09 Februari 2026

ASESMEN AWAL TKA MATEMATIKA KELAS 6B DI SD INPRES BANTA - BATAENG 1


MULIAINFO. COM. MAKASSAR. SD Inpres Banta-Bantaeng 1 mengadakan kegiatan Asesmen Awal TKA Matematika kelas 6B pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam mata pelajaran Matematika dan meningkatkan kualitas pembelajaran.


Asesmen awal ini disimulasikan oleh Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd, yang juga memimpin proses asesmen. Siswa-siswa kelas 6B menunjukkan kemampuan mereka dalam menjawab soal-soal Matematika yang diberikan dengan sangat baik.


Guru kelas 6B, Musdhalifah, S.Pd, dan Sastriana, S.Pd, juga sangat mendukung pelaksanaan Asesmen Awal TKA ini. Mereka berharap bahwa hasil asesmen awal ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa untuk belajar lebih giat dan mencapai prestasi yang lebih baik.


"Asesmen awal ini sangat penting untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sehingga kita dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh guru-guru Matematika dan staf sekolah, yang memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa-siswa. Asesmen Awal TKA Matematika ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar Matematika dengan lebih giat.


Hasil asesmen awal ini akan digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di SD Inpres Banta-Bantaeng 1. Kepala Sekolah, Hasdiarah Kadir, S.Pd, juga mengapresiasi kerja keras dan semangat siswa-siswa kelas 6B dalam mengikuti asesmen awal ini.


Dengan demikian, SD Inpres Banta-Bantaeng 1 berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Asesmen Awal TKA Matematika ini juga dapat membantu guru-guru untuk mengetahui kemampuan siswa-siswa dan memberikan pelajaran yang lebih efektif.


Siswa-siswa kelas 6B juga sangat antusias dalam mengikuti Asesmen Awal TKA Matematika ini. Mereka menunjukkan kemampuan mereka yang baik dan semangat yang tinggi dalam menjawab soal-soal Matematika.


Asesmen Awal TKA Matematika ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa-siswa kelas 6B dalam menghadapi ujian-ujian selanjutnya. Mereka akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar.


Dengan adanya Asesmen Awal TKA Matematika ini, SD Inpres Banta-Bantaeng 1 berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian-ujian selanjutnya.

( Muh. Yahya )

Pelaksanaan Asesmen Awal TKA kelas 6 UPT SPT SD Negeri Bantutambung


MULIAINFO. COM. MAKASSAR. UPT SPF SD Negeri Bantutambung telah melaksanakan Asesmen Awal TKA untuk kelas 6 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Asesmen Awal TKA ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada hari Senin dan Selasa, tanggal 9-10 Februari 2026.

Pengawas ruang asesmen awal TKA adalah Amrini Sutanto, D.Pd, yang memastikan bahwa proses asesmen berjalan dengan lancar dan adil. Asesmen Awal TKA ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa-siswa kelas 6 dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi ujian yang lebih tinggi.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Negeri Bantutambung, Nurul Hikmah NR, S.Pd.I, M.Pd.I, menyatakan bahwa pelaksanaan Asesmen Awal TKA ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. "Kami berharap siswa-siswa kelas 6 dapat menunjukkan kemampuan mereka yang terbaik dan menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya," katanya.

Dengan adanya Asesmen Awal TKA, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Orang tua dan masyarakat juga dapat memantau kemampuan akademik anak-anak mereka dan memberikan dukungan yang lebih baik.

Guru-guru UPT SPF SD Negeri Bantutambung juga berharap dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi TKA. Mereka akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.


Siswa-siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Bantutambung juga telah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi Asesmen Awal TKA. Mereka telah mengikuti les dan bimbingan belajar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai mata pelajaran.

Asesmen Awal TKA ini juga dapat membantu guru-guru untuk mengetahui kemampuan siswa-siswa dan memberikan pelajaran yang lebih efektif. Guru-guru dapat mengetahui mata pelajaran apa yang perlu ditingkatkan dan memberikan pelajaran yang lebih efektif.

Nurul Hikmah NR, S.Pd.I, M.Pd.I, juga berharap bahwa Asesmen Awal TKA ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa untuk belajar lebih giat dan mencapai prestasi yang lebih baik.

Dengan adanya Asesmen Awal TKA, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SD Negeri Bantutambung. Guru-guru dan siswa-siswa akan terus bekerja keras untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian-ujian selanjutnya.

Asesmen Awal TKA ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UPT SPF SD Negeri Bantutambung. Masyarakat dapat melihat bahwa sekolah ini serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi ujian yang lebih tinggi.

Guru-guru kelas 6 UPT SPF SD Negeri Bantutambung juga sangat mendukung pelaksanaan Asesmen Awal TKA ini. Mereka berharap bahwa hasil Asesmen Awal TKA dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa untuk belajar lebih giat dan mencapai prestasi yang lebih baik.

Dengan demikian, pelaksanaan Asesmen Awal TKA di UPT SPF SD Negeri Bantutambung diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian-ujian selanjutnya.

( Muh. Yahya )

Uji kompetensi SD Inpres Kassi : Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui TKA 6


MULIAINFO. COM. MAKASSAR. SD Inpres Kassi telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk kelas 6 sebagai bagian dari uji kompetensi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa-siswa kelas 6 dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi ujian yang lebih tinggi.

Dalam pelaksanaan TKA, siswa-siswa kelas 6 SD Inpres Kassi diuji kemampuan mereka dalam berbagai mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Hasil TKA ini akan digunakan sebagai evaluasi kemampuan akademik siswa-siswa dan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Kepala Sekolah SD Inpres Kassi, Ibu Sukmawati, S.Pd, menyatakan bahwa pelaksanaan TKA ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. "Kami berharap siswa-siswa kelas 6 dapat menunjukkan kemampuan mereka yang terbaik dan menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya," katanya.

Pelaksanaan TKA ini didampingi oleh guru kelas 6, yaitu Pak Muhammad Nur Alim S.Pd, Ibu Andi Nur Aida S.Pd, M.Pd, dan Pak Adnan S.Pd, bersama dengan pengawas guru kelas. Mereka membantu dalam pengawasan dan pengamanan ujian untuk memastikan bahwa proses TKA berjalan dengan lancar dan adil.

Guru-guru kelas 6 SD Inpres Kassi telah bekerja keras untuk mempersiapkan siswa-siswa menghadapi TKA. Mereka telah memberikan pelajaran tambahan dan bimbingan belajar untuk membantu siswa-siswa meningkatkan kemampuan mereka.

Siswa-siswa kelas 6 SD Inpres Kassi juga telah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi TKA. Mereka telah mengikuti les dan bimbingan belajar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai mata pelajaran.

Dengan adanya TKA, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Orang tua dan masyarakat juga dapat memantau kemampuan akademik anak-anak mereka dan memberikan dukungan yang lebih baik.


Pelaksanaan TKA ini juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SD Inpres Kassi. Guru-guru dapat mengetahui kemampuan siswa-siswa dan memberikan pelajaran yang lebih efektif.

Hasil TKA juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Guru-guru dapat mengetahui mata pelajaran apa yang perlu ditingkatkan dan memberikan pelajaran yang lebih efektif.

SD Inpres Kassi juga berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian-ujian selanjutnya. Dengan adanya TKA, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi siswa-siswa untuk belajar lebih giat.

Guru-guru SD Inpres Kassi juga berharap dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi TKA. Mereka akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Dengan demikian, pelaksanaan TKA di SD Inpres Kassi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian-ujian selanjutnya.

SD Inpres Kassi juga berharap dapat menjadi salah satu sekolah yang terbaik di daerah dan mencapai prestasi yang lebih baik dalam bidang pendidikan.

Pelaksanaan TKA ini juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SD Inpres Kassi. Masyarakat dapat melihat bahwa sekolah ini serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi ujian yang lebih tinggi.

Guru-guru kelas 6 SD Inpres Kassi juga sangat mendukung pelaksanaan TKA ini. Mereka berharap bahwa hasil TKA dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa untuk belajar lebih giat dan mencapai prestasi yang lebih baik.

Muh. Yahya 

08 Februari 2026

Bimtek TKA Guru kelas 6 Sudirman 1 Tingkatkan Kemampuan Mengajar


MULIAINFO. COM. MAKASSAR. Guru kelas 6 Sudirman 1, Ridwan S.Pd dan Lily Nurfadilah S.Pd, M.Pd, telah mengikuti Bimtek TKA yang diselenggarakan pada hari Jumat - Sabtu, tanggal 6-7 Februari, di SDN PAM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru kelas 6 dalam mempersiapkan siswa-siswa menghadapi TKA.

Dalam bimtek ini, Ridwan S.Pd dan Lily Nurfadilah S.Pd, M.Pd, mendapatkan pelatihan dan pembinaan tentang cara mengajar yang efektif, serta cara mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi TKA. Mereka juga berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru-guru lain dari berbagai sekolah.

"Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini," kata Ridwan S.Pd. "Saya berharap dapat meningkatkan kemampuan saya dalam mengajar dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi TKA."

Lily Nurfadilah S.Pd, M.Pd, juga menambahkan, "Bimtek ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya dapat memperbarui pengetahuan dan keterampilan saya dalam mengajar, serta mendapatkan ide-ide baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah."

Dengan adanya bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, khususnya dalam menghadapi TKA. Guru-guru yang telah mengikuti bimtek ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.


Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Ridwan S.Pd dan Lily Nurfadilah S.Pd, M.Pd, juga berharap dapat membagi pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh dari bimtek ini dengan guru-guru lain di sekolah, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah secara keseluruhan.

Dengan demikian, bimtek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, dan mencapai hasil yang lebih baik dalam TKA

Guru-guru yang telah mengikuti bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar dan mempersiapkan siswa-siswa untuk menghadapi TKA, sehingga siswa-siswa dapat mencapai prestasi yang lebih baik.

Muh.Yahya.

Kesalahan Data Info GTK, Aktivis Pendidikan: “Kepala Sekolah Tidak Bisa Diberhentikan, Itu Murni Maladministrasi" !



Muliainfo.com, Makassar — Polemik kesalahan data administrasi pada Info GTK yang dialami sejumlah Kepala Sekolah kembali menjadi sorotan. Persoalan ini menimbulkan keresahan, terutama terkait potensi pemberhentian di tengah masa penugasan atau hambatan mengikuti tahapan seleksi Kepala Sekolah. Padahal, kesalahan tersebut berada pada operator Dinas Pendidikan, bukan pada Kepala Sekolah. Minggu (08/02).


Regulasi yang berlaku, yakni Permendikdasmen No.7 Tahun 2025 tentang Penugasan Kepala Sekolah serta Kepmendikdasmen No.129/P/2025 mengenai Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), telah menegaskan bahwa kesalahan data administrasi tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk memberhentikan Kepala Sekolah yang masih aktif bertugas.


Saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/01/2026), seorang aktivis pendidikan berinisial AG menjelaskan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya bersifat administratif. Ia menegaskan, kesalahan input data oleh operator tidak dapat dibebankan kepada Kepala Sekolah. “Jika kesalahan data terjadi pada Info GTK saat masa penugasan, dan itu berasal dari operator Dinas Pendidikan, maka Kepala Sekolah tidak boleh dirugikan. Itu bukan kesalahan personal,” tegas AG.


AG juga menambahkan bahwa Kepala Sekolah maupun operator sekolah tidak memiliki akses untuk mengubah data tertentu dalam aplikasi sistem, terutama terkait riwayat jabatan, TMT penugasan, dan masa kerja. Seluruh data tersebut berada di bawah kendali operator Dinas Pendidikan, sehingga kesalahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab instansi yang berwenang.


“Hal seperti ini harus diluruskan. Jangan sampai kesalahan di meja administrasi justru menghancurkan karier seseorang yang sah secara hukum,” ujarnya.


Menurut AG, pemberhentian Kepala Sekolah hanya sah jika memenuhi alasan hukum tertentu, seperti meninggal dunia, permintaan pengunduran diri, pelanggaran disiplin berat, kinerja buruk yang dibuktikan secara resmi, atau terjerat kasus pidana. “Kesalahan data entry tidak masuk dalam kategori itu. Itu maladministrasi,” tambahnya.


Lebih jauh, AG menegaskan bahwa jika seorang Kepala Sekolah diberhentikan hanya karena data sistem yang tidak valid, maka ia memiliki hak untuk menggugat SK pemberhentian ke PTUN. Selain itu, laporan kepada Ombudsman RI bisa ditempuh karena kesalahan berasal dari pejabat tata usaha negara.


Di sisi lain, ia mengakui bahwa kesalahan data memang dapat menghambat tahapan sistem seleksi atau proses perpanjangan penugasan. Aplikasi seperti Manajemen GTK atau SIM-KSPSTK membaca data secara otomatis dari Dapodik dan Info GTK, sehingga error dapat menyebabkan status Kepala Sekolah tidak terbaca. Namun, ia menegaskan bahwa hambatan teknis tidak menghapus status hukum. “Secara sistem bisa terkunci, tapi secara hukum tidak gugur. Ini dua hal yang berbeda,” jelasnya.


Karena itu, AG meminta Dinas Pendidikan segera melakukan perbaikan data (verifikasi dan validasi/ verval) sebelum batas waktu seleksi atau evaluasi kinerja. Ia menegaskan bahwa Kepala Sekolah tidak boleh dinyatakan gugur hanya karena kesalahan teknis pihak lain.


Ia juga mengimbau Kepala Sekolah untuk bersikap proaktif, seperti mengumpulkan seluruh SK penugasan sebagai bukti otentik, mengajukan permohonan perbaikan data ke Bidang GTK Dinas Pendidikan, serta meminta sinkronisasi ulang ke server pusat atau Pusdatin.


Selain itu, Kepala Sekolah dapat memanfaatkan Tim Pertimbangan sebagaimana diatur dalam Kepmendikdasmen No. 129/P/2025, yang berwenang membuat berita acara manual jika terjadi anomali data yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.


Sementara itu, sejumlah Kepala Sekolah mempertanyakan ketimpangan proses seleksi. Mereka menyoroti adanya PPPK yang justru lolos wawancara BCKS, sementara beberapa Kepala Sekolah definitif tidak diikutkan dalam tahapan tersebut tanpa alasan yang transparan. “Ini menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa sebenarnya?” ungkap salah satu Kepala Sekolah yang enggan disebut namanya.


Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakadilan yang lebih luas jika Dinas Pendidikan tidak segera melakukan pembenahan, terutama dalam tata kelola data kepegawaian dan transparansi proses seleksi Kepala Sekolah.


Aktivis pendidikan berharap agar Dinas Pendidikan bertanggung jawab penuh terhadap validitas data dan tidak menjadikan Kepala Sekolah sebagai korban dari kesalahan sistem. Mereka menegaskan bahwa hak kepegawaian pendidik tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian administratif.


Kesalahan data bukan alasan untuk menonaktifkan atau memberhentikan Kepala Sekolah. Yang harus dilakukan adalah perbaikan sistem agar saat periode perpanjangan tiba, data dapat terbaca dan diproses sesuai ketentuan.


Lebih jauh, perjuangan bersama terus disuarakan agar seluruh PLT Kepala Sekolah dapat diangkat menjadi Kepala Sekolah definitif. Hal ini merujuk pada Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 Pasal 31 yang menyatakan bahwa Kepala Sekolah yang sedang menjalani penugasan tetap melanjutkan tugas hingga masa penugasan berakhir.


Selain itu, Kepmendikdasmen No. 129/P/2025 halaman 65 poin 9 menegaskan bahwa Kepala Sekolah ASN pada periode ke-2, ke-3, dan ke-4 tetap melaksanakan tugas hingga akhir masa penugasan sesuai peraturan perundang-undangan.


Dengan demikian, tidak ada dasar hukum untuk memberhentikan Kepala Sekolah yang sah hanya karena kesalahan data administrasi. Yang wajib dibenahi adalah sistem manajemen data, bukan mengorbankan integritas dan karier pendidik yang telah bekerja secara profesional. (*)

Meningkatkan Kualitas pendidikan melalui Bimtek TKA di Kota Makassar


Muliainfo.com. Makassar.-- Kegiatan Bimtek TKA yang diselenggarakan oleh Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Kota Makassar telah berlangsung selama 2 hari, yaitu Jumat 6 dan Sabtu 7 Februari 2026, di Aula PT Erlangga. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Satuan Pendidikan dan Guru Kelas 6 UPT SPF SD Inpres Bangkala I, serta peserta didik Kec Manggala.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, dengan tujuan dan harapan sebagai berikut: meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya bidang studi Bahasa Indonesia dan Matematika, mempersiapkan murid kelas 6 menghadapi TKA secara nasional berbasis komputer, meningkatkan kualitas akademik murid kelas 6, dan menjadikan nilai TKA sebagai prasyarat memasuki jenjang SMP sebagai jalur prestasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar, khususnya dalam menghadapi TKA. Guru-guru juga dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar dan mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi ujian.

Kegiatan Bimtek TKA ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

Dalam kegiatan ini, guru-guru diberikan pelatihan dan pembinaan tentang cara mengajar yang efektif, serta cara mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi TKA. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru-guru lain.


Dengan demikian, kegiatan Bimtek TKA ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Makassar. Guru-guru yang telah mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.

Kegiatan Bimtek TKA ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik murid kelas 6, sehingga mereka dapat menghadapi TKA dengan lebih percaya diri dan mencapai hasil yang lebih baik.

Dalam jangka panjang, kegiatan Bimtek TKA ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar, sehingga dapat bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Dengan adanya kegiatan ini, FKKG Kota Makassar berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Kegiatan Bimtek TKA ini merupakan salah satu upaya FKKG Kota Makassar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.












Hj Hamsianah,S.Pd : Kepala Sekolah yang Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan


Muliainfo.com. Makassar -- Hj Hamsianah, S.Pd, adalah kepala sekolah yang berdedikasi dan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, beliau terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi siswa-siswa.

Di bawah kepemimpinan Hj Hamsianah, S.Pd, sekolah ini telah mencapai banyak prestasi dan kemajuan. Beliau juga aktif dalam mengembangkan kemampuan guru-guru dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

Hj Hamsianah, S.Pd, juga memiliki visi untuk menjadikan sekolah ini sebagai salah satu sekolah terbaik di wilayahnya. Beliau percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga perlu adanya upaya yang serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Hj Hamsianah, S.Pd, juga menjalin kerjasama dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Beliau percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, sehingga perlu adanya kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Hj Hamsianah, S.Pd, juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas guru-guru di sekolahnya. Beliau percaya bahwa guru-guru adalah ujung tombak pendidikan, sehingga perlu adanya upaya yang serius untuk meningkatkan kemampuan mereka.


Dengan demikian, Hj Hamsianah, S.Pd, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Hj Hamsianah, S.Pd, juga memiliki harapan besar untuk masa depan sekolahnya. Beliau percaya bahwa dengan kerja keras dan komitmen yang kuat, sekolah ini dapat menjadi salah satu sekolah terbaik di wilayahnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Hj Hamsianah, S.Pd, juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Beliau percaya bahwa teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif.

Hj Hamsianah, S.Pd, juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Beliau percaya bahwa sarana dan prasarana yang memadai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif.

Dengan adanya komitmen dan kerja keras Hj Hamsianah, S.Pd, sekolah ini telah mencapai banyak prestasi dan kemajuan. Beliau terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Hj Hamsianah, S.Pd, adalah contoh kepala sekolah yang berdedikasi dan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Beliau adalah inspirasi bagi guru-guru dan siswa-siswa di sekolahnya.