MULIAINFO. Com. Makassar -- Pagi itu halaman UPT SPF SD Negeri Batutambung tampak lebih ramai dari biasanya. Orang tua siswa berdatangan membawa peralatan sederhana seperti polybag, bibit pohon, dan botol bekas untuk kegiatan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai peserta aktif yang ingin belajar bersama anak-anak tentang pentingnya menjaga alam.
Kepala Sekolah Nurul Hikmah, NR,S.Pd.,I M.Pd.I, membuka kegiatan dengan sambutan singkat di lapangan sekolah. Beliau menyampaikan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu rumah dan sekolah. Nurul Hikmah menekankan bahwa peran orang tua sangat penting untuk menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini kepada anak.
Para orang tua terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan Kepala Sekolah. Banyak di antara mereka yang baru mengetahui bahwa Indonesia termasuk negara _megabiodiversity_ dengan kekayaan hayati tertinggi di dunia. Kesadaran ini membuat mereka semakin semangat untuk ikut serta dalam setiap sesi kegiatan yang disiapkan guru.
Sesi pertama diisi dengan kegiatan menanam bibit tanaman di area kebun sekolah. Orang tua dan siswa bekerja berpasangan, menggali tanah, memasukkan bibit, dan menyiramnya bersama-sama. Suasana kebersamaan terasa kental, tawa anak-anak bercampur dengan arahan sabar dari orang tua yang membantu memastikan tanaman tertanam dengan baik.
Nurul Hikmah, NR, S.Pd.I. M.Pd.I, turut turun langsung ke lapangan mendampingi orang tua dan siswa. Beliau sesekali memberikan contoh cara menanam yang benar dan menjelaskan manfaat setiap jenis tanaman bagi ekosistem. Kehadiran kepala sekolah di tengah kegiatan membuat orang tua merasa dihargai dan semakin termotivasi.
Selain menanam, orang tua juga diajak mengikuti lomba kreasi barang bekas menjadi tempat pot. Kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa sampah plastik bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Para ibu terlihat kreatif menghias botol bekas dengan cat warna-warni, sementara para ayah membantu memotong dan melubangi bagian bawah botol.
Dalam sesi diskusi singkat, Kepala Sekolah Nurul Hikmah mengajak orang tua berbagi pengalaman tentang keanekaragaman hayati di lingkungan tempat tinggal mereka. Ada yang bercerita tentang berkurangnya burung di sekitar rumah, ada juga yang membagikan cara sederhana menjaga tanaman obat di pekarangan. Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama.
Anak-anak tampak bangga melihat orang tua mereka aktif berpartisipasi. Momen ini menjadi pembelajaran langsung bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas guru di sekolah. Orang tua menjadi teladan nyata bagi anak dalam menerapkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menjelang akhir kegiatan, Nurul Hikmah, NR, S.Pd.I. M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang hadir. Beliau berharap semangat yang tumbuh hari ini tidak berhenti di sekolah, tetapi dibawa pulang dan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah juga mengajak orang tua membuat sudut hijau kecil di rumah masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh orang tua, siswa, guru, dan Kepala Sekolah di depan hasil karya mereka. Senyum dan rasa puas terlihat jelas di wajah semua peserta. Bagi SD Negeri Batutambung, peringatan Hari Keanekaragaman Hayati tahun ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi awal penguatan sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi peduli lingkungan. ( Yahya )

