Muliainfo .com. Makassar Kecamatan Manggala, 7 Januari 2026 - Pertemuan kepala sekolah di kecamatan Manggala berubah menjadi drama panas ketika Hj. Rosmiati, Ketua Panitia, memimpin dengan gaya yang otoriter.
Dalam pertemuan tersebut, Hj. Rosmiati mengeluarkan instruksi keras kepada kepala sekolah yang tidak ikut UKOP dan tes wawancara, yaitu untuk mencari sekolah terdekat dari rumahnya untuk mengajar kembali sebagai guru. "Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi!" katanya dengan nada yang tegas.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah ketika Hj. Rosmiati memanggil langsung CkS, PLT, dan Depenitif untuk menghadap ke hadapannya. "Apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu yang tidak beres?" tanya seorang kepala sekolah yang hadir.
Hj. Rosmiati kemudian menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kecamatan Manggala. "Kami tidak bisa membiarkan kepala sekolah yang tidak kompeten memimpin sekolah," katanya.
Pertemuan itu sendiri diakhiri dengan keputusan untuk melanjutkan proses penerimaan kepala sekolah melalui satu pintu, yaitu melalui tim yang dibentuk oleh Hj. Rosmiati.
Kepala sekolah yang hadir dalam pertemuan tersebut masih dalam keadaan shock dan tidak bisa memahami apa yang terjadi. "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan," kata salah satu kepala sekolah.
Sementara itu, pihak sekolah UPT SPF SD INPRES ANTANG 1, tempat Hj. Rosmiati menjabat sebagai kepala sekolah, masih belum bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
Pertemuan kepala sekolah di kecamatan Manggala sendiri dijadwalkan untuk membahas program-program pendidikan di tahun 2026. Namun, pertemuan tersebut berubah menjadi drama panas yang tidak terduga.
Apakah Hj. Rosmiati akan memberikan penjelasan atas kejadian ini? Apakah ada konsekuensi bagi kepala sekolah yang tidak ikut UKOP dan tes wawancara? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Sementara itu, masyarakat Manggala sendiri menantikan jawaban atas kejadian ini. "Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata salah satu warga.
Hj. Rosmiati sendiri masih belum bisa dihubungi untuk memberikan komentar. Apakah dia akan memberikan penjelasan atas kejadian ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan keputusan untuk melanjutkan proses penerimaan kepala sekolah melalui satu pintu, yaitu melalui tim yang dibentuk oleh Hj. Rosmiati.
Kepala sekolah yang tidak ikut UKOP dan tes wawancara diminta untuk mencari sekolah terdekat dari rumahnya untuk mengajar kembali sebagai guru.
Apakah keputusan ini akan meningkatkan kualitas pendidikan di kecamatan Manggala? Hanya waktu yang bisa menjawab.
