07 September 2026

Kepala UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Ikuti Bimtik Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah Kota Makassar 2026


MULIAINFO - MAKASSAR - UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala Sekolah, Ibu Napiah, S.Pd, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah Kota Makassar Tahun 2026.

Kegiatan bimtek ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. Fokus utamanya adalah adaptasi terhadap kebijakan Merdeka Belajar, digitalisasi sekolah, dan penguatan manajemen berbasis data.

Ibu Napiah, S.Pd hadir bersama ratusan kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kota Makassar. Beliau mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi dan praktik.

Materi yang disampaikan dalam bimtek mencakup kepemimpinan pembelajaran, penguatan budaya sekolah, implementasi Kurikulum Merdeka, serta strategi peningkatan mutu layanan pendidikan di satuan pendidikan dasar.

Selain itu, peserta juga dibekali tentang pengelolaan Dana BOS, penyusunan RKAS, dan pemanfaatan platform digital seperti Dapodik, ARKAS, dan PMM. Hal ini diharapkan dapat mendukung tata kelola sekolah yang lebih transparan dan akuntabel.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah para pejabat Dinas Pendidikan Kota Makassar, pengawas sekolah, serta praktisi pendidikan yang telah berpengalaman. Mereka berbagi praktik baik dan solusi atas tantangan yang dihadapi sekolah di lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, Ibu Napiah aktif berdiskusi dan bertukar ide dengan kepala sekolah lain. Beliau juga mencatat berbagai poin penting yang dapat diterapkan di UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah dituntut tidak hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di sekolah.

Bimtek ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Ibu Napiah menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh selama bimtek akan segera ditindaklanjuti. Rencananya akan diadakan in-house training bagi guru-guru di SD Inpres Borong Jambu III agar seluruh warga sekolah memahami arah kebijakan baru.

Beliau juga berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi. Digitalisasi diharapkan dapat mempermudah monitoring, evaluasi, dan pelaporan kinerja sekolah.

Kehadiran kepala sekolah dalam bimtek ini merupakan bukti nyata dukungan terhadap program pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. UPT SPF SD Inpres Borong Jambu III siap menjadi sekolah penggerak di lingkungannya.

Dengan mengikuti Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah 2026, diharapkan kepemimpinan Ibu Napiah, S.Pd semakin kuat dalam membawa SD Inpres Borong Jambu III menuju sekolah yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat kota.


Sorot : Duduk di Depan Pakai Baju Dinas, Status Sudah Non Aktif


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Ada orang yang kursinya sudah dicabut, tapi masih tampil di depan. Bukan karena diundang resmi. Bukan karena punya SK. Hanya karena merasa nama lama masih bisa digunakan. Ini bukan haus panggung. Ini haus kuasa.

Dia adalah Muh Yunus Sanusi. Mantan Kabid MGTK Dinas Pendidikan Kota Makassar. Jabatan yang dulu mengurusi guru dan tenaga kependidikan. Kini statusnya sudah *NON AKTIF sampai saat ini*. Gaji dari APBD sudah berhenti. Akses ke sistem sudah ditutup. Namun penampilannya masih seperti pejabat aktif.

Pada 7 September 2026, ia hadir dalam sebuah kegiatan. Duduk di meja utama. Di depan mic dan spanduk resmi. Mengenakan baju dinas lengkap dengan atributnya. Seolah tidak pernah ada pemberhentian. Foto, saksi, dan tanggalnya ada. Fakta ini terdokumentasi.

Kegiatan tersebut adalah Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah. Pesertanya ratusan Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar. Mereka datang untuk belajar dan mencari kepastian. Ironisnya, salah satu yang tampil justru orang yang kapasitasnya sendiri sedang dalam proses hukum.

Di hadapan peserta, ia berbicara dengan gaya seolah masih memiliki kewenangan. Ada fotonya. Foto itu menjadi bukti. Menunjukkan penggunaan atribut negara oleh seseorang yang statusnya sudah non aktif.

Atas dasar apa ia tampil di sana? Atas nama Dinas? Tidak, karena sudah non aktif. Atas nama pribadi? Lalu mengapa memakai atribut negara? Siapa pihak yang bertanggung jawab mengundangnya? Forum pendidikan seharusnya tidak digunakan untuk kepentingan di luar kapasitas.

SK-nya sudah dicabut. Wewenangnya sudah habis. Hak memakai atribut dinas juga sudah gugur. Atribut itu milik negara. Memakainya saat sudah non aktif berpotensi melanggar ketentuan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Dalam birokrasi, duduk di depan adalah simbol kuasa. Memakai baju dinas adalah simbol jabatan. Ketika keduanya dipakai oleh seseorang yang statusnya sudah *NON AKTIF*, maka yang terjadi adalah potensi penyesatan terhadap publik. Peserta bisa mengira yang bersangkutan masih memiliki kewenangan, padahal secara administrasi sudah tidak lagi.

Peserta yang hadir tentu percaya. Mereka mengira yang di depan adalah pejabat aktif. Mereka tidak mengetahui adanya status non aktif. Mereka juga belum tentu tahu bahwa kasusnya masih dalam pengembangan di Kejari Makassar.

Saat ini ia hanya berbekal nama lama dan atribut lama. Tidak ada SK. Tidak ada tanggung jawab kelembagaan. Namun tetap tampil seolah masih memegang kendali.

*Perlu dicatat, kasus yang menyeret namanya *masih dalam pengembangan di Kejari Makassar*. Salah satu dugaan yang beredar adalah terkait jual beli jabatan kepala sekolah. 

Wajar jika publik mempertanyakan. Apakah kegiatan bimtek ini murni untuk pembinaan, atau ada agenda lain? Pola yang muncul adalah penggunaan atribut, posisi di depan, dan pembicaraan terkait jabatan.

Cara seperti ini rawan disalahartikan. Menggunakan atribut dinas agar dipercaya. Duduk di depan agar dianggap berwenang. Kemudian berbicara soal jabatan. Korbannya bisa jadi kepala sekolah yang tidak tahu status sebenarnya.

PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dengan tegas mengatur larangan penyalahgunaan atribut jabatan. Sanksinya mulai dari teguran hingga pemberhentian.

Jika di kemudian hari ditemukan adanya transaksi, maka persoalannya bisa bergeser dari pelanggaran disiplin menjadi dugaan tindak pidana. Dan itu sepenuhnya ranah penegak hukum.

 Publik menunggu sikap BKPSDM, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan. Apakah akan ada tindakan? Ataukah akan ada pembiaran? Kepastian hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

 Kepala sekolah adalah pihak yang dirugikan secara informasi. Mereka menggunakan waktu dan biaya untuk mengikuti kegiatan, dengan asumsi yang memberi arahan adalah pejabat yang masih aktif.

Bukti berupa foto, tanggal 7 September 2026, dan keterangan saksi sudah ada. Berkas kasusnya juga sudah berada di Kejari. Kini publik menunggu proses hukum berjalan.

 Pertanyaan publik sederhana. Sudah non aktif, mengapa masih memakai atribut dinas? Sudah dalam proses hukum, mengapa masih tampil dalam forum resmi? Hukum harus berlaku sama untuk semua. Atribut negara bukan untuk kepentingan pribadi.

Jabatan boleh selesai. Tapi marwah ASN dan aturan harus tetap dijaga. Negara ini berdiri karena aturan dihormati. Jika aturan dilanggar oleh orang yang dulu bagian dari sistem, maka kepercayaan akan tuntuh.

Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Jadi Fokus Bimtek Di Makassar


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Puluhan kepala sekolah jenjang SD se-Kota Makassar mengikuti Bimbingan Teknis Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah yang digelar selama 3 hari di Hotel Claro Makassar, 7 - 9 September 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema "Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan". Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Salah satu peserta dari UPT SPF SDN Rappojawa 71, Muh. Eri Rahim, S.Pd., M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaannya diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan di sekolah yang dipimpinnya.

Bimtek ini menghadirkan narasumber kompeten dari unsur perguruan tinggi, pemerintah, hingga praktisi pendidikan. Kehadiran para ahli diharapkan memberi wawasan baru bagi para kepala sekolah.

Pemateri pertama, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum selaku Wakil Rektor I UNISMUH Makassar, menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan berbasis nilai. Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi motor penggerak perubahan.

Ia juga menyoroti peran kepala sekolah dalam membangun budaya mutu di sekolah. "Kualitas pendidikan tidak akan terwujud tanpa kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan," ujarnya di hadapan peserta.

Narasumber kedua, Dr. Arman Agung, M.Pd selaku Kepala BBGTK Provinsi Sulawesi Selatan, memaparkan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan. Ia mendorong kepala sekolah untuk mengimplementasikan program prioritas pendidikan dengan tepat.


Dr. Arman juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi manajerial, supervisi akademik, dan kewirausahaan sekolah. Hal ini agar sekolah mampu berinovasi dan mandiri secara kelembagaan.

Sementara itu, Dr. Thamrin Paelori selaku konsultan pendidikan, membekali peserta dengan strategi kepemimpinan transformatif. Ia mengajak kepala sekolah keluar dari pola lama dan berani mengambil terobosan.

Menurut Dr. Thamrin, pendidikan berkelanjutan hanya bisa dicapai jika kepala sekolah mampu membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat. Sinergi menjadi kunci keberhasilan.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi. Mereka juga diajak berdiskusi kelompok, studi kasus, dan penyusunan aksi nyata yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Muh. Eri Rahim, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa bimtek ini sangat bermanfaat. Ia mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru terkait kepemimpinan pembelajaran dan pengelolaan sekolah berbasis data.

"Kami akan segera menindaklanjuti hasil bimtek ini di SDN Rappojawa 71. Fokus kami adalah meningkatkan mutu pembelajaran dan penguatan karakter siswa," ungkapnya.

Panitia penyelenggara berharap kegiatan ini mampu melahirkan kepala sekolah yang visioner. Kepala sekolah diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu menjawab tantangan zaman.

Bimtek ini juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring antar kepala sekolah se-Kota Makassar. Diharapkan ke depan tercipta praktik baik yang bisa saling dibagikan.

Dengan berakhirnya kegiatan pada 9 September 2026, para peserta diharapkan membawa pulang semangat baru. Transformasi pendidikan berkualitas dan berkelanjutan di Kota Makassar dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah yang tangguh.


06 September 2026

Silaturahmi HUT Bhayangkara ke - 80 Dalam Rangka Apel Cipkon Kapolsek Panakkukang Kompol Hj, Ema Ratna Ar Bersama 12 FKPM se - Kelurahan se - Kota Makassar


MULIAINFO -- MAKASSAR -- Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Allah SWT, malam ini kita dapat berkumpul dengan sehat di Mako Polsek Panakkukang dalam acara silaturahmi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80 dan sekaligus dalam rangka Apel Cipta Kondisi atau Apel Cipkon, sebagai wujud kebersamaan Polri dengan masyarakat.

Apel Cipkon ini menjadi momentum penting untuk memastikan situasi kamtibmas di wilayah tetap aman dan kondusif menjelang peringatan HUT Bhayangkara.

Kehadiran kita di tempat ini membuktikan bahwa kemitraan antara Kepolisian dan 12 FKPM Se-Kelurahan terus terjaga dan semakin kuat demi keamanan Kota Makassar.

Kami bersyukur dan bangga karena acara ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Panakkukang, Ibu Kompol Hj. Ema Ratna AR. Kehadiran beliau adalah bentuk perhatian nyata kepada FKPM.

Turut hadir pula 12 FKPM Se-Kelurahan se-Kota Makassar. Kehadiran para ketua ini menjadi bukti bahwa FKPM siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kamtibmas.

Salah satu yang hadir adalah Ketua FKPM Panaikang, Bapak Nurdin Lewa yang akrab disapa Pacea. Beliau dikenal aktif dan responsif terhadap permasalahan di wilayahnya.

Kepada Ibu Kapolsek dan seluruh Ketua dari 12 FKPM Se-Kelurahan yang hadir, kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas dukungan serta partisipasinya.

Di usia Bhayangkara ke-80 ini, kita diingatkan kembali bahwa Polri telah 80 tahun mengabdi untuk bangsa. Pengabdian itu harus kita dukung bersama melalui kegiatan nyata seperti Apel Cipkon.


Peran 12 FKPM Se-Kelurahan sangat strategis dalam mendukung Apel Cipkon. Kita adalah perpanjangan tangan Polri di tingkat kelurahan untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.

Tantangan saat ini semakin dinamis. Kenakalan remaja, peredaran narkoba, hingga kejahatan jalanan membutuhkan kerja sama cepat antara Polsek dan FKPM pasca apel ini.

Melalui forum silaturahmi setelah Apel Cipkon ini, mari kita buka ruang diskusi. Sampaikan aspirasi warga, kendala di lapangan, dan solusi yang bisa kita kerjakan bersama.

Dengan hadirnya 12 FKPM Se-Kelurahan, kami optimis hasil Apel Cipkon bisa ditindaklanjuti dengan patroli dan siskamling yang lebih masif di tiap kelurahan.

Kepada Ibu Kompol Hj. Ema Ratna AR, kami sampaikan komitmen kami. 12 FKPM Se-Kelurahan siap bersinergi penuh dalam setiap program Polri termasuk kegiatan Cipkon.

Untuk Bapak Nurdin Lewa (Pacea) dan rekan-rekan Ketua FKPM lainnya, mari kita kuatkan barisan. Jadikan hasil apel ini sebagai langkah awal menjaga wilayah tetap aman.

HUT Bhayangkara ke-80 dan Apel Cipkon bukan hanya seremonial. Ini momentum evaluasi dan penguatan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama Polri dan masyarakat.

Ke depan, kami berharap program hasil Apel Cipkon seperti patroli malam dan penyuluhan hukum bisa lebih rutin dilakukan bersama 12 FKPM Se-Kelurahan.

Terima kasih kepada Kapolsek Panakkukang dan seluruh Ketua dari 12 FKPM Se-Kelurahan. Semoga silaturahmi dan Apel Cipkon ini membawa keberkahan serta menjadikan Kota Makassar semakin aman dan damai. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


05 September 2026

Gerak Cepat Kepemimpinan Baru : Pembenahan UPTD SPF SD Negeri Mattoangin 1 Bulan Juli - Agustus


MULIAINFO -- MAKASSAR -- UPTD SPF SD Negeri Mattoangin 1 memasuki babak baru di awal tahun ajaran ini. Kepemimpinan Ibu Sastriana, S.Pd sebagai kepala sekolah yang baru membawa semangat perubahan yang terasa sejak hari pertama beliau bertugas.

Tidak butuh waktu lama bagi Ibu Sastriana untuk melakukan pemetaan kondisi sekolah. Setelah resmi dilantik, beliau langsung turun meninjau setiap sudut, mulai dari ruang kantor, ruang guru, ruang kelas, hingga area luar sekolah.

Hasil peninjauan itu kemudian menjadi dasar langkah pembenahan. Prioritas utama beliau adalah menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Gerak cepat pun dimulai pada bulan Juli. Tim guru dan tenaga kependidikan dikumpulkan untuk menyusun jadwal kerja bakti dan pembagian tugas. Tidak ada kata menunggu, semua langsung bergerak bersama.

Langkah pertama difokuskan pada ruang kantor. Penataan arsip, meja kerja, dan area pelayanan diperbaiki agar lebih tertib. Tujuannya agar administrasi sekolah berjalan lebih cepat dan transparan.


Selanjutnya giliran ruang guru yang dibenahi. Meja guru ditata ulang, papan informasi diperbarui, dan suasana ruang dibuat lebih kondusif. Harapannya para guru dapat bekerja dengan nyaman dan semangat.

Pembenahan tidak berhenti di dalam ruangan. Ibu Sastriana juga memerintahkan pengecetan pagar sekolah yang sebelumnya mulai kusam. Warna baru dipilih agar pagar terlihat lebih cerah dan menyambut.

Gedung sekolah pun tidak luput dari perhatian. Dinding yang sudah pudar dicat ulang, bagian yang rusak diperbaiki, dan lingkungan sekitar gedung dibersihkan secara menyeluruh.

Seluruh rangkaian perbaikan itu dikerjakan dalam rentang waktu Juli sampai Agustus. Meski waktunya singkat, koordinasi yang baik membuat semua target bisa diselesaikan tepat waktu.

Keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan. Guru, staf, dan beberapa orang tua siswa ikut turun tangan. Semangat gotong royong inilah yang membuat pembenahan terasa ringan.

Bagi Ibu Sastriana, perubahan fisik hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah menumbuhkan budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah di kalangan siswa.

Hasilnya kini sudah terlihat. Begitu memasuki gerbang, suasana SD Negeri Mattoangin 1 terasa berbeda. Sekolah tampak lebih bersih, tertata, dan memberi kesan positif bagi siapa pun yang datang.

Para guru mengaku merasakan dampaknya. Dengan ruang kerja yang lebih nyaman, mereka menjadi lebih semangat menyusun perangkat pembelajaran dan melayani siswa.

Para siswa pun ikut senang. Lingkungan belajar yang bersih dan berwarna membuat mereka lebih betah di sekolah dan lebih semangat mengikuti kegiatan belajar.

Gerak cepat Ibu Sastriana, S.Pd di bulan Juli hingga Agustus menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang proaktif mampu membawa perubahan nyata. UPTD SPF SD Negeri Mattoangin 1 kini siap melangkah dengan wajah baru menuju mutu pendidikan yang lebih baik.

-

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H /2026 M di UPTD SPF Inpres Pampang II, Meneladani Akhlak Nabi, Mewujudkan Generasi Berkarakter


MUlAINFO -- Makassar – UPT SPF SD Inpres Pampang II menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Sry Syahruni,B. S.Pd., M.Pd, seluruh dewan guru, staf, peserta didik, orang tua, serta tokoh masyarakat sekitar.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat bersama. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Sry Syahruni, B. S.Pd.,M.Pd menyampaikan rasa syukur atas nikmat sehat dan kesempatan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW. 

"Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah momentum bagi kita untuk mengingat kembali perjuangan beliau dalam menegakkan Islam dan membawa perubahan besar bagi peradaban dunia dengan akhlak yang mulia," ujar Sry Syahruni.

Beliau menekankan bahwa sejak kecil Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Al-Amin, pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Sifat-sifat tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi peserta didik di SD Inpres Pampang II. "Jujur saat mengerjakan tugas, amanah saat diberi kepercayaan, dan santun kepada guru serta teman adalah cerminan akhlak Nabi yang harus kita praktikkan setiap hari," tambahnya.

Mengangkat tema "Meneladani Akhlak Nabi, Mewujudkan Generasi Berkarakter" pihak sekolah ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan budi pekerti. Di era digital saat ini, tantangan akhlak semakin besar sehingga peran guru dan orang tua harus bersinergi.

"Kepada Bapak/Ibu Guru, mari kita jadikan diri kita sebagai teladan. Apa yang kita ucapkan dan lakukan akan menjadi cermin bagi anak-anak kita. Sementara kepada orang tua, rumah adalah madrasah pertama. Jika sekolah dan rumah selaras dalam menanamkan nilai-nilai Nabi, insyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi sholeh dan sholehah," jelas Kepsek.

Rangkaian kegiatan peringatan Maulid tahun ini diisi dengan ceramah agama, pembacaan shalawat, serta lomba-lomba Islami yang diikuti seluruh siswa. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya mendengar kisah Nabi, tetapi juga merasakan cinta kepada Rasulullah melalui kegiatan yang menyenangkan dan mendidik.

Sry Syahruni juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan acara ini. "Semoga setiap langkah, tenaga, dan doa yang kita panjatkan hari ini dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT. Mari kita jadikan Maulid ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan menguatkan komitmen kita dalam mendidik," tutupnya.

Peringatan Maulid Nabi di UPT SPF SD Inpres Pampang II ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW serta memperkuat karakter jujur, disiplin, dan peduli di lingkungan sekolah.


04 September 2026

UPTD SPF SD Negeri Bontoa Rutin Gelar Ibadah Jumat dan Tadarus Bersama


MULIAINFO - MAKASSAR - UPTD SPF SD Negeri Bontoa kembali melaksanakan kegiatan rutin keagamaan setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi seluruh warga sekolah untuk mempererat nilai spiritual sejak usia dini.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Ibadah Jumat bersama. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di halaman sekolah dengan tertib untuk mengikuti rangkaian ibadah sesuai ajaran agama Islam.

Setelah Ibadah Jumat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Suasana khusyuk dan tenang mewarnai halaman sekolah saat lantunan ayat suci menggema.

Peserta kegiatan ini mencakup siswa dari kelas 1 sampai kelas VI. Tidak ada pengecualian, karena sekolah ingin memastikan semua anak mendapatkan pembinaan spiritual yang sama sejak awal masuk sekolah.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Melalui pembiasaan ini, diharapkan anak-anak terbiasa mendekatkan diri kepada Allah sejak kecil.

Selain aspek ibadah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter. Sekolah ingin menanamkan perilaku religius, disiplin, jujur, dan saling menghargai dalam diri setiap peserta didik.

Kepala Sekolah, Amriin, S.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan karakter religius harus dimulai dari lingkungan sekolah. “Anak-anak adalah masa depan bangsa. Jika fondasi agamanya kuat, maka akhlaknya juga akan baik,” ujarnya.


Beliau juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial. Guru-guru secara aktif mendampingi, memberi contoh, dan membimbing siswa agar memahami makna dari setiap bacaan dan doa yang dipanjatkan.

Para guru kelas bergiliran memimpin pembacaan Al-Qur’an. Ada yang membacakan surat-surat pendek, ada pula yang membimbing tartil bersama agar bacaan siswa menjadi lebih baik dan fasih.

Antusiasme siswa sangat terlihat. Anak-anak kelas 1 yang awalnya masih belajar mengeja, kini sudah mulai berani mengikuti bacaan bersama kakak kelasnya. Semangat kebersamaan terasa kuat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar kelas. Tidak ada sekat antara kelas 1 dengan kelas 6. Semua duduk bersama, membaca bersama, dan berdoa bersama.

Pihak sekolah berharap pembiasaan ini dapat berdampak jangka panjang. Ketika anak-anak dewasa nanti, nilai-nilai yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Lebih jauh, sekolah menargetkan agar lulusan SD Negeri Bontoa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan cinta tanah air. Inilah wujud nyata pendidikan berkarakter.

Dengan menanamkan nilai religius sejak dini, diharapkan kelak para siswa tumbuh menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Pancasilais. Mereka diharapkan mampu mengamalkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam tindakan sehari-hari.

Kegiatan pada hari Jumat, 4 September 2026 ini berjalan lancar dan penuh khidmat. Cuaca yang cerah juga mendukung seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

SD Negeri Bontoa berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program ini setiap minggu. Dengan dukungan orang tua, guru, dan masyarakat, diharapkan karakter religius anak-anak Bontoa akan semakin kuat dan menjadi teladan.