12 September 2026

Peringatan Maulid Nabi di SD Inpres Banta- - Bantaeng 1, Kepala Sekolah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah


MULIAINFO -- MAKASSAR– UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta peserta didik.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan shalawat bersama. Suasana sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar hari itu dipenuhi lantunan puji-pujian kepada Rasulullah.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I, Marhabang,S.Pd menyampaikan rasa syukur karena kegiatan dapat berjalan lancar. Beliau mengapresiasi peran aktif tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa yang telah mendukung terselenggaranya acara.

Marhabang, S.Pd berharap melalui kegiatan ini murid-murid dapat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang beliau menjadi teladan utama yang harus diterapkan di sekolah maupun di rumah.

Menurutnya, mencontoh akhlak Nabi tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dipraktikkan. Mulai dari cara berbicara sopan kepada guru dan tenaga pendidikan, membantu teman, hingga disiplin dan tanggung jawab sebagai siswa.



Kepala sekolah juga menekankan bahwa peringatan Maulid menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Sinergi antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan anak.

Kerjasama antara tenaga guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa dinilai sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter. Tanpa dukungan dari rumah dan lingkungan sekolah, pembinaan akhlak tidak akan berjalan optimal.

Untuk itu, Marhabang mengajak komite sekolah dan orang tua siswa agar lebih aktif terlibat dalam setiap program sekolah. Kehadiran dan dukungan mereka menjadi motivasi bagi guru dan siswa.

Peringatan Maulid ini juga diharapkan dapat membentuk karakter murid-murid UPTD SPF SD Inpres Banta-Bantaeng I. Karakter utama yang ditekankan adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penanaman iman dan takwa dilakukan melalui pembiasaan ibadah, doa bersama, dan pembinaan akhlak yang dilakukan oleh tenaga guru dan tenaga pendidikan setiap hari. Hal ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi anak-anak menghadapi tantangan zaman.


Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh ustaz undangan. Materi yang dibawakan fokus pada kisah kelahiran Nabi dan nilai-nilai yang bisa diteladani oleh siswa sekolah dasar.

Siswa terlihat khusyuk mendengarkan. Komite sekolah dan orang tua siswa yang hadir juga turut berdiskusi dengan guru terkait pembinaan karakter anak di rumah.

Sebagai bentuk syukur, pihak sekolah bersama komite sekolah membagikan makanan kepada seluruh siswa. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan anak-anak tentang nilai berbagi dan kepedulian sosial.

Tenaga guru dan tenaga pendidikan berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan begitu nilai-nilai Maulid tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar meresap dalam perilaku siswa.

Di akhir acara, seluruh hadirin menutup kegiatan dengan doa bersama. Harapannya, melalui peringatan Maulid ini, SD Inpres Banta-Bantaeng I dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertakwa, dengan dukungan penuh dari guru, tenaga pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa.


Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ust.M.Algasali Amin, S.S, Gr


MULIANFO -- MAKASSAR -- Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan kesempatan untuk berkumpul dalam acara yang penuh berkah ini.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan umat manusia yang membawa risalah rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru dunia.

Hari ini kita bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, momentum penting untuk mengingat kembali kelahiran, perjuangan, dan akhlak mulia beliau yang menjadi cahaya bagi kehidupan kita.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Kami menghadirkan penceramah yang insyaAllah dapat memberikan ilmu dan motivasi, yaitu "Ust. M. Algasali Amin, S.S., Gr." Beliau akan menyampaikan tausiyah tentang teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bagi kita untuk meneladani sifat jujur, amanah, tabligh, dan fathanah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Melalui peringatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada anak-anak didik kami di SD Inpres Antang II agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.


Di tengah tantangan zaman, keteladanan Nabi menjadi kompas bagi keluarga dan sekolah dalam mendidik anak. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, dilanjutkan di sekolah, dan dikuatkan di masyarakat.

Dengan hadirnya Bapak/Ibu dalam acara ini, kita menunjukkan kepedulian bersama terhadap pembinaan spiritual anak-anak. Kehadiran Bapak/Ibu adalah dukungan nyata bagi sekolah.

Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, memperbanyak shalawat, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kita.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan shalawat, kisah teladan, dan diskusi nilai-nilai kebaikan.

Kami percaya bahwa sekolah yang baik bukan hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga siswa yang memiliki budi pekerti luhur dan semangat gotong royong.

Atas nama Keluarga Besar UPT SPF SD Inpres Antang II, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Akhir kata, kami mengucapkan "Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW". Semoga dengan berkumpulnya kita di majelis ini, Allah SWT melimpahkan keberkahan, rahmat, dan ridha-Nya kepada kita semua. Aamiin.




UPTD SPF SD Inpres Batu I Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Tema "Meneladani Akhlak Nabi Dalam Membetuk Generasi Berkarakter "


MULIAINFO -- MAKASSAR — UPTD SPF SD Inpres Batua I memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan khusyuk pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, staf, peserta didik, hingga orang tua siswa.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat yang menggema di halaman sekolah. Dalam suasana penuh haru, seluruh hadirin memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT karena masih diberi kesehatan untuk berkumpul dalam kegiatan keagamaan yang mulia ini.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Batua I, "MaMuddin, S.Pd", dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial tahunan. "Ini adalah momentum kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujarnya.

Tahun ini, pihak sekolah mengangkat tema "Meneladani Akhlak Nabi Dalam Membentuk Generasi Berkarakter". Tema tersebut dipilih agar selaras dengan visi sekolah dalam melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Menurut MaMuddin, penanaman nilai-nilai kejujuran, disiplin, kasih sayang, dan tolong menolong harus dimulai sejak dini. "Rasulullah sejak kecil sudah dikenal dengan gelar Al-Amin karena kejujurannya. Nilai inilah yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak kita," jelasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ceramah agama, pembacaan shalawat, lantunan nasyid oleh siswa, serta santunan kepada anak yatim. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi dan memperkuat iman serta takwa seluruh warga sekolah.


Kepala sekolah juga memberikan apresiasi kepada panitia, dewan guru, dan orang tua yang telah bekerja sama dan bergotong royong menyukseskan acara. "Tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Dalam pesannya kepada peserta didik, MaMuddin berpesan agar menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam belajar, bertutur kata, dan menghormati guru serta orang tua. "Karena kesuksesan dunia dan akhirat dimulai dari akhlak yang baik," pesannya.

Beliau menekankan bahwa sekolah memiliki peran ganda, yaitu sebagai tempat transfer ilmu dan juga tempat pembentukan karakter. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan orang tua di rumah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh rangkaian acara diridhoi Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga besar UPTD SPF SD Inpres Batua I. Harapannya, melalui peringatan ini, syafa’at Rasulullah SAW dapat menyertai kita semua di yaumil akhir nanti. Aamiin.

Peringatan Maulid Nabi di UPTD SPF SD Inpres Batua I ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun generasi emas yang berakhlak Qur’ani.


11 September 2026

Tuntas Benahi Keramik dan Cat, WC UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Kini Kinclong

 


MULIAINFO -- MAKASSAR – UPT SPF SD Inpres Bangkala 1 Makassar akhirnya menuntaskan pembenahan WC sekolah. Pekerjaan kali ini fokus pada dua hal utama, yaitu pemasangan keramik baru dan pengecatan ulang seluruh dinding. 

Kepala Sekolah Rizal, S.Pd menyampaikan pembenahan ini sudah lama direncanakan. Kondisi WC sebelumnya dinilai kurang layak karena keramik yang sudah kusam, retak, dan dinding yang mulai lembab. 

"Yang kami benahi keramik dan pengecatannya. Alhamdulillah sudah selesai," ujar Rizal, S.Pd, Jumat (11/9/2026). Ia menambahkan proses pengerjaan dilakukan di luar jam belajar agar kegiatan siswa tidak terganggu. 

Keramik lama yang berwarna kusam kini diganti dengan keramik baru berwarna cerah. Pemilihan keramik juga mempertimbangkan kemudahan saat dibersihkan. Tujuannya agar petugas kebersihan dan siswa lebih mudah menjaga WC tetap bersih setiap hari. 

Selain mengganti lantai, tim juga melakukan pengecatan ulang pada dinding WC. Warna putih cerah dipilih agar ruangan terkesan lebih terang, luas, dan tidak lembab. Dampaknya langsung terasa oleh siswa. 

"Anak-anak sekarang lebih nyaman dan tidak takut lagi ke WC," kata Rizal. Menurutnya, rasa nyaman saat ke kamar mandi juga berpengaruh pada semangat belajar siswa di kelas. 


Anggaran pembenahan berasal dari dana pemeliharaan BOSP tahun ini. Rizal menegaskan pengelolaan dilakukan secara transparan dan efisien. Setiap pembelian material dicatat dan dilaporkan ke komite sekolah. 

"Sanitasi adalah wajah sekolah. Kalau WC bersih, berarti sekolah sehat," tegas Rizal. Ia berharap pembenahan kecil ini bisa menjadi contoh bahwa fasilitas sederhana pun bisa berdampak besar. 

Pantauan di lapangan menunjukkan perubahan yang signifikan. Lantai WC kini kinclong dengan keramik baru. Dinding putih bersih, ventilasi lebih lega, dan saluran air juga sudah diperbaiki agar tidak mampet. 

Siswa menyambut baik perubahan ini. "Sekarang bagus, kinclong. Keramiknya baru," kata salah satu siswi kelas 5. Orang tua murid pun mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah. "Detail kecil seperti keramik dan cat diperhatikan. Ini bukti kepsek peduli," ujar seorang wali murid. 

Ke depan, sekolah bersama komite sepakat membuat jadwal piket kebersihan WC. Rizal juga berencana melanjutkan pembenahan ke taman sekolah dan tempat cuci tangan. "Fasilitas sudah kami benahi, mari jaga bersama," tutupnya.


Berita Sorot Langgar 4 Ketentuan Dinas, Bimtek TKA Makassar Diduga Pungut 3,5 Juta/ Guru Lewat Dana BOS


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Kegiatan Bimbingan Teknis Tes Kemampuan Akademik / TKA se-Kota Makassar yang dijadwalkan 10-12 September 2026 di Hotel Mercure Nexa Jl. Andi Pettarani kini jadi sorotan. Banyak guru resah karena diminta setor dana besar padahal kegiatan disebut "didukung Dinas".  

Berdasarkan informasi dari lapangan, panitia meminta setiap guru dan kepala sekolah yang ikut mentransfer Rp3,5 juta per orang. Angka itu disampaikan secara seragam ke sekolah-sekolah di tingkat kecamatan.  

Yang lebih mengkhawatirkan, dana Rp3,5 juta itu disebut harus diambil dari Dana BOS sekolah. Artinya beban keuangan sekolah langsung terkuras hanya untuk 1 kegiatan 3 hari.  

Padahal Dinas Pendidikan Kota Makassar sudah mengeluarkan surat resmi Nomor: 400.3.5/392/Disdik/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Surat itu jelas mengatur batasan agar guru tidak dirugikan.  

Surat tersebut merupakan jawaban atas permohonan Lembaga Fasilitasi Management Pemerintahan Daerah Nomor 5298/SPPK/LPMPD/BT/VIII/2026 tanggal 5 Agustus 2026 tentang permohonan pelaksanaan Bimtek TKA dan Penguatan Karakter Anti Korupsi.  

Dalam surat permohonan itu disebutkan peserta kegiatan adalah kepala sekolah dan guru jenjang SD dan SMP Negeri-Swasta se-Kota Makassar. Targetnya ribuan guru, sehingga potensi dana yang terkumpul mencapai miliaran rupiah jika semua sekolah ikut.  

Menjawab permohonan itu, Dinas Pendidikan Makassar menyatakan "mendukung pada prinsipnya". Namun dukungan itu tidak gratis. Dinas langsung mengikat penyelenggara dengan 4 ketentuan yang harus dipatuhi tanpa kecuali.  

Ketentuan 1: Penyelenggara wajib melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait pelaksanaan kegiatan. Tujuannya agar kepsek tahu detail kegiatan, jadwal, dan dampaknya ke sekolah, bukan tiba-tiba diminta transfer.  

Ketentuan 2: Penyelenggara harus mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk aturan penggunaan Dana BOS, aturan pengadaan, dan aturan pungutan di satuan pendidikan.  

Ketentuan 3: Dilarang membebankan biaya terhadap guru di luar ketentuan yang telah ditetapkan. Kalimat ini paling tegas. Artinya kegiatan harusnya gratis atau biayanya bukan dari kantong guru/BOS.  

Ketentuan 4: Penyelenggara wajib menjaga kondisi kondusif di lingkungan sekolah. Artinya kegiatan tidak boleh membuat guru resah, tidak boleh memaksa, dan tidak boleh mengganggu jam belajar siswa. Iklim sekolah harus tetap aman dan tertib.  

Namun fakta di lapangan justru bertolak belakang. Alih-alih gratis, panitia malah menarik pungutan Rp3,5 juta per orang. Ini jelas menabrak ketentuan 3 yang melarang pembebanan biaya ke guru.  

Dalih "ambilkan dari Dana BOS" membuat pelanggaran makin berlapis. Sebab BOS bukan untuk membayar kegiatan lembaga luar, apalagi dengan nilai fantastis tanpa dasar hukum jelas.  

Dana BOS diatur dalam Permendikbud dan Juknis BOS. Dana itu hanya boleh dipakai untuk operasional sekolah, pembelian buku, kegiatan KBM, dan program yang sudah masuk RKAS serta disetujui pengawas.  

Tidak ada satu pasal pun yang membolehkan BOS dipakai untuk membayar bimtek lembaga luar senilai Rp3,5 juta per peserta. Jika dipaksakan, maka bendahara BOS dan kepsek yang tanda tangan bisa kena sanksi administratif hingga pidana.  

Hitung-hitungan sederhananya: jika 1 sekolah punya 10 guru, maka dana BOS yang terkuras Rp35 juta. Jika 100 sekolah ikut, maka potensi dana BOS yang keluar Rp3,5 miliar hanya untuk 3 hari kegiatan di hotel.  

Angka sebesar itu sangat rawan jadi temuan. BPKP, Inspektorat Kota, hingga Kemendikdasmen pasti akan mempertanyakan legalitas penggunaan BOS untuk kegiatan ini. Apalagi tidak ada RAB, MoU, dan output yang jelas dari penyelenggara.  

Selain melanggar aturan BOS, pungutan ini juga jelas melanggar poin 3 surat Dinas. Artinya penyelenggara tidak mematuhi syarat yang mereka sendiri terima. Ini bisa jadi dasar pembatalan kegiatan.  

Dampaknya ke sekolah juga nyata. Dana yang seharusnya untuk ATK, listrik, dan kegiatan siswa jadi tersedot. Kondisi ini jelas mengganggu poin 4 tentang "menjaga kondisi kondusif sekolah". Guru jadi fokus cari dana, bukan mengajar.  

Sejumlah guru mengaku tertekan dan merasa "wajib ikut". Ada yang bilang kalau tidak ikut nanti sekolahnya "tidak didukung Dinas". Padahal di surat tidak ada kata "wajib". Ini bentuk intimidasi halus yang meresahkan.  

Untuk membongkar aliran dana, sejumlah pihak di kecamatan kini meminta semua sekolah yang sudah mendaftar segera menyerahkan print out bukti transfer ke panitia. Data ini penting untuk pemetaan.  

Tujuannya satu: audit internal. Memastikan berapa sekolah yang sudah TF, berapa total dana BOS yang keluar, dan kemana uang itu mengalir. Transparansi adalah kunci agar tidak ada yang ditutup-tutupi.  

Hingga berita ini naik, pihak penyelenggara belum memberikan klarifikasi resmi. Konfirmasi ke nomor kontak panitia juga belum mendapat jawaban. Dinas pun belum mengeluarkan sikap tegas terkait pelanggaran ini.  

Publik pendidikan Kota Makassar mendesak Kepala Dinas segera turun tangan. Evaluasi, hentikan pungutan, dan beri sanksi jika terbukti melanggar. 4 ketentuan dalam surat harus ditegakkan, agar guru tidak lagi jadi korban atas nama "bimtek yang didukung Dinas".  



 

Penanaman Karakter Mental Keagamaan Melalui Kegiatan Tadarus Al-Qur'an Setia Hari Jumat Di UPTD SPF SD Negeri Bontoa


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Amrin, S.Pd, UPTD SPF SD Negeri Bontoa terus berkomitmen dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan secara rutin adalah pengembangan karakter mental keagamaan.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat setiap pekan. Menurut Amrin, S.Pd
 pemilihan hari Jumat didasarkan pada keutamaan hari tersebut dalam ajaran agama Islam sebagai hari yang penuh berkah untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah di lapangan atau mushalla sekolah. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik mengikuti shalat secara khusyuk dan tertib di bawah koordinasi "Amrin, S.Pd".

Setelah selesai melaksanakan Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Tadarus menjadi inti dari pembinaan mental keagamaan yang bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Kegiatan tadarus diikuti oleh seluruh peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Kepala Sekolah Amrin, S.Pd menegaskan bahwa pembinaan keagamaan diberikan secara merata agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam menanamkan nilai-nilai religius.

Untuk menjaga kekhusyukan dan keteraturan, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai kelas. Setiap kelompok dipandu dan dibimbing langsung oleh Guru Agama UPTD SPF SD Negeri Bontoa agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih tartil dan benar sesuai tajwid.


Guru Agama tidak hanya bertugas membimbing bacaan, tetapi juga memberikan motivasi dan nasihat singkat. Hal ini sejalan dengan arahan Amrin, S.Pd agar tadarus tidak hanya menjadi rutinitas membaca, tetapi juga sarana pembelajaran akhlak.

Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif. Mereka belajar datang tepat waktu, menyiapkan diri sebelum shalat, membawa Al-Qur’an, dan duduk dengan adab saat mengaji.

Dampak dari kegiatan rutin ini sudah mulai terlihat. Kepala Sekolah Amrin S.Pd menyampaikan bahwa peserta didik menjadi lebih tenang, sopan dalam bertutur kata, saling menghargai teman, dan memiliki semangat untuk beribadah. Orang tua juga memberikan dukungan penuh.

UPTD SPF SD Negeri Bontoa meyakini bahwa penguatan karakter tidak bisa hanya dilakukan di dalam kelas melalui pelajaran. Amrin, S.Pd  menekankan bahwa pembiasaan melalui kegiatan keagamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter.
 
Ke depan, di bawah arahan "Kepala Sekolah Amrin, S.Pd", pihak sekolah akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan ini. Harapannya, pembiasaan tadarus dan Shalat Dhuha setiap hari Jumat dapat terus berjalan istiqamah dan menjadi budaya sekolah yang menginspirasi sekolah lain.




10 September 2026

UPT SPF SD Inpres Baraya 1 Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW" Usung Tema " Cinta Rasulullah SAW, Akhlakku Mulia, Prestasiku Gemilang"


MULIAINFO -- MAKASSAR — UPT SPF SD Inpres Baraya 1 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6.

Acara dimulai pukul 08.00 WITA dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu siswa kelas 5. Suasana khidmat langsung terasa sejak awal acara.

Kepala UPT SPF SD Inpres Baraya 1, Sitti Hasmi, S.Pd.I, hadir memimpin jalannya kegiatan. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

 “Tema kita tahun ini adalah _‘Cinta Rasulullah SAW, Akhlakku Mulia, Prestasiku Gemilang’_. Cinta kepada Rasul harus diwujudkan dalam bentuk akhlak yang baik dan semangat belajar yang tinggi,” ungkap Sitti Hasmi di hadapan seluruh warga sekolah.

Beliau juga mengapresiasi kerja keras panitia dan para guru yang telah mempersiapkan acara dengan baik. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi sarana membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.


Ceramah agama disampaikan oleh ustadz undangan yang mengangkat kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Beliau bercerita tentang sifat jujur, amanah, penyayang, dan peduli sesama yang dimiliki Rasulullah.

Para siswa tampak antusias mendengarkan. Beberapa kali diselingi shalawat bersama yang dipimpin oleh guru agama, sehingga suasana semakin semarak dan penuh rasa cinta kepada Nabi.

Sebagai bentuk kreativitas, siswa juga menampilkan berbagai persembahan. Ada pembacaan puisi tentang Rasulullah, hafalan surah-surah pendek, serta nasyid yang dibawakan oleh kelompok siswa kelas 4 dan 5.

Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari guru dan teman-temannya. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.

Di akhir acara, dilakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa, sekolah, serta keberkahan ilmu bagi seluruh peserta didik. Semua hadirin menutup mata dan khusyuk mengikuti doa tersebut.

Sitti Hasmi berharap peringatan Maulid ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. “Mari kita jadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman. Dengan akhlak mulia, insya Allah prestasi anak-anak kita juga akan gemilang,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan pembagian makanan. Warga sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memperkuat iman, taqwa, dan karakter peserta didik UPT SPF SD Inpres Baraya 1.