02 Mei 2026

Kepala UPT SPF SDN Batulaccu Adel Zakeus Kenakan Busana Penari Mamasa saat Upacara HARDIKNAS 2026 di Lapangan Karebosi

Tags


MULIAINFO. Com -- Makassar. Lapangan Karebosi pagi itu dipenuhi warna. Ribuan guru, siswa, dan pejabat berkumpul memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026. Di tengah lautan korpri dan baju adat, sosok Kepala Sekolah UPT SPF SDN Batulaccu, Adel Zakeus, http://S.Pd, tampak anggun dengan busana yang tidak biasa.

Ibu Adel hadir bersama tiga guru pendamping dari SDN Batulaccu. Mereka datang mewakili semangat sekolah di pinggiran Makassar untuk terus bergerak maju dalam dunia pendidikan. Kehadiran mereka jadi bukti bahwa dedikasi tidak mengenal batas wilayah.

Upacara berlangsung khidmat. Amanat dari inspektur upacara mengingatkan kembali pesan Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan. Semua peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh hormat, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan doa.


Usai upacara, momen yang ditunggu tiba. Ibu Adel menyempatkan diri berfoto bersama Ibu Wakil Wali Kota Makassar. Senyum sumringah terlihat dari keduanya. Foto itu bukan sekadar dokumentasi, tapi simbol kedekatan pemimpin kota dengan para pendidik perempuan di lapangan

Yang paling mencuri perhatian adalah baju adat yang dikenakan Ibu Adel. Beliau memilih busana penari Mamasa, Sulawesi Barat. Pilihannya sengaja, sebagai bentuk kecintaan pada budaya leluhur dan cara mengenalkan kekayaan Nusantara kepada khalayak luas.

Baju adat Mamasa memang unik. Atasan _baju pokko_ berwarna gelap dengan sulaman benang emas melingkar di dada dan lengan. Bawahannya sarung tenun _sekomandi_ dengan motif geometris yang punya makna filosofis. Hiasan kepala dari manik-manik dan kalung susun membuat tampilannya elegan berwibawa.

Dalam budaya Mamasa, busana ini biasa dipakai penari _manganda_ saat upacara adat _rambu solo_ atau _rambu tuka_. Setiap helai benang dan manik punya cerita tentang alam, kehidupan, dan penghormatan pada leluhur. Membawanya ke Karebosi berarti membawa pesan bahwa pendidikan juga harus merawat akar budaya.

Langkah Ibu Adel Zakeus ini sederhana tapi maknanya dalam. Di Hari Pendidikan Nasional, beliau tidak hanya hadir sebagai kepala sekolah, tapi juga sebagai srikandi budaya. Harapannya, anak-anak SDN Batulaccu bangga pada identitasnya dan berani tampil membawa nama baik daerahnya sendiri. ( Yahya )