MULIAINFO. COM--MAKASSAR, 20 AGUSTUS 2026 – Di tengah gencarnya Bapak Wali Kota Makassar memberantas praktik kotor di sekolah, DUGAAN PENITIPAN SISWA-SISWI* ternyata masih ditemukan.
Dua sekolah favorit jadi sorotan utama publik: SMPN 1 MAKASSAR & SMPN 3 MAKASSAR. Sekolah yang seharusnya jadi barometer PPDB bersih.
Ironisnya, di dua sekolah inilah *DUGAAN* permainan kursi paling kencang terdengar setiap tahun ajaran baru. Orang tua resah, anak-anak jadi korban.
ARAHAN PAK WALI SUDAH SANGAT JELAS DAN BERULANG KALI. Lewat rapat, edaran, hingga media. Intinya satu: PPDB 2026 WAJIB JALUR ZONASI, PRESTASI, DAN MUTASI. TANPA TITIPAN. TANPA MAHAR.
Tapi "DUGAAN "di lapangan berkata lain. Masih ada "jalur khusus" yang tidak pernah diumumkan. Masih ada nama-nama yang tiba-tiba lolos tanpa jejak.
Lebih mirisnya, DUGAAN OKNUM SATU PERSATU MASUK. SAMPAI SAAT INI MASIH TAMBAH MASUK. Artinya praktik ini tidak berhenti, justru jalan terus.
Ini berarti instruksi orang nomor satu di Makassar DIDUGA DITABRAK. oleh oknum di bawah. Ini bentuk pembangkangan birokrasi yang tidak bisa ditolerir.
KONFIRMASI SALAH SATU MEDIA JUGA DIABAIKAN. Saat salah satu media mencoba mengkonfirmasi ke salah satu Kepsek SMP terkait, pesan hanya dibaca. Tidak ada jawaban. Tidak ada klarifikasi.
Sikap mengabaikan media ini MEMPERKUAT DUGAAN. Jika tidak ada yang ditutupi, kenapa takut menjelaskan? Media punya hak untuk bertanya demi kepentingan publik.
MENGABAIKAN KONFIRMASI = MENGHINDARI PENGAWASAN. Ini bukan etika seorang pemimpin pendidikan. Seharusnya terbuka, bukan bungkam.
KAMI MENDUGA ADA JARINGAN YANG BERMAIN. DIDUGA ada "calo" dan "oknum" yang memperdagangkan kursi sekolah negeri favorit secara sistematis.
Jika DUGAAN ini benar, maka ini penghinaan besar terhadap kebijakan Pak Wali. Aturan dibuat, tapi sengaja dilanggar di bawah.
Korban dari DUGAAN PRAKTIK ini adalah anak-anak berprestasi dan orang tua jujur. Mereka tersingkir karena tidak punya "orang dalam".
KEPADA BAPAK WALI KOTA MAKASSAR, kami mohon ketegasan. Periksa DUGAAN ini. Panggil Kepsek yang mengabaikan konfirmasi media. Audit data PPDB. Jika terbukti, copot.
KESIMPULAN: Oknum terus masuk, konfirmasi diabaikan, DUGAAN semakin kuat. USUT TUNTAS DUGAAN PENITIPAN DI SMP 1 & 3! HENTIKAN OKNUM BARU MASUK! TEGAKKAN ATURAN PAK WALI! 🇮🇩
