22 April 2026

Ujian TKA Hari pertama di UPT SPF SDN Paccerakkang


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDN Paccerakkang melaksanakan ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik) hari pertama untuk siswa kelas 6 pada hari ini. Kepala Sekolah, Hj. Hudayat, S.Pd, memantau langsung pelaksanaan ujian tersebut.

Ujian TKA hari pertama ini meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa-siswa kelas 6 terlihat tenang dan fokus dalam mengerjakan soal-soal ujian.

"Semoga ujian TKA hari pertama ini dapat menjadi awal yang baik bagi siswa-siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka," kata Hj. Hudayat, S.Pd.

Pelaksanaan ujian TKA ini juga dihadiri oleh guru-guru dan staf sekolah yang membantu dalam pengawasan dan pengamanan. Semua pihak berharap bahwa ujian ini dapat berjalan lancar dan sukses.

Siswa-siswa telah mempersiapkan diri dengan baik dan siap untuk menghadapi ujian TKA ini. Mereka mengerjakan soal-soal dengan baik dan tidak ada kecurangan yang terjadi.

Hj. Hudayat, S.Pd, juga mengingatkan siswa-siswa untuk selalu berdoa dan meminta pertolongan Allah SWT dalam menghadapi ujian TKA ini. "Jangan lupa untuk selalu berdoa dan berusaha, karena hasil yang baik adalah hasil dari usaha dan doa," katanya.

Guru-guru juga memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa-siswa sebelum ujian TKA dimulai. Mereka berharap bahwa siswa-siswa dapat memberikan yang terbaik dalam ujian ini.

Pelaksanaan ujian TKA hari pertama ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Siswa-siswa mengerjakan soal-soal dengan baik dan tidak ada kecurangan yang terjadi.

Setelah ujian TKA hari pertama selesai, siswa-siswa akan diberikan waktu istirahat sebelum melanjutkan ujian pada hari berikutnya. Hj. Hudayat, S.Pd, berharap bahwa siswa-siswa dapat melanjutkan ujian dengan baik dan sukses.

Dengan demikian, pelaksanaan ujian TKA hari pertama di UPT SPF SDN Paccerakkang dapat dianggap sebagai sukses dan lancar. Semua pihak berharap bahwa siswa-siswa dapat memberikan yang terbaik dalam ujian ini.( Yahya )

UPT SPF SDN Batulaccu Peringati Hari Bumi Dengan Kegiatan Edukatif


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDN Batulaccu memperingati Hari Bumi dengan agenda yang menarik dan edukatif. Setiap siswa diminta membawa satu tanaman dalam pot untuk ditanam di sekolah sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan demikian, siswa-siswi dapat belajar tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam.

Kegiatan ini bekerja sama dengan kepala sekolah, Ibu Adel Zakeus, S.Pd, guru-guru, dan orang tua siswa bersinergi untuk kenyamanan dan peduli lingkungan. Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat. Kerja sama ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Penanaman pohon ini terkait dengan upaya sekolah menuju tingkat Adiwiyata Nasional. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Adiwiyata Nasional adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang lingkungan.

Orang tua siswa membuat daur ulang bersama anaknya, sementara guru-guru bersinergi memanfaatkan anak-anak dengan konsep "satu pohon, satu anak, satu tanaman" untuk memperingati Hari Bumi. Kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam membuat sesuatu yang berguna dari bahan yang tidak terpakai.

Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan diisi dengan mewarnai dan lain sebagainya. Siswa-siswi sangat antusias dan senang dengan kegiatan ini. Mereka dapat belajar sambil bermain dan meningkatkan kreativitas mereka.


Kepala sekolah, Ibu Adel Zakeus, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Guru-guru sangat antusias dengan kegiatan ini dan berharap dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Mereka juga berharap dapat mengintegrasikan kegiatan ini dengan kurikulum sekolah. Selain itu, guru-guru juga dapat menggunakan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar dan mendidik siswa.

Orang tua siswa juga sangat mendukung kegiatan ini dan berharap anak-anak mereka dapat belajar lebih banyak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Mereka juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak mereka tentang lingkungan.

Dengan peringatan Hari Bumi ini, UPT SPF SDN Batu Laju berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Sekolah juga berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.( Yahya )

21 April 2026

Nekat Pungut Biaya Perpisahan , Munafri : Siap -Siap Kepsek Dicopot


MULIAINFO. Com -- Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin akhirnya angkat bicara keras soal maraknya pungutan berkedok perpisahan sekolah. Tanpa tedeng aling-aling, Munafri menegaskan: stop semua pungutan. Titik.

Ancaman Munafri tidak main-main. Kepala sekolah negeri di Makassar yang nekat memungut biaya perpisahan kepada siswa atau orang tua, siap-siap dicopot dari jabatan. Tidak ada negosiasi.

"Jangan coba-coba membebani orang tua murid dengan dalih perpisahan. Sekolah negeri itu gratis," tegas Munafri dalam keterangannya di Balai Kota, Senin 20 April 2026. Kalimatnya singkat, tapi tamparannya keras.

Kebijakan ini lahir bukan tanpa sebab. Setiap tahun, jelang kelulusan, laporan pungutan perpisahan selalu membanjiri meja wali kota. Nilainya variatif, mulai Rp200 ribu hingga tembus jutaan per siswa. Dalihnya macam-macam: sewa gedung, konsumsi, cenderamata, sampai dokumentasi.

Munafri menilai praktik ini sudah kebablasan. Perpisahan yang seharusnya jadi momen haru melepas siswa justru berubah jadi ajang bisnis dan tekanan ekonomi bagi keluarga kurang mampu. "Kalau mau mewah-mewahan, jangan pakai uang orang tua siswa," katanya.

Ia mengingatkan, seluruh operasional sekolah negeri sudah ditanggung APBD dan dana BOS. Tidak ada celah pembenaran untuk menarik uang dengan alasan apa pun, termasuk perpisahan. Kalau melanggar, sanksi tegas sudah menunggu.

Sasaran tembaknya jelas: kepala sekolah. Munafri menyebut kepsek sebagai penanggung jawab utama di satuan pendidikan. Jika masih ada pungutan, berarti kepsek sengaja menutup mata atau malah jadi aktornya.

Dinas Pendidikan Kota Makassar diperintahkan pasang mata dan telinga. Tim pengawasan akan dibentuk untuk menyisir semua SD dan SMP negeri. Aduan dari orang tua lewat call center dan medsos Pemkot akan langsung ditindaklanjuti ke lapangan.

Munafri juga menyentil komite sekolah. Dalih "kesepakatan komite" sering dipakai tameng pungutan. Ia menegaskan, komite bukan lembaga pemungut. Fungsinya mendukung, bukan memeras lewat keputusan yang mengikat orang tua.

"Perpisahan tidak wajib digelar mewah. Mau sederhana di halaman sekolah, silakan. Yang penting khidmat dan tidak memaksa bayar," ujar Munafri. Ia menantang kreativitas sekolah merancang acara tanpa proposal yang ujungnya minta duit.

Ancaman pencopotan ini jadi pesan keras ke seluruh kepsek: jangan main-main dengan kebijakan wali kota. Dalam 100 hari kerjanya, Munafri memang fokus membenahi pendidikan dan pelayanan dasar. Pungutan liar masuk daftar yang ia babat.

Bagi orang tua murid, ini angin segar. Sudah terlalu lama mereka terpaksa menganggarkan biaya perpisahan di luar kebutuhan pokok. Banyak yang akhirnya berutang demi anaknya tidak minder saat hari H.

Sekarang bolanya ada di sekolah. Pilihannya cuma dua: patuh dan hentikan semua pungutan perpisahan, atau hadapi risiko jabatan melayang. Munafri sudah kasih rambu. Melanggar berarti siap ditindak. ( Yahya )

UPT SPF SDN Batulaccu Peringati Hari Kartini Dengan Kegiatan yang Meriah


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SDN Batulaccu memperingati Hari Kartini dengan kegiatan yang sangat meriah dan edukatif di bawah pimpinan Kepala Sekolah, Ibu Adel Zakeus, S.Pd. Siswa-siswi mengikuti lomba mewarnai gambar Ibu Kartini, dan ada juga lomba merias wajah orang tua yang dilakukan oleh anak sendiri. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang pentingnya peran wanita dalam masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dengan antusias dan semangat yang tinggi. Mereka sangat senang dapat berpartisipasi dalam lomba dan menunjukkan kreativitas mereka. Dengan demikian, siswa-siswi dapat mengembangkan kemampuan artistik mereka dan meningkatkan kepercayaan diri.

Lomba mewarnai gambar Ibu Kartini diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 1 sampai kelas 6. Mereka sangat serius dalam mewarnai dan membuat gambar Ibu Kartini menjadi sangat indah. Lomba ini juga dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam menggunakan warna dan mengembangkan imajinasi.

Lomba merias wajah orang tua juga sangat menarik. Anak-anak sangat senang dapat merias wajah orang tua mereka sendiri dan membuat mereka terlihat cantik dan tampan. Lomba ini juga dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi dalam berkreasi dan mengembangkan kemampuan artistik.


Ibu Adel Zakeus, S.Pd, sangat mendukung kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran siswa-siswi. Beliau juga berharap siswa-siswi dapat menjadi generasi yang kreatif dan inovatif.

Orang tua siswa sangat mendukung kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran siswa-siswi. Orang tua juga dapat melihat kemampuan anak-anak mereka dan memberikan dukungan yang tepat.

Guru-guru juga sangat mendukung kegiatan ini. Mereka berharap siswa-siswi dapat belajar tentang pentingnya peran wanita dalam masyarakat dan menghargai jasa-jasa Ibu Kartini. Guru-guru juga dapat membantu siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Kegiatan ini juga dapat meningkatkan hubungan antara sekolah, siswa-siswi, dan orang tua. Semua pihak dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Dengan demikian, siswa-siswi dapat merasa nyaman dan aman dalam belajar.

UPT SPF SDN Batulaccu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kreativitas siswa-siswi. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Sekolah juga berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kreativitas siswa-siswi.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa-siswi untuk terus belajar dan berkembang menjadi generasi yang lebih baik. Mereka dapat menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Mereka juga dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat. ( Yahya )

20 April 2026

Kegiatan Ekstrakurikuler Dokcil di UPT SPF SD Bonto Rannu 2


MULIAINFO. Com -- Makassar. UPT SPF SD Bonto Rannu 2 telah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Dokter Cilik (Dokcil) yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep kesehatan dan kedokteran kepada siswa.

Kegiatan ekskul Dokcil ini diikuti oleh siswa-siswa kelas 4, 5, dan 6 yang memiliki minat dan bakat di bidang kesehatan.

Pembimbing ekskul Dokcil, Zhuchri dan Sukmawati, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang kesehatan.

"Siswa-siswa sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan ekskul Dokcil ini. Mereka belajar banyak hal tentang kesehatan dan kedokteran, serta dapat mempraktikkan langsung apa yang mereka pelajari," kata Zhuchri dan Sukmawati.

Kegiatan ekskul Dokcil ini meliputi pelatihan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan, dan promosi kesehatan.



Siswa-siswa juga belajar cara membuat poster, brosur, dan video tentang kesehatan untuk mempromosikan gaya hidup sehat.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Bonto 2 Rannu, Hj. St. Syamsiah, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ekskul Dokcil ini sangat penting bagi siswa karena dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya kesehatan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ekskul Dokcil ini dan berharap bahwa siswa-siswa dapat menjadi agen perubahan dalam mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekitar," kata Hj. St. Syamsiah.

Kegiatan ekskul Dokcil ini berlangsung selama 3 bulan dan akan diakhiri dengan pentas seni yang menampilkan hasil karya siswa-siswa.

Dengan adanya kegiatan ekskul Dokcil ini, diharapkan bahwa siswa-siswa UPT SPF SD Bonto Rannu 2 dapat menjadi lebih peduli tentang kesehatan dan dapat mempromosikan gaya hidup sehat di lingkungan sekitar.( Muh Yahya )

Lanjutan Pembangunan Musholla Ikhlas Tahap 3 UPT SPF SD Negeri Tamalanrea


MULIAINFO. Com -- Makassar. Hari ini Senin, 20 April 2026, kami melanjutkan Pembangunan Musholla Al Ikhlas Tahap 3 di UPT SPF SD Negeri Tamalanrea. Pembangunan ini sempat “istirahat” karena keterbatasan dana sambil mengumpulkan kembali melalui Komite Sekolah. Alhamdulillah hari ini bisa dilanjutkan.

Adapun rincian item pekerjaan Tahap 3 meliputi: 1) Aci luar dalam, 2) Pengecatan luar dalam, 3) Pemasangan keramik lantai, 4) Pemasangan pintu dan jendela, 5) Pemasangan instalasi listrik, 6) Perbaikan atap dan talang. 

Kebutuhan dana untuk Tahap 3 sekurang-kurangnya Rp50.000.000. Dana yang tersedia saat ini sekitar Rp34.000.000, sehingga masih terdapat kekurangan kurang lebih Rp16.000.000. Kami membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu dermawan yang dirindukan Syurga untuk ikut beramal jariyah.

Pembangunan Tahap 1 dan Tahap 2 sebelumnya telah selesai. Setelah Tahap 3 ini rampung, InsyaAllah Musholla Al Ikhlas sudah bisa difungsikan untuk kegiatan ibadah anak-anak dan sholat fardhu bagi masyarakat luar.

Pembangunan musholla ini terlaksana atas swadaya Guru/Tendik & keluarga, Komite Kelas 1-6, Pemerhati Pendidikan Bapak Suarman, masyarakat, Bank BPD Ratulangi melalui Bapak Rahmat Nur Kadir, Alumni Immim 89, Polda Sulsel saat menjabat Irjen. Pol. Andi Rian (Alumni Immim), serta dosen dan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta.

Beberapa pihak yang telah berpartisipasi antara lain: Bapak Prof. H. Syahrir Mallongi (UMI), dari Yayasan UMI, dari Polimarim Bapak Dr. H. Andi Amri Petta Rani, Bapak LLDIKTI IX Dr. Andi Lukman, Alumni SDN Tamalanrea, orangtua siswa, dan pihak lainnya yang tidak dapat kami sebut satu per satu. Tegel lantai sebanyak 64 dos merupakan sumbangan guru/tendik/orangtua (komite) dan keluarga.

Kami juga memiliki donatur tetap setiap bulan dari guru/tendik/komite (orangtua). Atas semua bantuan, partisipasi, dan doa yang diberikan, kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga. Semoga Allah lipatgandakan pahalanya dan bangunkan istana di Syurga. Aamiin ya Allah.

Saya, Hj. Darmawaty Plt. Kepala Sekolah (Alumni Immim 88) selaku penanggung jawab pembangunan musholla, mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak Muhtar (Ketua Komite), Andi Arifah (Bendahara), Julmia (Sekretaris) beserta semua Komite. Terima kasih kepada H. Toyyib (Ketua Panitia) bersama timnya, serta kepada Bapak/Ibu guru/tendik bersama keluarga.

Pekerjaan yang belum masuk di Tahap 3 dan akan dilanjutkan berikutnya adalah: 1) Plafon, 2) Toilet laki-laki/perempuan terpisah di belakang musholla, 3) Tempat wudhu, 4) Teras depan. Untuk itu kami mengetuk hati para dermawan yang mau menyumbang dan membantu, baik berupa dana maupun bahan material.

Musholla ini modelnya Replika Ka’bah, dengan harapan dan doa kita semua bisa mengobati kerinduan ibadah di Kota Mekkah dan keberkahannya dirasakan seluruh keluarga besar UPT SPF SD Negeri Tamalanrea. Bagi yang ingin berdonasi, bisa langsung transfer ke *Rekening Musholla Al Ikhlas 1362020000001828*. Konfirmasi ke WA Bendahara Komite: *081355009352 (Andi Arifah)*. Catatan: Kami angkat di media agar mendapat respon positif dan musholla ini selesai menjadi inovasi sekolah kami ke depan. ( Muh Yahya )


Pelaksanaan TKA di UPT SPF SD Inpres Antang II Berjalan Aman Dan Tertib


MULIAINFO. Com -- Makassar, 20 April 2026 - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di UPT SPF SD Inpres Antang II berjalan aman dan tertib, tanpa ada indikasi pelanggaran. Hal ini disampaikan oleh pengawas TKA, Ibu Nursidah, S.Pd.I, kepada Media Mulia Info.

Menurut Ibu Nursidah, semua peserta tes telah mengikuti aturan yang telah ditetapkan dan tidak ada gangguan yang signifikan selama proses pelaksanaan TKA. "Pelaksanaan TKA berjalan lancar dan aman, tidak ada indikasi pelanggaran yang ditemukan," kata Ibu Nursidah.

Pelaksanaan TKA ini merupakan salah satu tahap seleksi untuk menentukan siapa yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dengan adanya pelaksanaan TKA yang aman dan tertib, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan akademis siswa-siswi Sekolah Dasar.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Antang II, Bapak Imran Salam, S.Pd, juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TKA. "Kami sangat senang bahwa pelaksanaan TKA berjalan lancar dan aman. Hal ini menunjukkan bahwa semua pihak telah bekerja sama dengan baik," kata Bapak Imran Salam.

Guru-guru UPT SPF SD Inpres Antang II, seperti Ibu Hikma Fausiah, S.Pd, dan Bapak Rahimi Suhra Udin, S.Pd, juga hadir dan memantau jalannya pelaksanaan TKA. "Kami sangat senang bahwa pelaksanaan TKA berjalan lancar dan aman. Kami berharap bahwa hasil tes dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan akademis siswa-siswi," kata Ibu Hikma Fausiah.

Pelaksanaan TKA ini akan berlangsung hingga tanggal 29 April 2026. Hasil tes akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Ibu Nursidah juga menyampaikan bahwa pengawas TKA telah memantau proses pelaksanaan TKA secara ketat untuk memastikan bahwa semua peserta tes mengikuti aturan yang telah ditetapkan. "Kami telah memantau proses pelaksanaan TKA secara ketat dan tidak ada indikasi pelanggaran yang ditemukan," kata Ibu Nursidah.

Dengan adanya pelaksanaan TKA yang aman dan tertib, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi TKA. "Kami ingin memastikan bahwa proses seleksi TKA berjalan dengan adil dan transparan," kata Bapak Imran Salam.


Pelaksanaan TKA ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. "Kami ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dan pelaksanaan TKA ini merupakan salah satu langkah yang kami lakukan," kata Bapak Imran Salam.

Ibu Nursidah juga menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA ini telah disiapkan dengan baik oleh panitia. "Kami telah mempersiapkan pelaksanaan TKA ini dengan baik dan kami yakin bahwa proses seleksi akan berjalan dengan lancar," kata Ibu Nursidah.

Dengan adanya pelaksanaan TKA yang aman dan tertib, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta tes. "Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta tes untuk menunjukkan kemampuan mereka," kata Bapak Imran Salam.

Pelaksanaan TKA ini juga merupakan salah satu contoh bahwa proses seleksi dapat berjalan dengan adil dan transparan. "Kami ingin menunjukkan bahwa proses seleksi dapat berjalan dengan adil dan transparan," kata Ibu Nursidah.

Dengan demikian, pelaksanaan TKA di UPT SPF SD Inpres Antang II dapat dianggap sebagai contoh yang baik bagi pelaksanaan TKA di sekolah lain. "Kami berharap bahwa pelaksanaan TKA di sekolah lain dapat berjalan dengan lancar dan aman seperti di UPT SPF SD Inpres Antang II," kata Bapak Imran Salam. ( Muh Yahya )