06 Februari 2026

Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,43 Persen, Pengamat Nilai Transformasi dan Kebijakan Pemprov Berbuah Nyata



Muliainfo.com Sulsel - Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang semakin solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pertumbuhan ekonomi Sulsel sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 5,43 persen (c-to-c), meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,31 persen.

Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D, menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif keberhasilan arah transformasi ekonomi Sulsel yang kian matang, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Data BPS yang baru dirilis menunjukkan bahwa perekonomian Sulsel secara umum mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Ini menjadi indikasi positif bahwa secara statistik, ekonomi Sulsel mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global,” ujar Prof. Marsuki, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari peran kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Salah satunya melalui pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) senilai Rp3,7 triliun yang dikerjakan bersama pemerintah kabupaten/kota.

“Kebijakan ini terlihat nyata pada pembenahan infrastruktur konektivitas jalan lintas daerah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta sektor pendidikan. Dampaknya cukup luas terhadap perbaikan indikator makro ekonomi Sulsel,” jelasnya.

Menurut Prof. Marsuki, peningkatan pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak berdiri sendiri, melainkan didorong oleh proses transformasi struktural, dari ekonomi semi-tradisional menuju ekonomi yang lebih modern dan bernilai tambah tinggi.

Meski sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi tulang punggung perekonomian Sulsel dengan kontribusi sekitar 23 persen, wajah sektor ini dinilai telah banyak berubah melalui berbagai program hilirisasi.

“Produk-produk strategis seperti padi, rumput laut, hingga komoditas tambang kini tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah, tetapi telah diolah sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar,” ungkapnya.

Transformasi tersebut juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan bibit unggul di sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan jagung di sejumlah daerah sentra produksi, yang berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Selain sektor primer, peran sektor jasa dinilai semakin dominan dan bahkan menjadi penentu utama perekonomian Sulsel pada tahun 2025. Posisi Sulsel sebagai hub ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) mendorong pertumbuhan pesat sektor transportasi dan logistik.

Didukung oleh lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan, serta percepatan digitalisasi sistem keuangan, sektor jasa keuangan dan jasa lainnya berkembang signifikan dan menopang perputaran ekonomi, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, konsumsi non-rumah tangga, serta konsumsi pemerintah. Selain itu, peningkatan investasi dan ekspor komoditas unggulan turut memberikan kontribusi positif,” pungkasnya. (*)