01 Oktober 2026
Murid SD Negeri Bontoa Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer KKG PJOK Tamalanrea di lapangan Tala BTP
30 September 2026
DLH Makassar Fokus Benahi Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar
mendorong penguatan anggaran dan kebijakan pengelolaan sampah sebagai bagian
dari upaya membenahi sistem persampahan secara menyeluruh, mulai dari hulu
hingga hilir.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmi Budiman,
mengatakan persoalan sampah perlu menjadi salah satu prioritas pemerintah
mengingat tantangan pengelolaan persampahan yang semakin membutuhkan penanganan
serius dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Helmi dalam Dialog
Interaktif Makassar Menyapa Pagi RRI Makassar, Rabu (30/9/2026).
“Kalau kita melihat kondisi dan kedaruratan
sampah, memang sampah ini perlu mendapatkan prioritas,” kata Helmi.
Menurut Helmi, sistem pengelolaan sampah
secara umum terbagi dalam tiga bagian, yakni hulu, median, dan hilir. Untuk
sektor hilir, khususnya pembenahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), menurutnya
telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar.
Selanjutnya, DLH Makassar akan memperkuat
pembenahan pada sektor hulu dan median. Fokus tersebut diarahkan pada
pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, termasuk melalui Tempat Pengolahan
Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3R) serta berbagai fasilitas pengelolaan
sampah yang telah tersedia di tengah masyarakat.
Untuk memperkuat pengelolaan sampah di
tingkat kelurahan, DLH Makassar juga mendorong dukungan pembiayaan melalui dana
kelurahan.
Apabila kebutuhan anggaran belum terpenuhi,
penambahan atau pengalokasian kembali anggaran akan diusulkan melalui perubahan
anggaran maupun APBD 2027.
Selain mengandalkan APBD, DLH Makassar juga
menyiapkan alternatif pembiayaan untuk mendukung pengelolaan sampah. Di
antaranya melalui kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta serta
peluang pendanaan yang berasal dari perdagangan karbon.
Helmi menegaskan, persoalan sampah tidak
dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat
dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun sistem
pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Yang menjadi kunci kesuksesan ini tidak lain
dan tidak bukan bukan lagi pemerintah semata, tapi menjadi tanggung jawab kita
bersama,” ujarnya.
Dengan penguatan pengelolaan dari tingkat
sumber hingga hilir, DLH Makassar berharap penanganan sampah dapat dilakukan
secara lebih terpadu sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam
mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Rabu 30 September 2026 Diperingati Sebagai Hari G30S/PKI, Kenang Jasa 7 Pahlawan Revolusi
MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Hari ini, Rabu 30 September 2026, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI sebagai hari bersejarah yang tak boleh dilupakan.
Tanggal 30 September bukan merupakan hari libur nasional, namun menjadi momen penting untuk mengenang kembali peristiwa kelam yang pernah hampir meruntuhkan bangsa Indonesia.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965. Gerakan 30 September yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah.
Target utama gerakan tersebut adalah para perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dianggap menjadi penghalang untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.
Dalam peristiwa berdarah itu, tujuh perwira terbaik TNI AD gugur dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen MT. Haryono, dan Mayjen S. Parman.
Selanjutnya, Brigjen DI. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, serta Lettu Pierre Tendean yang dengan gagah berani mempertahankan kehormatan sebagai prajurit hingga titik darah penghabisan.
Mereka diculik, disiksa, dan dibunuh secara keji. Jasad ketujuh pahlawan tersebut kemudian dibuang ke dalam sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang kini menjadi Monumen Pancasila Sakti.
Berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dan kesigapan TNI bersama rakyat yang setia kepada Pancasila, upaya makar tersebut berhasil digagalkan dalam waktu singkat.
Peringatan G30S/PKI bukan untuk menebar kebencian, melainkan untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Sejarah harus diajarkan dengan jujur kepada generasi penerus bangsa. Sekolah menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.
Jangan sampai generasi milenial, Gen Z, dan Alpha melupakan sejarah kelam bangsanya sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Semangat perjuangan para Pahlawan Revolusi harus menjadi teladan. Mereka mengajarkan arti kesetiaan, keberanian, dan rela berkorban demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah diimbau untuk terus menggalakkan kegiatan mengenang jasa pahlawan, seperti upacara, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, dan pemutaran film dokumenter sejarah G30S/PKI.
Masyarakat juga diharapkan dapat memaknai peringatan ini dengan mempertebal keimanan, menjaga toleransi, dan menolak segala bentuk paham radikal yang ingin memecah belah bangsa.
Besok, 1 Oktober 2026, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebuah bukti bahwa Pancasila adalah ideologi yang sakti dan tidak dapat digantikan oleh ideologi manapun.
Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengirimkan doa kepada para Pahlawan Revolusi yang telah gugur. Semoga arwah mereka diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat terbaik.
Redaksi Muliainfo.com mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga Pancasila, merawat NKRI, dan memegang teguh semboyan Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Merdeka!
Jelajah Sampah Biringkanaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Makassar Bebas Sampah 2029
MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan
Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya diharapkan semakin memperkuat
kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dalam
menjaga lingkungan.
Ketua Dewan Lingkungan Hidup berharap kegiatan Jelajah Sampah di
Kecamatan Biringkanaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat
menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam
pengelolaan sampah.
“Jelajah Sampah ini mari kita jadikan momentum untuk membuka
mata, memasang kepedulian, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pesannya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam
membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut
juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan baru di tengah
masyarakat, mulai dari mengurangi hingga mengelola sampah secara bertanggung
jawab.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk tidak hanya
menjadi peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membangun gerakan pengelolaan
sampah yang dimulai dari lingkungan masing-masing.
Jelajah Sampah yang memasuki titik ke-13 di Kecamatan
Biringkanaya diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi dan
kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi
berbagai elemen masyarakat dalam mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.
Ke depan, gerakan tersebut diharapkan melahirkan aksi nyata dan
berkelanjutan, terutama dalam mengurangi, memilah, mengolah, dan mengelola
sampah sejak dari sumbernya.
Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia
usaha, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu
pihak, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan Makassar
yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)
Gandeng Siswa, Kepsek SMPN 24 Makassar Rahmia S.Ag.M.Pd Perkenalkan kumis Kucing, Ubi Jalar dan Aneka Tanaman Adiwiyata
Hak Jawab & Pernyataan Redaksi MULIAINFO. Com Hargai Klarifikasi SD Negeri Sudirman 1 Makassar dan Putuskan Akhiri Kerja Sama
29 September 2026
Pemkot Makassar dan Unhas Kembangkan Maggot untuk Dukung Pakan Ayam Alope
MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membuka kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengelolaan sampah organik melalui pengembangan budidaya maggot yang terintegrasi dengan peternakan ayam Alope Unhas.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Fakultas Peternakan Unhas bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, mengatakan konsep yang ditawarkan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai bahan pakan ayam.
Dalam skema tersebut, Unhas akan menyiapkan bibit maggot sekaligus mendukung proses pengolahan dan pemasaran. Sementara itu, kelompok masyarakat yang dibina Pemerintah Kota Makassar melalui DLH akan berperan dalam proses pembesaran maggot.
“Konsepnya adalah membangun satu ekosistem, mulai dari sampah organik, maggot, hingga menjadi bagian dari rantai pakan ternak,” jelas Syahdar.
Program tersebut ditargetkan memiliki sedikitnya 50 titik percontohan yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Makassar. Penentuan lokasi akan dilakukan melalui asesmen bersama antara Pemkot Makassar dan Unhas dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat serta potensi pengelolaan sampah organik di masing-masing wilayah.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan maggot dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Munafri mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek pengelolaan lingkungan, tetapi dapat membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi hingga sektor peternakan.
Kolaborasi Pemkot Makassar dan Unhas tersebut diharapkan dapat menghadirkan model pengelolaan sampah organik yang terintegrasi sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan maggot sebagai bagian dari rantai produksi pakan ternak.









