MULIAINFO -- MAKASSAR -- Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Amrin, S.Pd, UPTD SPF SD Negeri Bontoa terus berkomitmen dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan secara rutin adalah pengembangan karakter mental keagamaan.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat setiap pekan. Menurut Amrin, S.Pd
pemilihan hari Jumat didasarkan pada keutamaan hari tersebut dalam ajaran agama Islam sebagai hari yang penuh berkah untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah di lapangan atau mushalla sekolah. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik mengikuti shalat secara khusyuk dan tertib di bawah koordinasi "Amrin, S.Pd".
Setelah selesai melaksanakan Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Tadarus menjadi inti dari pembinaan mental keagamaan yang bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.
Kegiatan tadarus diikuti oleh seluruh peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Kepala Sekolah Amrin, S.Pd menegaskan bahwa pembinaan keagamaan diberikan secara merata agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam menanamkan nilai-nilai religius.
Untuk menjaga kekhusyukan dan keteraturan, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai kelas. Setiap kelompok dipandu dan dibimbing langsung oleh Guru Agama UPTD SPF SD Negeri Bontoa agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih tartil dan benar sesuai tajwid.
Guru Agama tidak hanya bertugas membimbing bacaan, tetapi juga memberikan motivasi dan nasihat singkat. Hal ini sejalan dengan arahan Amrin, S.Pd agar tadarus tidak hanya menjadi rutinitas membaca, tetapi juga sarana pembelajaran akhlak.
Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif. Mereka belajar datang tepat waktu, menyiapkan diri sebelum shalat, membawa Al-Qur’an, dan duduk dengan adab saat mengaji.
Dampak dari kegiatan rutin ini sudah mulai terlihat. Kepala Sekolah Amrin S.Pd menyampaikan bahwa peserta didik menjadi lebih tenang, sopan dalam bertutur kata, saling menghargai teman, dan memiliki semangat untuk beribadah. Orang tua juga memberikan dukungan penuh.
UPTD SPF SD Negeri Bontoa meyakini bahwa penguatan karakter tidak bisa hanya dilakukan di dalam kelas melalui pelajaran. Amrin, S.Pd menekankan bahwa pembiasaan melalui kegiatan keagamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter.
Ke depan, di bawah arahan "Kepala Sekolah Amrin, S.Pd", pihak sekolah akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan ini. Harapannya, pembiasaan tadarus dan Shalat Dhuha setiap hari Jumat dapat terus berjalan istiqamah dan menjadi budaya sekolah yang menginspirasi sekolah lain.

