30 September 2026

DLH Makassar Fokus Benahi Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendorong penguatan anggaran dan kebijakan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membenahi sistem persampahan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan persoalan sampah perlu menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat tantangan pengelolaan persampahan yang semakin membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Helmi dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi RRI Makassar, Rabu (30/9/2026).

“Kalau kita melihat kondisi dan kedaruratan sampah, memang sampah ini perlu mendapatkan prioritas,” kata Helmi.

Menurut Helmi, sistem pengelolaan sampah secara umum terbagi dalam tiga bagian, yakni hulu, median, dan hilir. Untuk sektor hilir, khususnya pembenahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), menurutnya telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar.

Selanjutnya, DLH Makassar akan memperkuat pembenahan pada sektor hulu dan median. Fokus tersebut diarahkan pada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, termasuk melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3R) serta berbagai fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, DLH Makassar juga mendorong dukungan pembiayaan melalui dana kelurahan.

Apabila kebutuhan anggaran belum terpenuhi, penambahan atau pengalokasian kembali anggaran akan diusulkan melalui perubahan anggaran maupun APBD 2027.

Selain mengandalkan APBD, DLH Makassar juga menyiapkan alternatif pembiayaan untuk mendukung pengelolaan sampah. Di antaranya melalui kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta serta peluang pendanaan yang berasal dari perdagangan karbon.

Helmi menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Yang menjadi kunci kesuksesan ini tidak lain dan tidak bukan bukan lagi pemerintah semata, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dengan penguatan pengelolaan dari tingkat sumber hingga hilir, DLH Makassar berharap penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terpadu sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

 

Rabu 30 September 2026 Diperingati Sebagai Hari G30S/PKI, Kenang Jasa 7 Pahlawan Revolusi


MULIAINFO.COM, MAKASSAR - Hari ini, Rabu 30 September 2026, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI sebagai hari bersejarah yang tak boleh dilupakan.


Tanggal 30 September bukan merupakan hari libur nasional, namun menjadi momen penting untuk mengenang kembali peristiwa kelam yang pernah hampir meruntuhkan bangsa Indonesia.


Peristiwa tersebut terjadi pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965. Gerakan 30 September yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah.


Target utama gerakan tersebut adalah para perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dianggap menjadi penghalang untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.


Dalam peristiwa berdarah itu, tujuh perwira terbaik TNI AD gugur dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen MT. Haryono, dan Mayjen S. Parman.


Selanjutnya, Brigjen DI. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, serta Lettu Pierre Tendean yang dengan gagah berani mempertahankan kehormatan sebagai prajurit hingga titik darah penghabisan.


Mereka diculik, disiksa, dan dibunuh secara keji. Jasad ketujuh pahlawan tersebut kemudian dibuang ke dalam sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang kini menjadi Monumen Pancasila Sakti.


Berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dan kesigapan TNI bersama rakyat yang setia kepada Pancasila, upaya makar tersebut berhasil digagalkan dalam waktu singkat.


Peringatan G30S/PKI bukan untuk menebar kebencian, melainkan untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila.


Sejarah harus diajarkan dengan jujur kepada generasi penerus bangsa. Sekolah menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.


Jangan sampai generasi milenial, Gen Z, dan Alpha melupakan sejarah kelam bangsanya sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.


Semangat perjuangan para Pahlawan Revolusi harus menjadi teladan. Mereka mengajarkan arti kesetiaan, keberanian, dan rela berkorban demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Pemerintah diimbau untuk terus menggalakkan kegiatan mengenang jasa pahlawan, seperti upacara, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, dan pemutaran film dokumenter sejarah G30S/PKI.


Masyarakat juga diharapkan dapat memaknai peringatan ini dengan mempertebal keimanan, menjaga toleransi, dan menolak segala bentuk paham radikal yang ingin memecah belah bangsa.


Besok, 1 Oktober 2026, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebuah bukti bahwa Pancasila adalah ideologi yang sakti dan tidak dapat digantikan oleh ideologi manapun.


Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengirimkan doa kepada para Pahlawan Revolusi yang telah gugur. Semoga arwah mereka diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat terbaik.


Redaksi Muliainfo.com mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga Pancasila, merawat NKRI, dan memegang teguh semboyan Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Merdeka!



Jelajah Sampah Biringkanaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Makassar Bebas Sampah 2029

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR – Dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dalam menjaga lingkungan.

Ketua Dewan Lingkungan Hidup berharap kegiatan Jelajah Sampah di Kecamatan Biringkanaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Jelajah Sampah ini mari kita jadikan momentum untuk membuka mata, memasang kepedulian, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pesannya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan baru di tengah masyarakat, mulai dari mengurangi hingga mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membangun gerakan pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan masing-masing.

Jelajah Sampah yang memasuki titik ke-13 di Kecamatan Biringkanaya diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.

Ke depan, gerakan tersebut diharapkan melahirkan aksi nyata dan berkelanjutan, terutama dalam mengurangi, memilah, mengolah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)

Gandeng Siswa, Kepsek SMPN 24 Makassar Rahmia S.Ag.M.Pd Perkenalkan kumis Kucing, Ubi Jalar dan Aneka Tanaman Adiwiyata


MULIAINFO.COM, MAKASSAR -  SMP Negeri 24 Makassar di bawah kepemimpinan Rahmia, S.Ag.M.Pd terus berinovasi dalam menyukseskan program Sekolah Adiwiyata dengan melibatkan langsung siswa-siswi.

Kali ini, Rahmia, S.Ag.M.Pd bersama para siswa-siswi memperkenalkan satu-persatu koleksi tanaman yang ada di program Lobang Pari sebagai media pembelajaran lingkungan hidup.

"Akan memperkenalkan satu-satu lobang pari kami yang mana sebagai contoh urutannya kali ini kami sengaja buat untuk teman-teman contoh dan dapat dijadikan sebagai sahabat pembelajaran," ujar Rahmia, S.Ag.M.Pd didampingi siswa-siswi.

Adapun tanaman pertama yang diperkenalkan kepada siswa-siswi adalah tanaman jahe yang ditanam di sepanjang jalan masuk menuju kebun Adiwiyata sekolah.

Selanjutnya, Rahmia, S.Ag.M.Pd memperkenalkan tanaman serai yang tumbuh subur dan dikenal sebagai tanaman obat keluarga yang sangat bermanfaat.


Tidak kalah penting, di lobang pari berikutnya terdapat tanaman kumis kucing yang merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat tinggi untuk kesehatan.

"Kemudian ada kumis kucing, ini tanaman obat yang sangat bagus, kita tanam agar anak-anak kita mengenal tanaman herbal sejak dini," jelas Rahmia, S.Ag.M.Pd.

Untuk mendukung ketahanan pangan, SMP Negeri 24 Makassar juga membudidayakan tanaman singkong atau yang dikenal dengan sebutan ubi kayu dan juga ubi sekong.

Selain itu, terdapat juga tanaman ubi jalar yang ditanam di beberapa titik lobang pari dan saat ini pertumbuhannya menunjukkan hasil yang sangat baik.

Di area yang berbeda, siswa-siswi juga diajak untuk melihat tanaman rambutan dan aneka cabai yang sangat banyak variasinya yang telah ditanam di lingkungan sekolah.

Rahmia, S.Ag.M.Pd juga menunjukkan kepada siswa-siswi beberapa tanaman yang sudah menjadi bukti keberhasilan, seperti terong pari dan pepaya yang sudah mulai berbuah.


"Selanjutnya mungkin saya akan perkenalkan satu-satu sekaligus yang sudah menjadi bukti, terong pari, serai seperti ini sudah berbuahan, pepaya juga paling tidak ketika ada cabai," ungkapnya di hadapan siswa-siswi.

Menurut Rahmia, S.Ag.M.Pd, keterlibatan langsung siswa-siswi dalam perkenalan tanaman Adiwiyata ini bertujuan agar mereka lebih mencintai dan peduli terhadap lingkungan.

Meski koleksi tanamannya sudah sangat banyak, Rahmia, S.Ag.M.Pd mengatakan masih banyak bibit tanaman lain yang baru dalam tahap pembibitan sehingga belum kelihatan.

"Masih banyak tanaman-tanaman yang masih di bibit yang belum kelihatan tumbuh, banyak variasi yang kami tanam namun belum nampak masih ada yang belum kelihatan karena baru dalam tahap pembibitan," jelasnya.

Dengan adanya kebun Adiwiyata yang lengkap mulai dari kumis kucing, ubi jalar, ubi sekong atau ubi kayu, jahe, serai hingga rambutan, SMP Negeri 24 Makassar berharap menjadi sekolah percontohan Adiwiyata yang menginspirasi sekolah lain di Makassar.


Hak Jawab & Pernyataan Redaksi MULIAINFO. Com Hargai Klarifikasi SD Negeri Sudirman 1 Makassar dan Putuskan Akhiri Kerja Sama


MULIAINFO.COM, MAKASSAR -Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan profesionalisme pers sesuai amanah UU Pers No. 40 Tahun 1999, Redaksi Muliainfo.com memuat hak jawab resmi dari pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar terkait pemberitaan sebelumnya.

Hak jawab ini diterima redaksi secara tertulis pada Selasa, 29 September 2026 malam, setelah pemberitaan mengenai proses konfirmasi jurnalistik selama dua hari di sekolah tersebut tayang di platform kami.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Redaksi Muliainfo.com yang telah membuka ruang hak jawab secara profesional dan memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk meluruskan informasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Dalam klarifikasinya, pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar menjelaskan bahwa adanya perbedaan informasi yang disampaikan oleh staf di lapangan murni disebabkan oleh dinamika perubahan agenda rapat yang sangat padat dalam 1-2 hari terakhir.

Dijelaskan bahwa pada hari-hari tersebut, pihak sekolah sedang menghadapi beberapa agenda penting secara bersamaan, termasuk adanya sosialisasi dan langkah mitigasi dari pihak kelurahan terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penataan parkir di kawasan sekolah.

Selain itu, pada saat yang bersamaan pihak sekolah juga sedang melakukan penyelesaian administrasi sekolah yang mendesak, yakni terkait pengelolaan kinerja guru yang harus diselesaikan dengan cepat karena memiliki batas waktu atau deadline pada hari tersebut.

Pada hari kedua, Selasa, 29 September 2026, kondisi sekolah juga mengalami pemadaman lampu, sehingga Kepala Sekolah memutuskan untuk beristirahat sejenak di mushola yang berada di samping kantor sambil menunggu kondisi kembali normal.

Pihak sekolah menegaskan bahwa begitu mendengar adanya tamu dari awak media yang mencari, Kepala Sekolah langsung memerintahkan penjaga sekolah untuk memanggil kembali awak media tersebut untuk bertemu secara langsung.

Dalam pernyataan resminya, pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar menegaskan bahwa tidak ada sedikitpun maksud atau niat untuk menghindar dari awak media ataupun memberikan keterangan yang tidak benar kepada rekan-rekan jurnalis.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa selama ini pihak sekolah sangat menghormati peran dan fungsi rekan-rekan media sebagai mitra strategis dalam dunia pendidikan dan selalu terbuka untuk bersilaturahmi serta memberikan informasi secara transparan kepada publik.

Redaksi Muliainfo.com menerima dengan terbuka hak jawab dan permohonan maaf tersebut serta mengapresiasi langkah cepat dan kedewasaan pihak UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar dalam menyikapi pemberitaan.

Sebagai tindak lanjut dari dinamika komunikasi selama dua hari tersebut, Redaksi Muliainfo.com secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja sama publikasi dan kemitraan media dengan UPT SPF SD Negeri Sudirman I Makassar terhitung mulai hari ini.

Keputusan ini diambil oleh redaksi sebagai bentuk evaluasi internal untuk menjaga independensi dan profesionalisme kerja jurnalistik, agar ke depan tidak terjadi lagi miskomunikasi terkait pelayanan penerimaan tamu dan tata kelola komunikasi publik.

Redaksi menegaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama ini tidak ada kaitannya dengan unsur dendam atau kebencian, murni sebagai langkah profesional agar fungsi kontrol sosial pers dapat berjalan secara lebih objektif.

Kendati kerja sama publikasi diakhiri, Redaksi Muliainfo.com tetap akan menjalankan fungsi jurnalistiknya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, termasuk tetap memberitakan prestasi positif siswa maupun kegiatan pendidikan di sekolah tersebut jika dianggap memiliki nilai berita.

Dengan diterbitkannya hak jawab dan pernyataan redaksi ini, maka persoalan miskomunikasi pada tanggal 29-30 September 2026 tersebut dinyatakan selesai dan tuntas dengan semangat kekeluargaan.

Redaksi Muliainfo.com berharap sinergi yang baik antara insan pers dan lembaga pendidikan di Kota Makassar dapat terus terjalin dengan semua pihak demi kemajuan pendidikan.


29 September 2026

Pemkot Makassar dan Unhas Kembangkan Maggot untuk Dukung Pakan Ayam Alope

 


MULIAINFO.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membuka kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengelolaan sampah organik melalui pengembangan budidaya maggot yang terintegrasi dengan peternakan ayam Alope Unhas.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Fakultas Peternakan Unhas bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, mengatakan konsep yang ditawarkan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai bahan pakan ayam.

Dalam skema tersebut, Unhas akan menyiapkan bibit maggot sekaligus mendukung proses pengolahan dan pemasaran. Sementara itu, kelompok masyarakat yang dibina Pemerintah Kota Makassar melalui DLH akan berperan dalam proses pembesaran maggot.

“Konsepnya adalah membangun satu ekosistem, mulai dari sampah organik, maggot, hingga menjadi bagian dari rantai pakan ternak,” jelas Syahdar.

Program tersebut ditargetkan memiliki sedikitnya 50 titik percontohan yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Makassar. Penentuan lokasi akan dilakukan melalui asesmen bersama antara Pemkot Makassar dan Unhas dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat serta potensi pengelolaan sampah organik di masing-masing wilayah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan maggot dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Munafri mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek pengelolaan lingkungan, tetapi dapat membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi hingga sektor peternakan.

Kolaborasi Pemkot Makassar dan Unhas tersebut diharapkan dapat menghadirkan model pengelolaan sampah organik yang terintegrasi sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan maggot sebagai bagian dari rantai produksi pakan ternak.

 

 

 

 

 

Perkuat Budaya Inovasi, UPTD SPF SD Inpres Antang 2 Gelar Bimtek Kotak Cinta Bersama Ikrom Trianto


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPTD SPF SD Inpres Antang 2 kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya inovasi di lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan sukses digelarnya kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Inovasi unggulan sekolah yang diberi nama KOTAK CINTA.

Kegiatan BIMTEK ini dilaksanakan di lingkungan UPTD SPF SD Inpres Antang 2 dan diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh warga sekolah. Suasana kegiatan terlihat khidmat, tertib, dan penuh antusiasme untuk belajar hal baru demi kemajuan sekolah.

Untuk memberikan pembekalan yang maksimal, pihak sekolah menghadirkan pemateri yang berkompeten dan berpengalaman di bidang inovasi pendidikan. Pemateri tersebut adalah Bapak Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., yang dikenal aktif mendampingi berbagai inovasi sekolah di Kota Makassar.

Peserta utama dalam kegiatan ini adalah seluruh guru dan staf UPTD SPF SD Inpres Antang 2. Mereka hadir lengkap dan mengikuti setiap sesi materi dengan serius sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kompetensi diri dan kualitas layanan pendidikan kepada siswa.

Tidak hanya melibatkan internal sekolah, kegiatan BIMTEK ini juga mengundang pihak eksternal sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antar sekolah. Turut hadir sebagai undangan adalah Kepala Sekolah UPTD SPF SD Inpres Antang 2 beserta Tim Inovasi Antang I.

Kehadiran Kepala Sekolah Antang I bersama tim inovasinya memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan saling mendukung antar sekolah dalam satu gugus untuk bersama-sama maju dalam berinovasi.

Kegiatan BIMTEK ini terselenggara atas arahan dan bimbingan langsung dari Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang 2, Ibu St. Sharah Hidayat, S.Pd.,M.Pd. Beliau menjadi motor penggerak utama dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi di sekolah yang dipimpinnya.

Dalam sambutannya, Ibu St. Sharah Hidayat, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemateri serta seluruh undangan yang telah hadir. Beliau menegaskan bahwa BIMTEK ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru dalam berinovasi.


Beliau menjelaskan bahwa Inovasi KOTAK CINTA bukan sekadar nama, melainkan memiliki filosofi mendalam tentang cinta terhadap pekerjaan, cinta terhadap peserta didik, dan cinta terhadap upaya perbaikan berkelanjutan. Inovasi harus lahir dari ketulusan dan kepedulian terhadap kebutuhan siswa.

Sementara itu, dalam sesi inti, pemateri Ikrom Trianto, S.TP.,M.Kes. memaparkan materi tentang konsep dasar inovasi, cara menggali ide kreatif dari masalah di kelas, hingga teknik penyusunan laporan inovasi yang baik dan benar. Semua materi disampaikan dengan sistematis dan mudah dipahami.

Ia juga menekankan bahwa sebuah inovasi yang baik harus memenuhi tiga unsur utama, yaitu mudah diterapkan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan hasil belajar siswa. Inovasi tidak harus mahal dan canggih, tetapi harus solutif.

Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang sangat interaktif dan menyenangkan. Pemateri tidak hanya ceramah satu arah, tetapi juga memberikan contoh-contoh nyata inovasi sekolah yang telah berhasil serta mengajak peserta untuk melakukan simulasi penyusunan ide inovasi.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi momen yang paling hidup. Para guru dan staf Antang 2 serta Tim Inovasi Antang I saling bertukar pendapat, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman tentang tantangan dalam melaksanakan inovasi di sekolah masing-masing.

Kehadiran Tim Inovasi dari SD  Antang I juga menjadi ajang studi tiru dan berbagi praktik baik. Kedua sekolah sepakat untuk terus berkolaborasi dan saling menguatkan agar inovasi pendidikan di wilayah Antang semakin berkembang pesat.

Melalui kegiatan BIMTEK Inovasi KOTAK CINTA ini, diharapkan seluruh guru dan staf UPTD SPF SD Inpres Antang 2 semakin termotivasi dan memiliki bekal yang cukup untuk melahirkan karya-karya inovatif. Di bawah kepemimpinan Ibu St. Sharah Hidayat, S.Pd.,M.Pd., SD Inpres Antang 2 optimis dapat menjadi sekolah yang unggul dalam inovasi dan berdaya saing.