MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Sekolah itu tempat belajar supaya pintar, bukan tempat belajar bohong. Namun oknum guru alias kepsek di SD kawasan Sudirman I diduga mencontohkan kebohongan tepat di depan pintu ruangannya sendiri. Jika begini pendidikan ke depannya bisa bahaya.
Kejadian janggal terjadi di salah satu SD Negeri di kawasan Sudirman I Makassar saat tim Muliainfo.com datang untuk konfirmasi jurnalistik di depan pintu ruangan kepala sekolah.
Posisi tim sudah tepat di depan pintu ruangan kepsek. Tim kemudian bertanya kepada salah satu guru yang ada di depan pintu, apakah Ibu Kepsek ada?
Salah satu guru tersebut menjawab dengan tegas, Ibu Kepsek lagi rapat. Jawaban itu disampaikan tepat di depan pintu ruangan kepsek.
Namun faktanya, ketika tim melihat ke dalam ruangannya, Ibu Kepsek hanya sendiri di dalam ruangan, tidak sedang rapat dengan siapapun dan tidak ada tamu.
Melihat kejanggalan tersebut, tim kemudian mencoba menghubungi Ibu Kepsek via chat WhatsApp untuk memastikan.
Di dalam chat, tim menyampaikan, Ibu lagi rapat ya? Namun jawaban Ibu Kepsek justru berbeda lagi, ia menjawab lagi ada tamu.
Tiga fakta dalam satu waktu yang saling bertolak belakang, guru bilang lagi rapat, mata melihat kepsek sendiri di ruangan, dan di chat kepsek bilang lagi ada tamu. Mana yang jujur?
Sekolah itu untuk belajar supaya bagaimana caranya pintar, bukan untuk tempat belajar bohong. Kalau begini modelnya, pendidikan ke depannya bisa bahaya.
Contoh saja oknum guru alias kepsek di SD kawasan Sudirman I ini. Murid setiap hari diajarkan jujur, pintar, tidak boleh berbohong, patuh dan disiplin. Tapi oknum gurunya sendiri diduga mencontohkan kebohongan secara langsung.
Kalau kepsek seperti itu dan gurunya yang pimpin, apalagi guru yang menjadi kepsek belum ada pengalaman memimpin sekolah, bagaimana sekolah mau maju dan pintar?
Jangan salahkan siswanya selama mengabdi di sekolah itu jika tidak pintar dan tidak berkarakter, karena contoh pimpinannya sendiri diduga tidak jujur. Guru adalah digugu dan ditiru.
Jangan-jangan memang sudah ada kesepakatan antara kepala sekolah dan guru, ketika ada awak media berkunjung atau bertanya harus kompak berbohong dengan alasan rapat atau ada tamu.
Untuk apa harus berbohong di depan pintu ruangan jika memang tidak ada yang ditutupi? Apa yang ditakutkan hingga harus diduga berbohong kepada awak media yang menjalankan tugas sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SD Sudirman I belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejanggalan guru bilang rapat padahal terlihat sendiri dan kepsek bilang ada tamu.
Redaksi telah melayangkan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait dugaan oknum kepsek yang belum berpengalaman memimpin sekolah dan diduga tidak jujur tersebut. Hingga batas waktu penerbitan belum ada jawaban. Redaksi membuka hak jawab 2x24 jam sesuai UU Pers. Redaksi menegaskan berita ini adalah kontrol sosial dan menjunjung asas praduga tak bersalah.
