MULIAINFO. com. MAKASSAR. Melinda Aksa membuka acara Sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) 5/2025, yang bertujuan untuk mendorong sekolah Adiwiyata dan mewujudkan Makassar sebagai kota yang mulia.
Acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara sekolah pembina, SD Inpres Banta-Bantaeng, dengan tiga sekolah binaan.
Tiga sekolah binaan tersebut adalah SD Inpres Cilallang, SD Inpres Perumnas, dan SD Negeri Sudirman I. Ketiga sekolah ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi sekolah Adiwiyata yang unggul.
Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen sekolah-sekolah untuk menjadi sekolah Adiwiyata yang lebih baik.
Permen LH 5/2025 merupakan peraturan yang mengatur penyelenggaraan Program Adiwiyata, yang bertujuan untuk menciptakan sekolah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kepala Sekolah SD Inpres Banta-Bantaeng, Ibu Hasdiarah Kadir, S.Pd, menyatakan bahwa sekolahnya siap mendukung dan membimbing sekolah-sekolah binaan untuk menjadi Adiwiyata.
Tiga sekolah binaan memiliki target yang berbeda-beda, yaitu SD Sudirman I menuju Adiwiyata Nasional, SD Inpres Cilallang menuju Adiwiyata Provinsi, dan SD Inpres Perumnas Adiwiyata Kota.
Sosialisasi ini dihadiri oleh guru-guru dan kepala sekolah dari sekolah-sekolah binaan. Mereka sangat antusias dan aktif dalam mengikuti acara ini.
Melinda Aksa menekankan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sekolah harus menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
Sekolah Adiwiyata diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dengan lingkungan.
Penandatanganan MOU antara sekolah pembina dan sekolah binaan merupakan komitmen untuk bekerja sama dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah-sekolah binaan.
Sekolah-sekolah binaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan menjadi sekolah yang lebih baik. Dengan lingkungan yang baik, siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan efektif.
Sosialisasi ini juga membahas tentang strategi dan langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas sekolah Adiwiyata. Guru-guru dan kepala sekolah sangat aktif dalam memberikan saran dan masukan.
Sekolah-sekolah binaan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas mereka. Dengan demikian, mereka dapat menjadi sekolah yang lebih unggul dan berprestasi.
Semoga sosialisasi ini dapat membantu sekolah-sekolah binaan untuk menjadi Adiwiyata yang lebih baik dan mewujudkan Makassar sebagai kota yang mulia. Kami berharap sekolah-sekolah binaan dapat terus meningkatkan kualitas mereka dan menjadi contoh bagi sekolah lain. ( Yahya )

