MULIAIFO. COM -- MAKASSAR -- Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S Kecamatan Tallo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Salah satu wujud nyata adalah dengan menggelar kegiatan Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD yang dilaksanakan pada hari Kamis.
Kegiatan ini bertempat di SD Inpres Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar kegiatan dapat menjangkau kepala sekolah dan guru-guru dari berbagai UPT SPF yang ada di wilayah Kecamatan Tallo.
Digitalisasi pembelajaran menjadi isu strategis saat ini. Tuntutan kurikulum dan perkembangan teknologi menuntut guru untuk mampu memanfaatkan perangkat digital dalam proses belajar mengajar agar lebih menarik, efektif, dan efisien.
K3S Kec. Tallo menghadirkan dua narasumber kompeten untuk mengisi materi. Pemateri pertama adalah "Fuad Anshar, S.E. yang mewakili Dinas Pendidikan Kota Makassar. Beliau menyampaikan kebijakan dan program pemerintah terkait transformasi digital di sekolah dasar.
Pemateri kedua adalah Dr. Suardi selaku Ketua K3S Kecamatan Tallo. Dalam pemaparannya, Dr. Suardi menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah dan kepala sekolah dalam menggerakkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan aplikasi pembelajaran digital, pemanfaatan media interaktif, hingga strategi mengelola kelas dengan bantuan teknologi. Para peserta juga diajak praktik langsung menggunakan tools yang ramah untuk guru SD.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para kepala sekolah dan guru aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung platform-platform digital yang diperkenalkan oleh kedua pemateri.
Salah satu sekolah yang turut berpartisipasi aktif adalah UPT SPF SDN Rappojawa 71. Kehadiran sekolah ini menjadi bukti bahwa satuan pendidikan di Kec. Tallo siap beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kepala UPT SPF SDN Rappojawa 71, "Muh. Eri Rahim, S.Pd.,M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, guru-guru kini memiliki gambaran yang lebih jelas tentang cara mengintegrasikan teknologi ke dalam RPP dan proses pembelajaran harian.
Dalam sambutannya, Fuad Anshar, S.E. menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Makassar terus mendorong sekolah-sekolah untuk tidak gagap teknologi. "Digitalisasi bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat peran guru," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Suardi mengajak seluruh kepala sekolah di Kec. Tallo untuk menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. "Mulai dari hal kecil seperti penggunaan aplikasi absensi digital, e-modul, hingga penilaian berbasis aplikasi," pesannya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi praktik baik antar kepala sekolah. Banyak ide-ide baru muncul terkait bagaimana memanfaatkan HP dan laptop sekolah untuk kegiatan literasi digital siswa.
SD Inpres Kaluku Bodoa sebagai tuan rumah juga mendapat apresiasi karena telah memfasilitasi kegiatan dengan baik. Sarana dan prasarana yang mendukung membuat jalannya pelatihan menjadi lebih lancar.
Diharapkan setelah kegiatan ini, setiap sekolah di Kec. Tallo dapat membuat program tindak lanjut. Misalnya pelatihan lanjutan untuk guru, pembuatan konten digital oleh guru, dan pemanfaatan platform belajar yang sudah ada.
Dengan adanya kegiatan Digitalisasi Pembelajaran ini, K3S Kec. Tallo berharap mutu pendidikan di jenjang SD semakin meningkat. Sinergi antara Dinas Pendidikan, K3S, kepala sekolah, dan guru menjadi kunci utama mewujudkan sekolah dasar yang inovatif dan siap menghadapi era digital.

