MULIAINFO. Com -- Makassar - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru SPMB jalur zonasi hari pertama di UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara- baraya II, berjalan tertib dan lancar, Senin 22/6/2026. Sejak pukul 07.30 Wita, halaman sekolah sudah ramai orang tua dan calon siswa baru. Meski jumlah pendaftar padat, suasana tetap kondusif karena semua mengikuti alur yang sudah ditentukan panitia SPMB sekolah.
Proses verifikasi dokumen dilakukan langsung oleh tim guru operator yang sudah ditunjuk. Satu persatu berkas KK, akta lahir, ijazah TK/PAUD, dan bukti domisili dicek teliti. Petugas mencocokkan NIK anak dengan data Dukcapil dan memastikan alamat di KK benar-benar masuk radius zonasi sekolah sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Kota Makassar.
*"Guru operator kami sangat teliti menjemput data dari orang tua. Mereka tidak buru-buru. Satu berkas dicek 2 kali, data diinput lalu dicocokkan lagi. Tujuannya biar tidak ada kesalahan yang merugikan calon siswa," ujar Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-baraya II, Suardi Salpin, S.Pd, .M. M., di sela kegiatan.
Pantauan di lokasi, orang tua siswa datang sesuai jadwal panggilan yang disebar lewat grup WA kelas 6 SD. Tidak ada penumpukan di gerbang. Petugas keamanan dan OSIS bantu arahkan alur antrean: masuk lewat pintu timur, keluar lewat pintu barat. Hasilnya halaman sekolah tetap longgar, udara lancar, dan orang tua tidak berdesakan.
Para siswa yang ikut dampingi orang tua juga tampak tertib dan sopan. Anak-anak duduk rapi di bangku yang disediakan panitia, sebagian membaca buku, sebagian berbincang pelan. Tidak ada yang lari-larian atau teriak. "Siswa sangat tertib dan lancar," ucap Kepsek Suardi Salpin bangga melihat kedisiplinan anak didiknya.
Apresiasi khusus disampaikan kepsek untuk kedisiplinan semua pihak. Menurut Suardi Salpin, kunci kelancaran SPMB ada pada kerja sama. "Siswa sangat tertib dan lancar. Orang tua juga kooperatif bawa berkas lengkap sesuai checklist. Guru operator semangat dari pagi. Ini memudahkan kerja kami dan bikin proses jadi cepat," ucapnya.
Tahun ini sistem SPMB Makassar full online dan terintegrasi. Guru operator wajib teliti saat input NIK, nama, alamat, hingga koordinat rumah sesuai KK. Data ini langsung sinkron ke server Dinas Pendidikan. "Satu angka salah ketik bisa bikin jarak zonasi berubah. Makanya kami latih operator 3 hari sebelum SPMB," jelas kepsek.
Untuk menghindari antrean panjang, panitia buka 3 meja verifikasi paralel. Meja 1 khusus jalur zonasi, meja 2 jalur afirmasi untuk anak kurang mampu, meja 3 jalur mutasi pindah tugas orang tua. Pembagian tugas ini bikin waktu tunggu orang tua cuma 10-15 menit per berkas.
Hingga pukul 12.30 Wita, lebih dari 200 berkas jalur zonasi sudah diverifikasi dan diinput ke sistem. Kepsek menegaskan komitmen sekolah: zero pungli. "Semua gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada titip-titip. Kalau ada yang minta uang atas nama sekolah, langsung lapor ke saya," tegas Suardi Salpin.
Menutup hari pertama, kepsek optimis 3 hari ke depan tetap lancar. "Kami komitmen laksanakan SPMB yang adil, transparan, dan akuntabel. Terima kasih untuk guru operator yang teliti, orang tua yang tertib, dan siswa yang disiplin. Mari jaga bersama sampai pengumuman," tutup Suardi Salpin, S.Pd. M.M, ( Muh. Yahya )

