24 April 2026

Kegiatan Safari Dongeng Bersama Anak Yatim di UPT SPF SD Negeri Mamanjang 2


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SD Negeri Mamanjang 2 mengadakan kegiatan Safari Dongeng bersama anak yatim pada 20 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak-anak yatim.

Safari Dongeng ini diadakan di aula sekolah, dengan dihadiri oleh siswa-siswa dan guru-guru. Anak-anak yatim dari panti asihan juga diundang untuk bergabung dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah, Erni Usman, S.Pd, yang menyambut anak-anak yatim dan memberikan sambutan hangat. "Selamat datang anak-anak yatim, kami sangat senang melihat kalian semua di sini hari ini," katanya.

Kemudian, tim Safari Dongeng menampilkan pertunjukan dongeng yang menarik dan inspiratif. Anak-anak yatim sangat antusias dan tertawa bersama-sama.


Setelah pertunjukan, anak-anak yatim diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan tim Safari Dongeng dan bertanya jawab. Mereka sangat aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari tim Safari Dongeng. Kegiatan ini membuat anak-anak yatim merasa lebih dekat dengan tim Safari Dongeng dan guru-guru.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan dan hadiah kepada anak-anak yatim. Mereka sangat bahagia dan gembira menerima hadiah-hadiah tersebut. Hadiah-hadiah tersebut berupa buku, mainan, dan kebutuhan sekolah.

Kepala Sekolah, Erni Usman, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim. "Kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan kami peduli dengan mereka," katanya.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak-anak yatim untuk terus belajar dan mencapai cita-cita mereka," katanya. Kepala Sekolah juga berharap bahwa anak-anak yatim dapat menjadi anak-anak yang sukses dan berbakti kepada orang tua dan masyarakat.

Anak-anak yatim juga diberikan kesempatan untuk berfoto bersama tim Safari Dongeng dan guru-guru. Mereka sangat gembira dan senang. Foto-foto tersebut akan menjadi kenangan indah bagi mereka dan dapat dilihat kembali di masa depan.

Kegiatan Safari Dongeng ini diakhiri dengan doa bersama dan penutupan oleh Kepala Sekolah, Erni Usman, S.Pd. Semua peserta sangat puas dan berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan lagi di masa depan. (Yahya)

23 April 2026

Puluhan Siswa SD Inpres Bangkala 1 Ikuti TKA 2026, Berlangsung Aman Dan Lancar


MULIAINFO. Com -- Makassar. Sebanyak 45 murid UPT SPF SD Inpres Bangkala I mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin 20 April hingga Kamis 23 April 2026.

TKA tahun ini mengujikan dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Seluruh proses ujian dilakukan secara online melalui sistem TKA Berbasis Komputer (TKA-BK).

Tes Kemampuan Akademik merupakan pengganti sistem penilaian yang dahulu dikenal dengan istilah NEM atau Nilai Ebtanas Murni. TKA menjadi tolok ukur baru untuk memetakan mutu akademik siswa di tingkat satuan pendidikan.

Penanggung jawab kegiatan TKA 2026 adalah Kepala SD Inpres Bangkala I. Beliau memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk kelancaran teknis, panitia menugaskan dua orang teknisi yaitu Zul Aswar dan Asnawi, http://S.Pd. Keduanya bertugas memastikan perangkat komputer, jaringan, dan server ujian berfungsi optimal selama empat hari pelaksanaan.


Posisi proktor dipercayakan kepada Muhammad Yusuf, http://S.Pd. Proktor berperan penting dalam mengoperasikan aplikasi ujian, melakukan sinkronisasi, dan menangani kendala teknis saat siswa mengerjakan soal.

Pengawasan ruang ujian dibagi dua sesi. Pengawas 1, Andi Masewali, http://S.Pd, bertugas pada hari Senin 20 April dan Rabu 22 April 2026. Sementara Pengawas 2, Nur Izzan, Dan, bertugas pada Selasa 21 April dan Kamis 23 April 2026.

Pelaksanaan TKA juga dipantau langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Pengawas Umum, DR. Surahman, http://M.Pd, melakukan monitoring secara daring untuk memastikan ujian berlangsung jujur dan sesuai regulasi.

Sebelum ujian dimulai, seluruh peserta mendapat pengarahan terkait tata tertib dan simulasi penggunaan aplikasi TKA-BK. Langkah ini dilakukan agar siswa lebih siap dan tidak canggung saat mengerjakan soal berbasis komputer.

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan TKA 2026 di SD Inpres Bangkala I berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan gangguan teknis berarti maupun pelanggaran tata tertib ujian.

Tujuan utama penyelenggaraan TKA adalah mengukur tingkat kualitas akademik siswa secara umum di satuan pendidikan. Hasil TKA akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran ke depan.

Pihak sekolah berharap seluruh murid peserta TKA dapat memperoleh nilai murni yang memuaskan sebagai cerminan kerja keras belajar selama ini. Semoga hasil TKA 2026 membawa kebanggaan bagi siswa, guru, dan orang tua di SD Inpres Bangkala I( Yahya )

Memperingati Hari Bumi Sedunia di UPT SPF SDI Banta - Bantaeng 1


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 memperingati Hari Bumi Sedunia dengan kegiatan yang menarik dan edukatif. Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd, memimpin kegiatan ini dengan tema "Lindungi Bumi, Lindungi Masa Depan".

Kepala Sekolah selalu menghimbau kepada siswa dan siswi untuk selalu menjaga kebersihan. "Kita harus menggunakan air dengan hemat, jangan mencoret tembok karena bisa merusak pemandangan sekolah, dan jangan sembarangan membuang sampah karena dapat mencemari lingkungan," katanya.

Sampah yang tidak dibuang pada tempatnya dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti banjir dan penyakit. Oleh karena itu, kita harus memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik, anorganik, dan karet.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti sisa makanan dan daun-daun kering. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos yang berguna untuk tanaman.

Sampah anorganik adalah sampah yang tidak berasal dari makhluk hidup, seperti botol-botol, kertas, dan logam. Sampah ini dapat di daur ulang menjadi produk yang berguna.


Sampah karet dan limbah adalah sampah yang berbahaya bagi lingkungan, seperti karet, limbah-limbah kimia, dan baterai. Sampah ini harus diolah dengan hati-hati agar tidak mencemari lingkungan.

Kepala Sekolah juga mengingatkan siswa dan siswi untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah. "Kita harus menjadi contoh yang baik dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan," katanya.

Siswa dan siswi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka berpartisipasi dalam penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dan diskusi tentang perubahan iklim.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh guru-guru dan staf sekolah yang membantu dalam pelaksanaan kegiatan. Semua pihak berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan demikian, peringatan Hari Bumi Sedunia di UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 dapat dianggap sebagai sukses dan bermanfaat bagi siswa-siswa. Semua pihak berharap bahwa siswa-siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan dan melindungi bumi.

Ayo jaga lingkungan yang bersih supaya aman dan nyaman! Semua pihak berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa untuk selalu menjaga lingkungan dan melindungi bumi.

Dengan kegiatan ini, UPT SPF SDI Banta-Bantaeng 1 menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dan melindungi bumi. Semua pihak berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menjaga lingkungan.( Yahya)

22 April 2026

Ujian TKA Hari pertama di UPT SPF SDN Paccerakkang


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDN Paccerakkang melaksanakan ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik) hari pertama untuk siswa kelas 6 pada hari ini. Kepala Sekolah, Hj. Hudayat, S.Pd, memantau langsung pelaksanaan ujian tersebut.

Ujian TKA hari pertama ini meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa-siswa kelas 6 terlihat tenang dan fokus dalam mengerjakan soal-soal ujian.

"Semoga ujian TKA hari pertama ini dapat menjadi awal yang baik bagi siswa-siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka," kata Hj. Hudayat, S.Pd.

Pelaksanaan ujian TKA ini juga dihadiri oleh guru-guru dan staf sekolah yang membantu dalam pengawasan dan pengamanan. Semua pihak berharap bahwa ujian ini dapat berjalan lancar dan sukses.

Siswa-siswa telah mempersiapkan diri dengan baik dan siap untuk menghadapi ujian TKA ini. Mereka mengerjakan soal-soal dengan baik dan tidak ada kecurangan yang terjadi.

Hj. Hudayat, S.Pd, juga mengingatkan siswa-siswa untuk selalu berdoa dan meminta pertolongan Allah SWT dalam menghadapi ujian TKA ini. "Jangan lupa untuk selalu berdoa dan berusaha, karena hasil yang baik adalah hasil dari usaha dan doa," katanya.

Guru-guru juga memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa-siswa sebelum ujian TKA dimulai. Mereka berharap bahwa siswa-siswa dapat memberikan yang terbaik dalam ujian ini.

Pelaksanaan ujian TKA hari pertama ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Siswa-siswa mengerjakan soal-soal dengan baik dan tidak ada kecurangan yang terjadi.

Setelah ujian TKA hari pertama selesai, siswa-siswa akan diberikan waktu istirahat sebelum melanjutkan ujian pada hari berikutnya. Hj. Hudayat, S.Pd, berharap bahwa siswa-siswa dapat melanjutkan ujian dengan baik dan sukses.

Dengan demikian, pelaksanaan ujian TKA hari pertama di UPT SPF SDN Paccerakkang dapat dianggap sebagai sukses dan lancar. Semua pihak berharap bahwa siswa-siswa dapat memberikan yang terbaik dalam ujian ini.( Yahya )

Diduga Terkait Proyek Dakel, Sejumlah Lurah di Tallo Disorot


MULIAINFO. Com -- Makassar — Dugaan praktik negosiasi proyek kembali mencuat di Kota Makassar. Sejumlah lurah di wilayah Kecamatan Tallo diduga terlibat dalam pembicaraan terkait proyek Dakel bersama seorang kontraktor yang disebut berasal dari Kabupaten Gowa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pertemuan tersebut berlangsung di salah satu warkop di Makassar. Dalam pertemuan itu, para pihak diduga membahas teknis pekerjaan hingga persoalan “persenan” yang kerap menjadi sorotan dalam pengelolaan proyek.

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa komunikasi antara lurah dan kontraktor tersebut tidak hanya sebatas penjajakan awal, melainkan telah mengarah pada pembahasan pembagian keuntungan. 

Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat proyek Dakel berdasarkan instruksi Wali Kota Makassar seharusnya dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas), bukan pihak kontraktor.

Seorang aktivis Yahya dalam keterangannya menyampaikan bahwa praktik seperti ini berpotensi mencederai tujuan utama program. “Jika benar ada negosiasi dengan kontraktor, ini jelas menyimpang dari semangat pemberdayaan masyarakat. Dakel itu untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transparansi dan pengawasan harus diperketat agar program tidak menjadi celah praktik yang merugikan masyarakat. Selain itu, ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk turun tangan jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Harapannya, pemerintah kota dapat segera melakukan klarifikasi serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Dakel di lapangan. Keterbukaan informasi dinilai penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Saat dikonfirmasi awak media ini pada Rabu (22/4/2026), Camat Tallo, Andi Husni, mengatakan" saya serahkan ke masing masing lurahnya. Karena kelurahan yang melaksanakan," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Suangga, Andi Erni, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa belum ada pembahasan seperti yang dimaksud. “Pak, belum ada wacana terkait yang kita maksud. Kami baru mengikuti bimbingan teknis saat ini,” ujarnya.

Situasi ini masih terus berkembang, dan publik menanti kejelasan serta langkah tegas dari pihak terkait guna memastikan program berjalan sesuai aturan dan kepentingan masyarakat.(Yhy).

21 April 2026

Nekat Pungut Biaya Perpisahan , Munafri : Siap -Siap Kepsek Dicopot


MULIAINFO. Com -- Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin akhirnya angkat bicara keras soal maraknya pungutan berkedok perpisahan sekolah. Tanpa tedeng aling-aling, Munafri menegaskan: stop semua pungutan. Titik.

Ancaman Munafri tidak main-main. Kepala sekolah negeri di Makassar yang nekat memungut biaya perpisahan kepada siswa atau orang tua, siap-siap dicopot dari jabatan. Tidak ada negosiasi.

"Jangan coba-coba membebani orang tua murid dengan dalih perpisahan. Sekolah negeri itu gratis," tegas Munafri dalam keterangannya di Balai Kota, Senin 20 April 2026. Kalimatnya singkat, tapi tamparannya keras.

Kebijakan ini lahir bukan tanpa sebab. Setiap tahun, jelang kelulusan, laporan pungutan perpisahan selalu membanjiri meja wali kota. Nilainya variatif, mulai Rp200 ribu hingga tembus jutaan per siswa. Dalihnya macam-macam: sewa gedung, konsumsi, cenderamata, sampai dokumentasi.

Munafri menilai praktik ini sudah kebablasan. Perpisahan yang seharusnya jadi momen haru melepas siswa justru berubah jadi ajang bisnis dan tekanan ekonomi bagi keluarga kurang mampu. "Kalau mau mewah-mewahan, jangan pakai uang orang tua siswa," katanya.

Ia mengingatkan, seluruh operasional sekolah negeri sudah ditanggung APBD dan dana BOS. Tidak ada celah pembenaran untuk menarik uang dengan alasan apa pun, termasuk perpisahan. Kalau melanggar, sanksi tegas sudah menunggu.

Sasaran tembaknya jelas: kepala sekolah. Munafri menyebut kepsek sebagai penanggung jawab utama di satuan pendidikan. Jika masih ada pungutan, berarti kepsek sengaja menutup mata atau malah jadi aktornya.

Dinas Pendidikan Kota Makassar diperintahkan pasang mata dan telinga. Tim pengawasan akan dibentuk untuk menyisir semua SD dan SMP negeri. Aduan dari orang tua lewat call center dan medsos Pemkot akan langsung ditindaklanjuti ke lapangan.

Munafri juga menyentil komite sekolah. Dalih "kesepakatan komite" sering dipakai tameng pungutan. Ia menegaskan, komite bukan lembaga pemungut. Fungsinya mendukung, bukan memeras lewat keputusan yang mengikat orang tua.

"Perpisahan tidak wajib digelar mewah. Mau sederhana di halaman sekolah, silakan. Yang penting khidmat dan tidak memaksa bayar," ujar Munafri. Ia menantang kreativitas sekolah merancang acara tanpa proposal yang ujungnya minta duit.

Ancaman pencopotan ini jadi pesan keras ke seluruh kepsek: jangan main-main dengan kebijakan wali kota. Dalam 100 hari kerjanya, Munafri memang fokus membenahi pendidikan dan pelayanan dasar. Pungutan liar masuk daftar yang ia babat.

Bagi orang tua murid, ini angin segar. Sudah terlalu lama mereka terpaksa menganggarkan biaya perpisahan di luar kebutuhan pokok. Banyak yang akhirnya berutang demi anaknya tidak minder saat hari H.

Sekarang bolanya ada di sekolah. Pilihannya cuma dua: patuh dan hentikan semua pungutan perpisahan, atau hadapi risiko jabatan melayang. Munafri sudah kasih rambu. Melanggar berarti siap ditindak. ( Yahya )

20 April 2026

Kegiatan Ekstrakurikuler Dokcil di UPT SPF SD Bonto Rannu 2


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SD Bonto Rannu 2 telah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Dokter Cilik (Dokcil) yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep kesehatan dan kedokteran kepada siswa.

Kegiatan ekskul Dokcil ini diikuti oleh siswa-siswa kelas 4, 5, dan 6 yang memiliki minat dan bakat di bidang kesehatan.

Pembimbing ekskul Dokcil, Zhuchri dan Sukmawati, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang kesehatan.

"Siswa-siswa sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan ekskul Dokcil ini. Mereka belajar banyak hal tentang kesehatan dan kedokteran, serta dapat mempraktikkan langsung apa yang mereka pelajari," kata Zhuchri dan Sukmawati.

Kegiatan ekskul Dokcil ini meliputi pelatihan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan, dan promosi kesehatan.



Siswa-siswa juga belajar cara membuat poster, brosur, dan video tentang kesehatan untuk mempromosikan gaya hidup sehat.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Bonto 2 Rannu, Hj. St. Syamsiah, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ekskul Dokcil ini sangat penting bagi siswa karena dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya kesehatan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ekskul Dokcil ini dan berharap bahwa siswa-siswa dapat menjadi agen perubahan dalam mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekitar," kata Hj. St. Syamsiah.

Kegiatan ekskul Dokcil ini berlangsung selama 3 bulan dan akan diakhiri dengan pentas seni yang menampilkan hasil karya siswa-siswa.

Dengan adanya kegiatan ekskul Dokcil ini, diharapkan bahwa siswa-siswa UPT SPF SD Bonto Rannu 2 dapat menjadi lebih peduli tentang kesehatan dan dapat mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekitar.( Muh Yahya )