14 Februari 2026

KEGIATAN BIMTEK PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU KELAS VI


MULIAINFO. com. MAKASSAR. UPT SPF SD Inpres Lantibung, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Ibu Amrah, S.Pd, mengadakan kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) Pengembangan Kompetensi Guru Kelas VI.

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru yang bertanggung jawab, yaitu:
- Guru Suwandi, S.Pd
- Taufik, S.Pd
- Arbunnawar, S.Pd

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar dan mengembangkan kualitas pendidikan di sekolah. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi guru-guru dan siswa-siswa di UPT SPF SD Inpres Lantibung!

Dalam kegiatan ini, guru-guru akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengajar dan mengelola kelas. Mereka juga akan berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kegiatan Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antara guru-guru dalam mengembangkan kurikulum dan program pembelajaran.

Ibu Amrah, S.Pd, sebagai Kepala Sekolah, sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bahwa guru-guru dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Guru Suwandi, S.Pd, Taufik, S.Pd, dan Arbunnawar, S.Pd, sangat antusias mengikuti kegiatan Bimtek ini dan berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas mereka.


Kegiatan Bimtek ini akan berlangsung selama beberapa hari dan akan diisi dengan berbagai materi dan diskusi yang relevan dengan kebutuhan guru.

Dengan adanya kegiatan Bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SD Inpres Lantibung dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Guru-guru juga diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam kegiatan Bimtek ini di kelas mereka.

Kegiatan Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat guru-guru dalam mengajar dan mengembangkan kualitas pendidikan.

Ibu Amrah, S.Pd, juga berharap bahwa kegiatan Bimtek ini dapat menjadi awal bagi guru-guru untuk terus meningkatkan kompetensi mereka dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SD Inpres Lantibung.

Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu upaya UPT SPF SD Inpres Lantibung untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Semoga kegiatan Bimtek ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi guru-guru dan siswa-siswa di UPT SPF SD Inpres Lantibung! ( Yahya )

13 Februari 2026

Kegiatan TKA Tes Kompetensi Akademik di UPT SPF SD INPRES BERTINGKAT BARA- BARAYA II


MULIAINFO. com. MAKASSR. UPT SPF SD INPRES BERTIKANGKAT BARA- BARAYA II telah melaksanakan kegiatan TKA Tes Kompetensi Akademik untuk siswa kelas VI. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian-ujian selanjutnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi ujian-ujian selanjutnya. Dengan demikian, siswa dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan mereka dalam bidang akademik.

Kegiatan TKA ini diikuti oleh siswa kelas VI di bawah pengawasan Kepala Sekolah, Bapak Suardi Salpin, S.Pd., M.M. Kepala Sekolah sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bahwa siswa-siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka.

Kepala Sekolah, Bapak Suardi Salpin, S.Pd., M.M, menyatakan bahwa kegiatan TKA ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Dengan kegiatan ini, siswa dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dan dapat meningkatkan kemampuan mereka di bidang yang lemah.

Siswa-siswa kelas VI telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi kegiatan TKA ini. Mereka telah belajar dengan giat dan berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik.

Kegiatan TKA ini meliputi tes kemampuan bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang-bidang tersebut dan memberikan gambaran tentang kemampuan akademik mereka.

Guru-guru di UPT SPF SD INPRES BERTIKANGKAT BARA- BARAYA II telah mempersiapkan soal-soal TKA dengan baik. Mereka telah berusaha untuk membuat soal-soal yang relevan dengan kurikulum dan dapat mengukur kemampuan siswa dengan baik.

Kegiatan TKA ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan mereka, siswa dapat fokus pada bidang yang lemah dan meningkatkan kemampuan mereka.

Orang tua siswa juga telah memberikan dukungan penuh untuk kegiatan TKA ini. Mereka berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu anak-anak mereka untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka dan mencapai prestasi yang lebih baik.

Semoga kegiatan TKA ini dapat membantu siswa-siswa UPT SPF SD INPRES BERTIKANGKAT BARA- BARAYA II untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Kami berharap bahwa siswa-siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka dan mencapai cita-cita mereka. ( Yahya )

UPT SPF SDN PAMPANG PERKUAT SINERGI, SEKOLAH DAN KOMITE LUNCURKAN SEDERET INOVASI PROGRAM UNGGULAN


MULIAINFO. com. MAKASSAR. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas layanan belajar siswa, jajaran manajemen UPT SPF SDN Pampang di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Bapak Bhakti Pandi Hasin, S.Pd, menggelar rapat koordinasi strategis bersama pengurus Komite Sekolah. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi antara pihak sekolah dan orang tua murid.

Transformasi kurikulum menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi ini. Bapak Bhakti Pandi Hasin, S.Pd, menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek akademik dan pengembangan karakter siswa. Hal ini diwujudkan melalui penguatan tiga pilar kurikulum: Intrakurikuler, Ekstrakurikuler, dan Kokurikuler.

Bapak Bhakti Pandi Hasin, S.Pd, juga memperkenalkan sejumlah program Praktik Baik (Inovasi Sekolah) yang menjadi ciri khas dan keunggulan lembaga. Program-program tersebut di antaranya adalah SEHATKAN, SANTAP, PATABBA, dan LASER.

SEHATKAN fokus pada pola hidup bersih dan kesehatan fisik siswa. SANTAP adalah program penguatan nutrisi atau pembiasaan adab makan dan spiritualitas. PATABBA adalah inovasi pengembangan bakat atau budaya lokal (sesuai spesialisasi sekolah). LASER adalah program literasi atau kedisiplinan yang dirancang secara intensif.

"Inovasi ini lahir untuk memastikan siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan fisik yang prima," ujar Bapak Bhakti Pandi Hasin, S.Pd, di hadapan pengurus komite.

Ketua Komite Sekolah, Bapak Drs. Rahman Rajab, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif pihak sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan program-program inovatif tersebut mustahil tercapai tanpa soliditas internal komite.

"Kepengurusan komite harus rilis kompak, mengedepankan kolaborasi, dan mampu bersinergi secara aktif. Kita bukan hanya penonton, melainkan mitra strategis sekolah dalam menyukseskan setiap agenda pendidikan," tegas Pak Komite.

Fokus pada sarana dan prasarana juga menjadi prioritas dalam rapat koordinasi ini. Ketua Komite mengajak seluruh jajaran pengurus untuk berpartisipasi nyata dalam pemeliharaan dan kelengkapan sarana serta prasarana (sarpras).


Lingkungan belajar yang nyaman dan fasilitas yang lengkap adalah kunci utama siswa dapat belajar dengan maksimal. Partisipasi komite dalam mendukung sarpras diharapkan dapat menutup celah kebutuhan yang belum terakomodasi secara penuh.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk saling mengawal keberlangsungan program inovasi sekolah demi mencetak generasi emas di masa depan.

Dengan adanya program-program inovatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa-siswa UPT SPF SDN Pampang.

Komite Sekolah dan pihak sekolah berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas layanan belajar siswa. (Yahya )

12 Februari 2026

SD INPRES TAMAMAUNG 2 LAKSANAKAN ASESMEN TKA UNTUK KELAS 6


MULIANIFO. com. MAKASSAR. Asesment Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah dilaksanakan di SD Inpres Tamamaung 2, khususnya untuk kelas 6. Guru yang bertanggung jawab atas asesment ini adalah pak Istawal, sedangkan Kepala Sekolah, Bapak H. Mustafah, S.Pd, memantau langsung proses asesment.

Asesment TKA ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa-siswa kelas 6 dalam berbagai mata pelajaran. Hasil asesment ini akan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SD Inpres Tamamaung 2.

Dalam asesment TKA ini, siswa-siswa kelas 6 diuji dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Asesment ini dilakukan secara tertulis dan menggunakan soal-soal yang telah disiapkan oleh tim asesment.

Pak Istawal, guru yang bertanggung jawab atas asesment, mengatakan bahwa asesment TKA ini sangat penting untuk mengetahui kemampuan akademik siswa-siswa. "Asesment ini akan membantu kami untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan siswa-siswa, sehingga kami dapat memberikan bimbingan yang lebih efektif," katanya.

Kepala Sekolah, Bapak H. Mustafah, S.Pd, juga menekankan pentingnya asesment TKA ini. "Asesment ini akan membantu kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SD Inpres Tamamaung 2. Kami akan menggunakan hasil asesment ini untuk membuat program-program yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa-siswa," katanya.

Asesment TKA ini diikuti oleh 30 siswa-siswa kelas 6. Mereka semua terlihat sangat serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal asesment.

Dalam proses asesment, siswa-siswa kelas 6 diwajibkan untuk mengerjakan soal-soal asesment dalam waktu yang telah ditentukan. Mereka tidak diperbolehkan untuk menggunakan alat bantu atau berkomunikasi dengan siswa lain.

Setelah asesment selesai, pak Istawal dan tim asesment akan melakukan koreksi dan analisis hasil asesment. Hasil asesment ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Asesment TKA ini merupakan salah satu upaya SD Inpres Tamamaung 2 untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa-siswa.

Dengan adanya asesment TKA ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan akademik siswa-siswa kelas 6 di SD Inpres Tamamaung 2. ( Yahya )

11 Februari 2026

Rapat Koordinasi Adiyata di SDI Tamangapa: Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup di Sekolah Binaan


MULIAINFO. com. MAKASSAR. SDI Tamangapa menjadi tuan rumah rapat koordinasi Adiwiyata antar sekolah binaan pada tanggal 10 Februari 2026. Rapat ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kerja sama antar sekolah binaan dalam melaksanakan program Adiwiyata.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari SDI Kajenjeng, SDI Kassi, SDN Kassi, dan SDN Parinring sebagai sekolah binaan Adiwiyata. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen sekolah-sekolah binaan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Tujuan rapat ini adalah untuk membahas program-program Adiwiyata dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah-sekolah binaan. Dengan adanya program Adiwiyata, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan hidup di kalangan siswa dan guru.

Dalam rapat ini, dibahas juga tentang strategi untuk meningkatkan partisipasi siswa dan guru dalam program Adiwiyata.

SDI Tamangapa menyambut baik kehadiran perwakilan dari sekolah-sekolah binaan dan berharap dapat meningkatkan kerja sama dalam program Adiwiyata. Kepala Sekolah SDI Tamangapa, Ibu Sukmawati, S.Pd, menyatakan bahwa kerja sama antar sekolah binaan sangat penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Pengawas sekolah dan tim Adiwiyata kecamatan juga hadir dalam rapat ini, memberikan arahan dan motivasi kepada sekolah-sekolah binaan. Mereka menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran lingkungan hidup di kalangan siswa dan guru.

Rapat ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk meningkatkan kerja sama dalam program Adiwiyata. Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah-sekolah binaan.

Dengan kerja sama yang baik, diharapkan program Adiwiyata dapat berjalan dengan lebih efektif dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah-sekolah binaan.

Sekolah-sekolah binaan juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam melaksanakan program Adiwiyata.

Semoga program Adiwiyata dapat terus berkembang dan meningkatkan kesadaran lingkungan hidup di kalangan siswa dan guru.

Rapat koordinasi Adiwiyata ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah-sekolah binaan. (Yahya)

10 Februari 2026

Kepsek SMPN 22 Makassar Luruskan Pemberitaan : Fokus pada Solusi Dapodik Bukan Tuduhan Titipan


Muliainfo.com, Makassar — Polemik terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kembali mencuat setelah sejumlah sekolah negeri di Makassar mengalami kendala pencatatan peserta didik. Namun, Kepala SMP Negeri 22 Makassar, Hj. Salma, memberikan klarifikasi penting untuk meluruskan pemberitaan yang sebelumnya berkembang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.

Sebelumnya diberitakan bahwa puluhan siswa di SMP Negeri 22 Makassar tidak tercantum dalam sistem Dapodik, sehingga harus dicarikan solusi penempatan sekolah lain. Namun menurut Hj. Salma, persoalan ini tidak berkaitan dengan “praktik siswa titipan” sebagaimana diberitakan, melainkan murni masalah administrasi Dapodik yang berasal dari sekolah asal para siswa tersebut.

Kepala SMP Negeri 22 Makassar, Hj. Salma, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak siswa dan tidak pernah melakukan penerimaan melebihi kuota, namun justru membantu siswa yang datang dengan status administrasi belum lengkap.

“Sebenarnya saya hanya ingin membantu. Siswa yang terdaftar Dapodiknya di beberapa sekolah lain kami carikan solusi. Kami arahkan kembali ke sekolah agar Dapodiknya aman,” ujar Hj. Salma dalam klarifikasinya, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan bahwa sebagian siswa yang datang ke SMPN 22 memang sudah terlanjur bersekolah dan merasa nyaman. Namun orang tua mereka baru mengetahui kemudian bahwa nama anaknya masih tercatat—secara resmi—di sekolah lain dalam sistem Dapodik.

Karena itu, pihak sekolah memberikan dua pilihan yang tetap mengutamakan kepentingan siswa:

1.Kembali ke sekolah asal sesuai data resmi Dapodik

2.Dicarikan sekolah terdekat dari domisili siswa untuk memudahkan penyesuaian administrasi

Untuk memastikan kelancaran proses, Wakasek Kurikulum dan Kesiswaan SMPN 22 Makassar bahkan mengantar langsung siswa bersama orang tua ke sekolah yang sesuai dengan Dapodik mereka, sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan pendidikan.

“Kami hanya ingin memastikan siswa tetap aman dari sisi administrasi dan tidak dirugikan. Dalam setiap langkah, kami selalu mendampingi,” tambah Hj. Salma.

Dalam klarifikasinya, Hj. Salma menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan sebelumnya tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak manapun, termasuk dewan, LSM, jurnalis, atau instansi pemerintah. Ia menyatakan bahwa fokus utama dirinya sebagai kepala sekolah adalah meluruskan administrasi siswa agar tidak berimbas pada masa depan pendidikan anak.

Pemberitaan sebelumnya, kata Hj. Salma, dapat menimbulkan persepsi seolah SMPN 22 Makassar melakukan pelanggaran atau berada dalam tekanan pihak lain, padahal faktanya sekolah hanya berupaya menyelesaikan permasalahan administrasi Dapodik yang berasal dari luar.

Jika data siswa tidak tersinkronisasi di Dapodik, konsekuensinya cukup serius, antara lain: NISN tidak terbit, Kesulitan mengikuti asesmen, Tidak dapat menerima bantuan pendidikan, Terhambat dalam PPDB jenjang berikutnya.

Karena itu, penyelesaian administrasi menjadi prioritas sekolah.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar masih melakukan penelusuran dan sinkronisasi data lintas sekolah untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan yang sesuai aturan.

SMPN 22 Makassar berharap publik tidak salah memahami upaya sekolah, karena seluruh langkah yang diambil selama ini bertujuan melindungi siswa, memperbaiki data, serta memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan baik. (Yahya).

TKA 2026 UPT SPF SDN PAMPANG SIAP TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN


MULIAINFO. com. MAKASSAR. UPT SPF SDN Pampang telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk murid kelas VI. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan TKA adalah 58 orang. Guru-guru yang menanggani kelas adalah Muh. Sayyidin, S.Pd untuk kelas 6A dan Heriyati Hasni, S.Pd untuk kelas 6B.

Kegiatan TKA ini dilaksanakan di bawah pengawasan Kepala Sekolah, Bhakti Pandi Hasin, S.Pd. Pelaksanaan TKA ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik murid-murid kelas VI dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi ujian-ujian selanjutnya.

TKA ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Februari 2026. Murid-murid kelas VI telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi TKA ini.

Hasil dari TKA ini akan digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan pembelajaran intensif kepada murid-murid yang akan menghadapi TKA Berbasis Komputer dari Kementerian pada bulan April hingga Mei 2026.

Bagi murid yang dinyatakan lulus, mereka akan mendapatkan Sertifikat TKA yang dapat dijadikan prasyarat SPMB masuk ke SMP Negeri di Kota Makassar Tahun Pelajaran 2026/2027.

Sertifikat TKA ini akan diberikan bersama dengan ijazah dan rapor setelah dinyatakan lulus oleh sekolah. UPT SPF SDN Pampang berharap bahwa pelaksanaan TKA ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi ujian-ujian selanjutnya.

Kepala Sekolah, Bhakti Pandi Hasin, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan murid-murid yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan TKA ini.

Ia juga berharap bahwa hasil dari TKA ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SDN Pampang.

Pelaksanaan TKA ini juga merupakan salah satu upaya UPT SPF SDN Pampang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi tantangan masa depan.

UPT SPF SDN Pampang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan murid-murid untuk menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. 

( Muh. Yahya )