06 Februari 2026

Guru Meylinda Suasana , S.Pd, M.Pd Wakili Mariso di Posenijar Makassar


UPT SPF SDN Mattoangin 1, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, menjadi pusat perhatian di ajang Porsenijar Kota Makassar. Guru Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, dari UPT SPF SDN Mattoangin 1, terpilih untuk mewakili Kecamatan Mariso dalam lomba nyanyi solo di Porsenijar Kota Makassar.

Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, adalah seorang guru yang berprestasi dan memiliki bakat di bidang seni. Dia telah membuktikan kemampuan dan dedikasinya dalam mengembangkan bakat siswa di UPT SPF SDN Mattoangin 1.

Dalam persiapan menuju Porsenijar, Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, telah melakukan latihan intensif untuk memastikan penampilannya yang terbaik. Dia didukung oleh tim guru dan staf UPT SPF SDN Mattoangin 1 yang sangat percaya diri dengan kemampuan Meylinda.

Porsenijar Kota Makassar adalah ajang yang sangat bergengsi dan kompetitif, namun Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, tidak gentar. Dia siap untuk memberikan penampilan yang terbaik dan membawa nama baik Kecamatan Mariso.

Kepala UPT SPF SDN Mattoangin 1, sangat mendukung dan bangga dengan Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd. "Kami percaya bahwa Meylinda akan memberikan penampilan yang luar biasa dan membawa nama baik sekolah kami," ujarnya.

Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, juga merasa sangat percaya diri. "Saya siap untuk memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kecamatan Mariso," katanya.

Porsenijar Kota Makassar akan menjadi ajang yang sangat seru dan kompetitif. Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, akan berhadapan dengan peserta lain yang juga sangat berbakat.

Namun, Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, tidak sendirian. Dia didukung oleh tim guru dan staf UPT SPF SDN Mattoangin 1, serta keluarga dan teman-temannya.

Dengan dukungan yang kuat, Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, siap untuk memberikan penampilan yang terbaik dan membawa nama baik Kecamatan Mariso.

Kita tunggu penampilan Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, di Porsenijar Kota Makassar!

UPT SPF SDN Mattoangin 1, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, sangat berharap bahwa Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, dapat membawa pulang piala juara.

Semoga Meylinda Suasan, S.Pd, M.Pd, dapat memberikan penampilan yang terbaik dan membawa nama baik Kecamatan Mariso!

BPS Catat Tren Kemiskinan di Sulsel Menurun Enam Tahun Terakhir, Andi Sudirman: Hasil Kerja Bersama




Muliainfo, Sulsel--Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat tren tingkat kemiskinan di Sulsel terus menunjukkan penurunan signifikan dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sejak tahun 2019 hingga September 2025.

Berdasarkan data BPS Sulsel, persentase penduduk miskin Sulawesi Selatan pada September 2025 tercatat sebesar 7,43 persen atau setara dengan 685,14 ribu jiwa. Angka ini menjadi yang terendah sejak Pandemi Covid-2019, sekaligus menegaskan keberlanjutan tren perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sulsel.

Jika ditarik ke belakang, jumlah penduduk miskin Sulsel pada September 2019 masih berada di kisaran 759,58 ribu jiwa dengan persentase 8,56 persen. Sempat mengalami fluktuasi pada periode pandemi Covid-19, angka kemiskinan mulai menurun secara konsisten sejak 2023 hingga 2025, baik dari sisi jumlah maupun persentase.

Selain itu, BPS Sulsel juga mencatat penurunan disparitas kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada September 2025, tingkat kemiskinan di perdesaan tercatat 9,56 persen, turun dibanding periode sebelumnya, sementara di perkotaan berada pada angka 5,17 persen. Tren ini menunjukkan upaya pengentasan kemiskinan di wilayah perdesaan mulai membuahkan hasil.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kinerja seluruh pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah BPS mencatat kondisi Sulawesi Selatan dengan Persentase 7,43% menjadi terendah dalam 6 tahun terakhir,” kata Andi Sudirman, Jumat (6/2/2026).

Andi Sudirman mengatakan penurunan kemiskinan ini tidak terlepas dari kebijakan pembangunan yang terarah, terutama arahan dari pemerintah pusat ke daerah sebagai penguatan sektor produktif, peningkatan kualitas infrastruktur, ekonomi, sosial serta berbagai program yang tepat sasaran.

“Ini adalah wujud kerja kolaborasi di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran. Mari terus tingkatkan kerja kerja untuk tujuan Sulsel Maju dan Berkarakter menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kemudian dari sisi kualitas kemiskinan pada September 2025, tercatat menurun dibandingkan periode September 2024, yang menandakan jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit serta ketimpangan antar-penduduk miskin semakin berkurang.

“Tentu kami juga mengapresiasi kepada seluruh Tim Pemprov, Kabupaten Kota, Instansi Vertikal hingga Kapala Desa/Lurah, RT/RW, Pendamping Program Keluarga Sejahtera serta seluruh lapisan masyarakat atas capaian ini,” pungkasnya. (*)

Wagub Sulsel Dampingi Menko Pangan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

 


Muliainfo.com Sulsel - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, Jumat, 6 Februari 2026.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan menjelang Bulan Suci Ramadan.

Wakil Gubernur Sulsel menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjaga pasokan dan harga bahan pokok agar tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang Ramadan. Kami ingin masyarakat beribadah dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga,” katanya.

Fatmawati Rusdi menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel terus bersinergi dengan pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke tingkat pasar tradisional.

“Kami hadir langsung di pasar untuk memastikan harga tetap terkendali dan distribusi berjalan baik. Pedagang, khususnya ibu-ibu, harus merasa dilindungi karena mereka adalah penggerak ekonomi rakyat,” ujar Wagub perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini.

Dalam peninjauan tersebut, Fatmawati Rusdi berdialog langsung dengan para pedagang, yang mayoritas merupakan perempuan, guna mendengar secara langsung kondisi harga dan pasokan bahan pokok di lapangan.

Pemerintah daerah memastikan stabilisasi harga pangan menjadi prioritas utama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan stok beras di Sulawesi Selatan berada dalam kondisi aman. Ia menyebutkan cadangan beras di Bulog Sulsel mencapai sekitar 500 ribu ton.

“Stok kita ada 500 ribu ton jadi aman,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia juga menyampaikan bahwa harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Pa’baeng-baeng masih berada di bawah rata-rata harga nasional.

“Stabil, yang murah sekali di sini cabai,” sebutnya.

Ia melanjutkan bahwa harga cabai keriting dan cabai merah besar masing-masing berada di kisaran Rp20.000 per kilogram, daging ayam masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp33.000, serta harga telur lebih murah dibandingkan wilayah Pulau Jawa.

Selain memantau harga pangan, kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menko Pangan memastikan program tersebut tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian pola distribusi.

“Ramadan akan tetap berjalan. Untuk sekolah yang siswanya berpuasa, makanan diberikan dalam bentuk kering saat pulang sekolah, seperti telur rebus, susu, roti, dan kurma,” katanya.

Untuk daerah dengan mayoritas masyarakat tidak berpuasa, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur, program MBG tetap berjalan seperti biasa. Sementara di pondok pesantren, distribusi makanan disesuaikan dengan waktu berbuka puasa.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulsel menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

“Kami ingin memastikan ekonomi rumah tangga tetap kuat, harga pangan terkendali, dan anak-anak kita tetap sehat,” tandasnya. (*)

Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,43 Persen, Pengamat Nilai Transformasi dan Kebijakan Pemprov Berbuah Nyata



Muliainfo.com Sulsel - Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang semakin solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pertumbuhan ekonomi Sulsel sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 5,43 persen (c-to-c), meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,31 persen.

Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D, menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif keberhasilan arah transformasi ekonomi Sulsel yang kian matang, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Data BPS yang baru dirilis menunjukkan bahwa perekonomian Sulsel secara umum mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Ini menjadi indikasi positif bahwa secara statistik, ekonomi Sulsel mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global,” ujar Prof. Marsuki, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari peran kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Salah satunya melalui pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) senilai Rp3,7 triliun yang dikerjakan bersama pemerintah kabupaten/kota.

“Kebijakan ini terlihat nyata pada pembenahan infrastruktur konektivitas jalan lintas daerah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta sektor pendidikan. Dampaknya cukup luas terhadap perbaikan indikator makro ekonomi Sulsel,” jelasnya.

Menurut Prof. Marsuki, peningkatan pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak berdiri sendiri, melainkan didorong oleh proses transformasi struktural, dari ekonomi semi-tradisional menuju ekonomi yang lebih modern dan bernilai tambah tinggi.

Meski sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi tulang punggung perekonomian Sulsel dengan kontribusi sekitar 23 persen, wajah sektor ini dinilai telah banyak berubah melalui berbagai program hilirisasi.

“Produk-produk strategis seperti padi, rumput laut, hingga komoditas tambang kini tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah, tetapi telah diolah sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar,” ungkapnya.

Transformasi tersebut juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan bibit unggul di sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan jagung di sejumlah daerah sentra produksi, yang berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Selain sektor primer, peran sektor jasa dinilai semakin dominan dan bahkan menjadi penentu utama perekonomian Sulsel pada tahun 2025. Posisi Sulsel sebagai hub ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) mendorong pertumbuhan pesat sektor transportasi dan logistik.

Didukung oleh lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan, serta percepatan digitalisasi sistem keuangan, sektor jasa keuangan dan jasa lainnya berkembang signifikan dan menopang perputaran ekonomi, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, konsumsi non-rumah tangga, serta konsumsi pemerintah. Selain itu, peningkatan investasi dan ekspor komoditas unggulan turut memberikan kontribusi positif,” pungkasnya. (*)


04 Februari 2026

Pemprov Sulsel Luncurkan Gerakan ASRI, Wujudkan Lingkungan Bersih Sesuai Arahan Presiden Prabowo




Muliainfo, Sulsel - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menerapkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai langkah sistematis untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kualitas lingkungan di ruang-ruang publik.


Pelaksanaan Gerakan ASRI ditandai dengan aksi bersih-bersih serentak di sejumlah titik strategis di Kota Makassar, antara lain pelataran Masjid Kubah 99 Asmaul HusnaTaman Andalan, dan kawasan Lego-Lego Center Point of Indonesia (CPI), pada Rabu, 4 Februari 2026.


Kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, dengan dukungan para guru dan siswa dari sejumlah SMA di Kota Makassar. Keterlibatan pelajar menjadi bagian dari upaya edukasi dan penanaman nilai kepedulian lingkungan sejak dini.


Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta Forkopimda se-Indonesia yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada Senin, 2 Februari 2026. Presiden menegaskan pentingnya menjadikan kebersihan lingkungan sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan.


Kepala DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman, S.Hut., M.M., menyampaikan bahwa Presiden menekankan kebersihan sebagai budaya dan rutinitas, bukan sekadar kegiatan seremonial.


“Ini merupakan arahan Bapak Presiden kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga desa dan kelurahan, agar kebersihan menjadi rutinitas di lingkungan kerja dan masyarakat,” ujar Kasman.


Ia menambahkan, Gubernur Sulawesi Selatan telah menginstruksikan agar kegiatan kebersihan dilakukan secara berkala, minimal satu hingga dua kali dalam sepekan, baik di lingkungan perkantoran, fasilitas umum, permukiman, maupun kawasan wisata.


Dalam waktu dekat, kata Kasman, Gubernur Sulsel juga akan menerbitkan surat edaran khusus penanganan sampah, menyusul persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan dan berdampak langsung terhadap kesehatan serta kenyamanan masyarakat.


“Gerakan ini bersifat masif dan melibatkan seluruh unsur, termasuk BUMN, sektor swasta, serta masyarakat luas, agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Andi Iqbal Najamuddin, S.E., menilai Gerakan ASRI sebagai langkah awal yang akan diperkuat melalui edaran resmi Gubernur Sulsel kepada seluruh instansi.


“Hasil pertemuan di Sentul menjadi dasar pelaksanaan gerakan ini. Selanjutnya akan ada edaran resmi agar seluruh instansi bergerak serentak,” ujarnya.


Selain di kawasan Masjid Kubah 99 Asmaul Husna dan Lego-Lego CPI, aksi pembersihan juga dilaksanakan di Taman BPJSWisma Negara, dan Taman Andalan. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris DLHK Provinsi Sulsel, Sekretaris PSDA Provinsi Sulsel, serta para guru dan siswa SMA.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap Gerakan ASRI mampu menumbuhkan budaya bersih, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat partisipasi kolektif secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.


Gerakan ASRI bukan sekadar agenda bersih-bersih, melainkan instrumen kebijakan sosial untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, dan budaya hidup bersih bersama. (*)

02 Februari 2026

Siswa UPT SPF SD Inpres Kassi NOBAR Mall Panakkukang


Muliainfo. Com. Makassar. UPT SPF SD Inpres Kassi mengadakan kegiatan NOBAR (Nonton Bareng) di Mall Panakkukang, yang diikuti oleh semua siswa dan didampingi oleh orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan keseruan siswa, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.

Ibu Nuzliah, S.Pd, sebagai penanggung jawab Nobar, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan semangat belajar dan kebahagiaan siswa. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan berkembang," ujarnya.

Kepala Sekolah, Sukmawati, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mendampingi anaknya dalam kegiatan ini. "Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kebahagiaan siswa," katanya.

Kegiatan NOBAR ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang kerja sama dan toleransi. Mereka dapat berbagi pengalaman dan kesenangan dengan teman-teman mereka, serta meningkatkan kemampuan sosial mereka.

Semua siswa sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka dapat menonton film yang menarik dan menyenangkan, serta menikmati waktu bersama teman-teman mereka.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan siswa dapat memiliki pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat. UPT SPF SD Inpres Kassi akan terus mengadakan kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kebahagiaan siswa.

Kegiatan NOBAR ini juga dapat meningkatkan hubungan antara sekolah, orang tua, dan siswa. Orang tua dapat melihat langsung kegiatan anaknya di sekolah dan meningkatkan komunikasi dengan guru-guru.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk mengadakan kegiatan yang serupa dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. UPT SPF SD Inpres Kassi akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan untuk mencapai tujuan tersebut.

31 Januari 2026

UPT SPF SD Inpres Baraya 1 Berpartisipasi Dalam Porseni PGRI se-kec.Tallo


Muliainfo.com. Makassar -- UPT SPF SD Inpres Baraya 1 turut serta dalam kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI Se-Kec. Tallo, yang tergabung dalam Ranting 2 Kec. Tallo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat olahraga dan seni di kalangan guru dan pegawai pendidikan.

Dengan semangat dan kekompakan, tim UPT SPF SD Inpres Baraya 1 siap untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan. Semoga partisipasi ini dapat meningkatkan prestasi dan mempererat tali silaturahmi antar guru dan pegawai pendidikan di Kec. Tallo.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Baraya 1, Ibu Sitti Hasmi, S.Pd.I, mengatakan bahwa partisipasi dalam Porseni PGRI adalah kesempatan emas bagi guru dan siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. "Kami percaya bahwa olahraga dan seni dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa," ujarnya.

Guru-guru UPT SPF SD Inpres Baraya 1 juga sangat antusias dengan kegiatan Porseni PGRI. Mereka siap untuk mendukung dan membimbing siswa dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi.

Dalam Porseni PGRI, UPT SPF SD Inpres Baraya 1 akan berkompetisi dalam beberapa cabang olahraga dan seni, seperti sepak bola, bola voli, dan seni musik. Semoga tim UPT SPF SD Inpres Baraya 1 dapat meraih prestasi yang membanggakan.

Porseni PGRI juga menjadi kesempatan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berorganisasi dan berkompetisi. Mereka dapat belajar dari pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kompetisi.

UPT SPF SD Inpres Baraya 1 memiliki visi untuk menjadi sekolah yang unggul dan berprestasi. Partisipasi dalam Porseni PGRI adalah salah satu cara untuk mencapai visi tersebut.

Guru-guru UPT SPF SD Inpres Baraya 1 juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Mereka adalah agen perubahan yang dapat membuat perbedaan dalam kehidupan siswa.

Dalam Porseni PGRI, UPT SPF SD Inpres Baraya 1 akan menunjukkan semangat dan kekompakan mereka. Semoga tim UPT SPF SD Inpres Baraya 1 dapat meraih prestasi yang membanggakan dan mempererat tali silaturahmi antar guru dan pegawai pendidikan di Kec. Tallo.

Porseni PGRI juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkompetisi dan berorganisasi. Mereka dapat belajar dari pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kompetisi.

Dengan demikian, UPT SPF SD Inpres Baraya 1 siap untuk berpartisipasi dalam Porseni PGRI dan menunjukkan prestasi mereka. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa yang unggul dan berprestasi.