23 Juni 2026

SK Diinjak Daftar Nama : Kepsek SD Tamamaung 2. Digulingkan H- 0, Ada Main Mata di GTK ?

Tags


MULIAINFO. Com. MAKASSAR,--SOROT* - Harga diri SK Definitif kembali diinjak. Kepala Sekolah SD Tamamaung 2 Makassar batal dikukuhkan H-0 acara. Alasannya absurd: "Nama tidak ada di BKD". Padahal SK resmi ada, undangan tertulis ada, telpon perintah jam 10 malam juga nyata.

Drama ini dimulai malam sebelum pengukuhan. Tepat jam 10 malam, telepon masuk dari nomor 0821-5404-8254 yang mengaku staf Dinas Pendidikan. Perintahnya jelas tanpa koma: "Pak kepsek besok hadir di pengukuhan Karebosi".

Dengan modal telpon itu, kepsek berangkat dengan keyakinan penuh. Status definitif dikantongi, undangan digenggam. Tapi keyakinan itu dibantai habis saat pagi tiba. Belum sempat injak pelataran Karebosi, telepon kedua masuk.

Kali ini suara di seberang adalah Pak Yunus dari bidang GTK Disdik Makassar. Vonisnya singkat dan menusuk: "Jangan hadir di pelantikan. Nama Bapak tidak ada di BKD". Satu kalimat, wibawa 11 bulan masa kerja digilas.

Logika publik runtuh di titik ini. Kalau BKD tidak mencatat nama, lalu dasar apa Dinas Pendidikan berani menelpon malam-malam? Data yang dipakai Disdik jam 10 malam itu data dari planet mana?

Luka belum kering, WA dari BKD menyusul. Isinya mengiyakan Pak Yunus: nama kepsek Tamamaung 2 zonk. Merasa ada yang janggal, kepsek langsung telpon balik si ibu Disdik yang menelpon malam tadi.

Jawaban si ibu justru bikin semua orang melongo: "Kenapa bisa? Saya lihat daftar nama-nama, salah satunya Kepsek Tamamaung 2". Satu kantor, dua versi data. Disdik bilang ADA, BKD + GTK bilang TIDAK ADA.

Di tengah tarik-menarik data itu, kepsek Tamamaung 2 jadi korban. SK definitif yang harusnya jadi tameng hukum, kalah telak sama "daftar nama" yang entah siapa yang ketik dan siapa yang coret.

Keanehan makin telanjang saat ada pembanding. Ada kepsek lain masa kerja tinggal 6 bulan, status non-definitif, tapi tetap lolos dikukuhkan tanpa drama, tanpa telpon batal H-0.

Sementara Kepsek Tamamaung 2, masa kerja masih 11 bulan lagi pensiun, definitif, administrasi lengkap, undangan di tangan, malah dicoret seperti kertas bekas. Standar ganda ini disebut apa kalau bukan main mata?

Bisik-bisik di kalangan guru Makassar makin panas: "Jangan-jangan GTK ada bermain". Dugaan itu muncul karena polanya terlalu rapi. Yang waktunya mepet diloloskan, yang waktunya panjang disikat.

Dampaknya tidak berhenti di kepsek. SD Tamamaung 2 sekarang jadi sekolah tanpa nahkoda pasti. Guru kehilangan komando definitif. Murid kehilangan teladan. Semua gara-gara error data yang tak ada yang mau ngaku.

Ini tamparan untuk sistem kepegawaian Makassar 2026. Di era digital, masih ada "nama hilang-timbul" antar bidang. SK bisa kalah sama screenshot. Pengukuhan bisa batal karena 1 telepon pagi. Aib!

Hingga berita ini tayang, Kadisdik Makassar, Pak Yunus GTK, dan Kepala BKD bungkam seribu bahasa. Publik menuntut satu hal: buka "daftar nama" itu, tunjuk siapa biang keroknya, dan beri sanksi. Jangan biarkan preseden busuk ini makan korban kepsek lain lagi. { Muh Yahya )