MULIAINFO. Com -- Makassar. Sebanyak 45 siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Lanttebung, Makassar, mulai Ujian Sekolah berbasis online Senin, 4 Mei 2026. Soal dikerjakan lewat HP Android Chrom menggunakan aplikasi resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Ujian berlangsung 4-10 Mei 2026 pukul 07.30-11.00 WITA. Hari pertama diujikan Bahasa Indonesia dan PKn. Bentuk soal: pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang diketik langsung di HP. Setiap siswa mendapat token unik dari proktor untuk login. Jika terlambat login lebih dari 15 menit, sistem otomatis menolak akses dan siswa dinyatakan tidak ikut ujian hari itu.
Sistem mengacak soal tiap siswa dan mengunci layar HP selama ujian. Siswa tidak bisa buka aplikasi lain, screenshot, atau keluar dari browser. Server otomatis menutup akses pukul 11.00 WITA dan nilai langsung masuk ke pusat. Jika ada siswa yang sengaja keluar aplikasi, jawaban yang sudah diisi tetap tersimpan otomatis. Proktor bisa melihat aktivitas mencurigakan lewat dashboard pemantauan real-time.
Kepala Sekolah Ibu Amrah, S.Pd menyebut sekolah sudah simulasi 4 kali sejak Maret. Hari ini pelaksanaan lancar tanpa kendala jaringan. Disiapkan 5 HP cadangan dan WiFi khusus.
Setiap ruang diawasi 2 guru dan 1 proktor IT. Semua 45 siswa hadir 100% dan perangkat berfungsi normal. Proktor bertugas membagikan token, memantau dashboard, dan menangani kendala teknis. Pengawas ruang memastikan tidak ada HP kedua atau catatan di meja. Pelanggaran langsung dicatat di berita acara.
Ujian online mencakup 8 mapel: B.Indonesia, PKn, Matematika, IPA, Agama, SBdP, PJOK, dan Mulok Bahasa Daerah. Nilai langsung keluar setelah siswa submit jawaban. Jadwal ujian Matematika pada 5 Mei, IPA pada 6 Mei, dan mapel lainnya menyusul hingga 10 Mei 2026. Khusus soal uraian, jawaban siswa tetap dikoreksi manual oleh guru mapel lewat sistem untuk memastikan penilaian objektif.
Hasil ujian jadi penentu kelulusan dan syarat daftar SMP. Pengumuman dijadwalkan awal Juni 2026. Ibu Amrah, S.Pd target lulus 100% dengan nilai memuaskan. Ia juga mengapresiasi orang tua yang mendukung dengan menyiapkan HP Chrom dan kuota. “Kunci sukses ujian online ini kolaborasi sekolah, siswa, dan orang tua. Anak-anak sudah kami bekali literasi digital, tinggal jaga kejujuran,” tutupnya. ( Yahya )

