal latihan, pelaksanaan simulasi, hingga pendampingan intensif pasca-tryout. Hasil simulasi akan dianalisis untuk memetakan materi yang masih perlu diperkuat sebelum ujian.

Selain peran sekolah, keterlibatan orang tua juga menjadi perhatian utama. Pihak sekolah secara berkelanjutan memberikan imbauan kepada orang tua siswa untuk aktif mengawasi dan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.

Pendampingan belajar dari orang tua di rumah dinilai krusial untuk memperkuat hasil latihan di sekolah. Harapannya, dengan pembiasaan belajar yang konsisten, siswa dapat mengerjakan soal ujian secara maksimal.

Tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah agar siswa-siswi kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamalanrea dapat meraih nilai yang bagus dan membanggakan pada saat ujian. Simulasi TKA menjadi salah satu tolok ukur kesiapan siswa sekaligus bahan evaluasi bagi guru.

Dengan berakhirnya TKA pada 16 April 2026 ini, pihak sekolah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pendampingan intensif hingga hari pelaksanaan ujian. Semangat kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua akan terus dijaga.

Seluruh civitas UPT SPF SD Negeri Tamalanrea optimis bahwa ikhtiar bersama melalui tryout, latihan soal, dan pendampingan belajar akan membuahkan hasil terbaik bagi masa depan para siswa.( Muh Yahya )

15 April 2026

Siswa Kelas VI A UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 Ikuti Asesmen Akhir TKA Bahasa Indonesia Tahun 2026


MULIAINFON. Com -- MKassar. UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 melaksanakan Asesmen Akhir Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas VI A pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tolok ukur capaian kompetensi peserta didik sebelum menamatkan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Kepala UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1, Hasdiarah Kadir, S.Pd, menyampaikan bahwa asesmen akhir ini bertujuan memetakan kemampuan literasi siswa, mulai dari membaca pemahaman, menulis, hingga menyimak. “Hasil TKA akan menjadi bahan evaluasi sekolah untuk perbaikan pembelajaran ke depan,” ujarnya saat memantau langsung pelaksanaan ujian.

Asesmen dimulai pukul 08.00 WITA dan berlangsung tertib di tiga ruang kelas. Panitia membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk memastikan pengawasan berjalan optimal dan suasana ujian tetap kondusif.

Sebelum asesmen dimulai, seluruh peserta didik diarahkan untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh wali kelas VI A. Setelah itu, pengawas membacakan tata tertib serta petunjuk umum pengerjaan soal kepada seluruh siswa.

Soal TKA Bahasa Indonesia disusun mengacu pada Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Materi yang diujikan meliputi teks informasi, teks fiksi, surat pribadi, puisi, hingga keterampilan menulis paragraf argumentasi sederhana sesuai tingkat berpikir siswa kelas VI.A

Menurut salah satu pengawas, siswa terlihat antusias dan fokus selama mengerjakan soal. Beberapa siswa bahkan mampu menyelesaikan lebih cepat dari waktu yang disediakan karena sudah terbiasa dengan bentuk soal AKM dan TKA selama simulasi sebelumnya.

Pihak sekolah telah melakukan serangkaian persiapan sejak awal semester genap. Persiapan tersebut meliputi bedah kisi-kisi, pendalaman materi, try out sebanyak tiga kali, serta pendampingan belajar tambahan di sore hari bagi siswa yang memerlukan penguatan.

Hasdiarah Kadir, S.Pd menegaskan bahwa TKA bukan sekadar ujian penentu kelulusan, melainkan alat diagnostik untuk melihat kekuatan dan kelemahan pembelajaran. “Dari hasil ini kami bisa menyusun program intervensi literasi yang lebih tepat sasaran tahun depan,” jelasnya.

Orang tua siswa turut mendukung penuh pelaksanaan asesmen. Komite sekolah membantu menyediakan konsumsi ringan dan memastikan anak-anak datang tepat waktu dengan kondisi fisik yang prima.

Selain aspek akademik, sekolah juga menekankan kejujuran dan kemandirian selama asesmen. Nilai karakter tersebut, kata kepala sekolah, sama pentingnya dengan nilai angka yang akan diperoleh siswa nantinya.

Pelaksanaan Asesmen Akhir TKA Bahasa Indonesia di UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 ditutup pukul 10.30 WITA. Lembar jawaban selanjutnya akan dikoreksi oleh tim guru dan hasilnya diumumkan bersamaan dengan rapor akhir tahun pelajaran 2025/2026. ( Muh Yahya)