24 Juni 2026

Diduga Kabid GTK Bermain Mata, di Pengukuhan Kepala sekolah

Tags


‎MULIAINFO. COM. MAKASSAR,--  BKM — Seorang kepala sekolah di Kota Makassar mengaku kecewa setelah pelantikannya yang telah dipersiapkan sejak lama mendadak dibatalkan hanya beberapa jam sebelum acara berlangsung.
‎Kepala sekolah tersebut mengungkapkan, pada Senin malam (22/6/2026) sekitar pukul 19.00 Wita, dirinya menerima telepon dari pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar yang menyampaikan bahwa dirinya akan dilantik sebagai kepala sekolah definitif pada keesokan harinya.
‎"Saya ditelepon dari Dinas Pendidikan. Saat itu saya diminta bersiap untuk pelantikan dan diminta membawa pasangan," ungkapnya kepada BKM saat dikonfirmasi pada Selasa, (23/6/2026).
‎Mendapat informasi tersebut, ia langsung melakukan berbagai persiapan untuk menghadiri pelantikan yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Karebosi. Menurutnya, seluruh persiapan telah rampung.
‎Namun, harapan itu pupus setelah beberapa saat kemudian dirinya kembali menerima telepon dari pihak Dinas Pendidikan. Kali ini, ia diminta untuk tidak menghadiri pelantikan.
‎"Saya dihubungi Pak Yunus dari bidang GTK. Beliau menyampaikan bahwa saya dilarang hadir di Karebosi karena ada informasi dari BKD. Katanya jangan sampai saya kecewa jika datang ke lokasi," tuturnya.
‎Ia mengaku sempat mempertanyakan alasan pembatalan tersebut. Menurut penjelasan yang diterimanya, keputusan itu disebut berasal dari ketentuan kementerian karena dirinya dianggap telah memasuki masa jabatan tiga periode.
‎"Alasannya karena dari kementerian, katanya saya sudah tiga periode. Tapi saya mempertanyakan, kenapa ada kepala sekolah lain yang masa jabatannya lebih dulu dari saya justru tetap dilantik," katanya.
‎Ia bahkan mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa dirinya tetap bisa dilantik, namun konsekuensinya sertifikasi guru yang dimilikinya berpotensi hilang.
‎"Pak Kabid sempat bilang saya bisa dilantik, tapi sertifikasi saya akan hilang," ujarnya.
‎Keputusan mendadak tersebut membuatnya merasa sangat kecewa. Apalagi, selama ini dirinya memahami bahwa kepala sekolah definitif yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi seharusnya dapat mengikuti pelantikan.
‎"Namanya sudah lama dipersiapkan, lalu tiba-tiba tidak jadi. Tentu saya sangat kecewa," katanya.
‎Menurutnya, kekecewaan semakin besar karena hingga kini dirinya belum menerima penjelasan resmi secara tertulis mengenai alasan pembatalan tersebut.
‎"Saya bukan Plt, saya kepala sekolah definitif. Setahu saya yang definitif itu lolos semua. Kenapa hanya saya yang tidak lolos? Saya salah apa?" ungkapnya dengan nada kecewa.
‎Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya terkait proses penetapan peserta pelantikan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Pasalnya, yang bersangkutan mengaku telah masuk dalam daftar calon yang akan dilantik dan telah diminta melakukan berbagai persiapan sebelum akhirnya dicoret secara mendadak.
‎Kasus ini pun memunculkan sorotan mengenai transparansi dan kepastian administrasi dalam proses pengangkatan kepala sekolah, terutama karena keputusan pembatalan disampaikan hanya beberapa jam menjelang pelaksanaan pelantikan.(*)

This Is The Newest Post